Anda di halaman 1dari 18

1

PERCOBAAN I (EXPERIMENT I) PEMBUATAN SUSPENSI SEMEN, CETAKAN SAMPEL DAN PENGUJIAN DENSITAS SUSPENSI SEMEN (PREPARATION OF CEMENTS SUSPENSION, SAMPEL AND EXAMINATION OF CEMENTS SUSPENSION DENSITY) 1.1. Tujuan Percobaan 1. Untuk mengetahui cara pembuatan suspensi semen pemboran dan komposisi semen pemboran. 2. Untuk membuat cetakan sampel dalam pengujian Compressive Strength dan Shear Bond Strength. 3. Mengetahui densitas suspensi semen dengan menngunakan alat Mud Balance. 4. Mengetahui e ek penambahan !at additi semen. 1. . Da!ar Teor" "embuatan suspensi semen dimulai dengan persiapan peralatan dan material semen# baik berupa semen portland# air dan additive. Semen "ortland merupakan semen $ang ban$ak digunakan dalam industri permin$akan karena semen ini termasuk semen hidrolis dalam arti akan mengeras bila bertemu atau bercampur dengan air. Semen "ortland memiliki 4 komponen mineral utama# $aitu C3S# C2S# C3%# dan C4%&. C3S atau Tricalcium Silicate merupakan komponen terban$ak dari semen "ortland komponen ini memberikan strength $ang terbesar pada a'al pengerasan. C2S atau Dicalcium silicate# komponen ini sangat penting dalam memberikan inal strength semen. C3% atau Tricalcium Alluminate 'alaupun kadarn$a kecil dari komponen silicate namun berpengaruh pada rheologi suspensi semen dan membantu proses pengerasan a'al pada semen. C4%& atau Tetra Calcium Alluminaferite# komponen ini han$a sedikit pengaruhn$a pada strength semen. terhadap densitas suspensi

%"( )American Petroleum Institute* telah melakukan klari ikasi semen kedalam kelas guna mempermudah pemilihan dan penggolongan semen $ang akan digunakan. "engklari ikasian ini didasari atas kondisi sumur dan si at+si at semen $ang disesuaikan dengan kondisi sumur tersebut. ,ondisi sumur tersebut meliputi kedalaman sumur# temperatur# tekanan dan kandungan $ang terdapat pada luida ormasi )seperti sul at dan sebagain$a*. ,lasi ikasi semen $ag dilakukan %"( terdiri daria. ,elas % Semen kelas % ini digunakan dari kedalaman . )permukaan* sampai /... t. Semen ini terdapat dalam tipe biasa )ordinar$ t$pe* saja. b. ,elas B Semen kelas B digunakan dari kedalaman . sampai /... t dan tersedia dalam jenis $ang tahan terhadap kandungan sul at menengah dan tinggi )moderate dan high sul ate resistant* c. ,elas C Semen kelas C digunakan dari kedalaman . sampai /... tersedia dalam jenis moderate dan high sulfate resistant. d. ,elas 0 Semen kelas 0 digunakan untuk kedalaman dari /... t sampai 12... t dan untuk kondisi sumur $ang mempun$ai tekanan dan temperatur tinggi . Semen ini tersedia juga dalam jenis moderate dan high sulfate resistant. e. ,elas 1 Semen kelas 1 digunakan untuk kedalaman dari /... t sampai 14... t# dan untuk kondisi sumur $ang mempun$ai tekanan dan temperatur tinggi . Semen ini tersedia juga dalam jenis moderate dan high sulfate resistant. . ,elas & Semen kelas & digunakan dari kedalaman 1.... t sampai 1/... t dan untuk kondisi sumur $ang mempun$ai tekanan dan temperatur tinggi . Semen ini tersedia juga dalam jenis high sulfate resistant. t dan mempun$ai si at high+earl$ strength )proses pengerasan cepat*. Semen ini

