Anda di halaman 1dari 26

BAB II. KAJIAN PUSTAKA 2.1.

Profitabilitas

2.1.1. Pengertian Profitabilitas

Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan laba (keuntungan) dalam suatu periode tertentu. Pengertian yang sama disampaikan oleh Husnan (2001) bahwa Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan (profit) pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu. edangkan !enurut !i"helle # !egawati (200$) Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba (profit) yang akan menjadi dasar pembagian di%iden perusahaan. Prolitabilitas menggambarkan kemampuan badan usaha untuk menghasilkan

laba dengan menggunakan seluruh modal yang dimiliki. Hal ini sesuai dengan pernyataan hapiro (1&&1'()1) Profitability ratios measure managements objectiveness as indicated by return on sales, assets and owners equity. Profitabilitas suatu perusahaan akan mempengaruhi kebijakan para in%estor atas in%estasi yag dilakukan. *emampuan peurusahaan untuk menghasilkan laba akan dapat menarik para in%estor untuk menanamkan dananya guna memperluas usahanya, sebaliknya tingkat profitabilitas yang rendah akan menyebabkan para in%estor menarik dananya. edangkan bagi perusahaan itu sendiri profitabilitas dapat digunakan sebagai e%aluasi atas efekti%itas pengelolaan badan usaha tersebut. !enurut +righam (1&&)'(&) Profitability is the net result of a large number of policies and decision. he ratio e!amined thus far reveal some interesting thing about the wry the firm operates, but the profitability ratio show the combined objects of liquidity, asset management, and debt management on operating mult.

15

2 Profitabilitas perusahaan merupakan salah satu dasar penilaian kondisi suatu perusahaan, untuk itu dibutuhkan suatu alat analisis untuk bisa menilainya. Alat analisis yang dimaksud adalah rasio-rasio keuangan. Ratio profitabilitas mengukur efektifitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang diperoleh dari penjualan dan investasi.

Profitabilitas juga mempunyai arti penting dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang, karena profitabilitas menunjukkan apakah badan usaha tersebut mempunyai prospek yang baik di masa yang akan datang. ,engan demikian setiap badan usaha akan selalu berusaha meningkatkan profitabilitasnya, karena semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu badan usaha maka kelangsungan hidup badan usaha tersebut akan lebih terjamin. eperti diungkapkan oleh -iulio +atta..i, /ngelo e""hi, and 0ederi"o 1amagni (2uly 2003) dalam

jurnalnya yang berjudul Productivity, Profitabilty, and "inancial Performance menyatakan bahwa # comparative analysis of two crucial dimensions of firms performance$ profitability and productivity, and find independently from the particular sector of activity and from financial conditions, there seems to be wea% mar%et pressure and little behavioral inclination for the more efficient and more profitable firms to grow faster.
2.1.2. Rasio Profitabilitas Sebagai Alat Pengukuran Kinerja Keuangan

Penilaian profitabilitas adalah proses untuk menentukan seberapa baik akti%itas4akti%itas bisnis dilaksanakan untuk men"apai tujuan strategis, mengeliminasi pemborosan4pemborosan dan menyajikan informasi tepat waktu untuk melaksanakan penyempurnaan se"ara berkesinambungan ( upriyono. 1&&&). /da beberapa pengukuran kinerja terhadap profitabilitas perusahaan dimana masing4 masing pengukuran dihubungkan dengan %olume penjualan, total akti%a dan modal sendiri.

e"ara keseluruhan ketiga pengukuran ini akan memungkinkan seorang analis untuk menge%aluasi tingkat earning dalam hubungannya dengan %olume penjualan jumlah akti%a dan in%estasi tertentu dari pemilik perusahaan. Profitabilitas keuangan perusahaan dideskripsikan dalam bentuk laporan laba4rugi yang merupakan bagian dari laporan keuangan korporasi, yang dapat digunakan oleh semua pihak yang berkepentingan untuk membuat keputusan ekonomi. +erdasarkan financial report yang diterbitkan perusahaan, selanjutnya dapat digali informasi mengenai posisi keuangan perusahaan, struktur permodalan, aliran kas, kinerja keuangan dan informasi lain yang mempunyai rele%ansi dengan laporan keuangan perusahaan. Profitabilitas keuangan perusahaan sudah tentu merupakan kinerja perusahaan yang ditinjau dari kondisi keuangan perusahaan. Profitabilitas keuangan perusahaan ter"ermin dari laporan keuangannya, oleh sebab itu untuk mengukur profitabilitas keuangan perusahaan diperlukan analisis terhadap laporan keuangannya. !enurut pendapat hapiro (1&&1) yang menunjukkan bahwa profitabilitas sangat "o"ok untuk mengukur efekti%itas manajemen dan penge%aluasian kinerja manajemen dalam menjalankan bisnis dan produkti%itasnya dalam mengelola aset4aset perusahaan se"ara keseluruhan seperti yang nampak pada pengembalian yang dihasilkan oleh penjualan dan in%estasi, serta untuk menge%aluasi kinerja ekonomi dari bisnis. e"ara umum profitabilitas

merupakan pengukuran dari keseluruhan produkti%itas dan kinerja perusahaan yang pada akhirnya akan menunjukkan efisiensi dan produkti%itas perusahaan tersebut. ,wi Prastowo (2003) menyatakan bahwa informasi kinerja perusahaan, terutama potensial sumber daya ekonomi yang

