Anda di halaman 1dari 0

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM

PENGGARAN PERUSAHAAN




Moduli 11 : Penganggaran Perusahaan

ANGARAN BIAYA VARIABEL







Disusun Oleh :
Amyardi, SH, SE, MM.





PROGRAM KULIAH KARYAWAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MERCU BUANA
JAKARTA 2009

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM
PENGGARAN PERUSAHAAN

BAB 10
ANGGARAN VARIABEL

A. Pengertian
Pada setiap anggaran yang telah disusun sebelumnya, anggaran operasional
disusun dengan dasar satu titik aktivitas misalnya penjualan tahun 2002 dianggarkan
sebesar 1.000 unit, produksi dianggarkan sebesar 1.200 unit, dan lain sebagainya.
Dengan menyusun anggaran variabel akan dimungkinkan bila tertentu atau pada
kisaran/interval aktivitas tertentu. Sebagian gambaran misalnya penjualan tahun 2002
dianggarkan sebesar 1.000 1.500 unit, produksi tahun 2002 dianggarkan sebesar
1.200 1.700 unit.
Anggaran variabel merupakan anggaran yang merencanakan perubahan tingkat
biaya pada berbagai tingkat aktivitas pada periode yang akan datang. Dengan demikian
di dalam anggaran variabel akan ditunjukan seberapa besar perubahan biaya akan
terjadi akibat perubahan tingkat aktivitas.

B. Sifat Biaya
Biaya-biaya yang dikeluarkan bila dikaitkan dengan aktivitasnya akan memiliki
sifat biaya atau perilaku biaya sebagai biaya tetap, biaya variabel dan biaya semi
variabel.
1. Biaya Tetap ( Fixed Cost )
Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah pada relevant rang tertentu.
Besar kecilnya biaya ini tidak berpengaruh oleh perubahan aktivitas asalkan masih
dalam relevant range tertentu. Relevant range merupakan interval batas berlakunya
anggaran. Misalnya kapasitas produksi satu unit mesin sebesar 1.000 unit per bulan.
Biaya depresiasi per bulan sebesar Rp 2.500.000. pada waktu produksi bulan
Januari sebesar 400 unit biaya depresiasinya sebesar Rp 2.500.000. pada bulan
Februari produksinya sebesar 950 unit, maka biaya depresiasi juga sebesar Rp
2.500.000, pada bulan Maret produksi yang dihasilkan sebesar 750 unit biaya
depresiasi yang dikeluarkan sebesar Rp 2.500.000. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa berapun produksinya asalkan tidak melebihi 1.000 unit maka biaya
depresiasi yang dikeluarkan tetap sama yakni sebesar Rp 2.500.000 per bulan.
Pada contoh di atas bila produksinya sebesar 1.300 unit besarnya biaya depresiasi
akan bertambah karena jumlah mesin yang digunakan tidak cukup satu unit.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM
PENGGARAN PERUSAHAAN

Demikian juga jika jumlah produksi sebesar 2.400 unit, bila kapasitas produksi tiap
mesin sama maka mesin yang dibuthkan menjadi 3 unit mesin, maka biaya
depresiasi akan bertambah lagi.
Bila digambarkan maka besarnya biaya tetap total pada contoh di atas akan berada
pada relevan range yang berbeda.
Biaya
( Rp )

Biaya tetap total




Aktivitas

RR I RR II RRR III
Gambar 10.1.
Biaya Tetap Total

2. Biaya Variabel ( variabel cost )
Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah sesaui dengan perubahan
aktivitas. Secara total biaya ini proporsional dengan aktivitas, tetapi persatuan
jumlahnya tetap berapapun tingkat aktivitasnya. Semakin besar aktivitasnya maka biaya
total akan semakin besar pula, sebaliknya semakin kecil aktivitasnya maka besarnya
biaya total akan semakin rendah dengan perusahaan yang sama. Sebagai gambaran
tentang biaya variabel misalnya pada waktu perusahaan memproduksi 1.000 unit, biaya
bahan pembantu yang dikeluarkan sebesar Rp 500.000, kemudian pada saat bila biaya
tetap secara total akan semakin besarnya ( asalkan dalam relevan range tertentu ),
tetapi biaya tetap per satuan akan semakin kecil, sebaliknya semakin kecil aktivitasnya
maka biaya tetap persatuan akan semakin besar. Bila digambarkan biaya tetap
persatuan akan seperti berikut:





Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM
PENGGARAN PERUSAHAAN


Biaya





Biaya tetap per satuan


Aktivitas
Gambar 10.2.
Biaya Tetap Per Unit

Termasuk dalam biaya yang sifatnya tetap misalnya biaya depresiasi (gedung, mesin,
kendaraan dan lain-lain), gaji pegawai bila perusahaan memproduksi 2.000 unit
besarnya biaya bahan pembantu sebesar Rp 1.000.000 dan pada produksi sebesar
3.000 unit besarnya biaya bahan pembantu sebesar Rp 1.500.000. bila digambarkan
biaya variabel total pada berbagai tingkatan adalah:
Biaya








1.000 2.000 3.000
Aktivitas
Gambar 10.3.
Biaya Variabel Total


Dalam contoh diatas pada berbagai aktivitas besarnya biaya variabel per unit sebesar
Rp 500 dan bila digambarkan akan nampak seperti berikut:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Amyardi, SH, SE, MM
PENGGARAN PERUSAHAAN

Biaya ( Rp )


Biaya variabel / unit
500




1.000 2.000 3.000 Aktivitas



3. Biaya Semivariabel
Biaya semivariabel adalah biaya yang jumlahnya berubah tetapi tidak
proporsional dengan perubahan aktivitas. Dengan kata lain di dalam biaya tersebut
terdapat unsure biaya yang sifatnya tetap dan unsur biaya yang sifatnya variable. Biaya
yang sifatnya variabel akan meningkat jumlahnya apabila terjadi peningkatan aktivitas.
Jadi secara keseluruhan biaya ini akan meningkat apabila terjadi peningkatan aktivitas
dan jumlahnya akan turun bila terjadi penurunan aktivitas, namun perubahan biaya tidak
seimbang dengan perubahan aktivitasnya.
Biaya tersebut bila digambarkan akan nampak sebagai berikut:
Biaya biaya total


Biaya variabel


Biaya tetap



Aktivitas
Gambar 10.5.
Biaya Semivariabel

Biaya yang bersifat semivariabel misalnya biaya overhead pabrik (BOP), sebagai
contoh pada bulan Januari menghasilkan 2.000 unit dengan biaya overhead pabrik
sebesar Rp 4.000.000. Pda bulan Februari perusahaan meningkatkan produksinya
menjadi 3.000 unit, sedangkan biaya overhead pabrik yang dikeluarkan sebesar
5.000.000. Di sini terlihat kenaikan produksi sebesar 50% (dari 2.000 unit menjadi 3.000