Anda di halaman 1dari 17

BAB II TINJAUAN TEORITIS

A. DEFINISI

Stroke hemoragik disebabkan oleh perdarahan ke dalam aringan otak !diseb"t hemoragia intraserebr"m ata" hematoma intraserebr"m# ata" ke dalam r"ang s"baraknoid$ %ait" r"ang sempit antara perm"kaan otak dan lapisan aringan %ang men"t"pi otak !diseb"t hemoragia s"baraknoid# !Feign$ &''(# Stroke perdarahan intraserebral ata" perdarahan intraserebral primer adalah s"at" sindroma %ang ditandai adan%a perdarahan spontan ke dalam s"bstansi otak !)ilro%$ &'''#. *erdarahan intra+erebral adalah perdarahan %ang ter adi pada aringan otak biasan%a akibat robekan pemb"l"h darah %ang ada dalam aringan otak. !Ba amal A., $ -...# Intra /erebral ,ematom adalah perdarahan kedalam s"bstansi otak .,emorragi ini biasan%ater adi dimana tekanan mendesak kepala sampai daerah ke+il dapat ter adi pada l"ka tembak $+idera t"mp"l .!Br"nner dan s"ddart$ &''&# *erdarahan intra+erebral adalah dis0"ngsi ne"rologi 0okal %ang ak"t dandisebabkan oleh perdarahan primer s"bstansi otak %ang ter adi se+ara spontan b"kan olek karena tra"ma kapitis$ disebabkan oleh karena pe+ahn%a pemb"l"h arteri$ 1ena dan kapiler. !U*F$ -..2# Jadi perdarahan intraserebral adalah pe+ahn%a sistem 1ask"larisasi intraserebral %ang ter adin%a pada aringan otak.

B. ANATO3I FISIO4O)I OTA5 Otak dibagi men adi tiga bagian besar6 serebr"m$ batang otak$ dan serebel"m. Sem"a berada pada sat" bagian str"kt"r t"lang %ang diseb"t tenngkorak$ %ang "ga melind"ngi otak dari +idera. Empat t"lang %ang berh"b"ngan membent"k t"lang tengkorak6 t"lang 0rotal$ perietal$ temporal$ dan oksipital. *ada dasar tengkorak terdiri dari tiga bagian 0ossa70ossa. Bagian 0ossa anterior berisi lob"s 0rontal serebral bagian hemis0er6 bagian tengah 0ossa berisi lob"s parietal$ temporal dan oksipital dan bagian 0ossa posterior berisi batang otak dan med"la.

3eningen Otak dan med"la spinalis dit"t"p oleh tiga membran ata" meningen. 5omposi meningen ber"pa aringan serab"t pengh"b"ng %ang melind"ngi$ mend"k"ng$ dan memelihara otak. D"rameter 4apisan paling l"ar$ men"t"p otak dan med"lla spinalis. Bersi0at liat$ tebal$ tidak elastis$ ber"pa serab"t dan ber8arna ab"7ab". Arakhnoid 3er"pakan membran bagian tengah$ membran %ang bersi0at tipis dan lemb"t ini men%er"pai sarang laba7laba. 3embran ini ber8arna p"tih karena tidak dialiri oleh darah. *ada arakhnoid terdapat pleks"s k oroide"s %ang ber0"ngsi "nt"k menghasilkan +airan serebrospinal.

*ia mater 3embran %ang paling dalam$ ber"pa dinding %ang tipis$ transparan$ %ang men"t"pi otak dan mel"as kesetiap lapisan daerah otak.

Serebr"m Terdiri dari d"a hemis0er dan empat lob"s. Serebr"m membent"k empat perlima aringan otak$ memiliki tampilan berlek"k karena perm"kaan %ang berlipat7lipat$ %ang diseb"t korteks serebr"m. S"bstansia grisea terdapat pada bagian l"ar dinding serebr"m dan s"bstansia alba men"t"pi dinding serebr"m bagian dalam. Serebr"m teriri dari empat lob"s %ait" 9 Frontal 3er"pakan lob"s terbesar$ terdapat pada 0ossa anterior$ area ini mengontrol perilak" indi1id"$ memb"at kep"t"san$ kepribadian$ dan menahan diri. Selain it" lob"s 0rontal "ga bert"gas dalam menghasilkan bi+ara dan memi+" gerak. *arietal 4ob"s sensori. Area ini menginterpretasikan sensasi. 4ob"s parietal bert"gas dalam menginterpretasikan sensasi t"b"h seperti rabaan$ s"h"$ tekanan dan n%eri %ang kem"dian diter emahkan pada daerah somatosensorik. Sensasi rasa %ang %ang tidak berpengar"h adalah ba". 4ob"s parietal mengat"r indi1id" mamp" mengetah"i posisi dan letak bagian t"b"hn%a. 5er"sakan pada daerah ini men%ebabkan sindrom heminegle+t. Temporal Ber0"ngsi menginterpretasikan sensasi ke+ap$ ba"$ dan pendengaran. Ingatan angka pendek sangat berh"b"ngan dengan daerah ini. Oksipital Terletak pada lob"s posterior hemis0er serebri. Bagian ini bertangg"ng a8ab menginterpretasikan pengelihatan.

