Anda di halaman 1dari 2

NELIN TRISNAWATI. NPM : 1025010030.

KAJIAN KESESUAIAN LAHAN DENGAN KEMAMPUAN KESUBURAN TANAH UNTUK PENENTUAN VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccarum Officinnarum Linn) DI KABUPATEN BANGKALAN, MADURA

Rencana pemerintah Indonesia yang mencanangkan swasembada gula tahun 2014 saat ini mulai diprioritaskan. Salah satu strategi yang diperlukan adalah melalui peningkatan produktivitas. Peningkatan produktivitas gula dapat dicapai dengan mengganti varietas-varietas lama yang telah mengalami degradasi keunggulan genetik dengan varietas baru serta dengan melakukan perluasan lahan dan perbaikan pada system budidaya serta pengelolaan tanah. Oleh karena itu, pengembangan industri gula baru lebih disarankan untuk ekspansi di luar Jawa. Beberapa wilayah di luar pulau Jawa yang cukup potensial untuk pengembangan industri gula khususnya dalam perluasan areal pertanaman tebu salah satu diantaranya adalah Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura. Lahan pertanian di kabupaten Bangkalan merupakan lahan yang masih dalam

pengembangan dimana meliputi persawahan dan pertanian lahan kering, Sebagian kecil
hamparan di kabupaten Bangkalan telah dikembangkan sebagai tempat budidaya tanaman tebu. Akan tetapi permasalahan yang sering muncul antara lain pertumbuhan tanaman tebu yang kurang baik terkait dengan kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai sistem budidaya dan pengelolaan lahan. Oleh karena itu pemanfaatan lahan di Kabupaten Bangkalan sebagai lahan pertanaman tebu harus didasarkan pada kesesuaian lingkungan dengan persyaratan tumbuh tebu, sehingga dapat diterapkan teknologi andal yang tepat guna. Informasi daya dukung lahan yang dibutuhkan tidak sebatas pada luasannya saja, akan tetapi juga perlu dukungan informasi mengenai karakteristik agroekologinya, khususnya mengenai kesuburan tanah dan sifat fisik lahan. Karakteristik lahan ini sangat diperlukan terutama di daerah-daerah pengembangan baru seperti di lahan kering potensial di Kabupaten Bangkalan yang belum tersentuh bagi pengelolaan tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor pembatas kesesuaian lahan dan kemampuan kesuburan lahan terhadap budidaya tanaman tebu di Kabupaten Bangkalan sebagai dasar pengelolaan tanah pada budidaya tanaman tebu, memperoleh peta sebaran kesesuaian lahan dan kemampuan kesuburan tanah pada tanaman tebu yang sesuai dengan karakteristik lahan di Kabupaten Bangkalan, memperoleh informasi tentang sebaran varietas yang tepat pada berbagai karakteristik lahan di wilayah kabupaten Bangkalan sesuai dengan pola tanam, serta memberikan saran untuk pengelolaan lahan

pertanian terhadap budidaya tanaman tebu untuk meningkatkan produktivitas secara efektif dan efisien sesuai daya dukung lingkungan dan kelestarian lingkungan. Penelitian dilakukan pada tanggal 2 Juli 2013. Penelitian ini diawali dengan mengambil sampel tanah di beberapa lokasi sampel pengambilan tanah tepatnya yaitu di Kabupaten Bangkalan, Madura. Lokasi pengambilan sample tanah terletak pada beberapa titik di beberapa

desa. Desa tersebut meliputi. Kecamatan Tanjung Bumi (Tambak pocok,Banyu sangkah,Bandang dajah), Kecamatan Klmpis (Buluk agung, Larangan glintiong, Mrandung), Kecamatan Tanah merah (Pacentan,Baipajung,Petrah), Kecamatan Burneh (Benangkah,Jambu,Binoh), Kecamatan Aros baya (Ombul,Dlemer,Batonaong). Setiap desa diambil 3 titik yang dipilih secara acak terpilih dengan kedalaman pengambilan sample tanah 0-20cm, 20-40cm, dan 40-60cm. Alat yang digunakan meliputi Ring Sample ,Bor Tanah,Kamera, GPS (Global Potitioning System), Peta Dasar, ArchMap 9.5, Map Info Profesinal 10. MapSouche, dan Surfer 11. Metode penelitiannya yaitu 1) pra survey (Persiapan, Penyusunan Kerangka Acuan Kerja, Pengumpulan data tentang karakteristik wilayah serta table kesesuaian varietas tebu berdasarkan tipologi wilayah dengan observasi lapangan dan pengumpulan data sekunder), 2)Survey (Deskripsi lahan dan Klasifikasi lahan bedasarkan data dan hasil analisa) dan , 3)Pemetaan yang dilakukan dengan mengoverlay peta lokasi survey dengan hasil survey. Hasil survey berupa penilaian kesesuaian lahan dengan skor yang ditentukan sesuai dengan kelas kesesuaian lahan tersebut berdasarkan acuan FAO dan evaluasi kemampuan kesuburan (Fertility Capability Classification) berdasarkan acuan CSR-FAO dimana penggolongan berdasarkan tipe, sub tipe dan modifier. Hasil analisa digambarkan dalam peta yang didigit melalui software ArchGis dan Map Info Profesional 10. Penataan varietas dilakukan dengan melakukan matching data hasil survey dengan table kesesuaian tanaman tebu berdasarkan tipologi wilayah dan pola tanam. Output dari hasil matching data yang dituangkan dalam sebuah peta lah yang akan dipakai sebagai bentuk acuan bagi pengelolah