Anda di halaman 1dari 5

pH Nama ph berasal dari potential of hydrogen atau power of hydrogen Menunjukkan konsentrasi H+ dalam air pH air standar untuk

ntuk keperluan minum 6,5 - 8,5 pH dalam air dipengaruhi oleh : Banyaknya mineral/zat terlarut CO2 terlarut Aktivitas bakteri Turbulensi air Limbah buangan aktivitas manusia Pengaruh pH 1. Terlalu asam/basa korosi (melarutkan logam) 2. Banyak biota air yang mati pada pH<5 dan >9) Prinsip Kerja pH dari suatu sampel air dapat ditentukan dari konsentrasi ion H+ sampel tersebut yang diukur oleh elektroda pembanding yang terdapat pada alat pH meter.

Langkah Kerja a. Kalibrasi Alat Siapkan larutan standar buffer pH 4, 7 dan 10. Nyalakan alat pH meter, diamkan selama 15 menit. Bilas sel elektroda dengan aqua DM, lalu keringkan dengan tissue. Masukan sel elektroda ke dalam larutan buffer pH 7, kemudian tekan tombol CAL untuk melakukan kalibrasi, lalu tekan tombol read. Lakukan pengerjaan yang sama untuk buffer pH 4 dan 10. Keluarkan sel elektroda, bilas dengan aqua DM, lalu rendam dalam aqua DM.

b. Pengukuran pH Sampel Bilas sel elektroda dengan aqua DM, keringkan dengan tissue. Ambil 50 mLsampel air, masukan ke dalam gelas kimia 100 mL. Masukan sel elektroda ke dalam sampel, kemudian tekan tombol read. Catat pH dan suhu yang terbaca. Keluarkan sel elektroda, lalu bilas dengan aqua DM, dan rendam dalam aqua DM.

pHmeter

Daya Hantar Listrik (DHL) Adalah kemampuan air untuk menghantarkan arus listrik DHL ini dipengaruhi oleh : Konsentrasi zat yang terionisasi dalam air Jenis ion Valensi ion CO2 terlarut Temperatur/suhu

Prinsip kerja Pengukuran DHL didasarkan pada kemampuan kation dan anion untuk menghantarkan arus listrik yang dialirkan ke dalam air. Energi yang dihasilkan dapat dibaca langsung pada alat dengan satuan yang sesuai. Langkah Kerja Kalibrasi Alat Nyalakan alat konduktometer, diamkan selama 15 menit. Bilas sel konduktometer dengan aqua DM, lalu keringkan dengan tissue. Tekan tombol cal untuk melakukan kalibrasi, kemudian celupkan sel konduktometer ke dalam larutan standar konduktivitas KCl 0,01 N (1413 S/cm) dan tekan tombol read. Keluarkan sel konduktometer, lalu bilas dengan aqua DM, dan keringkan dengan tissue.

Pengukuran DHL Sampel Ambil 50 mLsampel air, masukan ke dalam gelas kimia 100 mL. Masukan sel konduktometer ke dalam sampel, tekan tombol cond kemudian tekan tombol read. Catat hantaran jenis (DHL) yang terbaca. Keluarkan sel konduktometer, lalu bilas dengan aqua DM, dan keringkan dengan tissue. Alat Pengukur DHL

Kekeruhan/Turbiditas Kekeruhan menggambarkan sifat optik air yang ditentukan berdasarkan banyaknya cahaya yang diserap dan dipancarkan oleh bahan-bahan yang terdapat di dalam air. Kekeruhan disebabkan adanya bahan organik dan anorganik yang tersuspensi dan terlarut (misalnya lumpur dan pasir halus), maupun bahan anorganik dan organik yang berupa plankton dan mikroorganisne lain (APHA, 1976; Davis dan Cornwell, 1991dalam Effendi 2003). Zat anorganik yang menyebabkan kekeruhan dapat berasal dari pelapukan batuan dan logam, sedangkan zat organik berasal dari lapukan hewan dan tumbuhan. Bakteri dapat dikategorikan sebagai materi organik tersuspensi yang menambah kekeruhan air. Kekeruhan dalam air diakibatkan oleh : Zat-zat yang tersuspensi dalam air (bentuk koloid sampai bentuk lumpur kasar) berupa senyawa organik atau pun anorganik (misal : Fe2O3, MnO2) Tinggi rendahnya kekeruhan (yang nampak) dipengaruhi oleh turbulensi dalam air Penentuan Kekeruhan dalam air : Ada 3 metode pengukuran yang dapat digunakan : 1. Metode Nefelometri (unit kekeruhan NTU) 2. Metode Hellige Turbidimetri (unit kekeruhan SiO2) 3. Metode Visual (unit kekeruhan Jackson)

Jika kekeruhan disebabkan oleh lumpur kasar Penyaringan Jika kekeruhan disebabkan oleh lumpur halus (partikel koloid) pengolahan dengan menambahkan bahan kimia Koagulan dan atau flokulan. Contoh bahan kimia untuk

pengolahan : Koagulan (Tawas Al/Fe, Al2(SO4)3, PAC) Flokulan (KPE dan APE) Prinsip Kerja Pengukuran kekeruhan (turbiditas) didasarkan pada pengukuran intensitas cahaya yang dihamburkan oleh zat-zat tersuspensi dalam air dengan melewatkan sejumlah cahaya ke dalam air dengan ketebalan tertentu. Banyaknya sinar yang dihamburkan oleh partikelpartikel tersuspensi di ukur dan dinyatakan sebagai kekeruhan dalam air. Semakin tinggi kekeruhan, semakin banyak sinar yang dihamburkan

Langkah Kerja a. Kalibrasi Alat Masukan standar kalibrasi pertama (cal 1/800 NTU) ke dalam alat turbidimeter.

Nyalakan turbidimeter dengan menekan tombol ON/OFF. Tekan tombol CAL, tunggu sampai display menampilkan angka 800 NTU. Tekan tombol READ, tunggu sampai display menampilkan angka 800 NTU. Ulangi proses tersebut untuk standar 100 NTU, 20 NTU, dan 0,02 NTU.

b. Pengukuran Kekeruhan Sampel Bilas tabung turbidimeter dengan sampel air yang akan diukur. Masukan sampel air ke dalam tabung turbidimeter sampai tanda tera. Bersihkan bagian luar tabung dengan tissue. Masukan tabung ke dalam turbidimeter, lalu tekan tombol READ. Matikan alat turbidimeter dengan menekan power ke posisi off.

Alat Turbidimeter