Anda di halaman 1dari 24

BAB1.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
perbatasan adaah masaah yang sangat pentng dan sangat
rentan bag Indonesa yang merupakan negara kepuan yang berart
wayah perbatasan Negara Indonesa dengan negara an sangat
banyak. Serta kawasan perbatasan memegang peranan pentng
daam kerangka pembangunan nasona. Masaah perbatasan |uga
ha yang sangat pentng untuk men|aga keutuhan Negara Kesatuan
Repubk Indonesa (NKRI), dan NKRI adaah saah satu dar 4 par
kehdupan berbangsa dan bernegara. Serta sepert yang pernah
dkatakan oeh para pe|uang kemerdekaan |aman dahuu yang
mengatakan bahwa "Tdak akan membarkan se|engkapun wayah
atau daerah NKRI d amb oeh negara an dan NKRI adaah harga
mat" . Karena tuah ungkapan n peru d renungkan secara
mendaam bag kta yang merasa sebaga kaum nteektua dan
bagan dar tumpah darah Indonesa dan sepatutnya kut berperan
serta men|aga keutuhan NKRI.
Perbatasan Negara yang tertera pada undang-undang
Repubk Indonesa nomor 43 tahun 2008 tentang wayah Negara
pasa 1 yatu Wayah Negara Kesatuan Repubk Indonesa, yang
sean|utnya dsebut dengan Wayah Negara adaah saah satu
unsur negara yang merupakan satu kesatuan wayah daratan,
peraran pedaaman, peraran kepuauan dan aut tertora beserta
dasar aut dan tanah d bawahnya, serta ruang udara d atasnya,
termasuk seuruh sumber kekayaan yang terkandung d daamnya.
Batas Wayah Negara adaah gars batas yang merupakan pemsah
1
kedauatan suatu negara yang ddasarkan atas hukum
nternasona. Kawasan Perbatasan adaah bagan dar Wayah
Negara yang teretak pada ss daam sepan|ang batas wayah
Indonesa dengan negara an, daam ha Batas Wayah Negara d
darat, Kawasan Perbatasan berada d kecamatan. (undang-undang
repubk Indonesa nomor 43 tahun 2008,
http://hukum.unsrat.ac.d/uu/uu_43_2008.pdf, d akses 25 |u 2012).
Indonesa saat n menghadap beberapa masaah
perbatasan tertora. Mana|emen yang buruk dar pembangunan d
perbatasan kta, yang sampa saat n beum optma. Masaah n
yang menmbukan kemungknan Negara tetangga mengkam
bagan dar wayah nasona. Se|auh n masaah perbatasan
wayah oeh pemerntah beum men|ad perhatan yang utama dan
beum mehat dengan bak kebutuhan untuk mempertahankan
ntegrtas wayah dan kedauaatan sebaga Negara bersatu d era
gobasas.
Daam kebanyakan kasus d banyak negara berkembang,
masaah batas negara yang beum dapat secara komprehensf
berhas bahkan |uga men|ad saah satu ndkator negara teah
berubah men|ad sebuah negara emah atau bahkan gaga.
Msanya, dtanda dengan ketdakmampuan negara daam
mengeoa batas-batas tertoranya. Lebh an|ut, kurangnya efektf
admnstras daam pengeoaan perbatasan nasona |uga men|ad
masaah tersendr menambahkan masaah rumt batas-batas
negara tradsona.
Sementara tu, daam konteks hubungan nternasona, ada
banyak kasus yang dapat dsebutkan untuk menggambarkan konfk
antar negara d mana masaah perbatasan adaah faktor pemcu.
2
Dengan kata an, berbaga perkembangan nternasona
kontemporer hubungan teah membawa kontradks daam
hubungan antara para peaku (bak negara dan |uga negara non). D
satu ss, masaah perbatasan teah memperkuat sentmen (etno)
nasonasme dan berbaga bentuk an dar denttas (nasona dan
oka), dan kengnan untuk mempertahankan (aam) sumber daya.
