Anda di halaman 1dari 6

Tafsir ibn Katsir

Setiap hamba akan bertanggung jawab atas apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka? Allah menyatakan bahwa, Ia menguasai kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada padanya yang ada di antara keduanya. Bahwa, Ia sebaik-baik pengawas atas mereka. Tiada yang samar bagi-Nya semua hal yang tampak dan yang tersembunyi serta yang tersimpan didalam hati. Allah juga menyatakan bahwa, Ia akan meminta hamba-Nya bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka. Dalam ayat lain, Allah berfirman: ....(3:29) ....(2:284) Ada banyak ayat lain tentang hal ini. dalam ayat ini (2:284), Allah menyatakan bahwa, Ia memiliki pengetahuan tentang apa yang tersembunyi dalam hati, dan akibatnya, Ia akan meminta makhluknya untuk bertanggung jawab atas apa yang ada di hati mereka. Karena itulah ayat ini diturunkan, para sahabat merasa keberatan dan takut terhadap apa yang disebutkan oleh ayat ini, mereka takut dengan adanya perhitungan tersebut akan mengurangi amal baik mereka. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata, Ketika ayat ini turun (2:284) diwahyukan kepada Rasulullah Saw, hal ini terasa berat oleh para sahabat. para sahabat datang ke Rasul dan berlutut lalu berkata, 'Wahai Rasulullah! kami telah dibebani oleh amalamal yang memberatkan kami: shalat, puasa, jihad dan sedeah. Namun, ayat ini diwahyukan kepadamu, dan kita tidak bisa menanggungnya. Rasulullah saw bersabda: Apakah kalian hendak mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh para ahlul kitab sebelum kalian, yaitu: kami mendengarkan dan kami durhaka? Tidak, melainkan kalian harus mengatakan, Kami mendengar dan kami taat, kami mengharapkan ampunanmu, Wahai Tuhan kami, dan hanya kepadaMulah kami kembali. Ketika orang-orang menerima pernyataan ini dan lidah mereka membacakannya, Allah menurunkan sesudahnya, 2:285 Ketika mereka melakukan itu, Allah menghapus (menaskh) ayat (2:284) dan diturunkan ayat ini, 2:286 Imam Muslim meriwayatkan dengan redaksi, "ketika mereka melakukan itu, Allah menghapus (menaskh) itu (2:284) dan diturunkan, 2:286

Allah berfirman, Aku akan (mengabulkan permintaan (permohonan) mu). 2:286 Allah berfirman, Aku akan (mengabulkan permintaanmu), 2:286 Allah berfirman, Aku akan (mengabulkan permintaanmu), 2:286 Allah berfirman, Aku akan. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Mujahid berkata, "Aku melihat ibnu Abbas dan berkata kepadanya, wahai abu Abbas! saya bersama ibn Umar, dan dia membaca ayat ini dan menangis. ia bertanya, ayat mana? saya katakan, Dan apakah Anda mengungkapkan apa yang ada dalam dirimu sendiri (hatimu) atau menyembunyikannya. Ibnu Abbas berkata, "Ketika ayat ini diturunkan, itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah dan mereka sangat khawatir. Mereka berkata" Ya Rasulullah! kita tahu bahwa kita akan dihukum sesuai dengan pernyataan dan tindakan kita, tetapi apa yang terjadi di dalam hati kita, kita tidak bisa mengontrol apa yang ada di dalamnya. Rasulullah Saw bersabda, Katakan, Kami mendengar dan kami taat. Mereka berkata, Kami mendengar dan kami taat. Selanjutnya, ayat ini dihapus (dinaskh) ayah sebelumnya, Rasulullah percaya dengan apa-apa yang telah diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan (begitu juga) orang-orang beriman. Masing-masing percaya kepada Allah, sampai. Allah tidak membebani seseorang diluar jangkauan nya. Dia mendapat imbalan untuk perbuatan (baik) yang ia telah usahakan, dan ia dihukum untuk itu (kejahatan) yang dikerjakannya. Oleh karena itu, mereka diampuni apa yang terjadi dalam hati mereka, dan bertanggung jawab hanya untuk tindakan mereka. Para perawi meriwayatkan bahwa Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda: Allah telah memaafkan umatku atas apa yang mereka katakan kepada diri mereka sendiri, selama mereka tidak mengucapkannya atau bertindak. Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda,