profitabilitas diperlukan untuk menilai perubahan

mungkin dikendalikan di masa depan, sehingga dapat memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan kas (dan setara kas) serta untuk merumuskan memanfaatkan tambahan sumber daya. 5asio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dan men"ari keuntungan. 5asio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan in%estasi. 6ntinya adalah penggunaan rasio ini menunjukkkan efisiensi perusahaan. Penggunaan rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan antara berbagai komponen yang ada dilaporan keuangan nera"a dan laporan laba rugi. Pengukuran dapat dilakukan untuk beberapa periode operasi. 1ujuannya adalah agar terlihat perkembangan perusahaan dalam rentang waktu tertentu, baik penurunan atau kenaikan, sekaligus men"ari penyebab perubahan tersebut. Hasil pengukuran tersebut dapat dijadikan alat e%aluasi kinerja manajemen selama ini, apakah mereka telah bekerja se"ara efektif atau tidak. 2ika berhasil men"apai target yang telah ditentukan mereka dikatakan telah berhasil men"apai target untuk periode atau beberapa periode, sebaliknya jika gagal atau tidak berhasil men"apai target yang telah ditentukan, ini akan menjadi pelajaran bagi manajemen untuk periode ke depan. *egagalan ini harus diselidiki dimana letak kesalahan dan kelemahannya sehingga kejadian tersebut tidak terulang. *egagalan atau keberhasilan dapat dijadikan sebagai bahan a"uan untuk peren"anaan laba ke depan, sekaligus kemungkinan untuk menggantikan manajemen yang baru terutama setelah manajemen lama mengalami kegagalan. 5asio Profitabilitas ini sering disebut sebagai salah satu alat ukur kinerja manajemen. efektifitas perusahaan dalam

ama halnya dengan rasio4rasio lain, rasio profitabilitas juga memiliki tujuan dan manfaat, tidak hanya bagi pihak pemilik usaha atau manajemen saja, tetapi juga bagi pihak diluar perusahaan, terutama pihak4pihak yang memiliki hubungan atau kepentingan dengan perusahaan. 1ujuan penggunaan rasio profitabilitas bagi perusahaan, maupun bagi pihak luar perusahaan, yaitu7
1" 8ntuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode

tertentu7
2" 8ntuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang7 " 8ntuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu7 !" 8ntuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri7 5" 8ntuk mengukur produkti%itas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal

pinjaman maupun modal sendiri7


#" 8ntuk mengukur produkti%itas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal

sendiri7
$" ,an tujuan lainnya.

ementara itu, manfaat yang diperoleh adalah untuk7 !engetahui besarnya tingkat laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode7
1" !engetahui posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang7 2" !engetahui perkembangan laba dari waktu ke waktu7

# " !engetahui besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri7 !" !engetahui produkti%itas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal

pinjaman maupun modal sendiri


5" !anfaat lainnya.

2.1. . Jenis-jenis Rasio Profitabilitas

esuai dengan tujuan yang hendak di"apai, terdapat beberapa jenis rasio profitabilitas yang dapat digunakan. !asing4masing jenis rasio profitabilitas digunakan untuk menilai serta mengukur posisi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu atau untuk beberapa periode. Penggunaan seluruh atau sebagian rasio profitabilitas tergantung dari kebijakan manajemen. 2elasnya, semakin lengkap jenis rasio yang digunakan semakin sempurna hasil yang akan di"apai. /rtinya pengetahuan tentang kondisi dan posisi profitabilitas perusahaan dapat diketahui se"ara sempurna. ,alam prakteknya, menurut *asmir (2003 ' 1&&) jenis4jenis rasio profitabilitas yang dapat digunakan adalah '
1" Profit margin (profit margin on sales) 2" &eturn on #ssets (&'#) " &eturn on equity (&'() !" 9aba per lembar saham.

a.d.1

Profit )argin on *ales Profit margin on sales atau ratio profit margin atau margin laba atas penjualan merupakan

salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualan. :ara pengukuran rasio ini adalah dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan penjualan bersih. 5asio ini dikenal juga dengan nama profit margin. 1erdapat dua rumusan untuk men"ari profit margin, yaitu sebagai berikut7
1" 8ntuk margin laba kotor dengan rumus'

Penjualan bersih ; Harga pokok penjualan Profit margin < 444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444444 ales

(profit margin on sales)

!argin laba kotor menunjukkan laba yang relati%e terhadap perusahaan, dengan "ara penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan. 5asio ini merupakan "ara untuk penetapan harga pokok penjualan.
2" 8ntuk margin laba bersih dengan rumus '

(arning #fter +nterest and a! ((#+ ) ,et profit margin (profit margin on sales) ................................................... *ales

!argin laba bersih merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan. 5asio ini menunjukkan pendapatan bersih perusahaan penjualan. +aik Profit !argin on ales maupun ,et Profit )argin apabila rasio nya tinggi ini menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu, sebaliknya kalau rasionya rendah menandakan penjualan yang terlalu rendah untuk tingkat biaya tertentu, atau biaya yang terlalu tinggi untuk tingkat penjualan tertentu, atau kombinasi dari kedua hal tersebut. 5asio yang rendah bisa menunjukkan ketidakefisienan manajemen.

a.d.2. Hasil Pengembalian /ssets (&eturn on #ssets) 5asio ini adalah rasio keuntungan bersih setelah pajak terhadap jumlah asset se"ara keseluruhan. 5asio ini merupakan suatu ukuran untuk menilai seberapa besar tingkat pengembalian (=) dari asset yang dimiliki. /pabila rasio ini tinggi berarti menujukkan adanya efisiensi yang dilakukan oleh pihak manejemen. Hanafi dan Halim (200)) menyatakan bahwa rasio &eturn on #ssets (&'#) mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat asset tertentu. ,emikian juga yamsudin (200>) mengatakan bahwa &eturn on #sset (&'#) merupakan pengukuran

kemampuan perusahaan se"ara keseluruhan di dalam menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan akti%a yang tersedia di dalam perusahaan, semakin tinggi rasio ini berarti semakin baik keadaan suatu perusahaan.

