Anda di halaman 1dari 67

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I


PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Jembatan

merupakan

salah

satu

infrastruktur

yang

membantu

menghubungkan antara suatu wilayah dengan wilayah lain yang terpisah oleh
halangan di bawahnya berupa sungai, laut ataupun jalan biasa. Mengingat
akan pentingnya sarana infrastruktur tersebut, pada era ini wawasan teknologi
mengenai jembatan baik dari aspek perencanaan, pembangunan dan
rehabilitasi serta fabrikasi perlu diperhatikan demi tercapainya sasaran
jembatan yang direncanakan secara efektif dan efisien.
Teknologi mengenai jembatan sudah seharusnya dikuasai oleh bangsa
Indonesia untuk terciptanya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)
dibidang teknik jembatan. Hal ini mendorong rasa semangat putra-putri
Indonesia untuk mampu merencanakan serta merealisasikan suatu konstruksi
jembatan yang memenuhi kriteria dengan material yang kuat, stabil, ringan,
dan ekonomis merupakan suatu keharusan khususnya bagi setiap lulusan
dengan program studi Teknik Sipil.
Konfigurasi jembatan rangka baja telah banyak dikembangkan untuk
mendapatkan desain yang sfisien dari penggunaan meterial yang memiliki
kekuatan optimal, serta indah dari segi estetika. Berdasarkan pemikiran
tersebut, kami merancang model jembatan yang mengacu pada teori-teori
yang telah diajarkan dalam mata kuliah Konstruksi Baja dan sumber-sumber
yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku seperti SNI (Standar Nasional
Indonesia) yang digunakan dalam perencanaan konstruksi jembatan di

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Indonesia

dan

LRFD

(Load

and

mengesampingkan nilai estetika.

Resistance

Factor

Design)

tanpa

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

1.2.

Pokok Bahasan
Bahasan yang kami ambil dalam penyusunan makalah ini adalah mendesain
konstruksi struktur jembatan rangka baja dengan konstruksi utama berada di
bawah lantai jembatan (Deck Type Truss) untuk kendaraan yang kuat,
ekonomis, kreatif, danramah lingkungan dilihat dari segi struktur, biaya,
estetika, dan kemudahan pelaksanaan.

1.3.

Rumusan Masalah
Permasalahan-permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
a) Bagaimana model rangka jembatan baja yang akan direncanakan dan
dianalisa?
b) Apa saja data teknis dan spek material yang dibutuhkan dalam
perancangan?
c) Bagaimana menentukan dan memperhitungkan pembebanan serta dimensi
penampang yang efisien pada diafragma?
d) Bagaimana cara mengetahui perhitungan dan menentukan gaya tarik dan
tekan yang bekerja pada struktur utama jembatan?
e) Bagaimana cara mengetahui lendutan pada diafragma?
f) Bagaimana pembebanan yang bekerja pada struktur utama rangka
jembatan?
g) Bagaimana merencanakan sambungan yang digunakan pada struktur
rangka jembatan?
Mengingat begitu kompleksnya dalam perencanaan struktur jembatan
maka untuk perencanaan pier head, abutment dan pondasi diabaikan dalam
perumusan masalah di atas.

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

1.4.

Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah:
a) Mengetahui dan menjelaskan model rangka jembatan baja yang
direncanakan dan dianalisa.
b) Menjelaskan data teknis dan spek material yang dibutuhkan dalam
perancangan jembatan.
c) Mendapatkan hasil perhitungan pembebanan serta dimensi penampang
yang efisien pada diafragma dengan menggunakan metode manual dan
program SAP2000.
d) Mengetahui perhitungan dan menentukan gaya tarik dan tekan yang
bekerja pada struktur utama jembatan dengan cara manual dan
dibandingkan dengan program SAP2000.
e) Mengetahui lendutan serta lendutan ijin pada jembatan dengan
menggunakan program SAP2000.
f) Mengetahui pembebanan yang bekerja pada struktur utama rangka
jembatan.
g) Mengetahui dan menjelaskan rencana sambungan yang digunakan pada
struktur rangka jembatan.

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

BAB II
MODEL DAN DATA TEKNIS JEMBATAN
2.1.

Dasar Teori Perancangan


Jembatan rangka adalah struktur konstruksi jembatan yang tersusun dari
rangka-rangka yang diletakakan pada suatu bidang dan dihubungkan melalui
sambungan sendi-rol pada ujungnya. Struktur rangka batang dapat dikatakan
stabil jika tidak terjadi pergerakkan titik pada struktur di luar pengaruh
deformasi elemen. Susunan struktur yang stabil khususnya pada jembatan
merupakan rangkaian segitiga.1 Dilengkapi dengan batang diagonal dan/ atau
vertikal, sehingga setiap batang hanya memikul batang aksial murni.
Dalam melakukan perancangan struktur jembatan rangka batang tentunya

harus memenuhi persamaan kesetimbangan, sehingga struktur rangka batang


tersebut menjadi statis tertentu dan dapat diselesaikan dengan persamaan
kesetimbangan. Dalam hal perancangan struktur jembatan rangka batang dua
dimensi agar struktur tersebut dikatakan struktur statis tertentu maka harus
memenuhi persamaan:
Dimana:

2J = m + 3

= Jumlah Joint

= Jumlah Batang

Dalam desain jembatan kali ini, kami merancang jenis jembatan rangka baja
dengan dek berada pada bagian atas rangka (Deck Type Truss) dan
spesifikasinya adalah sebagai berikut:
a. Terdiri dari dua jalur
b. Panjang bentang 40 meter
c. Tinggi maksimum 4 meter terletak di tengah bentang
d. Lebar jalan kendaraan 7 meter
e. Trotoar untuk pejalan kaki selebar 0,8 meter dan railing dengan 8cm
Ir. Heinz Frick, mekanika teknik 1, cet 21 tahun 2006 : Kanisius, Yogyakarta. Sub bab 4.2

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

2.2.

Model Jembatan
Rangka jembatan yang kami rencanakan adalah sebagai berikut:

TAMPAK SAMPING

TAMPAK ATAS (DIAFRAGMA)

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

TAMPAK DEPAN

2.3.

Data Teknis dan Spesifikasi Material Jembatan


Data teknis dan spesifikasi material jembatan yang kami rencanakan adalah
sebagai berikut:

10

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

BAB III
ANALISA PERHITUNGAN JEMBATAN
3.1.

