Anda di halaman 1dari 4

Impairment Aset

Semua aset memiliki potensi mengalami penurunan nilai, namun ada yang diatur sendiri dalam standar aset terkait atau diatur umum dalam PSAK 48 tentang Penurunan Nilai. Penurunan nilai atau impairment menjadi bahasa yang semakin populer dalam akuntansi saat PSAK mengadopsi IF S. Istilah impairment sudah lama dikenal dalam akuntansi khususnya aset tetap. PSAK berbasis IF S menggunakan istilah penurunan nilai tak hanya untuk aset tetap tetapi juga untuk aset tak berwujud, goodwill, aset keuangan dan investasi. PSAK !" tentang Aset tetap menjelaskan bah#a aset tetap dinilai sebesar harga perolehan atau nilai revaluasi terakhir dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. PSAK !$ tentang aset tak berwujud menyebutkan hal yang sama. %ahkan disebutkan good#ill tak boleh lagi diamortisasi, tetapi diimpairment. PSAK && tak menyebutkan penyisihan piutang untuk piutang yang tak dapat ditagih, tapi sebagai penurunan aset keuangan. Impairment diatur khusus dalam PSAK 48 Penurunan Nilai. PSAK 48 diterapkan untuk semua aset ke'uali untuk persediaan, aset keuangan, kontrak konstruksi, kontrak asuransi, properti investasi yang diukur dengan nilai wajar, aset tak lancar dimiliki untuk dijual PSAK !8" dan aset pajak tangguhan PSAK 4#"$ Paparan ini hanya membahas penurunan nilai yang berlaku umum dalam PSAK 48, tidak menyoroti penurunan nilai yang berlaku dalam PSAK khusus. Konsep penurunan nilai ini menjadi kerangka dasar akuntansi penurunan nilai, namun untuk beberapa aset yang telah disebutkan di atas, penurunan nilai menggunakan kaidah yang berbeda. Pengertian (mum Impairment terjadi nilai ter'atat aset melebihi nilai terpulihkan. Nilai terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai #ajar dikurangi dan biaya penjualan dan nilai pakai. Kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai ter'atat dikurangi dan nilai terpulihkan. Kerugian tersebut diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya. Pemulihan terhadap penurunan nilai dapat dilakukan. Penurunan nilai didasarkan pada prinsip konser)atisme dan kehati*hatian. Aset tak boleh di'atat o)erstated, dari nilai dapat diperoleh kembali. Aset harus disajikan sebesar nilai yang men'erminkan man+aat ekonomi yang akan diperoleh di masa depan. ,ika nilai di masa depan lebih rendah dari nilai ter'atat, maka aset harus diturunkan. Pengukuran penurunan nilai dapat dilakukan untuk satu unit aset tunggal maupun satu kelaompok aset. Ada aset yang dapat menghasilkan arus kas independen dari aset atau kelompok aset lain. ,ika satu aset dapat menghasilkan arus kas independen maka pengukuran penurunan nilai dilakukan berdasarkan unit aset tersebut. Namun ada beberapa aset yang dapat menghasilkan arus kas jika berada dalam kelompok aset, sehingga penurunan nilai dilakukan untuk satu unit penghasil kas. -ontoh unit penghasil kas adalah in)estasi asosiasi, in)estasi di anak perusahaan, suatu unit pabrik. Aset dapat diperoleh kembali melalui penjualan .)alue through sales/ dan penggunaan .)alue through sales/. ,ika aset dijual, entitas akan mendapatkan nilai #ajar dikurangi dengan biaya penjualan. 0alam penurunan nilai, yang dipilih adalah nilai tertinggi antara nilai yang dapat diperoleh kembali dan nilai yang digunakan. Prosedur Penurunan Nilai

