Anda di halaman 1dari 27

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

STATISTIK DAERAH KABUPATEN JAYAWIJAYA 2010


ISSN : No. Publikasi : Katalog BPS : 6340.9402 Ukuran Buku : 17,6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : halaman

Naskah : Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Kabupaten Jayawijaya

Gambar Kulit : Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Kabupaten Jayawijaya

Diterbitkan Oleh : Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayawijaya

Dicetak Oleh :

Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya

Kata Pengantar

Kata Sambutan

Untuk mewujudkan visi badan pusat statistik (BPS) sebagai pelopor data statistik terpercaya untuk semua, BPS terus melakukan inovasi dan pengembangan kegiatan perstatistikan serta penyebarluasan informasi baik di pusat maupun di daerah. Salah satu upaya yang dilakukan di daerah adalah menyusun publikasi yang menyajikan indicator-indikator terpilih yang dapat menggambarkan secara ringkas dan menyeluruh tentang kondisi daerah. Publikasi ini diharapkan dapat membantu para pengambil kebijakan dan para pengguna data lainnya dalam memahami kondisi umum wilayahnya. Oleh karena itu saya menyambut baik penerbitan publikasi Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010 yang diterbitkan oleh BPS Kabupaten Jayawijaya. Saya harapkan, publikasi ini mampu memenuhi harapan pemerintah daerah dan masyarakat pada umumnya akan kebutuhan data dan informasi stattistik dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan, monitoring dan evaluasi tentang perkembangan pembangunan di berberbagai sekor di Jayawijaya. Semoga publikasi ini bermanfaat dan Allah SWT senantiasa meridhoi usaha kita. Kepala Badan Pusat Statistik

Dr. Rusman Heriawan

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

iii

Kata Pengantar
Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayawijaya berisi berbagai data dan informasi terpilih seputar Jayawijaya yang dianalisis secara sederhana untuk membantu pengguna data memahami perkembangan pembangunan serta potensi yang ada di Jawa Tengah. Publikasi Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010 diterbitkan untuk melengkapi publikasi-publikasi statistik yang sudah terbit secara rutin setiap tahun. Berbeda dengan publikasi-publikasi statistik yang sudah ada, publikasi ini lebih menekankan pada analisis. Materi yang disajikan dalam Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010 memuat berbagai informasi/indikator terpilih yang terkait dengan pembangunan di berbagai sector di Jayawijaya dan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan. Kritik dan saran yang konstruktif berbagai pihak kami harapkan untuk penyempunaan penerbitan mendatang. Semoga publikasi ini mampu memenuhi tuntutan kebutuhan data statistik, baik oleh instansi/dinas pemerintah, swasta, kalangan akademisi maupun masyarakat luas.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayawijaya

Ir. Trisno L. Tamanampo NIP. 196405111994011001

iv

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

N I P .

DAFTAR ISI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Geografi dan Iklim Pemerintahan Penduduk Ketenagakerjaan Pendidikan Kesehatan Perumahan Pembangunan Manusia Pertanian

1 3 5 6 7 9 11 12 13

10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

Industri Pengolahan Hotel dan Pariwisata Transportasi dan Komunikasi Perbankan dan Investasi Harga-Harga Perdagangan Pendapatan Regional Perbandingan Regional Lampiran

15 16 17 18 19 20 21 22 23

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Luas wilayah Jayawijaya semakin berkurang Jayawijaya yang semula memiliki luas 52.916 km , kini luasnya menjadi 8.496 km setelah mengalami dua kali pemekaran
2 2

Kabupaten Jayawijaya terletak di hamparan Lembah Baliem, sebuah lembah aluvial yang terbentang pada areal ketinggian 1.500 2.000 m di atas permukaan laut. Letak astronomisnya 0 0 antara 138 30 sampai 139 40 Bujur Timur dan 0 0 3 45 sampai 4 20 Lintang Selatan. Secara geografis, Jayawijaya berbatasan dengan Kabupaten Mamberamo Tengah, Yalimo dan Tolikara di sebelah utara, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Nduga dan Yahukimo, sebelah barat dengan Kabupaten Nduga dan Lanny Jaya, sedangkan sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Yahukimo dan Yalimo. Kabupaten Jayawijaya yang beribu kota di 2 Wamena, memiliki luas wilayah sebesar 8.496 Km atau 3,65 persen dari luas Papua. Jayawijaya terbagi menjadi 11 distrik dengan 1 kelurahan dan 116 desa. Distrik Kurulu merupakan distrik yang terluas (15,54 persen) diantara 11 distrik yang ada. Distrik Bolakme, Wollo, dan Yalengga merupakan distrik yang paling jauh dari ibu kota kabupaten. Sedangkan distrik yang terdekat adalah Distrik Asolokobal dan Pelebaga. *** Tahukah Anda ? Lembah Baliem dikelilingi oleh Pegunungan Jayawijaya, terkenal karena puncak-puncak salju abadinya, antara lain: Puncak Trikora (4.750 m), Puncak Mandala (4.700 m) dan Puncak Yamin (4.595 m). Pegunungan ini amat menarik wisatawan dan peneliti Ilmu Pengetahuan Alam karena puncaknya yang selalu ditutupi salju walaupun berada di kawasan tropis.

Peta Kabupaten Jayawijaya Dan Pemekarannya

Lanny Jaya Nduga Jayawijaya Mamberamo Tengah Yalimo

Sumber : BPS Propinsi Papua

Luas Wilayah Kabupaten Jayawijaya Menurut Kecamatan 2009

7.42%
8.44% 15.54%

7.71%

11.83% 9.16%

9.02%
7.67%

7.62%

7.87%

7.73%

Wamena Hubikosi Musatfak Wollo

Asolokobal Pelebaga Kurulu Yalengga

Walelagama Asologaima Bolakme

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Jayawijaya berada di Pengunungan Tengah Papua Jayawijaya terletak pada ketinggian 1.500 2.000 m di atas permukaan laut 0 sehingga suhu minimalnya mencapai 14 C

Suhu Udara dan Kelembaban Udara Jayawijaya dan Sekitarnya Tahun 2009
Dalam Derajat Celcius (C) Bulan Suhu Udara Mak Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember J umlah Rata-rata 27,0 25,4 26,5 25,9 27,1 24,7 24,6 26,0 24,9 26,2 27,0 26,8 312,1 26,0 Min 14,7 15,3 15,2 14,7 14,4 14,2 14,9 14,5 14,1 14,9 15,4 14,7 177,0 14,8 Kelembaban Udara 77 81 80 79 77 80 83 77 78 77 77 78 944 79

Ketinggian suatu tempat dari permukaan laut berpengaruh terhadap suhu udara di tempat tersebut. Pada tahun 2009, suhu udara rata-rata 0 0 Jayawijaya berkisar antara 14 C sampai 27 C. Suhu udara maksimum terjadi di stasiun Dok II 0 Jayapura (31,9 C), sedangkan suhu udara 0 minimum terjadi di stasiun Wamena (14,8 C). Berdasarkan data dari Balai Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Provinsi Papua, Jayawijaya memiliki kelembaban udara dan tekanan udara terendah di Papua. Kelembaban udara di Jayawijaya sebesar 76,7 persen dan tekanan udara sebesar 834,9 mb. Curah hujan dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah iklim, keadaan geografi dan pertemuan arus udara. Jayawijaya beriklim tropis basah. Rata-rata curah hujan di Kabupaten Jayawijaya selama tahun 2009 mencapai 204,99 mm, dimana curah hujan tertinggi terjadi pada Februari (320,9 mm) dan terendah pada Agustus (122,7 mm). Musim kemarau dan musim penghujan sulit dibedakan. Rata-rata hari hujan di Kabupaten Jayawijaya adalah sebanyak 23 hari. Jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada Maret (29 hari) sedangkan terendah pada Mei dan Agustus (19 hari).
3