g. ,elas 2 Semen kelas 2 digunakan dari kedalaman . samapai 3... t dan merupakan semen dasar. Bila ditambahkan retarder semen ini dapat dipakai untuk sumur $ang dalam dan range temperatur $ang cukup besar. Semen ini tersedia dalam jenis moderate dan high sulfat resistant. h. ,elas 4 Semen kelas 4 digunakan dari kedalaman . samapai kedalaman 3... t dan merupakan pula semen dasar. 0engan penambahan accelerator dan retarder# semen ini dapat digunakan pada range kedalaman dan temperatur $ang besar. Semen ini han$a tersedia dalam jenis moderate sulfat resistant. Untuk mengkondisikan suspensi semen pada saat pen$emenan pada lubang bor# semen juga dapat diberi beberapa !at tambahan atau additive $ang memiliki ungsi bermacam+macam agar pekerjaan pen$emenan dapat memperoleh hasil $ang sesuai dengan apa $ang telah direncanakan. Sampai saat ini lebih dari 1.. additive telah dikenal# additive+additive tersebut dikelompokkan dalam 3 kategori $aitu1. %ccelerator 5aitu additive $ang dapat mempercepat proses pengerasan suspensi semen. 2. 6etarder 5aitu additive semen. 3. 17tender 5aitu additive $ang digunakan untuk mengurangi densitas dari suspensi semen. 4. 8eighting %gent 5aitu additive $ang dapat menambah densitas dari suspensi semen. 9. 0ispersant 5aitu additive $ang dapat mengurangi viscositas suspensi semen. $ang dapat memperlambat proses pengerasan suspensi

/. &luid :oss Control %gent 5aitu additive $ang digunakan untuk mencegah hilangn$a asa li;uid suspensi semen kedalam ormasi sehingga terjaga kandungan cairan pada suspensi semen. <. :ost Circulation Control %gent 5aitu additive $ang mengontrol hilangn$a suspensi semen ormasi $ang lemah atau bergua. 3. Speciall$ %dditives 5aitu addictive khusus $ang digunakan untuk suatu tujuan tertentu. 0ensitas suspensi semen dide inisikan sebagai perbandingan antara jumlah berat bubuk semen# air pencampur dan additi terhadap jumlah volume bubuk semen# air pencampur dan additi . 0irumuskan sebagai berikut8s + 8add + 8air =s + =add + =air

ke dalam

S2S =

,eteranganS2S 8s 8add 8air =s =add =air > densitas suspensi semen > berat bubuk semen > berat additive > berat air > volume bubuk semen > volume additive > volume air

0ensitas suspensi semen sangat berpengaruh terhadap tekanan hidrostatis suspensi semen didalam lubang sumur. %pabila ormasi tidak sanggup menahan tekanan suspensi semen# maka akan men$ebabkan ormasi pecah sehingga akan terjadi lost circulation.

%da dua jenis !at additi $ang berhubungan dengan control densit$# $aitu 17tender dan 8eighting %gent. 17tender adalah additi $ang digunakan dalam suspensi semen untuk mengurangi densitas semen dan juga ber ungsi untuk menambah $ield slurr$. 17tender $ang berupa cla$ juga dapat ber ungsi mengurangi air bebas ) ree 'ater* dalam suspensi semen# selain itu dapat juga berupa gas $ang dilarutkan dalam suspensi semen seperti nitrogen?udara $ang hasiln$a memberikan compressive strength $ang cukup. 8eighting %gents adalah additi $ang digunakan untuk menambah densitas suspensi semen# berupa material dengan densitas lebih berat dari densitas suspensi semen $ang harus memenuhi pers$aratan sebagai berikut 0istribusi ukuran partikel dari material additi harus cocok )compatible* dengan ukuran partikel semen. Ukuran partikel additi $ang lebih besar dari partikel semen akan cenderung mengendap sedangkan partikel berukuran lebih kecil memiliki kecenderungan menambah viskositas suspensi semen. ,adar air $ang terkandung dalam material additi )unhidrous*. Material additi harus sukar bereaksi )inert* dengan semen# baik pada saat pencampuran dalam suspensi maupun saat proses hidrasi semen dan juga compatible dengan additi lain $ang mungkin dicampurkan dalam semen. 0ensitas suspensi semen $ang rendah sering digunakan dalam operasi primar$ cementing dan remedial cementing guna menghindari terjadin$a racture pada ormasi $ang lemah. Untuk menurunkan densitas dapat dilakukan dengan menambahkan cla$ atau !at+!at kimia silikat jenis e7tender atau menambahkan bahan+bahan $ang dapat memperbesar volume suspensi semen# seperti po!!olan. Sedangkan densitas suspensi semen $ang tinggi digunakan bila tekanan ormasi cukup besar. Untuk memperbesar densitas dapat ditambahkan pasir ataupun material+material pemberat kedalam suspensi semen# seperti barite. "engukuran densitas dilaboratorium berdasarkan dari data berat dan volume tiap komponen $ang ada dalam suspensi semen# sedangkan dilapangan menggunakan alat pressuri!ed mud balance. tidak ban$ak

1.#. 1. 2. 3. 4. 9. /. <. 3.

