Anda di halaman 1dari 29

Farmakoterapi Gout Arthritis

Fetri Lestari, M.Si., Apt.

Gout
Penyakit

yang ditandai meningkatnya kadar asam urat dalam serum (hiperurisemia), serangan berulang arthritis akut berhubungan dengan kristal monosodium urat pada cairan sinovial, deposit kristal monosodium urat (tophi) di jaringan pada sendi, penyakit interstitial ginjal, dan nephrolithiasis asam urat

Asam urat
Hasil

metabolisme purin Asam urat tidak memiliki fungsi sehingga menjadi produk buangan , dibuang dari tubuh melalui ginjal

Hiperurisemia
Manusia

normal memproduksi 600-800 mg asam urat per hari Asam urat berada dalam darah dalam bentuk monosodium urat (bentuk garamnya) Konsentrasi urat serum di atas 7,0 mg/ dL melampaui kelarutan monosodium urat sehingga terdeposit di jaringan/ cairan synovial Nilai asam urat yang normal:

wanita 2,4 6 mg/dL pria 3,0 7 mg/dL

Etiologi
Overproduksi

asam urat: karena peningkatan aktivitas PRPP sintetase, atau defisiensi HGPRT Penurunan eksresi asam urat: melalui urin
Hiperurisemia

tidak akan terjadi jika produksi seimbang dengan eksresi

Prevalensi

Gout lebih sering terjadi pada pria 7-9 kali dari wanita Kejadian meningkat seiring usia, puncaknya pada usia 30-50 tahun Setelah menopause, prevalensi pada wanita menyamai pria Gout pada usia kurang dari 30 tahun pada pria dan pada usia premenopause pada wanita menunjukkan abnormalitas enzim dan penyakit ginjal

Klasifikasi
Gout primer

akibat pengaruh genetik maupun kelainan bawaan lain yang menyebabkan peningkatan produksi asam urat (10-20%) atau penurunan kemampuan ekskresi asam urat (80-90%). 99 % penyebabnya belum diketahui (idiopatik). Diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetic dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme meningkatnya produksi asam urat karena nutrisi, yaitu mengkonsumsi makanan dengan kadar purin yang tinggi, alkohol, dll.

Gout Sekunder

Manifestasi klinis/ gejala

diagnosa
Dari

gejala klinis Kadar monosodium urat dalam serum Observasi kristal monosodium urat dalam cairan sinovial atau tophi pada pasien yang menderita gout berkepanjangan, pemeriksaan radiografi menunjukkan pembengkakakan asimetris pada sendi

DIAGNOSIS

Dengan adanya hasil laboratorium dan gambar radiologis maka jenis penyakit dapat diketahui: 1. Artritis gout, kriterianya sebagai berikut: - Ditemukan kristal monosodium urat MSU pada cairan sendi (sinovial) atau tofi, - Inflamasi maksimum terjadi pada hari pertama - Lebih dari 1 kali serangan arthtritis akut - Artritis pada satu persendian - Kulit diatas sendi yang sakit tanpa kemerahan - Nyeri bengkak pada pangkal ibu jari kaki - Hiperurisemia

Inflamasi pada gout

DIAGNOSIS
2. Batu asam urat - Pemeriksaan radiologis foto polos abdomen - Ultrasonografi - Intravenous pielografi

3.Nefropati gout Telah terjadi deposit kristal urat, baik di glomerulus, tubulus, dan jaringan sekitarnya. Keadaan tersebut menyebabkan penurunan fungsi ginjal atau telah terjadi kegagalan fungsi ginjal. Adanya penurunan fungsi ginjal bisa dideteksi dengan pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin.
(Kurnia, 2009)

TERAPI NON FARMAKOLOGI


mengurangi konsumsi makanan tinggi purin menghindari konsumsi alkohol menurunkan berat badan jika obesitas mengurangi stress Olahraga yang cukup seperti renang dan bersepeda karena olahraga ini merupakan olahraga terbaik untuk menggerakkan semua sendi.

Terapi
Gout

akut: dengan NSAID ketika terjadi serangan ( untuk mengurangi inflamasi dan nyeri) Profilaksis serangan berikutnya: obat penurun kadar asam urat

Terapi gout akut/ antiinflamasi


NSAID

Colchicine:

obat antimitotik kortikosteroid

Terapi profilaksis

Urikostatika: Xanthine oxidase inhibitor

Allopurinol Inhibisi sintesis asam urat dengan menghambat enzim xanthin oxidase, menurunkan kadar PRPP Dimulai dari dosis 100 mg/ hari, ditambah 100 mg setiap 1 minggu hingga kadar asam urat 6,0 mg/ dL Metabolit dari allopurinol : oxypurinol mempunyai aktivitas yang sama dosis allopurinol mesti diturunkan pada pasien insufisiensi ginjal

Obat urikosurik

Probenecid, sulfinpyrazon, benzbromarone Inhibisi reaborpsi asam urat pada tubulus proximal ginjal Sehingga Meningkatkan eksresi asam urat Dimulai dari dosis rendah untuk menghindari pembentukan batu ginjal Hanya digunakan pada pasien yang diketahui eksresi asam uratnya rendah (kurang dari 800 mg selama 24 jam pada diet normal, atau kurang dari 600 mg pada diet rendah purin Untuk menghindari pembentukan batu, aliran urin harus dijaga dan diberi alkalinisasi urin (pemberian kalium bikarbonat) Urikosurik tidak boleh digunakan pada pasien insufisiensi ginjal kecuali benzbromarone

Dosis urikosurik
Probenecid:

dimulai 250 mg 2x/ hari selama 1 atau 2 minggu dilanjutkan 500 mg 2x/ hari selama 2 minggu Sulfinpyrazone: 50 mg 2x/ hari selama 3-4 hari, dilanjutkan 100 mg 2x/ hari.

Obat lain
Fenofibrate

(obat penurun lemak) dapat meningkatkan bersihan hipoxanthine dan xanthine Losartan (antihipertensi golongan ARB) dapat menghambat reabsorpsi asam urat pada ginjal sehingga meningkatkan eksresinya

Terapi nephrolithiasis asam urat

Hidrasi untuk memelihara vol urin 2-3 L / hari Alkalinisasi urin: menggunakan potassium (kalium) bikarbonat untuk menjaga pH urin 6-6,5, atau acetazolamid
Natrium bikarbonat kurang disukai karena asupan natrium tinggi akan meningkatkan eksresi natrium, reabsorpsi natrium di ginjal diikuti kalsium yang memicu hiperkalsemia dan pembentukan batu ginjal kalsium oksalat

Diet rendah purin Terapi dengan allopurinol