Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Black hole (Indonesia: lubang hitam) merupakan bagian dari alam semesta yang menempati ruang tertentu dan memiliki pemusatan massa yang sangat besar sehingga dapat mengakibatkan nilai percepatan gravitasi yang dihasilkan akan sangat besar pula. Besarnya nilai percepatan gravitasi yang dihasilkan ini dapat menarik radiasi elektromagnetik, menyebabkan cahaya terbengkokkan, bahkan membuat setiap sesuatu yang memasukinya tidak dapat keluar lagi. Hal tersebut dapat terjadi karena sifat pemusatan massa yang memicu percepatan pada titik kecepatan yang mendekati atau sama dengan kecepatan cahaya, yaitu 3108m/s. Sifat pemusatan massa tersebut dapat terbentuk karena obyek pembentuk black hole tidak dapat bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri Black hole dengan segala karakteristiknya seperti yang telah dijelaskan di atas merupakan hal yang tidak biasa ditemui dalam kerangka makroskopik kehidupan manusia sehari-hari, sehingga pada awal mulanya teori yang berdasarkan observasi ini tidak begitu menarik untuk dibahas. Akan tetapi,hal tersebut berubah setelah berkembangnya ilmu fisika modern, khususnya perkembangan teori relativitas yang membahas mengenai ruang dan waktu.Dalam teori relativitas, disebutkan bahwa setiap benda yang mendekati atausama dengan kecepatan cahaya, maka benda yang bersangkutan dapat keluardari ruang dan waktu. Dalam artian bahwa ruang dan waktu akan menjadi relatif baginya karena terjadi dilatasi waktu maupun konstraksi panjang.Walaupun teori relativitas belum pernah dibuktikan secara eksperimental,akan tetapi pembuktian matematisnya yang menggunakan prinsip sebagaimana transformasi lorenz tidak dapat terbantahkan.Berangkat dari latar belakang dan teori dasar diatas, karya tulis ini mencoba membahas mengenai karakteristik Supermassive Black Hole.Penelitian mengenai Supermassive Black Holeini dilakukan dengan melakukan observasi menggunakan media teleskop Hubble yang bisa diakses 3lewat situswww.hubblesite.org yang kemudian dilanjutkan dengan analisa kualitatif dan kuantitatif lewat kepustakaan dan eksperimen yang pernah dilakukan. Kemudian, dilakukan sintesis dan pengolahan data dari tujuan penelitian ini guna mendapat kesimpulan yang memadai dari hipotesa awal.Penelitian mengenai karakteristik Supermassive Black Holedapat membuka peluang untuk penciptaan transportasi multi dimensi ruang danwaktu, bahkan memiliki fungsi filosofis untuk mengetahui tanda Tanya tentang proses lahirnya alam semesta dan bagaimana kemusnahan alam semesta kelak. Oleh karena itu, penelitian mengenai karakteristik Supermassive Black Hole merupakan hal yang sangat bermanfaat guna perkembangan kemajuan teknologi lebih lanjut. 1

1.2.

Rumusan Masalah

a. Apa pengertian Blackhole (lubang hitam) ? b. Bagaimana sejarah terjadinya Blackhole (lubang hitam) ? c. Bagaimana asal mula Blackhole(lubang hitam) ? d. Bagaimana sifat fisik dari Blackhole (lubang hitam) ? e. Bagaimana pertumbuhan blackhole ? f. Apa keunikan dari blackhole ?

1.3.

Tujuan

a. Untuk mengetahui pengertian dari blackhole (lubang hitam) b. Untuk mengetahui sejarah terjadinya blackhole (lubang hitam) c. Untuk mengetahui asal mula blackhole (lubang hitam) d. Untuk mengetahui sifat fisik dari blackhole (lubang hitam) e. Untuk mengetahui pertumbuhan blackhole f. untuk mengetahui keunikan blackhole

BAB PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Black hole (lubang hitam)


Lubang hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasi begitu kuat sehingga kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk radiasi elektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata "hitam". Istilah "lubang hitam" telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati. Sebuah lubang hitam adalah wilayah ruangwaktu di mana gravitasi mencegah apa pun, termasuk cahaya , melarikan diri. Teori relativitas umum memprediksi bahwa cukup kompak massa akan merusak ruang-waktu untuk membentuk lubang hitam. Sekitar lubang hitam ada permukaan matematis didefinisikan disebut cakrawala peristiwa yang menandai point of no return. Hal ini disebut "hitam" karena menyerap semua cahaya yang hits cakrawala, yang mencerminkan apa-apa, hanya seperti sempurna tubuh hitam di termodinamika .
[2] [3]