A$a% &an Ba'an Cement Mi7er @imbangan 0igital "lastik @ransparan @ali "lastik 2elas Ukur Cetakan Sample ,ubik dan Silinder Stop'atch Mud Balance

1.#.1. A$a%

1.#. . Ba'an 1. 2. 3. 4. %ir Semen "ortland Bentonite 2rease

1.#.#. Ga(bar A$a%

T"(ban)an D")"%a$

B$en&er

<

S%o* +a%c'

Ge$a! U,ur

Ce%a,an Kub",

Ce%a,an S"$"n&er

Mu& Ba$ance 2ambar 1.1. "eralatan "ercobaan "embuatan Suspensi Semen# Cetakan Sampel 0an "engujian 0ensitas Suspensi Semen 1.-. 1. digital. Pro!e&ur Percobaan Menimbang bubuk semen seban$ak 39. gram dengan timbangan

1.-.1. Pe(bua%an Su!*en!" Se(en &an Ce%a,an Sa(*e$

2.

Mengukur air dengan 8C6 )8ater Cement 6atio* $ang diinginkan. 4arga 8C6 tidak boleh melebihi kadar air maksimum maupun kurang dari kadar air minimum.

3. 4. kering 9.

Menimbang additive bentonite seban$ak / gram. Mencampur bubuk semen dengan additive bentonite pada kondisi Memasukkan air seban$ak 213 ml kedalam blender# kemudian menjalankan blender pada kecepatan 4...rpm dan memasukkan campuran semen dan additive bentonite kedalamn$a tidak lebih dari 19 detik# kemdian menutup blender dan melanjutkan pengadukan pada kecepatan tinggi 12.. rpm selama 39 detik.

/. <.

Mengoleskan grease kedalam cetakan kubik sedangkan untuk cetakan silinder casing tidak diolesi grease. Menuangkan sampel suspensi semen dari blender kedalam cetakan $ang telah tersedia untuk kemudian digunakan dalam pengujian compressive strength dan shear bond strength.

3.

Membungkus cetakan sampel dengan plastik transparan# memberi label lalu merendamn$a dalam ember.

1.-. . Pen)uj"an Den!"%a! Su!*en!" Se(en 1. Mengkalibrasi peralatan pressuri!ed mud balance dengan langkah+langkah sebagai berikut Membersihkan peralatan mud balance. Mengisi cup dengan air hingga penuh lalu ditutup dan membersihkan bagian luarn$a. 2. Meletakkan kembali mud balance pada kedudukan semula. Menempatkan rider pada posisi skala 3#33 ppg )densitas air*. Meneliti nuvo glass# bila tidak seimbang mengkalibrasikan scre' sampai seimbang Men$iapkan suspensi semen $ang telah dibuat dari komposisi 39. gram semen portland# 9 gram bentonite dan 2.4 ml air kemudian mengukur densitas suspensi semen dengan menggunakan rumus-

S2S =

8s + 8add + 8air =s + =add + =air

Ke%eran)an. S2S 8s 8add 8air =s =add =air 3. > densitas suspensi semen > berat bubuk semen > berat additi > berat air > volume bubuk semen > volume additi > volume air Memasukkan suspensi semen kedalam cup mud balance# kemudian cup ditutup dan semen $ang melekat pada dinding bagian luar dibersihkan sampai bersih 4. 9. 1./. Meletakkan balance arm pada kedudukan semula# kemudian atur rider hingga seimbang. Membaca skala sebagai densitas suspensi semen pengukuran 0a!"$ Pen)a(a%an @abel 1.1. 0ata 4asil "ercobaan "embuatan Suspensi Semen# Cetakan Sampel 0an "engujian 0ensitas Suspensi Semen N o Cetak an Jenis Additif Massa Seme n / gr / gr / gr / gr Massa Semen Volum e Air 213 ml 213 ml 213 ml 213 ml + + 12#<B Grea se

1 2 3 4

,ubik Silinder ,ubik Silinder

Bentonite Bentonite Barite Barite

39. gr 39. gr 39. gr 39. gr

12#/B

1.

@abel 1.2. ,alkulasi Cilai S2S# 0ensitas @eoritis# B ,esalahan dari "ercobaan "embuatan Suspensi Semen# Cetakan Sampel 0an "engujian 0ensitas Suspensi Semen N o 1 2 Jenis Additif SGS Densitas Teoritis % Kesalah an 12#9B /.#3 Barite 1#<4. 14#44 ppg 12#3B C!

