Anda di halaman 1dari 33

LABORATORIUM FARMAKOGNOSI PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

PEMERIKSAAN FARMAKOGNOSTIK DAN IDENTIFIKASI KIMIA PASAK BUMI (Eurycoma longifolia L.) ASAL KELURAHAN SEI GOHONG KECAMATAN BUKIT BATU KOTA PALANGKA RAYA PROPINSI KALIMANTAN TENGAH

DISUSUN OLEH : NAMA NIM : MUHAMMAD AZMI : J1E107207

KELOMPOK : III (TIGA

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU DESEMBER 200!

BAB I PENDAHULUAN I.1 L"#"$ B%&"'"() Obat asli Indonesia adalah obat-obat yang diperoleh langsung dari bahan-bahan alam yang terdapat di Indonesia, diolah secara sederhana atas dasar pengalaman dan penggunaannya dalam pengobatan tradisional (Dalil ini sesuai dengan ketetapan yang tercantum dalam Undang-Undang tentang Farmasi tahun 196 pasal ! ayat c"# Obat asli Indonesia hendaknya dipergunakan sebagai penyempurna usaha pengobatan dan mencakupi kebutuhan rakyat dalam logistik kesehatan# $enelitian (obat-obat asli Indonesia" terhadap hasil karya nenek moyang kita (babad, lontar, tambo" dalam hubungannya dengan latar belakang perkembangan ilmu pengobatan dan kebudayaan pada masa itu (%astroamid&o&o, 199'"# Obat-obatan dalam bentuk tumbuh-tumbuhan dan mineral telah ada &auh lebih lama dari manusianya sendiri# $enyakit pada manusia dan nalurinya untuk mempertahankan hidup, setelah bertahun-tahun, memba(a kepada penemuan-penemuan# $enggunaan obat-obatan (alaupun dalam bentuk sederhana tidak diragukan lagi sudah berlangsung se&ak &auh sebelum se&arah yang ditulis, karena naluri orang-orang primiti) untuk menghilangkan rasa sakit pada luka dengan merendamnya dalam air dingin atau menempelkan daun segar pada luka tersebut atau menutupnya dengan lumpur, hanya berdasarkan pada kepercayaan orang-orang primiti) bela&ar dari pengalaman dan mendapatkan cara pengobatan yang lebih e)ekti) dari yang lain, dari dasar permulaan ini peker&aan dengan terapi dimulai (*nsel, 19+9"# ,anaman obat mudah dikenali yaitu dapat diketahui dari baunya dan rasanya# ,anaman-tanaman obat berperan penting bagi kehidupan manusia# Oleh sebab itu pemerintah mengan&urkan agar setiap tanah pekarangan yang masih kosong di(u&udkan men&adi apotik hidup# Dalam rangka me(u&udkan apotik hidup, membudidayakan berbagai tanaman dapat dikembangkan pada sebidang tanah yang khusus diperuntukkan tanaman-tanaman yang berkhasiat obat-obatan dengan pengelolaannya yang baik karena tanaman-tanaman yang

mulus pertumbuhannya akan memberikan hasil-hasil yang baik bagi penggunaan sendiri maupun yang banyak dicari atau dibutuhkan oleh para pengusaha industri obat-obatan, apotik, maupun industri obat-obatan tradisional (-ertasapoetra, 1996"# %aat ini dengan pesatnya perkembangan penelitian dalam bidang obat# %aat ini tersedia berbagai &enis pilihan obat sehingga diperlukan pertimbangan yang cermat dalam memilih obat untuk suatu penyakit# ,emuan dan terobosan substansial di bidang obat telah memberikan konstribusi yang besar dalam meningkatan pelayanan kesehatan, namun perlu disadari bah(a obat dapat menimbulkan e)ek yang tidak diinginkan apabila penggunaannya tidak tepat# Obat sintesis merupakan obat yang telah banyak beredar dipasaran dengan bermacam-macam merek dan kemasan, tetapi kelemahan dari &enis obat sintesis tersebut berupa e)ek samping yang dihasilkan dan &uga harganya yang relati) mahal, bila dibandingkan dengan obat tradisional (.ndar(ati, !//0"# %aat ini lebih dian&urkan menggunakan obat-obat tradisional, dengan begitu e)ek samping dari suatu obat dapat dikurangi# Oleh karena itu, dikembangkanlah budaya penggunaan obat dari alam, contohnya berupa akar pasak bumi (Eurycoma longifolia 1.", yang berkhasiat untuk meningkatkan stamina di samping sebagai obat sakit kepala, sakit perut, dan sipilis (*nonim , !// "# %udah berpuluh tahun penduduk di *sia ,enggara menggunakan pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) disebabkan oleh khasiatnya yang tinggi dan mengagumkan# %ulit untuk dikatakan bagaimana ramuan ini terkenal sebagai bahan yang 2a)rodisiak3 yaitu 2perangsang na)su syah(at3 dan &uga obat untuk pelbagai penyakit, contohnya &angkitan kulit, luka, deman, panas, malaria, tekanan darah tinggi, dan kencing manis, &uga untuk menambah tenaga dan stamina seseorang (*nonim+, !//6"# I.2 T*+*"( P%$,-.""( ,u&uan dari pada percobaan ini adalah melakukan pemeriksaan )armakognostik, yaitu pemeriksaan mor)ologi, anatomi, dan organoleptik tanaman $asak 4umi (Eurycoma longifolia 1#) dan melakukan reaksi

identi)ikasi kimia, serta untuk memenuhi tugas akhir praktikum Farmakognosi I# I./ M"'0*1 P%$,-.""( 5aksud dari pada percobaan ini ialah untuk mengetahui mor)ologi, anatomi, dan organoleptik dari tanaman $asak 4umi (Eurycoma longifolia 1#), serta untuk mengetahui senya(a kimia yang terkandung pada tanaman tersebut#

