Anda di halaman 1dari 11

DASAR TEORI Proses evaporasi bertujuan untuk menaikkan konsentrasi atau kadar kepekatan suatu larutan yang terdiri

dari zat terlarut yang tak mudah menguap dari zat pelarutnya yang relatif lebih mudah menguap. Penguapan beberapa porsi pelarut tersebut akan memberikan produk yang berupa larutan pekat dan kental; sedangkan hasil kondensasi uap pelarutnya bisa dibuang langsung sebagai limbah, yang seharusnya diberi perlakuan kimia kalau pelarut itu berbahaya, atau didaur ulang dan diguanakan lagi sebagai pelarut. Falling film evaporator (FFE) adalah salah satu jenis alat untuk proses evaporasi yang diklasifikasikan dalam kelas long tube verikal evaporator!, "#$E, bersama%sama dengan &limbing film evaporator ('FE). (edangkan berdasarkan tipe pemanasan dapat diklasifikasikan ke dalam sistem pemanasan dipisahkan oleh dinding pertukaran panas, yaitu antara lain jenis kolom &alandria dan shell and tube. )alam perpindahan panas falling film evaporator, salah satu hal utama yang

berperan penting adalah laju penguapan film. *etode% metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan laju penguapan film tipis adalah + (,e-itt, dkk, .//0) .. 1. *enaikkan suhu permukaan yang dipanasi, #*enurunkan tahanan panas film, misal dengan menaikkan koefisien perpindahan panas, h 2. *enurunkan suhu permukaan &airan, #s . a. )alam keadaan uap murni yaitu dengan menurunkan tekanan total b. )alam keadaan &ampuran uap%gas yaitu dengan menurunkan tekanan parsial uap *etode . terbatas karena sering terjadi nu&leate boiling yang sulit dihindari. *etode 1 digunakan pada film tipis. *etode 2.a. mempunyai pemasalahan kebo&oran dalam sistem vakum. *etode 2.b. se&ara luas digunakan untuk mengatasi masalah pada metode 2.a. salah satunya dengan hembusan udara. Falling film evaporator memiliki kelebihan dan kelemahan + (,e-itt, dkk, .//0; (alvagnini *.3 dan *aria E.(.#, 1440)

5plikasi -aktu tinggalnya singkat dan digunakan untuk fluida sensitif terhadap panas

,anya dibutuhkan ruang yang ke&il untuk penempatannya )igunakan untuk &airan dengan kandungan padatan rendah 6oefisien perpindahan panas tinggi #idak ada kenaikan titik didih yang disebabkan perbedaan tekanan

Prinsip penting yang harus diperhatikan dalam desain falling film evaporator adalah+ .. "arutan le-at panas harus &ukup rendah untuk membatasi terbentuknya nu&leate boiling, yang akan menyebabkan deteriorasi. 1. )ibutuhkan perbedaan yang &ukup antara suhu permukaan yang dipanasi dengan suhu jenuh sesuai dengan tekanan uap parsialnya. 2. 0. 7. Film larutan tipis dengan koefisien perpindahan panas yang memadai. "aju alir umpan harus &ukup besar untuk men&egah agar film larutan menjadi merata. Pada sistem aliran &ounter%&urrent, laju alir gas keluar harus lebih ke&il daripada batas flooding. 8. (istem distribusi larutan pada bagian permukaan larutan memungkinkan untuk menghasilkan ketebalan film yang seragam. Pada versi falling film "#$E ini problem seperti perbedaan tekanan hidrostatik dapat dieliminasi dan -alaupun pemisahan larutan dan uap pelarut terjadi di bagian ba-ah kolom sebagian uap akan lolos dan membumbung ke atas kolom. (ebagai akibatnya beda tekanan sepanjang kolom menjadi ke&il dan larutan akan mendidih seragam sama seperti temperatur uap sepanjang kolom. 6arenanya koefisien perpindahan panas akan tinggi sehingga -aktu proses demikian singkat. ,al inipun berlaku -alaupun titik didih yang terjadi rendah. (ifat seperti ini bermanfaaat untuk pengentalan bahan%bahan yang peka terhadap panas, misalnya sari buah. (elain itu sebagaimana "#$E pada umumnya, FFE memiliki efektivitas yang baik untuk+ .. 1. Pengentalan larutan%larutan jernih Pengentalan larutan%larutan berbusa

2. 0. 7.

