Anda di halaman 1dari 25

Unsur adalah zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan

reaksi kimia biasa. Penulisan lambang unsur mengikuti aturan sebagai berikut: 1. Lambang unsur diambil dari singkatan nama unsur. Beberapa lambang unsur berasal dari bahasa Latin atau Yunani nama unsur tersebut. Misalnya Fe dari kata ferrum (bahasa latin) sebagai lambang unsur besi. 2. Lambang unsur ditulis dengan satu huruf kapital. 3. Untuk Unsur yang dilambangkan dengan lebih dengan satu huruf, huruf pertama lambang ditulis dengan huruf kapital dan huruf kedua/ketiga ditulis dengan huruf kecil. 4. Unsur-unsur yang memiliki nama dengan huruf pertama sama maka huruf pertama lambang unsur diambil dari huruf pertama nama unsur dan huruf kedua diambil dari huruf lain yang terdapat pada nama unsur tersebut. Misalnya, Ra untuk radium dan Rn untuk radon. Pada suhu kamar (25 C) unsur dapat berwujud Padat, Cair,dan Gas, secara umum unsur terbagi menjadi dua kelompok yaitu:

Unsur Logam: umumnya unsur logam diberi nama akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi, mengilap, dapat dibengkokan , dan dapt menghantarkan panas atau arus listrik. Unsur Non Logam: umumnya memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap,kadangkadang rapuh tak dapat dibengkokkan dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik.

Senyawa adalah zat yang terbentuk dari penggabungan unsur-unsur dengan pembagian tertentu. Senyawa dihasilkan dari reaksi kimia antara dua unsur atau lebih melalui reaksi pembentukan. Misalnya, karat besi (hematit) berupa Fe2O3 dihasilkan oleh reaksi besi (Fe) dengan oksigen (O). Senyawa dapat diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi penguraian. Senyawa mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Senyawa hanya dapt diuraikan menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia. Pada kondisi yang sama, senyawa dapat memiliki wujud berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Sifat fisika dan kimia senyawa berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya. Misalnya reaksi antara gas hidrogen dan gas oksigen membentuk senyawa air yang berwujud cair. Campuran adalah gabungan dari dua zat atau lebih yang hasil penggabungan nya masih mempunyai sifat yang sama dengan zat aslinya. Misalnya, campuran antara air dan gula menghasilkan cairan yang berasa manis. Campuran dapat berupa gabungan unsur, senyawa, atau keduanya. Campuran Homogen memiliki komposisi maupun wujud yang seragam. Misalnya air gula dan santan. Sebaliknya campuran heterogen memiliki komposisi yang tidak seragam. Misalnya, campuran antara air dan pasir. Campuran dapat dipisahikan menjadi zat-zat penyusun berdasarkan perbedaan sifat zat-zat penyusunnya, misalnya dengan penyaringan. Penulisan unsur dipermudah dengan adanya lambang unsur. Bagaimana mempermudah penulisan susunan senyawa? Caranya dengan menggunakan rumus kimia, yaitu gabungan lambang unsur sesuai unsur yang menyusun senyawa. Misalnya, lambang unsur natrium

adalah Na dan lambang unsur klorin adalah Cl. Jika natrium direaksikan dengan klorin akan menghasilkan senyawa natrium klorida dengan rumus kimia NaCl. Nama umum NaCl ialah garam dapur

Pengertian unsur, senyawa, dan campuran dalam kimia


Setiap dalam suatu unsur pasti akan diberi lambang sesuai dengan aturan penulisan dalam internasional. Berikut ini adalah aturan penulisan dalam suatu unsur. a. Untuk lambang unsur yang hanya terdiri atas satu huruf, penulisannya itu menggunakan huruf kapital. Contoh seperti :

Karbon dinotasikan C. Unsur Hidrogen dinotasikan H. Unsur Oksigen dinotasikan 0.

b. Untuk lambang unsur yang terdiri dari dua huruf, penulisan huruf pertama menggunakan huruf kapital dan huruf kedua dengan mengunakan huruf kecil. Contohnya seperti :

Unsur Natrium dinotasikan Na. Unsur Kalsium dinotasikan Ca.

Berikut ini lambang unsur logam dan nonlogam Unsur Logam Nama Unsur Lambang Aluminium Al Antimon Sb Barium Ba Besi Fe Bismut Bi Emas Au Kalium K Kalsium Ca Kobalt Co Kromium Cr Mangan Mn Magnesium Mg Natrium Na Nikel Ni Perak Ag Raksa Hg Seng Zn Tembaga Cu Timah Sn Timbal Pb Unsur Nonlogam i Nama Unsur Lambang Argon Ar Arsen As Belerang S Boron B Bromin Br Flourin F Fosforus P Helium He Hidrogen H lodin 1 Karbon C Klorin CI Neon Ne Nitrogen N Oksigen 0 Silikon Si Kripton Kr Xenon X Selenium Se Radon Rn

Tabel periodik unsur

Untuk dapat dengan mudah mempelajari serta mengamati suatu unsur, dibuatlah sebuah table yang dinamakan tabel periodik unsur. Tabel periodik unsur ini ialah suatu tabel yang menggambarkan tentang unsur-unsur yang ada dalam kimia yang dibuat dalam bentuk tabel. Unsur tersebut diatur berdasarkan struktur elektronnya yang bersifat kimia unsur tersebut berubah-ubah secara beraturan di sepanjang tabel. Setiap unsur itu didaftarkan berdasarkan nomor atom serta lambang unsurnya. Dalam tabel periodik unsur, unsur dikelompokkan ke dalam golongan dan periode berdasarkan kesamaan sifat. Golongan dalam tabel periodik disusun secara vertikal (dari atas ke bawah), sedangkan periode unsur disusun secara horizontal (dari kiri ke kanan). Definisi Senyawa Definisi dari Senyawa itu ialah suatu gabungan yang terdiri dari dua unsur atau lebih yang bergabung secara kimia dengan perbandingan tertentu dalam setiap molekulnya. Senyawa itu dapat dituliskan dalam rumus kimia. Rumus kimia dari suatu senyawa dapat berupa rumus molekul dan rumus empiris. Ada yang tau nggak rumus molekul dan rumus empires itu pa ??? Kalua Rumus molekul itu adalah suatu molekul yang ada dalam rumus kimia yang menyatakan suatu jenis serta jumlah atom yang dapat menyusun zat. Sedangkan Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan suatu perbandingan terkecil atau jumlah dari atom-atom pembentuk senyawa. Contohnya seperti n-heksana memiliki rumus yang molekulnya terdiri dari CH3CH2CH2CH2CH2CH3, yang menyatakan bahwa senyawa ini pasti punya struktur rantai lurus yang terdri dari masing-masing 6 atom karbon, dan 14 atom hidrogen. Dengan rumus molekul tersebut maka dapat disimpulkan bahwa formula kimia heksana adalah C6H14, sedangkan rumus empirisnya adalah C3H7 yang menunjukkan rasio