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1 URAIAN TANAMAN II.1.1 K&"0232'"02 T"("4"( -lasi)ikasi tanaman $asak 4umi (Eurycoma longifolia 1#) adalah sebagai berikut7 -ingdom 7 $lantae Di8isi 9lass Ordo Family :enus %pecies 7 5agnoliophyta 7 5agnoliopsida 7 %apindales 7 %imaroubaceae 7 .urycoma 7 Eurycoma longifolia 1#

(*nonim6, !//6"# II.1.2 M-$3-&-)2 T"("4"( ,anaman $asak 4umi (Eurycoma longifolia 1#" merupakan tanaman berbentuk semak atau pohon kecil yang tingginya &arang mencapai 1/ m, berdaun ma&emuk, menyirip gan&il, ibu tangkainya mencapai 1 m, mengelompok di u&ung ranting yang tebal# *nak daun berhadapan, berbentuk lanset atau agak berbentuk bundar telur dengan u&ung agak meruncing# 4unga yang ber(arna merah ke&inggaan keluar dari ketiak daun dan seluruh bagiannya berbulu-bulu halus dengan ben&olan kelen&ar di u&ungnya (*nonim!, !// "# II.1./ K"(1*()"( K242" .urikomanone, (;uassinoids" yang eurikomalaktone, banyak terdapat dan akar, eurikomanol methanol,

dalam

dichloromethane atau chloro)orm, terpernoids, stigmasterol, sitosterol, sterol, saponins, ;uassinoid, campesterol, ben<o;uinpones, alkaloid, scopoletin, piscidinol, nilocitin, metho=ycantin-one-o=ide,

metho=ycantin-one, meliane, longilene, longilactone * and 4, hydro=yeurycomalactone, hydro=ycantin-one-o=ide, hydro=ycantineone, hydro==ydehydro, hispidone, eurylene, durylactone, eurycomanol oD-glycopyranoside, epispelin, dihydro=yklaineanone, dihydro=yeurycomanone, dihydroeurycomalactone (*nonim6, !//0"# II.1.5 K%)*(""( -eseluruhan bagian dari tumbuhan pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#" dapat digunakan sebagai obat, antara lain obat demam, radang gusi, obat cacing, dan sebagai tonikum setelah melahirkan# 4atang dan akar pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#" yang telah diperdagangkan secara luas berkhasiat untuk meningkatkan stamina di samping sebagai obat sakit kepala, sakit perut, dan sipilis# Daun pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#" dipakai sebagai obat disentri, saria(an, dan meningkatkan na)su makan# %elain itu &uga berguna untuk sakit kepala, luka-luka, kurap, disentri, bengkak, kelen&ar, antileukemik, antitumor, anti8iral, anti)idan, insektisidal, antiamebik, antimalaria, dan antiradang (*nonim0, !//6"# II.1.6 N"4" D"%$"7 %umatera7 kayu kebel (1ampung", bidara, bidara puti, bidara putih ($alembang", bidara laut, bidara putih (%umatera Utara", puli, pule, mempoleh, kayu pule, bidara laut, bidara putih, kayu la(ang (4angka", bedara puti (4elitung", kayu petimah, kayu poris potala (*ceh", beseng besan, besan peku gancang, begu ga&an (4atak", %ula(esi7 bidara mapai (4ugis", bidara pai, kayu pai (5akassar", >a(a7 babi kurus (>akarta", (idara putih (>a(a", -alimantan7 pasak bumi (4an&ar", bidara pahit, dara pahit (-alimantan ,imur", tanyu ulat (-alimantan ,engah", sahalai, tunglirit (-alimantan ,engah" (*nonim!, !// "#

II.2 R%"'02 I1%(#232'"02 K242" II.2.1 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 L2)(2( 1ignin adalah polimer yang terdiri dari unit )enilpropana# $enyelidikan %elan&utnya lignin didasarkan produk pada isolasi ligninnya# tehnik diidenti)ikasi reaksi dengan

kromatogra)i dan spekstroskopi# Fenilpropana adalah unit dasar dari lignin sudah diketahui se&ak lama, tetapi sulit diterima bah(a ada gugus aromatik# *danya gugus aromatik dibuktikan oleh 1ange pada tahun 1906 dengan spektroskopi ultra8iolet (?obensonstre8er, 1990"# ,ehnik penandaan radio isotop kumaril alkohol dan sinapil alkohol#
16

9 yang digunakan

memastikan bah(a pra<at lignin adalah koni)eril alkohol, p-

:ambar 1# $ra<at lignin (1"# p--umaril alkohol@ (!" kon)eril alkohol@ ( " sinapil alkohol# $enyelidikan yang dilakukan oleh .rdtman pada tahun 19 / mempunyai arti yang penting untuk memahami pembentukan dan struktur lignin# Ia menyimpulkan bah(a lignin dibentuk dari &enis seperti koni)eril alkohol melalui dehidrogenasi en<imatik# ?eaksi dehidrogenasi en<imatik dia(ali dengan trans)er elektron yang menghasilkan radikal )enoksi, yaitu suatu radikal yang dimantapkan oleh resonansi# :ugus )ungsi yang sangat mempengaruhi reaksti8itas lignin terdiri dari hidroksil )enolik, hidroksil ben<ilik dan gugus karbonil ($engel, 1990"

