Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL PENGEMBANGAN

USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus)

Business Plan

PENDAHULUAN
Berangkat dari niat untuk mendalami dunia usaha yang terbuka lebar serta keinginan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maka dengan segenap pengalaman, pengetahuan, dan berbagai hasil survey serta konsultasi, penulis menyusun proposal pengembangan usaha jamur tiram ini. Pengembangan usaha ini dipilih atas beberapa pertimbangan diantaranya daya serap pasar yang masih sangat tinggi dan potensial, kebutuhan skill yang tidak begitu tinggi, biaya investasi yang relatif rendah serta telah terse ian!a sarana
sehin$$a in%estasi !an$ #asu& a&an '"erasi'nal usaha( an "rasarana uta#a ana ial'&asi&an se"enuhn!a untu&

Budidaya jamur tiram putih yang bernama latin Pleurotus ostreatus ini masih tergolong baru. Di Indonesia budidaya jamur tiram mulai dirintis dan diperkenalkan kepada para petani terutama di Cisarua, Lembang, Ja a Barat pada tahun !"##, dan pada aktu itu petani dan pengusaha jamur tiram masih sangat sedikit. $ekitar tahun !""%, para petani di ka asan Cisarua, yang semula merupakan petani bunga, peternak ayam dan sapi mulai beralih menjadi petani jamur tiram meski masih dalam skala rumah tangga. Dalam perkembangannya, beberapa &industri' berskala rumah tangga bergabung hingga terbentuk C( dan memiliki badan hukum.

Se&ilas tentan$ Ja#ur Tira#


Jamur tiram putih )Pleurotus ostreatus* merupakan salah satu jamur kayu yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. $elain karena memiliki +ita rasa yang khas, jamur tiram juga memiliki nilai gi,i yang tinggi. Jamur tiram mengandung protein sebanyak !" - .% / dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 01,1 - #!,# /. $elain itu jamur tiram mengandung tiamin atau vit. B!, riboflavin atau vit. B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral dari unsur3unsur Ca, P, 4e, 5a, dan 6 dalam komposisi yang seimbang. Bila dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya !#,2 gram, lemaknya 2%,7 gram, namun karbohidratnya 7,7 gram, maka kandungan gi,i jamur masih lebih komplit sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan. Jamur tiram juga bermanfaat dalam pengobatan, seperti 8 Dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam darah. 9emiliki kandungan serat mulai :,0 / sampai 20,1/ yang sangat baik bagi pen+ernaan. antitumor dan antioksidan. Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Jamur

tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. $elain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram +ukup tinggi, sehingga produksi jamur tiram mutlak diperlukan dalam skala besar. Jamur tiram tumbuh pada serbuk kayu, khususnya yang memiliki serat lunak seperti jenis kayu albasiah. $uhu optimum untuk pertumbuhan tubuh buah jamur tiram adalah 27 3 2#C, dengan kelembaban #7 - "7 /. Pertumbuhan jamur tiram membutuhkan +ahaya matahari tidak langsung, aliran udara yang baik, dan tempat yang bersih.

Latar Bela&an$
Pemilihan bentuk usaha budidaya jamur tiram ini dilatarbelakangi oleh 8 Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Pasar jamur tiram yang telah jelas dan permintaan pasar yang selalu tinggi dan minus ini memudahkan para pembudidaya memasarkan hasil produksi jamur tiram. Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Bahan baku yang dibutuhkan tergolong bahan yang murah dan mudah diperoleh seperti serbuk gergaji, dedak dan kapur, sementara proses budidaya sendiri tidak membutuhkan berbagai pestisida atau bahan kimia lainnya. 9embuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar pertanian jamur tiram. 9edia pembelajaran yang bertanggung ja ab bagi penulis dalam memasuki dunia bisnis.

)isi
9enjadi industri budidaya jamur tiram yang memenuhi kebutuhan jamur tiram dalam negeri khususnya daerah Bandung sekitarnya dan Indonesia pada umumnya.

Misi
9eningkatkan taraf hidup petani dengan menghasilkan jamur berkualitas baik. 9emperkenalkan jamur tiram se+ara luas kepada masyarakat melalui pendekatan kualitas )+ita rasa, mutu dan kesegaran* dan pendekatan pelayanan konsumen. 9embuka pelatihan budidaya jamur tiram kepada masyarakat se+ara luas

9ensosialisasikan manfaat jamur tiram bagi kesehatan masyarakat sekitar Bandung pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

ANALISIS PASAR Pr's"e& Pasar Bu i a!a Ja#ur


Budidaya jamur tiram di 6e+amatan Cisarua 6abupaten Bandung telah memiliki pasar yang jelas. ;ampir semua petani jamur tiram memiliki hubungan dengan pedagang yang siap menerima hasil produksi jamur tiram dari petani dengan harga yang +ukup tinggi bila dibandingkan dengan tanaman sayuran lainnya. ;al ini diperkuat dengan beberapa alasan sebagai berikut8 !. Permintaan jamur tiram di daerah Bandung dan sekitarnya men+apai : 3!7 ton <hari. =dapun produksi jamur tiram baru men+apai 2,% - . ton <hari. Ini berarti terdapat gap sebesar 0 3 : ton <hari, yang sedikitnya dapat diisi dalam ren+ana budidaya jamur tiram ini. 2. Pasar jamur tiram saat ini telah meluas di sekitar Ja a Barat, D6I Jakarta dan Banten sehingga diperlukan produksi jamur tiram dalam skala besar. .. 9asyarakat semakin sadar pentingnya mengkonsumsi jamur untuk tujuan kesehatan. 0. Jamur saat ini dikonsumsi sebagai pengganti daging selain dari beralihnya pola makan masyarakat kepada bahan pangan organik.

