Anda di halaman 1dari 5

BLOK KEDOKTERAN KELUARGA TUGAS SKALA FUNGISIONAL KESEHATAN

Kelompok : A - 4 Ketua Sekretaris Anggota : Aldy Ayatullah : Ananda I. Prabowo : Bidari Asriassifa Andhika Dwianto (1102009022) (1102009027) (1102010049) (1102010019) (1102010018)

Aminah A. Alaydrus

Andhika Hadi Wirawan (1102010020) Andhika Rachadian P. (1102010021) Bebby Shelby


(1102010045)

Bella Syahnarissa Aziza (1102010046) Berthariyanti (1102010047)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI JAKARTA 2013/2014

SKENARIO Ny. B 23 tahun sering menderita pilek di pagi hari yang tidak kunjung sembuh sejak kecil. Ia setiap pagi selalu bersin- bersin dan keluar ingus encer dan jernih, apalagi bila udara berdebu. Kejadian itu mirip dengan apa yang dialami oleh ibunya sewaktu muda. Biasanya gejala ini juga timbul ketika Ny.b banyak melakukan aktifitas yng terlalu berlebihan, gejala ini sangat mengganggu aktifitasnya Oleh kawannya seorang mahasiswa kedokteran disarankan untuk melakukan tes alergi dan hasilnya memang pemuda tersebut menderita alergi. Tapi Ny.B itu masih bertanya- tanya, apa benar ada hubungan alergi yang dideritanya dengan penyakitnya sekarang, dan mengapa bisa terjadi demikian? Apakah penyakit yang dideritanya ini dapat sembuh total?

A1. KEADAAN UMUM 1. Pasien tidak cemas 2. Terganggu aktivitasnya 3. Gejala ini biasanya timbul ketika daya tahan menurun Harapan : sembuh total Alasan berobat : penyakit mengganggu aktivitas

A2. PEMERIKSAAN

Pada rinoskopi anterior tampak mukosa edema, basah, berwarna pucat atau livid disertai adanya sekret encer yang banyak. Bila gejala persisten, mukosa inferior tampak hipertrofi, pemeriksaan nasoendoskopi dapat dilakukan bila fasilitas tersedia. Gejala spesifik lain pada anak ialah terdapat bayangan gelap didaerah bawah mata yang terjadi karena stasis vena sekunder akibat obstruksi hidung, gejala ini disebut allergic shiner. Selain itu tampak anak menggosok hidung karena gatal disebut dengan allergic salute. Keadaan menggosok ini lama kelamaan akan mengakibatkan timbulnya garis melintang di dorsum nasi bagian sepertiga bawah, yang disebut allergic crease. Mulut sering terbuka dengan lengkung langit-langit yang tinggi, sehingga akan menyebabkan gangguan pertumbuhan gigi geligi (facies adenoid). Dinding posterior faring tampak granuler dan edema (cobblestone appearance) serta dinding lateral faring menebal. Lidah tampak seperti gambaran peta (geographic tongue). Riwayat keluarga : ibu pasien memiliki riwayat yang sama Diagnosis kerja : rhinitis alergika Diagnosis banding : sinusitis, influenza, rhinitis infeksi, polip

A3. FAKTOR INTERNAL

Genetic : Genetik secara jelas memiliki peran penting. Peran lingkungan rinitis alergi yaitu alergen, yang terdapat di seluruh lingkungan, terpapar dan merangsang respon imun yang secara genetik telah memiliki kecenderungan alergi (Rusmono, 1993) > pasien memiliki keturunan yang sama dengan ibunya. Olahraga : olahraga rutin dapat meningkatkan kebugaran tubuh yang juga berfungsi sebagai dayatahan tubuh terhadap penyakit > pasien jarang olahraga. Kebiasaan : mandi menggunakan air dingin di atas jam 5 pagi, tidur menggunakan ac, spei kamar diganti 6 bulan sekali, pasien hobi mengkonsumsi eskrim A4. FAKTOR INTERNAL 1. 2. 3. 4. Membersihkan AC rumah 6 bulan sekali Debu dan hujan di jalanan Tingkat stress Lingkungan sehari-hari

A5. Kriteria fungisional


1. SKALA FUNGISIONAL KESEHATAN MODEL KONSEP & MENURUT GORDON : TIPOLOGI POLA KESEHATAN FUNGSIONAL

1 Pola Persepsi-Managemen Kesehatan Menggambarkan Persepsi,pemeliharaan dan penanganan kesehatan Persepsi terhadap arti kesehatan,dan penatalaksanaan kesehatan,kemampuan menyusun tujuan,pengetahuan tentang praktek kesehatan, 2 Pola Nurtisi Metabolik Menggambarkan Masukan Nutrisi, balance cairan dan elektrolit Nafsu makan,pola makan, diet,fluktuasi BB dalam 6 bulan terakhir, kesulitanmenelan,Mual/muntah,Kebutuhan jumlah zat gizi, masalah /penyembuhan kulit,Makanan kesukaan. 3 Pola Eliminasi Menjelaskan pola Fungsi eksresi,kandung kemih dan Kulit Kebiasaan defekasi,ada tidaknya masalah defekasi,masalah miksi (oliguri,disuri dll),penggunaan kateter, frekuensi defekasi dan miksi, Karakteristik urin dan feses, pola input cairan, infeksi saluran kemih,masalah bau badan, perspirasi berlebih, dll