'

?eaksi lignin dilakukan dengan membasahi lisan atau serbuk dengan larutan )loroglusin $, kemudian menambahkan asam klorida $# Aasil kemudian diamati pada mikroskop# 4ahan akan ber(arna merah apabila dinding sel mengandung lignin#

:ambar !# %truktur lignin (*nonim!, 1990"# II.2.2 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 P"#2 1"( A&%*$-( $ati atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, ber(u&ud bubuk putih, ta(ar dan tidak berbau# $ati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk )otosintesis" dalam &angka pan&ang# $ati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda ($engel, 1990"# ?eaksi identi)ikasi terhadap pati dan aleuron dilakukan dengan menambahkan iodium /,1 B pada bahan di atas kaca ob&ek# Aasil kemudian diamati# Aasil akan ber(arna biru apabila mngandung pati dan akan ber(arna kuning coklat sampai coklat apabila mengandung aleuron (*nonim!, 1990"#

II.2./ R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 L%(12$ ?eaksi identi)ikasi terhadap lendir dilakukan dengan menambahkan beberapa tetes larutan merah ruthenium $ pada bahan kering atau serbuk di atas kaca ob&ek, kemudian kaca ob&ek ditutup dengan kaca penutup# %erbuk kemudian dibiarkan selama 10 menit, apabila hasil positi) maka lendir dan pektin akan ber(arna merah intensi)# $erbedaannya secara &elas, dapat dilihat dengan cara mencuci terlebih dahulu sampel dengan menggunakan larutan timbal (II" asetat $ 9,0C sebelum sampel serbuk diidenti)ikasi (*nonim!, 1990"# II.2.5 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 K"#%'-& -atekol merupakan )enol terhidroksilasi yang bersi)at toksik terhadap mikroorganisme# -atekol memiliki dua grup hidroksil dan pirogalol merupakan )enol terhidroksilasi yang bersi)at toksik terhadap mikroorganisme# -atekol memiliki dua grup hidroksil dan pirogalol memiliki tiga# %isi dan &umlah grup hidroksil pada grup )enol diduga memiliki hubungan dengan toksisitas relati) mereka terhadap mikroorganisme, dengan bukti bah(a hidroksilasi yang meningkat menyebabkan toksistas yang meningkat (?obensonstre8er, 1990"# ?eaksi identi)ikasi terhadap katekol dilakukan dengan menambahkan larutan 8anillin $ 1/C bD8 dalam etanol (9/C" $ pada bahan atau serbuk di atas kaca ob&ek dan menambahkan asam klorida $# 4agian yang positi) mengandung turunan katekol akan ber(arna merah intensi) (*nonim!, 1990"# II.2.6 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 P-&23%(-& Istilah poli)enol mengacu pada se&umlah besar senya(a terutama yang berasal dari turunan )la8an# $oli)enol yang terdapat pada kulit diklasi)ikasikan menurut molekul dan kelarutannya ($engel, 1990"#

1# Identi)ikasi dilakukan pada hasil mikrosublimasi serbuk dengan menambahkan larutan )os)omolibdat asam sul)at $# %erbuk akan ber(arna biru apabila hasil positi)# !# Identi)ikasi dilakukan pada hasil mikrosublimasi serbuk dengan menambahkan larutan asam dia<on ben<ensul)onat $# %erbuk ber(arna &ingga sampai merah apabila hasil positi)# (*nonim!, 1990" II.2.9 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 K"$.-721$"# ?eaksi identi)ikasi terhadap karbohidrat dilakukan dengan menambahkan pereaksi )ehling dan benedict pada serbuk dan memanaskannya# Aasil positi) terlihat dengan terbentuknya endapan merah bata ($engel, 1990"# II.2.7 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 A&'"&-21 *lkaloid merupakan senya(a nitrogen heterosiklik# %alah satu contoh alkaloid yang pertama sekali berman)aat dalam bidang medis adalah mor)in yang diisolasi tahun 1+/0# *lkaloid diterpenoid yang diisolasi dari tanaman memiliki si)at antimikroba# %olamargine, suatu glikoalkaloid dari tanaman Berri solanum khasianum mungkin berman)aat terhadap in)eksi AIE dan in)eksi intestinal yang berhubungan dengan *ID%# -etika alkaloid ditemukan memiliki e)ek antimikroba (termasuk terhadap :iardia dan .ntamoeba", e)ek antidiare utama mereka kemungkinan disebabkan oleh e)ek mereka pada usus kecil# 4erberin merupakan satu contoh penting alkaloid yang potensial e)ekti) terhadap typanosoma dan plasmodia# 5ekanisme ker&a dari alkaloid kuaterner planar aromatik seperti barberin dan harman dihubungkan dengan kemampuan mereka untuk berinterkalasi dengan DB* (*nonim9, !//+"#