Diense0alon Thalam"s Berada pada salah sat" sisi pada sepertiga 1entrikel dan akti1itas primern%a sebagai p"sat pen%amb"ng sensasi ba" %ang diterima. Sem"a imp"ls memori$ sensasi dan n%eri melal"i bagian ini. ,ipothalam"s Terletak pada anterior dan in0erior talam"s. Berr0"ngsi mengontrol dan mengat"r sistem sara0 a"tonom. ,ipotalam"s "ga beker asama dengan hio0isis "nt"k mempertahankan keseimbangan +airan$ mempertahankan pengat"ran s"h" t"b"h melal"i peningkatan 1asokonstriksi dan 1asodilatasi dan mempengar"hi sekresi hormonal danhgan kelen ar hipogisis. ,ipotalam"s "ga sebagai p"sat lapar dan mengontrol berat badan. Sebagai pengat"r tid"r$ tekanan darah$ perilak" agresi0 dan seks"al dan p"sat respon emosional. 5elen ar ,ipo0isis Di anggap sebagai master kelen ar$ karena se "mlah hormon7hormon dan 0"ngsin%a diat"r kelen ar ini. Dengan hormon7hormonn%a hipo0isis dapat mengontrol 0"ngsi gin al$ pankreas$ organ7organ reprod"ksi$ tiroid$ korteks adrenal dan organ7organ lainn%a.

Batang Otak Terletak pada 0ossa anterior. Bagian7bagian batang otak ini terdiri dari otak tengah$ pons$ dan med"la oblongata. Otak tengah !midbrain# mengh"b"ngkan pans dan serebel"m dengan hemis0er serebr"m. Bagian ini berisi al"r sensorik dan motorik sebagai p"sat re0leks pendengaran dan pengelihatan. *ons terletak di depan serebel"m antara otak tengah dan mer"pakan embatan antara d"a bagian serebel"m$ dan "ga antara med"la dan serebr"m. *ons berisi aras sensorik dan motorik. 3ed"la oblongata mener"skan serab"t7serab"t motorik dari otak ke med"la spinalis dan serab"t7serab"t sensorik dan mmed"la spinalis ke otak. Dan serab"t7serab"t terseb"t men%ilang pada daerah ini. *ons "ga berisi p"sat7p"sat terpenting dalam mengontrol ant"ng$ pernapasan dan tekanan darah dan sebagai asal7"s"l sara0 otak kelima sampai kedelapan. Serebel"m Terletak pada 0ossa posterior dan terpisah dari hemis0er sereebral$ lipatan d"ra mater$ tentori"m serebel"m. Serebel"m memp"n%ai d"a aksi %ait" merangsang dan menghambat dan tangg"ng a8ab %ang l"as terhadap koordinasi dan gerakan hal"s. Ditambah mengontrol gerakan %ang benar$ keseimbangan$ posisi$ dan mengintegrasikan ip"t sensorik.

S"plai Darah Otak Otak memiliki berat sekitar d"a persen dari berat t"b"h$ tetapi memerl"kan &': darah dari t"b"h. Baik oksigen ma"p"n gl"kosa di ba8a oleh darah6 tanpa elemen dasar ini$ 0"ngsi otak memb"r"k dengan +epat dan rasa p"sing$ bing"ng$ dan dapat ter adi kehilangan kesadaran$ han%a dalam empat sampai delapan menit kek"rangan oksigen dapat men%ebabkan ker"sakan sampai dengan kematian otak. Sistem sara0 p"sat !SS*# sangat beragant"ng pada aliran darah %ang memadai "nt"k n"trisi dan pemb"angan sisa7sisa metabolismen%a. S"plai darah arteria ke otak mer"pakan s"at" alinan pemb"l"h darah %ang ber+abang7+abang$ berh"b"ngan erat sat" sama lain sehingga dapat men amin s"plai darah %ang adek"at "nt"k sel. S"plai darah ini di amin oleh d"a pasang arteria$ %ait" arteria 1ertebralis dan arteria karotis interna$ %ang +abang7+abangn%a beranasstomosis membent"k sirk"l"s arterios"s serebri 8illisi.