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Banyaknya Curah Hujan di Kabupaten Jayawijaya 2009 (mm )


350 300 250 200 150 100 50 0 320.9 318.1

Curah Hujan

243.9

209

185.2

219.4

175.1 167.9

191.7

160

144.3

122.7

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Juni

Juli

Ags

Sep

Okt

Nov

Des

Bulan

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010 2 Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Jayawijaya telah mengalami dua kali pemekaran Tahun 2002 terbentuk tiga kabupaten baru, selanjutnya tahun 2008 Jayawijaya dan sebagian wilayah kabupaten baru dimekarkan kembali menjadi empat kabupaten baru

Sejak diberlakukannya otonomi daerah, Kabupaten Jayawijaya telah mengalami dua kali pemekaran. Pemekaran Kabupaten dilakukan mulai 2002 melalui Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002 dengan membentuk tiga kabupaten baru yaitu Kabupaten Tolikara, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Kabupaten Yahukimo. Pemekaran kabupaten kedua adalah pada 2008, yaitu pemekaran dari wilayah Kabupaten Jayawijaya dan sebagian wilayah kabupaten pemekaran pertama. Pemekaran empat kabupaten baru yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri RI pada tanggal 12 Juni 2008 di Wamena. Keempat kabupaten tersebut antara lain Kabupaten Mamberamo Tengah, Yalimo, Lanny Jaya, dan Nduga. *** Tahukah Anda ?

Nama Distrik, Ibu Kota Distrik dan Jumlah Desa di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009
Kecamatan Wamena Asolokobal Walelagama Hubikosi Pelebaga Asologaima Musatfak Kurulu Bolakme Wollo Yalengga Ibu Kota Wamena Asolokobal Walelagama Hubikosi Wililimo Kimbim Temia Yiwika Bolakme Wollo Wananuk Total Jumlah Kel 1 1 Desa 13 9 8 5 12 20 4 17 15 8 5 116 Jumlah 14 9 8 5 12 20 4 17 15 8 5 117

Satu dari 30 orang anggota DPRD Kabupaten Jayawijaya adalah wanita. Program respek merupakan program pembangunan dari masyarakat untuk masyarakat yang telah berjalan sejak tahun 2007 dan 2008 dimana dalam pelaksanaannya cukup membawa perkembangan bagi masyarakat, mulai dari proses perencanaan sampai pada pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat sendiri. Melalui program respek masyarakat telah melaksanakan kegiatan berupa peternakan kelinci, ikan, ayam, babi serta pembangunan polindes/pustu, pengadaan obat-obatan, bantuan studi, pembangunan jalan antar kampung dan kegiatan lainnya.

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

*** Tahukah Anda ? Pada tahun 2009 telah disalurkan dana block grand sebesar Rp. 11.700.000.000 dengan sasaran 11 distrik, 116 kampung dan 1 kelurahan serta dana operasional kegiatan distrik melalui dana BLM pusat sebesar Rp. 3.300.000.000 dimana setiap distrik menerima Rp. 300 juta. Pada tahun 2010 melalui PNPM mandiri respek dengan sasaran pada 11 distrik, 116 kampung dan 1 kelurahan sebesar Rp. 22.400.000.000, sedangkan dana block grand kampung melalui APBD provnsi Papua saat ini masih dalam penyusunan.

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Kontribusi PAD masih rendah Pendapatan Daerah Jayawijaya masih didominasi oleh penerimaan dana-dana perimbangan dan bagi hasil dari pusat.

Jumlah PNS Kabupaten Jayawijaya Menurut Golongan Tahun 2008

I/a I/b

19 8

Jumlah Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Jayawijaya tahun 2008 ada sebanyak 2.958 orang yang sebagian besar berada pada golongan II/a atau Pengatur Muda (531 orang). Secara umum Pendapatan Daerah Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, namun peningkatan tersebut masih didominasi oleh penerimaan dana-dana perimbangan dan bagi hasil dari pusat, sehingga PAD yang diharapkan sebagai salah satu sumber pendapatan dalam mendukung tercapainya kemandirian dalam pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik peranannya masih sangat kecil. Rendahnya kontribusi PAD dalam total pendapatan daerah Kabupaten Jayawijaya disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memberikan kontribusi sebagai objek pajak maupun objek retribusi namun di sisi lain, rendahnya kemampuan dan sarana pendukung aparatur dalam menjalankan tugas serta lemahnya sistem dan regulasi pendapatan juga menjadi kendalal peningkatan PAD. Ke depan diharapkan akan terjadi peningkatan pendapatan daerak khususnya PAD secara signifikan namun tidak menambah beban masyarakat. Pada tahun 2009, Kabupaten Jayawijaya menerima Dana Alokasi Umum dari APBN sebesar Rp 161 milyar dan Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 78.421.000.000,00. *** Tahukah Anda ? Ide pemekaran Propinsi Papua atau Iran Jaya sebenarnya bukan hal yang baru sebab sejak 1980 an sudah mulai dicanangkan dengan alasan wilayahnya terlalu luas serta isolasi geografis yang sulit sehingga mempengaruhi sarana transportasi.
Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

I/c
I/d

53
50

II/a II/b
II/c
Golongan

531 283
369

II/d
III/a III/b 98

218
412

III/c
III/d

255
244

IV/a
IV/b IV/c 21

260 135

IV/d
IV/e 0

2
0 200 400 Jumlah PNS 600

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Pendapatan Daerah Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009


Anggaran (Miliar Rp) 2009

Pendapatan daerah 1 PAD 2 Dana Perimbangan 3 Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010 4

421.490,283 19.427,629 282.669,747 119.392,907

Jayawijaya didominasi penduduk muda Jumlah penduduk Kabupaten Jayawijaya berdasarkan proyeksi adalah 118.799 jiwa yang terdiri atas 59.971 laki-laki dan 58.828 perempuan.

Komposisi penduduk Jayawijaya didominasi oleh penduduk muda/dewasa. Jumlah penduduk Kabupaten Jayawijaya berdasarkan proyeksi adalah 118.799 jiwa yang terdiri atas 59.971 laki-laki dan 58.828 perempuan. Dari keseluruhan distrik yang ada, Distrik Wamena merupakan distrik dengan jumlah penduduk terbanyak yakni mencapai 38.361 jiwa. Sementara itu, jumlah penduduk terkecil berada di Distrik Yalengga dengan jumlah penduduk sekitar 1.866 jiwa. Tingkat kepadatan penduduk Jayawijaya 2 adalah sebesar 13,98 jiwa/km . Ini berarti bahwa 2 setiap 1 km dihuni sekitar 14 jiwa penduduk. Sebagai ibu kota kabupaten, Distrik Wamena memiliki jumlah penduduk terpadat jika dibandingkan dengan distrik lain yakni sebanyak 2 38,17 jiwa/km , sedangkan kepadatan terendah adalah Distrik Yalengga yakni sebesar 3,74 2 jiwa/km . Secara umum jumlah penduduk perempuan lebih kecil dibandingkan jumlah penduduk laki-laki. Hal ini ditunjukan oleh sex ratio yang nilainya lebih dari 100. *** Tahukah Anda ? Penduduk asli yang mendiami Kabupaten Jayawijaya adalah Suku Dani, Kimyal dan Suku Jali. Sebelum tahun 1954, penduduk Kabupaten Jayawijaya merupakan masyarakat yang homogen dan hidup berkelompok menurut wilayah adat, sosial dan konfederasi suku masing-masing. Namun, saat ini penduduk Jayawijaya sudah heterogen yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang sosial budaya beragam.