1/

:ambar # %truktur kimia senya(a yang tergolong dalam alkaloid 4anyak alkaloid bersi)at terpenoid dan beberapa sebaiknya ditin&au dari segi biosintesis sebagai terpenoid termodi)ikasi# Fang lainnya terutama berupa senya(a aromatik yang mengandung gugus basa sebagai gugus rantai samping# 4anyak sekali alkaloid yang khas pada suatu suku tumbuhan atau beberapa tumbuhan sekerabat# >adi, nama alkaloid sering kali diturunkan dari sumber tumbuhan penghasilnya, misalnya alkaloid Atropa atau alkaloid tropana, dan sebagainya (*nonim!, !// "# ?eaksi identi)ikasi terhadap alkaloid dilakukan dengan melembabkan sebanyak dua gram serbuk bahan dalam amnonia !0C dan menggerus dalam mortir# 9ampuran kemudian ditambahkan !/ ml kloro)orm dan digerus kuat-kuat# 9ampuran disaring dan )iltratnya digunakan untuk percobaan (larutan *"# 1arutan * diteteskan pada kertas saring dan kemudian diberi pereaksi dragendor))# Garna &ingga yang timbul pada kertas saring menun&ukkan bahan positi) mengandung alkaloid ($engel, 1990"# II.2.! R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 T"(2( ,anin adalah suatu nama deskripti) umum untuk satu grup substansi )enolik polimer yang mampu menyamak kulit atau mempresipitasi gelatin dari cairan, suatu si)at yang dikenal sebagai astringensi# 5ereka ditemukan hampir di setiap bagian dari tanaman@ kulit kayu, daun, buah, dan akar# 5ereka dibagi

11

ke dalam dua grup, tanin yang dapat dihidrolisis dan tanin kondensasi ($engel, 1990"# %ecara kimia ada dua &enis utama tanin yang tersebar tidak merata dalam dunia tumbuhan# ,anin terkondensasi yang hampir terdapat pada paku-pakuan dan gymnospermae, serta tersebar luas dalam agiospermae, terutama pada &enis tumbuhan berkayu# %ebaliknya, tanin yang terhidrolisiskan penyebarannya terbatas pada tumbuhan berkeping dua# 9ara yang dian&urkan7 " T"(2( #%$'-(1%(0"02 $roantosianidin dapat dideteksi langsung dalam &aringan tumbuhan hi&au yaitu tanpa adanya pigmentasian" dengan mencelupknnya ke dalam A9l ! 5 mendidih selama setengah &am# 4ila terbentuk (arna merah yang dapat diekstraksi dengan amil atau biutil alkohol, maka ini meripakan bukti adanya senya(a tersebut# . T"(2( #%$721$-&202'"( Deteksi pendahuluan dalam daun dan &aringan lain setelah hidrolisis asam ialah dengan cara mengidenti)ikasi asam galat dan asam elagat dalam ekstrak eter atau etil asetat yang dipekatkan

:ambar 6# %alah satu struktur kimia tanin ?eaksi identi)ikasi terhadap tanin dilakukan dengan memasukkan sebanyak masing-masing lima ml larutan )iltrat ke dalam dua tabung reaksi# ,abung pertama

1!

ditambah dengan larutan besi (16" klorida 1C akan menun&ukkan (arna hi&au 8iolet bila bahan mengandung tanin# ,abung kedua ditambah dengan larutan glatin akan menun&ukkan (arna hi&au 8iolet bila bahan mengandung tanin# ,anin kahekat dan tanin galat dibedakan dengan menambahkan larutan )iltrat dengan pereaksi Steasny L )ormaldehid C-asam klorida (!71" dan dipanaskan dalam panas air 9/o9# ,erbentuknya )iltrat dipisahkan dan di&enuhkan dengan natrium asetat# $enambahan larutan besi (III" klorida 1C pada campuran akan membentuk (arna biru tinta atau hitam yang menun&ukkan adanya tanin galat (?obensonstre8er, 1990"# II.2.: R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 D2-'02"(#$"'2(-( ?eaksi identi)ikasi terhadap dioksiantrakuinon

dilakukan dengan memanaskan larutan ekstrak sebanyak ! ml dengan 0 ml A!%O6 selama 1 menit# 1arutan kemudian didinginkan dan dikocok dengan 1/ ml ben<en# Garna kuning pada lapisan ben<en menun&ukkan dapat adanya diper&elas senya(a dengan antrakuinon# Identi)ikasi

menambahkan larutan natrium hidroksida ! B, akan ter&adi (arna merah pada lapisan air (*nonim!, 1990"# II.2.10 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 S"8-(2( ?eaksi identi)ikasi terhadap saponin dilakukan dengan mengocok sebanyak 1/ ml larutan )iltrat dalam tabung reaksi secara 8ertikal selama 1/ detik, kemudian didihkan selama 1/ menit (*nonim!, 1990"# II.2.11 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 S#%$-21 %teroid ialah se&enis lipid terpenoid dicirikan oleh rangka karbon mempunyai empat gelang terlakur, umumnya diatur secara 6-6-6-0# %teroid adalah golongan lipid yang mempunyai karakteristik dari &enis struktur penyatuan cincin

karbon# meliputi

%teroid tidak mengandung asam lemak ataupun empat golongan, hormon yaitu kolesterol, dan asam hormon, empedu

gliserol, karenanya tidak dapat mengalami penyabunan# %teroid adrenokortikoid, (*nonim9, !//+"# ?eaksi identi)ikasi terhadap steroid dilakukan dengan menguapkan sebanyak 1 ml larutan ekstrak sampai kering, kemudian ditambah dengan pereaksi 1ieberman-4urchard# Garna biru-ungu yang timbul menun&ukkan adanya senya(a terpenoid atau steroid ($engel, 1990"# seksual,