C:H sebesar 3 : 7. 1. Sifat-sifat yang ada dalam senyawa senyawa itu ternyata mempunyai sifat-sifat tersendiri, berikut ini adalah sifat-sifat dari senyawa : a. Senyawa itu dapat terbentuk apabila melalui suatu proses dari reaksi kimia b. Komponen penyusun yang ada pada suatu senyawa pasti mempunyai suatu perbandingan tertentu yang sifatnya tentu saja itu tetap. (hukum Proust) c. Senyawa itu nggak bakal bisa dipisahkan dengan komponen penyusunnya kembali dengan melalui reaksi fisika. d. Senyawa itu dapat dikategorikan sebagai senyawa zat tunggal. e. Mempunyai sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan unsur-unsur pembentuknya.perbandingan dua hidrogen dan satu oksigen 2.. Penamaan dalam senyawa a. Senyawa yang terdiri dari unsur logam dan unsur nonlogam Nama dalam suatu unsur logam menjadi nama depan atau boleh dikatakan dengan duluan dan unsur nonlogam menjadi nama belakang. Contoh: Unsur logam unsur nonlogam rumus kimia nama senyawa Magnesium oksigen MgO Magnesium oksida Kalium Brom KBr Kalsium Bromida b. Senyawa yang hanya terdiri dari unsur nonlogamnya saja Senyawa yang terdiri atas dua unsur nonlogam, nama belakangnya pasti akan diberi akhiran/cta. Apabila ada pasangan dalam suatu unsur yang bersenyawa lebih dari satu, maka penamaan senyawa tersebut dibedakan dengan menyebutkan angka indeksnya, yang dinyatakan dalam bahasa yunani sebagai berikut. 1 = mono 6 = heksa 2 = di 7 = hepta 3 = tri 8 = okta 4 = tetra 9 = nona 5 = penta 10 = deka Contoh: CO = Karbon monoksida C02 = Karbon dioksida c. Senyawa yang terdiri atas unsur hidrogen dan nonlogam Terdapat dua aturan dalam pemberian penamaan untuk senyawa yang, tersusun atas unsur hidrogen dan nonlogam, yaitu: 1) Kata hidrogen itu dapat dijadikan nama depan dan nama unsur nonlogam sebagai nama belakang dengan akhiran kata Ida. Contohny seperti HF = Hidrogen fluorida 2) Menggunakan kata asam sebagai nama depan dan nama unsur nonlogam sebagai nama belakang ditambah akhiran ida Contohnya seperti HF = Asam fluorida d. Senyawa yang terdiri atas unsur logam, oksigen, dan unsur hidrogen apabila dalam suatu unsur oksigen merupakan unsur kedua yang diikuti dengan unsur hidrogen maka penamaan senyawa dapat menggunakan suatu nama unsur logam sebagai nama depan. Kata hidroksida yang merupakan gabungan nama unsur hidrogen dan oksigen,

sebagai nama belakangnya. Contoh: NaOH: Natrium hidroksida KOH: Kalium hidroksida C. Campuran Campuran merupakan suatu gabungan yang terjadi atas beberapa zat dengan perbandingannya yang tidak tetap dan tanpa melakukan reaksi kimia. Sifat asli dalam suatu zat pembentuk campuran yaitu ada yang masih dapat dibedakan satu sama lain. Berdasarkan homogenitasnya, campuran itu dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu sebagai berikut. 1. Campuran homogen Campuran homogen ialah campuran yang tediri diantara dua zat atau lebih yang apabila partikel-partikel penyusunnya itu tidak bisa lagi dibedakan. Campuran homogen itu punya suatu bagian-bagian penyusun yang sama. Larutan merupakan campuran yang ada dalam suatu homogen. Oleh karenanya, campuran homogen itu kerap sekali disebut juga dengan larutan. Dalam larutan, zat itu dapat terlarut dan itu disebut dengan solute, sedangkan zat pelarut dinamkan solvent. Berikut ini adalah sifat dari larutan. a. dalam larutan itu Terdiri atas dua zat atau lebih yang setiap partikelnya itu penyusunnya menyebar dan merata di seluruh larutan. b. dalam larutan Ukuran partikel larutan itu kurang dari 10 nm. c. Setiap partikel penyusun larutan menyebar merata di seluruh larutan.

2. Campuran heterogen meruakan Campuran antara dua macam zat atau lebih yang partikelpartikel penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lainnya. Campuran Heterogen itu dapat dibedakan menjadi 2 yaitu sebagi beikut : a. Koloid Partikel-partikel yang ada dalam koloid hanya dapat terlihat dengan menggunakan suatu alat jenis mikroskop yang dinamakan mikroskop ultra. Ukuran partikel yang terdapat dalam larutan kira-kira antara 10 sampai dengan 1000 nm. Partikelnya pun menyebar, tetapi nggak bisa mengendap, serta tidak dapat menghamburkan cahaya. Contohnya seperti susu, asap, kabut, agar-agar, kuningtelur dll. b. Suspensi Obat batuk cair merupakan contoh larutan heterogen (www. flickr.com) Partikel-partikel yang terdapat pada suspensi dapat dilihat hanya dengan mikroskop biasa. Ukuran partikelnya pun lebih besar yaitu kira-kira sampai 1.000 nm. Suspensi nggak bisa ditembus cahaya. Contohnya seperti minyak dengan air, air keruh, dan air kapur.

