Anda di halaman 1dari 13

MORFOLOGI A.

Pendahuluan Tiap masyarakat yang merupakan wadah suatu budaya tentu mempergunakan suatu bahasa sebagai alat atau wahana komunikasi bagi warga masyarakat tersebut. Setiap bahasa mempunyai kaidah-kaidah tersendiri dan tidak telepas dari semua aturan yang berlaku. Sehingga setiap pengguna bahasa di dunia tidak boleh menggunakan bahasa atau ejaan-ejaan yang salah karena hal itu akan merusak citra bahasa itu sendiri. Sehingga memotivasi kami untuk membahas mengenai hal ini, agar tidak terjadi permasalahan pada saat kita menggunakan bahasa, karena bahasa yang berstruktur merupakan ciri dari pikiran yang teratur. Setelah memperlajari morfologi kita dapat menambah pengetahuan Pendalaman bagi pengguna bahasa mengenai morfologi. Memberikan pemahaman mengenai seluk-beluk kata. pengetahuan mengenai pengguna bahasa dan penggunaan kaidah bahasa yang baik dan benar. morfem seta klasifikasi morfem. B. Pengertian Morfologi alam bahasa !ndonesia mempunyai berbagai bentuk. "ata sedih, gembira, dan senang merupakan satu morfem. "ata bersedih, bergembira, dan bersenang merupakan dua morfem, yaitu morfem ber- sebagai afiks, dan morfem sedih merupakan bentuk dasarnya begitu juga dengan morfem bergembira dan bersenang terdiri dari dua morfem. "ata senang-senang terdiri dari dua morfem yaitu morfem senang sebagai bentuk dasar dan diikuti oleh senang sebagai morfem ulang. Semua yang berhubungan denngan bentuk kata tersebut yang menjadi objek dari suatu ilmu disebut dengan morfologi.#
M. Sarli dkk, Asas-asas Linguistik Umum, $%ogyakarta& 'adjah Mada (niversity Press, )**+,, hlm. -).
#

i dalam makalah ini juga prinsip pengenalan

Membahas masalah morfem d unit-unit gramatikal dan

Perubahan-perubahan bentuk kata menyebabkan adanya perubahan golongan dan arti kata. 'olongan kata sedih tidak sama dengan golongan kata bersedih. "ata sedih termasuk golongan kata adjektiva, sedangkan kata bersedih termasuk verba deadjektiva. dengan kata sedih dan gembira. Perbedaan atau perubahan golongan dan arti kata tersebut disebabkan oleh perubahan bentuk kata. "arena itu, selain menyelidiki bidangnya yang utama dalam seluk-beluk bentuk kata, morfologi juga menyelidiki kemungkinan adanya perubahan golongan dan arti kata yang timbul sebagai akibat perubahan bentuk kata. Morfologi adalah bagian ilmu bahasa yang mempelajari atau membicarakan tentang seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahanperubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata, atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatikal maupun fungsi semantik. Morfologi juga mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik, yang biasa disebut arti gramatikal atau makna. Satuan yang paling kecil dipelajari oleh morfologi adalah morfem, sedangkan yang paling besar berupa kata. morfologi hanya Mempelajari peristiwa-peristiwa yang umum, peristiwa yang berturut-turut terjadi, yang bisa dikatakan merupakan sistem dalam bahasa. Peristiwa perubahan bentuk misalnya pada perubahan kata dari jalan menjadi jalan pada kata berjalan, dan perubahan dari kata aku menjadi saya, serta perubahan kata dari tahun menjadi Tuhan boleh dikatakan hanya terjadi pada kata tersebut. .leh karena itu, peristiwa tersebut tidak bisa disebut sebagai peristiwa umum, tentu saja bukan termasuk dalam bidang morfologi, melainkan termasuk dalam ilmu yang biasa disebut etimologi, yaitu ilmu yang mempelajari selukbeluk asal sesuatu kata secara khusus. i segi arti, kata-kata senang, bersenang, dan emikian pula senang-senang semuanya mempunyai arti yang berbeda-beda.