:ambar 0# %inteis steroid ?eaksi identi)ikasi terhadap steroid dilakukan dengan menambahkan bahan dengan beberapa tetes larutan %udan III $ di atas kaca ob&ek# 4ahan dapat di&ernihkan lebih dahulu dengan larutan kloralhidrat $, kecuali &ika bahan mengandung minyak atsiri# 4iarkan selama / menit sampai 6+ &am dalam be&ana tertutup yang di dalamnya terdapat ca(an berisi etanol (9/C" $# 4agian bahan yang mengandung suberin, kutin,

16

minyak

lemak

atau

minyak

atsiri

ber(arna

&ingga

(*nonim!, 1990"#

10

BAB III METODE PENGERJAAN III.1 A&"# 1"( B"7"( III.1.1 A&"# ;"() 12)*("'"( *lat-alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah 7 1# *yakan !# 4lender # 4otol air mineral 1,0 1 6# 4unsen 0# 9utter 6# 9orong gelas '# -aca ob&ek +# -antong plastik 9# -apas 1/# -ardus 11# -arton 1!# -ertas label 1 # -ertas koran 16# -ertas saring 10# -orek api 16# 1akban 1'# 1ampu spiritus 1+# 5ikroskop elektrik 19# $arang !/# $lastik sampul !1# $lester !!# ! # !6# 25. !6# $en&epit kayu $ipet tetes $isau silet Poly ag $ot kecil

10 16

!'# !+# !9#

%asak ,abung reaksi ,ali ra)ia

III.1.2 B"7"( ;"() 12)*("'"( 4ahan-bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah7 1# !# # 6# 0# 6# '# +# 9# 1/# 11# 1!# 1 # 16# 10# 16# *;uades Floroglusin Aerbarium basah dari tanaman $asak 4umi (Eurycoma longifolia 1#) Irisan melintang akar, batang, dan daun dari ,anaman $asak 4umi (Eurycoma longifolia 1#" 1arutan .tanol 1arutan Fe9l 1 B 1arutan A!%O6 1/C 1arutan A9l /,0 B@ !C# 1arutan I! /,1 B 1arutan -OA 1/C 1arutan !ayer 1arutan !etilen lue 1arutan H-na)tol 1arutan Ba9l 5etanol %erbuk dari ,anaman $asak 4umi (Eurycoma longifolia 1#) III. 2 C"$" K%$+" III. 2.1 P%()"4.2&"( B"7"( $engambilan bahan tanaman $asak 4umi (Eurycoma longifolia 1#) dilakukan di -elurahan %ei :ohong -ecamatan 4ukit 4atu -ota $alangkaraya, -alimantan ,engah pada hari %abtu tanggal / *gustus !//+ pukul 1/#// GI4 dengan cara mencabut tanaman tersebut dengan menggunakan parang dan

1'

cangkul, agar diperoleh seluruh bagian tanaman yang akan digunakan sebagai herbarium kering# $engambilan bahannya adalah dengan memilih tanaman yang akan dikoleksi dan menentukan bagian tanaman yang dikehendaki untuk di&adikan simplisia# Dalam pengambilan pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) ini, tidak bisa asal cabut sa&a dari tanah karena tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) mempunyai akar tunggang yang pan&ang dan menancap ke dalam bumi# 4iasanya cara mengambilnya dengan cara memukul-mukul bagian atas dari akar dengan palu besar agar akarnya semakin menancap ke dalam tanah, kemudian di tarik-tarik lagi keatas# %emakin keras dipukul, akan memudahkan menariknya kembali ke permukaan# begitulah seterusnya hingga akar pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) bisa diangkat dari dalam tanah# III. 2. 2 P%()-&"7"( B"7"( ,erdapat beberapa langkah dalam pengolahan bahan agar men&adi simplisia# $roses pengolahan bahan yang pertama kali dilakukan yaitu pencucian dan sortasi basah yang ditu&ukkan untuk membersihkan tanaman dari kotoran dan benda-benda asing dari seperti tanah, tanaman lain, batu, dan sebagainya# ,anaman kemudian dipotong atau dira&ang kecil-kecil# ,u&uan pera&angan ini yaitu untuk memperluas permukaan dari tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) agar saat proses pengeringan ber&alan dengan cepat# $roses pengeringan simplisia harus dilakukan secara hati-hati agar bahan akti) dari tanaman tidak rusak akibat pemanasan# %implisia yang digunakan berupa akar sehingga pengeringannya dilakukan dengan cara men&emur di ba(ah sinar matahari langsung, namun pen&emuran maksimal dilakukan hingga &am 1/ pagi# %implisia yang telah kering kemudian disortasi kering, yaitu pemisahan dari partikel asing seperti kotoran atau dipisahkan dari bagian tanaman yang rusak akibat terlalu kering# $roses selan&utnya yaitu pengepakan dan penyimpanan# %ebagian

