Anda di halaman 1dari 14

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. Seperti ikan dan reptilia, amfibi adalah hewan berdarah dingin. Ini berarti amfibi tidak dapat mengatur suhu badannya sendiri. Untuk itu, amfibi memerlukan matahari untuk menghangatkan badan. Awalnya amfibi mengawali hidup di perairan dan melakukan pernapasan menggunakan insang. Seiring dengan pertumbuhannya paru-paru dan kakinya berkembang dan amfibi pun dapat berjalan di atas daratan. (Darmawati, 2009) Saat dewasa hewan amphibi masih memerlukan tempat yang terdapat air atau lembab untuk hidup. Amphibi selalu hidup berasosiasi dengan air, tetapi hewan ini menghuni habitat yang cukup beragam mulai dari yang hidup di bawah permukaan air sampai yang hidup di puncak pepohonan. Kebanyakkan hewan ini hidup di kawasan berhutan, karena memerlukan kelembaban untuk melindungi tubuhnya dari kekeringan. Semua amphibi adalah karnivora,makanannya terutama terdiri dari arthopoda, cacing dan larva serangga untuk jenis kecil, untuk yang lebih besar dapat memakan binatang yang lebih kecil seperti ikan kecil, udang, katak kecil, bahkan kadal kecil ataupun ular kecil. Amfibi tidak memiliki alat fisik untuk mempertahankan diri seperti taring dan cakar, sebagian besar untuk jenis katak mengandalkan kaki belakangnya untuk melompat dan menghindari bahaya, alat pertahanan lain yang cukup efektif adalah kulitnya yang beracun. (Djuhanda, 1982) Musim kawin amfibi sering berlangsung rumit. Amfibi jantan dan betina berkumpul bersama dalam jumlah besar. Setelah membuahi telur, biasanya amfibi tidak lagi mempedulikan telurnya. Hanya sedikit jenis amfibi yang melindungi telur. Umumnya spesies amfibi kecil mengandalkan penyamaran atau melarikan diri saat terancam pemangsa. Ada pula amfibi yang mengandalkan kulit yang mencolok untuk menakuti musuh. (Darmawati, 2009) 1.2 Tujuan Praktikum Untuk mengamati morfologi dan anatomi spesies katak (Rana. sp atau Bufo. sp)

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Karateristik Amphibia Kata amphibi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, yaitu Amphi (rangkap) dan bios (hidup). Atau dapat diartikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. (Fitriah, 2011) Kelompok hewan amfibi adalah binatang bertulang belakang berkulit lembab tanpa bulu yang hidup di dua alam. Kebanyakan hewan amfibi pada waktu berupa berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. Selanjutnya setelah dewasa hidup di darat dan bernapas dengan paru-paru dan kulit. Hewan amfibi termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya. (Slamet, 2010) Amfibia mempunyai ciri-ciri umum, memiliki penutup tubuh berupa lendir , memiliki alat gerak berupa dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang, Alat pernapasan berupa Pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidung amfibi mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam, peredaran darah tetutup, Alat penglihatan Mata dan matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam, Berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal Sedangkan, ciri-ciri khusus dari amphibi sendiri yaitu: Tubuh diselubungi kulit yang berlendir serta tidak mempunyai sisik Merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm) Mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik Mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang

Memiliki dua lubang hidung yang berhubungan dengan ruang mulut yang mempunyai klep untuk menahan air Umumnya pada mulut terdapat gigi dan lidah sering kali dapat dikeluarkan Pernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam Matanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membrana niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam Berkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal). Fertilisasi secara internal dan ekternal dan umumnya ovivar dengan stadium larva dalam air dan bermetamorfosis menjadi dewasa Otak memiliki 10 pasang sarang krainal 2.2 Klasifikasi dalam Kelas Amphibi Adapun kedudukan amphibia dalam sistem klasifikasi yaitu: Kerajaan Filum : Animalia : Chordata