Piramida Penduduk Jayawijaya Tahun 2009


laki-laki
70 + 65 - 69 60 - 64 55 - 59 50 - 54 45 - 49 40 - 44 35 - 39 30 - 34 25 - 29 20 - 24 15 - 19 10 - 14 5-9 0-4

perempuan

8000

6000

4000

2000

2000

4000

6000

8000

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Jumlah Penduduk, Sex Ratio, dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009
Kecamatan Wamena Asolokobal Walelagama Hubikosi Pelebaga Asologaima Musatfak Kurulu Bolakme Wollo Yalengga Jumlah Penduduk 38.361 10.555 8.072 9.229 5.748 14.434 5.967 13.723 5.298 5.547 1.866 118.799 Sex Ratio 109,59 118,21 108,41 96,82 97,07 93,77 94,05 89,05 96,26 108,57 86,31 101,94 Kepadatan Penduduk 38,17 13,57 10,54 14,15 8,75 21,58 9,22 10,40 7,39 8,80 2,85 13,98

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Tingkat pengangguran Jayawijaya menurun Selama tiga tahun terakhir tingkat pengangguran Jayawijaya semakin menurun, dari 2,75 persen pada tahun 2007 menjadi 1,24 persen pada tahun 2009.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009
Tahun 2007 2008 2009 TPAK 89,99 95,20 95,50 TPT 2,75 2,55 1,24

Angka Partisipasi Angkatan Kerja (APAK) adalah bagian dari penduduk usia kerja, 15 tahun keatas yang mempunyai pekerjaan selama seminggu yang lalu, baik yang bekerja maupun yang sementara tidak bekerja karena suatu sebab seperti menunggu panenan atau cuti. Di samping itu, mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedang mencari pekerjaan juga termasuk dalam kelompok angkatan kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kabupaten Jayawijaya cenderung mengalami peningkatan dari 89,99 persen pada tahun 2007 menjadi sebesar 95,5 persen pada tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar bagian dari penduduk usia kerja yang bekerja dan mencari kerja. *** Tahukah Anda ? 62,5 persen pencari kerja merupakan putera daerah. di Jayawijaya

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Pencari Kerja Menurut Tingkat Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009


Tingkat Pendidikan Tdk/Belum Tamat SD Sekolah Dasar SMTP Umum SMTP Kejuruan SMTA Umum SMTA Kejuruan Diploma I Diploma II Diploma III Diploma IV/S1 S2/S3 Jumlah Terdaftar tahun ini 9 31 411 182 4 40 152 480 3 1.312
Ditempatkan tahun ini Dihapuskan tahun ini

Pengangguran terbuka merupakan bagian dari angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan (baik bagi mereka yang belum pernah bekerja sama sekali maupun yang sudah penah berkerja), atau sedang mempersiapkan suatu usaha, mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan dan mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Kabupaten Jayawijaya memiliki angka TPT yang semakin menurun. Dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin rendah angka pengangguran terbuka maka semakin stabil kondisi sosial dalam masyarakat.

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Penduduk rata-rata baru menyeleSaikan pendidikan kelas 3 SD Rata-rata lama sekolah di Jayawijaya terlihat masih rendah yaitu hanya sekitar 3 tahun. Artinya secara rata-rata penduduk Jayawijaya hanya menyelesaikan pendidikan sampai dengan jenjang pendidikan kelas 3 SD

Pada tahun 2008, penduduk usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Jayawijaya yang dapat membaca dan menulis baru sebesar 51,63 persen. Dengan kata lain, masih banyak penduduk di Kabupaten Jayawijaya yang masih buta huruf (48,37 persen) dan belum menikmati pendidikan dengan baik. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya harus tetap memberikan prioritas dan pemantauan secara terus menerus akan program pemberantasan buta huruf. Angka Rata-rata Lama Sekolah di Kabupaten Jayawijaya tahun 2008 sebesar 3,77 tahun. Dengan kata lain rata-rata penduduk di Kabupaten Jayawijaya baru mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SD atau belum bisa menikmati program wajib belajar (WAJAR) 9 tahun. Jika kondisi ini tidak segera disikapi oleh pemerintah daerah, terutama dinas terkait maka program wajib belajar selama 9 tahun dapat tercapai dalam kurun waktu yang cukup lama. *** Tahukah Anda ? Pendidikan dasar 9 tahun bertujuan untuk memberikan kemampuan belajar minimal (minimum learning capacity). Angka Partisipasi Sekolah (APS) menggambarkan banyak penduduk usia pendidikan yang sedang bersekolah. Sebagai standar program wajib belajar dikatakan berhasil jika nilai APS SD (umur 7-12) > 95 persen dan APS SLTP (umur 13-15) > 70 persen. APS SD dan SLTP Aceh Besar telah mencapai/melewati standar program nasional.

Jumlah Sekolah, Murid, dan Guru Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009


22
SMK 5 1954

99
SMA 12 3647

187
SMP 25 6090

776
SD 105 0 5000 10000 15000 20000 18956

Guru

Murid

Sekolah

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Indikator Pendidikan Jayawijaya Uraian


Angka Melek Huruf Rata-Rata Lama Sekolah Angka Partisipasi Sekolah SD (umur 7-12) SMP(umur 13-15) SMA (umur 16-18) Sumber : Susenas 2008 63,74 60,56 34,87

2006
47,21 2,85

2007
47,21 3,38

2008
51,63 3,77

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Tenaga pengajar masih sangat dibutuhkan Rasio murid terhadap guru pada jenjang pendidikan SMK mencapai 88,82 persen sehingga dapat diartikan rata-rata satu orang guru mengajar 88 siswa.