Pengentalan larutan%larutan korosif 9eban penguapan yang tinggi #emperatur operasi yang rendah

Hal-hal yang mmpengaruhi proses penguapan : a. b. &. d. e. f. a. b. &. d. e. (ifat yang *empengaruhi Proses Penguapan 6onsentrasi larutan 6elarutan 6esensitifan bahan terhadap suhu 9usa #ekanan dan suhu Pembentukan endapan dan bahan konstruksi $ariabel yang *empengaruhi :perasi Penguapan (uhu umpan #ekanan operasi (uhu media pemanas 3aktu tinggal #urbulensi

Macam-macam Fluida Fluida ;e-tonnian Fluida yang mengikuti hukum ;e-ton untuk viskositas, yaitu pada aliran fluida dalam pipa adalah, dimana viskositas fluida adalah konstan dan grafik

hubungan antara shear stress dan shear rate linier. Fluida non%;e-tonnian <aitu fluida yang sifat alirannya tidak dapat dideskripsikan dengan satu nilai viskositas yang konstan. Pada grafik hubungan antara shear stress dan shear rate tidak linier. 5da beberapa model untuk fluida non%;e-tonnian, antara lain model po-er la- yang dinyatakan dimana n dan m adalah parameter viskositas pada model

po-er la-. 9ila n=. maka fluida disebut dilatant dalam hal ini viskositas fluida naik dengan kenaikan stress. (edangkan n>., fluida disebut pseudoplasti&, dalam hal ini viskositas turun dengan kenaikan stress. ?ambar fluida ;e-tonian dan non% ;e-tonnian dapat dilihat pada ?ambar 1.7. diba-ah ini +

Bilangan- ilangan Ta! Berdimensi a. 9ilangan ;usselt (;;u) 9ilangan ;usselt merupakan rasio antara konveksi perpindahan panas dengan konduksi perpindahan panas pada kondisi yang sama. 5sumsi bah-a permukaan fluida bergerak, sehingga perpindahan panas se&ara konveksi terjadi, maka fluks panas + @A5 B h C# ..... (1..)

Dika disisi lain permukaan fluida dianggap tidak bergerak, maka perpindahan panas konduksi terjadi, fluks panas akan menjadi + @A5 B k C# A E b. Feynold ;umber (;Fe) 9ilangan Feynold merupakan rasio antara gaya inersia (GAvs) terhadap gaya viskos (HA") yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya tersebut dengan suatu kondisi aliran tertentu. (http+AAid.-ikipedia.orgA-ikiA9ilanganIFeynolds) ..... (1.1)

&.

Prandtl ;umber (;Pr) 9ilangan Prandtl merupakan rasio antara difusifitas momentum (kinemati& vis&osity, HAG) dengan difusifitas panas (kA(G.'p)).

d.

(her-ood ;umber (;(h) 9ilangan (her-ood merupakan rasio antara koefisien perpindahan massa konveksi (JAE) dengan difusifitas bahan ())

e.

(&hmidt ;umber (;(&) 9ilangan (&himd merupakan rasio antara difusifitas momentum (HAG) dengan difusifitas massa ()), dan digunakan untuk menggambarkan aliran fluida dimana terdapat momentum simultan dan proses konveksi difusi massa.

(http+AAen.-ikipedia.orgA-ikiA(&hmidtInumber)

