Anda di halaman 1dari 9

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.......................................................................................................................... 1 BAB I.................................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN.................................................................................................................... 1 BAB II................................................................................................................................... 3 ISI........................................................................................................................................ 3 A.Pengertian Dan Tata Cara Sholat Yang Benar ..............................................................3

BAB I PENDAHULUAN Sholat disyari'atkan sebagai bentuk tanda syukur kepada Allah, untuk menghilangkan dosadosa, ungkapan kepatuhan dan merendahkan diri di hadapan Allah, menggunakan anggota badan untuk berbakti kepada-Nya yang dengannya bisa seseorang terbersih dari dosanya dan tersucikan dari kesalahan-kesalahannya dan terajarkan akan ketaatan dan ketundukan.
1

Allah telah menentukan bahwa sholat merupakan syarat asasi dalam memperkokoh hidayah dan ketakwaan, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

Artinya : Alif !aaam "iiim. #itab $Al %ur-an& tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi mereka yang bertakwa. 'aitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian re(ki yang #ami anugerahkan kepada mereka. $%S. Al )a*arah : +-,&. -i samping itu Allah telah mengecualikan orang-orang yang senantiasa memelihara sholatnya dari kebiasaan manusia pada umumnya: berkeluh kesah dan kurang bersyukur, disebutkan dalam fiman-Nya:

Artinya : Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan sholat, yang mereka itu tetap mengerjakan sholat. $%S Al "a'arij: +.-//&
2

BAB II ISI A. Pengertian Dan Tata Cara Sholat Yang Benar Shalat adalah ibadah yang terpenting dan utama dalam 0slam. -alam deretan rukun 0slam 1asulullah saw. menyebutnya sebagai yang kedua setelah mengucapkan dua kalimah syahadat $syahadatain&. 1asullah bersabda, 20slam dibangun atas lima pilar: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan "uhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, membayar (akat, puasa di bulan 1amadlan dan berhajji ke ka3bah baitullah.4 $51. )ukhari, No.6 dan 51. "uslim No.+7&.

#etika ditanya "alaikat 8ibril mengenai 0slam, 1asullah saw. lagi-lagi menyebut shalat pada deretan yang kedua setelah syahadatain $51. "uslim, No.6&. 9rang yang mengingkari salah satu dari
3

rukun 0slam, otomatis menjadi murtad $keluar dari 0slam&. Abu )akar Ash Shidi* ra. ketika menjabat sebagai khalifah setelah 1asullah saw. wafat, pernah dihebohkan oleh sekelompok orang yang menolak (akat. )agi Abu )akar mereka telah murtad, maka wajib diperangi. :ara sahabat bergerak memerangi mereka. :eristiwa itu terkenal dengan harbul murtaddin. 0ni baru manolak (akat, apalagi menolak shalat. #etika menyebutkan ciri-ciri orang yang bertakwa pada awal surah Al-)a*arah, Allah menerangkan bahwa menegakkan ibadah shalat adalah ciri kedua setelah beriman kepada yang ghaib $Al-)a*arah: ,&. -ari proses bagaimana ibadah shalat ini disyariatkan ;lewat kejadian yang sangat agung dan kita kenal dengan peristiwa 0sra3 "i3raj; 1asulullah saw. tidak menerima melalui perantara "alaikat 8ibril, melainkan Allah swt. langsung mengajarkannya. -ari sini tampak dengan jelas keagungan ibadah shalat. )ahwa shalat bukan masalah ijtihadi $hasil kerangan otak manusia yang bisa ditambah dan diklurangi& melainkan masalah ta3abbudi $harus diterima apa adanya dengan penuh keta3atan&. Sekecil apapun yang akan kita lakukan dalam shalat harus sesuai dengan apa yang diajarkan Allah langsung kepada 1asul-Nya, dan yang diajarkan 1asulullah saw. kepada kita. )ila dalam ibadah haji 1asulullah saw. bersabda, 2Ambillah dariku cara melaksanakan manasik hajimu4, maka dalam shalat 1asullah bersabda, 2shalatlah sebagaimana kamu melihat aku shalat4. <ntuk menjelaskan bagaimana cara 1asullah saw. melaksanakan shalat, paling tidak ada dua dimensi yang bisa diuraikan dalam pembahasan ini: dimensi ritual dan dimensi spiritual. Sesungguhnya 0badah Shalat merupakan sebaik-baiknya amal, shalat mempunyai kedudukan yang mulia di sisi Allah Subh=nahu wa >a3=la, ibadah inilah yang membedakan antara orang mukmin dan kafir. Shalat merupakan ibadah yang mampu melebur dosa seseorang. #etika seorang mukmin mengetahui betapa pentingnya shalat dan begitu mulianya kedudukannya di sisi Allah Subh=nahu wa >a3=la, maka tentu sebagai seorang muslim kita harus melaksanakannya sesuai dengan ketentuanketentuan yang telah digariskan oleh aturan Syariat kita, yaitu 0slam. Shalat khusyu3 merupakan dambaan setiap kita, bahkan berbagai macam cara yang dilakukan seseorang untuk menggapai Shalat khusyu3, diantara mereka ada yang mematikan lampu ketika shalat, ada yang memejamkan matanya, ada yang mengosongkan semua fikirannya, ada yang merasakan terbangnya rohnya ketika shalat, bahkan untuk menggapai kekhusyukan mereka membuat pelatihan-pelatihan shalat khusyu3.