Angka Partisipasi Murni (APM) menurut Jenjang Pendidikan dan Jenis Kelamin Kabupaten Jayawijaya Tahun 2008
Jenis Kelamin Angka Partipasi Murni (APM) SD 67,11 59,74 63,74 SMP 45,22 33,86 40,15 SMA 23,85 25,36 24,56

Laki-Laki Perempuan Total

Sumber : Susenas 2008

Angka partisipasi murni (APM) digunakan untuk melihat penduduk usia sekolah yang dapat bersekolah tepat waktu. Semakin tinggi APM menunjukkan semakin banyak anak yang menikmati pendidikan. Tinggi rendahnya partisipasi sekolah secara langsung dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, ketersediaan tenaga pengajar, kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak, keinginan anak untuk belajar, dan faktor budaya setempat. Sedangkan pengaruh tidak langsung antara lain faktor ekonomi, tingkat pengetahuan dan pendidikan orang tua, kegiatan anak mencari uang sebelum waktunya serta pengaruh lingkungan fisik. Secara umum, APM SMP pada tahun 2008 sebesar 40,15 persen. Ini menunjukkan bahwa pada tahun 2008, hanya 40,15 persen penduduk usia 7-12 tahun yang terserap sebagai murid SMP/sederajat dan sisanya bisa terserap dijenjang SD, SMA atau bahkan tidak sekolah lagi. Rasio murid terhadap guru pada jenjang SD sebesar 22,85, artinya, rata-rata satu orang guru mengajar 23 siswa. Sedangkan ratio murid terhadap guru di tingkat SMP sebesar 32,57, tingkat SMA sebesar 36,47, dan tingkat SMK sebesar 88,82. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan semakin banyak guru yang dibutuhkan. Pada jenjang pendidikan SMK tampak masih kekurangan tenaga pengajar karena rata-rata satu orang guru di SMK mengajar sebanyak 89 siswa.

Rasio Murid Terhadap Guru di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009


88.82 90 80
70

60 50 40 30 20 10 0 SD SMP SMA SMK 24.43


32.57

36.47

Jenis Sekolah
Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Angka Harapan Hidup (AHH) Jayawijjaya masuk kategori sedang secara rata-rata penduduk Kabupaten Jayawijaya akan bertahan hidup sampai dengan usia 66,06 tahun.

Angka Harapan Hidup (AHH) Kabupaten Jayawijaya tahun 2009 sebesar 66,24 tahun, artinya secara rata-rata penduduk Kabupaten Jayawijaya akan bertahan hidup sampai dengan usia 66,24 tahun. Fenomena ini mengindikasikan bahwa kemampuan penduduk Kabupaten Jayawijaya untuk hidup lebih lama dan hidup sehat termasuk katagori sedang, dimana standar harapan hidup paling tinggi adalah 85 tahun. Untuk itu sarana, prasarana serta pelayanan kesehatan di Kabupaten Jayawijaya diharapkan lebih ditingkatkan sehingga kualitas penduduknya semakin baik. Walaupun AHH terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya, namun AHH Kabupaten Jayawijaya masih lebih rendah dibanding AHH keseluruhan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua yang mencapai 68.35. Salah satu faktor yang mempengaruhi masih rendahnya AHH di Kabupaten Jayawijaya adalah belum meningkatnya kesadaran penduduk terhadap kesehatan yang terlihat dari sedikitnya pemanfaatan tenaga medis dalam persalinan dan melakukan pengobatan di fasilitas-fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah. Dengan demikian modal dasar sumber daya manusia di Kabupaten Jayawijaya berpotensi untuk lebih diberdayakan. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya harus terus mengupayakan agar penduduk dapat mencapai usia hidup yang panjang dan sehat dengan memacu pembangunan manusia di seluruh sektor kehidupan terutama sektor kesehatan yaitu dengan menyediakan fasilitas dan tenaga kesehatan.

Pencapaian Aktual Angka Harapan hidup Kabupaten Jayawijaya dan Propinsi Papua Tahun 2009

AHH Ideal

85

Papua

68.35

16.65

Jayawijaya

66.24

18.76

Sumber : BPS Propinsi Papua

Banyaknya Tempat Pengobatan di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009

Puskesmas Balai Pustu Puskesmas RS Swasta


RS Umum 3 1 12 23 24

75

50

100

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jayawijaya semakin memprihatinkan Hingga Juni 2010, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jayawijaya tercatat sebanyak 736 kasus dimana sebagian besar penderita merupakan usia produktif 15-25 tahun.

Banyaknya Tenaga Kesehatan Di kabupaten Jayawijaya Tahun 2009


Pe k ar y a Perawat Apoteker Bidan
Perawat Gigi 0

8
120

2 49

Dokter Gigi Dokter Umum


Spesialis

5 13 176 0 50 100 150 200

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Salah satu indikator untuk melihat pemanfaatan fasilitas dan pelayanan kesehatan adalah penolong persalinan. Penanganan proses persalinan secara tepat menjadi faktor yang sangt berpengaruh terhadap keselamatan bayi dan ibu yang melahirkan. Pada tahun 2008 kecenderungan penolong persalinan pertama yang dilakukan oleh tenaga bukan medis masih cukup tinggi mencapai 84,63 persen, yang diantaranya 71,06 persen ditangani oleh keluarga dan 12,54 persen oleh dukun. Sedangkan penanganan persalinan yang dilakukan tenaga medis sebagian besa ditangani oleh bidan yaitu mencapai 12,27 persen, kemudian ditangani oleh dokter sebanyak 2,05 persen dan 1,05 persen oleh tenaga medis lainnya. Kecenderungan ini dipicu oleh tradisi atau budaya masyarakat setempat ditambah adanya alasan ekonomis, serta kurangnya jumlah tenaga medis yang mampu menjangkau semua lapisan masyarakat Papua. Selain itu kurangnya sosialisai akan pentingnya persalinan yang benar dan sehat menyebabkan kecilnya kesadaran ibu-ibu yang akan melahirkan. Pertumbuhan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jayawijaya semakin memprihatinkan, bahkan Jayawijaya menduduki peringkat tertinggi dalam peningkatan jumlah kasus dari tahun ke tahun. Semakin tingginya angka penularan HIV/AIDS di Kabupaten Jayawijaya dan wilayah Pegunungan Tengah umumnya harus segera mendapat penanganan serius dan para pemimpin harus memulai melaksanakan inisiatif-inisiatif pencegahan. Selain itu, pemerintah daerah juga harus mengalokasikan dana khusus untuk penanggulangan dan pencegahan penularan HIV/Aids yang kasusnya mengalami peningkatan yang semakain cepat dari waktu ke waktu.. .

Persentase Balita Menurut Penolong Kelahiran Di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2008


Penolong Kelahiran Dokter Bidan Tenaga medis lain Dukun Family Lainnya Jumlah Kelahiran Pertama 2,05 12,27 1,05 12,54 71,06 1,03 100,00 Terakhir 3,58 13,36 2,61 14,11 65,31 1,03 100,00

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

*** Tahukah Anda ? Hingga Juni 2010, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jayawijaya tercatat sebanyak 736 kasus. Diantara 736 pasien 736 pasien HIV/AIDS tersebut, 441 adalah pria dewasa, 276 wanita, dan 19 anak-anak serta 420 orang adalah usia produktif 15-25 tahun.

