Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN OPERASI

ACARA VII FILTRASI

OLEH: EKA YUNITA J1A012033 KELOMPOK XXV

PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI PANGAN DAN AGROINDUSTRI UNIVERSITAS MATARAM 2013

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan praktikum mingguan satuan operasi disusun sebagai salah satu syarat untuk membuat laporan tetap.

Mataram, 11 Desember 2013

Mengetahui, Co. Ass Praktikum satuan operasi Praktikan,

Lalu M. Fauzan Jaelani C1J 010 002

Eka Yunita J1A 012 033

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari air merupakan salah satu kebutuhan yang paling dibutuhkan oleh manusia. Tetapi, kebanyakan orang berpendapat bahwa air bersih adalah suatu kebutuhan yang sudah langka untuk sekarang ini. Khususnya di negara kita Indonesia, masih banyak daerah-daerah yang belum memiliki air bersih. Padahal banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan air bersih. Misalnya dengan cara filtarsi, dimana definisi filtrasi itu sendiri adalah operasi dimana campuran yang heterogen antara fluida dan partikel-partikel padatan dipisahkan oleh media filter yang meloloskan fluida tetapi menahan partikelpartikel padatan. Filtrasi dapat dilakukan dengan menggunakan alat filtrasi. Filtrasi biasanya dilakukan oleh perusahaan PDAM, namun kita juga dapat melakukan filtrasi sendiri menggunakan alat filtrasi sederhana untuk

menjernihkan air. Terlebih lagi kita adalah mahasiswa teknologi, harus bisa menciptakan sesuatu yang baru demi kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan percobaan ini yang bertujuan untuk mengetahui mekanisme filtrasi pada air limbah.

1.2. Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui mekanisme filtrasi pada air limbah.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Filtrasi Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, dimana zat padat itu tertahan. Pada industri, filtrasi ini meliputi ragam operasi mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang kompleks. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas; aliran yang lolos dari saringan mungkin saja cairan, padatan, atau keduanya. Filtrasi digunakan untuk memisahkan campuaran heterogen zat padat yang tidak larut dalam cairan. Penyaringan menggunakan kertas saring, hasil saringan disebut filtrate (Rahayu, 2009). Melalui penyaringan sederhana, suatu campuran bahan padatan dan bahan cairan atau bahan padat dan gas diproses yang bertumpukan pada suatu sisi palt berpori yang disebut medium filter yang hanya melewatkan cairan atau gas serta meninggalkan bahan padat dalam bentuk gumpalan pada permukaan filter medium. Cairan berupa suspensi partikel-partikel padat. Hasil dari pemisahan ini nantinya akan diperoleh cairang bening yaitu filtrate dan bahan padat tertinggal pada filter medium yang disebut gumpalan filter (Cook, 1986). Proses filtrasi dapat diartikan sebagai proses penyaringan zat cair melalui medium filter, dimana bagian padatan tertahan pada media filter. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan filtrasi adalah Penurunan tekanan pada medium filter, Luas permukaan filter, Viscositas filtrate, Resistensi bahan terendap pada filter, Resistensi medium filtrate. Proses filtrasi dapat dibedakan menjadi 2 fase, yaitu: Filtrasi dengan laju filtrasi konstan (pada akhir proses). Dalam perancangan sistem (desain) filtrasi menurut Heldman (1978) dapat dilakukan dengan membuat eksperimen filtrasi skala kecil untuk mencari hubungan dari persamaanpersamaan. Dalam filtrasi skala kecil dapat diperoleh melalui penentuan volume filtrasi persatuan waktu untuk tekanan konstan pada filter skala kecil (Anonim, 2013).

Air adalah zat cair yang tidak mempunyai rasa, warna, dan bau, yang terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan rumus kimiawi H2O. Karena air merupakan suatu larutan yang hampir-hampir bersifat universal, maka zat-zat yang paling alamiah maupun buatan manusia hingga tingkat tertentu terlarut didalamnya. Dengan demikian, air didalam mengandung zat-zat terlarut, zat-zat ini sering disebut pencemar yang terdapat dalam air (Linsley, 1991). Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik iindustri maupun domestik n(rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water) (Jusmin, 2002).

2.2. Proses Filtrasi Prose filtrasi dapat diartikan sebagai proses penyaringan zat cair melalui medium filter, dimana bagian padatan tertahan pada media filter. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan filtrasi adalah penurunan tekanan pada medium filter, luas permukaan filter, viscositas filter, resistensi bahan terendap pada filter, resistensi medium filtrat. Pproses filtrasi dapat dibedakan menjadi 2 fase, yaitu: filtrasi dengan laju filtrasi konstan (pada awal proses). Tekanan filtrasi konstan (pada akhir proses). Dalam perancangan sistem (desain) filtrasi menurut Heldman (1978) dapat dilakukan dengan membuat eksperimen filtrasi skala kecil untuk mencari hubungan dari persamaan-persamaan. Dalam filtrasi skala kecil dapat diperoleh melalui penentuan volume filtrasi persatuan waktu untuk tekanan konstan pada filter skala kecil (Anonim, 2013).

BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum ini dilaksanakan pada hari Minggu, 24 November 2013 di Laboratorium Konservasi dan Teknik Lingkungan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri

3.2. Alat dan Bahan Praktikum 3.2.1. Alat-alat praktikum Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah tabung filtrasi, stopwatch, gelas piala, dan gelas ukur. 3.2.2. Bahan-bahan praktiukum Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah air limbah, kerikil, pasir, arang, dan ijuk.

3.3. Prosedur Kerja Langkah-langkah kerja yang dilakukan pada praktikum adalah sebagai berikut : 1. Disiapkan peralatan dan bahan praktikum. 2. Diisi tabung filtrasi dengan air limbah kemudian dimasukkan lagi tanah kedalamnya. 3. Dibuka keran pertama dan kedua. 4. Diperiksa secara visual tingkat kekeruhan air pada tangki pertama dan kedua. 5. Ditutup semua keran dan disiapkan stopwatch. 6. Dicatat data setiap lima menit, berapa volume filtrat yang ditampung dengan gelas piala.

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN

4.1 Hasil Pengamatan

Tabel 7.1 Hasil Pengamatan 180 menit No Waktu (menit) 6 x 5 = 30 6 x 5 = 30 6 x 5 = 30 6 x 5 = 30 6 x 5 = 30 6 x 5 = 30 Volume (m3) 25,1 16,6 37,1 28,2 32,2 38,77 Y t(A/V) 1,003 3,036 2,073 3,574 2,351 3,899 X X-Y (V/A) 29,8 19,76 44,16 33,57 63,78 46,15 888,04 390,45 1950,1 1126,9 4067,88 2129,88 28,797 16,724 42,123 29,996 61,429 42,251

1 2 3 4 5 6

4.2 Hasil Perhitungan Diketahui : t = 60 cm = 0,6 m A= 2..r.t A= 2 x 3,14 x 0,22 x 0,6 = 0,84 Perhitungan Penentuan Nilai Y Y1 = t1 = 30 ( Y2 = t2 = 60 ( = 3,036 s/m = 1,003 s/m

- Y3

= t3 = 90 ( = 2,037 s/m

Y4

= t4 = 120 ( = 3,547 s/m

Y5

= t5 = 150 ( = 3,91 s/m

Y6

= t6 = 180 ( = 3,899 s/m

y = Y1 + Y2 + Y3 + Y4 + Y5 + Y6 = 1,003 + 3,036 + 2,037 + 3,574 + 3,91 + 3,899 = 17,46 s/m

= 2,91 s/m

Penentuan Nilai X

- X1

= = = 29,8 m

X2

= = = 19,76 m

X3

= = = 44,16 m

X4

= = = 33,75 m

X5

= = = 38,33 m

X6

= = = 46,15 m

xi = X1 + X2 + X3 + X4 + X5 + X6 = 29,8 + 19,76 + 44,16 + 33,57 + 38,33 + 46,15 = 211,77 m

= = = 35,295 m

x2 = X12 + X22 + X32 + X42 + X52 + X62 = (29,8)2 + (19,76)2 + (44,16)2 + (33,57)2 + (38,33)2 + (46,15)2 = 888,04 + 390,45 + 1950,1 + 1126,9 + 1469,2 + 2129,82 = 7954,51 m2

x2

= = = 1325,75 m2

(xi yi) = (X1 Y1)+(X2 Y2)+(X3 Y3)+ (X4 Y4)+ (X5 Y5)+(X6 Y6) = (29,8 1,003) + (19,76 3,036) + (44,16 2,037) + (33,57 3,547) + (38,33 3,91) + (46,15 3,899) = 28,197 + 16,724 + 42,123 + 29,996 + 34,42 + 42,251 = 193,771

4.2.3 Korealasi Y
( )

b=

= = = 18,01 Jika b = 18,01 maka : a = y bx = 2,65 m 18,01 (35,295 m) = 2,65 m 635,663 m = 633,013 m = 0,633013 km

Sehingga, efisiensi kerja mesin = 0,633013 km x 100% = 63,3013%

BAB V PEMBAHASAN

Filtrasi adalah proses penyaringan air limbah yang kotor dengan media penyusun zat padat, dimana zat padat tertahan dan akan menghasilkan air bersih dan jernih. Pada percobaan yang telah dilakukan, menggunakan bahan dari air limbah, dan alat-alatnya terdiri dari bak penampung air limbah, tabung filtasi, dan bak penampung hasil filtrasi. Bak penampung filtrasi berfungsi sebagai penampung air limbah yang akan difiltrasi. Lalu dialirkan ke tabung filtrasi yang merupakan penyusun filtrat yang terdiri dari 4 lapisan. Lapisan yang paling bawah adalah arang yang fungsinya untuk menghilangkan bau air limbah, kemudian diatasnya ijuk yang berfungsi untuk menahan partikel yang bersifat mikro. Kemudian diatasnya kerikil yang fungsinya untuk menjernihkan air limbah dan lapisan yang paling atas adalah pasir, dimana fungsi pasir itu sendiri untuk menyaring kotoran yang bersifat makro. Banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi prinsip kerja dari filtrasi, antara lain waktu, luas permukaan, tekanan pada filter, resistensi bahan terendap filter dan volume yang dihasilkan. Yang pertama waktu, waktu yang digunakan tidak terlalu lama hanya menggunakan waktu 180 menit sehingga bau dari air