Perencanaan Diafragma Jembatan


Perhitungan Berat Beban Mati Pada Difragma

Beban Mati (Dead Load)


Berat pelat lantai (beton)

= h x x BJ x Fr
= 0,29 x 4 x 24 x 2
= 55,68 kN/m

Berat Trotoar (Pedestrian)

= h x x BJ x Fr
= 0,3 x 4 x 20 x 1,3
= 31,2 kN/m

Beban Mati (Super Dead Load)


Berat lapisan aspal

= h x x BJ x Fr
= 0,05 x 4 x 22 x 1,3
= 5,72 kN/m

Perhitungan Momen Untuk Beban Mati (MDL)

MDL Pelat Beton Pada Perkerasan

MDL =

11

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

=
= 514,76 KNm

MDL Trotoar

Ra x L (q x 0,8 x 8,2) (q x 0,8 x 0,4)


Ra =
Ra = 24,96 KN

= (Ra x

) (q x 0,8 x 4,7)

= (24,96 x 4,3) (31,2 x 0,8 x 3,9)


= 9,984 KNm

MDL Lapisan Perkerasan Aspal

Ra x L (q x 7 x 4,3)
Ra =
Ra = 20,02 KN

12

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

= (Ra x 4,3) (q x 0,4 x 1,75)


= (20,02 x 4,3) (57,2 x 0,4 x 1,75)
= 81,996 KNm

MDL Total
MDL Total = MDL Pelat Beton + MDL Trotoar + MDL Aspal
= 514,76 KN-m + 9,984 KN-m + 81,996 KN-m
MDL Total = 606,74 KNm

3.2

Perencanaan Profil Diafragma

Langkah I

: Menghitung Momen Ultimite

Mmax

= 606,74 KNm

Mu

= 1 x 606,74 KNm
= 606,74 KNm

Langkah II

: Preliminary Design

Mu Mn

Dimana = 0,9

Mu

= Fy . Zx

Zx

=
= 2,696629 m3
= 2696,629 cm3

Langkah III

: Profil Penampang Yang Dipilih

Berdasarkan nilai Zx yang diperoleh, maka dipilih penampang profil


dengan spesifikasi sebagai berikut:

13

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

14

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Langkah IV

: Memperhitungkan Berat Sendiri Pada Mu

Nilai Mu setelah berat diafragma dimasukkan adalah sebagai berikut:

Langkah V

: Cek Local Buckling

Pelat Sayap

= 7,5

= 10,752

Berdasarkan hasil pengecekan pada pelat sayap, maka dapat


disimpulkan bahwa:

Pelat Badan
h

= 596

= 41

= 106,253

Berdasarkan hasil pengecekan pada pelat sayap, maka dapat


disimpulkan bahwa:

Sehingga Mn = Mp = fy . Zx
= 24 KN/cm2 x 4488,84 cm3
= 107732,16 KNcm
= 1077,322 KNm

15

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Langkah VI

: Cek Lateral Buckling

Panjang batang tidak terkekang (Lb) dipengaruhi oleh letak ikatan


angin (bracing).

Lb

= 4,3 m

Lp

= 1,76 . iy . ( )
= 1,76 x 68,5 x (

= 3409,95 mm
= 3,41 m
Lr

= 10,18 m (berdasarkan Tabel Baja)


Lp

Sehingga

<

Lb

<

Lr

Bentang Menengah (Mn Mp)

Maka nilai Mn menjadi sebagai berikut:


Mn = cb [ Mr + ( Mp - Mr ) {

}]

Cb

= 1 (karena pembebanan pada diafragma adalah simetris)

Mp

= Fy . Zx
= 250 x 6463,66
= 1,12 x 106 KN-m

Mr

= (Fy Fr) . Sx
= (250 110) x 4020
= 562800 KN-m

Mn

16

dimana Fr = 110 Mpa

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

= 842505 KN-m

Langkah VII

: Kontrol Kekuatan

Mu Mn
Mu

= 15962,69 KN-m

Mn = 758254,5 KN-m
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan:
Mu < Mn

OK !

Dimensi profil yang direncanakan memenuhi syarat


Ratio
0,02105 < 1 (AMAN SEKALI !!)
Berdasarkan hasil cek ratio profil baja (IWF) yang digunakan untuk diafragma
zsasudah aman dan kuat untuk menahan beban jembatan yang gtelah
ditentukan.
3.2.1 Cek Lendutan
izin =
=
= 0,01075 m
Untuk mengecek lendutan yang tejadi pada jembatan yang kami rancang,
kami menggunakan program SAP2000 versi 14 dan hasilnya adalah sebagai
berikut:
= 9,86 mm

Berdasarkan hasil analisa SAP2000, lendutan yang kami dapatkan adalah


sebagai berikut:
izin >
10,8 mm > 9,86 mm
17

OK !!

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

BAB IV
PERENCANAAN RANGKA UTAMA
4.1

Analisa Struktur Dengan Beban Statis


Struktur Pembebanan

Data Rangka Utama

Panjang Bentang
Panjang Tiap Segmen
Tinggi Maksimum
Tinggi Minimum

: 40 m
:4m
:4m
: 1,48 m

Perhitungan Beban Statis (Gaya-Gaya Batang)


Perhitungan gaya gaya batang dilakukan dengan menggunakan metode
Ritter dan beban dibuat P satu satuan.

18

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Reaksi Perletakan
MA

=0

VB.40

={

VB

= 5P

VA

= VB = 5P

Potongan I - I
Mc = 0
( 5P P ) . 4 S2v . 4
18 P 4 . S2v = 0
S2

. 4,5 P

S2

= 12,953 P

Md = 0
( 5P P ) . 4 + S1 . 1,48 = 0
S1

Potongan II - II

19

= - 12,162 P

=0

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Md = 0
( 5P - P) . 4 + S4 . 1,48 = 0
S4 = -12.162 P
Me = 0
( 5P P) . 4 P.4 S2v.8 S3.4 =0
36 P 4 P 36 P 4S3 = 0
S3 = -P

Potongan III - III


Mf = 0
( 5P P) . 4 P.4 + S4.2,6 + S5v.4 + S5h.1,12 =
0
36P 4P + 2,6.(-12,162P) + S5.
S5 =

=0

. 0,3788 P

S5 = 0,155 P
Me = 0
( 5P P) . 4 P.4 S6v.4 - S6h.1,48 = 0
32 P S6
S6 =

=0

. 32 P

S6 = 12,769 P

20

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Potongan IV - IV

Mg = 0
( 5P P).12 P.8 P.4 S6h.1,48 S6v.8 S7.4 = 0
54P 8P 4P

. 12,769 P = 4S7

S7 = - 0,946 P
Mf = 0
Mf = 0
( 5P P) . 4 P.4 + S8.2,6 = 0
( 5P P) . 4 P.4 + S8.2,6 = 0
36 P 4 P = -2,6 S8
36 P 4 P = -2,6 S8
S8 = S8 = -

