Anda di halaman 1dari 8

STRUKTUR BAJA 1

MODUL 3
Materi Pembelajaran :
7. Kelangsingan Batang Tarik. 8. Geser Blok. a) Geser leleh dengan tarik fraktur. b) Geser fraktur dengan tarik leleh. c) Contoh soal. Metode LRFD (SNI). Metode ASD (PPBBI 1984) 9. WORKSHOP/PELATIHAN I EVALUASI STRUKTUR.

Batang Tarik (Tension Member)

Sesi 2

Dosen Pengasuh : Ir. Thamrin Nasution

Tujuan Pembelajaran :
Mahasiswa dapat melakukan Evaluasi Batang Tarik dengan metode LRFD dan metode ASD.

DAFTAR PUSTAKA
a) b) c) d) e) f) g) h)
Agus Setiawan,Perencanaan Struktur Baja Dengan Metode LRFD (Berdasarkan SNI 03-1729-2002), Penerbit AIRLANGGA, Jakarta, 2008. AISC, Specification forStructural Steel Buildings, 2010 Charles G. Salmon, Jhon E. Johnson,STRUKTUR BAJA, Design dan Perilaku, Jilid 1, Penerbit AIRLANGGA, Jakarta, 1990. Departemen Pekerjaan Umum, PEDOMAN PERENCANAAN PEMBEBANAN UNTUK RUMAH DAN GEDUNG (PPPURG 1987), Yayasan Badan Penerbit PU, Jakarta, 1987. PERATURAN PERENCANAAN BANGUNAN BAJA (PPBBI), Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, 1984. SNI 03 - 1729 2002. Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung. RESEARCH COUNCIL ON STRUCTURAL CONNECTIONS, c/o AISC, Specification for Structural Joints Using High-Strength Bolts (ASTM A325 or A490 Bolts), 2009. William T. segui, STEEL DESIGN , THOMSON, 2007.

UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemilik hak cipta photo-photo, buku-buku rujukan dan artikel, yang terlampir dalam modul pembelajaran ini. Semoga modul pembelajaran ini bermanfaat. Wassalam Penulis Thamrin Nasution thamrinnst.wordpress.com thamrin_nst@hotmail.co.id

thamrinnst.wordpress.com

Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , 2011


Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Ir. Thamrin Nasution

BATANG TARIK
(TENSION MEMBER)

7. Kelangsingan Batang Tarik.


Kelangsingan komponen struktur tarik, = Lk/r, dibatasi sebesar 240 untuk batang tarik utama, dan 300 untuk batang tarik sekunder, dimana Lk adalah panjang batang tarik, r adalah jari-jari inertia, SNI fs.10.3.4.(1).

8. Geser Blok .
Suatu keruntuhan dimana mekanisme keruntuhannya merupakan kombinasi geser dan tarik dan terjadi melewati lubang-lubang baut pada komponen struktur tarik disebut keruntuhan geser blok. Keruntuhan jenis ini sering terjadi pada sambungan dengan baut terhadap pelat badan yang tipis pada komponen struktur tarik. Keruntuhan tersebut juga umum dijumpai pada sambungan pendek, yaitu sambungan yang menggunakan dua baut atau kurang pada garis searah dengan bekerjanya gaya.

Luas permukaan tarik

Luas permukaan geser

Gambar 14 : Geser blok, kombinasi keruntuhan antara geser dan tarik.

Keruntuhan geser blok adalah perjumlahan antara tarik leleh (atau tarik fraktur) dengan geser fraktur (atau geser leleh), dengan tahanan nominal ditentukan oleh salah satu persamaan berikut, a). Geser leleh dengan tarik fraktur, Bila fu . Ant 0,6 fu . Anv , maka Nn = 0,6 fy . Agv + fu . Ant b). Geser fraktur dengan tarik leleh, Bila fu . Ant < 0,6 fu . Anv , maka Nn = 0,6 fu . Anv + fy . Agt Dimana, Agv Anv Agt Ant = luas kotor/bruto akibat geser. = luas netto akibat geser. = luas kotor/bruto akibat tarik. = luas netto akibat tarik.
......(15.a) ......(15.a)

Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , 2011


Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Ir. Thamrin Nasution

fy fu

= tegangan leleh (sesuai mutu baja). = tegangan fraktur/putus (sesuai mutu baja).

Gambar 14 : Keruntuhan pada panampang tarik netto.


Sumber : Geoffrey L. Kulak and Gilbert Y. Grondin, Block Shear Failure in Steel Members A Review of Design Practice, Department of Civil & Environmental Engineering, University of Alberta Edmonton, Alberta, CANADA.

