Anda di halaman 1dari 15

1.

PENGERTIAN HAK Secara umum pengertian hak antara lain :

Hak merupakan tuntutan seseorang terhadap sesuatu yang merupakan kebutuhan pribadinya sesuai dengan keadilan, moralitas dan legalitas (Ismani,2001 :20)

Hak merupakan kekuasaan, kewenangan yang diberikan oleh hukum dan kebebasan untuk melakukan sesuatu menurut hukum kepada subjek hukum. ( Marwan & jimmy 2009).

Hak merupakan sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan,dan Kekuasaan untuk berbuat sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau

martabat. ( Kamus Besar Bahasa Indonesia). Contoh dari hak adalah: a) Setiap warga Negara berhak mendapatkan perlindungan hukum. b) Setiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. c) Setiap warga Negara memiliki kedudukan yang sama dimata hukum dan didalam pemerintahan. (http: Madundun.wordpress.com /pengertian-hak/ dan /kewajiban/). Menurut sifatnya,hak asasi manusia dibagi dalam beberapa jenis yaitu : a. Personal Right (hak-hak asasi pribadi ) Meliputi kemerdekaan menyatakan pendapat dan memeluk agama,kebebasan bergerak,dll b. Property Right (hak untuk memilih sesuatu ) Meliputi hak untuk membeli,menjual barang miliknya tanpa dicampuri secara berlebihan oleh pemerintah termasuk hak untuk mengadakan suatu perjanjian dengan bebas. c. Right of Legal Aquality Hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum dan pemerintahan.

d. Political Right ( hak asasi politik) Hak untuk ikut serta dalam pemerintahan dengan ikut memilih atau

dipilih,mendirikan partai politik, dan mengadakan petisi. e. Social and Cultural Right (hak asasi sosial dan budaya) Diantaranya hak untuk memilih pendidikan serta mengembangkan kebudayaan yang disukai. f. Procedural Right Merupakan hak untuk memperoleh tatacara peradilan dan jaminan perlindungan misalnya dalam hal penggeledahan dan peradilan.

2. PENGERTIAN KEWAJIBAN
Kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan/ sesuatu yang harus dilaksanakan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Kewajiban merupakan segala bentuk beban yang diberikan oleh hukum kepada orang ataupun badan hukum. (Kamus Hukum Marwan & Jimmy : 2009) Kewajiban adalah sesuatu yang harus diperbuat atau harus dilakukan seseorang atau suatu badan hukum. Kewajiban adalah pembatasan dan beban. (Mertokusumo,1986 : 39)

3. HAK PASIEN
Faktor-faktor yang mendasari timbulnya hak pasien di Indonesia adalah : 1. Deklarasi Universal HAM Pasal 25 (1) Setiap orang berhak atas hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya,termasuk hak atas pangan,pakaian,perumahan dan perawatan kesehatan serta pelayanan sosial yang diperlukan,dan berhak aatas jaminan pada saat menganggur,menderita sakit,cacat,menjadi janda-duda,mencapai usia lanjut atau keadaan lainnya yang mengakibatkan kekurangan nafkah,yang berada di luar kekuasaannya.

(2) Ibu dan anak-anak berhak mendapat perawatan dan bantuan istimewa.Semua anakanak,baik yang dilahirkan di dalam maupun di luar perkawinan,harus mendapat perlindungan sosial yang sama. 2. UU konsumen Pasal 1 (1) perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. (2) Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat,baik bagi kepentingan diri sendiri,keluarga,orang lain maupun mahluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. (3) Pelaku usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha baik yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan,atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indoneia,baik sendiri maupun bersama-sama. Pasal 4 Hak konsumen adalah : (1) Hak atas kenyamanan,keamanan,dan keselamatan untuk mengkonsumsi barang dan/atau jasa. (2) Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan. (3) Hak atas informasi yang benar,jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. (4) Hak untuk di dengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/jasa yang digunakan.