i sini dikemukakan bahwa pembicaraan tentang satuan gramatik yang salah satu dari unsurnya berupa afiks dibahas dalam bidang morfologi, dan pembicaraan tentang kata majemuk juga dibicarakan dalam bidang morfologi mengingat bahwa kata majemuk masih termasuk golongan kata. Morfologi adalah cabang tata bahasa yang menelaah struktur atau bentuk kata, utamanya melalui pengguanaan morfem. Morfologi pada umumnya dibagi ke dalam dua bidang& yakni telaah infleksi $inflectional morfhology ). an telaah pembentukan kata (lexical or deri ational mor!hology). /nalisi morfemik bagian dari telaah linguistik sikronis0 analisis morfologis diterapkan terhadap telaah historis. /nalisis morfologis dilakukan dalam berbagai bentuk. Satu pendekatan membuat telaah distribusional morfem dan varian morfemis yang muncul dalam kata $analisis susunan morfotaktis,. Suatu model pemerian yang memandang hubungan antara kata-kata sebagai proses derivasi. alam linguistic generati e, morfologi dan sintaksis tidak dilihat sebagai dua tingkat terpisah0 kaidah-kaidah dari tata bahasa berlaku bagi struktur kata, seperti halnya terhadap frasa dan kalimat, dan konsep-konsep morfologis hanya muncul sebagai titik dimana output komponen sintaksis harus diberikan representasi fonologi melalui kaidah-kaidah morfofonologis.) Morfologi membahas struktur internal bentuk kata. alam morfologi, analisis membagi bentuk kata ke dalam formatif komponennya, dan berusaha untuk menjelaskan kemunculan setiap formatif. Morfologi dapat dibagi ke dalam dua cabang utama, yaitu morfologi infleksional dan pembentukan kata yang disebut morfologis leksikal. Morfologi infleksional membahas leksem-leksem baru dari !emajemukan kata ( kom!osisi ). eriviasi berurusan dengan erivasi kadang 1 pembentukan leksem baru dari dua atau lebih sistem potensial.

kadang juga dibagi ke dalam deri asi mem!ertahankan kelas (class-maintaining deri ation) dan deri asi !erubahan kelas (class-changing deri ation).
Parlin S dan Suparno, Linguistik Umum Untuk "erguruan Tinggi, $2akarta& epdikbud, #334,, hlm. 5+-53.
)

irjendikti

Morfologi mengcakup kata, bagiannya, dan prosesnya. Morofologi adalah komponen tata bahasa generative tranformasional $TT', yang membicarakan struktur internal kata. Teori morfologi umum yang berurusan dengan pembahasan secara tepat mengenai jenis-jenis kaidah morfologi yang dapat ditemukan dalam bahasa-bahasa alamiah. Morfologi khusus merupakan seperangkat kaidah yang mempunyai fungsi ganda. "ertama, kaidah-kaidah ini berurusan dengan pembentukan kata baru. #edua, kaidah-kaidah ini mewakili pengetahuan penutur asli yang tidak disadari tentang struktur internal kata yang sudah ada dalam bahasanya.C. Fungsi Morfologi /dapun fungsi dari morfologi adalah sebagai berikut& #. (ntuk mengetahui bagaimana perubahan-perubahan bentuk kata, baik dari fungsi gramatik maupun semantik. ). Mengetahui bagaimana seluk-beluk kata -. Mengetahui bagaimana suatu arti yang timbul akibat peristiwa gramatik 4. Mempelajari peristiwa-peristiwa umum, peristiwa yang berturut-turut terjadi, atau dengan kata lain sebagai sistem dalam bahasa D. Tujuan Morfologi /dapun tujuan dari morfologi adalah sebagai berikut& #. Membahas masalah morfem dan kata ). Membahas masalah unit-unit gramatikal -. Membahas masalah prinsip pengenalan morfem 4. Membahas masalah klasifikasi morfem 6. Membahas masalah proses morfologis 7. Membahas masalah morfofonemik 5. Membahas masalah fungsi dan makna afiksasi
-