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi proses kelarutan dalam suatu zat. 1. Suhu Suatu zat akan dapat semakin mudah terlarut dalam zat pelarut apabiila suhunya itu semakin tinggi. Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya suatu partikel-partiklel dalam suatu zat pada suhu yang lebih tinggi dan dapat bergerak lebih cepat sehingga kemungkinan dapat terjadinya suatu tumbukan yang lebih sering dan efektif. Ini membuat zat semakin mudah terlarut. 2. Ukuran zat terlarut . * Secara umum, makin besar luas permukaan pada suatu zat maka pelarutannya pun akan makin lebih cepat. Hal ini dsebabkan karena dengan semakin besar luas permukaan suatu zat, berarti semakin banyak pula partikel yang bertumbukan dan akan mempercepat proses terbentuknya larutan. 3. Volume dalam pelarut Volume pelarut ternyata dapat mempengaruhi proses kelarutanjuga lho??? . Semakin banyak volume pelarut yang digunakan, maka akan makin cepat suatu zat akan melarut. 4. Pengadukan Proses pengadukan dapat mempengaruhi suatu proses dalam kelarutan. Dengan adanya proses dalam pengadukan, pada suatu zat akan semakin lebih cepat terlarutnya dalam suatu pelarut. D. Pemisahan Campuran Berikut adalahcontoh pemisahan pada campuran : Proses industri yang melibatkan proses pemisahan, antara lain pengolahan minyak bumi, pemisahan logam dari mineralnya, penjernihan air, pengolahan limbah industri. Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut. 1. Penyaringan atau lebih dikenal dengan filtrasi Dalam suatu proses Penyaringan dilakukannya berdasarkan perbedaan ukuran partikenyal. Dalam Proses penyaringan menggunakan suatu penyaring contohnyanya seperti kertas saring, sehingga partikel-partikel yang sangat kecil dapat melewati penyaring tersebut. Hasil penyaringan pada partikel-partikel disebut dengan filtrat, sedangkan partikel-partikel yang lebih besar dan tertahan pada kertas saring disebu dengan residu. 2. Penyulingan (destilasi) Penyulingan ialah suatu teknik dalam suatu pemisahan campuran yang terjadi berdasarkan pada perbedaan suatu titik didih yang terdiri dari masing-masing komponen yang ada dalam suatu campuran. Proses pemisahan campuran ini dilakukan dengan caradengan cara penyulingan dilakukan dengan dua cara, yaitu yang pertama adalah dengan cara penguapan pengembunan. Campuran itu mula-mula dipanaskan sampai di atas titik didih zat yang akan dipisahkan. Karena titik didih zat yang akan dipisahkan lebih rendah dari titik didih campuran

maka zat tersebut akan menguap lebih dahulu. Uap yang terbentu: selanjutnya didinginkan sehingga menjadi cairan.

3. Kristalisasi Zat padat itu nggak bakal dapat dipisahkan dari larutan dengan cara disaring. Zat padat dipisahkan dari larutan meialui proses kristalisasi. Kristalisasi dapat terbentuk jika uap dari partikel yang sudah mengalami sublimasi menjadi dingin. Pada kristalisasi, bahan-bahan lain yang tidak diinginkan, tetapi terdapat dalam campuran, akan tetap berwujud cair. 4. Sublimasi Sublimasi merupakan perubahan dari wujud zat padat menjadi gas, atau sebaliknya. Tetpai Untuk dapat dipisahkan melalui metode sublimasi ini zat terlarut harus dapat memiliki perbedaan titik didih yang tinggi sehingga dapat menghasilkan suatu uap dengan tingkat kemurniannya yang tinggi. Zat yang dapat menyublim, antara lain kapur barus, iodium, dan kafein.

5. Kromatografi Kromatografi merupakan suatu tekniik dalam pemisahan suatu campuran dengan cara menguraikan partikel yang berwarna. Dalam campuran tersebut penguraian partikel tersebut berubah menjadi komponen-komponen penyusunnya. Kromatografi biasa digunakan dalam industri makanan yang berguna untuk mengetahui suatu pewarna makanan berbahaya atau tidak bagi kesehatan. 6. Ekstraksi Ekstraksi ialah pemisahan dalam suatu zat dari campurannya dengan cara melarutkan zat tersebut pada pelarut yang sesuai. Ekstraksi biasanya dilakukan pada industri teh botol.

7. Adsorbsi Adsorbsi merupakan penarikan yang dilakukan dengan kuat sehingga zat tersebut dapat menempel pada permukaan absorben atau yang lebih dikenal dengan zat penyerap. Zat yang biasa digunakan sebagai penyerap itu seperti karbon aktif yang gunanya itu mampu menyerap gas, zat warna, dan bahkan mikroorganisme. Adsorbsi ini biasa dilakukan pada industri gula yang bertujuan untuk dapat memutihkan gula yang kotor. 8. Penguapan Penguapan merupakan suatu teknik untuk dapat bisa memisahkan suatu campuran, dengan zat terlarut dalam campuran tersebut adalah zat padat dan pelarutnya adalah zat cair. Penguapan yang terjadi inidapat dilakukan dengan cara memanaskan larutan hingga suhu tertentu. Jika suatu larutan dipanaskan melebihi titik didih pelarutnya maka partikel pelarutanya pun akan semakin menguap, sedangkan padatan yang terlarut akan tertinggal. Unsur, Senyawa dan Campuran dapat kita beda-bedakan dilihat dari sifat kimia dan fisikannya. Kita dapat menemukan unsur dalam keadaan bebas, artinya unsur tersebut tidak bergabung dengan unsur lain membentuk senyawa. Namun demikian, di alam ini lebih banyak ditemukan unsur yang senantiasa mengadakan ikatan dengan unusr lain. Unsur-unsur demikian disebut dengan unsur yang reaktif. Apakah perbedaan antara unsur, senyawa dan campuran tersebut?