S"plai Arteri 5arotis Arteria karotis interna dan eksterna ber+abang dari arteri kom"nis kira7kira setinggi t"lang ra8an tiroid. Arteri karotis kom"nis kiri langs"ng ber+abang dari ark"s aorta$ tetapi arteri karotis kom"nis kanan berasal dari arteria brakiose0lika. /abang dari arteri karotis eksterna %ait" erteria meningea media$ memperdarahi str"kt"r7 str"kt"r dalam di 8a ah dan mengirmkan sat" +abnag %ang besar ke d"ra mater. Arteri karotis interna sedikit berdilatasi tepat setelah per+abangan %ang dinamakan sin"s karotik"s. Dalm sin"s karotik"s terdapat " "ng7" "ng sara0 kh"s"s %ang berespon terhadap per"bahan tekanan darah dan arteria$ %ang se+ara re0leks mempertahankan s"plai darah ke otak dan t"b"h. Arteri karotis anterior memberi s"plai darah pada str"kt"r7str"kt"r seperti n"kle"s ka"dak"s dan p"tamen ganglia basalis$ bagian7bagian kaps"la interna dan korp"s kalos"m$ dan bagian7 bagian lob"l 0rontalis dan parietalis serebri$ termas"k korteks somestatik dan korteks motorik. Arteria serebri media men%"plai darah "nt"k bagian ob"s temporalis$ parietalis$ dan 0rontalis korteks serebri dan membent"k pen%ebaran pada perm"kaan lateral %ang men%er"pai kipas. S"plai Arteri 1ertebrobasilaris Arteria 1ertebralis kiri dan kanan berasal dari arteria s"bkla1ia sisi %ang sama. Arteria s"bkla1ia kanan mer"pakan +abang langs"ng dari arteria inominata$ sedangkan arteria s"bkla1ia kiri mer"pakan +abang langs"ng dari aorta. Arteria 1ertebralis memas"ki tengkorak melal"i 0oramen magn"m$ setinggi perbatasan pons dan med"la oblongata. 5ed"a arteria bersat" membent"k arteria basilaris. Arteria basilaris ter"s ber alan sampai setinggi otak tengah$ dan di sini ber+abang men adi d"a membent"k sepasang arteri serebri posterior. /abang7+abang sistem 1ertebrobasilaris ini memperdarahi med"la olbongata$ pons$ serebel"m$ otak tengah$ dan sebagian diense0alon.

SIR5U4ASI SEREBRA4 Sirk"lasi serebral menerima ; &': dari +"rah ant"ng ata" (<' ml=menit. Sirk"lasi ini sangat dib"t"hkan karena otak tidak men%impan makanan$ sementara otak memp"n%ai keb"t"han metabolisme %ang tinggi. Darah arteri mengalir mengisi dari ba8ah dan 1ena mengalir dari atas.

*emb"l"h darah arteri otak Otak mendapat darah dari d"a pemb"l"h darah besar %ait" d"a arteri karotis interna dan d"a arteri 1ertebralis. Arteri karotis interna memberikan sirk"lasi darah otak bagian anterior. Arteri 1ertebral berasal dari arteri s"bkla1ia. Arteri 1ertebral ini bergab"ng membent"k arteri basilar dan selan "tn%a ber+abang membent"k ked"a arteri serebral posterior %ang mens"plai perm"kaan otak interior dan mediana$ "ga bagian lateral lob"s oksipital. Daerah7daerah %ang sering mengalami s"mbatan adalah arteri 1ertebro basilaris$ arteri karotis interna$ arteri serebri anterior$ arteri serebri posterior dan arteri serebri media. S"mbatan ini mengakibatkan gangg"an aliran darah ke sel"r"h lob"s7lob"s %ang ada di otak besar.

Sirk"l"s >illisi *ada dasar otak di sekitar kelen ar hipo0isis$ seb"ah lingkaran arteri terbent"k di antara rangkaian arteri karotik internal dan 1ertebral. 4ingkaran ini diseb"t sirk"l"s 8illisi %ang dibent"k dari +abang7+abang arteri karotik internal$ anterior dan arteri serebral bagian tengah dan arteri pengh"b"ng anterior dan posterior. Aliran darah dari sirk"l"s 8illisi memberi r"te alternati0 pada aliran darah ika arteri ters"mbat karena spasme 1ask"ler$ emboli ata" karena tromb"s dapat men%ebabkan s"mbatan aliran darah ke distal ne"ron7ne"ron dan hal ini mengakibatkan sel7sel ne"ron +epat nekrosis.

