Anda di halaman 1dari 5

Indah Kusumawati (1102010128)

Lipogenesis Merupakan proses pembentukan asam lemak. Bahan bakunya adalah asetilkoA dari glikolisis dan katabolisme asam-asam amino. Selain itu juga membutuhkan banyak co-factor yang berupa ATP, NADPH dan CO2. Proses ini terjadi di sitosol. Tahap : 1. Pembentukan Malonil koA Oleh enzim asetil koA karboksilase dan ATP. Enzim asetil KoA karboksilase ini membutuhkan biotin. 2. Pembentukan palmitate dari Malonil KoA

Oksidasi asam lemak : - Oksidasi-alfa : pengeluaran 1 atom karbon gugus karboksil terminal molekul asam lemak. Tipe ini telah ditemukan di jaringan otak. - Oksidasi-beta - Oksidasi-w : Tahap awal gugus metil-w dikonversi menjadi gugus hidroksi-metil, berikutnya dikonversi menjadi gugus karboksil dihasilkan suatu asam boksilat. Biasanya asam dikarnoksilat mengalami oksidasi lebih lanjut, antara lain menghasilkan asam adipat yang ditemukan dalam urin penderita ketosis.

Oksidasi-beta asam lemak Didalam tubuh, asam lemak dipecah menjadi asetil ko-A yang akan masuk ke siklus asam sitrat. Proses ini berlangsung di mitokondria oleh -oksidasi. Dinamai -oksidasi karena terjadi pada atom C yang kedua. Untuk memperoleh energi, asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan oksidasi beta. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta, asam

lemak harus diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA. Dengan adanya ATP dan Koenzim A, asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase). Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang. Asam lemak rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin. Lalu didalam matriks, karnitin dilepaskan dan terbentuk asil ko-A lagi. Setelah berada di dalam mitokondria, asil-KoA akan mengalami tahap-tahap perubahan sebagai berikut : 1. Asil ko-A di ubah menjadi delta-trans-enoil-koA tidak jenuh dengan bantuan enzim Asil ko-A oksidase. Menghasilkan 2 ATP. 2. Delta-trans-enoil-koA tidak jenuh ini dikatalisis oleh enzim delta-enoilkoA hidratase menjadi -hidroksiasil-KoA. Disini, H2O di lepaskan. 3. L(+) hidroksiasil koA dehidrogenase mengkatalisis perubahan hidroksiasil-koA menjadi -ketoasil-KoA. Dibutuhkan NAD+ dan menghasilkan 3ATP 4. -ketoasil-koA di katalisis oleh enzim Tiolase (-ketoasiltiolase) menjadi asetil ko-A dan asiL ko-A Jadi, energi yang dihasilkan dalam satu kali oksidasi beta asam lemak berjumlah 5 ATP. Karena pada umumnya asam lemak memiliki banyak atom C, maka asil-KoA yang masih ada akan mengalami oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena membentuk asetil KoA. Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetil-KoA. Asetil-KoA yang dihasilkan akan memasuki siklus asam sitrat.

KETOGENESIS Proses ketogenesis merupakan proses pembentukan badan-badan keton di mana proses ini terjadi akibat pemecahan lemak dan karbohidrat tidak seimbang. Proses ketogenesis sering terjadi pada keadaan kelaparan. Proses ketogenesis terjadi melalui tahap-tahap berikut:

1. Dua mol asetil KoA hasil -oksidasi bergabung dan membentuk asetoasetil KoA yang dikatalisis oleh enzim tiolase. 2. Asetoasetil KoA yang baru saja terbentuk akan bergabung dengan molekul asetil KoA yang lain untuk membentuk -hidroksi -metil glutaril BKoA (HMGKoA). 3. HMG-KoA dipecah menjadi asetoasetat dan melepas asetil KoA oleh HMGKoA liase 4. Asetoasetat secara spontan dapat mengalami dekarboksilasi sehingga membentuk aseton yang termasuk salah satu senyawa keton 5. Kemudian asetoasetat juga dapat tereduksi menjadi -hidroksibutirat.

Bila kadar benda keton dalam darah meningkat (ketonemia) sedemikian rupa, sampai pada tingkat dimana oksidasi ini tidak lagi seimbang dengan kadarnya di dalam darah, dan mengakibatkan jumlah benda keton dalam urin meningat pula (ketonuria). Keadaan dimana ditemukan ketonemia dan ketonuria disebut KETOSIS.

Karena senyawa badan keton bersifat asam, maka ketosis akan menggeser pH darah ke arah keasaman. Keadaan ini dinamakan tubuh mengalami ASIDOSIS. Metabolisme Kolestrol Kolestrol diekskresi dari tubuh melalui : 1. Empedu sebagai asam empedu yang dikeluarkan ke lumen usus halus. 2. Empedu sebagai sterol netral yang dikeluarkan ke lumen usus halus. Tahapan sintesis kolestrol dibagi dalam dua tahap deretan reaksi : a. Pembentukan senyawa intermediate mevalonat Diawali oleh reaksi penggabungan 2 molekul asetil-KoA, yang dikatalisis oleh enzim tiolase dan menghasilkan asetoasetil-KoA Selanjutnya, asetoasetil-koA bereaksi dengan 1 molekul asetil-KoA lagi membentuk senyawa -hidroksi,-metil-Glutaril-KoA (HMG-KoA). Reaksi ini di katalisis oleh enzim HMG-KoA sintetase Terbentuklah mevalonat dari reduksi HMG KoA oleh NADPH+ yg dikatalisis oleh enzim HMG-KoA b. Pembentukan sterol/kolestrol Mevalonat berubah menjadi sterol pertama berupa lenosterol, melalui pembentukan senyawa unit isoprenoid dan squalen. Kolestrol diturunkan dari lanosterol melalui reaksi pembentukan senyawa intermediate : 14-desmetillanosterol. Zimosterol, delta7-delta24kolestadienol, desmosterol dan akhirnya terbentuk kolestrol.

Penyimpanan lemak dan penggunaannya kembali Asam-asam lemak akan disimpan jika tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi. Tempat penyimpanan utama asam lemak adalah jaringan adiposa. Adapun tahap-tahap penyimpanan tersebut adalah: - Asam lemak ditransportasikan dari hati sebagai kompleks VLDL. - Asam lemak kemudian diubah menjadi trigliserida di sel adiposa untuk disimpan.

-Gliserol 3-fosfat dibutuhkan untuk membuat trigliserida. Ini harus tersedia dari glukosa. - Akibatnya, kita tak dapat menyimpan lemak jika tak ada kelebihan glukosa di dalam tubuh. Jika kebutuhan energi tidak dapat tercukupi oleh karbohidrat, maka simpanan trigliserida ini dapat digunakan kembali. Trigliserida akan dipecah menjadi gliserol dan asam lemak. Gliserol dapat menjadi sumber energi (lihat metabolisme gliserol). Sedangkan asam lemak pun akan dioksidasi untuk memenuhi kebutuhan energi pula (lihat oksidasi beta).