PERBEDAAN UNSUR, SENYAWA DAN CAMPURAN


a.Perbedaan Unsur dan Senyawa Unsur merupakan penyusun senyawa. Meskipun demikian, sifat-si fat tidak dapat di temukan pada senyawa. Senyawa telah menjelma menjadi zat yang baru. Contoh: Reaksi adalah pembakaran antara logam magnesium (Mg) dan oksigen (O2), diperoleh zat baru yang disebut senyawa, yaitu: Mg + O2 > MgO Pada reaksi tersebut, dihasilkan zat baru yang sifatnya berbeda dari unsur-unsur penyusunnya. b. Perbedaan Unsur dan Campuran Dalam suatu campuran yang terdiri dari beberapa unsur, sifat-sifat unusur dapat diidentifikasi/diketahui. Artinya, sifat-sifat unsur yang semula (awal) tidak berubah ketika unusur tersebut bercampur dengan unsur lain membentuk suatu campuran. hal ini dikarenakan proses pemebntukan campuran terjadi secara fisika. Ada dua sifat campuran, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen. c. Perbedaan Senyawa dan Campuran Komposisi unsur-unsur penyusun suatu campuran tidak tertentu sehingga kita tidak dapat menentukan rumus kimia suatu campuran. Berbeda halnya dengan senyawa yang memiliki komposisi penyusun yang tetap. Perbedaan senyawa dan campuran yang lain adalah pemisahan campuran pada umumnya dapat dilakukan secara fisika. Pemisahan secara fisika adalah pemisahan suatu zat berdasarkan sifat-sifat fisika suatu benda yang meliputi ukuran partikel dan titik didih.

Contoh, pemisahan campuran batu dan pasir dilakukan dengan pengayakan. Contoh lain, adalah pemisahan fraksi minyak bumi dilakukan dengan teknik Distilasi, yaitu pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih masing-masing komponen di dalam campuran. Sedangkan, cara pemisahan senyawa menjadi zat-zat penyusunnya yang berupa unsur-unsur dilakukan secara kimia, artinya reaksi gerjadi pada tingkat molekuler yang melibatkan pengubahan, penataan, dan pengaturan kembali atom-atom penyusun senyawa tersebut. Contohnya, untuk mendapatkan Hidrogen dan Oksigen dari air dapat dilakukan dengan elektrolisis. Reaksi elektrolisis, air secara sederhana dituliskan sbb: H20 > H + O

Sifat kimia unsur dan senyawa


Nomor atom - massa atom - Elektronegativitas menurut Pauling - Kepadatan - Titik lebur - Titik didih - Vanderwaals radius - jari-jari ionik - Isotop - shell Elektronik Energi ionisasi pertama - Energi ionisasi kedua - potensi Standar Nomor atom Nomor atom menunjukkan jumlah proton dalam inti atom. Nomor atom merupakan konsep penting mekanika kuantum kimia dan. Sebuah elemen dan tempatnya dalam tabel periodik yang berasal dari konsep ini. Ketika atom umumnya bermuatan netral, nomor atom akan sama dengan jumlah elektron dalam atom, yang dapat ditemukan di sekitar inti. Elektron ini terutama menentukan sifat kimia dari atom. Atom yang membawa muatan listrik disebut ion. Ion-ion baik memiliki jumlah elektron lebih besar (bermuatan negatif) atau lebih kecil (bermuatan positif) dari jumlah atom. Atom massa Namanya menunjukkan massa atom, dinyatakan dalam satuan massa atom (Amu). Sebagian besar massa atom terkonsentrasi dalam proton dan neutron terkandung dalam inti. Setiap proton atau neutron beratnya sekitar 1 Amu, dan dengan demikian massa atom selalu sangat dekat dengan massa (atau nukleon) nomor, yang menunjukkan jumlah partikel dalam inti atom, ini berarti proton dan neutron. Setiap isotop dari unsur kimia dapat bervariasi dalam massa. Massa atom isotop menunjukkan jumlah neutron yang ada dalam inti dari atom. Massa atom suatu unsur total adalah setara dengan unit massa isotop. Terjadinya relatif dari isotop di alam merupakan faktor penting dalam penentuan massa atom keseluruhan dari suatu elemen. Dalam referensi ke unsur kimia tertentu, massa atom seperti yang ditunjukkan dalam tabel periodik adalah massa atom rata-rata semua isotop stabil unsur kimia itu. Rata-rata tertimbang oleh kelimpahan relatif dari isotop alami elemen. Elektronegativitas menurut Pauling Elektro negatif mengukur kecenderungan atom untuk menarik awan elektronik di arah selama ikatan kimia dengan atom lain. Skala Pauling merupakan metode yang luas digunakan untuk memesan sesuai dengan unsurunsur kimia elektro negatif mereka. Pemenang hadiah Nobel Linus Pauling skala ini dikembangkan pada tahun 1932.