10

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Lebih dari setengah rumah tangga memakai air yang tidak layak pakai Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, rumah tangga yang mengkonsumsi air minum tidak layak pakai justru semakin meningkat, dari 52,48 persen (tahun 2007) menjadi 56,54 persen (tahun 2008)

Air merupakan kebutuhan hidup yang sangat penting bagi manusia, terutama untuk kebutuhan minum dan memasak. Lebih dari 50 persen rumah tangga di Jayawijaya masih menggunakan air minum dari sumur/mata air tak terlindung. Hanya sebagian kecil rumah tangga yang menggunakan ledeng dan pompa (0,72 persen dan 1,57 persen). *** Tahukah Anda ? Honai adalah rumah adat masyarakat pegunungan tengah Papua, terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai) Penduduk yang memiliki tempat tinggal tetap dianggap lebih tinggi tingkat kesejahteraannya dibandingkan dengan yang tidak memiliki tempat tinggal tetap. Status kepemilikan rumah diduga berpengaruh terhadap kualitas rumah, karena ada kecenderungan bahwa kepemilikan rumah akan membuat penghuni rumah berusaha untuk selalu memperbaiki kualitas rumah. Status rumah tinggal tetap dan terjamin adalah rumah dengan status milik sendiri,sewa, dan kontrak. Pada tahun 2008, hampir seluruh rumah tangga memiliki rumah tetap, yaitu sebesar 95,11 persen. Fasilitas sanitasi yang layak adalah fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan yaitu tempat buang air besar yang dilengkapi dengan leher angsa dan tangki septik. Tahun 2009, rumah tangga di perdesaan dan perkotaan dengan akses pada fasilitas sanitasi yang layak hanya sebesar 10,15 persen, sedikit meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya (7,45 persen).

Persentase Rumah Tangga Menurut Sumber Air Minum Di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009
Sumber Air Minum Ledeng Pompa Sumur/Mata Air Terlindung Sumur/Mata Air Tak Terlindung Air Lainnya Jumlah Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010 Persentase 0,72 1,57 25,13 50,53 16,61 100,00

Status Rumah / Tempat Tinggal Penduduk Kabupaten Jayawijaya Tahun 2008


Bukan Rumah Tetap 4.89%

Rumah Tetap 95.11%

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Persentase Rumah Tangga Menurut Tempat Pembuangan Tinja di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009
Tempat Pembuangan Tinja Tangki septik Kolam/sawah Sungai/danau Lubang tanah Kebun Lainnya Jumlah Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010 Persentase 10,15 0,00 0,29 13,86 75,69 0,00 100,00 11

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Tingkat kemiskinan masih tinggi Hampir setengah dari total penduduk Jayawijaya masih tergolong miskin meskipun persentasenya mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jayawijaya Tahun 2007 2009


55.09
54.72

55.5 55

54.5
54 52.97 53.5 53

IPM merupakan gambaran komprehensif mengenai tingkat pencapaian pembangunan manusia di suatu daerah, sebagai dampak dari kegiatan pembangunan yang dilakukan di daerah tersebut. Perkembangan angka IPM, memberikan indikasi peningkatan atau penurunan kinerja pembangunan manusia pada suatu daerah. Dengan capaian IPM 54.72 pada tahun 2008, maka Kabupaten Jayawijaya menurut Konsep Pembangunan Manusia yang dikembangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) masih masuk dalam kategori kinerja pembangunan manusia Menengah Bawah yaitu capaian IPM antara 50,0 65,9.

52.5
52 51.5 2007 2008 Tahun 2009

*** Tahukah Anda ? Indeks Pembangunan Manusia (IPM) disusun dari tiga indikator, yaitu lama hidup (Angka Harapan Hidup), pendidikan (Angka Melek Huruf dan RataRata Lama Sekolah) dan standar hidup (Konsumsi per Kapita).

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2007 - 2009


49 48.6 48.15

48.5 48
47.5

Target pertama dari MDGs adalah menurunkan proporsi penduduk miskin hingga setengahnya antara tahun 1990 sampai dengan tahun 2015. Selama tiga tahun terakhir (20072009), persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan menurun sebesar 2,3 persen, yaitu dari 48,6 persen di tahun 2007 menjadi 46,3 persen di tahun 2009. Meskipun target tersebut sulit untuk dicapai, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus tetap konsisten menggulirkan program-program yang pro poor. Salah satunya adalah program RESPEK yang digulirkan gubernur Papua, yang diharapkan penggunaan dana tersebut benar-benar dapat

47
46.5 46.3

46
45.5 45 2007 2008 2009

Tahun
Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

menggerakkan kegiatan ekonomi lokal di setiap kampung.


Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

12

Ubi jalar makanan pokok penduduk asli Jayawijaya Produksi ubi jalar tahub 2009 sebesar 134.414,16 ton, jauh lebih besar jika dibandingkan dengan produksi tanaman bahan makanan lain, demikian juga dengan produktivitasnya.

Mata pencaharian utama masyarakat Jayawijaya adalah bertani, dengan sistem pertanian tradisional. Makanan pokok penduduk asli Jayawijaya adalah ubi jalar, keladi, dan jagung. Keadaan alam yang potensial didukung masyarakat tani memungkingkan daerah ini mengembangkan berbagai jenis tanaman pertanian dan perkebunan dalam skala besar dan sedang. Pengembangan tanaman pangan memberi keuntungan bagi Jayawijaya yang ekonominya berbasis pertanian-perkebunan, dengan potensi dan letak geografis yang mendukung berkembangnya sektor tersebut. *** Tahukah Anda ? Pemerintah Jayawijaya telah mengeluarkan larangan tentang penggunaan pupuk anorganik serta pestisida. Kebijakan tersebut perlu didukung untuk menjadikan Jayawijaya sebagai kawasan organik Menurut Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Papua, kopi arabica asal wamena mulai di ekspor Amerika Serikat sejak agustus 2008 sebanyak 20 ton. Kegiatan ekspor kopi arabica dari wamena ke Amerika serikat ini diharapkan dapat menambah Devisa negara. Disamping itu juga menggerakkan perekonomian penduduk setempat yang giat melakukan penanaman komoditas kopi sejak beberapa tahun silam. Pemerintah juga berharap, masyarakat yang membudidayakan tanaman kopi arabika di daerah Jayawijaya dan sekitarnya mampu untuk meningkatkan produksinya sehingga dapat memenuhi permintaan ekspor ke luar negeri.

Produktivitas Tanaman Bahan Makanan di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009

Kentang Kacang Hijau Kacang Kedelai Kacang Tanah Ubi Jalar Ubi Kayu Keladi Jagung Padi Ladang Padi Sawah 0 0 20.8
10.24

45.42 5.02 12.64 14.62 127 13.5 71.11

50

100

150

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009
Jenis Tanaman Luas Areal Ha 1.775 12 20 5 Produksi Ton 99,25 4 1 -

Kopi Buah Merah Kelapa Kemiri Vanili Tembakau Eden Fruit

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

13

Babi memiliki nilai ekonomi dan psikhologi yang tinggi Babi merupakan jenis ternak yang paling banyak diusahakan, yaitu sebanyak 45.862 ekor pada tahun 2009.

Populasi Ternak Besar Dan Kecil Akhir Tahun Menurut Jenis Dan Kecamatan di Kabupaten Jayawijaya 2009

Kelinci
Ba b i Kambing

3697
45862 1137

Wamena merupakan salah satu sentra industri buah merah di Kabupaten Jayawijaya yang banyak diusahakan oleh para pendatang. Sejak akhir 2002, tanaman buah merah (Pandanus Conoideus) mulai terkenal sebagai tanaman obat berkhasiat bagi segala macam penyakit, seperti kanker, HIV-AIDS, dan beberapa penyakit degeneratif lain. Kejayaannya mencapai puncak pada 2005. Mengkudu (Morinda citrifolia) dan mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) yang juga berasal dari Papua, kini telah digeser oleh buah merah. Populasi ternak babi masih menduduki jumlah yang paling banyak diusahakan oleh penduduk Jayawijaya. *** Tahukah Anda ?