>entunya semua hal ini menimbulkan suatu pertanyaan, apakah memang seperti itu shalat khusyu3? Apakah cara-cara seperti tersebut sudah sesuai menurut tuntunan 1asulullah shallallahu @alaihi wa sallam? Apa definisi khusyu3 ? Apa hukumnya dan apa kiat-kiat untuk menggapainya? B. Pentingnya Khu yu! "ala# Shalat. #husyu3 merupakan perkara agung, cepat sirnanya dan jarang keberadaanya ditemukan, khususnya di akhir (aman ini yang penuh dengan berbagai macam fitnah dan godaan, baik godaan dari manusia maupun godaan dari syetan yang berupaya memalingkan manusia dari kekhusyukan. 8auhnya manusia dari kekhusyukan dalam melaksanakan shalat, hal ini adalah benar adanya, bahkan seorang sahabat besar yang bernama 5u(aifah ibnu 'aman radhiyallahu @anhu telah menggambarkan: 2'ang pertama kali yang akan hilang dari agamamu adalah khusyuk3, dan hal yang terakhir yang akan hilang dari agamamu adalah shalat. )etapa banyak orang shalat tetapi tiada kebaikan padanya, hampir saja engkau memasuki masjid, sementara tidak ditemukan diantara mereka orang yang khusyuk.4 $"adarijussalikin, 0mam 0bnul %ayyim +AB/+& )ila kita tanyakan dan kita pantau shalat yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, maka jawabannya adalah mereka jauh dari kekhusyukan. Cikiran mereka menerawang entah kemana, hati mereka lalai, bahkan was-was dari syetanpun muncul tatkala mereka melaksanakan shalat, 9leh karena itu pembahasan seputar tentang shalat khusyuk ini merupakan pembahasan yang sangat penting sekali, dan dibutuhkan oleh kaum muslimin yang ingin meningkatkan kualitas ibadah shalatnya. -imana hal ini akan membawa mereka kepada kebahagian dan kemenangan, sebagaimana yang telah disebutkan Allah Subh=nahu wa >a3=la di dalam al-%ur=n: 2Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusyu3 dalam shalatnya.4 $%S. al-"u3minuun: +-/& C. $a%na Khu yu! 0mam 0bnu #atsir rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan bahwa #husyu3 adalah: 2#etenangan, tuma3ninah, pelan-pelan, ketetapan hati, tawadhu3, serta merasa takut dan selalu merasa diawasi oleh Allah @A((a wa 8alla.4 0mam 0bnul %ayyim rahimahullah mengatakan bahwa #husyu3 adalah: 2"enghadapnya hati di hadapan 1obb @A((a wa 8alla dengan sikap tunduk dan rendah diri.4 $"adarijusslikin +AB/D &.
!