Nilai-nilai negatif elektro tidak dihitung, berdasarkan rumus matematika atau pengukuran. Hal ini lebih seperti berbagai pragmatis. Pauling memberikan elemen dengan elektro tertinggi, negativitas fluor , nilai 4,0. Fransium , unsur dengan elektro negatif serendah mungkin, diberi nilai 0,7. Semua elemen yang tersisa diberi nilai di antara kedua ekstrem. Kepadatan Kepadatan elemen menunjukkan jumlah unit massa dari elemen yang hadir dalam volume tertentu dari medium. Secara tradisional, kepadatan diekspresikan melalui ro huruf Yunani (ditulis sebagai r). Dalam sistem SI kepadatan unit dinyatakan dalam kilogram per meter kubik (kg / m 3). Kepadatan elemen grafis biasanya dinyatakan dengan suhu dan tekanan udara, karena kedua sifat pengaruh kepadatan. Titik lebur Titik leleh dari suatu unsur atau senyawa berarti suhu di mana bentuk padat dari unsur atau senyawa berada dalam kesetimbangan dengan bentuk cair. Kita biasanya menganggap tekanan udara menjadi 1 atmosfer. Sebagai contoh: titik leleh air adalah 0 o C, atau 273 K. Titik didih Titik didih unsur atau senyawa berarti suhu di mana bentuk cair dari suatu unsur atau senyawa berada dalam kesetimbangan dengan bentuk gas. Kita biasanya menganggap tekanan udara menjadi 1 atmosfer. Sebagai contoh: titik didih air adalah 100 o C, atau 373 K. Pada titik didih tekanan uap dari suatu unsur atau senyawa adalah 1 atmosfer. Vanderwaals jari-jari Bahkan ketika dua atom yang dekat satu sama lain tidak akan mengikat, mereka masih akan menarik satu sama lain. Fenomena ini dikenal sebagai interaksi Vanderwaals. Pasukan Vanderwaals menyebabkan gaya antara dua atom. Gaya ini menjadi kuat, sebagai atom datang lebih dekat bersama-sama. Namun, ketika dua atom menarik terlalu dekat satu sama lain kekuatan menolak akan mengambil tindakan, sebagai konsekuensi dari penolakan melebihi antara elektron bermuatan negatif dari kedua atom. Akibatnya, jarak tertentu akan mengembangkan antara dua atom, yang umumnya dikenal sebagai jari-jari Vanderwaals. Melalui perbandingan radiuses Vanderwaals pasangan yang berbeda dari atom, kami telah mengembangkan sistem radiuses Vanderwaals, melalui mana kita dapat memprediksi radius Vanderwaals antara dua atom, melalui penambahan. Jari-jari ionik Jari-jari ionik adalah jari-jari ion yang telah di kristal ionik, di mana ion yang dikemas bersama-sama ke titik di mana orbital terluarnya elektronik berada dalam kontak dengan satu sama lain. Orbital adalah daerah di sekitar atom mana, menurut teori orbital, probabilitas untuk menemukan elektron adalah yang terbesar. Isotop

Nomor atom tidak menentukan jumlah neutron dalam inti atom. Akibatnya, jumlah neutron dalam sebuah atom bisa bervariasi. Kemudian atom yang memiliki nomor atom yang sama mungkin berbeda dalam massa atom. Atom dari unsur yang sama yang berbeda dalam massa atom ini disebut isotop. Terutama dengan berat atom yang memiliki nomor atom yang lebih tinggi, jumlah neutron dalam inti dapat melebihi jumlah proton. Isotop dari unsur yang sama sering ditemukan di alam bergantian atau dalam campuran. Contoh: klor memiliki nomor atom 17, yang pada dasarnya berarti bahwa semua atom klorin mengandung 17 proton dalam inti mereka. Ada dua isotop. Tiga-perempat dari atom-atom klorin ditemukan di alam mengandung 18 neutron dan seperempat mengandung 20 neutron. Nomor massa isotop ini adalah 17 + 18 = 35 dan 17 + 20 = 37. Isotop ditulis sebagai berikut: 35Cl dan 37Cl. Ketika isotop dicatat dengan cara ini jumlah proton dan neutron tidak harus disebutkan secara terpisah, karena simbol klorin dalam tabel periodik (Cl) diatur pada tempat ketujuh belas. Hal ini sudah menunjukkan jumlah proton, sehingga orang selalu dapat menghitung jumlah neutron dengan mudah dengan menggunakan nomor massa. Sejumlah besar isotop yang tidak stabil. Mereka akan hancur berantakan selama proses peluruhan radioaktif. Isotop yang radioaktif disebut radioisotop. Elektronik shell Konfigurasi elektronik atom adalah deskripsi dari susunan elektron dalam mengitari inti. Kalangan ini tidak benar-benar bulat, mereka berisi pola seperti gelombang. Untuk setiap lingkaran probabilitas sebuah elektron untuk hadir pada lokasi tertentu digambarkan dengan formula matematis. Setiap salah satu lingkaran memiliki tingkat energi tertentu, dibandingkan dengan inti. Umumnya tingkat energi elektron lebih tinggi ketika mereka lebih jauh dari inti, tetapi karena tuduhan mereka, elektron juga dapat mempengaruhi tingkat energi setiap orang lain. Biasanya kalangan menengah penuh pertama, tapi mungkin ada pengecualian karena penolakan. Lingkaran dibagi dalam kerang dan kerang sub, yang dapat nomor dengan cara kuantitas. Energi ionisasi pertama Energi ionisasi berarti energi yang diperlukan untuk membuat sebuah atom bebas atau molekul kehilangan elektron dalam ruang hampa. Dengan kata lain, energi ionisasi adalah ukuran untuk kekuatan ikatan elektron untuk molekul. Ini hanya menyangkut elektron dalam lingkaran luar. Energi ionisasi kedua Selain energi ionisasi pertama, yang menunjukkan betapa sulitnya untuk melepaskan elektron dari atom pertama, ada juga ukuran energi untuk ionisasi kedua. Ini energi ionisasi kedua menunjukkan tingkat kesulitan untuk menghapus atom kedua. Dengan demikian, ada juga energi dari sebuah ionisasi ketiga, dan kadang-kadang bahkan energi dari sebuah ionisasi keempat atau kelima.

Standar potensial Potensial standar berarti potensi reaksi redoks, ketika berada dalam kesetimbangan, dalam kaitannya dengan nol. Ketika potensial standar melebihi nol, kita berhadapan dengan reaksi oksidasi. Ketika potensi standar di bawah nol, kita berhadapan dengan reaksi reduksi. Potensial standar dari elektron dinyatakan dalam volt (V), dengan simbol V 0.