F"ngsi Otak

Batang otak terdiri atas otak tengah$ pons dan med"la oblongata ber0"ngsi sebagai integrator dari kesel"r"han sistem sara0 p"sat$ %ang terlibat dalam tid"r dan kesadaran$ pengat"ran s"h"$ pergerakan gastrointestinal$ perna0asan$ sirk"lasi dan metabolisme. Serebel"m 0"ngsi "tama adalah mengkoordinasi akti1itas otot$ mengendalikan ton"s otot dan memelihara keseimbangan t"b"h. /airan serebrospinalis ber0"ngsi "nt"k mempertahankan 1ol"me konstan di dalam t"lang tengkorak dengan meningkatkan ata" men"r"nkan "mlah +airan ses"ai dengan kenaikan ata" pen"r"nan dari kand"ngan kranial lainn%a. Bertindak

sebagai b"00er melind"ngi otak dari ke "tan dan menerima sampah metabolisme dalam otak dan mengalirkann%a ke dalam darah. ,ipotalam"s ber0"ngsi "nt"k mengontrol 8akt" biologis %ang mengat"r akti1itas setiap &2 am seperti tid"r$ temperat"r$ sekresi hormon$ mengontrol na0s" makan$ keseimbangan air dan mengintegrasikan reaksi emosional.

/. ETIO4O)I *en%ebab "tama *IS dapat dikelompokkan dalam tiga kategori$ %ait" -. Faktor anatomik ber"pa lesi ata" mal0ormasi pemb"l"h darah otak Abnormalitas pemb"l"h darah ber1ariasi pada kelompok "m"r tertent". *ada "sia k"rang dari 2' tah"n$ kelainan pemb"l"h darah %ang paling sering di "mpai adalah A?3 !arteriovenous malformation#. *IS %ang disebabkan oleh A?3 biasan%a ber"pa pendarahan lobar !pada s"bstansia alba#. *ada kelompk "sia 2'7(' tah"n$ *IS sering kali ber"pa pendarahan s"bkortikal dalam$ sebagai akibat pe+ahn%a arteria per0oranns. ,al ini disebabkan oleh per"bahan degenerati1e pada pemb"l"h darah terseb"r dan did"ga berkaitan dengan adan%a mikroane"risma. *ada kelompok "sia lan "t !di atas (' tah"n#$ *IS berkaitan dengan lesi 1ask"ler ber"pa angiopati am%loid !cerebral amylid angiopathy ata" /AA#. *endarahan %ang ditimb"lkan oleh /AA sering kali ber"pa pendarahan lobar$ m"ltiple$ dan +ender"ng ber"lang !kamb"h#

&.

Faktor hemodinamik ber"pa tekanan darah %ang meningkat ,ipertensi kronis mengakibatkan per"bahan degenerati1e ber"pa lipoh%alinosis$ 0ragmentasi$ nekrosis 0ibrinoid$ dan mikroane"risma !/har+ot Bo"+hard# pada arteria per0orans ke+il di otak. 5eadaan ini mer"pakan pen%ebab tersering *IS %ang ter adi di ganglia basalis !p"tamen$ thalam"s$ ata" n"+le"s ka"dat"s#$ batang otak !pons#$ serebel"m$ dan s"bstansia alba s"bkortikal. ,ipertensi ak"t ata" peningkatan tekanan darah %ang ter adi se+ara mendadak pada indi1id" normotensi0$ dapat p"la mengakibatkan *IS. 5ala" pada hipertensi kronis$ dinding arteriol mengalami hipertro0i$ maka pada hipertensi ak"t did"ga *IS "str" ter adi

karena dinding arteriol tidak mengalami hipertro0i. Seh"b"ngan dengan ini$ telah dilaporkan beberapa kas"s *IS pada eklamsia$ paparan s"h" %ang sangat dingin$ pemakaian obat %ang dapat mengakibatkan hipertensi ak"t !misaln%a inhibitor oksidase monoamine$ kokain$ 0enilpropanolamin#$ keadaan n%eri ak"t !misaln%a %ang ter adi saat ekstraksi gigi#$ dan hipertensi relati0 pas+a endarterektomi karotis.

@.