a" #roses E$aporasi di Dalam FFE Kmpan dimasukkan melalui bagian atas kolom dan se&ara gravitasional, jika vakum tidak dioperasikan, turun dan membasahi dinding bagian dalam kolom dan dinding%dinding bagian luar tabung%tabung penukar panas di dalam kolom sebagai lapisan tipis (film). *aka panas yang diberikan oleh medium pemanas di dalam penukar panas akan dipakai untuk memanaskan larutan men&apai titik didihnya, penguapan pelarut dan memba-a temperatur uap dari titik didih hingga temperatur di atasnya. (ehingga di dalam kolom evaporator akan terdapat &ampuran antara larutan pada temperatur penguapan pelarut atau sedikit lebih rendahAtinggi dan uap pelarut. 6arena temperatur pada tangki pemisah dan pendingin (kondensor) lebih rendah dari pada temperatur pada bagian ba-ah kolom, maka sistem pada kolom tersebut akan mengalami evakuasi (pengosongan tekanan) yang dalam arti sebenarnya terjadi penurunan tekanan sehingga kondisi seperti vakum terjadi. :leh karenanya &ampuran tersebut akan terhisap menuju tangki pemisah dimana bagian &ampuran yang berupa larutan produk yang lebih berat dan pekat turun menuju

tangki pengumpul produk, sedangkan uap pelarut menuju kondensor dikondensasi dan turun ke tangki pengumpul distilat. Pada sistem dimana kondisi vakum dioperasikan oleh pompa vakum proses akan berlangsung serupa, tetapi titik didih yang di&apai akan lebih rendah dari pada kondisi atmosferik. (elain itu kemungkinan aliran balik (blo-%ba&k) karena pembentukan uap pelarut dan tekanan parsial yang dikandungnya lebih ke&il.

" #erhi%ungan Teore%i!al FFE-Sis%em Tumpa! &Ba%ch' 6inerja suatu evaporator ditentukan oleh beberapa faktor antara lain + .. 6onsumsi uap 1. Ekonomi uap atau ratio penguapan 2. 6adar kepekatan, konsentrasi produk 0. Persentase produk Kntuk tinjauan teknik dan karateristik evaporator yang perlu diperhatikan adalah + .. 1. 2. ;era&a massa dan nera&a panas 6oefisien perpindahan panas, dan Efisiensi Pada dasarnya evaporator adalah alat dimana pertukaran panas terjadi. "aju perpindahan panas dinyatakan dalam persamaan umum +

( ) * " A " +T )imana K B 6oefisien seluruh perpindahan panas dalam sistem

Kntuk sistem tumpak tunggal, kalor laten kondensasi uap sebagai medium pemanas, merambat melalui permukaan pemanasan untuk menguapkan pelarut dan memisahkannya dari larutan yang mendidih. (ehingga kesetimbangan panas terjadi disusun untuk proses kondensasi uap di dalam tabung%tabung penukar panas dan untuk memanaskan lapisan larutan pada dinding luar penukar panas, proses penguapan pelarut dan menaikkan temperatur uap pelarut. (ebenarnya di dalam kolom evaporator juga akan

terjadi kontak antara uapm pelarut pada temperaturnya dengan larutan yang diumpankan dan membasahi dinding sebelah dalam kolom, sehingga terjadi perpindahan panas dan massa serta ada panas yang dipindahkan dari bagian dalam dinding ke bagian luar dinding luar kolom ke lingkungan yaitu berupa panas yang hilang. 6arena proses perpindahan panas dan massa yang terjadi di dalam kolom adalah faktor minor dan dapat diabaikan maka tinggal kehilangan panas ke lingkungan dari sistem yang diamati yang diperhatikan. *aka se&ara umum dapat dituliskan nera&a panas yang terjadi dalam system sebagai berikut +

(si ) (se , (e , (yang diturunkan dari perkiraan bah-a jumlah panas yang diberikan oleh medium pemanas dari penular panas digunakan untuk memanaskan seluruh larutan hingga titik didihnya dan untuk memanaskan sejumlah pelarut dalam bentuk uapnya dan panas total yang hilang ke lingkungan.

Dumlah panas yang diberikan uap dalam hal ini, L adalah seluruh panas yang sudah berada di dalam sistem, yang berbeda atau lebih rendah dari jumlah total panas yang dihasilkan oleh ketel uap sehingga panas yang hilang selama dalam aliran menuju ke sistem diabaikan. *aka jumlah panas yang diberikan ke sistem adalah+ (s% ) Ms% " . s% )imana jumlah massa uap *st adalah sejumlah massa kondensatnya * dan M kalor laten kondensasi pada tekanan uap dalam sistem. *empertimbangkan panas yang hilang dalam proses kondensasi , L " yang tidak dapat diabaikan, maka persamaan yang lebih lengkap adalah+ (s% ) Ms% " . s% - (Pada seksi yang di dalam kolom, panas yang dipan&arkan dari dinding bagian luar penukar panas hasil dari kondensasi uap di atas diambil oleh sistem dengan 1 &ara+ .. Panas pendidihan, Lse dan
st

adalah

1.