(5) Hak untuk mendapatkan advokasi,perlindungan,dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. (6) Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif. 3. UU Kesehatan no 36 tahun 2009 Pasal 4 setiap orang berhak untuk kesehatan. Pasal 5 (1) Setiap orang memperoleh hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan. (2) Setiap orang mempunyai hak untuk memperoleh kesehatan yang aman,bermutu dan terjangkau. (3) Setiap orang berhak secara mandiri dan bertanggungjawab menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya. Pasal 7 Setiap orang berhak mendapatkan informasi dan edukasi tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggungjawab. Pasal 8 Setiap orang berhak memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk tindakan dan pengobatan yang telah maupun yang akan diterimanya dari tenaga kesehatan.

Hak pasien menurut Petunjuk Pelaksanaan keputusan menteri Kesehatan No 1239/2001 meliputi :
1)

Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.

2) 3)

Memperoleh pelayanan yang manusiawi, adil dan jujur. Memperoeh pelayanan keperawatan dan asuhan yang bermutu sesuai dengan standar profesi keperawatan tanpa diskriminasi.

4)

Berhak memilih dokter dan kelas perawatan yang sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peratuaran yang berlaku di Rumah Sakit.

5)

Meminta konsultasi kepada dokter lain yang terdaftar di Rumah Sakit tersebut terhadap penyakit yang dideritanya, dengan sepengetahuan dokter yang menangani.

6)

Mendapatkan Privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya.

7)

Mendapatkan informasi yaitu : Penyakit yang dideritanya, Tindakan medis apa yang akan dilakukan, kemungkinan penyulit sebagai akibat tindakan tersebut dan tindakan untuk mengatasinya, alternatife terapi lainnya beserta resikonya, prognosa penyakitnya, dan perkiraan biaya pengobatan atau rincian biaya atas penyakit yang dideritanya.

8)

Menyetujui atau memberikan izin atas tindakan yang akan dilakukan oleh perawat sehubungan dengan penyakit yang dideritanya.

9)

Hak didampingi oleh keluarganya dalam keadaan kritis.

10) Hak menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya, selama hal

itu tidak menganggu pasien lainnya.


11) Hak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah

Sakit.

12) Hak untuk mengajukan usul, saran, dan perbaikan atas perlakuan Rumah sakit

terhadap dirinya.
13) Hak menerima atau menolak bimbingan moral maupun spiritual. 14) Hak didampingi perawat atau keluarga saat diperiksa dokter.

4. KEWAJIBAN PASIEN
Hak-hak pasien yang telah diuraikan sebelumnya adalah hal-hal yang bisa dituntut dari petugas kesehatan atau dokter yang melayani, sedangkan kewajiban pasien adalah hal-hal yang harus diberikan pasien kepada petugas kesehatan atau dokter. Hak-hak pasien harus diimbangi dengan kewajiban-kewajiban mereka terhadap petugas pelayanan kesehatan atau dokter. Secara garis besar kewajiban pasien antara lain sebagai berikut : 1. Memeriksakan diri sedini mungkin pada petugas kesehatan atau dokter Banyak kasus komplikasi penyakit dan kematian yang sebenarnya tidak perlu terjadi apabila sedini mungkin penyakit tersebut terdeteksi dan memperoleh perawatan segera, maka pasien mempunyai untuk memeriksakan secara dini kepada petugas kesehatan. 2. Memberikan informasi yang benar dan lengkap tentang penyakitnya Dalam rangka memperoleh pengobatan yang tepat dari petugas kesehatan, seorang pasien berkewajiban memberikan informasi yang benar dan lengkap tentang penyakitnya kepada petugas kesehatan yang menanganinya. 3. Mematuhi perintah dan petunjuk dokter Masalah kepatuhan pasien terhadap dokter merupakan factor yang paling dominan dalam proses penyembuhan penyakit, bagi penderita yang sudah menyerahkan proses penyembuhan kepada petugas kesehatan berkewajiban untuk mematuhi segala petunjuk dan perintah petugas kesehatan atau dokter.

4. Menandatangani surat-surat pernyataan persetujuan tindakan Apabila dalam proses penyembuhan, petugas kesehatan atau dokter harus melakukan tindakan invasi atau operasi terhadap pasien, pasien berkewajiban menandatangani persetujuan setelah penjelasan ( Inform Concent ). Apabila pasien dalam keadaan tidak sadar, maka inform concent tersebut diberikan kepada anggota keluarga. 5. Yakin pada dokternya, dan yakin akan sembuh Faktor keyakinan kepada petugas kesehatan atau dokter sangat besar pengaruhnya terhadap proses penyembuhan penyakit. 6. Melunasi biaya perawatan, biaya pemeriksaan, dan pengobatan serta honor dokter Kewajiban ini harus dipenuhi karena hak-hak pasien sudah diterimanya.