Setiap akhir periode pelaporan, entitas harus menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. ,ika terdapat indikasi, entitas harus mengukur nilai terpulihkan aset. ,ika nilai terpulihkan tersebut lebih rendah dari nilai ter'atat aset, maka entitas harus menyesuaikan nilai aset tersebut dan mengakui kerugian penurunan nilai. 1ntitas memberikan pengungkapan yang memadai atas penurunan nilai tersebut. Saat menilai indikasi penurunan nilai, entitas mempertimbangkan +aktor ekternal dan internal. Faktor eksternal adalah +aktor di luar entitas yang mengindikasikan dan mempengaruhi penurunan nilai aset seperti, penurunan nilai pasar aset yang sangat signi+ikan melebihi penurunan nilai akibat pemakaian atau berlalunya #aktu, perubahan lingkungan seperti teknologi, ekonomi, teknologi, suku bunga pasar dan lingkup operasi entitas. Pengujian adanya indikasi penurunan nilai merupakan tahapan a#al dalam menentukan penurunan nilai. ,ika tidak ada indikasi, maka aset tidak mengalami penurunan nilai sehingga tidak perlu melakukan pengukuran penurunan nilai. Namun jika aset tersebut memiliki indikasi penurunan nilai, maka dalam pengukuran penurunan nilai dapat dipastikan bah#a nilai ter'atat lebih tinggi daripada nilai terpulihkan. Khusus untuk aset tak ber#ujud yang memiliki masa man+aat tidak terbatas dan yang belum digunakan, entitas langsung melakukan pengujian atas penurunan nilai. 1ntitas tak perlu melakukan pengujian ada tidaknya indikasi namun langsung membandingkan antara nilai ter'atat dan nilai terpulihkan setiap tahun. Pengujian penurunan nilai dilakukan kapan saja dalam periode tahunan, asalkan dilakukan pada saat yang sama setiap tahunnya. 2angkah kedua, setelah ditemukan indikasi penurunan nilai adalah menentukan nilai terpulihkan. 1ntitas harus menghitung nilai #ajar aset dan biaya penjualan aset dan nilai pakai aset. Kedua nilai tersebut tidak harus tersedia semuanya. ,ika salah satu nilai lebih besar dari nilai ter'atat, maka tak perlu dilakukan proses penurunan nilai berikutnya. Artinya nilai terpulihkan akan menghasilkan nilai yang lebih tinggi dari nilai ter'atat sehingga tak terjadi penurunan nilai. 0alam kondisi lain, nilai pasar aset sulit dilakukan karena tidak ada dasar untuk menentukan nilai pasar. 1ntitas dapat menggunakan pakai sebagai nilai terpulihkan. Namun sebaliknya jika entitas tidak meyakini nilai pakai aset, maka nilai #ajar dikurangi biaya penjualan digunakan sebagai nilai terpulihkan. Penentuan nilai terpulihkan dilakukan untuk aset se'ara indi)idual, ke'uali aset tersebut tak menghasilkan arus masuk indipenden dari aset lain. (ntuk aset yang arus kasnya baru dapat ditentukan dalam satu kelompok aset, penentuan jumlah terpulihkan dilakukan untuk satu kelompok aset yang menghasilkan arus kas, disebut sebagai unit penghasil kas. Kaidah menentukan nilai #ajar mengikuti hirarki umum penentuan nilai #ajar mulai dari menggunakan harga dalam perjanjian penjualan mengikat, pasar akti+, nilai pasar aset pada transaksi terkini dan nilai pasar aset serupa. Standar tak menjelaskan perlunya penilai untuk menentukan nilai #ajar dalam penurunan nilai, namun entitas dapat menggunakan in+ormasi penilai untuk menentukan nilai #ajar jika harga pasar akti+ tak tersedia. %iaya penjualan adalah seluruh biaya untuk melepaskan aset tersebut. -ontoh biaya penjualan adalah biaya hukum, biaya pajak transaksi, biaya pemindahan, biaya tambahan untuk menjadikan aset dalam keadaan siap dijual. Namun biaya pemutusan hubungan kerja dan biaya terkait reorganisasi bisnis setelah pelepasan aset bukan bagian dari biaya penjualan. Nilai pakai adalah nilai kini arus kas di masa depan yang diharapkan akan diperoleh entitas dari pemakaian aset tersebut. (ntuk memperoleh nilai pakai langkah yang harus dilakukan adalah mengestimasi arus kas masuk dan arus kas keluar di masa depan dari pemakaian dan pelepasan aset serta menerapkan tingkat diskonto yang tepat atas arus kas masa depan tersebut. 