Anda di halaman 1dari 4

Water Sealed Drainage (WSD), yaitu pipa khusus (kateter urin) yang steril dimasukkan ke rongga pleura dengan

perantaran trokar atau klem penjepit. Sebelum trokar dimasukkan ke rongga pleura, terlebih dahulu dilakukan insisi kulit pada ruang antar iga ke enam pada linea aksilaris media. Insisi kulit juga bisa dilakukan pada ruang antar iga kedua pada linea mid klavikula. Sebelum melakukan insisi kulit, daerah tersebut harus diberikan cairan disinfektan dan dilakukan injeksi anestesi lokal dengan ilokain atau prokain !" dan kemudian ditutup dengan kain duk steril. Setelah trokar masuk ke dalam rongga pleura, pipa khusus (kateter urin) segera dimasukkan ke rongga pleura dan kemudian trokar dicabut sehingga hanya pipa khusus tersebut yang masih tertinggal di rongga pleura. #emasukan pipa khusus tersebut ke arah atas apabila lubang insisi kulit di ruang antar iga keenam dan diarahkan ke ba$ah jika lubang insisi kulitnya ada di ruang antar iga kedua. #ipa khusus tersebut kemudian dihubungkan dengan pipa yang lebih panjang dan terakhir dengan pipa kaca yang dimasukkan ke dalam air di dalam botol. %asuknya pipa kaca ke dalam air sebaiknya ! cm dari permukaan air, supaya gelembung udara mudah keluar. &pabila tekanan rongga pleura masih tetap positif, perlu dilakukan penghisapan udara secara aktif (continuous suction) dengan memberikan tekanan '() cm sampai !) cm *!+ agar supaya paru cepat mengembang. &pabila paru sudah mengembang penuh dan tekanan rongga pleura sudah negatif, maka sebelum dicabut dilakukan uji coba dengan menjepit pipa tersebut selama !, jam. -indakan selanjutnya adalah melakukan evaluasi dengan foto rontgen toraks, apakah paru mengembang dan tidak mengempis lagi atau tekanan rongga pleura menjadi positif lagi. &pabila tekanan di dalam rongga pleura menjadi positif lagi maka pipa tersebut belum dapat dicabut. .ila paru sudah mengembang maka WSD dicabut. #encabutan WSD dilakukan saat pasien dalam keadaan ekspirasi maksimal. Skema pemasangan WSD dapat dilihat pada gambar / dan 0. Definisi &telektasis adalah pengkerutan sebagian atau seluruh paru'paru akibat penyumbatan saluran udara (bronkus maupun bronkiolus) atau akibat pernafasan yang sangat dangkal. %eskipun atelektasis sebenarnya bukan merupakan penyakit, tetapi ada kaitannya dengan penyakit parenkim paru. #enyebab Sebab utama atelektasis adalah penyumbatan sebuah bronkus. #enyumbatan juga bisa terjadi pada saluran nafas yang lebih kecil. #enyumbatanbisa disebabkan oleh adanya gumpalan lendir, tumor atau benda asingyang terhisap kedalam bronkus atau bronkus bisa tersumbat oleh sesuatu yang menekan dari luar seperti tumor atau pembesaran kelenjar getah bening 1tiologi &telektasis, tidak sempurnanya pengembangan atau kolaps jaringan pemba$a udara. 2olaps diakibatkan oleh obstruksi total masukan udara ke dalam kantong alveolus yang biasanya menetap cukup lama untuk memungkinkan absorpsi udara alveolus ke dalam darah. #ada umumnya, penyebabnya dapat dibagi menjadi tiga kelompok 3 tekanan eksterna secara langsung pada parenkim paru atau bronkus atau bronkiolus, obstruksi intrabronkus atau intrabronkiolus dan setiap faktor yang menyebabkan penurunan terus'menerus amplitudo gerakan pernapasan atau karena paralisis pernapasan. .ronkokonstriksi dan kenaikan bronkosekresi karena alergi atau rangsangan lainnya, termasuk embolus atau trauma dinding dada juga dapat merupakan faktor pendukung. #embentukan eksudat dapat menyebabkan atelektasis.

