Anda di halaman 1dari 0

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM

PENGGARAN PERUSAHAAN



Moduli 8 : Penganggaran Perusahaan

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK







Disusun Oleh :
Amyardi, SH, SE, MM.





PROGRAM KULIAH KARYAWAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA 2009



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM
PENGGARAN PERUSAHAAN



ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK

Biaya overhead pabrik (BOP) adalah biay produksi selain biaya material
dan biaya tenaga kerja langsung. Dengan melihat pengertian tersebut maka
biaya overhead mencakup berbagai macam biay yang sifatnya berbeda. Sifat
biaya merupakan perilaku biaya dikaitkan dengan jumlah produksi suatu periode.

A. Sifat Biaya Overhead Pabrik
Sifat biaya overhead pabrik terdiri dari 3 macam.
1. Biaya Tetap
Adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah (tetap) pada berbagai
tingkat produksi. Biaya ini tidak tergantung pada produksi. Termasuk
dalam biaya ini misalnya biaya depresiasi gedung, mesin, kendaraan,
gaji pegawai bagian produksi.
2. Biaya Variabel
Biaya variable adalah biaya yang jumlahnya berubah sesuai dengan
jumlah produksi pada satu periode. Semakin besar jumlah produksinya
semakin besar biayanya. Termasuk kedalam biaya ini misalnya biaya
bahan penolong.
3. Biaya Semi Variabel
Biaya semivariabel adalah biaya yang jumlahnya berubah tetapi tidak
proporsional dengan perubahan jumlah produksi. Bila produksi
bertambah maka biaya tersebutbertambah. Bila produksi di kurangi
biaya tersebut juga berkurang, tetapi penambahan atau pengurangnnya
biaya tersebut tidak seimbang dengan jumlah produksinya. Termasuk
dalam biaya ini adalah biaya pemeliharaan, biay tenaga kerja tidak
langsung.


B. Penyusunan Anggaran Biaya Overhead Pabrik (BOP)
Karena biay overhead pabrik terdiri dari 3 macam sifat biaya maka
penentuan anggaran BOP adalah sebagai berikut:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM
PENGGARAN PERUSAHAAN

1. Biaya yang sifatnya tetap maka biaya pada periode yang akan dating
ditentukan sama denganperiode sebelumnya. Biaya tetap adalah biaya
yang besarnya ditentukan pihak manajemen puncak. Kemungkinan
yang lain, biaya tetap ditentukan oleh pihak luar, misalnya ditentukan
oleh pemerintah.
2. Biaya yang bersifat varibel ditentukan berdasarkan tariff tertentu yang
disesuaikan dengankondisi yang akan dating.
3. Biaya yang bersifat semivariabel akan ditentukan dengan menganalisis
biaya pada beberapa periode yang lalu, kemudian
mengkelompokannya ke dalam biaya tetap dan biaya variabel, yang
penentuan anggarannya akan seperti pada penjelasan sebelumnya.

C. Alokasi Biaya Overhead Pabrik
Pada departemen produksi biasanya akan terdiri dari bagian produksi
(Pabrik) dan bagian jasa atau bagian pembantu. Bagian produksi adalah
bagian yang secara langsung mengolah bahan baku menjadi barang jadi.
Sedangkan bagian jasa atau bagian pembantu adalah bagian yang secara
tidak langsung membantu proses produksi dengan menyediakan jasa-jasa
tertentu pada bagian produksi. Berikut ini perbandingan antara bagian
produksi dan bagian jasa/pembantu.
1. Bagian produksi
- Bila proses produksi diolah melalui dua tahap maka terdapat bagian
produksi I dan bagian produksi II.
- Semua biaya overhead pabrik yang dikeluarkan oleh bagian ini
disebut dengan BOP langsung.
2. Bagian Jasa/Pembantu
- Contoh bagian jasa/pembantu dalam suatu perusahaan misalnya
bagian listrik yang menyediakan tenaga listrik PLN atau disel,
bagian reparasi dan bagian pemeliharaan.
- Semua biaya overhead pabrik yang dikeluarkan oleh bagian ini
disebut dengan BOP tidak langsung, yang pada akhirnya akan
dialokasikan pada bagian produksi. Pengelolaan tersebut
didasarkan pada proporsi penggunaan jasa oleh masing-masing
bagian produksi.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM
PENGGARAN PERUSAHAAN


Alokasi BOP tidak langsung dilakukan karena pada dasarnya biaya yang
dikeluarkan bagian pembantu nantinya akan dipertanggungjawabkan oleh bagian
produksi, karena fungsi bagian jasa/pembantu adalam membantunya jalan
proses produksi. Kemungkinan alokasi jasa departemen pembantu adalah
sebagai berikut:


1. Jasa departemen pembantu hanya digunakan oleh bagian produksi
Dalam contoh ini misalnya jasa bagian listrik hanya digunakan oleh
bagian produksi I dan bagain produksi II. Di samping itu jasa bagain
reparasi hanya digunakan oleh bagian produksi I dan bagian produksi II.
2. Jasa departemen pembantu digunakan oleh bagian produksi dan
bagianpembantu yang lain.
a. Bagian produksi menggunakan jasa bagianlistrik dan bagian
reparasi, di samping itu bagain reparasi menggunakan jasa
bagianlistrik.
b. Bagian produksi menggunakan jasa bagian listrik dan bagian
reparasi, disamping itu bagian reparasi menggunkan jasa bagian
listrik dan bagian listrik menggunkan jasa bagian reparasi.

D. PENGAWASAN BIAYA OVERHEAD

Biaya overhead harus diawasi dengan baik, sebab biaya over head adalah salah
satu unsur utama biaya biaya produksi , selain biaya bahan mentah dan biaya
tenag kerja langsung . Sebingga terlalu besarnya biaya overhead tentu saja
secara langsung mempengaruhi harga pokok produksi dan akhirnya akan
memperkecil tingkat keuntungan diproleh atau terpaksa mempertinggi harga jual.

SOAL DAN PENYELESAIAN ANGGARAN BOP
Soal 1
Sebuah gedung dipakai bersama oleh bagian pabrik, bagian administrasi umum
dan bagian administrasi penjualan. Luas bangunan 1.000 m
2
yang
penggunaannya dibagi sebagai berikut:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM
PENGGARAN PERUSAHAAN

Pabrik = 600 m
2

Administrasi = 100 m
2

Penjualan = 300 m
2

= 1.000 m
2

Biaya depresiasi gedung per tahun sebesar Rp 5.000.000,00.

Berapa besarnya biaya overhead pabrik (BOP) yang berasal dari biaya
depresiasi?

Jawab:
600
Besarnya BOP = x Rp 5.000.000
1.000

= Rp 3.000.000,00


Soal 2
Biaya overhead pabrik tahun 2008 pada departemen produksi dan departemen
jasa sebagai berikut:

a. BOP departemen produksi (BOP) langsung
Departemen I = Rp 10.000.000
Departemen II = Rp 15.000.000
b. BOP departemen jasa (BOP tidak langsung )
Departemen A = Rp 2.000.000
Departemen B = Rp 3.000.000
c. Penggunaan Jasa
Table 7.1.
Proporsi Penggunaan Jasa
Pemberi Jasa
Penerimaan Jasa
Departemen produksi I Departemen Produksi II
Departemen A 60 % 40 %
Departemen B 30 % 70 %

Berapa besarnya tariff BOP departemen produksi I dan II bila produksi tahun
2008 sebesar 1.000 unit.