Upafilum : Vertebrata Superkelas : Tetrapoda Kelas : Amphibia Anggota amphibia terdiri dari 4 ordo yaitu Apoda (Caecilia), Urodela (Salamander), dan Anura ( katak dan kodok), Proanura (telah punah). a. Ordo Caecilia Ordo ini mempunyai anggota yang ciri umumnya adalah tidak mempunyai kaki sehingga disebut Apoda. Tubuh menyerupai cacing (gilig), bersegmen, tidak bertungkai, dan ekor mereduksi. Hewan ini mempunyai kulit yang kompak, mata tereduksi, tertutup oleh kulit atau tulang, retina pada beberapa spesies berfungsi sebagai fotoreseptor. Ordo Caecilia mempunyai 5 famili yaitu Rhinatrematidae, Ichtyopiidae,

Uraeotyphilidae, Scolecomorphiidae, dan Caecilidae. Famili Caecilidae mempunyai 3 subfamili yaitu Dermophinae, Caecilinae dan Typhlonectinae. Famili yang ada di indonesia adalah Ichtyopiidae. Anggota famili ini mempunyai ciri-ciri tubuh yang bersisik, ekornya pendek, mata relatif berkembang. Reproduksi dengan oviparous. Larva berenang bebas di air dengan tiga pasang insang yang bercabang

yang segera hilang walaupun membutuhkan waktu yang lama di air sebelum metamorphosis. Anggota famili ini yang ditemukan di indonesia adalah Ichtyophis sp. b. Ordo Urodela (Caudata) Ordo ini mempunyai ciri bentuk tubuh memanjang, mempunyai anggota gerak dan ekor serta tidak memiliki tympanum. Tubuh dapat dibedakan antara kepala, leher dan badan. Beberapa spesies mempunyai insang dan yang lainnya bernafas dengan paru -paru. Pada bagaian kepala terdapat mata yang kecil dan pada beberapa jenis, mata mengalami reduk Urodella mempunyai 3 sub ordo yaitu Sirenidea, Cryptobranchoidea dan Salamandroidea. Sub ordo Sirenidae hanya memiliki 1 famili yaitu Sirenidae, sedangkan sub ordo Cryptobranchoidea memiliki 2 famili yaitu Cryptobranchidae dan Hynobiidae. Sub ordo Salamandroidea memiliki 7 famili yaitu Amphiumidae, Plethodontidae, Rhyacotritoniade, Proteidae, Ambystomatidae, Dicamptodontidae dan Salamandridae. Bentuk tubuh setiap anggota Salamander sangat berbeda, sehingga mudah untuk mengidentifikasi. Kebanyakan family-family dari urodela terdapat di amerika dan tidak terdapat di Indonesia. Sebagian besar masa hidupnya di darat. Pembuahan ada yang eksternal dan ada yang internal. Reproduksinya ovipar dan ovovivipar. Ciri yang lainnya yaitu tidak memiliki tympanum, mempunyai insang atau tanpa insang dan mata kecil atau mereduksi (Supomo, 2007) c. Ordo Proanura Ciri-ciri umumnya adalah mata kecil, tungkai depan kecil, tanpa tungkai belakang, kedua rahang dilapisi bahan tanduk, mempunyai 3 pasang insang luar dan paru -paru mengalami sedikit perkembangan. Amphibi ini tidak menunjukkan adanya dua bentuk dalam daur hidupnya. d. Ordo Anura Nama anura mempunyai arti tidak memiliki ekor. Seperti namanya, anggota ordo ini mempunyai ciri umum tidak mempunyai ekor, kepala bersatu dengan badan, tidak mempunyai leher dan tungkai berkembang baik. Tungkai belakang lebih besar daripada tungkai depan. Membrana tympanum terletak di permukaan kulit dengan ukuran yang cukup besar dan terletak di belakang mata. Kelopak mata dapat digerakkan. Mata berukuran besar dan berkembang dengan baik. Ada 5 Famili yang terdapat di indonesia yaitu : Megophryidae, Ranidae,