Panas penguapan, Le

Lse adalah jumlah panas yang diperlukan oleh sejumlah volume larutan yang berupa selaput tipis (film) yang membasahi dinding%dinding tabung penukar panas sampai titik didihnya. Pada tahap ini panas yang hilang hanya terjadi pada a-al proses dan selanjutnya dikompensasi oleh uap yang terbentuk sehingga kehilangan panas sangat ke&il dan diabaikan. (ehingga persamaan untuk jumlah panas Lse adalah+ (se ) &Md , Mp'"/pair " +T )imana *d dan *p adalah jumlah massa larutan umpan * yang dihasilkan berupa larutan pekat dan larutan pelarutnya dan adalah jenis larutan di dalam evaporator. *aka koefisien perpindahan panas keseluruhan proses dapat dihitung dengan persamaan+ (se ) *se " Ase " + -MTD )imana C# adalah beda temperatur rata%rata logaritmik. ,arga ini bergantung pada besar beda temperatur pada saat pengumpanan dan beda temperatur pada saat evaporasi mulai. Duga tergantung pada system pengaliran yaitu aliran searah atau berla-anan arah. Le adalah panas yang dipindahkan oleh sistem untuk proses penguapan sejumlah pelarut dimana massa uap pelarut dapat diketahui se&ara tidak langsung dari distilat hasil kondensasinya, jadi+ (e ) Me " . e )imana *e massa terevaporasi dianggap sama dengan *d massa destilat, massa uap pelarut yang terkondensasi. Penganggapan ini dilakukan karena dalam proses sebenarnya terjadi kehilangan massa baik pada perjalanan uap tersebut menuju ke kondensator atau pada proses kondensasi itu antara lain adanya bagian uap ataupun bentuk &airnya yang menempel pada dinding%dinding kondensator. 6arena itu nera&a massa harus dibuat untuk menghitung jumlah keseluruhan massa yang hilang *+ Mumpan ) Mp , Md , M-

Pada proses diatas maka koefisien perpindahan panasnya K, dihitung dengan persamaan ( ) *" Ae " +T (ehingga untuk koefisien perpindahan panas total dari evaporator itu dapat diambil harga rata%rata dari Kse dan Ka.

c" De%erminasi 0oe1isien Film Dika pada suatu alat penukar panas diketahui dan diukur se&ara tepat beda seluruh temperatur, luas permukaan pertukaran panas dan jumlah panas yang ditukarkan maka harga koefisisen seluruh perpindahan panas K dapat ditentukan dengan persamaan sederhana, L B K.5.C#. Penentuan harga masing%masing koefisien perpindahan panas suatu film (selaput tipis &airan, lapisan yang sangat tipis yang menempel pada suatu permukaan) akan tetapi, telah dibuktikan tidak mudah di&apai bahkan untuk hal yang paling sederhana. (ehingga pada umumnya dalam meran&ang suatu peralatan didasarkan pada harga praktikal K dari pada suatu seri harga%harga koefisien untuk film%film yang berpengaruh di dalamnya. Kntuk suatu kasus penting dari pada perpindahan atau pertukaran panas dari suatu &airanAfluida ke &airanAfluida yang lain melalui suatu bidang terdiri dari bahan logam penghantar panas, dua metode telah dikembangkan untuk mengukur harga%harga koefisien film. a) Metode Pertama *emerlukan pengetahuan berapa beda temperatur melintas masing%masing film dan oleh karena itu melibatkan pengukuran masing%masing temperatur kedua &airan atau fluida tersebut dan juga permukaan pemisahan pada bahan logam tersebut. Pada sistem penukar panas pipa konsentrik hal ini sulit dilaksanakan karena kesulitan memasang alat pengukur thermo&ouple! ke dalam pipa yang tipis dan untuk menghindari ka-at%ka-at termo&ouple berinterferensi dengan aliran fluida. *eskipun demikian metode ini tetap dipakai khususnya jika memakai alat pemanas listrik.