Mekanika kuantum memprediksi bahwa

lubang hitam memancarkan radiasi seperti tubuh hitam dengan terbatas yang temperatur . Suhu ini berbanding terbalik dengan massa lubang hitam, sehingga sulit untuk mengamati radiasi ini untuk lubang hitam massa bintang atau lebih. Benda yang medan gravitasi terlalu kuat untuk cahaya untuk melarikan diri pertama kali dipertimbangkan dalam abad ke-18 oleh John Michell dan Pierre-Simon Laplace . Solusi modern pertama relativitas umum yang akan mencirikan lubang hitam ditemukan oleh Karl Schwarzschild pada tahun 1916, meskipun interpretasi sebagai daerah ruang dari mana tidak ada yang bisa lolos tidak sepenuhnya dihargai selama empat dekade. Lama dianggap sebagai keingintahuan matematika, itu selama 3

tahun 1960-an bahwa pekerjaan teoritis menunjukkan lubang hitam adalah prediksi generik relativitas umum. Penemuan bintang neutron memicu minat dalam gravitasi runtuh objek kompak sebagai sebuah realitas astrofisika mungkin. Lubang hitam massa bintang diharapkan terbentuk ketika runtuhnya sangat besar bintang pada akhir siklus hidup mereka. Setelah lubang hitam telah terbentuk itu dapat terus tumbuh dengan menyerap massa dari lingkungannya. Dengan menyerap bintang lainnya dan bergabung dengan lubang hitam lain, lubang hitam supermasif jutaan massa matahari dapat terbentuk. Ada konsensus umum bahwa lubang hitam supermasif yang ada di pusat-pusat yang paling galaksi . Meskipun interior terlihat nya, kehadiran sebuah lubang hitam dapat disimpulkan melalui interaksi dengan lainnya materi dan dengan cahaya dan radiasi elektromagnetik . Cetakan jatuh ke lubang hitam dapat membentuk disk akresi dipanaskan oleh gesekan, membentuk beberapa objek paling terang di alam semesta. Jika ada bintang lain mengorbit lubang hitam, orbit mereka dapat digunakan untuk menentukan massa dan lokasi. Data ini dapat digunakan untuk mengecualikan kemungkinan alternatif (seperti bintang neutron). Dengan cara ini, para astronom telah mengidentifikasi sejumlah calon bintang lubang hitam dalam sistem biner , dan menetapkan bahwa inti dari kita Bima Sakti galaksi mengandung sebuah lubang hitam supermasif dari sekitar 4,3 juta massa matahari .

2.2 Sejarah black hole (lubang hitam)


Teori adanya lubang hitam pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh John Michell and Pierre-Simon Laplace, selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini banyak astronom yang percaya bahwa hampir semua galaksi dialam semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi. John Archibald Wheeler pada tahun 1967 yang memberikan nama "Lubang Hitam" sehingga menjadi populer di dunia bahkan juga menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita bisa mendeteksi materi yang tertarik / tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah, para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan

banyak lubang hitam di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di angkasa dihiasi oleh jutaan lubang hitam.

