Anda di halaman 1dari 12

CARA MENYUSUI

Pemberian ASI secara eksklusif pada bayi di Indonesia berlandaskan keputusan Menteri Kesehatan RI No. 450/Men.Kes/SK/IV/2004 tanggal 7 April 2004. Untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan optimal, bayi harus diberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, selanjutnya untuk kecukupan nutrisi bayi mulai diberi makanan pendamping ASI yang cukup dan aman, dengan pemberian ASI dilanjutkan sampai usia 2 tahun

Manfaat pemberian ASI atau menyusui


1.
2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jalinan atau hubungan ibu dan bayi lebih erat dan mesra Kesempatan bagi ibu untuk mencurahkan kasih sayang dan berinteraksi Bayi merasa aman dan nyaman serta tenang, merasa diperhatikan dan dilindungi oleh ibu ASI mengandung nutrient yang dibutuhkan oleh bayi Mengandung zat kekebalan yang dapat melindungi bayi dari penyakit Segar dan suhu sesuia dengan suhu tubuh bayi Ibu merasa puas , bangga dan bahagia Dari hasil riset mengurangi resiko Ca mammae

POSISI MENYUSUI

POSISI PERLEKATAN
Bayi harus melekat secara tepat di payudara agar ia memperoleh ASI yang cukup dan agar terhindar dari puting luka. Gendong bayi mendekati payudara dan sentuhkan puting ke bibir bawah bayi. Setelah ia membuka mulutnya, segera masukkan payudara sambil menarik bayi ke arah ibu (latch-on). Puting harus mengarah ke langit-langit mulut bayi.

tanda-tanda perlekatan yang tepat


Dagu bayi menyentuh payudara Mulutnya terbuka lebar dan seolah-olah penuh oleh payudara ibu Bibir bawah bayi terkesan memble Bagian areola terlihat lebih banyak di atas mulut bayi daripada di bawah mulutnya Ibu tidak merasakan sakit Hisapan bayi yang efektif akan dimulai dengan hisapan pendek dan diikuti dengan hisapan yang lebih lama dan dalam dengan sedikit jeda. Ibu juga akan dapat melihat dan mendengar suara bayi menelan.

ciri-ciri bayi Anda telah memperoleh ASI yang cukup


1 atau 2 kali buang air kecil (BAK) selama 2 hari pertama, ketika bayi baru memperoleh kolostrum. 6 sampai 8 kali BAK (5 sampai 6 kali untuk popok sekali pakai)/hari pada hari ke-3 atau ke-4 ketika ASI sudah mulai keluar. buang air besar (BAB) minimal 2 sampai 5 kali per hari (24 jam) selama 2 bulan pertama, walaupun ada juga bayi yang mulai lebih jarang BAB namun jumlahnya lebih banyak pada usia 6 minggu. Bayi sering menyusu, sekitar 6 sampai 10 kali per 24 jam Saat menyusu, suara menelan bayi terdengar jelas Kenaikan berat badan bayi sekitar 120 sampei 210 gram per minggu setelah hari ke-4 kelahirannya. Bayi terlihat aktif, sehat, memiliki kulit yang kenyal dan cerah dan bertambah tinggi serta memiliki lingkar kepala yang juga semakin bertambah.

POSISI MENYUSUI BAYI KEMBAR

Dukungan bidan dalam pemberian ASI


Sesaat setelah bayi lahir lakukan early latch on yaitu bayi diserahkan langsung kepada ibunya untuk disusui. Selain mengetes refleks menghisap bayi, tindakan ini juga untuk merangsang payudara segera memproduksi ASI pertama (kolostrum) yang sangat diperlukan untuk antibody bayi. Bila ASI belum keluar, bidan melakukan massase pada payudara atau mengompres dengan air hangat sambil terus mencoba menyusui langsung pada bayi. Biasanya ASI baru lancar pada hari ketiga setelah melahirkan. Selama ASI belum lancar terus coba menyusui bayi Beritahu keluarga klien untuk memberi dukungan kepada ibu dan relaksasi untuk memperlancar ASI Anjurkan klien untuk menjaga asupan makanan dengan menu 4 sehat 5 sempurna

TERIMAKASIH