P
P

= -12,308 P
S8 = -12,308 P
Potongan V - V

Mh = 0
( 5P P).12 P.8 P.4 + S9v.4 + S9h.0,78 + S8.3,38 = 0
21

54P 8P 4P 41,6 +
S9 = - 0,141 P

S9 = 0

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Potongan VI VI

Mi = 0
( 5P P).16 P.12 P.8 P.4 S10v.8 S10h.2,6 S11.4 = 0
72P 12P 8P 4P

12,66 P 4S11 = 0

S11 = -0,908 P
Mg = 0
( 5P P).12 P.8 P.4 + S12.3,38 = 0
54P 8P 4P + 3,38 S12 = 0
22

S12 = -12,426 P

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Potongan VII VII

Mj = 0
( 5P P).16 P.12 P.8 P.4 + S12.3,85 + S13v.4 + S13h.3,38 = 0
72P 12P 8P 4P 3,85 . 12,426 P +

S13 = 0

S13 = - 0,054 P
Mi = 0
( 5P P).16 P.12 P.8 P.4 S14v . 4 S14h . 3,38 = 0
72P 12P 8P 4P

S14 = 0

S14 = 12,553 P
Potongan VIII VIII

23

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Mk = 0
( 5P P).20 P.16 P.12 P.8 P.4 S14h.3,38 S14v.8 S15.4 = 0
90P 16p 12P 8P 4P

12,553P 4 S15 = 0

S15 = - 0,965 P
Mj = 0
( 5P P).16 P.12 P.8 P.4 + S16 . 3,85 = 0
72P 12P 8P 4P = - 3,85 S16
S16 = -12,468 P

Potongan IX IX

Ml = 0
( 5P P).20 P.16 P.12 P.8 P.4 + S16.4 + S17v.4 + S17h.3,85 = 0
90P 16P 12P 8P 4P 49,872 P +

S17 = 0

S17 = - 0,045 P
Mk = 0
( 5P P).20 P.16 P.12 P.8 P.4
24 S18h . 3,85 S18v . 4 = 0
90P 16P 12P 8P 4P -

S18 = 0

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Potongan X X

Mn = 0
( 5P P).24 P.20 P.16 P.12 P.8 + S16 . 3,85 + S17v.8 + S19.4 = 0
108 P 20 P 16 P 12 P 8 P 48,0018 0,24973 + 4 S19 = 0
S19 = - 0,937 P
Berdasarkan perhitungan gaya-gaya batang dengan metode titik buhul dan beban
dalam P satu satuan diperoleh sebagai berikut:

25

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

26

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

4.2

Analisa Struktur Dengan Beban Dinamis

Data Rangka Utama

Panjang Bentang
Panjang Tiap Segmen
Tinggi Maksimum
Tinggi Minimum

: 40 m
:4m
:4m
: 1,48 m

Perhitungan Beban Dinamis (Beban Berjalan)


Perhitungan gaya gaya batang dilakukan dengan menggunakan metode Ritter dan
beban dibuat P satu satuan:

MB = 0

Ra. L P

Ra. L = P

Ra =

Ra =

=0

GP S1 (tekan)

a. Kondisi 1 ( 0x4)
Md = 0
Va . 4 P ( 4 x ) S1 . 1,48 = 0
S1 =
b. Kondisi 2 ( 4x40 )

27

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Md = 0
Va . 4 S1 . 1,48 = 0
S1 =

GP S2 (tarik)
a. Kondisi 1 ( 0x4 )
Mc = 0
Va . 4 P (4 x ) S2v . 4 = 0
S2 =

b. Kondisi 2 ( 4x40 )
Mc = 0
Va . 4 S2v . 4 = 0
S2 =

. Va

GP S3 (tekan)

a. Kondisi 1 ( 0x8 )
Me = 0
Va . 8 P ( 8-x ) S2v . 8 + S3 . 4 = 0
S3 =
b.

Kondisi 2 ( 8x40 )

28

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Me = 0
Va . 8 S2v . 8 + S3 . 4 = 0
S3 =
GP S4 ( tekan )
a. Kondisi 1 ( 0x4 )
Md = 0
Va . 4 P (4 x ) S4 . 1,48 = 0
S4 =
b.

Kondisi 2 ( 4x40 )
Md = 0
Va . 4 S4 . 1,48 = 0
S4 =

GP S5 ( tekan )
a. Kondisi 1 ( 0x8 )
Mf = 0
Va . 8 P ( 8 x ) S4 . 2,6 S5h . 2,6 = 0
S5 =

b. Kondisi 2 ( 8x40 )
Mf = 0
Va . 8 S4 . 2,6 S5h . 2,6 = 0
S5 =

GP S6 ( tarik )
a. Kondisi 1 ( 0x8 )
Me = 0
Va . 8 P ( 8 x ) - S6h . 2,6 = 0
S6 =

29

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

b. Kondisi 2 ( 8x40 )
Me = 0
Va . 8 S6h . 2,6 = 0
S6 =
GP S7 ( tarik )

a. Kondisi 1 ( 0x12 )
Mg = 0
Va.12 P(12 x) S6h.1,48 S6v.8 S7.4 = 0
S7 =
b. Kondisi 2 ( 12x40 )
Mg = 0
Va.12 S6h.1,48 S6v.8 S7.4 = 0
S7 =

GP S8 ( tekan )
a. Kondisi 1 ( 0x8 )
Mf = 0
Va . 8 P ( 8 x ) S8 . 2,6 = 0
S8 =
b. Kondisi 2 ( 8x40 )
Mf = 0

30

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Va . 8 S8 . 2,6 = 0
S8 =

GP S9 ( tekan )
a. Kondisi 1 ( 0x12 )
Mh = 0
Va . 12 P ( 12 x ) S8 . 3,38 S9h . 3,38 = 0

S9 =
b. Kondisi 2 ( 12x40 )
Mh = 0

Va . 12 S8 . 3,38 S9h . 3,38 = 0


S9 =

GP S10 ( tarik )
a. Kondisi 1 ( 0x12 )
Mg = 0
Va . 12 P ( 12 x ) S10h . 2,6 S10v . 4 = 0
S10 =

. 4,08

b. Kondisi 2 ( 12x40 )
Mg = 0
Va . 12 S10h . 2,6 S10v . 4 = 0
S10 =

. 4,08

GP S11 ( tarik )
a. Kondisi 1 ( 0x16 )
Mi = 0
Va.16 P(16-x) S10h.2,6 S10v.8 S11.4 = 0
S11 =

31

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

b. Kondisi 2 ( 16x40 )
Mi = 0
Va.16 S10h.2,6 S10v.8 S11.4 = 0
S11 =
GP S12 ( tekan )
a. Kondisi 1 ( 0x12 )
Mh = 0
Va.12 P(12-x) S12.3,38 = 0
S12 =
b. Kondisi 2 ( 12x40 )
Mh = 0
Va.12 S12.3,38 = 0
S12 =

GP S13 ( tekan )

a. Kondisi 1 ( 0x16 )
Mj = 0
Va.16 P(16-x) S12.3,85 S13h.3,85 = 0
S13 =
b. Kondisi 2 ( 16x40 )