Kasus Ambaat antara Indonesa dan Maaysa adaah saah satu
kasus yang dapat dgunakan untuk men|easkan pentngnya
masaah perbatasan
antara negara-bangsa.
masaah n bsa tdak datas secara komprehensf, tentu sa|a
akan mempengaruh ntegrtas nasona. Itu konsekuens negatf
dar kegagaan negara untuk secara komprehensf mengeoa
nasona ntegrtas wayah akan menghaskan ketegangan sosa,
ekonom dan potk antara subnatonas ntra dan bahkan
(kekerasan) konfk yang kemudan mencptakan fragmentas dan
nasona dsntegraton. (Agung Anak Banyu, 2006)
Berdasarkan ka|an tentang adanya permasaahan daam
perbatasan negara , penus ngn mengka| tentang keb|akan
pemerntah dan cara mengatas dar permasaahan perbatasan
Negara.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraan atar beakang d atas, rumusan masaah
karya tus mah nadaah sebaga berkut:
1. Bagamana keadaan perbatasan Negara Indonesa saat n?
2. Bagamana konds masyarakat d perbatasan saat n?
3
3. Mengapa permasaahan perbatasan ataupun konfk
perbatasan negara yang saat n mash serng ter|ad?
4. Apa keb|akan pemerntah daam menanggap konfk
perbatasan negara?
5. Bagamanakah peran TNI daam mengatas konfk perbatasan
negara saat n?
1.3 Tujuan dan Manaat Penul!san
1.3.1 Tu|uan penusan
1. Mengka| keadaan perbatasan Negara Repubk Indonesa
saat n
2. Mengka| konds masyarakat d perbatasan saat n
3. Mengka| permasaahan perbatasan ataupun konfk
perbatasan Negara yang saat n mash serng ter|ad
4. Mengka| keb|akan pemerntah daam menanggap konfk
perbatasan Negara
5. Mengka| peran TNI daam mengatas konfk perbatasan
negara saat n
1.3.2 Manfaat penusan
1. Mengetahu dan mengert keadaan perbatasan Negara
Repubk Indonesa saat n
2. Mengetahu dan mengert konds masyarakat d
perbatasan saat n
3. Meneaah permasaahan perbatasan ataupun konfk
perbatasan Negara yang saat n mash serng ter|ad
4. Mengetahu dan mengert keb|akan pemerntah daam
menanggap konfk perbatasaan Negara
4
5. Meneaah peran TNI daam mengatas konfk perbatasan
Negara saat n
BAB 2. T"N#AUAN PU$TA%A
2.1 N%R"
2.1.1 Defns NKRI
Keberadaan Negara Kesatuan Repubk Indonesa (NKRI) tdak
dapat dpsahkan dar perstwa Prokamas Kemerdekaan 17
Agustus 1945, karena meau perstwa prokamas tersebut bangsa
Indonesa berhas mendrkan negara sekagus menyatakan
kepada duna uar (bangsa an) bahwa se|ak saat tu teah ada
negara baru yatu Negara Kesatuan Repubk Indonesa.
Sean tu, NKRI mempunya tu|uan yang terdapat daam
Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 anea keempat yatu
"Kemudan darpada tu untuk membentuk suatu pemerntah
Negara Indonesa yang mendung segenap bangsa Indonesa dan
seuruh tumpah darah Indonesa dan untuk mema|ukan
kese|ahteraan umum, mencerdaskan kehdupan bangsa, dan kut
meaksanakan ketertban duna yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaan abad, dan keadan sosa .".
5
Dar rumusan tersebut, tersrat adanya tu|uan nasona/Negara
yang ngn dcapa sekagus merupakan tugas yang harus
daksanakan oeh Negara, yatu:
1. Mendung segenap bangsa Indonesa dan seuruh tumpah
darah Indonesa;
2. Mema|ukan kese|ahteraan umum;
3. Mencerdaskan kehdupan bangsa;
4. Ikut serta meaksanakan ketertban duna berdasarkan
kemerdekaan, perdamaan abad, dan keadan soca.
(Wkpeda, dakses pada tangga 27 |u 2012)
Negara Repubk Indonesa (NKRI) akan semakn kokoh serng
dengan ter|adnya penguatan karakter bangsa. Karakter bangsa tu
bersumber dar dar empat par kebangsaan yang teah mena|ad
andasan pokok daam kehdupan berbangsa dan bernegara. Empat
par kebangsaan tu antara an Undang-Undang Dasar (UUD) 1945,
dasar negara Pancasa, NKRI, dan semboyan Bhnneka Tungga Ika.