&

5eturn on /ssets mengukur kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan akti%anya untuk memperoleh laba. !enurut ,wi Prastowo (2003) rasio ini mengukur tingkat kembalian in%estasi yang telah dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan seluruh dana (akti%a) yang dimilikinya. ,emikian juga menurut 5obert :. 0ink dan /nn Harrison (1&&&'(2), menyebutkan bahwa ' &'# as the same income a company generates during normal operation dividend by its total assets. his calculation determines how well a company is using its assets to generate income. 8kuran yang sering digunakan untuk menghitung &eturn on #ssets (5?/) adalah ' 5?/ < 9aba etelah Pajak @ 100= otal #ssets

a.d.). Hasil Pengembalian Akuitas (&eturn on (quityB5?A) Hasil pengembalian ekuitas atau return on equity atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur lalu bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. 5asio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. emakin tinggi rasio ini, semaki baik. /rtinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian pula sebaliknya. 5umus untuk men"ari &eturn on (quity (&'() dapat digunakan sebagai berikut' (arning #fter +nterest and a! &eturn on (quity (&'() ......................................... (quity !enurut Helfert (2000), &eturn on (quity (&'() menjadi pusat perhatian para pemegang saham (stakeholders) karena berkaitan dengan modal saham yang diin%estasikan untuk dikelola

1'

pihak manajemen. 5?A memiliki arti penting untuk menilai kinerja keuangan perusahaan dalam memenuhi harapan pemegang saham. a.d.>. 9aba Per 9embar aham +iasa ((arning per *hare of /ommon *toc%) 5asio laba per lembar saham atau disebut juga rasio nilai buku merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam men"apai keuntungan bagi pemegang saham. 5asio yang rendah berarti manajemen belum berhasil untuk memuaskan pemegang saham, sebaliknya dengan rasio yang tinggi, kesejahteraan pemegang saham meningkat. *euntungan bagi pemegang saham adalah jumlah keuntungan setelah dipotong pajak.*euntungan yang tersedia bagi pemegang saham biasa adalah jumlah keuntungan dikurangi pajak, di%iden, dan dikurangi hak4hak lain untuk pemegang saham prioritas.

5umus untuk men"ari laba per lembar saham biasa adalah sebagai berikut' 0aba *aham 1iasa 0aba Per 0embar *aham ................................... *aham 1iasa 2ang 1eredar

2.2.

Undang-Undang Perpajakan Pajak merupakan sumber penerimaan negara yang paling dominan untuk mengisi pundi-pundi

AP() baik dalam rangka membiayai pengeluaran rutin maupun proyek. *ntuk itu sangat dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat untuk menjadi +ajib pajak dalam rangka membayar pajak. Ro,hmat

11 -oemitro . 1&$$ / % " menyatakan bah+a 0Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan 0surplus1 nya digunakan untuk Public Saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai Public Investment1. 2ari pengertian tersebut jelas bah+a yang membayar pajak adalah rakyat .masyarakat" itu sendiri. Pada defenisi yang lain disebutkan bah+a pajak ialah iuran rakyat berdasarkan *ndang-*ndang .yang dapat dipaksakan" dengan tiada kepada kas negara

mendapat jasa timbal

.kontraprestasi", yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. 2ari defenisi tersebut di atas, tersimul ,iri-,iri yang melekat pada pengertian pajak yaitu / a" b" Pajak dipungut berdasarkan 3dengan ketentuan *ndang-*ndang serta aturan pelaksananya. 2alam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukkan adanya kontra prestasi individual Pemerintah. ," d" Pajak dipungut oleh )egara .baik oleh Pemerintah Pusat maupun 2aerah". Pajak diperuntukkan bagi pengeluaran Pemerintah, yang bila dari pemasukannya masih terdapat surplus, dipergunakan untuk membiayai publi, investment. e" Pajak dapat pula mempunyai tujuan yang tidak budgeter, yaitu mengatur. -ebagaimana disebutkan pada poin .a" ,iri-,iri pajak dipungut berdasarkan dengan 4etentuan *ndang-*ndang serta Aturan Pelaksananya yang artinya adalah bah+a pajak tersebut dipungut tidak semau Pemerintah saja melainkan memiliki dasar hukum yang kuat yang sudah setujui oleh 2e+an Per+akilan Rakyat .2PR". *ndang-*ndang Perpajakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah selalu mengalami perubahan dari +aktu ke +aktu sesuai dengan perkembangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. oleh

12 Perubahan dari *ndang-*ndang Perpajakan merupakan penyempurnaan *ndang-*ndang Perpajakan yangada dan merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang ada di 2epartemen 4euangan khususnya 2irektorat 5enderal Pajak. Reformasi perpajakan yang terjadi di tubuh 2irektorat 2irektorat 5enderal Pajak .25P" merupakan perubahan yang mendasar di segala aspek perpajakan termasuk reformasi ** Perpajakan sendiri. Reformasi pajak dilakukan agar sistem perpajakan dapat lebih efektif dan efisien, sejalan dengan perkembangan globalisasi yang menuntut daya saing tinggi dengan negara lain. 6entu saja dengan memperhatikan prinsip-prinsip perpajakan yang sehat seperti persamaan (equality), kesederhanaan (simplicity) dan keadilan .fairness", sehingga tidak hanya berdampak terhadap peningkatan kepasitas fiskal, melainkan terhadap perkembangan kondisi ekonomi makro. Perubahan ini juga dilakukan untuk merangsang investasi dan meningkatkan efisiensi perusahaan. 7enurut Ri,hard 7. (ird yang menyatakan bah+a reformasi perpajakan di 8ndonesia sebagai langkah sistematis yang disusun melalui peren,anaan yang baik. 2ia menyatakan As already mentioned, Indonesian experience shows that i comprehensive re orm can indeed be implemented and easily success ully in a developing country!" Reformasi *ndang-*ndang Perpajakan telah dilakukan beberapa kali yang mana perubahan pertama dilakukan pada tahun 1&% . -aat ini yang telah mengalami perubahan terakhir adalah / 1" *ndang-*ndang )omor # 6ahun 1&% tentang 4etentuan *mum dan 6ata,ara Perpajakan, yang dirubah menjadi ** )o 2% 6ahun 2''$ .perubahan ketiga". 2" *ndang-*ndang )o $ 6ahun 1&% tentang Pajak Penghasilan, yang dirubah menjadi ** )o # 6ahun 2''% .perubahan keempat".