Sifat kimia-elemen, senyawa & campuran


Posted on 16 Desember 2007 oleh smartclass Materi dan compositionMatter itu diklasifikasikan berdasarkan sifat fisik & kimia. Sifat-sifat fisik padatan cairan menjadi gas. Sifat kimia-elemen, senyawa campuran &. Sifat fisik materi didasarkan pada partikel dari materi. Partikel terutama terdiri dari molekul yang terdiri dari atom. air hujan mengandung 10 sampai partikel listrik 21. Banyak bukti menunjukkan bahwa materi mengandung partikel. Hal ini dapat dibuktikan dengan difusi & gerakan Brownian. Misalnya jika kita membuka botol parfum di salah satu sudut ruangan, ini dapat mencium bau di seluruh ruangan itu karena difusi. jika botol gas yang mengandung udara ditempatkan terbalik pada botol gas uap bromin, kedua gas sama-sama mendapatkan campuran. Materi adalah baik kaku & cairan. Kaku-kaku & fleksibel. Cairan dapat easily.Matter aliran terutama diklasifikasikan sebagai bahan kimia fisik &. Fisik-padatan, cairan, gases.Chemicalunsur, senyawa, mixtures.Solids diklasifikasikan sebagai amorf & crystalline.Mixtures diklasifikasikan sebagai heterogenous.Solids homogen & memiliki bentuk yang pasti dan memiliki volume yang pasti volume.Liquids tetapi tidak shape.Gases pasti telah tidak ada bentuk yang pasti atau volume. Perubahan-negara dari padat ke cair disebut mencair, cair ke gas disebut mendidih-dibesarkan oleh heating.Gas ke cair disebut kondensasi, cair ke padat disebut membeku-dibawa turun oleh cooling.Solid ke gas atau gas ke padat disebut sublimasi-dengan pemanasan atau pendinginan.

Elemen, Senyawa & Campuran


Elemen

Pandangan mikroskopis atom dari elemen argon (fasa gas).

Pandangan mikroskopis molekulmolekul nitrogen elemen (fasa gas).

Perhatikan bahwa elemen:


terdiri dari hanya satu jenis atom, tidak dapat dipecah menjadi jenis materi sederhana dengan cara baik fisik atau kimia, dan dapat eksis sebagai baik atom (misalnya argon) atau molekul (misalnya, nitrogen).

Molekul terdiri dari dua atau lebih atom dari unsur yang sama, atau elemen yang berbeda, yang secara kimiawi terikat bersama. Perhatikan bahwa dua atom nitrogen yang terdiri dari nitrogen molekul bergerak sebagai satu unit.

Senyawa

Pandangan mikroskopis molekul air senyawa (fasa gas). Atom oksigen dan atom hidrogen merah putih. Perhatikan bahwa senyawa:

terdiri dari atom dari dua atau lebih elemen yang berbeda terikat bersama-sama, dapat dipecah menjadi jenis materi sederhana (unsur) dengan cara kimia (tapi bukan dengan cara fisik), memiliki sifat yang berbeda dari unsur-unsur komponen, dan selalu mengandung rasio yang sama dari atom komponennya.

Campuran

Mikroskopis melihat dari campuran gas yang mengandung dua elemen (argon dan nitrogen) dan senyawa (air). Perhatikan bahwa campuran:

terdiri dari dua atau lebih elemen yang berbeda dan / atau senyawa fisik bercampur, dapat dipisahkan menjadi komponen-komponennya dengan cara fisik, dan

sering mempertahankan banyak dari sifat komponennya.

A. KAJIAN ILMU KIMIA Di dalam kajian ilmu kimia Anda akan mempelajari struktur, komponen, sifat dan perubahan materi, serta energi yang menyertai perubahan materi. Sifat dan perubahan materi akan di bahan dalam Ilmu Kimia mencakup sifat-sifat fisis serta sifat kimia dari materi. 7 Sifat fisis mencakup wujud dan tampilan materi, sedang sifat kimia yang mencakup kecenderungan materi utnuk berubah, dan menghasilkan materi baru. Pembahasan tentang energi yang menyertai perubahan kimia, menyangkut banyaknya energi yang menyertai perubahan sejumlah materi, serta asal usul energi tersebut. 1. Pengertian Materi Materi dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai massa, dan menempati ruang. Makhluk hidup dan yang tidak hidup terdiri atas materi: manusia, tumbuh tumbuhan, hewan, air, batu, kayu, garam dan benda benda apa saya di sekitar kita termasuk materi. TUGAS 1. Coba Anda berikan contoh lain dari materi kelompok makhluk hidup dan makhluk tidak hidup. 2. Apakah udara di sekeliling Anda, termasuk materi juga? Jelaskan pendapat Anda. 3. Gas yang dihasilkan pada saat kita bernafas apakah termasuk materi?

Mengapa? 2. Wujud Materi Materi terdiri dari 3 macam wujud yaitu : padat, cair dan gas. Adapun ciri-cirinya : - Padat : Bentuk dan volumenya tetap, selama tidak ada pengaruh dari luar. - Cair : Bentuknya selalu berubah, sesuai dengan tempatnya volume zat cair adalah tetap. - Gas : Baik bentuk dan volumenya tidak tetap dan akan mengisi seluruh ruang yang ditempatinya. 3. Massa dan Berat Materi Materi mempunyai massa dan berat. Pengertian massa berbeda dengan pengertian berat. Massa suatu benda, di semua tempat selalu tetap, sedangkan beratnya tergantung pada gaya gravitasi bumi setempat. 4. Sifat dan perubahan materi Dalam kehidupan Anda, Anda sering melihat perubahan materi seperti - Air Pada suhu kamar berwujud cair (suhu 25 oC ) tetapi jika dipanaskan akan 8 berubah menjadi uap air. Di puncak (di udara yang dingin ) uap air, dapat mengembun, dan jika didinginkan hingga 0 oC (dalam kulkas), dapat berubah menjadi es (disebut peristiwa membeku) - Kayu dan kertas Jika kayu/kertas dibakar akan berubah menjadi abu.