Keempat par n teah men|ad kunc daam mengeoa keutuhan
bangsa Indonesa. Par-par negara n |uga yang membuat bangsa
kta dsegan oeh bangsa-bangsa an. Karena par-par bangsa n
men|ad dasar daam mengeoa neger yang terdr dar tebaran
puau dan kepuauan yang ber|umah sektar 17.000 puau dan
sedktnya 500 suku dan |umah penduduk mencapa 237,6 |uta
|wa. (Anggota Koms VIII
Fraks PKS Dap Kepr tahun 2011,
(http://aegperempuanpks.com/ndex.php/ndex.php?
opton=com_content&vew=artce&d=344:revtasas-4-par-
kebangsaan&catd=56:artke dakses pada tangga 27 |u 2012)
6
2.2 Per&atasan Negara
2.1.2 Defns Perbatasan Negara
Perbatasan Negara menurut |.G. Starke, daam bukunya
Introducton to Internatona Law, memberkan defns perbatasan
Negara sebaga "gars ma|ner d atas permukaan bum, yang
memsahkan wayah satu negara dengan Negara an". Defns n
danggap tepat karena tdak semua batas wayah Negara dapat
terhat oeh mata, stah "ma|ner" meput |uga perbatasan-
perbatasan yang tdak terhat mata msanya wayah peraran atau
d ruang udara, yang hanya bas terbaca atau dketahu kaau kta
mehat peta-peta wayah. (|.G. Starke, 1994)
Menurut Dekaras D|uanda yang dcetuskan pada tangga 13
Desember 1957 oeh Perdana Menter Indonesa pada saat tu,
D|uanda Kartawd|a|a, adaah dekaras yang menyatakan kepada
duna bahwa aut Indonesa adaah termasuk aut sektar, d antara
dan d daam kepuauan Indonesa men|ad satu kesatuan wayah
NKRI. Sebeum dekaras D|uanda, wayah negara Repubk
Indonesa mengacu pada Ordonans Hnda Beanda 1939, yatu
Teritoriale Zeen en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO
1939). Daam peraturan zaman Hnda Beanda n, puau-puau d
wayah Nusantara dpsahkan oeh aut d sekengnya dan setap
puau hanya mempunya aut d sekeng se|auh 3 m dar gars
panta. In berart kapa asng boeh dengan bebas meayar aut
yang memsahkan puau-puau tersebut. Dekaras D|uanda
menyatakan bahwa Indonesa menganut prnsp-prnsp negara
7
kepuauan (Archipelagic State) yang pada saat tu mendapat
pertentangan besar dar beberapa negara, sehngga aut-aut
antarpuau pun merupakan wayah Repubk Indonesa dan bukan
kawasan bebas. Dekaras D|uanda sean|utnya dresmkan men|ad
UU No.4/PRP/1960 tentang Peraran Indonesa. Akbatnya uas
wayah Repubk Indonesa berganda 2,5 ka pat dar 2.027.087
km men|ad 5.193.250 km dengan pengecuaan Iran |aya yang
waaupun wayah Indonesa tap waktu tu beum daku secara
nternasona. Berdasarkan perhtungan 196 gars batas urus
(straight baselines) dar ttk puau teruar ( kecua Iran |aya ),
tercptaah gars maya batas mengeng RI sepan|ang 8.069,8 m
aut
1
. Seteah meau per|uangan yang pen|ang, dekaras n pada
tahun 1982 akhrnya dapat dterma dan dtetapkan daam konvens
hukum aut PBB ke-III Tahun 1982 (United Nations Conention On
The !a" o# The Sea$UNC!OS 19%&). Sean|utnya dearas n
dpertegas kemba dengan UU Nomor 17 Tahun 1985 tentang
pengesahan UNCLOS 1982 bahwa Indonesa adaah negara
kepuauan. Pada tahun 1999, Presden Abdurrahman Wahd
mencanangkan tangga 13 Desember sebaga Har Nusantara
2
.
Penetapan har n dpertegas oeh Presden Megawat dengan
menerbtkan Keputusan Presden RI Nomor 126 Tahun 2001 tentang
Har Nusantara, sehngga tangga 13 Desember resm men|ad har
perayaan nasona tdak bur.
Is dar Dekaras |uanda, 13 Desember 1957 :
1
A Chronoogy of the Ma|or Marne and Coasta Pocy of Indonesa 1945-2002
2
Drgahayu Nusantara 13 Desember 1999 - 13 Desember 2009 pada stus Poda Metro |aya.
8
1. Bahwa Indonesa menyatakan sebaga negara kepuauan yang
mempunya corak tersendr
2. Bahwa se|ak dahuu kaa kepuauan nusantara n sudah
merupakan satu kesatuan
3. Ketentuan ordonans 1939 tentang Ordonans, dapat memecah
beah keutuhan wayah Indonesa dar dekaras tersebut
mengandung suatu tu|uan :
a. untuk mewu|udkan bentuk wayah Kesatuan Repubk Indonesa
yang utuh dan buat
b. Untuk menentukan batas-batas wayah NKRI, sesua dengan
azas negara Kepuauan
c. Untuk mengatur au ntas dama peayaran yang ebh
men|amn keamanan dan keseamatan NKRI.