Ku d a
Kerbau Sa p i 0

26
110 4237

10000 20000 30000 40000 50000

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Produksi Perikanan Darat Menurut Komoditi Dan Kecamatan di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009 (Ton)

Babi merupakan mas kawin utama yang diberikan laki-laki kepada keluarga wanita. Selain sebagai mas kawin, babi juga digunakan sebagai lambang kegembiraan maupun kedukaan. Babi juga menjadi alat pembayaran denda terhadap berbagai jenis pelanggaraan adat. Produksi hasil hutan Kabupaten Jayawijaya cenderung mengalami peningkatan sejak tahun 2005 hingga 2009. Demikian juga dengan PAD dari hasil produksi hutan. Kawasan hutan di Kabupaten Jayawijaya sebesar 871.650 Ha terdiri dari hutan produksi konversi (200.178 Ha), huan lindung (105.904 Ha), hutan konservasi (210.016 Ha), serta areal penggunaan lain (355.552 Ha).

25 20 15 10 5 0

21.34

10.92

12.22

6.04
3.67

Lahan kritis seluas 138.780 Ha, masingmasing terdiri dari lahan kritis dalam kawasan hutan seluas 67.146 Ha dan lahan kritis di luar kawasan hutan seluas 61.634 Ha.
Udang

Ma s

Nila

Mujair

Lele

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

14

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Industri kecil lebih menyerap tenaga kerja Industry makanan, minuman, dan tembakau merupakan salah satu kelompok industry yang paling banyak menyerap tenaga kerja karen atidak diperlukan ketrampilan khusus dalam usahanya

Nilai tambah sektor industri pengolahan cenderung mengalami peningkatan selama tiga tahun terakhir. Namun, kontribusinya terhadap pembentukan PDRB Jayawijaya masih sangat kecil, yaitu sebesar 0,33 persen pada tahun 2009. Industri kecil kerajinan rumah tangga merupakan satu-satunya industri pengolahan yang ada di Jayawijaya. Industri kecil kerajinan rumah tangga meliputi industri makanan, minuman dan tembakau; tekstil, pakaian dan kulit; kimia dan bahan bangunan; kerajinan umum; serta logam dan elektronika. Dari kelima kelompok industri tersebut, yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah industri makanan, minuman dan tembakau karena tidak dibutuhkan ketrampilan khusus. Selain itu, output dari industri makanan, minuman dan tembakau dikonsumsi langsung oleh masyarakat. Nilai investasi dari sektor industri makanan, minuman dan tembakau tidak terlalu besar karena sebagian besar merupakan usaha yang belum bankable (belum memenuhi syarat berhubungan dengan bank) sehingga sulit untuk mendapatkan penambahan modal. *** Tahukah Anda ? Sektor usaha kecil dan informal merupakan sektor usaha yang telah terbukti berperan penting dalam mengatasi akibat dan dampak dari krisis ekonomi yang melanda Indonesia, dan memberikan kontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi selama masa krisis.

Banyaknya Industri Kecil Menurut Kelompok Industri Di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009

33.66%

24.75% 5.94% 10.89% 24.75%

Makanan Minuman dan Tembakau Tekstil, Pakaian dan Kulit Kimia dan Bahan Bangunan Kerajinan umum Logam dan Elektronika
Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010 Banyaknya Industri Kecil, Tenaga Kerja, Nilai Investasi Dan Nilai Produksi Menurut Kelompok Industri Di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009
Kelompok Industri Unit Usaha Tenaga Kerja Nilai Investasi (Rp 000) Nilai Produksi (Rp 000)

Makanan Minuman dan Tembakau Tekstil, Pakaian dan Kulit Kimia dan Bahan Bangunan Kerajinan umum Logam dan Elektronika Jumlah

25

124

470.94

12.016.750

45

100

379.88

11

16

105.235

241.5

25 34 101 354

80 89

102.515 678.35 1.457.040

533.475 929.676 14.101.281

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010 Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010 15

Festifal lembah baliem daya tarik Jayawijaya Festival Lembah baliem merupakan event pariwisata yang diadakan setiap hari kemerdekaan dimana banyak wisatawan asing maupun domestic yang tertarik untuk melihatnya.

Banyaknya Wisatawan Asing Dan Indonesia Menurut Bulan Di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2007
Bulan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jumlah Rata-rata Wisatawan Asing 32 14 24 24 45 26 44 62 18 73 39 17 420 35.00 Wisatawan Indonesia 445 448 461 447 461 451 462 470 485 450 425 525 5.600 466,67 Jumlah 477 462 485 471 506 477 506 532 503 523 464 542 5.948 495,67

Jayawijaya merupakan salah satu kawasan tujuan wisata di Papua dikarenakan keadaan alam yang indah dan masyarakat yang unik yang jarang dijumpai di daerah lain di nusantara. Wisatawan asing yang berkunjung ke Kabupeten Jayawijaya pada tahun 2007 sebanyak 420 orang sedangkan wisatawan Indonesia sebanyak 5.600 orang dimana jumlah wisatawan di setiap tahunnya berbeda. Tahun 2007 jumlah hotel/losmen secara keseluruhan di Kabupaten Jayawijaya adalah 11 buah dengan kamar sebanyak 109 dan tempat tidur sebanyak 172 buah. Saat ini jumlah hotel/losmen di Jayawijaya telah bertambah menjadi 14 buah. Hal ini disebabkan karena semakin banyaknya jumlah wisatawan yang datang sehingga kebutuhan akan fasilitas penginapan semakin meningkat. *** Tahukah Anda ? Demontrasi perang-perangan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Festifal Lembah Baliem merupakan suatu atraksi yang digelar oleh suku-suku di Wamena menyongsong hari kemerdekaan 17 Agustus yang ditetapkan sebagai Event Pariwisata setiap tahun.

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

*** Tahukah Anda ? Perang bagi penduduk Lembah Balim dan masyarakat pegunungan tengah pada umumnya yang terjadi pada jaman dulu selalu di sebabkan 3 hal pokok yaitu : 1. Masalah perempuan, 2. Pencurian Babi dan 3. Pembunuhan.

16

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Frekuensi penerbangan Wamena terpadat di Indonesia Jumlah penerbangan yang keluar dan masuk Wamena mencapai 60 kali penerbanganakibat tidak adanya transportasi darat maupun laut dari dan menuju kabupaten lain, kecuali melalui udara

Jayawijaya yang terletak di pegunungan Tengah Papua memiliki berbagai kesulitan, baik transportasi maupun komunikasi sehingga pembangunan di kabupaten ini sedikit mengalami hambatan. Transportasi Kabupaten Jayawijaya hingga saat ini masih mengandalkan perhubungan udara, misalnya trayek Wamena-Jayapura, Wamena-Biak, maupun Wamena-Merauke. Transportasi yang menghubungkan Wamena dengan sebelas distrik di kabupaten Jayawijaya, sudah dapat dijangkau dengan kendaraan beroda empat, sedangkan untuk menghubungkan antara Wamena dengan ibukota kabupaten hasil pemekaran, hanya ada tiga kabupaten pemekaran yang dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat yaitu Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Tolikara, dan Kabupaten Yalimo. Untuk membangun masyarakat yang bermukim di kabupaten ini pemerintah perlu menyediakan dana yang besar karena transportasi ke daerah ini hanya dapat dilakukan melalui udara. *** Tahukah Anda ? Pesawat udara yang menuju bandara Wamena selain mengangkut penumpang juga membawa berbagai kebutuhan pokok masyarakat, termasuk bahan bangunan dan bahan bakar. Oleh sebab itu tidak mengherankan jika harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat maupun bahan bangunan dan bahan bakar minyak di daerah ini sangat mahal dibanding daerah lainnya di Indonesia. Dari waktu ke waktu, kebutuhan akan alat komunikasi jarak jauh semakin terasa penting. Jumlaa pelanggan telepon terbesar adalah perumahan (1.883 pelanggan).
Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Panjang Jalan Kabupaten Jayawijaya Menurut Keadaan Tahun 2008/2009