Bentonite

1#<3/

14#4/ ppg

1.1. 1.

0a!"$ Per'"%un)an 0iketahui-

8bentonite

> / gr

8barite 8semen 8air


bentonite

> / gr > 39. gr > 213 ml > 2#< gr?ml > 4#9 gr?ml > 3#11 gr?ml > 1#.. gr?ml

barite semen
air

0itan$aa. S2S )bentonite* D b. S2S )barite* D 0ija'ab


bentonite

>

m v

11

2#< gr?ml

>

/ gr V / gr 2#< gr / ml

>

> 2#2 ml
barite

>

m v / gr V / gr 4#9 gr / ml

4#9 gr?ml

>

>

> 1#33 ml
semen

>

m v 39. gr V 39. gr 3#11 gr / ml

3#11 gr?ml

>

>

> 112#94. ml.


air

> m > 213 ml

m v

1#.. gr?ml m

> 1#.. gr?ml 7 213 ml > 213 gr

0ari parameter diatas maka didapata. S2S )bentonite* > W s + W bentonite + W air V s+ V bentonite+ V air

12

>

39. gr + /gr + 213 air 112#94. ml + 2#2 ml + 213 ml 9/A gr 32<#<4 ml

>

> 1#<3/ gr?ml b. S2S )barite* > W s + W bentonite + W air V s+ V bentonite+ V air 39. gr + /gr + 213 air 112#94. ml + 1#33 ml + 213 ml 9/A gr 32/#3< ml

>

>

> 1#<4. gr?ml c. 4arga 8C6 > Berat Air Berat Semen 213 gr 39. gr 7 1..B

>

7 1..B

> .#/.3 7 1..B > /.#3 B d. Cilai


teoritis

teoritis bento

>

W s + W bentonite + W air V s+ V bentonite+ V air

7 3#33

>

39. gr + /gr + 213 air 112#94. ml + 2#2 ml + 213 ml 9/A gr 32<#<4 ml

7 3#33

>

7 3#33

> 1#<3/ gr?ml 7 3#33 > 14#4/ ppg

13

teoritis barite

>

W s + W barite + W air V s+ V barite + V air

7 3#33

>

39. gr + /gr + 213 air 112#94. ml + 1#33 ml + 213 ml 9/A gr 32/#3< ml

7 3#33

>

7 3#33

> 1#<4. gr?ml 7 3#33 > 14#4A ppg e. Cilai B kesalahan B kesalahan bento>

[
[

teoritis engu!uran teoritis 14#4/ g12#/ 14#4/ g

7 1..B g

>

7 1..B

>

1#3/ g 14#4/ g

7 1..B

> .#123 7 1..B > 12#3B B kesalahan barite>

[
[

teoritis engu!uran teoritis 14#4A g 12#< 14#4A g g g

7 1..B g

>

7 1..B

>

1#<A 14#4A

7 1..B

> .#123 7 1..B > 12#3B 1.2. Pe(ba'a!an

14

0ari percobaan mengenai suspensi semen# cetakan sempel dari uji densitas suspensi semen# didapat pembahasan sebagai berikut. Sangat perlu diperhatikan bah'a komposisi dalam membentuk sebuah suspensi semen harus diperhitungkan dengan baik agar suspensi semen kita sesuai dengan $ang diharapkan dan sesuai dengan kondisi reservoir ) ormasi* tempat kita mem ungsikan suspensi semen tersebut. "ada percobaan kali ini kita menggunakan 2 jenis suspensi semen. 5ang pertama adalah suspensi semen dengan !at additive bentonite# dimana masing+masing komposisin$a adalah 329 gr semen# 213 ml air dan / gr bentonite. 0an suspensi semen $ang kedua adalah dengan !at additive barite $ang komposisin$a 39. gr semen# 213 ml air dan / gr barite. Masing E masing jenis suspensi semen diaduk dalam cement mi7er dengan kecepatan $ang telah ditentukan dan dengan 'aktu $ang telah ditetapkan. Setelah suspensi semen tersebut jadi# maka hal $ang perlu kita lakukan selanjutn$a adalah menentukan densitas dari masing+masing suspensi semen tersebut. 0ensitas suspensi semen merupakan perbandingan antara jumlah berat bubuk semen # air pencampur dan additive terhadap jumlah volume bubuk semen# air pencampur dan additive.densitas# merupakan hal mutlak $ang harus diketahui sebelum suspensi semen di ungsikan. 0ensitas suspensi semen sangat berpengaruh terhadap tekanan hidrositas di dalam lubang sumur. 0ensitas suspensi semen sangat perlu dikontrol karena jika densitas tidak sesuai dengan kondisi ormasi bias men$ebabkan ormasi pecah dan berbagai gangguan lainn$a pada ormasi. Untuk mengontrol densitas ini kita menggunakan $ang naman$a !at additive. %dditive disini tidak han$a ber ungsi sebagai pemberat )menambah densitas suspensi semen* tapi ada juga $ang ber ungsi sebagai penurun nilai densitas. Contoh additive $ang menurunkan nilai densitas adalah bentonite. 0ensitas suspensi semen $ang rendah biasan$a digunakan untuk operasi primar$ cementing dan remedial dan remedial cementing untuk menghindari racture pada ormasi lemah.sedangkan untuk ormasi $ang mempun$ai tekanan cukup besar maka dibutuhkan suspensi semen $ang densitasn$a cukup tinggi dan additive