Microhylidae Rachoporidae Bufonidae Famili ini sering disebut kodok sejati. Ciri-siri umumnya yaitu kulit kasar dan

berbintil, terdapat kelenjar paratoid di belakang tympanum dan terdapat pematang di kepala. Mempunyai tipe gelang bahu arciferal. Sacara diapophisis melebar, Bufo mempunyai mulut yang lebar akan tetapi tidak memiliki gigi. Tungkai belakang lebih panjang dari pada tungkai depan dan jari-jari tidak mempunyai selaput. Salah satu contoh dari famili bufonidae adalah Bufo sp :

Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies

: Animalia : Chordata : Amphibia : Anura : Bufonidae : Bufo : Bufo sp (Yusdiana, 2008)

Diskripsi : secara morfologi pada kodok, telah ditemukan bagian-bagian antara lain lubang hidung bagian luar (nares eksterna), mata, membrane thympanium, valvebra superior, valvebra inferior,falangs,radius ulna,humerus, femur, tibia fibula, metatarsal, kloaka, karpal,tarsal, lidah, maxilla dan mandibula (tim penyusun, 2012). Kodok ini terdiri dari kepala (caput), badan (truncus), dan anggota depan belakang (ekskrimitas anterior dan posterior). Dari morfologi, dapat dibedakan kodok jantan dan kodok betina karena kodok jantan tubuhnya lebih kecil, pada kaki depan terdapat bantalan kawin (nuptial flight yang berfungsi untuk menekan tubuh betina seta memberi tanda apabila jantan akan mengeluarkan spermatozoa), dan pada bagian rahang bawah (mandibula) terdapat sepasang noda hitam yang menandakan bahwa katak jantan mempunyai sepasang kantung suara (saccus vocalis), yang berfungsi sebagai resonansi suara Kulit katak selalu basah karena adanya sekresi kulit yang banyak sekali. Kulit juga mudah dilepas dari tubuhnya karena diantara kulit dan otot terdapat delapan macam kantungkantung limpa atau saccus limphaticus yaitu saccus limphatycus dorsalis, submandibularis,

pectoralis, abdominalis,lateralis, rachialis, dan crucalis. Bagian punggung disebut bagian dorsalis, bagian perut disebut ventralis,

(Rima oris), terdapat pada ujung anterior, lebar dan berfungsi untuk menangkap mangsa dengan bantuan lidah yang berlendir, (organon visus) menonjol dan dilindungi oleh dua kelopak mata yang tidak dapat bergerak, bagian atas disebut valvebra superior, bagian bawah disebut valvebra inferior, (membrane thympanium) Merupakan gendang pendengaran yang berfungsi untuk menerima getaran suara, Alat gerak (kaki depan kaki belakang) Kodok jantan tubuhnya lebih kecil, pada kaki depan terdapat bantalan kawin (nuptial flight) yang berfungsi untuk menekan tubuh betina serta memberi tanda apabila jantan akan mengeluarkan spermatozoa. Secara anatomi terdapat organ dalam dari Bufo sp yaitu dimulai dari system pencernaan yaitu usus halus (intestinum), lambung (ventriculus), usus besar (rectum), rongga mulut (rima oris) kemudian kelenjar pencernaan terdiri dari pancreas (pancreas) dan lympha (Lien) selanjutnya system respirasi terdiri dari paru-paru (pulmo), kulit (integument) selanjutnya system urogenitalia yaitu terdiri dari ginjal (ren), ureter (ductus), dan kantung urine (vesica urinaria). Serta yang terakhir system peredaran darah teridiri dari jantung (cor), conus arteriosus, truncus arteriosus, sinus venosus, vena iliaca interna, vena renalis adveheter, vena cava posterior dan juga limfa. Selain beberapa organ-organ yang telah disebutkan terdapat pula hati (hepar), kantung empedu (vesica vellea) kerongkongan (esofagus) , ginjal (ren), pericardium (selaput tipis pembungkus jantung), kloaka.

