Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KOMPLIKASI POST NATAL DENGAN GANGGUAN PAYUDARA (MASTITIS)

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Maternitas Dosen : Hj. Nunung Nuryani, S.Kep.,MMPd

Disusun Oleh : KELOMPOK 4

1. Robima Baitusalam 2. Rohami 3. Siti Nurhayat 4. Rizki Nuzulul Ramdan 5. Slamet purwanto 6. Usep Supriadi 7. Yayat Jatnika 8. Vanny susanti

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CIREBON 2012

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Illahi Robbi, karena atas izin-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Maternitas yang berjudul ASKEP IBU POST PARTUM DENGAN KOMPLIKASI MASTITIS. Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada banyak pihak yang telah membantu kami dalam menyusun makalah ini, yaitu : 1. Hj. Nunung Nuryani, S.Kep.,MMPd sebagai Dosen mata kuliah maternitas yang telah membimbing kami dalam penyusunan makalah ini . 2. 3. Orang tua yang telah memberikan motivasi demi kelancaran penulisan makalah ini. Rekan-rekan yang senantiasa bersama-sama menyelesaikan makalah ini. Semoga segala kebaikan yang telah mereka berikan kepada kami akan dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat ganda. Akhirnya kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan para pembaca pada umumnya. Kami menyadari dalampembuatan makalah ini terdapat banyak kekurangan, karena keterbatasan ilmu yang kami miliki. Oleh karena itu kami senantiasa menanti kritik dan sarannya dari para pembaca demi perbaikan makalah kami selanjutnya.

Subang, Mei 2012

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Periode pascapartum adalah masa dari kelahiran plasenta dan selaput janin (menandakan akhir periode intrapartum) hingga kembalinya traktus reproduksi wanita pada kondisi tidak hamil. Ingat bahwa perubahan ini adalah pada kondisi tidak hamil, bukan kondisi prahamil, seperti yang sering dikatakan. Kondisi organ prahamil hilang selamanya, paling mencolok setelah pertama kali hamil dan melahirkan, tetapi juga pada setiap kehamilan selanjutnya. Periode ini disebut juga puerperium, dan wanita yang mengalami puerperium puerpera. Periode pemulihan pascapartum berlangsung sekitar 6 minggu. Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat dilalui dengan aman. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat dilalui dengan aman. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah fungsi yang tak terpisahkan.

B. Tujuan Penulisan 1. Memenuhi tugas belajar mengajar pada mata kuliah MATERNITAS 2. Guna memberikan wawasan kepada para pembaca supaya dapat memahami dan mengerti tentang IBU POST PARTUM DENGAN KOMPLIKASI MASTITIS

BAB II PEMBAHASAN

A. MASTITIS 1. Pengertian Mastitis adalah peradangan pada payudara (mamae) wanita melalui luka pada putting susu ataupun melalui peredaran darah. (Sarwono : 701)

2. Etiologi Disebabkan oleh kuman yang sangat pathogen yaitu Stapilococcus aureus

Faktor predisposisi : Putting susu yang luka dan lecet Kebersihan payudara yang kurang Bendungan ASI pada payudara

3. Patofisiologi Peradangan payudara adalah suatu hal yang sangat biasa pada wanita yang pernah hamil, mastitis lazim dibagi dalam dua kelompok yaitu : mastitis gravidarum dan mastitis puerporalis, karena penyakit ini boleh dikatakan hampir selalu timbul pada waktu hamil atau laktasi.

Pada umumnya dianggap kuman penyebap adalah putting susu yang luka dan lecet, yang kuman tersebut menjalar keduktus-duktus pada kelenjar mamae, tapi sebagian besar kuman yang di temukan adalah stapilococcus aureus.tingkat penyakit ini ada dua yaitu taingkat awal dan tingkat abses.ada tahap peradangan penderit hanya radang, gejala pada akses yaitu nyeri bertmbah hebat,dikulit payudara abses mengkilap dan shu tnggi (39o-40oC) dan bayi tidak mau minum pada payudara yang sakit

4. Manajemen Terapeutik Menghentikan pemberian ASI pada bayi Melakukan perawatan/ redresing pada payudara Pemberian AB golongan penicilin Pemberian antibiotik Bila sudah terjadi abses, lakukan insisi abses

5. Komplikasi Mastitis Kanker payudara Galaktokele Galaktorea

B. ASUHAN KEPERAWATAN I. Pengkajian 1. Identitas klien Nama,Umur,Pekerjaan,Penanggung jawap dan TTV klien 2. Riwayat kesehatan a. Riwayat kesehatan dahulu Kemungkinan klien prnah menderita impeksi mamae pada kehamilan sebelumnya b. Riwyat kesehatan sekarang Klien biasanya kelihatan lemah,suhu tubuh meningkat,tidak ada napsu makan, nyeri pada daerah mamae,bengkak dan merah pada mamae. c. Riwayan kesehatan keluarga Kemungkinan ada anggota keluarga yang menderita empeksi pada mamae terutama pada yang wanita

3. Pengkajian pisik a. Aktivitas/ istirahat Biasanya aktivitas dan istirahat klien terganggu

b. Sirkulasi Biasanya nadi meningkat (takikhardia) c. Eliminasi Biasanya klien terjadi konstipasi karena asupan makanan yang tidak adekuat d. Nyeri ketidaknyamanan Biasanya klien mengeluh nyeri pada mamae yang hebat e. Seksualitas Biasanya seksualitas terganggu karena terjadi penurunan libido f. Pernafasan g. Biasanya pernafasan tidak mengalami peningkatan frekuensi nafas