1+

dari simplisia yang telah dira&ang tersebut disimpan sebagai haksel dan sebagian lagi dihaluskan sehingga diperoleh serbuk dalam bentuk halus# Aaksel dan serbuk tersebut kemudian dimasukkan ke dalam pot terpisah# Untuk tanaman yang masih dalam bentuk utuh, dibuat men&adi herbarium kering yaitu dengan cara menempelkannya pada kertas karton, dan memberi etiket# %elain itu &uga dibuat herbarium basahnya# $engolahan herbarium basah tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) (mulai dari akar, batang dan daun" dilakukan dengan memasukkan ke dalam botol air mineral berukuran 1,0 liter yang berisi )ormalin 1/C# Diusahakan agar seluruh bagian tanaman yang dimasukkan tersebut terendam sempurna dalam )ormalin# 4otol kemudian ditutup rapat dengan plester agar tanaman terisolasi sempurna# $engolahan herbarium kering dilakukan dengan mempersiapkan per(akilan bagianbagian tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) untuk diolesi )ormalin# 4agian-bagian tanaman tersebut kemudian diletakkan dan ditempel di atas kertas koran# %etelah itu, tanaman yang telah ditempel di atas kertas koran tersebut dilapisi lagi dengan kertas koran lalu disasak menggunakan sasak bambu yang telah disiapkan sebelumnya# III./ P%4%$2'0""( F"$4"'-)(-0#2' III./.1 P%4%$2'0""( M-$3-&-)2 T"("4"( P"0"' B*42 ( Eurycoma Longifolia L.) $emeriksaan mor)ologi tanaman dilakukan dengan

mengamati bagian-bagian tanaman, yang mencakup bentuk daun, bentuk u&ung daun, pangkal daun, tulang daun, bentuk tepi daun, susunan tulang daun, &enis daun, bentuk batang, arah tumbuh batang, dan sistem perakaran dari tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#)#

19

III./.2 P%4%$2'0""( A("#-42 T"("4"( P"0"' B*42 (Eurycoma Longifolia L.) $emeriksaan anatomi tanaman dilakukan dengan memotong bagian utama tanaman, yaitu bagian daun, akar dan batang secara melintang dan membu&ur# III././ P%4%$2'0""( O$)"(-&%8#2' T"("4"( P"0"' B*42 (Eurycoma Longifolia L.) $emeriksaan ini dilakukan dengan mengamati langsung (arna dari batang, daun, akar tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#)# Identi)ikasi kemudian dilan&utkan dengan melakukan penginderaan bau dan u&i rasa, dengan mencicipi sedikit dari bagian tanaman tersebut, serta mengamati karakteristiknya# III.5 P%4%$2'0""( R%"'02 I1%(#232'"02 K242" III.5.1 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 L2)(2( ?eaksi identi)ikasi lignin dilakukan dengan mengambil se&umlah serbuk sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) yang diletakkan diatas kaca ob&ek kemudian ditambahkan ! tetes larutan )loroglusin dan ! tetes A9l, dipanaskan agar serbuk melekat pada kaca ob&ek kemudian dilihat pada mikroskop# >ika terlihat dinding sel yang ber(arna merah maka pada sampel terdapat senya(a kimia lignin# III.5.2 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 P"#2 1"( A&%*$-( ?eaksi identi)ikasi aleuron dilakukan dengan mengambil serbuk dari sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) yang di letakkan diatas kaca ob&ek, kemudian ditambahkan larutan I ! /,1 B , kemudian dikeringkan di atas api agar serbuk melekat pada kaca ob&ek# -emudian dilihat di mikroskop# >ika selnya ber(arna biru maka di dalam sampel positi) terdapat pati, tetapi &ika ber(arna kuning kecoklatan maka di dalam sampel positi) terdapat aleuron#

!/

III.5./ R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 L%(12$ ?eaksi identi)iaksi lendir dilakukan dengan memasukkan se&umlah serbuk dari sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan tetes larutan methanol dan ! tetes metilen lue# >ika larutan berubah men&adi (arna merah maka hasil yang diberikan positi) yaitu sampel mengandung lendir# III.5.5 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 K"#%'-& ?eaksi identi)ikasi katekol dilakukan dengan memasukkan serbuk dari sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan terdapat senya(a katekol# III.5.6 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 P-&23%(-& ?eaksi identi)iaksi poli)enol dilakukan dengan memasukkan serbuk dari sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan A!O lalu dipanaskan, setelah itu disaring# Filtrat yang didapat didinginkan kemudian ditambahkan ! tetes larutan Fe9l # >ika larutan berubah men&adi (arna hi&au, berarti di dalam sampel positi) terdapat senya(a poli)enol# III.5.9 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 K"$.-721$"# ?eaksi identi)ikasi karbohidrat dilakukan dengan tetes larutan Fe9l # >ika larutan berubah men&adi (arna hi&au maka di dalam sampel positi)

memasukkan serbuk dari sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan ! tetes -na)tol dan ! tetes A!%O6 1/C# >ika hasilnya terdapat cincin ungu, maka di dalam sampel positi) mengandung karbohidrat# III.5.7 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 A&'"&-21 ?eaksi identi)ikasi alkaloid dilakukan dengan memasukkan serbuk dari sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan tetes larutan A9l /,0 B dan

