Anda di halaman 1dari 5

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP SOPIR TRUK TENTANG HIV/AIDS DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS (Studi Kasus

di Area Pangkalan Truk Alas Roban Kabupaten Batang Tahun 2012)


Vol 2, No 3 (2013) > Kristawansari Ilmu Kesehatan Masyarakat FIK UNNES jurnal

Kristawansari Kristawansari

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu suatu virus yang melumpuhkan sistem kekebalan tubuh sehingga menimbulkan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS). Di Indonesia jumlah pengidap HIV pada tahun 2011 bulan Juli sebanyak 26.483 orang. Sopir truk merupakan kelompok yang berisiko tertular HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap sopir truk tentang HIV/AIDS dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS di Area Pangkalan Truk Alas Roban Kabupaten Batang tahun 2012. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua sopir truk yang ada di pangkalan truk Alas Roban Kabupaten Batang sejumlah 200 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang yang pada saat penelitian memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square dengan ?=0,05). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan sopir truk tentang HIV/AIDS dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS (p value=0,002), dan tidak ada hubungan antara sikap sopir truk tentang HIV/AIDS dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS (p value=1,000).

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS DI SMA X DI JEPARA Undergraduate Theses from JTPTUNIMUS / 2013-11-18 02:46:31 Oleh : Habib Tamami NIM G2A008055, Universitas Muhammadiyah Semarang Dibuat : 2013-11-18, dengan 5 file Keyword : Pengetahuan, Sikap, Tindakan Pencegahan, HIV/AIDS Url : http://digilib.unimus.ac.id Latar belakang: Kasus HIV/AIDS pada tahun 2010 terjadi peningkatan kasus sebanyak 591 kasus sehingga tercatat sebanyak 20.564 kasus dengan angka kematian sebanyak 3.936 kasus. Penyebaran penyakit ini yang sangat cepat tidak terlepas dari pengetahuan dan sikap orangorang yang beresiko tinggi tertular penyakit ini. Siswa sebagai generasi penerus perlu mengetahui tindakan pencegahan terhadap tertularnya penyakit HIV/AIDS ini. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap siswa dengan perilaku pencegahan hiv/aids di SMA X di Jepara. Metode: Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN X di Jepara yang berjumlah 178 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling dengan jumlah 123 siswa. Hasil Penelitian: Pengetahuan responden sebagian besar adalah kurang dan baik yaitu 49,6%, sikap responden sebagian besar adalah mendukung yaitu 50,4%m dan tindakan pencegahan sebagian besar dalam kategori baik yaitu sebesar 53,7%. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS dengan nilai p sebesar 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS pada suswa SMAN X dengan nilai p sebesar 0,000.Saran: Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka diharapkan kepada instansi kesehatan dapat melakukan penyulhan secara periodik mengenai bahaya dan cara penularan penyakit HIV/AIDS dengan cara terjun langsung ke sekolahsekolah.

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG HIV/AIDS PADA SISWA SMK DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN. (STUDI KASUS DI SMK MUHAMMADIYAH SALATIGA)
MUHLISIN, MUHLISIN (2009) HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG HIV/AIDS PADA SISWA SMK DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN. (STUDI KASUS DI SMK MUHAMMADIYAH SALATIGA). Undergraduate thesis, Diponegoro University. Remaja merupakan keklompok usia tinggi penularan HIV/AIDS. hal ini disebabkan pada masa remaja terjadi krisis identitas dimana pengaruh teman sebaya lebih besar dari pada pengaruh keluarga. pencarian identitas ini mempengaruhi perilaku remaja. dalam rangka upaya penanggulangan HIV/AIDS perlu diperoleh informasi mengenai perilaku dan kepedulian masyarakat tentang HIV/AIDS khususnya pada remaja. tujuan penelitian ini mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap siswa SMK tentang HIV/AIDS dengan praktik pencegahannya. metode penelitian ini survey dengan pendekatan cross sectional. pengumpulan data wawancara menggunakan kuesionar. populasi penelitian ini semua siswa kelas II SMK Muhammadiyah Salatiga sebanyak 290 siswa. sampel diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 158 siswa.analisa data menggunakan uji rank spearman. hasil uji statistik : tidak ada hubungan pengetahuan dengan sikap (p-value=0,361), ada hubungan pengetahuan dengan praktik pencegahan (p-value=0,000) dan ada hubungan sikap dengan praktik pencegahan (p-value=0,001) untuk meningkatkan pengetahuan,sikap dan praktik pencegahan pada siswa SMK Muhammadiyah Salatiga maka perlu adanya penyuluhan tentang pengertian HIV, gejala AIDS dan cara pencegahan HIV/AIDS dari petugas kesehatan dan juga pemberian informasi tentang HIV/AIDS dari pihak sekolah. Kata Kunci: Pengetahuan,sikap, praktik pencegahan siswa,HIV/AIDS Thesis (Undergraduate) Item Type: Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health

