Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN

COMMUNITY HEALTH ANALYSIS Hubungan Faktor Resiko dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia Desa Sokaraja Wetan, Kecamatan Sokaraja

Pembimbing: dr.Madya Ardi Wicaksono, Msi. dr. Sugeng Rahadi

Disusun Oleh Rachma Dewi Astari Elli Dwi Ermawati

G1A212030 G1A212038

KEPANITERAAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN KEDOKTERAN PURWOKERTO 2012

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN

COMMUNITY HEALTH ANALYSIS

Hubungan Faktor Resiko dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia Desa Sokaraja Wetan, Kecamatan Sokaraja

Disusun untuk memenuhi sebagian syarat dari Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Disusun Oleh Rachma Dewi Astari Elli Dwi Ermawati

G1A212030 G1A212038

Telah dipresentasikan dan disetujui Tanggal ....................................

Preseptor Lapangan

Preseptor Fakultas

dr. Sugeng Rahadi NIP.19601028.198912.1.001

dr.Madya Ardi Wicaksono, Msi. NIP. 19810511.201012.1.003

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Salah satu penyakit yang menjadi masalah serius di Indonesia adalah hipertensi. Hipertensi merupakantekanan darah sistolik 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg pada seseorang yang tidak sedang makanobat antihipertensi.Saat ini hipertensi disebut sebagai the silent killer. Di Amerika, diperkirakan 1 dari 4 orang dewasamenderita hipertensi. Menurut WHO dan the International Society of Hypertension(ISH), saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi diseluruh dunia dan 3 juta di antaranya meninggal setiaptahunnya. Tujuh dari setiap 10 penderita tersebut tidakmendapatkan pengobatan secara adekuat (Rahajeng, 2009). Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2004 menemukan 27,5 % penduduk Indonesia menderita hipertensi. Sedangkan pada tahun 2000, prevalensihipertensi di daerah urban adalah 31,7%. Sementara untukdaerah rural (Sukabumi) didapatkan prevalensi

sebesar38,7%.Berdasarkan Penelitian yang dilakukan di 6 kota besar seperti Jakarta, Padang, Bandung, Yogyakarta,Denpasar, dan Makasar terhadap usia lanjut (55-85 tahun), didapatkan prevalensihipertensi sebesar 52,5% . Sedangkan pada tahun 2007 menunjukkan peningkatan prevalensi hipertensi secara nasional, yaitu 31,7% (Rahajeng, 2012). Prevalensi Hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia cukup tinggi. Selain itu, akibat yang ditimbulkannya menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah. Hipertensi sering tidak menunjukkan gejala, sehingga baru disadari bila telah menyebabkan gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung atau stroke. (Depkes, 2012). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan, sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis. Hal ini terlihat dari hasil pengukuran tekanan darah pada usia 18 tahun ke atas ditemukan

prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 31,7%, dimana hanya 7,2% penduduk yang sudah mengetahui memiliki hipertensi dan hanya 0,4% kasus yang minum obat hipertensi. Hal ini menunjukkan, 76% kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis atau 76% masyarakat belum mengetahui bahwa mereka menderita hipertensi (Depkes, 2012).

B. Tujuan 1) Tujuan Umum Mengetahui hubungan Faktor resiko dengan kejadian hipertensi pada lansia Desa Sokaraja Wetan, Kecamatan Sokaraja. 2) Tujuan Khusus a. Melakukan skrining hipertensi terhadap penduduk di wilayah kerja Puskesmas 1 Sokaraja b. Mengetahui faktor resiko yang dimiliki lansia Desa Sokaraja Wetan, Kecamatan Sokaraja. c. Meningkatkan pengetahuan penduduk di wilayah kerja Puskesmas 1 Sokaraja tentang hipertensi.

C. Manfaat 1) Manfaat Praktis Memberikan informasi pada warga masyarakat di wilayah Puskesmas 1 Sokaraja mengenai hipertensi. 2) Membantu menjalankan program promosi kesehatan pada wilayah kerja Puskesmas 1 Sokaraja. 3) Manfaat Teoritis Menjadi dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang permasalahan kesehatan yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas 1 Sokaraja.