2.3 Asal mula Lubang hitam


Lubang Hitam tercipta ketika suatu obyek tidak dapat bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri. Banyak obyek (termasuk matahari dan bumi) tidak akan pernah menjadi lubang hitam. Tekanan gravitasi pada matahari dan bumi tidak mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan nuklir dalam dirinya yang sifatnya melawan tekanan gravitasi. Tetapi sebaliknya untuk obyek yang bermassa sangat besar, tekanan gravitasi-lah yang menang. Sebenarnya ada teori yang menyebutkan, daya hisap sebuah lubang hitam bisa melemah lalu ia akan masuk ke fase tidur, berhenti memakan benda angkasa. Lubang hitam yang disebut Sagittarius A itu letaknya berada di tengah galaksi Bima Sakti. Scherbakov, astronom dari Pusat Astrofisika Harvard mengatakan, lubang hitam di galaksi Bima Sakti hanya memakan 0,01% bintang di sekelilingnya. Namun selanjutnya peneliti juga menemukan fakta, lubang hitam senantiasa berevolusi, sehingga bisa jadi akan aktif lagi suatu hari nanti. Semakin banyak ia menelan bintang, semakin cepat pula proses evolusinya. Menurut data yang didapat dari teleskop luar angkasa, selama beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak lubang hitam menelan benda angkasa. Selain itu, dikatakan bahwa semakin banyak ia menghisap benda angkasa, semakin besar pula daya sedotnya. Ini dikarenakan peningkatan unsur ion di dalamnya. Namun tidak hanya berevolusi, belakangan juga diketahui lubang-lubang hitam yang ada di berbagai galaksi juga saling bergabung. Berbagai benda angkasa yang masuk ke dalam lubang hitam mengandung banyak energi dalam jumlah besar. Sehingga gabungan antarlubang hitam tentunya juga meningkatkan jumlah energi yang dimilikinya. Energi ini dapat mengendalikan alur keluar masuk gas dan debu ke luar lubang. Tidak hanya debu dan gas, para astronom meyakini bahwa hisapan sebuah lubang hitam juga banyak melepaskan sinar-X dan gelombang radioaktif. Namun jumlah radiasi sinar X yang mereka amati belum dapat dijelaskan. Yang jelas, semuanya itu memengaruhi perkembangan galaksi yang tempat lubang hitam itu berada.

Memahami proses dan cara kerja dan evolusi lubang hitam adalah penting untuk menjelaskan formasi galaksi bima sakti dan keutuhan bumi di masa depan. Mempelajari radiasi dan interaksi antargalaksi dapat membuat kita paham akan besarnya medan gravitasi,gaya magnet, dan proses radiasi lubang hitam. Kami telah mempelajari data dari teleskop ruang angkasa selama beberapa tahun terakhir, dan menemukan bahwa semakin cepat lubang hitam melahap material angkasa, maka semakin tinggi daya ionisasinya, ujar David Ballantyne, asisten profesor fisika Georgia Institute of Technology. Ahli fisika angkasa saat ini belum memiliki penjelasan yang cukup mengenai daya sedot lubang hitam dan bagaimana pertumbuhannya atau apa yang membuat lubang hitam tertentu berhenti berkembang. Tapi yang jelas, lubang hitam dan cakram di sekitarnya akan memengaruhi benda-benda langit. Penghisapan lubang hitam atas benda angkasa melepaskan banyak energi. Tidak hanya radiasi, tapi juga gas yang dilepaskan sampai jauh ke luar galaksi. Gas ini dapat mengubah susunan letak bintang, dan menghentikan perkembangan galaksi, ujar Ballantyne. Daya hisap lubang hitam masih terus dipelajari. Ada yang berkembang dan ada juga yang mati. Mempelajari ini penting untuk mengetahui bentuk dan perubahan susunan galaksi kita, tambah Ballantyne.

Lubang hitam memang menyedot benda angkasa. Bumi berrisiko ditelan olehnya. Namun risikonya ternyata tidak hanya itu. Gas yang disemburkan dari dalamnya pun dapat membuat benda angkasa bergeser, dan bahkan mungkin bertabrakan.

2.4 Sifat dan Struktur Black Hole (lubang hitam)


The no-rambut teorema menyatakan bahwa, setelah mencapai kondisi stabil setelah pembentukan, sebuah lubang hitam hanya memiliki tiga sifat fisik independen: massa , muatan , dan momentum sudut . Setiap dua lubang hitam yang berbagi nilai yang sama untuk properti ini , atau parameter, yang bisa dibedakan menurut klasik (yaitu non- kuantum ) mekanik. Properti ini istimewa karena mereka terlihat dari luar lubang hitam. Sebagai contoh, sebuah lubang hitam dibebankan repels lain seperti biaya sama seperti objek biaya lainnya. Demikian pula, massa total dalam bola berisi lubang hitam dapat ditemukan dengan menggunakan analog gravitasi hukum Gauss , yang massa ADM , jauh dari lubang hitam. Demikian juga, momentum sudut dapat diukur dari jauh menggunakan bingkai menyeret oleh bidang gravitomagnetic . Ketika sebuah benda jatuh ke dalam lubang hitam, setiap informasi tentang bentuk objek atau distribusi muatan di dalamnya merata sepanjang cakrawala dari

