Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian PT. Semen Tonasa (Persero) merupakan salah satu badan usaha yang bergerak dalam bidang industri semen di Indonesia, memiliki empat unit pabrik, yaitu Unit Tonasa I, II, III dan Unit Tonasa IV. Khusus pabrik II untuk memenuhi target produksi semen Tonasa sebesar 3.826.600 ton pertahun, maka untuk memenuhi target tesebut dilakukan upaya peningkatan produksi bahan baku semen pada pabrik unit II III & IV. Salah satu bahan baku pokok pembuatan semen yaitu batugamping, dengan demikian untuk memenuhi target produksi batugamping tersebut maka dilakukan penambangan dengan cara peledakan, hal ini dilakukan karena batu gamping yang tersingkap di Quarry mempunyai bentuk fisik yang keras dan struktur batuan yang bervariasi. Target produksi batugamping yang direncanakan 21.046 ton/hari, dengan ukuran pragmentasi

batugamping 75 cm. Alat pemboran yang digunakan yaitu jenis furukawa HCR 1500 ED Atlas yang dilengkapi dengan compressor sebagai tenaga penggeraknya. Diameter bit 4,5 inch dan panajng stell alat bor 3,65 m. Penambangan batugamping ini harus dilakukan dengan baik yang memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja yang tinggi, lokasi yang disertai dengan struktur berongga yang bervariasi serta tebing yang curam akan mempersulit penambangannya. Penambangan batugamping dilakukan dengan sistem tambang terbuka yaitu quarry harus dilakukan dengan sebaik mungkin untuk menghasilkan ukuran material yang diinginkan, dengan demikian geometri peledaknya harus memenuhi kriteria yang terencana.

1.2 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah : 1. Melihat secara langsung kondisi di lapangan yang berkaitan dengan karakteristik batugamping yang akan ditambang 2. Mengamati kegiatan penambangan batugamping yang meliputi kegiatan

pemboran,peledakan, pola pemboran serta kedala yang menghambat kecepatan pemboran untuk memenuhi target produksi 1-1

3. Mengamati secara langsung pola peledakan dan geometri peledakan yang meliputi : burden, spacing, kedalaman, sub-drilling dan keadaan lokasi di sekelilingnya. 4. Mengamati cara pengisian bahan peledak, penempatan detonator , dynamit, dan pengisisn stemming 5. Mengamati cara merangkai peledakkan yang benar, penempatan delay (waktu tenggang peledakkan) 6. Menghitung produksi peledakkan sekali peledakkan dengan jumlah lubang yang akan diledakan

1.3 Metode Penelitian a. Teknik Pengambilan Data Teknik pengambilan data yang penulis lakukan adalah dengan metode observasi yaitu suatu usaha untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis dengan prosedur yang terstandar melalui pengamatan, pengukuran dan perhitungan kegiatan pemboran dan peledakan dengan batasan sebagai berikut : Kegiatan pemboran yaitu mengamati pola pemboran dan cycle time pengeboran Kegiatan peledakan yaitu mengamati pola peledakan dan mengukur geometri peledakan Mengamati dan mengukur fragmentasi oversize hasil ledakan

b. Teknik pengolahan data meliputi : Metode statistika yaitu suatu metode pengolahan data dengan menggunakan rumus statistik Metode reduksi yaitu pengolahan data dengan cara bertitik tolak dari fakta atau peristiwa-peristiwa yang khusus dari suatu masalah, kemudian menarik suatu kesimpulan yang bersifat umum. c. Teknik analisis data yaitu : Persiapan adalah mengecek kelengkapan data dan pengisian data Tabulasi adalah memberi kode dalam hubungan dengan pengolahan

1-2