5. HAK PERAWAT
Hak perawat dalam melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut :
1. Memperoleh perlindungan hukum dalam melakasanakan tugas sesuai profesi. 2. Mendapatkan jaminan perlindungan terhadap risiko kerja yang berkaitan dengan

tugasnya.
3. Menerima imbalan perlakuan adil dan jujur oleh Pimpinan sarana kesehatan, klien/

pasien, dan atau keluarganya.


4. Menerima imbalan jasa pelayanan keperawatan yang telah diberikan. 5. Mendapat hak cuti dan hak kepegawaian lainnya sesuai dengan peraturan yang

berlaku.
6. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri melalui pendidikan formal

sampai jenjang spesialisasi.


7. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri melalui pendidikan nonformal. 8. Menjaga hak privasi personal sebagai seorang perawat. 9. Mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

10. Menuntut jika nama baiknya dicemarkan oleh klien/pasien atau tenaga kesehatan

lainnya.
11. Menolak pihak lain ynag memberi anjuran atau permintaan tertulis untuk melakukan

tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, standar profesi dan kode etik profesi.
12. Mendapat informasi yang jujur dan lengkap dari klien/pasien atas pelayanan

keperawatan yang diberikan.


13. Dilibatkan secara aktif dalam penyusunan/ penetapan kebijakan sesuai pengembangan

kesehatan disarana kesehatan.


14. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan karier sesuai bidang profesinya

disarana kesehatan. Kewenangan Perawat 1. Pengertian Kewenangan perawat adalah hak otonomi untuk melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan kemampuan, tingkat pendidikan dan posisi sarana kesehatan. 2. Kewenangan perawat Kewenangan perawatan adalah melakukan asuhan keperawatan meliputi pada kondisi sehat sakit mencakup :
Askep pada perinatal Askep pada neonatal Askep pada anak Askep pada dewasa Askep pada maternitas

3. Sasaran Individu Keluarga Kelompok Masyarakat 4. Kewenangan dalam melaksanakan Praktik Keperawatan
a. Melaksanakan pengkajian dasar kepada individu, keluarga, kelompok dan

masyarakat disarana kesehatan.


b. Pengkajian lanjutan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat disarana

kesehatan.
c. Melaksanakan analisis data : untuk merumuskan diagnosis keperawatan lanjutan

pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat di sarana kesehatan.


d. Merencanakan tindakan keperawatan sederhana dan kompleks pada individu,

keluarga, kelompok dan masyarakat disarana kesehatan.


e. Melakukan penyuluhan kesehatan dan menyusun program penyuluhan dengan

metode sederhana.
f.

Melakukan kegiatan konseling kesehatan.

g. Melaksanakan tindakan medis berdasarkan kemampuannya. h. Melakukan tindakan diluar kewenangan dalam kondisi gawat darurat yang

mengancam nyawa sesuai ketentuan yang berlaku/ standing order di sarana kesehatan.
i.

Dalam kondisi tertentu, dimana tidak ada tenaga kesehatan yang kompeten, perawat berwenang melaksanakan tindakan kesehatan diluar kewenanangannya. Melakukan evaluasi Keperawatan

j.

Kewenangan perawat sesuai Kepmenkes (647/2000) pasal 15 yaitu Melaksanakan asuhan keperawatan, tindakan keperawatan, pelayanan tindakan medik berdasarkan permintaan tertulis.