BAB III METODOLOGI 3.1. Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada hari rabu tanggal 27 Nopember 2013 dan bertempat di laboratorium ekologi Universitas Islam Malang. 3.2. Alat dan Bahan Alat : -Papan bedah (sectie) -Gunting bedah -Skalpel (pisau bedah) -Pincet (penjepit) -Pin (jarum), Lup 3.3. Langkah Kerja a. Morfologi 1. Bufo sp. Dibius dengan kapas yang sudah dibasahi chloroform dan dimasukkan ke dalam sungkup/stoples hingga pingsan 2. Diamati dan digambar morfologi bagian-bagian dari kodok (Bufo sp.) b. Anatomi 1. Preparat dilentangkan di atas papan Sectie, kemudian masing-masing jari anggota gerak dan belakang ditusuk menggunakan jarum 2. Dibedah bagian abdomen, mulai dari lipat paha ke arah kepala sampai bawah lehernya, kemudian di sectie ke arah samping kiri -kanan anggota gerak depan dan belakang 3. Kulit abdomen tersebut kemudian direntangkan dan ditusuk dengan jarum 4. Diamati serta digambar pembuluh darah kapiler di bawah kulit, organ tubuh bagian dalam yaitu: pernafasan, jantung, system pencernaan, urogenetalis. Dan disebutkan keterangan masing-masing bagian dengan bahasa latin Bahan - Bufo sp - Alkohol 70%

BAB IV HASIL PRAKTIKUM DAN DISKUSI 4.1 Hasil Praktikum a. Morfologi dari Bufo Sp Sebelum dilakukan Pembedahan

b. Anatomi Bufo Sp Setelah dilakukan pembedahan

6 7

1 2 3

8 9

4 5

10

KETERANGAN 1= Pulmo 2 = Cor 3 = Lien 4 = Stomach 5 = Ovarium 6 = Hepar 7 = Oviduk 8 = Intestine Large

9 = Intestine
10 = Uterus

Berdasarkan pengamatan secara anatomi , Bufo sp terdapat beerapa organ-organ antara lain adalah : 1. jantung (cor), 2. hati (hepar) 3. paru-paru ( pulmo) 4. kantung empedu (vesica vellea) 5. pangreas (pancreas) 6. lambung (ventriculus) 7. kerongkongan (esofagus) 8. usus 12 jari 9. usus halus (intestinum) 10. usus besar (rectum) 11. ginjal (ren ) 12. selaput tipis pembungkus jantung (pericardium) 13. kloaka