Gambar 15 : Keruntuhan geser blok, penampang tarik netto.

Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , 2011


Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Ir. Thamrin Nasution

c). Contoh soal : x

Gambar 16.

Data-data : Mutu baja BJ-34, fy = 210 Mpa, fu = 340 Mpa. Baut , dn = 12,7 mm, lobang d = 12,7 mm + 2 mm = 14,7 mm x = e = 16,9 mm, luas profil bruto Ag = 6,91 cm2 = 691 mm2, ix = iy = r = 1,82 cm. Panjang batang tarik, Lk = 2,50 meter. Diminta : Lakukan evaluasi terhadap sambungan tersebut dengan metode LRFD dan ASD. Penyelesaian : A. Metode LRFD. Faktor tahanan komponen struktur yang memikul gaya tarik aksial (tabel 6.4.2 SNI 03-1729-2002), terhadap kuat tarik leleh = 0,90 terhadap kuat tarik fraktur = 0,75 1). Kekuatan tarik nominal terfaktor (Nu). Kekuatan tarik nominal terfaktor dihitung sebagai berikut : a). Kondisi leleh, Nu Nn = . Ag . fy = 0,90 . (691 mm2) . (210 Mpa) = 130599 N = 130,6 kN. b). Kondisi fraktur/putus terletak pada sambungan. Luas penampang netto (potongan melalui satu lobang paku), Anet = (691 mm2) (14,7 mm) . (6 mm) = 602,8 mm2. Luas penampang netto efektif, U = 1 (x/L) 0,9 = 1 (16,9/100) = 0,831 < 0,9 Maka, Ae = U . Anet = 0,831 . (602,8 mm2) = 500,93 mm2. Nn = . Ae . fu = 0,75 . (500,93 mm2) . (340 Mpa) = 126737 N = 127,7 kN. c). Kondisi geser blok. Luas, Agt = (6 mm) . (30 mm) = 180 mm2. Agv = (6 mm) . (130 mm) = 780 mm2. Ant = (180 mm2) . (14,7 mm) . (6 mm) = 135,9 mm2.
Agv
30 mm

Agt Anv
130 mm t = 6 mm, d = 14,7 mm

Ant

Gambar 17.
3

Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , 2011


Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Ir. Thamrin Nasution

Anv = (780 mm2) 2 . (14,7 mm) . (6 mm) = 559,5 mm2. fu . Ant = (340 Mpa) . (135,9 mm2) = 58701 N = 5,8 ton. 0,6 fu Anv = 0,6 . (340 Mpa) . (559,5 mm2) = 114138 N = 11,4 ton. fu . Ant < 0,6 fu . Anv Maka kekuatan tarik nominal, Nn = 0,6 fu . Anv + fy . Agt = 114138 + (210 Mpa) . (180 mm2) = 151938 N. Kekuatan tarik nominal terfaktor, Nn = 0,75 . (151938 N) = 113953,5 N = 114 kN. Yang menentukan adalah yang terkecil dari ketiga kondisi tersebut, yaitu Nu Nn = 114 kN atau Nu Nn = 11,4 ton. 2). Kelangsingan. Kelangsingan batang tarik dihitung sebagai berikut, = Lk/r = 250/1,82 = 137 < 240 (memenuhi). 3). Luas penampang netto minimum. Luas penampang minimum (SNI 03-1729-2002 fs.10.2.2.), Anet > 85 % Ag = 0,85 . (691 mm2) = 587,35 mm2 < 602,8 mm2 (memenuhi). Luas penampang netto yang terjadi masih diatas syarat luas penampang minimum. B. Metode ASD. Luas penampang netto (potongan melalui satu lobang paku), Anet = (691 mm2) (14,7 mm) . (6 mm) = 602,8 mm2. Faktor tahanan 0,75 untuk penampang batang tarik berlobang. Kekuatan batang tarik dihitung sebagai berikut, a). Pembebanan Tetap. fy , atau 1,5

(faktor tahanan ) .

P fy (0,75) . , atau Anet 1,5 P (0,75) . (602,8 mm 2 ) . b). Pembebanan sementara, (210 MPa ) = 63294 N = 63,3 kN = 6,3 ton. 1,5

(faktor tahanan ) . (1,3) .

fy 1,5

P fy (0,75) . (1,3) . , atau Anet 1,5 (210 MPa ) = 82282,2 N = 82,3 kN = 8,2 ton. 1,5 Maka, untuk pembebabanan tetap, beban maksimum yang dapat dipikul kurang dari 6,3 ton, dan untuk pembebanan sementara kurang dari 8,2 ton. P (0,75) . (602,8 mm 2 ) . (1,3) .

Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , 2011


Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Ir. Thamrin Nasution

9. WORKSHOP/PELATIHAN I - EVALUASI STRUKTUR


Lakukan evaluasi terhadap batang tarik seperti contoh diatas dengan data-data sebagai berikut :

Gambar 18.
Mutu Baja BJ-34 No. Stb.
0 1 2 3 3 4 5 6 7 8 9 Lk

fy=

210

Mpa fu= 340 DATA - DATA


dn

Mpa
jumlah baut buah

Jarak baut
tepi mm 30 30 35 30 35 40 40 45 45 50 50 antara mm 45 45 50 50 50 55 55 55 60 60 60
atas bawah

Profil siku m
1.50 1.80 2.10 2.40 2.40 2.70 3.00 3.30 3.60 3.90 4.20 45.45.5 50.50.5 55.55.6 60.60.6 60.60.8 65.65.7 70.70.7 75.75.7 80.80.8 90.90.9 100.100.10

t mm
5 5 6 6 8 7 7 7 8 9 10

Ag
cm 4.30 4.80 6.31 6.91 9.03 8.70 9.40 10.10 12.30 15.50 19.20
2

e
cm 1.28 1.40 1.56 1.69 1.77 1.85 1.97 2.09 2.26 2.54 2.82

ix=iy
cm 1.35 1.51 1.66 1.82 1.80 1.96 2.12 2.28 2.42 2.74 3.04

baut
inchi 1/2 1/2 1/2 1/2 1/2 5/8 5/8 5/8 3/4 3/4 3/4

2 2 2 3 3 3 3 3 4 4 4

mm 20 20 25 30 30 30 30 35 40 40 45

mm 25 30 30 30 30 35 40 40 40 50 55

Syarat diameter lobang : dn < 25 mm dn 25 mm

d = dn + 2 mm d = dn + 3 mm

METODE LRFD
I
Yield

II
Fracture
Anet U < 0,90

III
Luas blok geser
2

n kN
81.270 90.720 119.259 130.599 170.667 164.430 177.660 190.890 232.470 292.950 362.880

Ae
mm 255.1 280.0 373.4 500.9 646.4 619.6 668.9 716.7 928.3 1168.6 1441.7

mm 356.5 406.5 542.8 602.8 785.4 744.9 814.9 884.9 1061.6 1360.6 1709.5

n kN
65.049 71.409 95.229 127.736 164.828 157.998 170.579 182.771 236.719 297.983 367.628

Agv
mm 375 375 510 780 1080 1050 1050 1085 1800 2070 2300
2

Anv
mm
2

Agt
mm 100 100 150 180 240 210 210 245 320 360 450
2

Ant
mm
2

fu.Ant N
21505.0 21505.0 36006.0 46206.0 61608.0 50128.8 50128.8 62028.8 80172.0 90193.5 117215.0

Geser Blok 0,6.fu.Anv N


54009.0 54009.0 77050.8 114138.0 160344.0 150386.3 150386.3 157526.3 246962.4 287012.7 318903.0

n kN
56.257 56.257 81.413 113.954 158.058 145.865 145.865 156.732 235.622 271.960 310.052

0.716 0.689 0.688 0.831 0.823 0.832 0.821 0.810 0.874 0.859 0.843

264.8 264.8 377.7 559.5 786.0 737.2 737.2 772.2 1210.6 1406.9 1563.3

63.25 63.25 105.90 135.90 181.20 147.44 147.44 182.44 235.80 265.28 344.75

Modul kuliah STRUKTUR BAJA 1 , 2011


Departemen Teknik Sipil, FTSP. ITM.

Ir. Thamrin Nasution

METODE ASD
No. Stb.
0 1 2 3 3 4 5 6 7 8 9 P. Tetap
Anet

P. Semen. kN 48.662 55.487 74.092 82.282 107.207 101.675 111.230 120.785 144.908 185.715 233.347

Amin SNI
mm 365.5 408.0 536.4 587.4 767.6 739.5 799.0 858.5 1045.5 1317.5 1632.0
2

Kelangsingan

Kontrol
Amin ERR ERR OK OK OK OK OK OK OK OK OK

240
111 119 127 132 133 138 142 145 149 142 138

mm 356.5 406.5 542.8 602.8 785.4 744.9 814.9 884.9 1062 1361 1710

kN 37.433 42.683 56.994 63.294 82.467 78.212 85.562 92.912 111.468 142.858 179.498

Anda mungkin juga menyukai