6. KEWAJIBAN PERAWAT
1. Mematuhi semua peraturan rumah sakit sesuai dengan hubungan antara pegawai dengan rumah sakit. 2. Mengadakan perjanjian tertulis dengan rumah sakit. 3. Memenuhi hal-hal yang telah disepakati/ perjanjian yang telah dibuatnya. 4. Memberikan pelayanan/ asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas kewenangannya. 5. Menghormati hak klien. 6. Merujuk klien kepada perawat/ tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik. 7. Memberikan kesempatan kepada klien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarganya, menjalankan ibadah sesuai dengan bertentangan dengan ketentuan pelayanan kesehatan. 8. Memberikan informasi yang adekuat tentang tindakan keperawatan kepada klien atau keluarganya sesuai dengan batas kewenangannya. 9. Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan. 10. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai standar profesi keperawatan. 11. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan secara terus menerus. 12. Melakukan pertolongan darurat sesuai dengan batas kewenangannya. 13. Merahasiakan segala sesuatu yang diketahui tentang klien, bahkan juga setelah klien meninggal, kecuali jika diminta oleh pihak yang berwenang. agamanya sepanjang tidask

10

7. HAK DOKTER
Petugas kesehatan, utamanya dokter adalah juga manusia yang kebetulan mempunyai profesi dokter. Sebagaimana seorang manusia dan sebagaimana seorang petugas kesehatan, dokter juga mempunyai hak-hak antara lain :
a) Melakukan praktik dokter

Setelah memperoleh izin praktik dokter atau surat izin dokter ( SID ) dokter mempunyai hak untuk melakukan praktik pribadi. Persyaratan untuk dapat melakukan praktik dokter telah diatur oleh ketentuan hukum yang ada, baik dalam peraturan pemerintah maupun surat keputusan Menteri Kesehatan (No.561/Menkes/Per/X/181)
b) Memperoleh informasi yang benar dan lengkap dari pasien/ keluarga tentang

penyakitnya Agar diperoleh diagnosis penyakit yang akurat, dan melakukan terapi yang tepat, seorang dokter mempunyai hak untuk memeperoleh informasi yang lengkap dan jelas dari pasien yang ditanganinya. Informasi ini dapat diperoleh dari pasien langsung, tetapi bila tidak memungkinkan karena kondisi pasien atau pasien anak-anak informasi diperoleh dari keluarga pasien.
c) Bekerja sesuai standar profesi

Untuk memperoleh hasil penyembuhan secara efektif dan efisien bagi pasien, dokter mempunyai hak untuk melakukan tahap-tahap penyembuhan pasien sesuai dengan standar profesi dokter yang telah ditetapkan.
d) Menolak melakukan tindakan medis yang bertentangan dengan etika hukum, agama,

dan hati nuraninya. Apabila dari pihak lain, termasuk pasien atau keluarganya menawarkan upaya lain diluar etika, hukum, agama dan hati nuraninya dalam kaitannya dengan penyembuhan pasien, dokter berhak untuk menolaknya.

11

e) Mengakhiri hubungan dengan seorang pasien, jika menurut penilaiannya kerja sama

pasien dengannya tidak ada gunanya lagi, kecuali dalam keadaan darurat: Apabila dalam proses penyembuhan pasien setelah makan waktu yang lama, dan baik pasien maupun dokter sendiri merasa tidak ada kemajuannya, maka dokter mampunyai hak untuk memutuskan hubungannnya dengan pasien. Dengan perkataan lain, dokter berhak untuk tidak melanjutkan pengobatan kepada pasien,setelah menurut penilaiannya tidak mendatangkan kesembuhan bagi pasien.
f) Menolak pasien yang bukan bidang spesialisnya, kecuali dalam keadaan darurat atau

tidak ada dokter lain yang mampu menanganinya. Apabila seorang pasien penyakit tertentu meminta pertolongan kepada seorang dokter, dan penyakit pasien tersebut tidak sesuai dengan bidang spesialisnya, maka dokter tersebut berhak menolaknya, Kecuali pasien tersebut dalam keadaaan darurat, dan dokter spesialisnya yang sama dengan penyakit pasien tidak ada dilingkungan tersebut.
g) Hak atas privacy dokter

Apabila pasien mengetahui kehidupan pribadi seorang dokter, maka pasien yang bersangkutan tidak boleh menyebarluaskan kehidupan pribadi tersebut.Dokter mempunyai hak atas kehidupan pribadinya ( privacy).
h) Ketentraman bekerja.