lubang hitam, dan hilang bagi pengamat luar. Perilaku cakrawala dalam situasi ini adalah sistem disipatif yang erat analog dengan membran melar konduktif dengan gesekan dan hambatan listrik -pada paradigma membran . Hal ini berbeda dari yang lain teori medan seperti elektromagnetisme, yang tidak memiliki setiap gesekan atau resistivitas pada tingkat mikroskopis, karena mereka waktu-reversibel . Karena lubang hitam akhirnya mencapai keadaan stabil dengan hanya tiga parameter, tidak ada cara untuk menghindari kehilangan informasi tentang kondisi awal: bidang gravitasi dan listrik dari sebuah lubang hitam memberikan informasi yang sangat sedikit tentang apa yang masuk Informasi yang hilang mencakup setiap kuantitas yang tidak dapat diukur jauh dari horizon lubang hitam, termasuk kurang dilestarikan bilangan kuantum seperti total jumlah baryon dan jumlah lepton . Perilaku ini sangat membingungkan bahwa telah disebut paradoks informasi lubang hitam kehilangan .Solusi menggambarkan lubang hitam yang lebih umum juga ada. lubang hitam Dibebankan dijelaskan oleh Reissner-Nordstrm metrik , sedangkan metrik Kerr menjelaskan lubang hitam berputar . Yang paling umum stasioner lubang hitam solusi dikenal adalah Kerr-Newman metrik , yang menggambarkan sebuah lubang hitam dengan kedua muatan dan momentum sudut. Sementara massa lubang hitam dapat mengambil nilai positif, muatan dan momentum sudut yang dibatasi oleh massa. Dalam unit Planck , listrik jumlah muatan Q dan J total momentum sudut diharapkan untuk memenuhi untuk lubang hitam massa M. Lubang hitam menjenuhkan ketidaksetaraan ini disebut extremal . Solusi persamaan Einstein yang melanggar ketidaksetaraan ini ada, tetapi mereka tidak memiliki sebuah cakrawala peristiwa. Solusi ini telah disebut singularitas telanjang yang dapat diamati dari luar, dan karenanya dianggap unphysical. Para hipotesis sensor kosmik aturan keluar pembentukan singularitas seperti itu, ketika mereka diciptakan melalui keruntuhan gravitasi dari materi yang realistis . Hal ini didukung oleh simulasi numerik. Karena kekuatan yang relatif besar dari gaya elektromagnetik , lubang hitam membentuk dari runtuhnya bintang diharapkan untuk mempertahankan muatan hampir netral bintang. Rotasi, bagaimanapun, diharapkan menjadi fitur umum objek kompak. Biner kandidat lubang hitam sumber sinar-X GRS 1.915 105 tampaknya memiliki momentum sudut dekat nilai maksimum yang diperbolehkan. Lubang hitam biasanya diklasifikasikan menurut massa mereka, independen dari J momentum sudut atau muatan listrik Q. Ukuran lubang hitam, sebagaimana ditentukan oleh jari-jari cakrawala peristiwa, atau jari-jari Schwarzschild , kira-kira sebanding dengan massa melalui M Lubang hitam klasifikasi Kelas Massa Ukuran Supermasif lubang hitam ~ 10 5 -10 9 M Sun ~ 0,001-10 AU Massa menengah lubang hitam ~ 10 3 M
Sun

~ 10 3 km = R

Earth

Stellar lubang

hitam ~ 10 M Sun ~ 30 km Micro lubang hitam sampai ~ M Bulan hingga ~ 0,1 mm di mana r sh 7

adalah radius Schwarzschild dan M

Sun

adalah massa Matahari . Hubungan ini adalah tepat

hanya untuk lubang hitam dengan biaya nol dan momentum sudut, karena lubang hitam yang lebih umum dapat berbeda sampai dengan faktor 2.

2.5 Pertumbuhan Blackhole (lubang hitam)


Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan terhisap. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menghisap apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menghisap material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya. Contoh : bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak terhisap masuk kedalamnya. Bahaya akan mengancam hanya jika bumi kita berjarak 10 mil dari lubang hitam, dimana hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa bumi berjarak 93 juta mil dari matahari. Lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan lubang hitam yang lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang lebih besar.

artikel dari http://rosmana12.blogspot.com/2009/06/lubang-hitam.html :