- Besi Jika didiamkan di udara terbuka lama lama kelamaan akan berkarat. - Kawat Kawat pijar dalam bola lampu, jika dialiri listrik akan menyala. - Nasi dan susu Nasi maupun susu, jika dibiarkan di udara terbuka akan menjadi basi dan masih banyak peristiwa perubahan materi yang lain. Secara umum, jenis perubahan wujud materi dan istilahnya dapat Anda lihat pada gambar berikut. Gambar 01.2 Perubahan wujud materi ( hal 6) Perubahan materi dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu : a. Perubahan Fisika, yaitu perubahan yang tidak menghasilkan materi baru, yang berubah hanya bentuk dan wujud materi. 9 Contoh : 1. Es menjadi air, dan dapat kembali menjadi es. 2. Pelarutan garam, dan jika diuapkan, akan kembali menjadi garam semula. b. Perubahan Kimia atau reaksi kimia yaitu perubahan yang menghasilkan materi baru. Suatu perubahan kimia, sulit dikembalikan ke keadaan semula Contoh : 1. Nasi menjadi basi 2 Kayu terbakar menjadi abu. Untuk mengetahui, apakah telah terjadi perubahan kimia pada materi, ada tolok ukur yang dapat diamati seperti perubahan suhu, pembentukan gas atau pembentukan endapan.

5. Energi yang menyertai materi Setiap materi memiliki energi. Energi yang dimiliki materi terbagi atas energi kinetik dan energi potensial. Perubahan kimia juga disertai perubahan energi. Contoh : Pada proses assimilasi pada tumbuhan terjadi pada siang hari dengan bantuan sinar matahari. Jadi energi matahari diubah menjadi energi kimia yang disimpan dalam karbohidrat hasil reaksi itu jadi tiap perubahan zat selalu disertai perubahan energi, tetapi tidak semua energi yang menyertai perubahan zat dapat diamati oleh indera kita. Nah bagaimana, pahamkah Anda akan uraian di atas ? semoga ya. B. MANFAAT ILMU KIMIA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA. Apa manfaatnya mempelajari kimia? Manfaatnya adalah pemahaman yang lebih baik terhadap alam sekitar dan berbagai proses yang berlangsun di dalamnya. Dari uraian di atas telah dijelaskan bahwa materi dapat berubah secara fisis atau kimia. Dengan belajar ilmu kimia, kita dapat mengubah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna utnuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, dan kita dapat mengerti kebutuhan hidup manusia, dan kita dapat mengerti barbagai gejala alam yang kita jumpai dalam kehidupan kita setiap hari, misalnya : 10 a. Pencernaan dan pembakaran zat zat makanan dalam tubuh. Makanan berasal dari tumbuh tumbuhan. Tumbuh tumbuhan berassimilasi dengan proses kimia. Tubuh kita membutuhkan karbohidart, protein, lemak, vitamin, yang

keseluruhannya merupakan proses kimia sehingga dapat menghasilkan gas karbondioksida, air dan enegri. b. Dalam kehidupan ini, kita membutuhkan sabun, pasta gigi, tekstil, kosmetik, plastik, obat-obatan, pupuk, pestisida, bahan bakar, cat, bumbu masak, alatalat rumah tangga, bahkan berbagai jenis makanan olahan, yang semuanya merupakan hasil dari penerapan ilmu kimia. Hampir semua bahan keperluan kita, sedikit banyak, baik langsung atau tidak langsung mengalami sentuhan kimia. Coba Anda perhatikan gambar berikut. Gambar 0.13 Bahan Kimia disekitar kita 11 C. KAITAN ILMU KIMIA DENGAN ILMU ILMU LAIN. Ilmu Kimia disebut juga Central Science karena peranannya yang sangat penting diantara ilmu pengetahuan lainnya. Tidak ada ilmu pengetahuan alam yang tidak bergantung pada ilmu kimia. Pengembangan dalam bidang kedokteran, farmasi, geologi, pertanian dapat berjalan seiring dengan kemajuan yang dicapai dalam ilmu kimia, misalnya dalam : Bidang Kedokteran dan Farmasi Ilmu kimia diperlukan untuk mengatasi berbagai kasus, seperti uji kesehatan laboratorium, pembuatan alat cuci darah, pembuatan materi sintetis pengganti tulang, gigi dan pembuatan obat-obatan. Bidang Geologi Ilmu kimia diperlukan utnuk penelitian jenis dan komposisi materi dalam batuan dan mineral. Bidang Pertanian Ilmu kimia digunakan untuk pembuatan berbagai macam pupuk dan pestisida agar

produksi pangan meningkat. Bidang Industri Ilmu kimia berperan seperti dalam pembuatan serat sintetis, rayon dan nylon, untuk menggantikan kapas, wool dan sutera alam yang produkasinya semakin tidak mencukupi. Bahkan ilmu kimia juga dapat membantu menyelesaikan masalah sosial, seperti masalah ekonomi, hukum, seni dan lingkungan hidup. Sebagai contoh : uang sebagai alat tukar dalam perekonomian, bahkan bahan dan proses pembuatannya memerlukan ilmu kimia. Namun demikian, ilmu kimia juga memerlukan ilmu-ilmu lain seperti matematika, fisika dan biologi. Matematika diperlukan untuk memahami bebrepa bagian ilmu kimia seperti : hitungan kimia, laju reaksi, thermo kimia dan lain lain. Fisika diperlukan untuk mempelajari antara lain Thermodinamika, perubahan materi, sifat fisis zat dan lain lain. Biologi sangat erat hubungannya dalam bio kimia. Keterkaitan ilmu kimia dengan ilmu lainnya, telah melahirkan beberapa cabang dalam ilmu kimia, contohnya : biokimia (biologi dan kimia), kimia fisika (kimia dan fisika), Thermo kimia (thermo dinamika dan kimia), elektro kimia (elektronik dan kimia) dan kimia nuklir (kimia dan nuklir). 12 Ilmu kimia dikembangkan berlandaskan percobaan (eksperimen) di laboraturium, serta melalui penerapan konsep-konsep matematika, sehingga ilmu kimia masih terus berkembang. Untuk lebih jelasnya Anda pelajari diagram berikutnya