Allah berfirman (kepada para malaikat-Nya), "jika hamba-Ku berniat untuk melakukan suatu perbuatan jahat, jangan catat seperti itu baginya, dan jika ia melakukan hal itu, catat untuk dia sebagai salah satu perbuatan jahat. Jika ia bermaksud untuk melakukan perbuatan baik, tetapi tidak melakukan itu, kemudian catat untuknya sebagai salah satu perbuatan baik, dan jika ia melakukan hal itu, catat untuk dia sebagai sepuluh perbuatan baik". 2:285-286 Hadist-hadist yang menjelaskan keutamaan (fadhilah) dua ayat tersebut, semoga Allah memberi manfaat bagi kita dengan ayat tersebut. Al-Bukhari meriwayatkan bahwa, Abu Mas'ud mengatakan bahwa, Rasulullah bersabda: Barangsiapa yang melafalkan dua ayat terakhir surat Al Baqarah di malam hari, mereka akan cukup baginya. Kutubu as sittah meriwayatkan redaksi yang sama untuk hadist ini. Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadist ini menggunakan sannad dengan berbagai redaksi, dan Imam Ahmad juga meriwayatkannya. Muslim meriwayatkan bahwa Abdullah berkata, "ketika Rasulullah melanjutkan perjalanan Isra, ia naik ke sidratil al Muntaha di langit ke-enam, di mana apapun yang naik dari bumi berakhir padanya, dan apa pun yang turun dari atas itu berakhir padanya. 53:16 Rasulullah kemudian diberi tiga hal: shalat lima waktu, ayat terakhir di surat al Baqarah dan pengampunan bagi siapa pun yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu dari umatnya. Sebelumnya kami menyebutkan hadits mengenai keutamaan surat al Fatihah dari ibn Abbas yang menyatakan, "ketika Rasulullah bersama Jibril, ia mendengar suara dari atas. Jibril mengangkat pandangan ke langit dan berkata, ini adalah pintu yang baru saja dibuka di surga, dan itu tidak pernah dibuka sebelumnya. Seorang malaikat turun melalui pintu itu kepada Nabi dan berkata, 'terimalah kabar baik dari dua cahaya yang telah diberikan dan yang tidak pernah diberikan kepada Nabi sebelummu: surat pembuka kitab (al Fatihah) dan ayat terakhir di surah al Baqarah. Engkau tidak akan membaca satu huruf pun dari ayat itu, tetapi kamu akan diberikan manfaatnya. "hadist ini ditulis oleh Muslim dan Nasa'i, dan redaksi hadist ini ditulis oleh Nasa'i.

Tafsir dari dua ayat terakhir dari surat al Baqarah Allah berfirman: 2:285 Oleh karena itu, setiap muslim percaya bahwa Allah SWT Maha Esa dan hanya satu-satunya pemberi rizki, tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Dia. Orang-orang beriman juga

percaya pada seluruh Nabiullah dan para Rasulullah, dalam kitab-kitab yang diturunkan dari langit untuk para Rasul dan Nabi, yang memang meraka adalah hamba Allah. Lebih lanjut, orang-orang beriman tidak membedakan antara salah satu Nabi, seperti percaya hanya beberapa dari mereka saja dan menolak lainnya. Selanjutnya, semua Nabi dan Rasulullah beriman, jujur, benar, dan mereka masing-masing memandu ke jalan kebenaran, bahkan ketika beberapa dari mereka membawa syariat yang menaskh beberapa syariat Nabi lainnya dengan izin Allah. Akhirnya, syariat Nabi Muhammad, sebagai Nabi terakhir dan utusan dari Allah, menghapus semua syariat para Nabi sebelumnya. Jadi, hari akhir tidak akan terjadi kecuali ketika syariat Nabi Muhammad berlaku, dan semua umatnya akan selalu 'berada di jalan kebenaran, jelas dan mendominasi. Allah berfirman, Dan mereka berkata,kami mendengar dan kami taat. Artinya, kami mendengan pernyataan-Mu, wahai Tuhan kami, kami memahami, melaksanakan, dan mematuhi maksudnya. (Kami mengharap) Ampunan-Mu,Tuhan kami terdiri dari permohonan dan pengampunan Allah, rahmat, dan kebaikan. Allah berfirman: Allah tidak membebani seseorang di luar jangkauannya. Artinya, Allah tidak meminta jiwa (hamba) apa yang di luar kemampuannya. ini menunjukkan kebaikan Allah, kasih sayang dan kemurahan hati terhadap ciptaan-Nya. ayat ini merupakan ayat yang menaskh ayat yang membuat khawatir para sahabat, Allah bersabda, "Dan apabila kamu mengungkapkan apa yang ada dalam dirimu sendiri atau menyembunyikannya, niscaya Allah akan mememinta pertanggungjawabanmu" Ini menunjukkan bahwa meskipun Allah akan mempertanyakan hamba-Nya dan menghakimi mereka, Dia hanya akan menghukum atas apa yang mampu dilindungi oleh hamba itu. Adapun apa yang tidak bisa melindungi dirinya, seperti apa yang dikatakan oleh dirinya sendiri -atau lewat pikiran- mereka tidak akan dihukum untuk itu. kita harus menyatakan di sini bahwa, tidak menuruti pikiran jahat yang terlintas pada pikiran kita adalah bagian dari iman. Selanjutnya Allah berfirman, Mereka mendapat balasan atas apa yang telah mereka usahakan dalam hal kebaikan, Dan mereka mendapatkan hukuman atas apa yang telah mereka lakukan dalam hal keburukan, suatu tindakan menjadi tanggung jawab. Lalu Allah berfirman, [menyebutkan apa yang dikatakan orang-orang beriman] seraya menyeru hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya, sambil menjanjikan kepada mereka bahwa Ia akan mengabulkan setiap doa mereka. ya Tuhan kami! Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah Artinya, jika kita lupa akan kewajiban atau jatuh ke larangan, atau membuat kesalahan saat tahu mengenai hukuman atas dosa itu. "kami sebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh

Abu Hurairah, bahwa Muslim meriwayatka, dimana Allah berfirman," Aku akan (menerima permohonan anda) ". ada juga hadist oleh Ibn Abbas bahwa Allah berfirman," Aku telah (menerima permohonan Anda). ya Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami(yahudi dan nasrani) Artinya, bahkan jika kita mampu untuk melakukan itu, jangan bebani kami untuk melakukan perbuatan sulit, seperti yang Engkau bebankan kepada umat sebelum kami, seperti beban yang ditempatkan pada mereka. Engkau mengutus Nabi Muhammad, Nabi rahmatan lil alamin, sebagai penghapus beban ini melalui syariat yang Engkau wahyukan kepadanya. Hanifi (Tauhid), agama yang mudah. Imam Muslim meriwayatkan bahwa Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda bahwa Allah berfirman. , "aku akan (menerima permohonan anda). Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda bahwa Allah berfirman, "Aku telah (menerima permohonan Anda). ada hadist dikutip melalui berbagai sanad bahwa Rasulullah bersabda, saya dikirim dengan ajaran Hanifiyah yang mudah ya Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya Kewajiban, kesulitan, dan penderitaan, jangan membuat kita menanggung apa yang kita tidak bisa menanggung. ya Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya Kami menyebutkan bahwa, Allah berfirman, "Aku akan (menerima permohonan Anda)" dalam satu redaksi, dan, "saya telah (menerima permohonan Anda)" dalam riwayat lain. Beri maaflah kami. Artinya, diantara kami dan Engkau mengenai apa yang Engkau ketahui tentang kekurangan dan kesalahan. Ampunilah kami. Mengenai tentang apa yang ada di antara kami dan hamba-hambamu. jadi jangan menyingkap kesalahan dan perbuatan jahat kepada mereka. Dan rahmatilah kami. Dalam apa yang akan datang setelahnya. Oleh karena itu, tidak memungkinkan kita untuk jatuh ke dalam kesalahan lain. mereka mengatakan bahwa mereka yang melakukan kesalahan memerlukan tiga hal: pengampunan Allah atas dosa antara Dia dan hambanya, bahwa ia menyembunyikan kesalahan-kesalahan itu dari hamba-hamba-Nya yang lain, dan dengan demikian tidak menyingkap kesalahan mereka kepada hamba-hamba yang lain, dan bahwa Dia memberikan mereka kekebalan dari kesalahan lebih lanjut. "Kami disebutkan sebelumnya bahwa Allah menjawab permohonan tersebut," saya akan, "dalam satu redaksi dan," saya telah kabulkan, "dalam riwayat lain.

Engkaulah Mawla kami. Artinya, Engkau adalah pendukung dan penolong, kami percaya kepada-Mu. Kepada-Mulah kami mecari seritap jenis pertolongan, dan kami menggantungkan penuh pada-Mu. tidak ada kekuasaan atau kekuatan kecuali dari Engkau. Maka tolonglah kami dari kaum yang kafir Orang-orang yang menolak agama Mu, membantah ke-Esaan-Mu, menolak pesan Nabi-Mu, menyembah selain-Mu dan menyekutukan-Mu dalam beribadah kepada-Mu. Berilah kami kemenangan dan buatlah kami menang atas mereka di dunia dan akhirat. Allah berfirman, "Aku akan" dalam satu redaksi, dan "Saya telah lakukan" dalam Haidst yang diriwayatkan Muslim dari ibn Abbas. Lebih lanjut, Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa abu Ishaq mengatakan bahwa setiap kali Mu'adz akan selesai membaca surah ini. Maka tolonglahkami terhadap kaum yang kafir, ia akan mengatakan Amin.