32

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Mj = 0
Va.16 S12.3,85 S13h.3,85 = 0
S13 =

GP S14 ( tarik )
a. Kondisi 1 ( 0x16 )
Mi = 0
Va.16 P(16-x) S14.3,38 S14v.4 = 0
S11 =

. 4,03

b. Kondisi 2 ( 16x40 )
Mi = 0
Va.16 S14.3,38 S14v.4 = 0
S11 =

. 4,03

GP S15 ( tarik )

Kondisi 1 ( 0x20 )
Mk = 0
Va.20 P(20-x) S14h.3,38 S14v.8 S15.4 = 0
S15 =
a. Kondisi 2 ( 20x40 )

33

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Mk = 0
Va.20 S14h.3,38 S14v.8 S15.4 = 0
S15 =

GP S16 ( tekan )
a. Kondisi 1 ( 0x16 )
Mj = 0
Va.16 P(16-x) S16.3,85 = 0
S16 =
b. Kondisi 2 ( 16x40 )
Mj = 0
Va.16 S16.3,85 = 0
S16 =

GP S17 ( tekan )
a. Kondisi 1 ( 0x20 )
Ml = 0
Va.20 P(20-x) S16.4 S17h.4 = 0
S17 =
b. Kondisi 2 ( 20x40 )
Ml = 0
Va.20 S16.4 S17h.4 = 0
S17 =

GP S18 ( tarik )
a. Kondisi 1 ( 0x20 )
Mk = 0
Va.20 P(20-x) S18h.3,85 S18v.4 = 0

34

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

S18 =

20Va P(20-x)

b. Kondisi 2 ( 20x40 )
Mk = 0
Va.20 S18h.3,85 S18v.4 = 0
S18 =

20Va

GP S19 ( tarik )

a. Kondisi 1 ( 0x24 )
Mn = 0
Va.24 P(24-x) S18v.8 S16.3,85 S17h.3,85 S17v.4 S19.4 = 0
S19 =

b. Kondisi 2 ( 24x40 )
Mn = 0
Va.24 S18v.8 S16.3,85 S17h.3,85 S17v.4 S19.4 = 0
S19 =

35

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

36

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Tabel Beban Berjalan dalam P Satu Satuan


(Perhitungan Menggunakan Analisa SAP2000)
Jarak

Ra

Rb

S1

S2

S3

S4

S5

S6

S7

S8

S9

S10

S11

S12

S13

S14

S15

S16

S17

S18

S19

0,0
0,5
1,0
1,5
2,0
2,5
3,0
3,5
4,0
4,5
5,0
5,5
6,0
6,5
7,0
7,5
8,0
8,5
9,0
9,5
10,0

1,0
1,0
1,0
1,0
1,0
0,9
0,9
0,9
0,9
0,9
0,9
0,9
0,9
0,8
0,8
0,8
0,8
0,8
0,8
0,8
0,8

0,0
0,0
0,0
0,0
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,3

0,0
-0,3
-0,6
-0,9
-1,2
-1,5
-1,8
-2,1
-2,4
-2,4
-2,4
-2,3
-2,3
-2,3
-2,2
-2,2
-2,2
-2,1
-2,1
-2,1
-2,0

0,0
0,3
0,6
1,0
1,3
1,6
1,9
2,3
2,6
2,6
2,5
2,5
2,4
2,4
2,4
2,3
2,3
2,3
2,2
2,2
2,2

0,0
-0,1
-0,3
-0,4
-0,5
-0,6
-0,7
-0,9
-1,0
-0,9
-0,7
-0,6
-0,5
-0,4
-0,3
-0,1
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0

0,0
-0,3
-0,6
-0,9
-1,2
-1,5
-1,8
-2,1
-2,4
-2,4
-2,4
-2,3
-2,3
-2,3
-2,2
-2,2
-2,2
-2,1
-2,1
-2,1
-2,0

0,0
0,2
0,3
0,5
0,6
0,8
1,0
1,1
1,3
1,1
0,9
0,7
0,5
0,3
0,1
-0,1
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3

0,0
0,2
0,3
0,5
0,6
0,8
1,0
1,1
1,3
1,4
1,6
1,8
1,9
2,1
2,2
2,4
2,6
2,5
2,5
2,4
2,4

0,0
-0,1
-0,1
-0,2
-0,2
-0,3
-0,3
-0,4
-0,4
-0,5
-0,6
-0,6
-0,7
-0,7
-0,8
-0,8
-0,9
-0,8
-0,6
-0,5
-0,4

0,0
-0,2
-0,3
-0,5
-0,6
-0,8
-0,9
-1,1
-1,2
-1,4
-1,5
-1,7
-1,8
-2,0
-2,2
-2,3
-2,5
-2,4
-2,4
-2,3
-2,3

0,0
0,1
0,1
0,2
0,2
0,3
0,4
0,4
0,5
0,5
0,6
0,7
0,7
0,8
0,8
0,9
1,0
0,8
0,6
0,5
0,3

0,0
0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
0,7
0,8
0,9
1,1
1,2
1,3
1,4
1,5
1,6
1,7
1,8
1,9
2,0
2,1

0,0
0,0
-0,1
-0,1
-0,1
-0,2
-0,2
-0,2
-0,3
-0,3
-0,3
-0,4
-0,4
-0,4
-0,5
-0,5
-0,5
-0,6
-0,6
-0,6
-0,7

0,0
-0,1
-0,2
-0,3
-0,4
-0,5
-0,6
-0,7
-0,8
-0,9
-1,0
-1,1
-1,2
-1,3
-1,4
-1,6
-1,7
-1,8
-1,9
-2,0
-2,1

0,0
0,0
0,1
0,1
0,1
0,2
0,2
0,2
0,3
0,3
0,3
0,4
0,4
0,4
0,5
0,5
0,5
0,6
0,6
0,6
0,7

0,0
0,1
0,2
0,2
0,3
0,4
0,5
0,5
0,6
0,7
0,8
0,9
0,9
1,0
1,1
1,2
1,3
1,3
1,4
1,5
1,6

0,0
0,0
0,0
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4

0,0
-0,1
-0,2
-0,2
-0,3
-0,4
-0,5
-0,5
-0,6
-0,7
-0,8
-0,9
-0,9
-1,0
-1,1
-1,2
-1,2
-1,3
-1,4
-1,5
-1,6

0,0
0,0
0,0
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,2
0,2
0,2
0,2
0,3
0,3
0,3
0,3
0,3
0,4
0,4
0,4
0,4

0,0
0,1
0,1
0,2
0,3
0,3
0,4
0,4
0,5
0,6
0,6
0,7
0,8
0,8
0,9
0,9
1,0
1,1
1,1
1,2
1,3

0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1

37

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

10,5
11,0
11,5
12,0
12,5
13,0
13,5
14,0
14,5
15,0
15,5
16,0
16,5
17,0
17,5
18,0
18,5
19,0
19,5
20,0
20,5
21,0
21,5
22,0
22,5
23,0