4.2 Diskusi Berdasarkan pengamatan dari segi morfologi dapat diidentifikasi beberapa karateristik dan organ-organ dai kodok (Bufo sp) anatara lain dimulai dari morfologi kodok adalah bilateral simetris, dengan bagian sisi kiri dan kanan equal. Bagian tengah disebut medial, samping/lateral, badan muka depan adalah ujung anterior, bagian belakang disebutujung posterior, bagian punggung atau dorsal, sedang bagian muka ventral. Bagian badan terdiri atas kepala/ caput, kerongkongan/ cervik, dada/ thorax atau pectoral, perut atau abdomen, pantat pelvis serta bagian kaudal pendek. Kodok ini terdiri dari kepala (caput), badan (truncus), dan anggota depan belakang (ekskrimitas anterior dan posterior). Dari morfologi, dapat dibedakan kodok jantan dan kodok betina karena kodok jantan tubuhnya lebih kecil, pada kaki depan terdapat bantalan kawin (nuptial flight yang berfungsi untuk menekan tubuh betina seta memberi tanda apabila jantan akan mengeluarkan spermatozoa), dan pada bagian rahang bawah (mandibula) terdapat sepasang noda hitam yang menandakan bahwa katak jantan mempunyai sepasang kantung suara (saccus vocalis), yang berfungsi sebagai resonansi suara. Kepala dan badan lebar bersatu, ada dua pasang kaki atau anggota, tak ada leher dan ekor. Bagian dalam ditutupi dengat kulit basah halus lunak. Kepala mempunyai mulut tang lebar untuk mengambil makanan, 2 lubang hidung/ nares externa yang kecil dekat ujung hidung yang berfungsi dalam pernapasan, membrane nictitans untuk menutupi mata apabila berada di dalam air. Di bagian ujung belakang badan dijumpai anus, lubang kecil untuk membuang sisa-sisa makananyang tak dicerna, urine dan sel-sel kelamin/ telur atau sperma dari alat reproduksi Kaki kodok terdiri atas sepasang kaki depan dan sepasang kaki belakang. Kaki depan terdiri atas lengan atas (bracium), lengan bawah (antebrancium), tangan (manus), dan jari-jari (digiti). Pada kaki belakang terdiri atas paha (femur), betis (crus), kaki (pes) dan jari-jari (digiti) Sedangkan berdasarkan pengamatan dan pembedahan yang dilakukan, praktikan dapat mengidentifikasi beberapa organ dalam Bufo sp yaitu : Sistem pencernaan. Bangunan-bangunan yang berada di dalam cavum oris ialah dentis dan lingua. Cavum oris sebelah anterior berpangkal lingua dengan ujung yang bebas di sebelah posterior. Ujungnya berlekuk sehingga tampak bercabang dan oleh karena itu disebut bifida. Lingua dapat dijulurkan keluar dengan cepat yang berfungsi untuk menangkap dan memasukkan mangsanya ke dalam mulut .

Kerongkongan adalah salah satu organ pencernaan makanan yang terletak di sebelah dorsal dari tenggorokan. Kerongkongan pada bangsa ikan dan amphibian lebih pendek dari pada bangsa reptilian karena pada bangsa ikan dan amphibian tidak mempunyai leher . rongga mulut (cavum oris) pada katak terdapat beberapa organ yang dapat dilihat antara lain lidah (lingua). Pangkal lingua melekat pada ujung anterior dan ujung dari lingua bifurkat (bercabang). Katak terdapat choane di bagian langit-langit. Kelenjar Pencernaan Hati (hepar) merupakan organ yang terletak posterior dari jantung. Terdiri dari tiga lobus, terdapat kantung empedu (vesica vellea) ada lobus kanan hati. Pancreas (pancreas) marupakan organ yang tipis, berwarna kuning muda dan terletak pada mesentrium yang terdapat diantara lambung dan duodenum. Lien (Limpa) merupakan organ yang berwarna merah tua, terletak diantara intestinum dan sebenarnya tidak termasuk kedalam system pencernaan, tetapi ada hubungannya dengan system peredaran darah System Respirasi (pernapasan) Paru-paru (pulmo) merupakan dua buah kantong yang elastic yang berhubungan langsung dengan laring dan laring berhubungan langsung dengan rongga mulut melalui celah auditus laryngis atau glottis. Selain pulmo yang sebagai organ pernapasan pada bufo adalah integument (kulit) System urogenitalia System uroginetalia merupakan system yang saling berkaitan, yaitu system ekskretoris (pengeluaran) dan system genital (kelamin). System ekskretoris terdiri dari ginjal (ren), ureter (ductus), dan kantung urine (vesica urinaria). Ginjal adalah sepasang organ dalam yang berwarna merah kecoklatan dan terletak pada bagian dasar rongga tubuh, disebelah kanan dan kiri dari tulang vertebrata. Sedangkan system genitalia terdiri dari alat kelamin jantan dan alat kelamin betina. Alat kelamin betina terdapat ovarium yang merupakan sepasang kantung besar yang mengandung sel-sel telur. Sedangkan alat kelamin jantan terdapat sepasan testis yang berbentuk bulat memanjang dan berwarna putih kekuningan. Sistem Peredaran Darah beberapa organ yang berfungsi untuk mendukung system peredaran darahnnya natra lain adalah jantung, conus arteriosus, truncus arteriosus, sinus venosus, vena iliaca interna, vena renalis adveheter, vena cava posterior dan juga lien. Jantung

