Anda di halaman 1dari 3

Rinaldo Azhar hidayat 115020207113049

Dan Tan Seet Eng, Whistleblower Mafia Sepakbola Kerjasama FIFA dan Interpol kini semakin nyata, dengan diselenggarakannya Program pemberantasan Mafia Sepakbola di seluruh Dunia, Tak hanya dibelahan Dunia barat utamanya di Eropa, namun diseluruh Benua, tentu Indonesia termasuk. Tanggal 21-22 Pebruari 2013, giliran AFC bersama dengan Interpol mengadakan Konfrensi Pemberantasan Mafia Sepakbola, di lakukan di Kuala lumpur,dengan mengundang seluruhAnggota dan Negara Negara anggo ta FIFA dan beberapa kalangan yang konsen terhadap sepakbola. Disela sela sela Konfrensi dilaporkan beberapa hasil yang sudah diperoleh Interpol, mengenai penelusuran kejahatan Pengaturan skor di Italia. Adalah suatu kemajuan besar bagi kerja Interpol bekerjasama dengan Kepolisian Singapura, dengan menangkap Salah satu Gembong Mafia sepakbola, dengan pendekatan kepolisian setempat maka, menurut Kepolisian Singapura tersangka skandal pengaturan skor sepak bola bersedia bekerja sama dengan penyelidik kepolisian. Dan Tan Seet Eng, si tersangka, kini mendampingi pihak berwenang Singapura dalam investigasinya, kata kepolisian Singapura menjawab pertanyaan seputar skandal ini. Namun, kepolisian tidak memperinci bagaimana Tan bekerja sama dengan polisi, atau apakah ia sudah ditahan. Penyelidik Eropa menuduh Dan Tan Seet Eng memimpin sekaligus menyokong dana sindikat kriminal yang bertanggung jawab dalam pengaturan skor pertandingan sepak bola di berbagai kawasan dunia, merupakan salah satu gembong Mafia Sepakbola yang bergerak di seluruh Dunia. Berdasar atas petunjuk Tan seet eng, melalui Kepolisian Singapura polisi Italia menangkap seorang lelaki Slovenia yang diduga anggota sindikat kriminal ini. Admir Suljic yang menyerahkan diri kepada polisi Italia di bandara Internasional Malpensa, Milan, pada Kamis pagi. Kepolisian Singapura mengklaim bahwa penangkapan itu merupakan hasil investigasi atas informasi dari Dan Tan seet Eng, dan merupakan bukti kerjasama Dan Tan seet eng kepada Kepolisian Singapura. Sehingga pelaku bisa ditangkap di Turin Italia, demikian pernyataan kepolisian Singapura. Hasil kerjasama Tan seet Eng yang bertindak sebagai Whistleblower, bersedia menjadi saksi atas keterlibatan sindikat pengaturan skor di seluruh dunia Europol, satuan koordinasi kepolisian Eropa, bulan ini menyatakan sudah mendapatkan bukti bahwa 680 pertandingan sepak bola seluruh duniatermasuk laga dalam sejumlah turnamen terbesartelah diatur. Sebanyak 425 ofisial, pemain, dan pejabat organisasi sepak bola diduga terlibat kasus ini. Belasan orang sudah ditangkap.

Europol menemukan keuntungan lebih dari $10,9 juta atau sekitar Rp105 miliar yang didapat sindikat dari keuntungan judi dalam skandal ini. Selain itu, sindikat mengeluarkan suap sebesar $2,7 juta atau kirakira Rp26 miliar bagi orang-orang yang terlibat pengaturan skor. Pejabat Europol mengatakan Tan merupakan salah satu orang yang diselidiki dalam kasus ini, namun Kepolisian Singapura memberikan konfirmasi bahwa Dan Tan seet eng bersedia kerjasama sebagai Whistleblower dan membeberkan seluruh kegiatan dan kerja sindikat Pengaturan skor di Seluruh dunia. Maka pemberantasan akan lebih mudah, apabila salah satu gembong mafia sepakbola telah bersedia dan sanggup memberi keterangan dan membuka seluruh jaringan serta menyerahkan data dan fakta yang dimilikinya. Termasuk nama nama yang terlibat dari seluruh pertandingan yang telah terkontaminasi dengan sindikat Mafia sepakbola ini, Dari official, pemain, wasit, perangkat pertandingan hingga pejabat organsisasi sepakbola. Maka siap siap juga Indonesia karena sudah lama di Indonesia ditengerai sebagai lahan subur bagi Mafia Pengaturan Skor pertandingan Sepakbola. Data dan fakta keterlibatan pelaku, tak hanya nama, namun kejadian dan rentetan peristiwa termasuk perrtandingan tempat dan waktu serta nilai transaksinya. Memang sudah saatnya zaman pembersihan sepakbola, dari kegiatan pengaturan skor untuk keperluan perjudian atau yang lain, merupakan program serentak diseluruh dunia termasuk di Indonesia. . http://olahraga.kompasiana.com/bola/2013/02/23/tan-seet-eng-whistleblower-mafia-sepakbola536335.html

Analisa: Dari artikel diatas, seorang wistheblower sangat penting dalam pengungkapan kasus.selain sebagai penghubung kasus dia juga berjasa sebagai saksi yang mengetahui rentetan kasus pengaturan skor yang terjadi disingapura.disisi lain,seorang wisthle blower juga ikut terlibat dalam kasus tersebut.sehingga meskipun ia ikut bekerjasama membongkar kasus tersebut,ia juga tidak luput dari sanksi yang harus diterima karena ia mengetahui dan terlibat dalam kasus tersebut.tetapi ia mendapatkan perlindungan hukum dari pihak berwenang yang dalam kasus ini adalah Interpol demi terbongkarnya kasus ini. Dalam kasus ini, Dan Tan Seet Eng sang pelaku dan juga penyebar dana termasuk dalam eksternal,Karen ikut terlibat dalam kasus dan penyebar dana tapi tidak dalam institusi tersebut yaitu FIFA.sebagai seorang WB, Dan Tan Seet Eng harus kooperatif dalam kasus ini.dengan memberikan keterangan yang jelas terhadap Interpol dan pihak yang berwenang serta membocorkan bagaimana skema kasus mafia bola yang lingkupnya internasional ini bekerja tanpa menutupi sedikitpun bukti yang mungkin bias memberatkannya.