M. Sarli dkk, $!.cit., hlm. -6.

+. Membahas masalah kategori kata.4 E. Morfe !. Pengertian Morfe Morfem adalah suatu bentuk bahasa yang tidak mengandung bagianbagian yang mirip dengan bentuk lain, baik bunyi maupun maknanya. Morfem adalah unsur-unsur terkecil yang memiliki makna dalam tutur suatu bahasa. "alau dihubungkan dengan konsep satuan gramatik, maka unsur yang dimaksud oleh 8ockett itu, tergolong ke dalam satuan gramatik yang paling kecil.6 Morfem, dapat juga dikatakan unsur terkecil dari pembentukan kata dan disesuaikan dengan aturan suatu bahasa. Pada bahasa !ndonesia morfem dapat berbentuk imbuhan. Misalnya kata praduga memiliki dua morfem yaitu 9pra9 dan 9duga9. "ata duga merupakan kata dasar penambahan morfem 9pra9 menyebabkan perubahan arti pada kata duga. :erdasarkan konsep-konsep di atas di atas dapat dikatakan bahwa morfem adalah satuan gramatik yang terkecil yang mempunyai makna, baik makna leksikal maupun makna gramatikal. "ata mem!erbesar misalnya, dapat kita potong sebagai berikut mem!erbesar, !er-besar 2ika besar dipotong lagi, maka be- dan %sar masingmasing tidak mempunyai makna. :entuk seperti mem-, !er-, dan besar disebut morfem. Morfem yang dapat berdiri sendiri, seperti besar, dinamakan morfem bebas" sedangkan yang melekat pada bentuk lain, seperti mem- dan !er-, dinamakan morfem terikat. ;ontoh mem!erbesar di atas adalah satu kata yang terdiri atas tiga morfem, yakni dua morfem terikat mem- dan !er- serta satu morfem bebas, besar. #. Morf dan Alo orf
4

8usni <ukyasah, Tata &ahasa &aku &ahasa 'ndonesia, $2akarta& :alai Pustaka, )***,, hlm. 'bid., hlm. #*6.

#*#.
6

Morf dan alomorf adalah dua buah nama untuk untuk sebuah bentuk yang sama. Morf adalah nama untuk sebuah bentuk yang belum diketahui statusnya $misal& =i> pada kenai,0 sedangkan alomorf adalah nama untuk bentuk tersebut kalau sudah diketahui statusnya $misal ?b@rA, ?b@A, ?b@lA adalah alomorf dari morfem ber-. /tau bias dikatakan bahwa anggota satu morfem yang wujudnya berbeda, tetapi yang mempunyai fungsi dan makna yang sama dinamakan alomorf. engan kata lain alomorf adalah perwujudan konkret $di dalam penuturan, dari sebuah morfem. 2adi setiap morfem tentu mempunyai almorf, entah satu, dua, atau enam buah. ;ontohnya, morfem meB- $dibaca& me nasal,& me-, mem- men-, meny-, meng-, dan menge-. Secara fonologis, bentuk me- berdistribusi, antara lain, pada bentuk dasar yang fonem awalnya konsonan 9!9 dan 9r90 bentuk mem- berdistribusi pada bentuk dasar yang fonem awalnya konsonan 9b9 dan juga 9p90 bentuk men- berdistribusi pada bentuk dasar yang fonem awalnya 9d9 dan juga 9t90 bentuk meny- berdistribusi pada bentuk dasar yang fonem awalnya 9s90 bentuk meng- berdistribusi pada bentuk dasar yang fonem awalnya, antara lain konsonan 9g9 dan 9k90 dan bentuk menge- berdistribusi pada bentuk dasar yang ekasuku, contohnya =menge>C =cat>D mengecat. :entuk-bentuk realisasi yang berlainan dari morfem yang sama tersebut disebut alomorf.7 $. Prinsi%&%rinsi% Pengenalan Morfe (ntuk mengenal morfem secara jeli dalam bahasa !ndonesia, diperlukan petunjuk sebagai pegangan. /da enam prinsip yang saling melengkapi untuk memudahkan pengenalan morfem yakni sebagai berikut& a. Prinsip pertama :entuk-bentuk yang mempunyai struktur fonologis dan arti atau makna yang sama merupakan satu morfem.5