0,7
0,7
0,7
0,7
0,7
0,7
0,7
0,7
0,6
0,6
0,6
0,6
0,6
0,6
0,6
0,6
0,5
0,5
0,5
0,5
0,5
0,5
0,5
0,5
0,4
0,4

0,3
0,3
0,3
0,3
0,3
0,3
0,3
0,4
0,4
0,4
0,4
0,4
0,4
0,4
0,4
0,5
0,5
0,5
0,5
0,5
0,5
0,5
0,5
0,6
0,6
0,6

-2,0
-2,0
-1,9
-1,9
-1,9
-1,8
-1,8
-1,8
-1,7
-1,7
-1,7
-1,6
-1,6
-1,6
-1,5
-1,5
-1,5
-1,4
-1,4
-1,4
-1,3
-1,3
-1,3
-1,2
-1,2
-1,1

2,1
2,1
2,1
2,0
2,0
1,9
1,9
1,9
1,8
1,8
1,8
1,7
1,7
1,7
1,6
1,6
1,5
1,5
1,5
1,4
1,4
1,4
1,3
1,3
1,3
1,2

0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0

-2,0
-2,0
-1,9
-1,9
-1,9
-1,8
-1,8
-1,8
-1,7
-1,7
-1,7
-1,6
-1,6
-1,6
-1,5
-1,5
-1,5
-1,4
-1,4
-1,4
-1,3
-1,3
-1,3
-1,2
-1,2
-1,1

-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2

2,4
2,3
2,3
2,2
2,2
2,2
2,1
2,1
2,0
2,0
2,0
1,9
1,9
1,8
1,8
1,8
1,7
1,7
1,6
1,6
1,6
1,5
1,5
1,4
1,4
1,4

-0,3
-0,1
0,0
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1

-2,3
-2,2
-2,2
-2,2
-2,1
-2,1
-2,0
-2,0
-2,0
-1,9
-1,9
-1,8
-1,8
-1,8
-1,7
-1,7
-1,7
-1,6
-1,6
-1,5
-1,5
-1,5
-1,4
-1,4
-1,3
-1,3

38

0,1
-0,1
-0,2
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,2
-0,2

2,2
2,3
2,4
2,5
2,5
2,4
2,4
2,4
2,3
2,3
2,2
2,2
2,1
2,1
2,0
2,0
1,9
1,9
1,9
1,8
1,8
1,7
1,7
1,6
1,6
1,5

-0,7
-0,7
-0,8
-0,8
-0,7
-0,5
-0,4
-0,3
-0,2
-0,1
0,1
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1

-2,2
-2,3
-2,4
-2,5
-2,4
-2,4
-2,4
-2,3
-2,3
-2,2
-2,2
-2,1
-2,1
-2,0
-2,0
-2,0
-1,9
-1,9
-1,8
-1,8
-1,7
-1,7
-1,6
-1,6
-1,6
-1,5

0,7
0,7
0,8
0,8
0,6
0,5
0,3
0,2
0,0
-0,2
-0,3
-0,5
-0,5
-0,5
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,3
-0,3

1,6
1,7
1,8
1,9
2,0
2,0
2,1
2,2
2,3
2,4
2,4
2,5
2,5
2,4
2,4
2,3
2,2
2,2
2,1
2,1
2,0
2,0
1,9
1,9
1,8
1,8

-0,5
-0,5
-0,5
-0,5
-0,5
-0,6
-0,6
-0,6
-0,6
-0,6
-0,7
-0,7
-0,6
-0,5
-0,3
-0,2
-0,1
0,0
0,1
0,3
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2

-1,6
-1,7
-1,8
-1,9
-1,9
-2,0
-2,1
-2,2
-2,3
-2,3
-2,4
-2,5
-2,4
-2,4
-2,3
-2,3
-2,2
-2,2
-2,1
-2,1
-2,0
-2,0
-1,9
-1,9
-1,8
-1,8

0,4
0,5
0,5
0,5
0,5
0,6
0,6
0,6
0,6
0,6
0,7
0,7
0,5
0,4
0,2
0,0
-0,1
-0,3
-0,4
-0,6
-0,6
-0,6
-0,5
-0,5
-0,5
-0,5

1,3
1,4
1,4
1,5
1,6
1,6
1,7
1,8
1,8
1,9
1,9
2,0
2,1
2,1
2,2
2,3
2,3
2,4
2,4
2,5
2,4
2,4
2,3
2,3
2,2
2,1

-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

23,5
24,0
24,5
25,0
25,5
26,0
26,5
27,0
27,5
28,0
28,5
29,0
29,5
30,0
30,5
31,0
31,5
32,0
32,5
33,0
33,5
34,0
34,5
35,0
35,5
36,0

0,4
0,4
0,4
0,4
0,4
0,4
0,3
0,3
0,3
0,3
0,3
0,3
0,3
0,3
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,1
0,1
0,1
0,1

0,6
0,6
0,6
0,6
0,6
0,7
0,7
0,7
0,7
0,7
0,7
0,7
0,7
0,8
0,8
0,8
0,8
0,8
0,8
0,8
0,8
0,9
0,9
0,9
0,9
0,9

-1,1
-1,1
-1,0
-1,0
-1,0
-0,9
-0,9
-0,9
-0,8
-0,8
-0,8
-0,7
-0,7
-0,7
-0,6
-0,6
-0,6
-0,5
-0,5
-0,5
-0,4
-0,4
-0,4
-0,3
-0,3
-0,3

1,2
1,2
1,1
1,1
1,0
1,0
1,0
0,9
0,9
0,9
0,8
0,8
0,8
0,7
0,7
0,6
0,6
0,6
0,5
0,5
0,5
0,4
0,4
0,4
0,3
0,3

0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0

-1,1
-1,1
-1,0
-1,0
-1,0
-0,9
-0,9
-0,9
-0,8
-0,8
-0,8
-0,7
-0,7
-0,7
-0,6
-0,6
-0,6
-0,5
-0,5
-0,5
-0,4
-0,4
-0,4
-0,3
-0,3
-0,3

-0,2
-0,2
-0,2
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
0,0
0,0
0,0

1,3
1,3
1,2
1,2
1,2
1,1
1,1
1,0
1,0
1,0
0,9
0,9
0,8
0,8
0,8
0,7
0,7
0,6
0,6
0,6
0,5
0,5
0,4
0,4
0,4
0,3

0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0

-1,3
-1,2
-1,2
-1,2
-1,1
-1,1
-1,0
-1,0
-1,0
-0,9
-0,9
-0,8
-0,8
-0,8
-0,7
-0,7
-0,7
-0,6
-0,6
-0,5
-0,5
-0,5
-0,4
-0,4
-0,3
-0,3