Lubang hitam adalah sesuatu yang berbentuk seperti sebuah lubang raksasa di alam semesta, ia memiliki diameter raksasa dan terdapat banyak benda-benda angkasa yang tertarik di sekelilingnya. Sebuah lubang hitam memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat. Gravitasi dari lubang hitam dapat menarik apapun yang mendekatinya atau melintas dihadapannya. Bahkan cahaya yang memiliki kecepatan lebih dari 300 km / detik dapat tertarik oleh gravitasi dari lubang hitam. Sebuah lubang hitam yang terbentuk oleh satu atau lebih benda-benda yang menjadi sangat padat, karena itu kepadatan inilah, gravitasi akan menjadi sangat besar dan mengambil alih massa benda itu sendiri. kemudian, proses ini membentuk sebuah lubang hitam baru yang akan menarik apapun yang berada di dekatnya. Karena lubang hitam memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat sehingga dapat menarik benda apapun mendekat, lubang hitam mendapatkan sebutan yang mengerikan seperti kuburan luar angkasa. Banyak benda-benda angkasa seperti asteroids tertarik mendekati lubang hitam akibat grvitasi yang sangat kuat. Setelah itu, bahan ini menumpuk dalam waktu yang lama dan menjadi seperti kuburan luar angkasa di sekitar lubang hitam. Pada abad ke-20, muncul sebuah hipotesis tentang lubang hitam ini: Sebuah lubang hitam kemungkinan besar membentuk sebuah terowongan yang dapat terhubung ke lubang hitam yang lain yang kemungkinan dapat berfungsi sebagai mesin waktu untuk bepergian ke lain waktu. Tidak ada seorangpun yang tahu hipotesis ini benar atau tidak karena tidak ada bukti yang kuat untuk hipotesis ini.

artikel dari http://erabaru.net/iptek/55-iptek/3220-ledakan-lubang-hitam-melampaui-nuklir : artikel kali ini berkaitan dengan nuklir ^o^ Bulan Januari 2001, fisikawan yang terkenal dari Universitas St. Andrew yakni Nel Ryan Harther mengumumkan bahwa ia dan peneliti Inggris lainnya akan menciptakan sebuah lubang hitam di ruang laboratorium, ketika itu tidak ada yang merasa terkejut terhadap hal demikian. Namun, beberapa hari yang lalu sebuah harian di Rusia mengumumkan ramalan ilmuwannya bahwa lubang hitam tidak saja dapat dibuat dalam ruang laboratorium, bahkan 50 tahun kemudian, ledakan lubang hitam yang mempunyai energi maha dahsyat akan membuat bom atom yang mengerikan manusia sekarang juga terbukti lebih buruk, menjadi pediatri yang tidak patut dipersoalkan. Pertimbangan manusia menciptakan lubang hitam sebenarnya paling awal abad ke-20 tahun 80-an dikemukakan oleh Profesor William Anroe dari Universitas British, Columbia, ia berpendapat, bahwa manifestasi gelombang suara dalam zat cair dengan manifestasi cahaya dalam lubang hitam sangat mirip, jika membuat kecepatan cairan melampaui kecepatan bunyi, maka pada kenyataannya telah membentuk sebuah gejala lubang hitam buatan dalam cairan tersebut. Sekalipun demikian, Dr. Ryan Harther berencana bahwa lubang hitam buatan yang tercipta oleh karena kekurangan gravitasi yang cukup, selain cahaya, mereka tidak dapat menelan semua benda yang ada di sekeliling seperti lubang hitam yang sebenarnya.

10

Sebaliknya, ilmuwan Rusia Alexander Delofmankov malah berpendapat, bahwa lubang hitam alam semesta sesungguhnya yang dapat menelan segala benda juga dapat secara keseluruhan menciptakannya melalui ruang laboratorium: Sebuah lubang hitam yang berukuran inti atom, energinya akan melampaui sebuah pabrik nuklir. Jika manusia, pada suatu hari nanti benar-benar menciptakan bom lubang hitam, maka energi yang ditimbulkan sebuah bom lubang hitam setelah meledak, akan setara dengan ledakan bom atom yang tak terhingga kelipatannya secara bersamaan, paling tidak ia dapat mengakibatkan kematian 1 miliar jiwa. Bagi mayoritas orang, lubang hitam yang menakutkan adalah hal yang sangat jauh di alam semesta, masih sangat jauh meninggalkan kita. Namun, Delofmankov berpendapat, sebenarnya kerabat kecil lubang hitam alam semesta lubang hitam mini ada di mana-mana di atas bumi, bahkan mendatangkan sejumlah besar masalah dan bencana pada manusia. Beberapa ilmuwan Rusia menganggap, bahwa beberapa fenomena misterius di atas bumi berhubungan dengan lubang hitam mini, seperti misalnya letusan gunung berapi, energi dan panas gunung berapi selalu merapat di tempat tertentu di atas bumi, lagi pula tak kunjung habis. Beberapa ilmuwan bahkan curiga, bahwasannya adalah energi mataharilah yang telah menyampaikannya ke tempat yang dalam di bumi melalui lubang hitam. Sebelum ini, beberapa fisikawan mengenali bahwa di atas matahari tidak hanya terdapat energi nuklir, bahkan ada lubang hitam mini, lagi pula setiap bagian dalam planet mungkin terdapat lubang hitam mini.