1 " *ndang-*ndang )o % 6ahun 1&% tentang Pajak Pertambahan )ilai .PP)" dan Pajak Penjualan atas (arang 7e+ah .PPn(7" yang dirubah menjadi ** )o !2 6ahun 2''& .perubahan ketiga" 8su penting dalam perubahan *ndang-*ndang )o # 6ahun 1&% adalah mengenai keseimbangan hak dan ke+ajiban antara +ajib pajak dan aparatur perpajakan. Perbaikan dan penguatan ke+enangan aparatur pajak agar tetap dapat berfungsi efektif namun tetap menjaga prinsip-prinsip akuntabilitas, proporsional, dan integritas. Adapun pokok-pokok perubahan mengenai 4etentuan *mum dan 6ata,ara Perpajakan, antara lain / 1" 4etentuan mengenai pengambilan, pengisian, penandatanganan dan penyampaian Pemberitahuan .-P6" dapat dilakukan melalui media elektronik9 2" (atas akhir penyampaian -P6 6ahunan PPh yang sebelumnya paling lambat tiga bulan diubah menjadi paling lambat empat bulan setelah akhir tahun pajak9 " -anksi administrasi berupa denda bagi +ajib pajak yang dengan kemauan sendiri mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya setelah dilakukan pemeriksaan tetapi belum dilakukan tindakan penyidikan, diturunkan dari 2'': menjadi 15':9 !" 2aluarsa penetapan pajak dan daluarsa penagihan dipersingkat dari sepuluh tahun menjadi lima tahun sejak berakhirnya masa pajak, bagian tahun pajak atau tahun pajak9 5" 2alam rangka mendorong +ajib pajak mengungkapkan penghasilan yang belum dilaporkan dalam -P6 6ahunan PPh sebelum tahun 2''$, +ajib pajak diberi kesempatan untuk menyampaikan pembetulan dengan diberikan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi, dengan syarat pembetulan tersebut dilakukan pada tahun pertama berlakunya ** ini9 dan -urat

1! #" Paling lama satu tahun setelah berlakunya ** ini, +ajib pajak orang pribadi yang sukarela

mendaftarkan diri untuk memperoleh )P;P diberikan penghapusan sanksi administrasi atas pajak, ke,uali terapat data atau keterangan yang menyatakan bah+a -P6 +ajib pajak tidak benar atau lebih bayar. Perubahan yang kedua dilakukan pada *ndang-*ndang Pajak Penghasilan .PPh" yakni ** )omor $ 6ahun 1&% menjadi ** )o # 6ahun 2''% dimana perubahan pokoknya terletak pada / 1" Penurunan tarif Pajak Penghasilan .PPh". Penurunan tarif PPh ini mengimbangi tarif PPh yang berlaku di negara-negara tetangga yang relatif lebih rendah, meningkatkan daya saing di dalam negeri, mengurangi beban pajak dan meningkatkan kepatuhan +ajib pajak .;P". Penurunan ini antara lain / a. (agi +ajib pajak orang pribadi, tarif tertinggi diturunkan dari 5: menjadi ': dan

menyederhanakan lapisan tarif dari 5 lapisan menjadi ! lapisan, namun memperluas masingmasing lapisan penghasilan kena pajak .income brac#et", yaitu lapisan tertinggi dari sebesar Rp. 2'' juta menjadi Rp. 5'' juta. b. (agi +ajib pajak badan, tarif PPh yang semula terdiri dari lapisan, yaitu 1':, 15:, dan ': di

tahun 2''& dan 25: tahun 2'1'. Penerapan tarif tunggal dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan prinsip kesederhanaan dan internasional best pra,tise. -elain itu, bagi +ajib pajak badan yang telah go public diberikan pengurangan tarif 5: dari tarif normal dengan kriteria paling sedikit !': saham dimiliki oleh masyarakat. 8nsentif tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak perusahaan yang masuk bursa sehingga akan meningkatkan good ,orporate governan,e dan mendorong pasar perusahaan. modal sebagai alternatif sumber pembiayaan bagi

15 ,. (agi *747 yang berbentuk badan diberikan insentif pengurangan tarif sebesar 5': dari tarif normal yang berlaku terhadap bagian peredaran bruto sampai dengan Rp. !,% 7ilyar. Pemberian insentif tersebut dimaksudkan untuk mendorong berkembangnya kenyataannya memberikan kontribusi yang signifikan *747 yang pada

bagi perekonomian di 8ndonesia.