39

-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1

1,5
1,4
1,4
1,4
1,3
1,3
1,2
1,2
1,1
1,1
1,0
1,0
0,9
0,9
0,9
0,8
0,8
0,7
0,7
0,6
0,6
0,5
0,5
0,5
0,4
0,4

0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0

-1,5
-1,4
-1,4
-1,3
-1,3
-1,2
-1,2
-1,2
-1,1
-1,1
-1,0
-1,0
-0,9
-0,9
-0,8
-0,8
-0,8
-0,7
-0,7
-0,6
-0,6
-0,5
-0,5
-0,4
-0,4
-0,4

-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1

1,7
1,7
1,6
1,6
1,5
1,5
1,4
1,4
1,3
1,3
1,2
1,2
1,1
1,0
1,0
0,9
0,9
0,8
0,8
0,7
0,7
0,6
0,6
0,5
0,5
0,4

0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,2
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1
0,1

-1,7
-1,7
-1,6
-1,6
-1,5
-1,5
-1,4
-1,4
-1,3
-1,2
-1,2
-1,1
-1,1
-1,0
-1,0
-0,9
-0,9
-0,8
-0,8
-0,7
-0,7
-0,6
-0,6
-0,5
-0,5
-0,4

-0,5
-0,5
-0,5
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,4
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,3
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,2
-0,1
-0,1
-0,1

2,1
2,0
1,9
1,9
1,8
1,8
1,7
1,6
1,6
1,5
1,4
1,4
1,3
1,3
1,2
1,1
1,1
1,0
0,9
0,9
0,8
0,8
0,7
0,6
0,6
0,5

-0,2
-0,2
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
0,0
0,0
0,0

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

36,5 0,1 0,9


37,0 0,1 0,9
37,5 0,1 0,9
38,0 0,1 1,0
38,5 0,0 1,0
39,0 0,0 1,0
39,5 0,0 1,0
40,0 0,0 1,0
Max (tarik)
Min (tekan)

-0,2
-0,2
-0,2
-0,1
-0,1
-0,1
0,0
0,0
0,0
-2,4

0,3
0,2
0,2
0,1
0,1
0,1
0,0
0,0
2,6
0,0

0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
-1,0

-0,2
-0,2
-0,2
-0,1
-0,1
-0,1
0,0
0,0
0,0
-2,4

0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
1,3
-0,3

0,3
0,2
0,2
0,2
0,1
0,1
0,0
0,0
2,6
0,0

0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,1
-0,9

-0,3
-0,2
-0,2
-0,2
-0,1
-0,1
0,0
0,0
0,0
-2,5

40

0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
1,0
-0,4

0,3
0,3
0,2
0,2
0,1
0,1
0,0
0,0
2,5
0,0

0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,2
-0,8

-0,3
-0,3
-0,2
-0,2
-0,1
-0,1
0,0
0,0
0,0
-2,5

-0,1
-0,1
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,8
-0,5

0,4
0,3
0,3
0,2
0,2
0,1
0,1
0,0
2,5
0,0

0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,3
-0,7

-0,4
-0,3
-0,3
-0,2
-0,2
-0,1
-0,1
0,0
0,0
-2,5

-0,1
-0,1
-0,1
-0,1
0,0
0,0
0,0
0,0
0,7
-0,6

0,4
0,4
0,3
0,3
0,2
0,1
0,1
0,0
2,5
0,0

0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
0,0
-0,2

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Grafik Beban Berjalan


(Kontrol Hitungan)
Grafik untuk Batang S1 Batang S3
3.0

2.0

1.0

0.0

-1.0

-2.0

-3.0
Batang S1

Batang S2

Batang S3

Batang S5

Batang S6

Grafik untuk Batang S4 Batang S6


3.0

2.0

1.0

0.0

-1.0

-2.0

-3.0
Batang S4

41

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Grafik untuk Batang S7 Batang S9


1.5
1.0
0.5
0.0
-0.5
-1.0
-1.5
-2.0
-2.5
-3.0
Batang S7

Batang S8

Batang S9

Grafik untuk Batang S10 Batang S12


3.0

2.0

1.0

0.0

-1.0

-2.0

-3.0
Batang S10

Batang S11

42

Batang S12

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Grafik untuk Batang S13 Batang S15


3.0
2.5
2.0
1.5
1.0
0.5
0.0
-0.5
-1.0
Batang S13

Batang S14

Batang S15

Grafik untuk Batang S13 Batang S15


3.0

2.0

1.0

0.0

-1.0

-2.0

-3.0
Batang S16

Batang S17

43

Batang S18

Batang S19

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Berdasarkan grafik analisa beban dinamis , maka dapat dipastikan bahwa


perhitungan beban dinamis pada rangka jembatan tersebut sudah benar.
4.3

Pembebanan Rangka Utama


QDL total = QDL Railing + QDL Aspal + QDL Trotoar + QDL Beton
= 1,51 + 5,72 + 31,2 + 55,68
= 94,11 KN/m
Ra total = QDL total x b
= 94,11 KN/m x (8,6) m
= 404,673 KN

Beban Mati (PDL)


Beban mati + diafragma = Ra x faktor beban
= 404,673 KN x 1,1
= 445,14 KN

Beban Hidup (PLL)


Beban pajalan kaki

= beban pejalan kaki x lebar trotoar x panjang


segmen x faktor beban
= 5 x 0,8 x 4 x 2
= 32 KN

Beban lajur

= beban lajur x lebar jembatan x panjang


segmen x faktor beban x 0,5
= 9 x 0,86 x 4 x 2 x 0,5
= 309,6 KN

Beban genangan air

= beban genangan air x lebar jalan x panjang


segmen x faktor beban x 0,5
= 7 KN

Beban Berjalan (PKEL)


Beban garis (KEL)

= KEL x lebar jembatan x x (DLA + 1) x faktor


beban x 0,5

44

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

= 49 x 8,6 x 1,4 x 2 x 0,5


= 589,96 KN
Beban-beban yang diperoleh dimasukan/dikalikan dengan nilai-nilai beban
statis dan dinamis yang telah diperhitungkan sehingga diperoleh nilai Pu.Tabel
perhitungan nilai Pu karena beban statis (beban mati dan beban hidup) dan beban
dinamis disajikan didalam tabel berikut.
Tabel Perhitungan Pembebanan karena Beban statis
(Beban mati & Beban Hidup) dan Beban Dinamis

4.4

Pembebanan Rangka Utama

a. Perhitungan Batang Tarik


Pu

= 11822,49 KN (Batang S2)

Tarik

= 0,9

Fraktur

= 0,75

Fy

= 250 Mpa

45

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Fu

= 410 Mpa

Dbaut

= 30 mm

Perhitungan Beban Sendiri


Berat sendiri

= 200 + 10 L
= 200 + 10 (40)
= 600 Kg/m
= 600 Kg/m x tinggi rata-rata
= 600 Kg/m x 4 m
= 2400 Kg