Latihan

1. Jelaskan apakah perubahan materi berikut, termasuk perubahan fisika atau perubahan kimia. a. air laut menguap b. lilin meleleh c. petasan meledak d. pembuatan plastik dari minyak bumi e. bel berdering. 2. Mengapa ilmu kimia diperlukan dalam bidang kedokteran? Jelaskan dan beri contoh. Apakah Anda telah selesai mengerjakannya? Cocokan jawaban Anda dengan kunci berikut. Kunci Jawaban 1. a. perubahan fisika b. perubahan fisika c. perubahan kimia d. perubahan kimia e. perubahan fisika 2. Karena ilmu kimia diperlukan untuk mengatasi berbagai kasus, seperti uji kesehatan laboraturium, pengobatan berbagai penyakit dan lain-lain. Benarkah Jawaban Anda ? Semoga ya 14 15 Rangkuman 1. Ilmu Kimia ialah ilmu penngetahuan yang mempelajari tentang materi meliputi susunan, struktur, sifat dan perubahan materi, serta energi yang menyertainya.

2. Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. 3. Materi mempunyai massa dan berat. Massa suatu benda menyatakan jumlah materi pada benda tersebut. 4. Pengertian massa berbeda dengan berat massa suatu benda tetap, sedangkan berat benda tergantung pada gravitasi bumi setempat. 5. Perubahan yang terjadi pada materi yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. 6. Perubahan fisika yaitu perubahan yang tidak menghasilkan materi baru, yang berubah bentuk dan wujud materi, sedangkan perubahan kimia yaitu perubahan yang menghasilkan materi baru. 7. Ilmu kimia berperan dalam peningkatan kesejahteraan manusia dan perkembangan lain, misalnya dalam pemenuhan kebutuhan lain, misalnya dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga, kemajuan ilmu kedokteran, peningkatan produktivitas pertanian, kemajuan teknologi, transportasi, penegakan hukum, kelestarian lingkungan dan kemajuan fotografi dan seni. 8. Ilmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam dan sosial. Sekarang Anda teleh selesai mempelajari semua materi pada kegiatan 1. Untuk mengetahui apakah Anda telah paham akan materi tersebut, coba Anda kerjakan soal-soal mandiri kegiatan 1, tanpa melihat kuncinya terlebih dahulu. 16 17 Tugas Materi Kegiatan 1 Pilihan Ganda 1. Ilmu Kimia adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang a. kehidupan manusia b. alam semesta

c. materi dan energi d. makhluk Hidup e. gaya dan tekanan 2. Segala sesuatu yang menempati ruang dan punya massa disebut a. materi b. energi c. berat d. massa e. volume 3. Sifat yang bergantung pada jumlah materi disebut . a. sifat biologis b. sifat fisis c. sifat kimia d. sifat ekstensif e. sifat intensif 4. Perubahan reaksi kimia dapat diamati dari hal-hal berikut, kecuali a. pembentukan endapan b. pembentukan gas c. perubahan suhu d. perubahan warna e. perubahan wujud 5. Pemisahan bensin dari minyak bumi termasuk a. perubahan kimia b. perubahan fisika c. perubahan biologi

d. perubahan bentuk e. perubahan wujud 18 6. diantara sifat sifat berikut, yang merupakan sifat dari gas I. mempunyai volume dan tidak tetap, sesuai tempatnya. II. mempunyai bentuk tertentu. III. mudah dikompresi, karena harga rapatannya rendah IV. tidak dapat bergerak. a. I, II dan III b. I dan III c. II dan IV d. III dan IV e. I, II, III dan IV ESSAY 1. Berikan 3 contoh bahan kimia yang digunakan dalam industri mobil. 2. sebutkan peran ilmu kimia dalam bidang hukum. 3. sebutkan peran ilmu kimia dalam bidang pertanian. 4. Lengkapilah tabel berikut Tabel keterkaitan ilmu kimia dengan ilmu lain No. Ilmu Lain Materi yang berkaitan dalam kimia 1. Fisika 2. Matematika 3. Biologi Jika Anda telah menyelesaikan soal soal tersebut, cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang ada pada akhir modul ini.

KUNCI JAWABAN SOAL MANDIRI JAWABAN SOAL MANDIRI KEGIATAN I PILIHAN GANDA No. 1. C 2. A 3. D 4. E 5. B 6. B Essay 1. Bahan kimia yang digunakan dalam industri mobil, 3 buah jawaban diantara berikut ini : Besi, Cat, Ban Mobil, Kayu, Kain, Platik 2. Peran ilmu kimia dalam bidang hukum ialah pembuktian suatu kasus hukum. Misalnya : a. untuk mengenali mayat yang tidak lengkap anggota tubuhnya dapat dites dengan uji DNA b. untuk memastikan kemurnian suatu bahan dapat diuji dilaboraturium dan lainlain. 3. Peran ilmu kimia dalam bidang pertanian - mencari bibit unggul - menentukan PH tanah - membuat pestisida yang sesuai - membuat pupuk dan lain-lain. 4. Tabel keterkaitan ilmu kimia dengan ilmu lain No Ilmu Lain Materi yang berkaitan dengan kimia 1 Fisika Radio aktif, Elektro kimia, Struktur atom dan lain-lain.

2 Matematika Laju reaksi, Persamaan reaksi dan lain-lain. 3 Biologi Bio kimia, Foto sintesa dan lain-lain 37 KUNCI JAWABAN SOAL MANDIRI KEGIATAN II Pilihan Ganda No. 1. C 2. D 3. A 4. B 5. E Essay 1. Contoh sumber energi alternatif yang dapat menggantikan minyak bumi adalah alkohol, biogas, energi matahari, panas bumi. 2. Teknologi biogas ialah Teknologi pengolahan kotoran hewan menjadi gas berguna. Kegunaannya sebagai sumber energi untuk lampu penerangan atau untuk memasak