7 5

'bid., 'bid.,

membaca ;ontoh& baca pembaca bacaan membacakan b. Prinsip "edua

kemanusiaan

ke-an kecepatan kedutaan kedengaran

:entuk-bentuk yang mempunyai struktur fonolis yang berbeda, merupakan satu morfem apabila bentuk-bentuk itu mempunyai arti atau makna yang sama, dan perbedaan struktur fonologisnya dapat dijelaskan secara fonologis. Perubahan setiap morf itu bergantung kepada fonem awal morfem yang dilekatinya. ;ontoh& mem 1 meBmen meny meng me& menulis & menyisir & menggambar & melempar & membawa

Perubahan setiap morf itu bergantung kepada fonem awal morfem yang dilekatinya.

c.

Prinsip "etiga

:entuk-bentuk yang mempunyai struktur ontologis yang berbeda, sekalipun perbedaannya tidak dapat dijelaskan secara fonologis, masih dapat dianggap sebagai satu morfem apabila mempunyai makna yang sama, dan mempunyai distribusi yang komplementer. Perhatikan contoh berikut& berbelbe& berkarya, bertani, bercabang & belajar, belunjur & bekerja, berteriak, beserta "edudukan afiks ber- yang tidak dapat bertukar tempat itulah yang disebut distribusi komplementer. d. Prinsip "eempat /pabila dalam deretan struktur, suatu bentuk berpararel dengan suatu kekosongan, maka kekosongan itu merupakan morfem, ialah yang disebut morfem Eero. Misalnya& #, <ina membeli sepatu ), <ina menulis surat -, <ina membaca novel 4, <ina menggulai ikan 6, <ina makan pecal 7, <ina minum susu Semua kalimat itu berstruktur SP.. Predikatnya tergolong ke dalam verba aktif transitif. Fau pada kalimat a, b. c, dan d, verba aktif transitif tersebut ditandai oleh meB-, sedangkan pada kalimat e dan f verba aktif transitif itu ditandai kekosongan $meB- tidak ada,, kekosongan itu merupakan morfem, yang disebut morfem Eero.

e.

Prinsip "elima :entuk-bentuk yang mempunyai struktur fonologis yang sama mungkin merupakan satu morfem, mungkin pula merupakan morfem yang berbeda. /pabila bentuk yang mempunyai struktur fonologis yang sama itu berbeda maknanya, maka tentu saja merupakan fonem yang berbeda. ;ontoh& #. a. 2ubiar membeli buku b. :uku itu sangat mahal ). a. 2uniar membaca buku b. 2uniar makan buku tebu Satuan buku pada kalimat #. a dan #. b merupakan morfem yang sama karena maknanya sama. Satuan buku pada kalimat kalimat ). a dan ). b bukanlah morfem yang sama karena maknanya berbeda.

f.

Prinsip "eenam Setiap bentuk yang tidak dapat dipisahkan merupakan morfem. !ni berarti bahwa setiap satuan gramatik yang tidak dapat dipisahkan lagi atas satuan-satuan gramatik yang lebih kecil, adalah morfem. Misalnya, satuan ber- dan lari pada berlari, ter- dan tinggi pada tertinggi tidak dapat dipisahkan lagiatas satuan-satuan yang lebih kecil. oleh karena itu, ber-, lari, ter, dan tinggi adalah morfem.

F.

Proses Morfologis Proses morfologis dapat dikatakan sebagai proses pembentukan kata dengan menghubungkan morfem yang satu dengan morfem yang lain yang merupakan bentuk dasar. alam proses morfologis ini terdapat tiga proses yaitu&