Pemberian insentif juga diharapkan dapat mendorong kepatuhan +ajib pajak yang bergerak di *747. d. (agi +ajib pajak orang pribadi pengusaha tertentu, besarnya angsuran PPh Psl 25 diturunkan dari 2: menjadi ',$5: dari peredaran bruto. Penurunan tarif tersebut dimaksudkan untuk membantu likuiditas +ajib pajak dengan pembayaran angsuran pajak yang lebih rendah serta memberikan kepastian dan kesederhanaan penghitungan PPh. e. (agi +ajib pajak pemberi jasa yang semula dipotong PPh Pasal 2 sebesar 15: dari perkiraan

penghasilan neto menjadi 2: dari peredaran bruto. Perubahan tarif tersebut dimaksudkan untuk memberikan keseragaman pemotongan pajak yang sebelumnya ada yang didasarkan pada penghasilan bruto dan sebagian didasarkan pada penghasilan neto. 2engan metode ini, penerapan perpajakan diharapkan dapat lebih sederhana dan tarif relatif lebih rendah sehingga dapat meningkatkan kepatuhan +ajib pajak. f. (agi +ajib pajak penerima deviden yang semula dikenai tarif PPh progresif dengan tarif tertinggi dengan 15:, menjadi tarif 1':. Penurunan tarif tersbeut dimaksudkan untuk mendorong perusahaan membagikan deviden kepada pemegang saham, mendorong tumbuhnya investasi di 8ndonesia karena dikenakan tarif lebih rendah dan meningkatkan kepatuhan +ajib pajak. 2" Pembebasan ke+ajiban pembayaran fiskal luar negeri bagi +ajib pajak yang telah mempunyai )P;P fiskal sejak 2''& serta penghapusan pemungutan fiskal luar negeri pada tahun 2'11. Pembayaran fiskal luar negeri adalah pembayaran pajak di muka bagi orang pribadi yang akan

1# bepergian ke luar negeri. 4ebijakan penghapusan ke+ajiban pembayaran fiskal luar negeri bagi +ajib pajak yang memiliki )P;P dimaksudkan untuk mendorong +ajib pajak memiliki )P;P sehingga memperluas basis pajak. 2iharapkan pada 2'11 semua masyarakat yang +ajib memiliki )P;P telah memiliki )P;P sehingga ke+ajiban pembayaran fiskal luar negeri layak dihapuskan. " Peningkatan nilai Penghasilan 6idak 4ena Pajak .P64P" untuk diri +ajib pajak orang pribadi sebesar 2': dari Rp. 1 .'''.''',- menjadi Rp. 15.%!'.''',-, sedangkan untuk tanggungan istri dan keluarga ditingkatkan sebesar 1': dari Rp. 1.2''.''',- menjadi Rp. 1. 2'.''',- dengan paling banyak tanggungan setiap keluarga. <al ini dimaksudkan untuk menyesuaikan P64P dengan perkembangan ekonomi dan moneter serta mengangkat pengaturannya dari Peraturan 7enteri 4euangan menjadi *ndang-*ndang. !" Penerapan tarif pemotongan3pemungutan PPh yang lebih tinggi bagi +ajib pajak yang tidak memiliki )P;P / a. Pengenaan tarif 2': lebih tinggi dari tarif normal untuk +ajib pajak non )P;P yang menerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 21 b. Pengenaan tarif 1'': lebih tinggi dari tarif normal untuk +ajib pajak non )P;P yang menerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 2 ,. Pengenaan tarif 1'': lebih tinggi dari tarif normal untuk +ajib pajak non )P;P yang menerima penghasilan yang dipotong PPh Pasal 22 5" Perluasan biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. 2imaksudkan bah+a Pemerintah memberikan fasilitas kepada masyarakat yang se,ara nyata ikut berpartisipasi dalam kepentingan sosial, dengan diperkenankannya biaya tersebut sebagai pengurang penghasilan bruto. (iaya tersebut adalah /

1$ a. -umbangan dalam rangka penanggulangan ben,ana nasional dan infrastruktur sosial b. -umbangan dalam rangka fasilitas pendidikan, penelitian dan pengembangan yang dilakukan di 8ndonesia ,. -umbangan dalam rangka pembinaan olah raga dan keagamaan yang sifatnya +ajib bagi pemeluk agama yang diakui di 8ndonesia #" Piutang tak tertagih. -yarat untuk membiayakan piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dipermudah. $" %" Pemupukan 2ana =adangan diperluas bagi badan usaha yang menyalurkan kredit. Penge,ualian dari objek PPh antara lain / -isa lebih yang diterima atau diperoleh lembaga atau badan nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan atau bidang penelitian dan pengembangan yang ditanamkan kembali paling lama dalam jangka +aktu ! tahun tidak dikenai pajak. (easis+a yang diterima atau diperoleh oleh penerima beasis+a tidak dikenai pajak. (antuan atau santunan yang diterima dari (adan Penyelenggara 5aminan -osial tidak dikenai pajak. &" Penegasan surplus (ank 8ndonesia sebagai objek pajak. Aturan ini dimaksudkan untuk memberikan penegasan terhadap penafsiran yang berbeda tentang surplus (ank 8ndonesia. 7enurut ** )o $ 6ahun 1&% tentang PPh, pengertian penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh +ajib pajak dengan nama dan dalam bentuk apapun. 2engan

demikian surplus (ank 8ndonesia adalah tambahan kemampuan ekonomis yang termasuk objek PPh yang diatur dalam ** PPh.

1% 1'" Peraturan perpajakan untuk industri pertambangan minyak dan gas bumi, bidang usaha panas bumi, bidang usaha pertambangan umum termasuk batubara dan bidang usaha berbasis syariah, diatur tersendiri dengan Peraturan Pemerintah. (erdasarkan ** )o # tahun 2''% tentang perubahan keempat atas *ndang-*ndang )o $ tahun 1&% tentang Pajak Penghasilan, tarif pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan kena pajak baik untuk +ajib pajak perseorangan maupun +ajib pajak badan telah terjadi perubahan. 4husus untuk +ajab pajak badan sebelumnya berlaku tarif progresif yaitu 1':, 15: dan ': .*ndang-*ndang )o 1$ tahun 2''' Pasal 1$ ayat .1b", sedangkan berdasarkan Pasal 1$ ayat .1b" *ndang-*ndang )o # tahun 2''% dikenakan tarif tunggal sebesar 2%:. 4emudian dalam ayat 2a diatur lebih lanjut bah+a mulai tahun pajak 2'1' tarif yang berlaku diturunkan lagi menjadi 25:

Perubahan yang terjadi dalam 8ndang48ndang Pajak Penghasilan terutama dalam hal penurunan tarif merupakan stimulus bagi wajib pajak yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja keuangannya. Penurunan tarif dapat dijadikan alat stabilisasi keuangan bagi wajib pajak terlebih dimasa krisis sekarang ini. !i"hael P. ,e%ereuC dan :lemens 0uest ( ept, 200&) dalam jurnalnya yang berjudul +s /orporation a! an (ffective #utomatic *tabiliser3 menyata%an bahwa 4hile the decline of the ta! rate in a recession would have a stabili5ing effect compared to a strictly proportional ta! if incomes were positive, it would have a destabili5ing effect if incomes were negative. his does not mean that the ta! has no stabili5ing role, since changes to net income will typically still be smaller than changes to gross income. 1ut its value as an automatic stabili5er is wea%er than that of a proportional ta! at the same rate .5elati%e to a proportional taC, this "reates a pro4 "y"li"al effe"t. ?n a%erage the taC rate falls in a re"ession, and rises in a boom.Dhile the de"line of the taC rate in a re"ession would ha%e a stabili.ing effe"t "ompared to a stri"tly proportional

1&

taC if in"omes were positi%e, it would ha%e a destabili.ing effe"t if in"omes were negati%e. ementara penurunan tarif pajak dalam resesi akan memiliki efek stabilisasi dibandingkan dengan pajak ketat proporsional jika pendapatan adalah positif, itu akan menyebabkan ketidakstabilan jika pendapatan adalah negatif. 1his does not mean that the taC has no stabili.ing role, sin"e "hanges to net in"ome will typi"ally still be smaller than "hanges to gross in"ome. 6ni tidak berarti bahwa pajak tidak memiliki peran stabilisasi, karena perubahan terhadap laba bersih biasanya akan masih lebih ke"il dari perubahan pendapatan kotor. +ut its %alue as an automati" stabili.er is weaker than that of a proportional taC at the same rate. 1etapi nilainya sebagai penstabil otomatis lebih lemah dari pada pajak proporsional pada tingkat yang sama. Hal yang sama juga disampaikan oleh Eipoli *amdar (!aret, 1&&() dalam /tlanti" A"onomi" 2ournal yang berjudul /orporate +ncome a! /ompliance menyatakan bahwa he rising corporate ta! gap has focused attention on the loss in ta! revenues due to corporate noncompliance. )oreover, it may be the case that reports of rising corporate noncompliance have an adverse influence on the compliance behavior of individuals. 6arious suggestions have been proffered as to how to reduce the corporate ta! gap. +t has been argued, for e!ample, that a reduction in marginal ta! rates may encourage compliance and, hence, increase ta! revenues.*esenjangan Pajak yang meningkat telah menjadi fo"us perhatian atas hilangnya penerimaan pajak yang diakibatkan oleh ketidaktaatan perusahaan. !oreo%er, it may be the "ase that reports of rising "orporate non"omplian"e ha%e an ad%erse influen"e on the "omplian"e beha%ior of indi%iduals. 9aporan ketidakpatuhan perusahaan meningkat memiliki pengaruh buruk terhadap perilaku kepatuhan indi%idu. Farious suggestions ha%e been proffered as to how to redu"e the "orporate taC gap. +erbagai saran telah disodorkan sebagai "ara untuk mengurangi kesenjangan pajak perusahaan. 6t has been argued, for eCample, that a redu"tion in marginal taC

2'

rates may en"ourage "omplian"e and, hen"e, in"rease taC re%enues. +anyak yang berpendapat, bahwa pengurangan tarif pajak marjinal dapat mendorong kepatuhan dan, karenanya, meningkatkan pendapatan pajak.
*ndang-*ndang PPh )o # tahun 2''% berlaku efektif per 1 5anuari 2''&, dimana tarif PPh (adan menggunakan tarif tunggal 2%: untuk tahun pajak 2''& .Pasal 1$ ayat 1 huruf b" dan berubah menjadi 25: untuk tahun pajak 2'1' .Pasal 1$ ayat .2a"" -esuai Pasal 1> ayat .1" menyatakan bah+a / ;ajib Pajak (adan dalam negeri dengan

peredaran bruto sampai dengan Rp. 5'.'''.'''.''',- .lima puluh miliar rupiah" mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 5': .lima puluh persen" dan tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1$ ayat .1" huruf b dan ayat .2a" yang dikenakan atas penghasilan kena pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp. !.%''.'''.''',- .empat miliar delapan ratus juta rupiah". Perubahan yang terjadi pada *ndang-*ndang PP)3PPn(7 menyebutkan perubahan tarif PP) ,ukup dilakukan dengan penerbitan Peraturan 7enteri 4euangan. )amun ke+enangan di,abut pada *ndang-*ndang PP) dan PPn(7 yang baru disahkan 2PR. 4etentuan sebelumnya, sesuai *ndang-*ndang )o 1% tahun 2''' tentang PP) dan PPn(7, menyebutkan perubahan tariff PP) ,ukup dilakukan dengan menerbitkan Peraturan 7enteri 4euangan sedangkan untuk ketentuan yang baru, dalam Pasal % ayat .1" ** )o. !2 6ahun 2''& menyebutkan, penetapan kelompok barang kena pajak yang tergolong me+ah dengan tarif PPn(7 paling rendah 1': dan maksimal 2'':, +ajib melalui Peraturan Pemerintah, sedangkan untuk tarif PP) diatur dalam Pasal ayat .1" ** )o !2 6ahun 2''& menyebutkan, tarif PP) yang ditetapkan 1': dapat diubah tersebut

menjadi paling rendah 5: dan paling tinggi 15: melalui penerbitan Peraturan Pemerintah. ** )o !2 6ahun 2''& resmi berlaku sejak '1 April 2'1'.