-ekanan eksterna 4aktor'faktor eksterna dapat bekerja dengan adanya gangguan langsung pada ekspansi paru (efusi pleura, pneumotoraks, tumor intratoraks,hernia diafragmatika) atau dengan adanya kompresi eksterna pada bronkus yang mengobstruksi pintu masuk udara secara sempurna (pembesaran limfonodi, tumor, pembesaran jantung) +bstruksi intrabronkus atau intrabronkiolus +bstruksi intralumen bronkus total dapat diakibatkan oleh benda asing5 oleh neoplasma5 oleh jaringan granulomatosa seperti pada tuberkulosis5 atau oleh sekresi (sumbat mukosa) seperti pada kistik fibrosis, abses paru, asma, dan lain'lain. 6. #engurangan amplitudo gerakan pernapasan atau paralisis pernapasan 7angguan pernapasan dapat akibat dari gangguan pada gerakan kerangka toraks (kelainan neuromuskular,misalnya pada palsi serebral, poliomielitis,miastenia gravis,dan lain'lain)5 gerakan diafragma yang kurang sempurna (paralisis nervus frenikus, kenaikan tekanan perut)5 atau restriksi upaya pernapasan karena nyeri pascabedah. 4aktor resiko 3 #embiusan atau pembedahan -irah baring jangka panjang tanpa perubahan posisi #ernafasan dangkal #enyakit paru'paru #atogenesis #ada saat terjadi sumbatan pada bronkus, udara di bagian paru yang bersangkutan akan terjebak. 8ambat laun udara tersebut akan diserap oleh aliran darah yang melalui daerah itu. 9epat lambatnya serta luas atau tidaknya atelektasis yang terjadi akan tergantung dari beberapa hal misalnya3 Susunan gas yang ada dalam udara yang terjebak, yaitu oksigen akan lebih cepat diserap daripada nitrogen atau helium, &da tidaknya saluran yang dapat meloloskan udara yang terjebak itu dan kemungkinan yang dapat terjadi adalah adanya ventilasi kolateral sehingga udara dapat lolos melalui pori yang terdapat antar alveoli atau melalui fistula bronkiolo'alveolar yang terjadi antara daerah atelektasis dengan daerah paru di sekelilinya yang tidak terdapat penyumbatan. &danya massa intratoraks dapat menyebabkan terjadinya kempis paru karena penekanan langsung oleh masa tersebut terhadap paru, misalnya oleh tumor atau oleh saluran pencernaan yang masuk ke dalam rongga toraks karena adanya hernia diafragmatika atau eventerasi diafragma. %eningginya tekanan intrapleural dapat pula menyebabkan terjadinya atelektasis, misalnya bila terjadi pengumpulan udara, darah, eksudat dan lain'lain dalam rongga pleura. 2elainan lain yang dapat menimbulkan kempis paru ialah kelainan yang sifatnya non obstruksif. *al yang cukup dikenal karena sering dijumpai pada bayi baru lahir adalah atelektasis yang disebabkan oleh defek pada lapisan permukaan alveoli yang dikenal dengan nama surfaktan. Dalam keadaan normal, surfaktan sanggup mengimbangi perubahan tekanan di dalam alveoli yang terjadi karena perubahan alveoli itu sendir. 2elainan non obstruksif lain yang dapat menimbulkan atelektasis adalah kelainan neuromuscular, misalnya kelumpuhan diafragma, otot interkostal dan lain'lain seperti yang terjadi pada poliomyelitis, miastenia gravis.

:enis atelektasis 3 ; (. &telektasis neonatorum %erupakan ekspansi yang tidak sempurna paru pada saat lahir atau kolaps sebelum alveoli berkembang sempurna. .entuk ini terbagi menjadi primer dan sekunder. .anyak terjadi pada bayi prematur, dimana pusat pernafasan dalam otak tidak matur dan gerakan pernafasan masih terbatas. 4aktor pencetus termasuk komplikasi persalinan yang menyebabkan hipoksia intrauterus. ; !. &telektasis ac<uired atau didapat -erdapat pada orang de$asa, termasuk gangguan intratoraks yang menyebabkan kolaps dari ruangan udara, yang sebelumnya telah berkembang. :adi terbagi atas atelektasis absorpsi, kompresi, kontraksi dan bercak. Diagnosis Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. =ontgen dada akan menunjukkan adanya daerah bebas udara di paru'paru. >ntuk menentukkan penyebab terjadinya penyumbatan mungkin perlu dilakukan pemeriksaan 9-'scan atau bronkografi dan bronkoskopi serat optic. &namnesis ; Identitas pasien3 nama, umur, alamat ; 2eluhan utama3 nyeri dada, batut ; =i$ayat penyakit dahulu3 mempunyai penyakit paru, penah mengalami operasi 7ejala klinis &telektasis dapat terjadi secara perlahan dan hanya menyebabkan sesak nafas ringan seperti3 7angguan pernafasan ?yeri dada .atuk :ika disertai infeksi, bisa terjadi demam dan peningkatan denyut jantung, kadang'kadang sampai terjadi syok (tekanan darah sangat rendah). .ronkoskopi &telektasis pada pulmo de tra #emeriksaan bronkoskopi harus segera dilakukan, apabila atelektasis terjadi karena penyumbatan oleh benda asing. :uga harus dilakukan terhadap atelektasis yang terisolasi dan telah berlangsung lama. #ada saat itu sekaligus dilakukan penghisapan lendir yang menyumbat bronkus tersebut. #ada pemeriksaan dengan bronkoskop fiberoptik selain penghisapanl endir, sekaligus dilakukan pengambilan benda asing yang menyumbat bronkus atau biopsy terhadap jaringan yang menyumbat yang dicurigai sebagai penyebab obstruksi. #engobatan %engeluarkan dahak dari paru'paru dan kembali mengembangkan jaringan paru yang terkena. -indakan yang dilakukan3 .erbaring pada sisi paru'paru yang sehat sehingga paru'paruyang terkena kembali bisa mengembang %ehilangkan penyumbatan, baik melalui bronkoskopimaupun prosedur lainnya 8atihan menarik nafas dalam #erkusi dada untuk mengencerkan dahak

&ntibiotik diberikan untuk semua infeksi #ada kasus tertentu, jika infeksinya bersifat menetap atau berulang, menyulitkan atau menyebabkan perdarahan, maka biasanya bagian paru'paru yang terkena mungkin perlu diangkat Setelah penyumbatan dihilangkan, secara bertahap biasanya paru'paru yang mengempis akan kembali mengembang, dengan atau tanpa pembentukan jaringan parut ataupun kerusakan lainnya. #encegahan atelektasis3 Setelah menjalani pembedahan, penderita harus didorong untuk bernafas dalam, batuk teratur dan kembali melakukan aktivitas secepat mungkin. %eskipun perokok memiliki resiko lebih besar, tetapi resiko ini bisa diturunkan dengan berhenti merokok dalam 0'@ minggu sebelum pembedahan. Seseorang dengan kelainan dada atau keadaan neurologis yang menyebabkan pernafasan dangkal dalam jangka lama, mungkin akan lebih baik bila menggunakan alat bantu mekanis untuk membantu pernafasannya. %esin ini akan menghasilkan tekanan terus menerus ke paru'paru sehingga meskipun pada akhir dari suatu pernafasan, saluran pernafasan tidak dapat menciut.