Anda di halaman 1dari 4

Nilai dan Norma Keluarga 1. Definisi nilai dan norma keluarga a.

Definisi nilai Nilai (value) adalah konsepsi-konsepsi abstrak di dalam diri manusia, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Pendapat lain menyatakan bahwa nilai adalah gagasan mengenai apakah suatu pengalaman itu berarti apa tidak berarti. Dalam rumusan lain, nilai merupakan anggapan terhadap sesuatu hal, apakah sesuatu itu pantas atau tidak pantas, penting atau tidak penting, mulia ataukah hina. esuatu itu dapat berupa benda, orang, tindakan, pengalaman, dan seterusnya (1). edangkan nilai keluarga adalah suatu system ide, sikap, dan keper!ayaan tentang nilai suatu keseluruhan atau konsep yang se!ara sadar maupun tidak sadar mengikat bersama-sama seluruh anggota keluarga dalam suatu budaya la"im (#). Nilai-nilai berfungsi sebagai pedoman umum bagi perilaku dan dalam keluarga nilai-nilai tersebut membimbing perkembangan aturan-aturan dan nilai-nilai keluarga. $isalnya, %ika seseorang menilai kesehatan dan merasakannya dalam suatu keadaan yang menyenangkan maka %auh lebih mungkin ia ikut dalam upaya perawatan kesehatan dan kebiasaan-kebiasaan yang sehat. Di samping itu, ada keputusan moral (berupa norma dan aturan&kaidah keluarga) yang menentang kebiasaan-kebiasaan buruk yang bertentangan dengan kesehatan (#). b. Definisi norma Norma merupakan ukuran yang digunakan oleh masyarakat untuk mengukur apakah tindakan yang dilakukan merupakan tindakan yang wa%ar dan dapat diterima atau tindakan yang menyimpang ('). Norma merupakan pola-pola perilaku yang diangap men%adi hak dari sebuah masyarakat tertentu dan pola-pola perilaku sema!am itu didasarkan pada nilai dari keluarga. Pola-pola tersebut %uga merupakan modal perilaku. Dengan kata lain, normanorma menentukan perilaku peran yang sesuai bagi setiap posisi dalam keluarga dan

masyarakat menerangkan bagaimana hubungan timbal balik harus dipelihara, dan %uga bagaimana perilaku peran dapat berubah mengikuti perubahan usia dari mereka yang menempati posisi ini (#). Kebudayaan keluarga merupakan suatu sumber system nilai dan norma-norma utama dari sebuah keluarga. ebaliknya, kelompok keluarga merupakan suatu sumber utama system keper!ayaan, nilai-nilai, dan norma-norma yang menentukan pemahaman indi(idu terhadap berbagai hal (#). #. Perbedaan nilai dan norma keluarga Norma bersifat memaksa sedangkan nilai bersifat sub%ektif (anggapan tentang baik dan benar). $isalnya dalam suatu keluarga diwa%ibkan makan malam bersama dalam satu me%a. $aka anak dan seluruh anggota keluarga harus mematuhi hal ini. )al ini dilakukan karena orang tua menganggap bahwa makan bersama sangat baik untuk meningkatkan rasa kekeluargaan dan keterbukaan. '. $asalah yang mungkin mun!ul a. Perbedaan nilai-nilai latar belakang budaya di dalam keluarga $asalah yang sering mun!ul dalam keluarga adalah konflik nilai. emisal ketika ada satu keluarga yang terdiri dari seorang yang berkebudayaan %awa dan seorang lainnya berasal dari keluarga yang menganut budaya batak. *anyak sekali perbedaanperbedaan yang timbul di antara mereka. $isalnya dalam hal bahasa dan komunikasi. +rang %awa terbiasa berkomunikasi dengan suara yang lembut, tenang, dan perlahan. Ketika menikah dengan orang batak, di awal-awal pernikahan akan merasakan perbedaan dengan orang batak tersebut dalam hal komunikasi. +rang batak terbiasa berkomunikasi dengan suara yang lantang dan keras. b. Perbedaan generasi Nilai tidak bersifat statis. Nilai berkembang sesuai dengan perkembangan. )al ini akan menyebabkan perbedaan nilai yang dianut oleh suatu generasi dengan generasi sebelumnya. ,ontohnya perbedaan nilai yang dianut oleh kakek dan !u!unya. Kakek

memegang teguh nilai-nilai tradisional akan tetapi !u!unya memegang nilai yang sedang berkembang atau sedang mun!ul (#). -. $anfaat data bagi perawat a. $emberikan pengetahuan kepada perawat mengenai nilai dan norma yang dianut oleh anggota keluarga b. Dengan mengetahui nilai dan norma yang dianut, perawat akan mengetahui mengenai bahasa yang digunakan, bahasa non(erbal yang ditun%ukkan oleh klien. Kebiasaan membersihkan diri, kebiasaan makan, pantang terhadap makanan tertentu, persepsi sakit berkaitan dengan akti(itas sehari-hari, dan lain-lain (-) !. Dengan mengetahui nilai dan norma yang dianut, perawat bisa menyesuaikan diri terhadap nilai dan norma yang dianut keluarga tersebut dan mengetahui latar belakang penggunaan nilai dan norma dalam keluarga tersebut. d. Dengan mengetahui nilai dan norma dalam suatu keluarga akan memudahkan perawat dalam melakukan proses keperawatan berikutnya.

1.

antosa,

.gus.

#//0.

Nilai

dan

Norma

osial.

Diakses

dari1

http1&&agsasman'yk.wordpress.!om&#//0&/0&/1&nilai-dan-norma-sosial& pada tanggal 0 No(ember #/1/ #. 2riedman, $arilyn $.1003. Keperawatan Keluarga 4eori dan Praktik. 5akarta1 67, '. Nurherbyanti, karina. #//3. Nilai dan Norma No(ember #/1/ -. udiharto.#//8..suhan Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan Keperawatan 4ranskultural.5akarta1 67, osial. Diakses dari1 http1&&pelangipada tanggal 0

sosiologisma.blogspot.!om&#//3&/0&nilai-dan-norma-sosial.html