Anda di halaman 1dari 4

Menyingkap Rahasia Keistimewaan Al-Qur'an

created by Ahmad Sutisna

Alhamdulillahiladzi Andzala al Qur'ana huda lilmuttaqin Wasshalatu Wassalamu 'ala syaidina muhammadin asropil anbiya'i Wa'ala alihi Washahbihi Ajma'in.....amaba'd.. Alhamdulillah di malam yang penuh berkah ini, denga khusyuk dan tawadhu kita duduk tafakur dan tasyakur, mengucap untaian kata fuji melalui kalaimat hamdalah, yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam. Sebagai wujud rasa terimakasih kita kepada Allah atas segala nikmat dan rahmatnya. Berkat nikmat dan rahmat-Nya pula, kita dapat berkumpul di tempat ini, bertatap wajah bersilaturrahmi menjalin ukhuwah islamiyah dalam acara nuzulul Qur'an. Semoga setiap langkah kita, menadpat nilai ibadah di sisi Allah dan semoga malam ini malam lailatul Qodar. Amiiin Hadirin hadirat yang di mulyakan Allah.... Kalau kita mau menyingkap rahasia keistimewaan A- Qur'an, maka alangkah banyaknya dan takan terhitung jumlahnya. Diantaranya Al- Qur'an adalah kitab yang lengkap dan sempurna, Aktual dan Universal menyeluruh untuk semua lapisan masyarakat, orang Arab atau non Arab, miskin atau kaya, bodoh atau pintar, jelek atau cakep. Lengkap untuk segala kebutuhan hidup, baik hidup berkeluarga, bermasyarakat maupun bernegara. Dan tetap berlaku sepanjang zaman, dari zaman kuno/zaman kino sampai zaman canggih dan modern. Maka pantas kalau Al-Qur'an dijadikan sebagai way of life, peraturan dan pedoman hidup buat manusia sebagaimana firman Allah : "Hai manusia telah datang kepadamu dari Tuhanmu, obat bagi penyakit di dalam dada, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang mukmin" (Q.S. Yunus 57) Menurut DR. Muhammad Ali Ash Shabuni dalam kitab Shafwatut Tafsir. Ayat tersebut diawali "Ya Ayuhannas" artinya ayat ini di tujukan untuk seluruh manusia yang tidak di batasi oleh status sosial, warna kulit, suku bangsa, dan agama. Hadirin, Bapak, Ibu dan Adik yang saya mulyakan Dalam ayat tadi terkandung empat keistimewaan al qur'an : Pertama sebagai mau'idhah yaitu pelajaran dari Tuhan yang maha pengajar. hal ini juga di katakan oleh iman Al Ghazali dalam kitab Jawahir Al-Qur'an bahwa seluruh cabang ilmu yang dahulu atau yang akan datang, yang telah di ketahui atau yang

belum, semuanya bersumber dari Al Qur'an, baik ajaran tentang politik, ekonomi, sosial, hukum, teknologi, theologi, dan Antropologi. Kedua , sebagai Syifa, obat bagi penyakit yang ada di dalam dada, atau penyakit batin seperti dengki, frustasi, rendah diri, resah, susah dan gelisah, semua penyakit itu tak ada obatnya kecuali dengan terapi atau resep al qur'an. Di saat hati lagi frustasi, ditinggal kekasih, jiwa putus asa karena putus cinta, makan tak enak tidur tak nyenyak, nafas sesak, duniapun rasanya kiamat, Al-qur'an tampil dengan respepnya : "Janganlah berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tak ada yang putus asa dari rahmat allah keculai orang-orang kafir." (Q.S.Yusup 87) Di kala hati sedang resah dan gelisah, pikiran tak tenang, perasaan bimbang, maunya terjun ke jurang atau bunuh diri pakai tambang. Al-Qur'anpun datang menghadang. "Ingatlah dengan berdzikir hati akan tenang dan tentram" Hadirin Rahimakumullah... ketiga sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia agar selamat di akhirat dan bahagia di dunia. Al Qur'an is the only thing that can lead man to happyness. Al-Qur'an adalah satu-satunya petunjuk yang menghantarkan manusia menuju kehidupan nan bahagia, demikian kata napoleon bonaparte, seorang orientalis dari Perancis. Dikatakan dalam Al Qur'an "Sesungguhnya Al Qur'an ini memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dengan membawa kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa mereka akan mendapatkan pahala yang besar." (Q.S.Al-Isra 9) Keempat , sebagai rahmat bagi orang yang beriman, hal ini terbukti bahwa Al Qur'an mampu mengangkat harkat martabat umat Islam sehingga menjadi umat yang terbaik dibanding umat yang lain, seandainya Al Qur'an benar-benar di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi kalau sebaliknya, Al Qur'an hanya dijadikan hiasan dinding di almari saja, Al Qur'an hanya dilombakan dalamMTQ saja, Al Qur'an hanya di tulis dalam kaligrapi saja, Al Qur'an dijadikan modal untuk mencari rezeki, supaya bisa naik haji, maka tak mustahil akan terbukti ramalan Rasulallah dalam hadisnya : "Akan datang suatu masa, dimana tak ada yang tersisa dalam islam kecuali hanya namanya saja, dan tak tersisa dari Al Qur'an kecuali tulisannyasaja"

Oleh karena itu hadirin, mari kita kembali kepad Al Qur'an. Kita pelajari, Kita baca, kita pahami, dan kita amalkan isi kandungannya. Sungguh Al Qur'an begitu mulia dan agung, untaian kalimatnya yang begitu indah, susunan katanya yang begitu rpih, gaya bahasanya yang begitu menakjubkan, tak pernah rapuh dimakan waktu, tak pernah punah di telan masa, dan tak pernah hil;ang di telan zaman. Al-Qur'an selalu cocok untuk dibaca kapan saja, dimana saja, dan dalam situasi bagaimanapun juga, pagi, siang, sore, malam, baca Al Qur'an enak rasanya. Di sekolah, dirumah, mushalah, baca Al Qur'an, indah kedengarannya. Lagi sedih, lagi gembira, lagi bingung, lagi senang, baca Al Qur'an, nikmat sekali. Demikian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf dan terima kasih atas perhatiannya.

Hari ini 17 Ramadhan yang dianggap sebagai hari diturunkannya Al Quran, Nuzulu lQur^an. Judul di atas ditutup dengan tanda tanya, yang tentu bermakna: Benarkah Al Qur^an itu diturunkan Allah pada 17 Ramadhan? Bahwa Al Qur^an diturunkan dalam bulan Ramadhan itu benar, sebab hal itu dibenarkan oleh S. Al Baqarah, ayat 185: Syahru Ramadhaana lladziy unzila fiyhi lQur^an .... artinya: Bulan Ramadhan yaitu diturunkan di dalamnya Al Qur^an ... Sekarang mengenai tanggal. Ini tidak disebutkan secara langsung dalam Al Qur^an, melainkan berupa isyarat, yaitu dalam S. Al Qadar ayat 1: Innaa anzalnaahu fiy laylati lqadri, artinya: Sesungguhnya Kami turunkan dia pada Malam Qadar. Isyarat Al Qur^an itu diperjelas oleh sabda Rasulullah SAW: taharraw laylata lqadri fi l'asyri l.awaakhir min ramadhaan, artinya: Carilah olehmu Malam Qadar pada sepuluh malam terakhir dalam bulan Ramadhan WaLlahu a'lamu bishshawab.