21 2engan adanya reformasi di bidang perpajakan disamping bertujuan untuk peningkatan penerimaan pajak, ada hal yang paling utama yang mau di,apai yakni meningkatkan kepatuhan +ajib pajak. )amun semua ini akan dapat ter,apai apabila ada kemauan politik dari para pengambil

keputusan di bidang perpajakan dan ekonomi di negeri ini. -eperti yang pernah dipaparkan oleh 7i,hael 7aiello .2''$ / 5$ " dalam jurnalnya berjudul $ith %axes &irm 'ave (ontrol Issues" menyata#an bahwa )ou can*t ignore your own tax bills, but when you where trying to ind pro itable and growing companies withina sector, paying to much attention to taxes can really obscure analysis!" Ada beberapa penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan pengukuran kinerja keuangan yang dapat memberikan gambaran dalam rangka memperjelas kerangka berpikir Adapun beberapa penelitian tersebut antara lain / 1" 8gnatius (udimanto .2'1'" dalam penelitiannya mengenai -tudi 4omparatif 4inerja 4euangan Perusahaan 7anufaktur -ebelum dan -esudah Penerapan -istem Adiministrasi Perpajakan 7odern pada 8ndustri manufaktur di (ali, menemukan bah+a terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan analisa rasio )et Profit 7argin .)P7", Return on Assets .R?A" dan Return on >@uity .R?8". 2" 8ka .2''5" melakukan penelitian pengaruh penerapan *ndang-*ndang Perpajakan )o. 1$ 6ahun 2''' terhadap kinerja perusahaan manufaktur yang terdaftar di (>5. 4inerja perusahaan diukur dari tingkat current ratio, leverage ratio, gross pro it margin, operating pro it margin, total asset turnover, return on investment, dan return on equity. <asil penelitian memberikan fakta bah+a se,ara umum terdapat perbaikan kinerja perusahaan pas,a penerapan *ndang-*ndang Perpajakan )o. 1$ 6ahun 2'''. " dalam penelitian ini.

Arlita ,wi *artika ari (2010) dalam penelitiann yang berjudul GPengaruh 5eformasi Pajak 2003 terhadap *inerja *euangan pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di +A6.

22

+erdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut, terdapat perbedaan yang signifikan antara :/5 pada periode sebelum dan sesudahdiberlakukannya tarif pajak tahun 2003, tidak ada perbedaan yg signifikan antara 5?5/ pada periode sebelum dan sesudah diberlakukannya tarif pajak tahun 2003,terdapat perbedaan yang signifikan antara EP! pada periode sebelum dan sesudah diberlakukannya tarif pajak tahun 2003 dan terdapat perbedaan yang signifikan antara 5?/ pada periode sebelum dan sesudah diberlakukannya tarif pajak tahun 2003.Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan. ampel data penelitian ini terdiri 1H perusahaan perbankan yang terdaftar di +ursa Afek 6ndonesia di periode 2003, 200& dengan pengambilan sampel melalui teknik Purposive *ampling. ,atayang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder, yaitu data kuantitatif yangdiperoleh dari pojok +A6 8E,6P.
!"

!ade

ulastri (200&) dalam penelitiannya yang berjudul Perbandingan *inerja *euangan

Perusahaan !anufaktur yang terdaftar di +ursa Afek 2akarta sebelum dan sesudah berlakunya 8ndang48ndang Perpajakan 1&&> menyimpulkan bahwa hanya rasio gross profit margin,

return on in%estment, dan operating profit margin yang berbeda se"ara signifikan pada beberapa periode sebelum dan sesudah berlakunya undang4undang Perpajakan 1&&>, sedangkan rasio lainnya ternyata tidak berbeda se"ara signifikan. ,imensi waktu penelitian tahun 1&&), 1&&> (sebelum) tahun 1&&$ dan 1&&H (sesudah) berlakunya undang4undang perpajakan 1&&>. ample penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di +ursa Affek 2akarta. *inerja dalam penelitian ini diukur dengan rasio keuangan. !etode statistik yang dipergunakan untuk melakukan analisis data adalah non parametrik yaitu uji jenjang bertanda Dil"oCon.
5"

Ako Dijayanto (2010) dalam penelitiannya yang berjudul Profitabilitas dan Eilai Pasar Perusahaan !anufaktur Iang !asuk ,alam *elompok 9J4>$ ebelum dan esudah

+erlakunya 8ndang48ndang Perpajakan 1ahun 2000 menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedanan yang siKnifikan dari rata4rata 5eturn ?n /sset (5?6) dan 5eturn ?n AKuity (5?A) sebelum dan sesudah berlakunya 8ndang48ndang Perpajakan 1ahun 2000.
#" Radianto .2''!" dalam penelitiannya yang berjudul 0>ffisiensi perusahaan perbankan yang terdaftar di (ursa >fek 5akara sebelum dan sesudah berlakunya *ndang-*ndang Perpajakan 6ahun 2'''. Rasio efiseiensi yang digunakan meliputi +everage multiplier, assets utili,ation, interest expense ratio, cost o unds, e iciency o salaries and employees, e iciency o assets and