Karena profesinya, dokter sering memperoleh ancaman atas bentuk intimidasi lain yang mengganggu ketenangan dokter dalam menangani pasien. Apabila dokter dalam menangani pasien dalam kondisi tidak aman dan tentram akan berakibat fatal bagi keamanan dan keselamatan pasien. Dokter berhak untuk bekerja secara tenang dan tentram.

12

i)

Mengeluarkan surat-surat keterangan dokter. Dokter, dibawah sumpah dokter berhak mengeluarkan surat keterangan sakit, surat keterangan kesehatan, surat keterangan kematian, dan sebagainya. Dengan sendirinya dalam memberikan surat-sureat keterangan tersebut harus didasarkan pada kondisi yang sebenarnya tentang pasien atau orang yang memerlukan surat keterangan tersebut.

j)

Menerima imbalan Doketr berhak memerima imbalan jasa dari pasien atau keluarga pasien dari kewajiban yang telah dilakukannya. Tetapi imbalan jasa ini tidak berlaku pada kasuskasus tertentu, misalnya pasien yang tidak mampu, pertolongan pertama pada kecelakaaan, teman sejawat dan keluarganya.

k) Menjadi anggota perhimpunan profesi

Dokter dan petugas kesehatan yang lain berhak untuk menjadi anggota perhimpunan atau perkumpulan profesi. Hal ini penting karena semua petugas kesehatan termasuk dokter mempunyai hak untuk mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi sesuai dengan profesinya.
l)

Hak membela diri Apabila pasien atau keluarga pasien mengajukan keluhan-keluhan terhdap pelayanan seorang dokter, dan terlebih lagi pasien atau keluarga pasien melakukan tuntutan etika atau hukum, dokter berhak membela dirinya, baik sendiri maupun melalui pengacara.

8. KEWAJIBAN DOKTER
Profesi dokter merupakan profesi yang bersifat kemanusiaan, adalah melayani

anggota masyarakat yang mempunyai masalah dengan hidup atau mati, yang menderita dan kesakitan. Itulah sebabnya dokter harus senantiasa mengutamakan kewajibannya daripada hak-haknya atau kepentingan pribadinya.

13

Kewajiban dokter antara lain : a) Setiap dokter harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah kedokteran. Setiap dokter diharuskan untuk tunduk pada ketentuan hipokrates, dimana nilai-nilai moral sebagai ukuran. b) Seorang dokter harus senantiasa melakukan profesinya menurut ukuran tertinggi Ketentuan ini mewajibkan seorang dokter untuk bertindak secara professional dan senantiasa mengembangkan ilmunya. Sehingga pekerjaan kedokteran tidak pernah lepas dari riset dan pengembangan ilmunya sendiri. c) Dalam melakukan pekerjaannya, seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan pribadi. Kewajiban ini memang sangat sulit dilakukan terutama karena biaya kedokteran harus ditempuh dengan biaya yang tidak sedikit untuk itu orientasi pada kewajiban seorang dokter harus benar-benar ditekankan tidak hanya sampai batas wacana saja. d) Setiap dokter wajib melindungi makhluk insane. Sepanjang kehidupan seseorsang masih bisa diperjuangkan maka seorang dokter berkewajiabn untuk mengupayakan kesembuhannya secara maksimal. e) Dalam melakukan pekerjaanya, seorang dokter harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh, serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenarnya. Selain menjalankan profesinya dokter memiliki kewajiban untuk mendidik masyarakat sekitarnya didalam hal pengetahuan kesehatan.

14

f) Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan menggunakan segala ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan klien, Kepentingan pasien menjadi tolak ukur semua upaya pengobatan, oleh karena itu seorang dokter wajib untuk merawat klien sesuai dengan kebutuhannya. Ketulusan penting dilakukan agar penderitaan klien menjadi berkurang. g) Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang klien, bahkan setelah klien meninggal dunia. Hal ini dilakukan agar keamanan dan kenyamanan pasien terjamin serta mencegah terjadinya penilaian negative dan pengucilan terhadap pasien sehubungan dengan penyakit yang diderita. h) Setiap dokter tidak boleh mengambil alih klien dari teman sejawatnya tanpa persetujuannya. Ketentuan ini mengatur bentuk penghormatan terhadap teman sejawat yang telah menangani pasiennya terlebih dahulu.

15