Beban per joint =

= 12 KN

= 1,2 KN x Koef S2
= 1,2 KN x 12,967
= 15,56 KN
Perhitungan Berat Sambungan
Sambungan

= 10% x berat sendiri


= 10% x 2,4 KN

Beban per joint =

= 0,12 KN

Sehingga nilai Pu menjadi sebagai berikut:


Pu

= 11822,49 KN + 15,56 KN + 0,12 KN


= 11838,17 KN

Preliminary Design
Pu Pn
Pu = fy x Ag
Ag =

46

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

= 52614,09 mm2 = 526,14 cm2

Property Penampang yang dipilih


Dari tabel baja Rudi Gunawan, dipilih profil baja sebagai berikut:
IWF

= 933 x 423 x 24 x 42,67

= 933 mm

Berat

= 446,4 Kg/m

= 423 mm

Ix

= 844,6 cm4

tw

= 24 mm

Iy

= 46,73 cm4

tf

= 42,67 mm

ix

= 385,3 mm

= 25,9 mm

iy

= 94,7 mm

= 588,8 cm2

Zx

= 2410,9 cm3

Cek Kuat Leleh Tarik


Pu Pn
Pn = 0,9 x Ag x fy
= 0,9 x 588,8 x 25
= 13248 KN
11838,17 KN < 13248 KN
Pu Pn (OK!)
Cek Kuat Fraktur
Pu Pn
Pn

= 0,75 x Ae x fu

An

= Ag 4 (luas lubang)
= 588,8 4 {(

( )}

= 588,8 51,204
= 537,596 mm2

47

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Ae

= An x U
= 537,596 mm2 x 0,9
= 483,836 mm2

Pn

= 0,75 x 410 x
= 14877,97 KN

11838,17 KN < 14877,97 KN


Pu Pn (OK!!)
b. Perhitungan Batang Tekan
Pu

= -11367,36 KN (Batang S3)

Tarik = 0,85
Fy

= 250 Mpa

Fu

= 410 Mpa

=1

=4m

= 200000 Mpa

= 11383,04 KN

Preliminary Design
Ag =

=
= 50591,29 mm2 = 505,91 cm2
Properti Penampang yang Dipilih
Dari tabel baja Rudi Gunawan, dipilih profil baja sebagai berikut:
IWF = 933 x 423 x 24 x 42,67
H

= 933 mm

Berat

= 446,4 Kg/m

= 423 mm

Ix

= 844,6 cm4

48

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

tw

= 24 mm

Iy

= 46,73 cm4

tf

= 42,67 mm

ix

= 385,3 mm

= 25,9 mm

iy

= 94,7 mm

= 588,8 cm2

Zx

= 2410,9 cm3

Cek Kelangsingan Penampang

140

140 42,239 140 (OK!)

Cek Kekompakan Penampang


a.

Flens
r =

r =

= 4,96 mm

r = 15,81 mm

< r (OK!)
b. Web
h = H (2.tf ) (2.r)
= 795,86 mm
r =

r =

= 33,16 mm

r = 42,06 mm

< r (OK!)

49

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Cek Kuat Tekan Nominal


Pn = 0,85 . Ag . (fy /)

c =

.
.

c =

= 0,475

Di dapatkan bahwa c < 1,5 maka = 1/(0,66 c2 )


Sehingga,

Fcr

= 1,098

= 227,59 Mpa

Pn = (0,85 x 22,759 x 588,8)


Pn = 11390,7 KN
11383 KN < 11390,7 KN
Pu Pn (OK!)
Berdasarkan perhitungan ternyata diperoleh profil yang memenuhi syarat dan
kuat menahan gaya aksial dari beban yang telah ditentukan adalah profil IWF
933 x 423 x 24 x 42,67.

50

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

BAB V
PERENCANAAN SAMBUNGAN BAUT
5.1

Desain Sambungan Baut

a. Pada sambungan A
- Pu

: 11,822,49 KN

- D baut

: 30 mm

- A baut

: 706,5 mm2

- Jumlah baut (n)

: 32 buah (8 baris)

- S

: 90 mm

- S1

: 45 mm

- S2

: 60 mm

- T plat

: 45 mm

- Tf

: 42,67 mm

Cek Kekuatan Geser


Vd

= 0,75 x 725 x0,5 x 706,5 x 2 x 32


= 12293

12293 > 11822 (OK !)


Cek Kuat Tumpu

51

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Rd

= 2,4 x 0,75 x 30 x 45 x 510 x 32


= 39658

39658 > 11822 (OK !)


Baut yang Memikul Gaya Tarik
Td

= 0,75 x 725 x 706,5 x 32


= 12293

12293 > 11822 (OK !)


Cek Block Shear

Detail sambungan di Joint A


b. Pada sambungan B
- Pu

: 11088 KN

- D baut

: 30 mm
52

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

- A baut

: 706,5 mm2

- Jumlah baut (n)

: 32 buah (8 baris)

- S

: 90 mm

- S1

: 45 mm

- S2

: 60 mm

- T plat

: 45 mm

- Tf

: 42,67 mm

Cek Kekuatan Geser


Vd

= 0,75 x 725 x0,5 x 706,5 x 2 x 32


= 12293

12293 > 11088 (OK !)


Cek Kuat Tumpu
Rd

= 2,4 x 0,75 x 30 x 45 x 510 x 32


= 39658

39658 > 11088 (OK !)


Baut yang Memikul Gaya Tarik
Td

= 0,75 x 725 x 706,5 x 32


= 12293

12293 > 11088 (OK !)


Cek Block Shear

53

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Detail sambungan di Joint B

c.

Pada sambungan C
- Pu

: 11822 KN

- D baut

: 30 mm

- A baut

: 706,5 mm2

- Jumlah baut (n)

: 32 buah (8 baris)

- S

: 90 mm

- S1

: 45 mm

- S2

: 60 mm

- T plat

: 45 mm

- Tf

: 42,67 mm

Cek Kekuatan Geser


Vd

= 0,75 x 725 x0,5 x 706,5 x 2 x 32


= 12293

12293 > 11822 (OK !)


Cek Kuat Tumpu
Rd

= 2,4 x 0,75 x 30 x 45 x 510 x 32


= 39658
54

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

39658 > 11822 (OK !)


Baut yang Memikul Gaya Tarik
Td

= 0,75 x 725 x 706,5 x 32


= 12293

12293 > 11822 (OK !)


Cek Block Shear

Detail sambungan di Joint C


d. Pada sambungan D
- Pu

: 11222 KN

- D baut

: 30 mm

55

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

- A baut

: 706,5 mm2

- Jumlah baut (n)

: 32 buah (8 baris)

- S

: 90 mm

- S1

: 45 mm

- S2

: 60 mm

- T plat

: 45 mm

- Tf

: 42,67 mm

Cek Kekuatan Geser


Vd

= 0,75 x 725 x0,5 x 706,5 x 2 x 32


= 12293

12293 > 11222 (OK !)