19

$ang ber ungsi untuk menambah nilai densitas disebut dengan 'etting agent. Contoh 'etting agent adalah barite# pasir dsb. Untuk mengetahui nilai densitas suspensi semen bisa digunakan alat $ang bernama mud balance. ,alibrasi alat $ang tepat dan ketelitian dalam membaca skala sangat diperlikan untuk mendapatkan nilai densitas $ang benar. Camun ada juga persamaan $ang bisa dipakai dalam menentukan nilai densitas suspensi semen. 0alam melakukan pengujian compressive strength dan shear bond strength# kita menggunakan cetakan dalam dua model. Cetakan pertama berbentuk kubik dan $ang kedua dalam berbentuk silinder. Cetakan berbentuk kubik mesimulasikan ketahanan suspensi semen dari tekanan+tekanan $ang datang dari arah hori!ontal. Sedangkan pada cetakan silinder merupakan simulasi ketahanan?kekuatan suspensi semen dalam menghadapi tekanan $ang datang dari arah vertical. "ada cetakan kubik perlu diolesi grease agar pada saat pelepasan hasil cetakan lebih mudah dilakukan. "engujian selanjutn$a adalah dengan menendam hasil tekanan baik cetakan kubik 'alaupun silinder $ang terlebih dahulu dibungkus dengan alumunium voil# didalam air $ang temperatur air n$a telah disesuaikan dengan temperature pada ormasi. "erendaman cetakan pada suhu konstan 14.
F

selama A

jam ini mensimulasikan ketahanan suspensi semen $ang telah kita buat pada temperature $ang sesuai kondisi ormasi kita. Gika setelah perendaman semen )suspensi semen* $ang kita buat masih tetap kokoh dan tidak terkontaminasi oleh air perendaman# itu berarti komposisi suspensi semen siap untuk di ungsikan. E3*$ana%"on (n this e7amination about cement suspension# sample and e7amination o cement suspension densit$# 'e get some e7planation. Composition o cement suspension should be noticed correctl$. (t aims that our cement suspension corresponds to 'hat do 'e e7pect and correspond 'ith our ormation )reservoir* re;uirement. &or this e7amination# 'e utili!ed t'o cement suspensionHs t$pes. @he irst is cement suspension 'ith additive bentoniteHs material# 'hen each composition are 329 gr cements# 213 ml 'aters and / gr bentonites. %nd the