Tar$et Pasar
Pada tahun3tahun a al, pemasaran produk domestik, traditional market, dan house need. )!* melalui 8 Produk jamur segar yang dihasilkan akan dipasarkan ke < difokuskan pada pasar

a. selanjutnya

=gen baik dalam skala besar maupun ke+il, yang akan dikirim ke berbagai ilayah Bandung dan sekitarnya maupun luar Bandung seperti Jakarta, >angerang, Bogor, Cibitung, dll.

b.

Pasar tradisional

Bandung dan sekitarnya. $ebagai Caringin atas

gambaran, permintaan pasar induk seperti pasar

produk jamur tiram ini sangat tinggi sehingga untuk skala produksi yang diren+anakan dalam proposal ini pemasarannya sudah +ukup melalui pasar induk. +. Pasar s alayan, restoran, dan hotel. Pemasaran diren+anakan akan dilaksanakan melalui sektor tersebut apabila produksi telah stabil.

Analisis Per#intaan
;asil survey terhadap pasar di empat daerah di sekitar Bandung menunjukkan bah a jamur tiram berpotensi untuk dipasarkan, dengan potensi pembelian seperti pada grafik dan tabel 8 Potential Costumer
Pasar yang tersedia : 50 % 96,74 % Pasar yang tersedia memenuhi syarat : 25 % Pasar yang dilayani : 15 % 3,26 % Pasar 6eseluruhan Pasar Potensial Sumber data : BPS tahun 2006 Pasar yang akan dimasuki : 10%

>abel Jumlah Pembeli Potensial Lokasi Bandung Pangaleng an ?arut Banjaran T'tal Perkiraan populasi 0.777.777 #77.777 2.%77.777 1%7.777 :.:%7.777 >arget )dlm / Pop* .,21 2,.0 2,11 !,:0 !7 Pembeli Potensial !.7.077 !#.:27 11.%77 !!..!7 ..2.0.7

Pr'!e&si Pen$e#*an$an Usaha


@saha ini diorientasikan sebagai usaha ke+il menurut banyak pakar ekonomi, namun usaha tersebut dipandang sebagai tulang punggung dalam salah satu pemulihan ekonomi Indonesia. @ntuk itu pengembangan budidaya jamur ini akan dibagi dalam tiga tahap, yaitu8 tahap industri ke+il a al, tahap industri ke+il lanjut, dan tahap industri menengah. Penjelasan mengenai ketiga tahap industri tersebut adalah sebagai berikut 8 A( Taha" In ustri +e,il A-al >ahap ini merupakan langkah a al menuju terbentuknya industri padat karya yang kuat dan kokoh 9enerapkan standar produksi yang tepat untuk mengoptimalkan hasil budidaya jamur. Penyempurnaan sistem produksi, keuangan dan distribusi. Penambahan tenaga kerja. Pen+arian investor

>ahap industri ke+il a al ini merupakan jembatan menuju berdirinya industri ke+il yang kokoh. Investasi yang dibutuhkan untuk tahap industri ke+il a al diperkirakan berkisar antara .7 hingga !77 juta rupiah. B( Taha" In ustri +e,il Lan.ut >ahap ini merupakan pengembangan dari tahap industri ke+il a al. $etelah kebutuhan dana men+ukupi, dan seluruh kekurangan telah dapat diatasi, maka dimulailah industri ke+il lanjut yang ditargetkan untuk memiliki perijinan dan pembentukan badan usaha. Industri ini diharapkan mampu

menyerap banyak tenaga kerja, mulai dari pekerja kasar di bagian produksi hingga profesional di bidang pemasaran, A B D dan administrasi. >ahap industri ke+il lanjut ini merupakan jembatan menuju berdirinya industri menengah nasional yang produksinya diperkirakan men+apai sedikitnya !77.777 baglog produksi per musim. >ahap industri ke+il lanjut itu sendiri diharapkan mampu memproduksi hingga " ton per bulan. Investasi yang dibutuhkan untuk tahap industri ke+il lanjut ini diperkirakan berkisar antara !%7 hingga 277 juta rupiah. /( Taha" In ustri Menen$ah Nasi'nal $e+ara umum, tahap industri menengah adalah perluasan dari industri ke+il, mulai dari sistem, kapasitas produksi hingga ekspansi distribusinya. >idak tertutup kemungkinan untuk melakukan ekspor. >ahap ini diharapkan mampu menyerap sedikitnya %7 tenaga kerja. Investasi yang diperlukan masih dalam analisis.