1stimasi arus kas masa depan harus memperhatikan +aktor ketidakpastian, kondisi ekonomi, tingkat dan suku bunga. Asumsi yang digunakan

dalam proyeksi harus men'erminkan estimasi terbaik manajemen mengenai kemungkinan yang akan terjadi selama penggunaan aset tersebut. 1stimasi arus dan tingkat diskonto harus menggambarkan asumsi yang konsisten mengenai kenaikan harga yang dikaitkan pada in+lasi umum. 3ari+ diskonto yang digunakan men'erminkan penilaian pasar atas nilai #aktu uang dan risiko spesi+ik. 0iskonto yang digunakan men'erminkan tingkat pengembalian yang disyaratkan in)estor jika mereka memilih suatu in)estasi yang menghasilkan arus kas dengan jumlah, #aktu, pro+il risiko yang sama dengan aset tersebut. 0alam praktik tidak mudah menghitung nilai pakai suatu aset. Arus kas entitas dihasilkan dari kegiatan operasi yang merupakan gabungan dari sumber daya entitas yang tidak mudah untuk dipisahkan kontribusinya. (ntuk aset in)estasi di perusahaan asosiasi atau anak perusahaan, arus lebih mudah untuk diidenti+ikasi, namun aset se'ara indi)idu atau kelompok aset sulit untuk mengidinti+ikasi dan menghitung arus kas. Sebagai 'ontoh arus kas angkutan pari#isata tak dapat dilepaskan dari +ungsi pemasaran dan kesediaan sumber daya pendukung. 3erkadang sulit untuk menentukan se'ara spesi+ik arus kas dari sumber daya pendukung, akti)itas tak langsung dan akti)itas yang diman+aatkan bersama beberapa aset. 1ntitas akan menentukan nilai terpulihkan dengan memilih nilai yang lebih tinggi antara nilai #ajar dikurangi biaya penjualan atau nilai pakai. 0alam kondisi khusus, jika tak tersedia keduanya atau tersedia namun nilainya tak dapat diandalkan, maka nilai yang tersedia dan dapat diandalkan tersebut merupakan nilai terpulihkan. 2angkah ketiga, menentukan apakah aset mengalami penurunan nilai atau tidak dengan membandingkan nilai ter'atat dengan nilai terpulihkan. ,ika nilai ter'atat lebih rendah dari nilai terpulihkan, aset tak mengalami penurunan nilai. 1ntitas akan mengakui penurunan nilai sebesar selisih nilai ter'atat dengan nilai pakai. Aset akan disesuaikan atau diturunkan nilainya sebesar nilai pakai. Kerugian penurunan nilai disajikan dalam laporan laba rugi periode berjalan. 1ntitas harus mengungkapkan aset yang mengalami penurunan nilai dalam 'atatan atas laporan keuangan. Penurunan nilai untuk unit penghasil kas dalam bentuk in)estasi pada anak perusahaan atau in)estasi asosasi dialokasikan ke aset dari unit penghasil kas tersebut. Penurunan nilai pertama kali dialokasikan untuk menurunkan nilai good#ill, jika masih tersisa akan dialokasikan prorate atas aset tetap atau aset tak ber#ujud selain good#ill yang dimiliki entitas. Kerugian penurunan nilai pada periode berikutnya dapat dipulihkan. Pemulihan aset dilakukan sebesar nilai ter'atat aset pada periode tersebut .nilai ter'atat pada periode tersebut jika tak terjadi penurunan nilai/. Ke'uali untuk good#ill, penurunan nilai yang telah dilakukan tak dapat dipulihkan. Pemulihan penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi sebagai kentungan yang disajikan dalam laporan laba rugi periode berjalan. Penurunan nilai aset tertentu Aset keuangan menurut PSAK && juga dapat mengalami penurunan nilai. (ntuk aset keuangan yang diukur dengan nilai #ajar, penurunan nilai akan otomatis ter'ermin dalam nilai aset dan disajikan sebagai kerugian. (ntuk aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan dan nilai diamortisasi dapat mengalami penurunan nilai. Aset keuangan mengalami penurunan nilai jika nilai ter'atat lebih besar daripada nilai diperoleh kembali. 1)aluasi dilakukan setiap tanggal nera'a untuk menilai apakah terdapat bukti obyekti+ penurunan nilai. ,ika terdapat bukti obyekti+, maka entitas harus melakukan estimasi nilai yang dapat diperoleh kembali. Perbedaan dengan PSAK 48, terletak pada bagaimana menentukan nilai yang dapat diperoleh kembali. Persediaan bukan aset yang menjadi subyek penurunan nilai. Namun dalam PSAK !4 Persediaan disebutkan persediaan dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Penilaian persediaan sebenarnya didasarkan pada prinsip konser)atisme seperti halnya penurunan nilai. Nilai

terpulihkan kembali untuk persediaan adalah nilai realisasi bersih. Nilai realisasi bersih dapat menggunakan nilai penggantian atau nilai jual dikurangi dengan biaya penjualan. Aset tak lan'ar tersedia untuk dijual .PSAK &8/ juga mengalami penurunan nilai. Namun, untuk menentukan nilai terpulihkan hanya menggunakan nilai #ajar dikurangi biaya penjualan. Aset untuk dijual sehingga tak rele)an menggunakan nilai pakai untuk menentukan nilai terpulihkan. Properti in)estasi .PSAK !4/, yang dinilai dengan menggunakan model nilai #ajar .+air )alue model/ penurunan nilai akan terjadi se'ara otomatis pada saat penyesuaian nilai #ajar. (ntuk aset tetap .PSAK !"/ yang dinilai dengan menggunakan model re)aluasi, se'ara otomatis akan mengalami penurunan saat penilaian aset menunjukkan nilai yang lebih rendah dari ter'atat. Pengakuan dalam laba rugi akan diakui sebesar nilai #ajar dikurangi dengan nilai buku. (ntuk aset pajak tangguhan .PSAK 4"/, penentuan nilai dipulihkan kembali dilakukan se'ara khusus karena terkait apakah man+aat pajak tersebut dapat direalisasikan di masa depan. Penutup 1ntitas setiap akhir periode pelaporan harus melakukan re)ie# apakah aset yang dimilikinya mengalami penurunan nilai. Sebelum penurunan nilai dilakukan, entitas menguji ada tidaknya indikasi penurunan nilai, ke'uali untuk good#ill. ,ika tak ada indikasi, maka penurunan nilai tak dilakukan. ,ika terdapat indikasi, entitas akan menghitung nilai terpulihkan dengan membandingkan mana yang lebih tinggi antara nilai #ajar dikurangi biaya penjualan dan nilai pakai. Kerugian akan diakui sebesar selisih nilai ter'atat dengan nilai terpulihkan. 0alam praktik, perusahaan 'enderung menghindari melakukan penurunan nilai. 0ampak penurunan nilai mengurangi laba dan memperke'il nilai aset entitas. 1ntitas sulit untuk menentukan nilai terpulihkan. 0alam menentukan nilai pakai banyak menggunakan nilai estimasi dan asumsi yang dipengaruhi oleh subyekti)itas manajemen. Penurunan nilai akan membuat aset entitas men'erminkan man+aat ekonomi di masa depan dan tidak akan di'atat melebihi potensi man+aat ekonomi yang akan diterima entitas di masa mendatang. Penurunan nilai didasarkan pada konsep konser)ati+, kehati*hatian dan rele)ansi in+ormasi

http://www.bumntrack.com/index.php/artikel/view_artikel/500