1/

second suspension 'ith additive bariteHs material# 'here the composition - 329 gr cements# 213 ml 'aters and / gr barites. 1ver$ cement suspension# 'e mi7 in cement mi7er 'ith speed and mi7ing time alread$ been determined. % ter cement suspension 'as read$# the ne7t step 'e should determined the densit$ o each cement suspension. Cement suspension densit$ is compare among 'eight o cement po'der# mi7 'ater and additive to amount o cement po'der volumes. 0ensit$ is mandator$ absolute thing ackno'ledged be ore the cements suspension is utili!ed. (t reall$ in luential to h$draulic pressure in the hole. 6eall$ important or 'e to control the cement suspension densit$# because i densit$ out o the character ormationHs condition# an cause break ormation and the other variet$ trouble in our ormation. @o control the cement suspension densit$# 'e utili!ed additiveHs substance. @he unction o additive not onl$ or ballast o densit$ but also unctioning as descending o densit$. 17ample o ballastHs additive is bentonite# mean'hile the e7ample or descendingHs additive is berite. Cement suspension 'hose have high densit$ usuall$ been utili!ed or the ormation 'hich have si!able pressure. %nd cement suspension 'hich have lo' densit$# usuall$ been utili!ed or primar$ cementing operation and cementing remedial# this thing to avoid racture on poor ormation. @he tool is utili!ed or measure densit$ is Mud Balance. 17pect 'e get the true point. &or e7amination o compressive strength and shear bond strength# 'e utili!ed t'o models samples. @he irst model# seems like cubic and the second models like silinders. Sample like cubic give our description about the orce o cement suspension to bate pressure 'ho came orm verticalHs aim. @o the cubic sample# 'e need to re+cover grease# or the sample result is easl$ to be released. @he ne7t e7amination to soak both o casting result. But be ore 'e soak the casting result# earlier 'e 'rapped up both o casting result 'ith aluminium oil. @he temperature is 14. F&# and timing soaking is up to A hours. @his e7amination descript us about cement suspensionHs orce to the real condition and the temperature orm our ormation. ( a ter the soaking# our cement suspension still about 'ithout available 'ater contamination# this mean that our cement suspension has read$ to being utili!ed.

1<

1.4.

Ke!"(*u$an 0ari rangkaian prosedur percobaan dan beberapa pembahasan $ang

dilakukan maka di dapat kesimpulan sebagai berikuta. 0ensitas suatu suspensi semen harus di control sesuai dengan kebutuhan ormasi. b. %dditive $ang dapat menambah densitas contohn$a bentonite# sedangkan additive $ang dapat menurunkan densitas contohn$a adalah barite. c. "engujian compressive strength merupakan pengujian ketahanan suspensi semen terhadap tekanan dari arah hori!ontal. d. "engujiam shera bond strength merupakan pengujian ketahanan suspensi semen terhadap tekanan dari arah vertical. e. "enggunaan cetakan kubik merupakan uji compressive strength. . "enggunaan cetakan silinder merupakan uji shear bond strength. g. "ercobaan ini sangat penting untuk dilakukan# agar suspensi semen $ang di ungsikan dapat berkualitas dan dapat bertahan lama sesuai dengan $ang diinginkan. 1.5. Tu)a! 2. %pa $ang men$ebabkan terjadin$a terbentukD Di"a#ab$ &aktor pen$ebab terjadin$a oam dantaran$aa. "engadukan pada pencampuran semen $ang tidak sempurna. 0alam hal ini tidak sempurna berarti tidak mengikuti prosedur pengadukan $ang seharusn$a. Sebaikn$a luida $ang sejenis dicampur terlebih dahulu sebelum diaduk b. @ata cara pengadukan. "engadukan dilakuakan searah dengan arah jarum jam. @idak boleh diaduk secara acak c. 8aktu pengadukan. Sebaikn$a 'aktu pengadukan diatur beberapa menit?detik sesuai dengan komposisi dari semen $ang dibuat. oam pada suspensi semen dan

bagaimana cara pembuatan suspensi semen $ang baik agar oam tidak

13

0ari keterangan diatas# maka diketahui bah'a pen$ebab oam adalah pengadukan $ang tidak sesuai dengan prosedur $ang telah ditentukan. 0an cara pembuatan suspensi semen $ang baik dan benar adalah dengan mengikuti prosedur $ang telah ditentukan# maka terbentuk. 3. Sebutkan dan jelaskan additive apa saja $ang digunakan untuk menaikkan ataupun menurunkan densitas suspensi semenI Di"a#ab$ a. %dditive untuk menaikkan densitas suspensi semen disebut dengan 'etting agent. Contoh# barite dan pasir b. %dditive untuk menurunkan densitas suspensi semen disebut dengan e7tender. Contoh# bentonite dan CaCl oam tidak akan

4. %pakah hubungan densitas suspensi semen dengan tekanan hidrostatik dan tekanan ormasiD Di"a#ab$ 4ubungan antara densitas suspensi semen dengan tekanan hidrostatik adalah nilai densitas $ang berguna untuk member tahu besar tekanan hidrostatis suspensi semen di dalam lubang sumur. Bila tekanan hidrostatik $ang dihasilkan suspensi semen terlalu besar maka akan mengakibatkan ormasi pecah. Sedangkan jika tekanan hidrostatik terlalu kecil maka akan mengakibatkan collapse )pengempisan kempis* akibat adan$a tekanan $ang cukup besar dari luar sisi pipa.