(http://d.wkpeda.org/wk/Dekaras_D|uanda dakses tangga 27
|u 2012)
Ada |uga yang mengatakan Perbatasan adaah konsep
geografs-spasa. Ia baru men|ad konsep soca ketka kta
berbncang tentang masyarakat yang menghun atau mentas
daerah perbatasan. Sebaga konsep geografs, masaah perbatasan
teah seesa ketka kedua Negara yang memk wayah
perbatasan yang sama menyepakat batas-batas wayah
negaranya. Dmana menurut stah wayah tu meru|uk pada
sebuah daerah yang dkuasa atau men|ad daerah terrtora dar
sebuah kedauatan. Pada masa ampau, serng ka sebuah wayah
dkeng oeh batas-batas konds fsk aam, msanya sunga
gunung dan aut. Sedangkan seteah koonasme, batas-batas
tersebut dbuat oeh Negara yang menduduk daerah tersebut. Pada
perkembangan sean|utnya batas n menggunakan kategor sosa
dengan adanya Negara bangsa (naton state). Dan stah yang ebh
9
umum dgunakan adaah batas nasona. (Drs. Nursodk Gunar|o,Ms,
2006)
Wayah tertor adaah saah satu manfestas pang utama
dar kedauatan suatu Negara. Dan oeh sebab tu daam ngkungan
wayah yang tersebut suatu Negara mempunya yurdks mutak
untuk mengatur segaa kepentngannya, dan daam ngkungan
wayah yang dbatas oeh gars-gars perbatasan tu, Negara
adaah pemegang kedauatan tertngg yang berhak mengatur dan
menguasa segaa orang dan barang yang terdapat ddaamnya.
Dmana wayah suatu Negara pada umumnya dtetapkan daam
dokumen resm, bak daam konsttus Negara atau daam peraturan
perundang-undangan nasona suatu Negara, namun secara
detanya batas-batas wayah Negara dtetapkan meau
per|aan|an nternasona yang dkukuhkan meau pengesahan
daam produk egsatve nasona berupa undang-undang atau
peraturan yang sedera|at.
Unsur wayah atau terrtora menempat poss utama untuk
terbentuknya sebuah Negara, waaupun unsur-unsur an bukan
tdak kurang pentngnya. Wayah merupakan saah satu faktor vta
yang mutak adanya sebaga send eksstens Negara. Daam
kenyataanya, namun tdak semua Negara memk unsure yang
engkap demkan karena, msanya, ada se|umah Negara yang
tdak emk aut (andocked states). Satu ha yang sangat pentng
adaah bahwa wayah n harus |eas batas-batasnya. Suatu Negara
tdak boeh mengkm wayah tanpa batas, atau hanya
menyebutkan batas-batas secara umum. Tndakan semacam n
akan menyaah hokum nternasona, khususnya untuk saat n
dmana hamper seuruh permukaan bum n dbag-bag
10
kepemkannya men|ad wayah-wayah Negara yang besar dan
kec yang dbatas dengan koordnat-koordnat yang past serta
dtun|ukkan daam peta.
Pengaturan tentang batas-batas wayah Negara pada
dasarnya tunduk kepada ketentuan hokum nternasona , dengan
perkataan an bahwa suatu Negara tdak dapat menentukan secara
sephak batas-batas wayahnya dengan Negara tetangganya,
bahkan dengan duna nternasona, terutama apaba menyangkut
peraran dan udara yang dpaka au ntas nternasona.
Ke|easan batas-batas suatu wayah Negara sangat pentng
artnya dhat dar seg hukum, karena daam ngkungan
wayahnya tu Negara memk wewenang men|aankan kekuasaan
hokum atau yurdks atas segaa sesuatu yang yang terdapat
ddaamya. Yurdks wayah nah yang men|ad nt dar kekuasaan
tertngg atau kedauatan Negara dan yang men|ad aspek pembea
dar ketentuan-ketentuan wayah sean Negara. (Prof. Dr. Rom
Atmasasmta.S.H.LL. M, 2003 )
Akan tetap Pada kenyataannya batas wayah negara RI
mengandung berbaga masaah, sepert gars batas yang beum
|eas, pentas batas, pencuran sumber daya aam, dan konds
geograf yang merupakan sumber masaah yang dapat
mengganggu hubungan antarnegara, terutama poss Indonesa d
kawasan Asa Tenggara. Seama n pua penyeesaan penetapan
gars batas wayah darat dakukan dengan per|an|an perbatasan
yang mash menmbukan masaah dengan negara-negara tetangga
yang sampa sekarang beum tuntas sepenuhnya.