Faktor hemostatik %ang berkaitan dengan 0"ngsi trombosit ata" sistem koag"lasi darah Resiko ter adin%a *IS semakin meningkat pada penderita %ang mendapat terapi obat antikoag"lan !OA5#. Angka ke adian *IS pada kelompok penderita %ang mendapat terapi OA5 oral lebih tinggi (7-' kali lipat dibandingkan kelompok %ang tidak mendapat terapi OA5 oral. Selain meningkatkan resiko ter adin%a *IS$ OA5 oral "ga meningkatkan se1eritas dan resiko kematian. Seb"ah st"di epidemiologi men"n "kkan bah8a *IS %ang berkaitan dengan pemakaian OA5 oral mer"pakan -'7-&: dari sel"r"h kas"s *IS$ dan angka ke adiann%a diperkirakan &7. per -''.''' pend"d"k per tah"n. Selain it"$ mortalitas *IS %ang berkaitan dengan pemakaian OA5 oral tern%ata lebih tinggi daripada mortalitas *IS pada "m"mn%a$ %ait" hingga men+apai A(:. *emberian OA5 oral !8ar0arin dan k"marin# angka pan ang sering dilak"kan dalam "pa%a pre1ensi stroke iskemik pada penderita 0ibrilasi atrial !FA#. Angka ke adian *IS %ang berkaitan dengan pemakaian OA5 oral ini diperkirakan akan semakin meningkat bersamaan dengan meningkatn%a angka ke adian FA %ang diakibatkan oleh pen"aan. Frek"ansi ter adin%a *IS pada pemakai 8ar0arin angka pan ang berkisar '$@7'$A: per tah"n. Faktor resikon%a adalah "sia lan "t$ ri8a%at hipertensi$ intensitas OA5$ serta keadaan tertent" seperti /AA dan le"koaraiosis karena lesi pada s"bstansia alba. Dari berbagai pen%ebab di atas$ hipertensi adalah 0aktor resiko "tama *IS dan mer"pakan pen%ebab dari A'7(': kas"s *IS. *en%ebab tersering berik"tn%a adalah /AA$ %ang mer"pakan pen%ebab dari -<: kas"s *IS.

*endarahan %ang ditimb"lkan oleh /AA terkadang asimtomatis$ akan tetapi angka kekamb"hann%a <: per tah"n. Angka kekamb"han ini lebih besar dibandingkan angka kekamb"han *IS hipertensi0 %ang tekanan darahn%a terkontrol dengan baik$ %akni &&: per tah"n.

Tabel -. *atogenesis pendarahan intraserebral !*IS# Faktor anatomi+ B 4ipoh%alinosis B 3ikroane"risma B A?3 serebral B Angiopati am%loid B Ane"risma sak"lar B Thrombosis 1ena intra+ranial B 3ikroangioma B A?3 d"ral B Arteritik septi+ B Ane"risma sikotik B Sindrom mo%amo%a B Disersi arterial B Fist"la karotiko ka1ernosa Faktor hemodinamik B Faktor hemostatik Antikoag"lan Antiplatelet Trombolitik ,emophilia 4e"kemia Faktor lain B B B B B Al+ohol Am0etamin 5okain ,eroin Simpatomimetik ?

,ipertensi arterial B B B B B B

kronis dan ak"t B 3igraine

Trombositopenia B

D. 3ANIFESTASI 54INIS *erdarahan intraserebral ditem"kan pada -': dari sel"r"h kas"s stroke$ terdiri dari C': di hemis0er otak dan sisan%a di batang otak dan serebel"m. )e ala klinis 9 Onset perdarahan bersi0at mendadak$ ter"tama se8akt" melak"kan akti1itas dan dapat didah"l"i oleh ge ala prodromal ber"pa peningkatan tekanan darah %ait" n%eri kepala$ m"al$ m"ntah$ gangg"an memori$ bing"ng$ perdarhan retina$ dan epistaksis. *en"r"nan kesadaran %ang berat sampai koma disertai hemiplegia=hemiparese dan dapat disertai ke ang 0okal = "m"m. Tanda7tanda penekanan batang otak$ ge ala p"pil "nilateral$ re0leks pergerakan bola mata menghilang dan deserebrasi Dapat di "mpai tanda7tanda tekanan tinggi intrakranial !TTI5#$ misaln%a papiledema dan perdarahan s"bhialoid.

E. *ATOFISO4O)I *erdarahan intraparenkimal ditimb"lkan oleh adan%a r"pt"r %ang berasal dari arteri basilaris$ arteri serebri anterior$ media$ ata" posterior. Adan%a per"bahan degenerati0 dari dinding pemb"l"h darah terseb"t %ang ditimb"lkan oleh hipertensi kronis mengakibatkan men"r"nn%a kelent"ran !+omplian+e# serta meningkatkan kem"ngkinan ter adin%a r"pt"r spontan. subadventitial hemorrhages ata" extravascular clots akibat adan%a ker"sakan endothel oleh hipertensi. 5em"n+"lan hematom menga8ali ter adin%a edema dan ker"sakan ne"ronal pada parenkim disekitarn%a. /airan trans"dat dengan segera meng"mp"l pada regio disekitar hematom Edema dini %ang ter adi disekitar hematom disebabkan oleh adan%a pelepasan dan ak"m"lasi protein ser"m %ang memiliki kek"atan osmotik !osmoti+all% a+ti1e ser"m proteins# %ang berasal dari bek"an darah. Selan "tn%a$ se+ara bert"r"tan$ ter adilah edema 1asogenik dan edema sitotoksik oleh karena r"sakn%a sa8ar darah

otak !bloodDbrain barrier#$ kegagalan sodium pump$ dan berakhir dengan kematian ne"ron.