4 Pola Latihan-Aktivitas Menggambarkan pola latihan,aktivitas,fungsi pernafasan dan sirkulasi. Pentingnya latihan/gerak dalam keadaan sehat dan sakit,gerak tubuh dan kesehatan berhubungan satu sama lain Kemampuan klien dalam menata diri apabila tingkat kemampuan 0: mandiri, 1: dengan alat bantu, 2: dibantu orang lain, 3 : dibantu orang dan alat 4 : tergantung dalam melakukan ADL,kekuatan otot dan Range Of Motion, riwayat penyakit jantung, frekuensi,irama dan kedalam nafas,bunyi nafas riwayat penyakit paru, 5 Pola Kognitif Perseptual Menjelaskan Persepsi sensori dan kognitif. Pola persepsi sensori meliputi pengkajian fungsi penglihatan,pendengaran,perasaan,pembau dan kompensasinya terhadap tubuh. Sedangkan pola kognitif didalamnya mengandung kemampuan daya ingat klien terhadap persitiwa yang telah lama terjadi dan atau baru terjadi dan kemampuan orientasi klien terhadap waktu,tempat, dan nama (orang,atau benda yang lain). Tingkat pendidikan,persepsi nyeri dan penanganan nyeri,kemampuan untuk mengikuti, menilai nyeri skala 0-10,pemakaian alat bantu dengar,melihat,kehilangan bagian tubuh atau fungsinya, tingkat kesadaran, orientasi pasien, adakah gangguan penglihatan,pendengaran, persepsi sensori (nyeri),penciuman dll. 6 Pola Istirahat-Tidur Menggambarkan Pola Tidur,istirahat dan persepasi tentang energy. Jumlah jam tidur pada siang dan malam, masalah selama tidur, insomnia atau mimpi buruk, penggunaan obat, mengeluh letih 7 Pola Konsep Diri-persepsi Diri Menggambarkan sikap tentang diri sendiri dan persepsi terhadap kemampuan. Kemampuan konsep diri antara lain gambaran diri, harga diri, peran, identitas dan ide diri sendiri. Manusia sebagai system terbuka dimana keseluruhan bagian manusia akan berinteraksi dengan lingkungannya. Disamping sebagai system terbuka, manuasia juga sebagai mahkluk bio-psiko-sosio-kultural spriritual dan dalam pandangan secara holistic Adanya kecemasan, ketakutan atau penilaian terhadap diri., dampak sakit terhadap diri, kontak mata, asetif atau passive, isyarat non verbal,ekspresi wajah, merasa taj berdaya,gugup/relaks 8 Pola Peran dan Hubungan Menggambarkan dan mengetahui hubungan dan peran klien terhadap anggota keluarga dan masyarakat tempat tinggal klien Pekerjaan,tempat tinggal, tidak punya rumah, tingkah laku yang passive/agresif teradap orang lain,masalah keuangan dll 9 Pola Reproduksi/Seksual Menggambarkan kepuasan atau masalah yang actual atau dirasakan dengan seksualitas Dampak sakit terhadap seksualitas, riwayat haid,pemeriksaan mamae sendiri, riwayat penyakit hub sex,pemeriksaan genital

10 Pola Pertahanan Diri (Coping-Toleransi Stres ) Menggambarkan kemampuan untuk menanngani stress dan penggunaan system pendukung Penggunaan obat untuk menangani stress,interaksi dengan orang terdekat, menangis, kontak mata,metode koping yang biasa digunakan,efek penyakit terhadap tingkat stress 11 Pola Keyakinan Dan Nilai Menggambarkan dan Menjelaskan pola nilai,keyakinan termasuk spiritual. Menerangkan sikap dan keyakinan klien dalam melaksanakan agama yang dipeluk dan konsekuensinya. Agama, kegiatan keagamaan dan buadaya,berbagi denga orang lain,bukti melaksanakan nilai dan kepercayaan, mencari bantuan spiritual dan pantangan dalam agama selama sakit.

2. TIGKATAN FUNGISIONAL Pada Ny.B mengalami beberapa tigkata fugisioal seperti 10. pola pertahaan diri, 8. peran dan hubugan, 6. Pola istirahat da tidur, 4. Pola latihanaktivitas, 2. Pola utrisi. 3. PASIEN DAPAT BERAKTIFITAS SEPERTI BIASAYA 4. KEADAAN UMUM BAIK