11
Masaah an adaah ketdak|easan sapa yang berwenang dan
meakukan koordnas terhadap masaah-masaah perbatasan
antara Indonesa dan negara-negara tetangga, mua dar masaah
konfk d wayah perbatasan antara masyarakat perbatasan, sapa
yang bertugas mengawas wayah perbatasan dan puau-puau
teruar, sampa kepada sapa yang berwenang mengadakan ker|a
sama dan perundngan dengan negara-negara tetangga, msanya
tentang penentuan gars batas kedua Negara.( Mochtar
Kusumaatmad|a, Etty R. Agoes,)
Dar semua wayah terrtora mash ada beberapa wayah
terrtora yang memerukan pembahasan, yatu d kawasan Seat
Sngapura bagan Tmur dan Barat serta Tan|ung Datu Kamantan
pada (gambar 2.1) sedangkan epas panta puau Sebatk dan
Spadan masuk daam se|arah konvens 1891 dan se|arah
pembentukan Konvens 1891 berkatan berkatan dengan
penetapan batas Kera|aan Buongan dan Saban (Prof. Dr. Rom
Atmasasmta.S.H.LL. M, 2003 )
Gambar1:http://yachtpas.com/prates-yachts-4092
12
In merupakan saah satu seat tersbuk d kawasan Asa
Tenggara dan bahkan d Asa Tmur. Seat n men|ad |aur aut
nternasona bag kapa-kapa dar arah Seat Maaka, yang menu|u
Cna atau wayah-wayah d Asa Tenggara an sepert Vetnam,
Thaand, Kambo|a, Fpna, Brune Darussaam dan wayah an d
Asa Tmur. Seat Sngapura secara angsung |uga membatas
wayah Indonesa sekarang (Kepuauan Rau) dengan wayah
Sngapura. Karena tuah, sean rama dayar, Seat Sngapura |uga
rama dengan masaah. Terutama seka oeh masaah terkat
perbatasan. (http://www.armhando.com/2012/03/se|arah-sengketa-
perbatasan-ndonesa.htm dakses pada tangga 28 |u 2012)
Batas-batas wayah daratan dan peraran Negara Repubk
Indonesa dengan Negara tetangga teah dtetapkan daam
se|umah per|an|an perbatasan dan teah dratfkas berdasarkan
peraturan perundang-undangan. Sedaangkan mengena wayah
udara sampa saat n beum ada suatu ketentuan hukum yang
past, mengngat beum adanya suatu crtera tentang se|auh mana
suatu Negara dapat menetapkan batas-batas yurdksnya atas
wayah udara d atasnya. Sepert yang terhat pada (gambar 2.2)

Gambar2.2:http://www.akurnews.com/2011/06/ndonesa-
harus-tegas-tentukan-gars.htm
13
Dsampng UUD 1945, tentunya masaah kewayahan |uga
datur secara ebh rnc daam beberapa peraturan perundang-
undangan msanya daam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996
tentang peraran Indonesa.
Setap Negara mempunya batas-batas wayah yang konkret
berdasarkan ketentuan hukum. Wayah tersebut terbag-bag
dengan kedudukan hokum tertentu sepert daratan, aut, terrtora,
peraran kepuauan, peraran pedaaman, teuk, seat, sunga
nternasona, udara datas daratan,udara datas aut terrtora dan
seterusnya
Wayah Indonesa secara terrtora berbatasan dengan:
a. Wayah nternasona sepert peraran nternasona dan
udara nternasona
b. Laut : dengan sngapura, Maaysa,Phpna, Austraa, Papua
New gunea dan Tmor Leste
c. Udara : dengan Sngapura,Maaysa, Papua New Gunea dab
Tmor Leste
d. Daratan : dengan Maaysa, Papua Newgunea dan Tmor
Leste
Perbatasan dapat berbentuk : (1) perbatasan aamah
(natura/topographca), yang memk crr fsk khusus sepert
sunga-sunga, pegunungan, danau, panta, puau dan darang; dan
(2) perbatasan buatan atau artfca, sepert gars ntang dan gars
bu|ur, gars-gars arah atau gars-gars annya. Perbatasan aamah
umumnya dpandang ebh memuaskan darpada perbatasan
14
buatan/artfca, akan tetap perbatasan buatan yang dtuangkan
daam traktat-traktat ebh men|amn ketepatan okas meskpun
serng menmbukan permasaahan-permasaahan ngkungan
sepert pemsah keompok etns.