*erdarahan ini berh"b"ngan dengan l"asn%a ker"sakan aringan otak .3assa perdarahan men%ebabkan destr"ksi dan kompresi langs"ng terhadap aringan otak sekitarn%a.?ol"me perdarahan men%ebabkan tekanan dalam otak meninggi danmemp"n%ai e0ek terhadap per0"si aringan otak serta drainage pemb"l"h darah.*er"bahan pemb"l"h darah ini lebih n%ata=berat pada daerah perdarahan karenae0ek mekanik langs"ng$men%ebabkan iskhemik dan elekn%a per0"si sehingga ter adiker"sakan sel7sel otak.?ol"me perdarahan mer"pakan hal %ang paling menent"kan dari hasilAkhirn%a. ,al lain %ang paling menent"kan %ait" stat"s ne"rologis dan 1ol"medarah didalam 1entrikel.?ol"me darah lebih dari A' ml$mortalit% n%a .@: bila lokasin%a deep s"b+orti+al dan(- : bila lokasin%a lobarls"per0isial. Unt"k perdarahan +erebell"m$ bila 1ol"men%a@'7A'ml$(<: 0atal6pada perdarahan didaerah pons lebih dari <ml$0atal.Bagaimanap"n ker"sakan aringan otak dan per"bahan7per"bahan karena perdarahan didalam otak tidak statis.?ol"me hematome selal" progressi1e. Dalam sat" am setelahke adian$ 1ol"me darah akan bertambah pada &<: penderita6 sekitar -': darisem"a penderita 1ol"men%a bertambah setelah &' am. *ada /T S+an tampak daerah hipodensit% disekitar hematome$ ini disebabkan karena eEtra1asasi ser"mdari hematome terseb"t

F. 5O3*4I5ASI In0ark dan iskemik aringan otak9 ter adi karena adan%a gangg"an aliran darah serebral dan mengakibatkan hipoksia serebral. ,erniasi otak9 ter adi karena peningkatan tekanan darah$ peningkatan 1iskositas pemb"l"h darah serebral. Disritmia ant"ng9 ter adi karena adan%a embolisme pada aliran darah ke otak.

). *E3ERI5SAAN *ENUNJAN) a# *emeriksaan radiologi !-# !&# !@# !2# /T s+an 9 didapatkan hiperdens 0okal$ kadang7kadang mas"k 1entrikel$ ata" men%ebar ke perm"kaan otak. !4inardi >id a a$ -..@# 3RI 9 "nt"k men"n "kkan area %ang mengalami hemoragik. !3aril%nn E. Doenges$ &'''# Angiogra0i serebral 9 "nt"k men+ari s"mber perdarahan seperti ane"risma ata" mal0ormasi 1ask"ler. !Sat%anegara$ -..C# *emeriksaan 0oto thoraE 9 dapat memperlihatkan keadaan ant"ng$ apakah terdapat pembesaran 1entrikel kiri %ang mer"pakan salah sat" tanda hipertensi kronis pada penderita stroke. !J"s"0 3isba+h$ -...# b# *emeriksaan laboratori"m !-# *"ngsi l"mbal 9 pemeriksaan lik"or %ang merah biasan%a di "mpai pada perdarahan %ang masi0$ sedangkan perdarahan %ang ke+il biasan%a 8arna lik"or masih normal !Eantokhrom# se8akt" hari7hari pertama. !Sat%anegara$ -..C# !&# !@# *emeriksaan darah r"tin *emeriksaan kimia darah 9 pada stroke ak"t dapat ter adi hiperglikemia. )"la darah dapat men+apai &<' mg dala m ser"m dan kem"dian berangs"r7angs"r t"r"n kembali. !J"s"0 3isba+h$ -...# !2# *emeriksaan darah lengkap 9 "n"tk men+ari kelainan pada darah it" sendiri. !4inardi >id a a$ -..@#