Keadaan Panjang Jalan (Km) Keadaan Panjang Jalan (Km)

Negara Diaspal Kerikil Tanah Lainnya 48 153.75 Baik Sedang Rusak Rusak Berat 75 126,75

Propinsi Diaspal Kerikil Tanah Lainnya 85 Baik Sedang Rusak Rusak Berat 41 44 -

Kabupaten Diaspal Kerikil Tanah Lainnya Jumlah 615.68 95.1 102.93 130.9 Baik Sedang Rusak Rusak Berat Jumlah 198,03 130,68 615.68

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Potensi Sentral Telepon dan Pelanggan Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009


Jenis Pelangan Kapasitas Terpasang Pelanggan Perumahan Perusahaan Sosial Pemerintah Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010 17 1.883 209 0 145 2009 3.338 2.237

Dana simpanan jenis tabungan lebih diminati masyarakat Lebih dari 61 persen dana simpanan masyarakat berupa tabungan, sedangkan sisanya 30 persen berupa giro dan 9 persen berupa simpanan berjangka

Banyaknya Koperasi Menurut Jenisnya di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009

Simpan Pinjam Kopermas Angkutan Karyawan Sekolah Pemuda Wanita Perternakan Serba Usaha Konsumsi ABRI KPN KUD

2 6 1 3

Jumlah koperasi di Kabupaten Jayawijaya adalah 48 buah yang terdiri dari 8 Koperasi Unit Desa, 14 buah KPN, 3 buah Koperasi ABRI, 10 buah Koperasi Serba Usaha, 1 buah Koperasi Wanita, 3 buah Koperasi Karyawan, 1 buah Koperasi Angkutan, 6 buah Kopermas, dan 2 buah koperasi Simpan Pinjam. Adapun jumlah anggota koperasi seluruhnya mencapai 7.177 anggota yang terdiri dari 3.723 anggota KUD dan 3.454 anggota non KUD.

0
0 1 0 10 0 3 14 8

Koperasi Unit Desa yang ada di Kabupaten Jayawijaya menyebar di tujuh distrik. Ketujuh distrik tersebut adalah Wamena, Asolokobal, Asologaima, Kurulu, Bolakme, Wollo, dan Yalengga. *** Tahukah Anda ? Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hokum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Peran lembaga perbankan bagi pengembangan usaha kecil sangat besar, terutama dalam penyaluran bantuan modal investasi maupun modal kerja melalui kebijakan pemberian kredit usaha kecil. Dana simpanan dapat berupa giro, tabungan dan simpanan berjangka. Jenis simpanan yang paling banyak dimiliki masyarakat adalah jenis tabungan karena bagi masyarakat simpanan jenis ini lebih mudah karena penarikannya dapat dilakukan sewaktu-waktu.

10

15

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Posisi Dana Simpanan Rupiah Menurut Jenis Simpanan di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2006 2008 ( Dalam Jutaan Rupiah )
Jenis Simpanan Giro Nominal Rekening Tabungan Nominal Rekening Simpanan Berjangka Nominal Rekening 47.896 25 73.531 260 75.476 303 258.290 39.352 382.722 41.128 495.409 46.251 296.459 2.272 301.725 2.829 266.709 3.443 2006 2007 2008

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010 18 Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Biaya hidup diJayawijaya sangat tinggi Tingginya biaya hidup di Jayawijaya disebabkan karena hampir semua barang kebutuhan harus dipasok lewat udara.

Biaya hidup di Jayawijaya cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena hampir semua barang kebutuhan harus dipasok lewat udara. Harga sembilan bahan pokok di Kabupaten Jayawijaya bervariasi dari waktu ke waktu. Pada tahun 2008 ini rata-rata harga komoditas beras ex. Dolog adalah Rp 13.083,33 ; rata-rata harga ikan teri adalah Rp 63.333,33 ; rata-rata harga minyak goreng (drum) adalah Rp 20.083,33 ; rata-rata harga gula pasir adalah Rp 17.750,00 ; rata-rata harga garam hancur adalah Rp 19.000,00 ; ratarata harga minyak tanah per liter adalah Rp 21.000,00 ; rata-rata harga sabun cuci B 29 adalah Rp 9.166,67 ; rata-rata harga daging sapi adalah Rp 72.083,33 dan rata-rata harga ikan kembung adalah Rp 58.750,00. Jumlah Beras yang Masuk Dirinci Menurut Bulan di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009*
Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah 817.129 737.222 720.085 620.020 648.292 607.600 564.430 715.010 1.027.535 214.610 140.730 10.002.663 Movement Regional Movement Nasional Jumlah 817.129 737.222 720.085 620.020 648.292 607.600 564.430 715.010 1.027.535 214.610 140.730 10.002.663

Rata-Rata Harga 9 Bahan Pokok Di Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya Tahun 2008
Ikan Kembung Daging Sapi Sabun Cuci B29
Minyak Tanah 9166.67

58750 72083.33

21000 19000 17750 20083.33 63333.33 13083.33

Garam Hancur Gula Pasir Minyak Goreng Ikan Teri Beras ex Dolog

20000 40000 60000 80000

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

*** Tahukah Anda ? Harga 1 sak semen di Wamena mencapai 10 kali lipat harga di Jawa, jika 1 sak semen di Jawa hanya sekitar Rp 50.000,00, di Wamena bisa mencapai Rp 500.000,00. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, ketahanan stock untuk beberapa jenis barang, seperti bahan pokok, hasil tanaman pangan dan barang penting lainnya sebagian besar dalam keadaan cukup dan sebagian masih kurang.

*) Pengadaan stok untuk kebutuhan 9 kabupaten (Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Yalimo, Lanny Jaya, Nduga)

Sumber : BPS Propinsi Papua Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010 19

Peran sub sektor perdagangan cukup besar Sub sektor perdagangan memberikan kontribusi terbesar ketiga terhadap pembentukan PDRB Jayawijaya, yaitu sebesar 17,78 persen tahun 2009

Banyaknya Perusahaan Perdagangan Menurut Jenis Izin Usaha di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2009

Lain-lain

0 9 3 404 288 29 0 404 0 100 200 300 400 500

Koperasi
Bilyard Kontraktor

Selama tiga tahun terakhir, peran sub sektor perdagangan terhadap pembentukan PDRB Jayawijaya cenderung mengalami peningkatan. Salah satu penyebabnya adalah semakin lancarnya arus transporasi yang membawa barang-barang dari luar wilayah. Tahun 2009, sub sektor perdagangan memberikan kontribusi sebesar 17,78 persen. Jumlah perusahaan perdagangan di Kabupaten Jayawijaya cenderung mengalami peningkatan sejak tahun 2006 hingga 2008. Jika dilihat berdasarkan ijin usahanya, jenis usaha yang paling banyak diusahakan adalah leveransir dan kontraktor dengan jumlah usaha masing-masing sebesar 404 unit usaha (35,53 persen). Berdasarkan permodalannya, perusahaan dibagi menjadi tiga golongan, yaitu perdagangan besar, perdagangan menengah, dan perdagangan kecil. Dari ketiga golongan tersebut, perdagangan kecil yang paling banyak diusahakan oleh masyarakat, yaitu sebanyak 80 usaha. *** Tahukah Anda Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) adalah ijin usaha yang dikeluarkan instansi pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota/wilayah sesuai domisili perusahaan. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah bukti bahwa perusahaan/bada usaha telah melakukan wajib daftar perusahaan. Persekutuan komanditer atau yang lebih dikenal dengan sebutan CV merupakan jenis usaha yang paling banyak diusahakan. Hal ini disebabkan karena CV lebih mudah didirikan serta lebih mudah dalam memperoleh kredit dari bank.