pengafiksan,

pengulangan

atau

reduplikasi,

dan

pemajemukan

atau

penggabungan.+ #. Pengafiksan :entuk $atau morfem, terikat yang dipakai untuk menurunkan kata disebut afiks atau imbuhan.3 Pengertian lain proses pembubuhan imbuhan pada suatu satuan, baik satuan itu berupa bentuk tunggal maupun bentuk kompleks, untuk membentuk kata. ;ontoh& &erbaju (enemukan )itemukan *a+aban. :ila dilihat pada contoh, berdasarkan letak morfem terikat dengan morfem bebas pembubuhan dapat dibagi menjadi empat, yaitu pembubuhan depan $prefiks,, pembubuhan tengah $infiks,, pembubuhan akhir $sufiks,, dan pembubuhan terbelah $konfiks,. ). <eduplikasi <eduplikasi adalah pengulangan satuan gramatikal, baik seluruhnya maupun sebagian, baik disertai variasi fonem maupun tidak. ;ontoh& berbulan-bulan, satu-satu, seseorang, com!ang-cam!ing, sayur-mayur. -. Penggabungan atau Pemajemukan Proses pembentukan kata dari dua morfem bermakna leksikal.#* ;ontoh& ,a!u tangan -umah sakit
+ 3

Famuddin GinoEa, #om!osisi &ahasa 'ndonesia, $2akarta& iksi !nsan Mulia, )**7,, hlm. 46. 8asan /lwi dkk, Tata &ahasa &aku &ahasa 'ndonesia, $2akarta& :alai Pustaka, )***,, hlm. .ka !.'.B. dan Suparno, Linguistik Umum, $2akarta& irjendikti epdikbud, #334,, hlm.

-#.
#*

#+#.

#*

4. Perubahan !ntern Perubahan intern adalah perubahan bentuk morfem yang terdapat dalam morfem itu sendiri. ;ontoh& dalam bahasa !nggris Singular Goot Mouse 6. Suplisi plural Geet mice

Suplisi adalah proses morfologis yang menyebabkan adanya bentuk sama sekali baru. ;ontoh& dalam bahasa !nggris .o sing +ent sang Modifikasi kosong ialah proses morfologis yang tidak menimbulkan perubahan pada bentuknya tetapi konsepnya saja yang berubah. ;ontoh& read- read-read

7. Modifikasi kosong

G.

'esi %ulan Morfologi adalah bagian ilmu bahasa yang mempelajari atau membicarakan tentang seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahanperubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata, atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatikal maupun fungsi semantik. Morfologi juga mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik, yang biasa disebut arti gramatikal atau makna. Satuan yang paling kecil

##

dipelajari oleh morfologi adalah morfem, sedangkan yang paling besar berupa kata. morfologi hanya Mempelajari peristiwa-peristiwa yang umum, peristiwa yang berturut-turut terjadi, yang bisa dikatakan merupakan sistem dalam bahasa. "emahiran berbahasa untuk melancarkan komunikasi kita tehadap lawan bicara yang teratur. 2adi kita sebagai pengguna bahasa harus mendalami pemahaman kita mengenai struktur-struktur kata yang terdapat dalam bahasa yang kita gunakan sehari-hari. alam kaitannya dengan kebahasaan, yang dipelajari dalam morfologi ialah bentuk kata. Selain itu, perubahan bentuk kata dan makna $arti, yang muncul serta perubahan kelas kata yang disebabkan perubahan bentuk kata itu, juga menjadi objek pembicaraan dalam morfologi. terendah dan kata pada tingkat tertinggi. engan kata lain, secara struktural objek pembicaraan dalam morfologi adalah morfem pada tingkat

DAFTAR 'EP()TA'AA* /lwi, 8asan dkk. Tata &ahasa &aku &ahasa 'ndonesia, 2akarta& :alai Pustaka, )***. GinoEa, Famuddin. #om!osisi &ahasa 'ndonesia, 2akarta& )**7. iksi !nsan Mulia,

'.B. .ka ! dan Suparno. Linguistik Umum, 2akarta& irjendikti epdikbud. #334. <ukyasah, 8usni. Tata &ahasa &aku &ahasa 'ndonesia, 2akarta& :alai Pustaka, )***.

#)

S. Parlin dan Suparno. Linguistik Umum Untuk "erguruan Tinggi, 2akarta& irjendikti epdikbud, #334. Sarli, M. dkk. Asas-asas Linguistik Umum, %ogyakarta& 'adjah Mada (niversity Press, )**+.

#-