Cek Kuat Tumpu
Rd

= 2,4 x 0,75 x 30 x 45 x 510 x 32


= 39658

39658 > 11222 (OK !)


Baut yang Memikul Gaya Tarik
Td

= 0,75 x 725 x 706,5 x 32


= 12293

12293 > 11222 (OK !)


Cek Block Shear

56

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Detail sambungan di Joint D


e. Pada sambungan E
- Pu

: 11653 KN

- D baut

: 30 mm

- A baut

: 706,5 mm2

- Jumlah baut (n)

: 32 buah (8 baris)

- S

: 90 mm

- S1

: 45 mm

- S2

: 60 mm

- T plat

: 45 mm

- Tf

: 42,67 mm

Cek Kekuatan Geser


Vd

= 0,75 x 725 x0,5 x 706,5 x 2 x 32


= 12293

12293 > 11623 (OK !)


Cek Kuat Tumpu
Rd

= 2,4 x 0,75 x 30 x 45 x 510 x 32


= 39658

39658 > 11623 (OK !)

57

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Baut yang Memikul Gaya Tarik


Td

= 0,75 x 725 x 706,5 x 32


= 12293

12293 > 11623 (OK !)


Cek Block Shear

Detail sambungan di Joint E


f.

Pada sambungan F
- Pu

: 11329 KN

- D baut

: 30 mm

58

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

- A baut

: 706,5 mm2

- Jumlah baut (n)

: 32 buah (8 baris)

- S

: 90 mm

- S1

: 45 mm

- S2

: 60 mm

- T plat

: 45 mm

- Tf

: 42,67 mm

Cek Kekuatan Geser


Vd

= 0,75 x 725 x0,5 x 706,5 x 2 x 32


= 12293

12293 > 11329 (OK !)


Cek Kuat Tumpu
Rd

= 2,4 x 0,75 x 30 x 45 x 510 x 32


= 39658

39658 > 11329 (OK !)


Baut yang Memikul Gaya Tarik
Td

= 0,75 x 725 x 706,5 x 32


= 12293

12293 > 11329 (OK !)


Cek Block Shear

59

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Detail sambungan di Joint F


g. Pada sambungan G
- Pu

: 11542 KN

- D baut

: 30 mm

- A baut

: 706,5 mm2

- Jumlah baut (n)

: 32 buah (8 baris)

- S

: 90 mm

- S1

: 45 mm

- S2

: 60 mm

- T plat

: 45 mm

- Tf

: 42,67 mm

Cek Kekuatan Geser


Vd

= 0,75 x 725 x0,5 x 706,5 x 2 x 32


= 12293

12293 > 11542 (OK !)


Cek Kuat Tumpu
Rd

= 2,4 x 0,75 x 30 x 45 x 510 x 32


= 39658

60

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

39658 > 11542 (OK !)


Baut yang Memikul Gaya Tarik
Td

= 0,75 x 725 x 706,5 x 32


= 12293

12293 > 11542 (OK !)


Cek Block Shear

Detail sambungan di Joint G


h. Pada sambungan H
- Pu

: 11367 KN
61

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

- D baut

: 30 mm

- A baut

: 706,5 mm2

- Jumlah baut (n)

: 32 buah (8 baris)

- S

: 90 mm

- S1

: 45 mm

- S2

: 60 mm

- T plat

: 45 mm

- Tf

: 42,67 mm

Cek Kekuatan Geser


Vd

= 0,75 x 725 x0,5 x 706,5 x 2 x 32


= 12293

12293 > 11367 (OK !)


Cek Kuat Tumpu
Rd

= 2,4 x 0,75 x 30 x 45 x 510 x 32


= 39658

39658 > 11367 (OK !)


Baut yang Memikul Gaya Tarik
Td

= 0,75 x 725 x 706,5 x 32


= 12293

12293 > 11367 (OK !)


Cek Block Shear

62

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Detail sambungan di Joint G

i.

Pada sambungan I
- Pu

: 11445 KN

- D baut

: 30 mm

- A baut

: 706,5 mm2

- Jumlah baut (n)

: 32 buah (8 baris)

- S

: 90 mm

- S1

: 45 mm

- S2

: 60 mm

- T plat

: 45 mm

- Tf

: 42,67 mm

Cek Kekuatan Geser


Vd

= 0,75 x 725 x0,5 x 706,5 x 2 x 32


= 12293

63

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

12293 > 11445 (OK !)


Cek Kuat Tumpu
Rd

= 2,4 x 0,75 x 30 x 45 x 510 x 32


= 39658

39658 > 11445 (OK !)


Baut yang Memikul Gaya Tarik
Td

= 0,75 x 725 x 706,5 x 32


= 12293

12293 > 11445 (OK !)


Cek Block Shear

64

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Detail sambungan di Joint I

j.

Pada sambungan J
- Pu

: 11367 KN

- D baut

: 30 mm

- A baut

: 706,5 mm2

- Jumlah baut (n)

: 32 buah (8 baris)

- S

: 90 mm

- S1

: 45 mm

- S2

: 60 mm

- T plat

: 45 mm

- Tf

: 42,67 mm

Cek Kekuatan Geser


Vd

= 0,75 x 725 x0,5 x 706,5 x 2 x 32


= 12293

12293 > 11367 (OK !)


Cek Kuat Tumpu
Rd

= 2,4 x 0,75 x 30 x 45 x 510 x 32


= 39658

39658 > 11367 (OK !)


Baut yang Memikul Gaya Tarik
Td

= 0,75 x 725 x 706,5 x 32


= 12293

12293 > 11367 (OK !)


Cek Block Shear

65

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Detail sambungan di Joint J

66

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


TUGAS BESAR KONSTRUKSI BAJA I
PERANCANGAN JEMBATAN RANGKA BAJA

BAB VI
PENUTUP
Dengan selesainya makalah ini, kita dapat memahami berbagai macam hal
mengenai perencanaan jembatan rangka baja, dengan perhitungan manual maupun
menggunakan aplikasi yang menyangkut ke dalam jurusan teknik sipil. Makalah ini
pun diharapkan dapat menambah keingintahuan pembaca mengenai perencanaan
jembatan rangka baja, karena jembatan rangka baja adalah suatu perencanaan
jembatan untuk masa depan.
Selain mengetahui perencanaan jembatan rangka baja, diharapkan pula kita
dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata, minimal yang terdapat di sekitar
lingkungan kita agar dapat berfungsi dalam jangka waktu yang lama.
Sekian makalah yang dapat kami buat, kurang lebihnya mohon maaf jika
terdapat kekurangan ataupun kesalahan dalam pembuatan makalah ini.

67