2.6 Keunikan Blackhole


Untuk mengerti dan mengapresiasi pentingnya paradoks informasi ini dalam ilmu fisika harus perlu dipahami apa dan sifat-sifat lubang hitam. Lubang hitam adalah benda angkasa yang terbentuk sedemikian rupa sehingga memiliki gaya tarik besar sekali. Tidak sesuatu pun dalam jangkauan medan gravitasinya akan terbebas dari gaya tariknya. Lubang hitam bisa terbentuk dari sebuah bintang tua. Pada bintang-kumpulan gas-gas partikel-terjadi reaksi fusi nuklir pada pusatnya yang memampukan partikel-partikel gas tadi untuk tidak tertarik ke pusat bintang oleh gravitasinya sendiri. Jika bahan bakar reaksi fusi habis, gaya dorong ke luar tidak lagi dihasilkan. Akibatnya, partikel-partikel gas akan tersedot ke pusat gravitasi dan menekan seluruh massa bintang jadi lubang hitam. Medan 11

gravitasi lubang hitam memiliki lapisan pembatas yang jelas membedakan kedua sisi dari batas tersebut. Membran yang menandai batas point of no return ini dikenal sebagai cakrawalaperistiwa. Keunikan lubang hitam lain adalah tidak hitam, melainkan berwarna. Pada paper-nya tahun 1976, Hawking menunjukkan bahwa permukaan cakrawala peristiwa memiliki suhu sekitar 10 biliun derajat. Kondisi ini memungkinkan lubang hitam memancarkan radiasi-disebut radiasi Hawking. Jadi, lubang hitam dapat meluruh sampai massanya hilang.

Radiasi terjadi akibat proses produksi pasangan di cakrawala peristiwa. Dalam teori Dirac, ruang vakum adalah lautan partikel dan anti-partikel yang dari dalam secara virtual mungkin tercipta pasangan partikel dan anti-partikel yang kemudian lenyap jika keduanya menyatu. Jika proses ini terjadi pada daerah cakrawala peristiwa dan salah satu partikel yang tercipta ada dalam cakrawala peristiwa dan yang lain di luar, maka partikel yang di luar akan mungkin lepas sebagai radiasi Hawking.

BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan


Lubang hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Lubang Hitam tercipta ketika suatu obyek tidak dapat bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri. Banyak obyek (termasuk matahari dan bumi) tidak akan pernah menjadi lubang hitam. Tekanan gravitasi pada matahari dan bumi tidak mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan nuklir dalam dirinya yang sifatnya melawan tekanan gravitasi. Tetapi sebaliknya untuk obyek yang bermassa sangat besar, tekanan gravitasi-lah yang menang.

3.2.

Saran
Berdasarkan penjelasan yang telah di uraikan, penulis menyarankan kepada pembaca

agar mengenal lebih jauh lagi tentang blackhole karena samapai saat ini masih banyak kesimpang-siuran mengenai teori blackhole. 12

DAFTAR PUSTAKA

Krane, Kenneth. 1992.Fisika Modern. Jakarta: Erlangga EXIST Main Page: http://exist.gsfc.nasa.gov di akses tanggal 10 november 2012 SSU E / PO: http://epo.sonoma.edu di akses tanggal 10 november 2012 Diakses melalui www.hubblesite.org/explore_astronomy/black_holes/modules.html Tanggal 22 november 2012 Di akses melalui www.teachspacescience.org/graphics/pdf/10001043.pdf 1 desember 2009 Di akses melalui http://emfor.wordpress.com/2010/01/10/request-black-hole-lubang-hitam/ tanggal 4 desember 2012 Diakses melalui http://alhasanwahid.blogspot.com/2010/11/black-hole-makalah.html tanggal 4 Desember

13