,. *ENATA4A5SANAAN

Se+ara konser1ati0 tekanan darah di"sahakan stabil dan terkontrol agar le1eln%a relati0 tinggi pada penderita perdarahan otak. ,ar"s dihindari pen"r"nan %ang berlebihan karena dapatmen"r"nkan per0"si aringan otak.*emberian osmotik di"retik dikombinasi dengan beta adrenergik blo+ker dig"nakan "nt"k kontrol tekanan darah dan membant" meng"rangi tekanan dalamotak ata" intra +ranial press"re.,iper1entilasi ata" barbit"rat dapat "ga dig"nakan$ 8ala"p"n k"rang e0ekti0.,iper1entilasi e0ekn%a sementara sedangkan barbit"rat meng"rangi

0"ngsine"rologis6 ked"an%a ini +ender"ng men%ebabkan hipotensi.5ortikosteroid masih dig"nakan oleh beberapa klinik"s dimana bert" "anmen"r"nkan tekanan intra kranial dengan kontrol edema 68ala"p"n pada per+obaanklinis obat ini tidak e0ekti0 dan menambah resiko ter adin%a komplikasi. Inter1ensi denFan tindakan operasiInter1ensi ini termas"k pemasangan monitoring tekanan intra kranial pada penderitadengan perdarahan %ang l"as ata" dilak"kan 1entrik"lostom% bila ter adi obstr"ksihidro+ephal"s.Tindakan dekompresi terhadap hematoma masih kontro1ersi ke+"alidig"nakan sebagai "k"ran li1e7sa1ing. *aling sedikit kontro1ersi indikasi terhadaptindakan dekompresi hematoma %ait" perdarahan +erebell"m dengan diameter lebihdari @+m ata" men%ebabkan kompresi batang otak.Terhadap sem"a kas"s perdarahan intra kranial $ kep"t"san "nt"k melak"kantindakan inter1ensi dekompresi pada dasarn%a terletak pada "k"ran dan lokasi perdarahan$pen%ebabn%a dan kondisi ne"rologisn%a.Tehnik operasi "nt"k dekompresi hematoma telah dilak"kan bertah"n7tah"ndan memberikan berbagai pilihan terhadap tipe %ang berbeda dari perdarahan intra+ranial. /raniotomi dan dekompresi lebih sering dig"nakan "nt"k perdarahan+orti+al ata" lobarls"per0isial.Stereota+ti+ tehnik lebih sering dipakai pada lokasi hematoma %ang dalam!deep s"b+orti+al#. Tehnik in1asi ini sangat minimal.Se+ara kesel"r"han 8ala"p"n ban%ak per+abaan klinis dengan e1ak"asi perdarahanotak$tidak ada e1ak"asi %ang tepat terhadap perkiraan hasil akhir dari e0ek ini

GLASGOW OUTCO ! SCAL!

Skala %ang asli terdiri dari < tingkatan sebagai berik"t !4eon7/arrion$ &''A 6 /apr"so dan 4e1in$ -..A# 9 '. "eath -. #egetative State Uni1ersitas S"matera Utara Tanda dari vegetative state adalah ketiadaan 0"ngsi kognIti0 %ang dit"n "kkan oleh hilangn%a kom"nikasi total$ %ang menandakan bah8a korteks serebral tidak ber0"ngsi lagi. Tidak seperti pada pasien koma$ pasien pada keadaan vegetative

state memiliki respon b"ka mata$ gerakan bola mata$ dan sikl"s tid"r7bang"n. 3eskip"n pasien dengan vegetative state dapat men"n "kkan berbagai aksi motorik %ang re0lekti0$ kebiasaan ini tidak dapat men"n "kkan kesadaran. $% Severe disability *asien sadar$ nam"n memb"t"hkan pertolongan. 3eskip"n tingkat ketergant"ngan ber1ariasi$ %ang termas"k dalam kategori ini adalah pasien %ang bergant"ng kepada seorang pengas"h "nt"k sel"r"h akti0itas sepan%ang hari. *asien %ang tidak dapat ditinggal sendiri dan tidak dapat mera8at diri mereka sendiri selama inter1al &2 am termas"k dalam kategori ini. &% oderate disability

*asien dalam kategori ini dapat ditinggal sendiri$ nam"n memiliki tingkat ke+a+atan 0isik dan kogniti0 %ang membatasi mereka dibandingkan tingkat kehid"pan sebel"m tra"ma. Ban%ak pasien pada kategori ini dapat kembali beker a$ meskip"n dalam peker aan mereka diberikan kelonggaran kh"s"s dan asisten "nt"k mereka$ dan tidak dapat memik"l peker aan sebesar tangg"ng a8ab mereka sebel"m sakit. '% Good recovery *ada kategori ini pasien dapat mandiri dan dapat kembali beker a pada peker aan ata" akti0itas mereka sebel"m sakit tanpa adan%a keterbatasan ma%or. *asien dapat menderita de0isit ne"rologi ata" kogniti0 ringan %ang menetap$ nam"n tidak menggangg" kesel"r"han 0"ngsi. *asien dalam kategori ini kompeten dalam bersosialisasi dan mamp" memba8a diri dengan baik tanpa per"bahan kepribadian %ang berarti. Tingkatan ini dapat dikelompokkan men adi outcome b"r"k !)OS '7&# dan outcome baik !)OS @72# !4eon7/arrion$&''A#.

