Anda di halaman 1dari 2

Nama : Teguh Fitra W NIM / Kelas : 111710201003 TEP - A

1. Pengertian Agroindustri Agroindustri berasal dari dua kata, yaitu agricultural dan industri yang berarti suatu industri yang menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku utamanya. Pengertian Agribisnis Menurut beberapa para ahli, yaitu: a. Sjarkowi dan Sufri !""#$: Agribisnis adalah setiap usaha yang berkaitan dengan kegiatan produksi pertanian, yang meliputi pengusahaan input pertanian dan atau pengusahaan produksi itu sendiri atau pun juga pengusahaan pengelolaan hasil pertanian. b. %owney and &rickson 1'()$ dalam Saragih 1''($: Agribisnis adalah kegiatan yang berhubungan dengan penanganan komoditi pertanian dalam arti luas, yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan masukan dan keluaran produksi agroindustri$, pemasaran masukan*keluaran pertanian dan kelembagaan penunjang kegiatan. +ang dimaksud dengan berhubungan adalah kegiatan usaha yang menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatan pertanian. c. ,ibowo dkk, 1''#$: Pengertian agribisnis mengacu kepada semua

akti-itas mulai dari pengadaan, prosesing, penyaluran sampai pada pemasaran produk yang dihasilkan oleh suatu usaha tani atau agroindustri yang saling terkait satu sama lain. d. Soeharjo 1''1$ menyebutkan adalah pengolahan hasil pertanian dan karena itu agroindustri merupakan bagian dari enam subsistem agribisnis yang disepakati selama ini yaitu subsistem penyediaan sarana produksi dan peralatan, usaha tani, pengolahan hasil agroindustri$, pemasaran, sarana dan pembinaan. %ari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa agroindustri merupakan suatu industri yang produk menggunakan bahan baku hasil pertanian yang dapat memberikan nilai tambah. Produk yang di hasilkan tidak hanya

produk jadi atau siap pakai tetapi dapat juga produk yang masih setengah jadi dan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha lain sebagai bahan baku.

!. Peranan .asional Agroindustri Mangunwidjaja, 1''/$, dalam Pengembangan agroindustri dapat menjadi pilihan yang strategis dalam menanggulangi permasalahan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di perdesaan. 0al ini disebabkan adanya kemampuan yang tinggi dari sektor agroindustri dalam hal perluasan kesempatan kerja. Pengembangan agroindustri yang berbasis pada masyarakat perdesaan merupakan sektor yang sesuai untuk menampung banyak tenaga kerja dan menjamin perluasan berusaha, sehingga akan efektif dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan. 1erkembangnya agroindustri juga akan meningkatkan penerimaan de-isa dan mendorong terjadinya keseimbangan pendapatan antara sektor pertanian dan non pertanian. %engan demikian, kebijakan pembangunan agroindustri diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah produksi pertanian dan mendorong penawaran hasil*hasil pertanian untuk kebutuhan agroindustri. Agroindustri diyakini merupakan kelanjutan dari pembangunan pertanian yang berhasil , maka pembangunan agroindustri pun berhasil. 1egitu pula sebaliknya, bila pembangunan pertanian gagal, maka pembangunan agroindustri pun sulit untuk berkembang. 0al ini dapat dimengerti karena sebagian besar input atau bahan baku dari agroindustri berasal dari pertanian.