Cara penetapan perbatasan berdasarkan :
1. Ketentuan-ketentuan tdak tertus (kebasaaan)
Ketentuan-ketentuan dperoeh berdasarkan petun|uk-
petun|uk yang sfatnya prakts sepert ras, bahasa, cara hdup,
kebudayaan yang berbeda. Akan tetap perbatasan sepert n
pada dasarnya sut untuk d|adkan sebaga bukt hokum
|kaau ter|ad sengketa
2. Ketentuan-ketentuan tertus (traktat-traktat atau per|an|an-
per|an|an)
Penetapan perbatasan basanya drumuskan daam bentuk
traktat dan dratfkas oeh masng-masng phak dengan
undang-undang, demkan pua |ka kemudan ter|ad
perubahan. Ketentuan tertus n sangat dbutuhkan
khususnya |uka menyangkut wayah yang sut dtanda
sepert wayah peraran, danau dan sunga
(Prof. Dr. Rom Atmasasmta.S.H.LL. M, 2003)
Suatu Negara tdak dapat menentukan secara sephak batas-
batas wayahnya dengan Negara tetangganya, bahkan dengan
duna nternasona, terutama apaba menyangkut peraran dan
udara yang dpaka au ntas nternasona. Pengaturan mengena
penetapan batas wayah aut suatu negara dan berbaga kegatan
15
d aut sebenarnya teah termuat daam suatu per|an|an
nternasona yang komprehensf yang dkena dengan UNCLOS
1982 (United Nations Conention on the !a" o# the Sea 1982 atau
Hukum Laut PBB 1982). Daam UNCLOS 1982 dkena deapan zona
pengaturan (regime) yang beraku d aut, yatu (1) peraran
pedaaman (internal "aters), (2) peraran kepuauan (archipelagic
"aters), (3) aut tertora (teritorial "aters), (4) zona tambahan
(contig'o's (one), (5) Zona Ekonom Ekskusf ()*cl'sie )conomic
Zone), (6) andas kontnen (continental shel#), (7) aut epas (high
seas), dan (8) kawasan dasar aut nternasona (international
seabed area). Indonesa teah meratfkas UNCLOS 1982 meau UU
No 17/1985 dan memberakukan UU No 6/1966 tentang Peraran
Indonesa menggantkan UU No 4/Perp.1960 yang dsesuakan
dengan |wa atau ketentuan-ketentuan UNCLOS 1982. Lebh an|ut,
untuk keperuan penetapan batas-batas wayah peraran Indonesa
teah dundangkan PP No 38 tentang Daftar Koordnat Geografs
Ttk-ttk Gars Pangka Kepuauan Indonesa.
(http://www.un.org/Depts/os/nppon/ dakses pada tangga 28 |u
2012)
Oeh karena tu, penyeesaan batas-batas wayah aut tdak
boeh dtunda-tunda ag. Ker|a keras, cerdas, khas, dan snergs
antarnstans terkat mest segara dwu|udkan guna menyeesakan
segenap permasaahan batas wayah aut (+bid ).
D masa Pemerntahan Kabnet Persatuan Indonesa dan
Kabnet Gotong Royong, program n sesungguhnya teah dker|akan
d bawah koordnas Dewan Martm Indonesa (DMI). Sean PP No
38/2002, Peta Wayah NKRI |uga teah dsusun meau ker|a sama
antara Bakosurtana, Dshdros-TNI AL, serta Departemen Keautan
16
dan Perkanan (DKP). Peta n peru penyempurnaan dan kemudan
oeh Pemerntah RI segera ddepostkan (dkrm) ke PBB untuk
mendapatkan pengakuan nternasona (http://|urnanasona.com/?
