Anda di halaman 1dari 0

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM

PENGGARAN PERUSAHAAN



Moduli 6 : Penganggaran Perusahaan

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN TENAGA KERJA LANGSUNG







Disusun Oleh :
Amyardi, SH, SE, MM.





PROGRAM KULIAH KARYAWAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA 2008



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM
PENGGARAN PERUSAHAAN



PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BIAYA
TENAGA KERJA LANGSUNG (TKL)


MASALAH-MASALAH UTAMA PENGENDALIAN TENAGA KERJA LANGSUNG.
1. Kebutuhan Personel
2. Penerimaan Tenaga Kerja
3. Pelantikan
4. Pengukuran Kinerja
5. Uraian Tugas dan Penilaian
6. Negosiasi dan Serikat
7. Dominismasi Lepas dan Gaji

BIAYA TENAGA KERJA :
1. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung.
Mencakup semua biaya tenaga lainnya, seperti gaji dan upah, upah penyeliaan
yang dibayar kepada pembuat alat, personel perbaikan, penjaga persediaan, dan
pengawas gudang.
2. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Mencakup upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja yang secara langsung
pada keluaran produktif tertentu.
Tenaga Kerja yang secara langsung terlibat dalam proses produksi perusahaan
dan biaya-biaya yang dikaitkan pada biaya produksi atau barang yang dihasilkan.

SIFAT-SIFAT TENAGA KERJA LANGSUNG
1. Besar kecilnya biaya untuk tenaga kerja ini merupakan biaya variable.
2. Biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja ini merupakan biaya variabel.
3. Umumnya dikatakan tenaga kerja jenis ini merupakan tenaga kerja yang
kegiatannya langsung dapat dihubungkan dengan produk akhir.

MANFAAT ANGGARAN TENAGA KERJA LANGSUNG
1. Penggunaan tenaga kerja lebih efisien.
2. Biaya tenaga kerja dapat direncanakan dan diatur secara lebih efisien.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM
PENGGARAN PERUSAHAAN

Paling cepat,
Paling lambat,
Rata-rata,
3. Harga pokok produk dapat dihitung secara tepat.
4. Sebagai alat pengawasan biaya tenaga kerja.

FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIAKAN DALAM PENYUSUNAN
ANGGARAN (MASALAH-MASALAH)
* Kebutuhan Tenaga Kerja Terlebih dahulu dibuat :
- Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan
- Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut pada berbagai tingkat
kegiatan
- Bagian-bagian yang membutuhkannya.

ANGGARAN TENAGA KERJA MERUPAKAN PERENCANAAN KHUSUS TENTANG
1. Anggaran biaya tenaga kerja langsung Direct Labor Coni (DLC)
a. Jumlah barang yang diproduksi
b. Standar jam buruh langsung (DLH) yang diperlukan untuk pembuatan suatu
unit produk jadi.
c. Tingkat lepas rata-rata per jam buruh langsung
d. Jenis barang yang dihasilkan perusahaan
e. Waktu produksi barang (bulan kwartal).

2. Anggaran jam tenaga kerja langsung (DLH) Direct Labor Hours
a. Jenis barang yang dihasilkan
b. Bagian-bagian yang turut dalam proses produksi
c. Jumlah DLH yang diperlukan untuk tiap jenis barang
d. Waktu produksi barang (bulan, kwartal)



PERENCANAAN JAM KERJA LANGSUNG
Yaitu dengan empat pendekatan dalam standar waktu tenaga kerja :
1. Studi Waktu dan Gerakan.
Informasi yang dapat dipercaya tentang waktu tenaga kerja
yang dibutuhkan untuk menunjukkan tiap operasi tertentu.
Hasil studi waktu dan gerakan dapat memberikan data
masukan dasar untuk pembuatan jam kerja tenaga langsung

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM
PENGGARAN PERUSAHAAN

yang dibutuhkan untuk memenuhi produksi yang sudah
direncanakan.

2. Biaya Standar
Standar waktu tenaga kerja per unit produk yang digunakan dalam sistem biaya
dapat digunakan untuk memproses kebutuhan jam kerja.

3. Prakiraan langsung oleh penyelia.
Dari setiap operasi produktif untuk memperkirakan jam kerja langsung yang
dibutuhkan bagi keluaran yang direncanakan. Dalam membuat beberapa perkiraan,
manajer harus mendasarkan pada :
A. Pertimbangan
B. Kinerja departemen yang baru lalu
C. Bantuan dari tingkat manajemen
D. Bantuan personel staf teknik

PERENCENAAN TINGKAT LEPAS
Merencanakan tingkat lepas secara realistik untuk setiap Departemen yang produktif,
perhitungan dari biaya tenaga kerja langsung yang direncanakan mencakup
pengadaan jam pekerja yang direncanakan dengan tingkat lepas yang direncanakan.
Penentuan tingkat lepas tenaga kerja langsung rata-rata dalam departemen produksi
atau pusat biaya sering bukan merupakan masalah yang serius. Pendekatan yang
dilakukan merencanakan tarif dengan menghitung

Anggaran Pemakaian Jam Tenaga Kerja Langsung
Triwulan Kecap sedang Kecap Manis Kecap asin Total
I 22 botol 13 botol 9 botol 44 botol
II 23 botol 13 botol 10 botol 46 botol
III 24 botol 14 botol 9 botol 47 botol
IV 24 botol 14 botol 10 botol 50 botol
1 tahun 95 botol 54 botol 38 botol 187 botol


* Standar jam kerja langsung membuat satu botol kecap 0,1 jam
* Formula PJTKL = P x SJTKL

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM
PENGGARAN PERUSAHAAN

- PJTKL : Pemakaian jam tenaga kerja langsung
- P : Produksi
- SJTKL : Standar Jam Tenaga Kerja Langsung
Jawab :
Anggaran Pemakaian Jam Tenaga Kerja Langsung 2006
Triwulan Kecap sedang Kecap Manis Kecap asin Total
I 2,2 jam 1,3 jam 0,9 jam 4,4 jam
II 2,2 jam 1,3 jam 1,0 jam 4,6 jam
III 2,4 jam 1,4 jam 0,9 jam 4,7 jam
IV 2,6 jam 1,4 jam 1,0 jam 5,0 jam
1 tahun 9,5 jam 5,4 jam 3,8 jam 18,7 jam

Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung
BTKL = PJTKL x SUTKL
BTKL : Biaya Tenaga Kerja Langsung
PJTKL : Pemakaian Jam Tenaga Kerja Langsung
SUTKL : Standard Upah Tenaga Kerja Langsung
* Upah tenaga kerja langsung ( standar upah ) = Rp. 500,-

Jawab :
Anggaran Pemakaian Jam Tenaga Kerja Langsung 2006
Triwulan Kecap sedang Kecap Manis Kecap asin Total
I Rp. 1.100,- Rp. 650,- Rp. 450,- Rp. 2.200,-
II Rp. 1.150,- Rp. 650,- Rp. 500,- Rp. 2.300,-
III Rp. 1.200,- Rp. 700,- Rp. 450,- Rp. 2.350,-
IV Rp. 1.300,- Rp. 700,- Rp. 500,- Rp. 2.350,-
1 tahun Rp. 4.750,- Rp. 2.700,- Rp. 1.900,- Rp. 9.350,-


ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK (BOP)

Biaya pabrik selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung
* Biaya pabrik adalah biaya yang terjadi di pabrik periode ini, dalam biaya overhead
pabrik terdapat biaya variabel dan biaya tetap.