-efinisi lain dari khusyu3 dalam shalat adalah: 25adirnya hati di hadapan Allah Subh=nahu wa >a3=la, sambil mengkonsertasikan hati agar dekat kepada Allah Subh=nahu wa >a3=la, dengan demikian akan membuat hati tenang, tenangnya gerakan-gerakannya, beradab di hadapan 1obbnya, konsentrasi terhadap apa yang dia katakan dan yang dilakukan dalam shalat dari awal sampai akhir, jauh dari was-was syaithan dan pemikiran yang jelek, dan ia merupakan ruh shalat. Shalat yang tidak ada kekhusyukan adalah shalat yang tidak ada ruhnya.4 $>afsir >aisir #arimirrahman, oleh Syaikh Abdurrahman Nashir as-Sa3di& D. Leta% Khu yu! >empat khusyu3 adalah di hati, sedangkan buahnya akan tampak pada anggota badan. Anggota badan hanya akan mengikuti hati, jika kekhusyukan rusak akibat kelalaian dan kelengahan, serta waswas, maka rusaklah @ubudiyah anggota badan yang lain. Sebab hati adalah ibarat raja, sedangkan anggota badan yang lainnya sebagai pasukan dan bala tentaranya. #epadanya-lah mereka ta3at dan darinya-lah sumber segala perintah, jika sang raja dipecat dengan bentuk hilangnya penghambaan hati, maka hilanglah rakyat yaitu anggota-anggota badan. -engan demikian, menampakkan kekhusyukkan dengan anggota badan, atau melalui gerakangerakan, supaya orang menyangka bahwa si fulan khusyu3, maka hal itu adalah sikap yang tercela, sebab diantara tanda-tanda keikhlasan adalah menyembunyikan kekhusyukan. Suatu ketika 5u(aifah bin 'aman radhiyallahu @anhu berkata: 28auhilah oleh kalian kekhusyukan munafik, lalu ditanyakan kepadanya: Apa yang dimaksud kekhusyukan munafik? 0a menjawab: 2Engkau melihat jasadnya khusyu3 sementara hatinya tidak4. 0mam 0bnul %ayyim rahimahullah membagi khusyu3 kepada dua macam, yaitu khusyu3 nifa* dan khusyuk iman.#husyu3 nifa* adalah: 2#husyu3 yang tampak pada permukaan anggota badan saja dalam sifatnya, yang dipaksakan dan dibuat-buat, sementara hatinya tidak khusyuk.4 #husyuk iman adalah: 2#husyuknya hati kepada Allah Subh=nahu wa >a3=la dengan sikap mengagungkan, memuliakan, sikap tenang, takut dan malu. 5atinya terbuka untuk Allah Subh=nahu wa >a3=la, dengan keterbukaan yang diliputi kehinaan karena khawatir, malu bercampur cinta

"

menyaksikan nikmat-nikmat Allah @A((a wa 8alla dan kejahatan dirinya sendiri. -engan demikian secara otomatis hati menjadi khusyu3 yang kemudian diikuti khusyu3nya anggota badan.4 E. Hu%u# Khu yu! "ala# Shalat. "enurut pendapat yang kuat, bahwa khusyu3 dalam shalat hukumnya wajib. Syaikhul 0slam 0bnu >aimiyah rahimahullah berkata dalam menafsirkan firman Allah >a3=la: 28adikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu lebih berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu3.4 $%S. al-)a*arah: FB& )eliau rahimahullah mengomentari ayat tersebut dengan mengatakan: 2Ayat tersebut mengandung celaan atas orang-orang yang tidak khusyu3 dalam shalat, celaan tidak akan terjadi kecuali karena meninggalkan perkara-perkara penting atau wajib, atau karena keharaman yang dilakukan4. #emudian bila kita lihat dalam al-%ur=n Allah Subh=nahu wa >a3=la menjelaskan sifat-sifat calon penghuni surga firdaus: 2Sungguh beruntunglah orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyu3 dalam shalatnya.4 $%S. al-"u3minuun: +-/&, pada ayat ke ++ Allah Subh=nahu wa >a3=la memberikan isyarat, $bagi orang yang khusyu3&, dengan mengatakan: 2"ereka itulah, orang-orang yang mewarisi Surga Cirdaus, mereka kekal di dalamnya.4 $%S. al-"u3minuun: ++& "elalui ayat tersebut Allah Subh=nahu wa >a3=la mengabarkan bahwa mereka $orang yang khusyu3& adalah calon pewaris 8annatul Cirdaus. 5al tersebut mengisyaratkan bahwa selain mereka tidak layak mewarisinya. "eraih surga bagi seorang muslim hukumnya adalah wajib, maka jalan atau wasilah untuk mencapai surga tersebut hukumnya juga wajib, dan shalat yang khusyu3 hukumnya ikut menjadi wajib karena merupakan salah satu sarana untuk meraih surga firdaus.

BAB III PENUTUP +. "enghubungkan kita dengan Allah swt. "empertingkatan kesedaran tentang adanya Allah swt. 5ubungan ini akan mengelakkan kita dari melakukan sesuatu yang di tegahNya. /. "embina rasa tenang dalam jiwa. "elahirkan rasa sabar yang sebenarnya. "engurangkan rasa ego dan sombong. 5ubungan ini juga melahirkan dan meningkatkan rasa keyakinan dalam menghadapi kehidupan yang penuh dugaan dan ujian ini. ,. Solat yang sempurna melahirkan syaksyiah atau peribadi muslim sejati. "ewujudkan potensi dalam jiwa. "endidik rasa patuh dan taat pada kehendak-kehendak Allah swt. )erhati-hati dalam membuat keputusan kerana sentiasa merujuk pada Allah swt. F. Solat menjauhkan kita dari melakukan dosa dan kemaksiatan. :erilaku dalam solat menanamkan dan mencetuskan perasaan kebesaran pada Allah swt. Solat juga menjauhkan kita dari sifat lalai dan leka dengan perintah-perintah Allah swt.
$