Perlu diketahui bah-a jika fluks panas sangat tinggi, seperti pada &airan yang mendidih, akan terjadi penurunan temperatur yang &ukup besar melintas dinding pipa sehingga penempatan thermo&ouple sangat berpengaruh dan penting. :leh sebab itu pekerjaan dengan memakai baja tahan karat (stainless stell) dengan konduktivitas panasnya yang sangat ke&il sangat sulit. b) Metode kedua *enggunakan teknik yang diterapkan oleh 3ilson yang diperkenalkannya di dalam jurnal Am.Soc.Mech.Eng. nomor edisi 37 tahun 1 1! dalam dasar rasional peran&angan alat penukar panas. *isalkan uap panas yang akan dikondensasi pada bagian luar suatu pipa dimana air pendingin dialirkan pada ke&epatan yang berbeda% beda; sehingga hubungan antara koefisien seluruh perpindahan panas dan koefisien perpindahan panas film bagian luar dan dalam dapat dituliskan sebagai persamaan+ 23* ) 23h4 , 54304 , R2 , 23h2 )imana luas permukaan pertukaran panas bagian luar dan dalam dianggap sama untuk pipa yang tipis. Pada aliran turbulen koefisien perpindahan pada sisi air pendingin h2 B N.u
4,O

Ri adalah konstanta resistansi, dan ho adalah koefisien kondensat yang tidak tergantung pada ke&epatan air. (ehingga persamaaan di atas dapat disederhanakan menjadi+ 23* ) &!ons%an' , 236"u
789

*aka persamaan ini dapat diselesaikan se&ara grafik dan jika ditarik suatu kurva 23* mela-an 23u789 akan didapatkan suatu garis lurus dengan gradien 23a dan titik perpotongan pada sumbu tegaknya adalah harga konstanta, a adalah harga koefisien film h untuk unit ke&epatan air. Kntuk pipa bersih harga R harus sehingga harga ho dapat dihitung dari harga konstanta. )engan teknik ini Fhodes dan <ounger telah mendapatkan harga ho untuk kondensasi beberapa uap organik. Pratt juga telah menetapkan harga koefisien film bagian dalam hi untuk pipa penukar panas dengan koil pemanas dan koefisien untuk annulus oleh 'oulson dan *atha. Dika harga%harga dari hasil tersebut diulangi terus%menerus, harga R, dapat ditentukan dengan metode ini.

9eberapa harga resistansi thermal dan koefisien perpindahan panas individual dan seluruh untuk baja tahan karat (stainless steel) dan beberapa jenis fluida ditabelkan seperti pada tabel . Ta el 2 : Resis%ansi Thermal #ipa-#ipa #enu!ar #anas Ba:a Tahan 0ara% ;auge &B<;' .O .8 .0 .1 &mm' .O .8 .0 .1 .,10 .,87 1..4 1.PP Te al &in' 4.40/ 4.487 4.4O2 4..4/ 54304 &1%=h oF 3B%u' 4.4440P 4.44481 4.444O4 4.44.44 54304 &m=030<' 4,4O2 4,.4/ 4..0. 4..P8

DAFTAR #*STA0A Petunjuk Praktikum Pilot Plant. Durusan #eknik 6imia Politeknik ;egeri Kjung Pandang. *&. 'abe. 3. ", terjemahan E. Dasifi, *s&. Operasi Teknik Kimia, Dilid 1. ./O/, Erlangga. http+AA---.s&ribd.&omAdo&A///844/7AFalling%Film%Evaporator http+AA---.angelfire.&omAak7Apro&essI&ontrolAevaporator.html http+AAputih%&hemist.blogspot.&omA14.1A.4Alaporan%praktikum%evaporasi.html http+AA---.slideshare.netAgayuhkinanthiAevaporator%just%a%simple%eQplanation%lets%s