Perd. Kelontongan
Rmh Mkn/Restoran Distributor

Leveransir

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

Jumlah Pengusaha Berdasarkan SIUP dan Perusahaan yang Telah Memperoleh TDP Tahun 2006 2008
Uraian Banyaknya 2006 2007 2008

Golongan Perusahaan Menurut Permodalan Perdagangan Besar Perdagangan Menengah Perdagangan Kecil 3 10 48 2 20 142 1 8 80

Golongan Usaha Menurut Hukum Perseroan Terbatas Koperasi C.V Firma Prsh.Perorangan B.U.L 9 2 101 5 36 5 158 57 20 3 51 71 -

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

20

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Perbaikan ekonomi tercermin dari besarnya laju pertumbuhan Meskipun secara riil PDRB Jayawijaya 2009 mengalami peningkatan, namun sebenarnya terjadi perlambatan karena laju pertumbuhan mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya

Kunci pembangunan daerah dalam mencapai sasaran pembangunan nasional secara efisien dan efektif adalah perencanaan koordinasi dan keterpaduan antara sektor pembangunan. Sektor tersebut di daerah disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang dimiliki oleh masingmasing daerah. Tujuan pembangunan dalam kebijakan pembangunan daerah adalah untuk menyelaraskan pertumbuhan dan mengurangi kesenjangan dan tingkat kemajuan antar daerah, melalui pembangunan serasi dan terpadu antar sektor pembangunan daerah yang efisien dan efektif menuju tercapainya kemandirian daerah. *** Tahukah Anda ? Pertumbuhan PDRB dari tahun ke tahun merupakan salah satu indikator dari keberhasilan pembangunan daerah. Selama tiga tahun terakhir (2007-2009), total nilai tambah yang dihasilkan oleh aktifitas sektor-sektor ekonomi yang berada di wilayah Kabupaten Jayawijaya baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan, secara konsisten mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan bahwa kinerja pembangunan ekonomi di Kabupaten Jayawijaya juga terus membaik. Nilai tambah yang bisa diciptakan oleh penduduk Kabupaten Jayawijaya sebagai akibat adanya aktifitas produksi, menunjukkan trend yang positif. Sektor pertanian menjadi sektor dominan dalam pembentukan PDRB Kabupaten Jayawijaya. Sektor ini memberi andil lebih dari 30 persen tiap tahunnya. Pada tahun 2009, sektor yang sangat bergantung pada alam ini memberi kontribusi 33,90 persen.

PDRB dan PDRB per Kapita Kabupaten Jayawijaya Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan Tahun 2007-2009 (Juta Rupiah)
Uraian PDRB Berlaku Konstan 646.732,43 392.769,25 787.502,02 430.077,51 931.488,05 470.812,22 2007 2008 2009

PDRB per Kapita Berlaku Konstan 6,458 3,922 7,739 4,226 9,234 4,667

Sumber : BPS Propinsi Papua Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Jayawijaya Tahun 2007-2009 (Juta Rupiah)
9.55 9.50 9.45 9.40 9.35 9.30 9.25 9.20 9.15 9.10 9.05 9.50 9.47

9.21

2007

2008

2009

Sumber : BPS Propinsi Papua *** Tahukah Anda ? Kenaikan PDRB atas dasar harga berlaku tidak selalu menunjukkan adanya perbaikan ekonomi karena masih dipengaruhi oleh perubahan kuantum produksi dan harga. Oleh karena itu,. untuk melihat ada tidaknya perbaikan ekonomi digunakanlah PDRB atas dasar harga konstan yang diperoleh dari PDRB atas dasar harga berlaku yang telah dibebaskan dari faktor perubahan harga.
21

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010

Jayawijaya dan pemekarannya semakin mengalami kemajuan Perekonomian Jayawijaya dan pemekarannya mengalami kemajuan dari tahun ke tahun berkat peran pemerintah yang telah membangun sarana dan prasarana untuk menunjang aktfitas ekonomi.

Perbandingan PDRB Kabupaten Jayawijaya dengan Kabupaten Pemekaran Tahun 2008-2009


Kabupaten PDRB ADHB (Milyar Rp) Jayawijaya Mamberamo Tengah Yalimo Lanny Jaya Nduga PDRB ADHB/Kapita (000 Rp) Jayawijaya Mamberamo Tengah Yalimo Lanny Jaya Nduga 7.739,10 3.927,94 4.087,46 2.901,80 2.465,20 9.234,81 3.777,63 4.887,67 3.360,74 2.943,60 787,502.02 74,520.09 77,546.54 172,759.48 71,372.74 931,488.05 92,106.22 91,917.56 198,334.40 84,478.59 2008 2009

Pada tahun 2008, Kabupaten Jayawijaya kembali mengalami pemekaran dengan membentuk empat kabupaten baru, yaitu Kabupaten Mamberamo Tengah, Yalimo, Lanny Jaya, dan Nduga. Keadaan ekonomi masingmasing kabupaten pemekaran setelah memisahkan diri dari Kabupaten Jayawijaya terlihat mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah peran pemerintah daerah yang telah membangun berbagai sarana dan prasarana untuk menunjang aktifitas ekonomi masyarakat di masing-masing kabupaten. Selama dua tahun terakhir, keempat kabupaten pemekaran mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup baik sedangkan Jayawijaya sebagai kabupaten induk justru mengalami sedkit perlambatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Kabupaten Mamberamo Tengah, yaitu sebesar 14,21 persen pada tahun 2009 sedangkan Jayawijaya hanya tumbuh sebesar 9,47 persen. *** Tahukah Anda ? Tingkat kemiskinan Jayawijaya dan pemekarannya hampir mencapai 50 persen pada tahun 2009.

Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010

*** Tahukah Anda ? IPM keempat kabupaten pemekaran Jayawijaya masih masuk dalam kategori kinerja pembangunan manusia Rendah dengan angka capaian IPM kurang dari 50,0.

Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Jayawijaya dan Pemekaran Tahun 2007-2009


16.00 14.00 12.00 10.00
Jayawijaya Mam. Tengah Yalimo Lanny Jaya Nduga

8.00 6.00 4.00 2.00 2007


Sumber : Jayawijaya Dalam Angka 2010 22

2008

2009

Statistik Daerah Kabupaten Jayawijaya 2010