med=Koran%20Haran&sec=Legsatf&rbrk=&d=34277&
postdate=2008-02-05&deta, dakseskan tangga 28 |u 2012)
Program penamaan puau-puau yang beum bernama |uga
teah drnts oeh Departemen Daam Neger dan DKP, yang harus
dseesakan secepatnya, karena pang ambat tahun 2009 kta
harus mendepostkan ke PBB untuk mendapatkan pengesahan
duna. Departemen Luar Neger yang seama n cukup aktf harus
ebh proaktf ag meakukan perundngan penetapan batas wayah
aut dengan negara-negara tetangga, bak secara batera maupun
unatera
(http://bertahankam.bogspot.com/2010_08_22_archve.htm,
tangga 28 |u 2012)
Daam rangka penegakan kedauatan wayah peraran
tersebut, peru adanya pertahanan negara dan penangkaan
gangguan, menyapkan kekuatan untuk persapan perang,
menangka setap ancaman mter meau aut, mendung dan
men|aga batas-batas wayah peraran, serta men|aga keamanan
aut nasona dan regona. Sean tu, peru |uga adanya sstem dan
mekansme yang mampu mendung sumber daya aam dan
kekayaan aut nasona serta pemeharaan ketertban d wayah
peraran nasona.
Sesua dengan ukuran puau dan potens ekonom (sumber daya
aam dan |asa-|asa ngkungan) yang dkandungnya, poa
pembangunannya mest mencakup gugusan puau (ebh dar dua
puau) sebaga sebuah unt pengeoaan (a management unt),
17
kegatan usahanya mest terpadu dar huu (produks), ndustr
pengoahan sampa pemasaran (hr), dan sesua dengan daya
dukung ngkungan puau agar pembangunan berangsung secara
berkean|utan (Ibd)
Untuk dapat mereasaskan potens ekonom d wayah
perbatasan yang besar n, maka pemerntah, kaangan pengusaha
(swasta), perbankan, dan rakyat sudah saatnya merapatkan
barsan, bahu-membahu secara snergs, produktf, dan kreatf
dengan meaksanakan perannya masng-masng. Pemerntah
seyoganya mengeuarkan keb|akan dan membangun nfrastruktur
yang atraktf dan kondusf bag pengusaha untuk bernvestas d
wayah perbatasan n.
Dan sekarangah saatnya pua kta memk badan (embaga)
khusus yang bertanggung |awab atas percepatan pembangunan
dan pengeoaan puau-puau teruar dan wayah perbatasan.
Apaba kta mampu memakmurkan wayah perbatasan (92 puau
beserta gugusan kepuauan dan peraran aut sektarnya) yang
mengeng seuruh Nusantara dengan poa pembangunan sepert
d atas, maka kemakmuran beserta segenap dnamka kegatan
ekonom (manusa), au aangnya kapa-kapa kan nasona serta
kapa naga, dan gemerapnya ampu d wayah tersebut |uga dapat
berfungs sebaga sabuk pengaman (sec'rit, belt) Negara Kesatuan
Repubk Indonesa (NKRI).
18
BAB 3. MET'DE PENUL"$AN
3.1 Tekn!k Penul!san
Penusan karya tus n menggunakan pendekatan teortk
atau teaah pustaka.
3.2 Pr(sedur Pengum)ulan Data
Untuk memperoeh suatu kebenaran daam penusan n ,
maka dgunakan metode pengumpuan data dengan cara:
Stud Kepustakaan, yatu mempea|ar dan menganass
secara dgunakan sstemats buku-buku, surat kabar, makaah,
ma|aah, nternet, peraturan perundang-undangan dan bahan-
bahan an yang berhubungan dengan mater yang dbahas daam
penusan n.
3.3 Peng(lahan Data
19
Lteratur-teratur yang teah ddapatkan pada tahap n,
sean|utnya dakukan pengoahan data dengan cara mengedt kata
atau kamatnya kemudan dsesuakan dengan aur penusan.
Penyesuaan yang dakukan tanpa merubah maksud dan tu|uan
dar penusan tersebut, sehngga ddapatkan suatu pembahasan
yang sstemats.
3.* Anal!s!s+$!ntes!s
Data yang dperoeh danass meau anass deskrptf yatu
mengurakan data dan fakta dar has tn|auan pustaka. Anass
data dgunakan daam menganass permasaahan yang akhrnya
menentukan sntess berupa usuan aternatf pemecahan masaah
perbatsan Negara.
Penusan karya tus mah dakukan secara sstemats
meau konsutas ntensf dengan dosen pembmbng. Langkah-
angkah daam penusan karya tus mah n meput: (1)
penentuan masaah; (2) mengumpukan bahan referens dan
mencar nformas mengena masaah tersebut; (3)
mengembangkan dan menganass permasaahan berdasarkan
referens yang ddapat; (4) mencar pemecahan masaah dan
mencar aternatf usuan berdasarkan anass yang teah dsusun,
kemudan (5) damb suatu smpuan serta rekomendas.
20
BAB *. PEMBAHA$AN
*.1 %eadaan )er&atasan Negara saat !n!