!1

! tetes pereaksi mayer# >ika terdapat endapan ber(arna putih maka di dalam sampel positi) terdapat senya(a alkaloid# III.5.! R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 T"(2( ?eaksi identi)ikasi tanin dilakukan dengan tiga cara yaitu7 1# %erbuk dari sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) ditambahkan air kemudian dipanaskan lalu disaring, diambil )iltratnya kemudian ditambahkan dengan ! tetes larutan A9l /,0 B, hasil positi) &ika timbul endapan# !# %erbuk dari sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) ditambahkan tetes larutan Fe9l 1 B, apabila positi) menghasilkan (arna biru kehitaman# # %erbuk dari sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) ditambah ! tetes larutan A!%O6, apabila positi) menghasilkan endapan coklat kekuningan# III.5.: R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 D2-'02"(#$-'2(-( ?eaksi identi)ikasi dioksiantrokinon dilakukan dengan memasukkan serbuk dari sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) kedalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan larutan -OA 1/C# 1arutan akan ber(arna merah &ika hasil identi)ikasi positi)# III.5.10 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 S"8-(2( ?eaksi identi)ikasi saponin dilakukan dengan memasukkan serbuk dari sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) kedalam tabung reaksi, lalu ditambahkan air dan dikocok, kemudian biarkan selama / menit# >ika busa yang dihasilkan bertahan lama maka di dalam sampel positi) mengandung saponin# III.5.11 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 S#%$-21 ?eaksi identi)ikasi steroid dilakukan dengan menambahkan serbuk sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dengan etanol kemudian dimasukkan dalam tabung reaksi dan disaring, diambil )iltratnya dan diuapkan hingga mengering# Aasil penguapan

!!

kemudian disuspensikan dengan air dan eter# 1arutan dipisahkan lapisan eternya dan ditambahkan reagen 1ieberman-4urchard# *pabila menghasilkan (arna merah atau merah &ambu berarti identi)ikasi positi)#

BAB IV HASIL PENGAMATAN IV.1 P%4%$2'0""( M-$3-&-)2 T"("4"( P"0"' B*42 (Eurycoma longifolia L.) $emeriksaan mor)ologi tanaman $asak 4umi (Eurycoma longifolia 1#) yang diperoleh yaitu daunnya merupakan daun ma&emuk ganda dua, berbentuk &orong, tepi daunnya rata, u&ung daunnya meruncing, pangkal daun meruncing, tulang daun menyirip, (arna daun hi&au tua, batangnya berbentuk pan&ang bulat seperti silinder, dan arah tumbuh batang tegak lurus, (arna batang hi&au kecokelatan dan tanaman ini memiliki akar tunggang yang ber(arna putih kecokelatan# Aasil pemeriksaan mor)ologi tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran *# IV.2 P%4%$2'0""( A("#-42 T"("4"( P"0"' B*42 (Eurycoma longifolia L.) $emeriksaan anatomi tanaman $asak 4umi (Eurycoma longifolia 1#) yang diperoleh pada irisan melintang daun terlihat adanya trikoma, epidermis atas, parenkim, dan epidermis ba(ah, sedangkan pada irisan membu&ur tampak stomata, sel tetangga, dan epidermis# 4agian batang pada irisan melintang terlihat adanya epidermis dan ikatan pembuluh, begitu &uga pada irisan membu&ur batang# 4agian akar pada irisan melintang tampak adanya epidermis, berkas pengangkut, dan pati@ sedangkan pada irisan membu&ur terlihat adanya epidermis, korteks, dan pati# Aasil pemeriksaan anatomi tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran !*, !4, dan !9# IV./ P%4%$2'0""( O$)"(-&%8#2' T"("4"( P"0"' B*42 (Eurycoma longifolia L.) IV./.1 U+2 B"* *kar, batang, dan daun pasak bumi (Eurycoma Longifolia L." memiliki bau khas#

! !6

Aasil pemeriksaan organoleptis tanaman untuk u&i bau tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 4# IV./.2 U+2 R"0" *kar, batang, dan daun pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memiliki rasa pahit# Aasil pemeriksaan organoleptis tanaman untuk u&i rasa tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 4# IV././ U+2 <"$(" *kar pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memiliki (arna kuning, batang pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memiliki (arna coklat, dan daun pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memiliki (arna hi&au# Aasil pemeriksaan organoleptis tanaman untuk u&i (arna tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 4# IV.5 R%"'02 I1%(#232'"02 K242" IV.5.1 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 L2)(2( ?eaksi identi)ikasi terhadap lignin serbuk sampel dari pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memberikan hasil positi), karena terdapat dinding sel yang ber(arna merah yang menandakan adanya lignin# Aasil identi)ikasi kimia serbuk sampel pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 9# IV.5.2 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 P"#2 1"( A&%*$-( ?eaksi identi)ikasi terhadap pati dan aleuron terhadap serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memberikan hasil positi) mengandung pati karena adanya (arna biru tua yang menggumpal setelah ditambahkan dengan I!, tetapi hasil tersebut

!0

negati) untuk aleuron karena tidak adanya (arna kuning coklat atau coklat setelah ditambahkan dengan I!# Aasil identi)ikasi kimia serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 9# IV.5./ R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 L%(12$ ?eaksi identi)ikasi terhadap lendir, serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memberikan hasil negati), karena (arna yang dihasilkan tidak ber(arna merah melainkan (arna hi&au# Aasil identi)ikasi kimia serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 9# IV.5.5 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 K"#%'-& ?eaksi identi)ikasi terhadap katekol, sampel serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memberikan hasil negati), karena larutan yang dihasilkan setelah ditambahkan Fe9l tidak ber(arna hi&au melainkan terbentuk endapan ber(arna kuning# Aasil identi)ikasi kimia serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 9# IV.5.6 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 P-&23%(-& ?eaksi identi)ikasi terhadap poli)enol, serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memberikan hasil negati), karena (arna yang dihasilkan dari penambahan Fe9l terhadap )iltrat penyaringan serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) yang sebelumnya ditambahkan air dan dipanaskan, menghasilkan larutan ber(arna kuning pucat# Aasil identi)ikasi kimia serbuk sampel tanaman pasak bumi dapat dilihat pada lampiran 9#