(cor) terdiri atas satu atrium dan satu ventrikel, atrium sinistra, menerima darah dari vena pulomalis, atrium dekstra menerima darah dari sinus venosus. Ventrikel berdinding tebal, adanya trabeculae (penonjolan) dari otot jantung (miokardium). Conus arteriosus mempunyai letak yang miring kearah kiri, berwarna putih serta menerima darah dari cor. Truncus arteriosus merupakan lanjutan dari conus arteriosus, bagian distalnya bercabang dua kearah kiri dan kanan. Sinus venosus adalah salah satu bagian dari jantung yang berfungsi untuk menampung dara Selain system peredaran darah, pada kodok juga terdapat lien yang berfungsi untuk mengembalikan plasma darah kembali ke jantung melalui pembuluh vena.

BAB V KESIMPULAN Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diamati beberapa ciri morfologi dan anatomi class Amphibia khususnya pada spesies kodok (Bufo sp) : Secara morfologi pada kodok terdapat beberapa bagian anataranya nares eksternal,Organon visus, Membran tympanium, palpebral superior, palpebral inferior, humerus, femur, tibia, kloaka, maxilla dan mandibular. Tubuh Kodok terbagi menjadi 3 bagian yaitu Caput (kepala), Badan (truncus), dan Anggota depan belakang (ekstremitas posterior dan ekstrimitas inferior). Tubuh Kodok cenderung lebih besar dibandingkan katak punggung hamper rata tanpa penonjolan memiliki gelang panggul memiliki integument berbintil-bintil. Sedangkan secara morfologi terdapat beberapa organ dalam yang di kelompokkan pada sistemnya masing-masing yaitu system pencernaan yaitu usus halus (intestinum), lambung (ventriculus), usus besar (rectum), rongga mulut (rima oris) kemudian kelenjar pencernaan terdiri dari pancreas (pancreas) dan lympha (Lien) hati (hepar) selanjutnya system respirasi terdiri dari (ductus), dan kantung urine (vesica urinaria). paru-paru (pulmo), kulit (integument) selanjutnya system urogenitalia yaitu terdiri dari ginjal (ren), ureter Serta yang terakhir system peredaran darah teridiri dari jantung (cor), conus arteriosus, truncus arteriosus, sinus venosus, vena iliaca interna, vena renalis adveheter, vena cava posterior dan juga limfa. Selain beberapa organ-organ yang telah disebutkan terdapat pula, kantung empedu (vesica vellea) kerongkongan (esofagus) , ginjal (ren), pericardium (selaput tipis pembungkus jantung), kloaka.

DAFTAR PUSTAKA

Darmawati. 2009. Zoology Vertebrata. Jakarta : Erlangga Djuhanda, T. 1982. Anatomi dari Empat Species Hewan Vertebrata. Armico : Bandung Fitriah. 2011. Panduan Praktikum Zoology Vertebrata. Cirebon Pusat. Laboratorium IAIN Syekh Nurdjati Hardina. 2008. Morfologi Amphibia. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada Juliyanto. 2010. Morfologi dan Anatomi Bufo Sp. Jakarta : Intan Pariwara Pujaningsih, R. I. 2007. Kodok Lembu. Kanisius : Yogyakarta. Slamet. 2010. Morfologi Kodok dan Katak dan Manfaatnya. Surabaya : Yudistira Sukiya. 2005. Biologi Vertebrata. Malang: UM Press Supomo. 2007. Fifiologi Hewan. Fakultas Biologi. Surakarta : UNS Widayanti. 2009. Biologi SMA dan MA Kelas X Pusat Pembukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : P, 290 Yusdiana. 2008. Karateristik dan Taksonomi Kelas Amphibia. Jakarta: UIN Syaif Hidayatulloh