Syaiful Bahri,S541202152,2013. Hubungan Antara Pengetahuan,Sikap Remaja,Peran Keluarga Dan Peran Guru Bimbingan Konseling Dengan Tindakan Preventif HIV/AIDS Pada Remaja.Tesis:Pembimbing I: Prof. Bhisma Murti, dr., MPH., M.Sc., Ph.D.,Prof.Dr.Mulyoto,M.Pd, Magister Kedokteran Keluarga, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang : Upaya pencegahan HIV / AIDS di kalangan remaja merupakan masalah penting untuk memiliki perhatian khusus mengingat banyaknya masalah perilaku remaja semakin dekat dengan kerentanan HIV / AIDS. Beberapa perilaku remaja beresiko HIV/AIDS adalah seks bebas dan penyalahgunaan narkoba oleh remaja. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dukungan orang tua dan peran guru bimbingan konseling dengan upaya pencegahan HIV / AIDS pada remaja. Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah analitik dan berbasis pada waktu survei menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan adalah 90 sampel yang diambil dengan teknik proportional stratified random sampling. Sampling penelitian ini dengan kuesioner dan teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik uji chi square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang HIV/AIDS pada remaja dengan upaya pencegahan HIV/AIDS dengan nilai p = 0,000. Uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sikap dari upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja dengan HIV/AIDS pada remaja dengan nilai p = 0,000. Uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dengan upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja dengan nilai p = 0,000. Tidak Ada hubungan yang signifikan antara peran guru bimbingan konseling dengan upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja dengan nilai p = 0,094. Hasil penelitian ini (95% confidence interval) menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam upaya tindakan pencegahan HIV/AIDS pada Remaja yaitu sikap, dengan p-nilai (0,006) dan Odd Ratio (OR) 4,055. Variabel sikap memiliki nilai OR lebih tinggi daripada variabel yang lainnnya yaitu 4,055 sehingga hasil ini menunjukkan bahwa variabel tersebut paling berhubungan. Kesimpulan : Berdasarkan hasil ini, diharapkan bahwa guru bimbingan konseling meningkatkan perannya dalam membimbing remaja khususnya dalam pembentukan perilaku sosial remaja guna menghindari berbagai permasalahan yang dapat ditimbulkan dalam pergaulan remaja saat ini. Terutama dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dukungan orang tua remaja terhadap HIV/ AIDS sehingga kita mampu membangun upaya pencegahan HIV/AIDS sejak dini pada remaja. Kata kunci: Pencegahan HIV / AIDS, Peran Konseling Guru, Dukungan orangtua Pengetahuan, Sikap, Remaja
http://pasca.uns.ac.id/?p=3834

Program Studi Asal: PSIK STIKES Reguler Tahun: 2011 Title/Judul: HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN HIV PADA MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS STIKES NGUDI WALUYO
SUAIBAH HIV dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita HIV dan dapat dicegah dengan menggunakan alat perlindungan standar praktik keperawatan (universal precaution) yang telah disediakan pada setiap saat melakukan praktik keperawatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan HIV pada mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners di STIKES Ngudi Waluyo Ungaran. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebesar 44 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners di STIKES Ngudi Waluyo yang diambil secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan analisis data menggunakan uji kendal tau dengan tingkat kesalahan 5% ( = 0,05). Hasil penelitian ini, dari 44 sampel ditemukan 35 dari 44 mahasiswa (79,5%) mempunyai pengetahuan tinggi, 31 dari 44 mahasiswa (70,5%) mempunyai sikap baik sedangkan ditemukan 35 dari 44 mahasiswa (79,5%) mempunyai perilaku baik terhadap pencegahan HIV. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan HIV pada mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners di STIKES Ngudi Waluyo Ungaran p = 0,100 ( = 0,05) dan nilai r = 0,314 sedangakan antara sikap dengan perilaku pencegahan HIV pada mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners STIKES Ngudi Waluyo Ungaran mempunyai hubungan dengan nilai p=0,019 ( = 0,05). Mahasiswa bukan hanya sebatas tahu tentang perilaku pencegahan dengan penerapan kewaspadaan universal, tetapi mahasiswa bisa mengaplikasikannya dalam setiap saat melakukan tindakan keperawatan dan mahasiswa bisa melewati setiap tingkatan sehingga dapat memenuhi tingkatan pengetahuan dari tahu sampai ke tingkat evaluasinya.