4. Kebiasaan sehari-hari a. Kebersihan perorangan Biasanya kebersihan perorangan pada penyakit ini kadang tidak terjaga sehingga kuman-kaman yang sangat pathogen mudahmasuk dan terimpesi b. Makan/ minum Biasanya klien mengeluh tidak ada napsu makan c. Tidur Biasanya klien mengalami gangguan tidur kerna rasa nyeri dan suhu tubuh yang meningkat 5. Data social ekonomi Biasanya penyakit ini di temukan pada tingkat ekonomi yang rendah 6. Data psikologis Biasanya klien pada panyakit ini merasa lesu dan nyaeri pada daerah mamae 7. Data laboraturium Jumlah sel darah putih (SDP) meningkat LED meningkat,sel darah merah meningkat HB normal pada wanit (N: 12-14 mg %)

II.

Daftar Diagnosa Keperawatan 1. Gngguan rasnyaman nyeri b/d inplamasi, payudara bengkak 2. Menyusui tidak epektip b/d bayi tidak mau menyusui 3. Resiko tinggi inpeksi b/d pengeluaran pus perusakan jaringan 4. Nyeri dan ketidak nyamanan berhubungan dangan edem/bengkak pada mamae

III.

Intervensi keperawatan 1. Gngguan rasnyaman nyeri b/d inplamasi, payudara bengkak Tujuan: nyeri teratasi Kreteria : - Suhu menurun Itervensi : a. Kaji keluhan nyeri, lokasi, lamanya dan intensitas Rasional : Membantu dalam menentukan identifikasi derajat , ketidaknyamanan dan dapat diberi tetapi yang tepat. b. Lakukan kompres hangat Rasional : Kompres hangat dapat menyebabkan vasodilatasi sehingga aliran darah lancer c. Anjurkan klien untuk melakukan perawatan payudara Rasional : Dengan perawatan yang benar dan konsisten (tepat) dapat mengurangi rasa nyeri d. Anjurkan klien utnuk tidak menggunakan penyangga yang terlalu ketat Rasional : Penyangga yang ketat dapat menimbulkan rasa nyeri e. Kolaborasi dalam pemberian analgetik dan antibiotic Rasional : Antibiotik untuk implamasi dan analgetik untuk mengurangi nyeri f. Kolaborasi dalam melakukan insisiden biopsy jika ada abses Rasional : Untuk mengurangi abses dan proses penyembuhan Payudara tidak bengkak lagi dan lunak Nyeri mulai berkurang

2. Menyusui tidak epektip b/d bayi tidak mau menyusui Tujuan : Ibu dapat menyusukan bayinya Kriteria : Bayi mau menyusu lagi Tidak ada lagi putting susu luka atau lecet

Intervensi : a. Anjurkan ibu mengoleskan putting sebelum dan sesudah menyusui, baby oil/ lation Rasional : Mencegah terjadinya iritasi lanjut pada putting b. Lakukan perawatan payudara dan anjurkan ibu untuk melakukan perawatan payudara secara tepat Rasional : Dengan perawatan yang tepat, dapat mengatasi masalah menyusui c. Anjurkan ibu menyusui dengan menggunakan putting susu secara perlahan-lahan kapan perlu Rasional : Untuk mencegah terjadinya iritasi lanjut pada putting

3. Resiko tinggi inpeksi b/d pengeluaran pus perusakan jaringan Tujuan : Infeksi tidak terjadi lagi Kriteria : - TTV dalam batas normal - Mamae tidak merah dan regang lagi - Tidak ada tanda infeksi Intervensi : a. Kaji suhu, nadi dan pernafasan klien Rasional : Peningkatan tanda vital dapat menunjukkan terjadinya infeksi b. Lakukan perawatan luka/ abses dengan reddresing yang steril Rasional : Perawatan luka yang steril dapat mengurangi terjadi pus c. Anjrukan ibu untuk alihkan perhatian

d. Kolaborasi dalam pemberian terapi AB dan pemeriksaan darah lengkap e. Kolaborasi dalam melakukan insisi/ biopsy Rasional : Untuk mengurangi abses dan penyebaran infeksi

IV.

Implementasi Setelah rencana tindakan keperawatan disusun secara sistemik. Selanjutnya rencana tindakan tersebut diterapkan dalam bentuk kegiatan yang nyata dan terpadu guna memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan yang diharapkan

V.

Evaluasi Akhir dari proses keperawatan adalah ketentuan hasil yang diharapkan terhadap perilaku dan sejauh mana masalah klien dapat teratasi. Disamping itu perawat juga melakukan umpan balik atau pengkajian ulang jika tujuan ditetapkan belum berhasil/ teratasi.

DAFTAR PUSTAKA

Schwarz Richard H., dkk. 1997. Kedaruratan Obstetri, Edisi III. Widya Medika : Jakarta Doenges M. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3. EGC : Jakarta Dixon M., dkk. 2005. Kelainan Payudara, Cetakan I. Dian Rakyat : Jakarta Mansjoer, dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3. Jakarta. Sjamsuhidajat R. 1997. Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi Revisi. EGC : Jakarta Tapan. 2005. Kanker, Anti Oksidan dan Terapi Komplement. Elex Media Komputindo : Jakarta