Anda di halaman 1dari 2

Kontrasepsi Pria Non-Hormonal Kontrasepsi non-hormonal pada pria adalah upaya untuk menghambat fertilitas pria tanpa melibatkan

jalur hipotalamus-pituitari-gonad. Beberapa

kontrasepsi pria non-hormonal yaitu : a. Senggama terputus (coitus interuptus) Coitus Interruptus Adalah suatu metode kontrasepsi di mana senggama diakhiri sebelum terjadi ejakulasi intra-vaginal. Ejakulasi terjadi jauh dari genitalia eksterna wanita. 1. 2. 3. 4. Keuntungan Tidak memerlukan alat/murah Tidak menggunakan zat-zat kimiawi Selalu tersedia setiap saat. Tidak mempunyai efek samping. Kerugian

1. Angka kegagalan cukup tinggi a) b) adalah: adanya cairan pra-ejakulasi (yang sebelumnya sudah tersimpan dalam kelenjar prostat, urethra, kelenjar cowper), yang dapat keluar setiap saat, dan setiap tetes sudah dapat mengandung berjuta-juta spermatozoa. kurangnya kontrol diri pria, yang pada metode ini justru sangat penting. 16 - 23 kehamilan per 100 wanita per tahun Faktor-faktor yang menyebabkan angka kegagalan yang tinggi ini

2. Kenikmatan seksual berkurang bagi suami-istri, sehingga dapat mempengaruhi kehidupan perkawinan. Indikasi Pasangan jarang melakukan hubungan intim

Kontra-Indikasi Ejakulasi prematur pada pria. Pria tidak dapat mengenali kapan akan ejakulasi Pria tidak dapat mengontrol emosi

Sumber: Gavey, Nicola. 2013. Interuptus Coitus: Heterosexuals Accounting for Intercourse. London: Sage Publication.

Tambahan Program KB Indonesia Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan memfokuskan pelayanan program KB kepada keluarga miskin pada tahun 2012 mendatang. Sebagian besar anggaran BKKBN atau Rp 600 miliar dari Rp 2,5 triliun tahun depan akan digunakan untuk membeli alat kontrasepsi bagi keluarga miskin di seluruh Indonesia.