FUN/ S/ORE FUN/ score adalah instr"men penilaian klinis saat pasien stroke perdarahan intraserebral tiba di r"mah sakit$ %ang dapat memprediksi pen+apaian kemandirian 0"ngsional setelah .' hari kem"dian ! Rost dkk$&''C #. Skor pada FUN/ score dim"lai ' 7--$ skor ini tidak dikategorikan dalam beberapa kelompok ! misal ringan$ sedang ata" berat #$ tetapi dari hasil st"di sebel"mn%a men"n "kkan bah8a nilai -- mengindikasikan kem"ngkinan %ang sangat k"at bah8a outcome pasien dengan skor ini !--# se+ara 0"ngsional tidak akan bergant"ng kepada orang lain !independence#. 5en%ataan lain men"n "kkan bah8a tidak ada pasien dengan nilai FUN/ Score G 2 %ang mamp" men+apai kemandirian se+ara 0"ngsional. Jadi semakin besar nilai FUN/ score semakin besar p"la kem"ngkinann%a pasien akan men+apai kemandirian se+ara 0"ngsional !Rost dkk$&''C# FUN/ score terdiri dari < komponen "tama %ait" 1ol"me *IS$ "m"r$ lokasi *IS$ nilai S5) dan gangg"an kogniti0 sebel"m ter adin%a *IS !Rost dkk$ &''C#. -. ?ol"me lesi perdarahan !*IS# ?ol"me lesi perdarahan di"k"r berdasarkan metode A E B E / =& ! 5othari RU dkk$ -..A6 ,emphill J/ dkk$ &''-#$ dimana 9 A H diameter terpan ang pada slice perdarahan %ang terbesar B H diameter tegak l"r"s dari A / H tebal potongan dimana lesi perdarahan masih terlihat. ?ol"me perdarahan dalam FUN/ s+ore dikategorikan dalam @ kelornpok$ %ang dianggap paling bermakna se+ara klinis$ %ait" 9 I @' +m@ !nilai 2#$ @'7A' +m@ !nilai &# dan J A' +m@ !nilai '#. &. Usia Usia dikategorikan dalam @ kelompok$ %ait" 9 I (' tah"n !nilai &#$ ('7(. tah"n !nilai -# dan J C' tah"n !nilai '#

@. 4okasi lesi perdarahan !*IS# 4okasi perdarahan dibedakan datam @ ketompok$ %ait" lobar !niiai &#$ deep !nilai -# dan in0ratentorial !nilai '#. *embagian lokasi ini memiliki Uni1ersitas S"matera Utara nilai poin berdasarkan tingkat kek"atan %ang berh"b"ngan dengan outcome. *erdarahan di kategorikan lobar ika s"mber perdarahan terlihat pada daerah perm"kaan hemis0er serebral ke bagian dalam str"kt"r gray matter dari lob"s 0rontal$ parietal$ temporal ata"p"n oksipital. 4okasi deep berarti perdarahan bers"mber dari daerah thalam"s ata" basal ganglia. 4okasi infratentorial berarti perdarahan ter adi pada daerah pons ata" serebellar !Rosand dkk$&''26 )odo% dkk$&''A# 2. Nilai Skala 5oma )lasgo8 !S5)# Niiai S5) dalam FUN/ score dikategorikan dalam & kelompok %ait" S5) J C !nilai &# dan S5) I C !nilai '#. <. )angg"an kogniti0 sebel"m ter adin%a *IS )angg"an kogniti0 sebel"m ter adin%a *IS adalah adan%a ri8a%at gangg"an kogniti0 %ang didapat dari hasil 8a8an+ara dengan kel"arga ata"p"n dari rekam medis %ang tersedia. *enilaiann%a dengan memakai k"esioner IK/ODE !(nformant )uestionnaire on Cognitive "ecline in the !lderly# %ang dib"at sedemikian r"pa sehingga mamp" menggambarkan se+ara relati0 per"bahan kogniti0 pasien dalam -' tah"n terakhir. Dalam penelitian ini IK /ODE %ang dipakai adalah %ang short IK/ODE %ang terdiri dari -A pertan%aan dimana masing7masing pertan%aan memilkii < pilihan a8aban m"lai dari nilai - !%ang berarti meningkat dengan perkiraan peningkatann%a +"k"p besar# sampai nilai.