filtrat tersebut masih bau. Kedua luas permukaan, ketika luas permukaan filter yang digunakan semakin besar maka maka hasil penyaringan pun semakin keruh, sedangkan jika luas permukaan filter yang digunakan kecil maka hasil penyaringan yang dihasilkan semakin jernih. Ketiga tekanan pada filter, ketika tekanan yang duberika lebih besar maka akan menghasilkan penyaringan yang tidak sempurna karena hasil yang didapatkan keruh. Sedangkan jika tekanannya kecil maka penyaringan yang dihasilkan jernih. Keempat resistensi bahan terhadap filter, saat resistensi bahan diperbanyak maka penyaringan yang diperoleh jernih, begitu juga sebaliknya. Dan yang terakhir volume yang dihasilkan, semakin sedikit volume yang dihasilkan saat pengulangan maka kemampuan filtratnya bagus, begitu juga sebaliknya. Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan, didapatkan bahwa volume pada percobaan pertama sebesar 25,1 m3, pengulangan kedua sebesar 16,6 m3, pengulangan ketiga 37,1 m3, pengulangan keempat 28,2 m3, pengulangan kelima 32,2 m3, dan pengulangan terakhir dengan volume 38,77. Ini menunjukkan setiap kali ulangan volumenya tidak berkurang melainkan naik turun. Seharusnya semakin sering pengulangan yang dilakukan maka volumenya akan semakin berkurang. Kemungkinan ada faktor-faktor tertentu yang menyebabkan

volumenya naik turun. Dan efisiensi kerja mesin sebesar 63,3013%. Ini menunjukkan bahwa efiensi keja mesin sudah efisien karena kurang dari 50 %, jika lebih dari 50 % maka efisiensi kerja mesin tidak efisien. Dan bau yang dihasilkan pada pengulangan terakhir tetap saja bau, tetapi tidak seamis pada percobaan pertama. Untuk warnanya pada percobaan pertama menghasilkan warna yang sangat keruh dan kotor tetapi pada pengulangan terakhir meghasilkan air yang jernih. Semakin banyak volume yang dihasilkan kemampuan filtratnya tidak bagus, begitu pun sebaliknya. Dalam kehidupan sehari-hari, air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan. Tetapi masih banyak daerah-daerah yang masih belum mendapatkan air bersih secara merata. Untuk menanggulangi hal tersebut, maka perlu dilakukan suatu metode yang bisa mensejahterakan masyarakat. Salah satunya dengan

filtrasi ini, filtrasi bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan terpencil yang masih kekurangan air. Maka metode filtrasi ini bisa diaplikasikan oleh masyarakat agar tidak kekurangan air lagi, karena proses fitrasi itu sendiri memanfaatkan air limbah, sungai untuk di saring menjadi air bersih. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi takut dengan kurangnya air bersih dan bisa memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia..

BAB VI PENUTUP

6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain: 1. Filtrasi adalah proses penyaringan air limbah yang kotor dengan media penyusun zat padat, dimana zat padat tertahan dan akan menghasilkan air bersih dan jernih 2. Penyusun proses filtrat terdiri dari pasir, kerikil, ijuk, dan arang. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi prinsip kerja dari filtrasi, antara lain waktu, luas permukaan, tekanan pada filter, resistensi bahan terendap filter dan volume yang dihasilkan. 4. Volume pada percobaan pertama sebesar 25,1 m3. 5. Semakin sedikit volume yang dihasilkan saat pengulangan maka kemampuan filtratnya bagus. 6. Efisiensi kerja mesin sebesar 63,3013%.

6.2.Saran Percobaan pengecilan ukuran bahn hasil pertanian ini sangat bagus untuk dilakukan, karena sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Selain itu kita juga bisa tahu bagaimana cara mengecilkan ukuran suatu bahan hasil pertanian. Diharapkan agar praktikan melakukan praktik ini dengan benar agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Apriyantono, Anton, dkk, 1989. Analisis Pangan. Pusbangtepa IPB. Bogor. Earle, R.L., 1969. Satuan Operasi Dalam Pengolahan Pangan. P.T. Sastra Hudaya. Jakarta. Stumbo, G.R., 1949. Teknologi Pangan. P.T. Sastra Hudaya. Jakarta. Suharto, 1991. Teknologi Pengawetan Pangan. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

].