employees! 2imensi +aktu yang digunakan adalah tiga tahun sebelum dengan tiga tahun sesudah diberlakukannya *ndang-*ndang Perpajakan 6ahun 2'''. <asil penelitian menunjukkan bah+a pemberlakuan *ndang-*ndang Perpajakan tahun 2''' se,ara umum belum dapat meningkatkan efisiensi perusahaan perbankan yang terdaftar di (ursa >fek 5akarta. Penelitian yang dilakukan oleh Radianto tersebut menyarankan untuk mengambil sampel kelompok industri selain perbankan atau seluruh perusahaan sektor industri yan terdaftar di (ursa >fek jakarta. $" >+i . 2''# " dalam penelitiannya yang berjudul Perbedaan 6ingkat >fisiensi Perusahaan 7anufaktur Aneka 8ndustri yang terdaftar di (>5 pada periode sebelum dan sesudah reformasi *ndang-*ndang Perpajakan 6ahun 2''', menyimpulkan bah+a berdasarkan R?> dan R?A terdapat perbedaan tingkat efisiensi perusahaan manufkatur Aneka 8ndustri yang terdaftar di (>5 pada periode sebelum dan sesudah reformasi *ndang-*ndang Perpajakan 6ahun 2'''. %" 8 ;ayan Aede Arya 2hana .2'1'" dalam peneltiannya yang berjudul Perbedaan 4inerja 4euangan P6 -inar <arapan (ali sebelum dan -esudah Akuisisi, menyimpulkan bah+a 4inerja keuangan P6 (ank -inar <arapan (ali sebelum dan sesudah akuisisi dilihat dari aspek rentabilitas (earning) yang diukur dengan rasio R?A, R?> (?P? dan )87 tidak berbeda signifikan, yang berarti akuisisi tidak meningkatkan efisiensi pada kinerja keuangan P6 (ank -inar <arapan (ali. Rata-rata rasio R?A dan

2! (?P? sesudah akuisisi menunjukkan perbaikan sedangkan rata-rata rasio R?> dan )87 menunjukkan penurunan. &" 2evi =hristiani -etia+an .2'1'" dalam penelitiannya yang berjudul Analisis Perbandingan 4inerja 4euangan 2an 4inerja -aham sebelum dan sesudah seasoned equity o erings pada perusahaan manufaktur di (>8, menyimpulkan rata-rata kinerja keuangan perusahaan manufaktur dilihat dari indikator current ratio, debt to equity ratio dan return on assets tidak mengalami peningkatan se,ara nyata sesudah seasoned equity o erings! 1'" 7ungaran Adi 4 .2''$" dalam penelitiannya yang berjudul Analisis perbandingan kinerja keuangan (*7) sebelum dan sesudah privatisasi .studi kasus pada (*7) yang telah diprivatisasi" menyimpulkan bah+a tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari tingkat kinerja (*7) sebelum dan sesudah privatisasi dengan indikator return on equity, return on investment, cash ratio, current ratio, collection period, perputaran persediaan, perputaran total assets, total modal sendiri terhaddap total assets. <al ini disebabkan oleh tujuan utama Pemerintah dalam melakukan

privatisasi saat ini adalah hanya untuk mengisi atau menutup defisit AP(), sehingga tujuan yang seharusnya di,apai yaitu perbaikan kinerja (*7) belum dapat ter,apai. 11" 7a,hfoedB .1&&&" melakukan penelitian mengenai pengaruh krisis moneter pada efisiensi perusahaan publik di (ursa >fek 5akarta .(>5". -ampel perusahaan berjumlah 12& perusahaan yang dibagi menjadi empat sektor berdasarkan pengelompokan dalam buku direktori pasar modal. Pengukuran efisiensi menggunakan enam rasio keuangan yang digolongkan menjadi tiga rasio utama yaitu rasi likuiditas dan operasi (current ratioand inventory turnover), rasio solvabilitas (debt to equity ratio and leverage ratio), serta rasio profitabilitas (return on assets and return on equity)! <asil penelitian ini menunjukkan bah+a efisiensi perusahaan publik sebelum dan sesudah krisis menunjukkan perbedaan yang signifikan.

25 12" Asih ;idajati .2''#", membuat kajian terhadap kinerja keuangan sebelum dan sesudah merger dan akuisisi pada dunia perbankan dengan menggunakan rasio R?A dan R?>. 6ujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kondisi kinerja keuangan bank sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. <asil kajian ini adalah kondisi kinerja keuangan bank pada saat sesudah merger mengalami

peningkatan, ini artinya merger sebagai solusi untuk meningkatkan kinerja keuangan bank di 8ndonesia. -edangkan setelah akusisi mengalami penurunan, ini artinya akuisisi bukan sebagai solusi untuk meningkatkan kinerja keuangan bank di 8ndonesia. 1 " Ri,hardo .2''%", dengan judul (ross-border .an# Acquisitions / Is there a Per ormance 0 ect 1 Penelitian ini fokus pada dua tahun pertama pas,a akuisisi yaitu menguji apakah pengakuisisi dapat meningkatkan efisiensi terhadap perusahaan yang diakusisi dalam jangka pendek. 4inerja bank diukur dengan menggunakan tiga rasio keuangan / 2eturn on Asset (23A), 2eturn on 0quity (230) dan (ost to Income 2atio dan empat komponen pendapatan dan biaya yaitu / 4et Interest 5argin, 4on-Interest Income 3verhead dan loan Provision. Penelitian ini menemukan bah+a kinerja bank yang diakuisisi relatif tidak meningkat pada dua tahun pertama. Profitabilitas menjukkan

penurunan yang lebih disebabkan penurunan pada net interest margin dan peningkatan biaya overhead. <asil penelitian ini bertentangan dengan yang dilakukan oleh =ornet dan 6ehranian .1&&2" dimana menemukan peningkatan kembali setelah akusisi terhadap return on e@uity .R?>" dan arus kas. 1!" 7artin Celdstein and Da+ren,e <. -ummers .August 2''%" dalam jurnalnya yang berjudul

In lation and %axation o (apital Income in %he (orporate Sector" menyatakan bah+a Although corporation deduct nominal interest payment that exceed real interest, the additional taxes that lenders pay slightly exceed the tax saving by corporate borrowers"! 7eskipun perusahaan

2# mengurangkan jumlah biaya bunga yang dibayarkan atas biaya bunga yang sesungguhnya, tambahan pajak yang dibayarkan akan melebihi biaya bunga yan telah dikurangkan

Anda mungkin juga menyukai