Konds kawasan perbatasan Indonesa saat n sepert
dabakan sama seka dar pembangunan d Indonesa, ha n
terhat dar ketersedaan dan kuatas nfrastruktur yang beum
terpenuh dengan bak, begtu pua dengan tngkat kese|ahteraan
penduduknya bak dar seg sosa maupun ekonom. sutnya
masyarakat perbatasan mengakses kebutuhan dasar sepert sarana
penddkan, kesehatan maupun kegatan perekonoman, n
dsebabkan oeh paradgma keb|akan pembangunan yang
menganggap bahwa kawasan perbatasan merupakan "daerah
beakang" bukan "beranda" dar Indonesa.
21
Perbedaan yang sangat mencook dapat dhat dan drasakan
apaba kta berkendara menggunakan |aur nasona dar Pontanak
ke Entkong menu|u Kuchng dan kemba dar Kuchng menu|u
Entkong. Meskpun |aan Trans Kamantan dar Pontanak ke
Entkong saat n |auh ebh bak dan sebagan besar teah beraspa,
namun d sana-sn terdapat |aan-|aan yang dtamba suam dan
berubang-ubang. Beum ag mash ada ruas |aan, sektar 32 km
ebh, yang daam tahap pengerasan, sehngga pengemud yang
meewatnya harus teron|ak-on|ak d daam mobnya.
Sesampanya d Entkong, kta pun dapat menemukan banyak |aan-
|aan poros yang mash berupa |aan tanah, kerk, dan batu. Sean
tu, terdapat 50 |aan setapak dan berpuuh-puuh |aan tkus yang
menghubungkan 55 desa d Kamantan Barat dengan 32 kampung
d Sarawak. Apaba maam men|eang, Trans Kamantan tersemut
pekatnya kegeapan maam karena fastas ampu |aan mash
beum ada. Hanya ampu-ampu mob dan seseka sepeda motor
yang |ad penerang para pengendara yang mentas. Padaha, |aan-
|aan d Kamantan tdak memk bahu |aan karena basanya
angsung berada d tep tebng, |urang, ataupun sunga kec, dan
deretan rumah penduduk
3
.
*.3 %(nd!s! as,arakat )er&atasan saat !n!
Bukan rahasa ag bahwa konds masyarakat yang berdam
d daerah perbatasan sebagan besar mengaam kemsknan.
Konds terkn menun|ukan bahwa probematka masyarakat d
wayah perbatasan mash ddomnas oeh mnmnya nfrastruktur
dan rendahnya tngkat ekonom warga. Sean tu, masyarakat
3
Perpustakaan Kementran Peker|aan Umum, www.pustaka.pu.go.d
22
perbatasan |uga menghadap rendahnya supa barang kebutuhan
pokok buatan Indonesa dan reatf ebh maha dar barang buatan
Negara tetangga. Contohnya d sebagan wayah perbatasan d
Kamantan, masyarakat Indonesa mau tak mau has membe
barang-barang Maaysa dan menggunakan gabungan rupah-rnggt
sebaga aat pembayaran.
Daam banyak kasus d wayah perbatasan Indonesa dengan
negara tetangga, tahap terakhr dar fase penanganan perbatasan
yatu fase admnstras beum dseesakan oeh pemerntah
Indonesa. Ha mendasar dar fase admnstras adaah memastkan
dan men|amn kehdupan penduduk yang hdupnya tergantung
pada kawasan perbatasan tersebut. Mnm seka nfrastruktur
mendasar yang dsedakan oeh pemerntah RI terutama daam
kebutuhan kesehatan, penddkan, komunkas, ekonom dan
perhubungan pernts. D ss an, negara tetangga terutama
Maaysa reatf teah ebh ma|u daam fase admnstras n.
Dampaknya, tdak sedkt rakyat Indonesa yang menyeberang
untuk mengakses fastas ekonom dan sosa kesehatan yang
dmk oeh Maaysa. Bahkan daam persoaan perbatasan dengan
Tmor Leste, kehadran negara dsmbokan dengan sebatas
kehadran aparat TNI yang sesungguhnya hanya berugas sebaga
pen|aga keamanan d perbatasan. Tetap daam prakteknya, karena
mnmnya kehadran fungs-fungs pemerntahan d wayah tersebut
maka aparat TNI |uga merangkap sebaga tenaga guru, kesehatan
masyarakat, hakm dan an-an.
*.3 Permasalahan )er&atasan dan k(nl!k )er&atasan
negara ,ang saat !n!
23
24