!6

IV.5.9 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 K"$.-721$"# ?eaksi identi)ikasi terhadap karbohidrat, serbuk sampel tanaman pasak bumi memberikan hasil negati) karena tidak terbentuk cincin ungu# Aasil identi)ikasi kimia serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 9# IV.5.7 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 A&'"&-21 ?eaksi identi)ikasi terhadap alkaloid, serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memberikan hasil positi), karena larutan mengasilkan endapan putih# Aasil identi)ikasi kimia serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 9# IV.5.! R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 T"(2( ?eaksi identi)ikasi terhadap tanin, dilakukan tiga prosedur yang mana dari ketiganya serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) selalu memberikan hasil negati)# Aasil identi)ikasi kimia tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 9# IV.5.: R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 D2-'02"(#$-'2(-( ?eaksi identi)ikasi terhadap dioksiantrokinon, serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memberikan hasil negati) karena reaksi tidak menghasilkan larutan ber(arna merah namun menghasilkan larutan ber(arna kuning setelah serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) ditambahkan -OA 1/C# Aasil identi)ikasi kimia serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 9#

!'

IV.5.10 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 S"8-(2( ?eaksi identi)ikasi terhadap saponin, serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memberikan hasil negati), karena tidak menghasilkan buih yang dapat bertahan / menit# Aasil identi)ikasi kimia serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 9# IV.5.11 R%"'02 I1%(#232'"02 T%$7"1"8 S#%$-21 $ada reaksi identi)ikasi terhadap steroid, serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memberikan hasil negati), karena tidak terbentuk suspensi# Aasil identi)ikasi kimia serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat dilihat pada lampiran 9#

!+

BAB V PEMBAHASAN ,u&uan dari praktikum Farmakognosi I adalah untuk melakukan pemeriksaan u&i )armakognoti) simplisia (mor)ologi, anatomi, dan organoleptis", dan melakukan pemeriksaan u&i identi)ikasi kandungan kimia simplisia# Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak )lora dan )auna yang kaya akan khasiat dan kegunaan# 4anyak di hutan-hutan Indonesia ditemukan tumbuhtumbuhan yang ber)ungsi sebagai obat# Galaupun dalam penggunaannya masih bersi)at tradisional dan belum mengalami suatu penelitian baik itu u&i klinis maupun u&i kandungan serta toksisitas obat tersebut# Untuk mengetahui keanekaragaman tanaman obat khususnya di hutan -alimantan dilakukan pengidenti)ikasian baik secara mor)ologi, anatomi, maupun organoleptis serta dilakukan &uga pengu&ian identi)ikasi kandungan kimia dari sampel tanaman yang diambil# ,ongkat ali atau pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) merupakan keluarga dari %imaroubaceae yang tumbuh di hutan malar hi&au di *sia ,enggara# Di 5alaysia pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) digunakan secara meluas dalam penyediaan obat-obatan tradisional dan di&ual dalam bentuk kapsul, tablet serta tonik pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#). 5or)ologi dari tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) yaitu tanaman berbentuk semak atau pohon kecil yang tingginya &arang mencapai 1/ m, berdaun ma&emuk ganda dua, menyirip, ibu tangkainya mencapai 1 m, mengelompok di u&ung ranting yang tebal# *nak daun berhadapan, berbentuk &orong atau agak berbentuk bundar telur dengan u&ung agak meruncing# 4unga yang ber(arna merah ke&inggaan keluar dari ketiak daun dan seluruh bagiannya berbulu-bulu halus dengan ben&olan kelen&ar di u&ungnya# 4iasanya tumbuh di daerah yang tanahnya agak asam serta berpasir# %ering terdapat di hutan-hutan pantai dan hutan tanah rendah, &arang sekali mencapai daerah yang terletak pada ketinggian 0// m dpl (di atas permukaan laut"# -andungan kimia yang terdapat pada pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) menurut literatur adalah eurikomanone, eurikomalaktone dan eurikomanol (;uassinoids" yang banyak terdapat dalam akar# -andungan tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) menurut reaksi identi)ikasi yang dilakukan praktikan, !+ !9

yaitu pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) positi) mengandung lignin, pati dan alkaloid# -eseluruhan bagian dari tumbuhan pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat digunakan sebagai obat, antara lain obat demam, radang gusi, obat cacing, dan sebagai tonikum setelah melahirkan# 4atang dan akar pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) yang telah diperdagangkan secara luas berkhasiat untuk meningkatkan stamina di samping sebagai obat sakit kepala, sakit perut, dan sipilis# Daun pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dipakai sebagai obat disentri, saria(an, dan meningkatkan na)su makan# %elain itu &uga berguna untuk sakit kepala, luka-luka, kurap, disentri, bengkak, kelen&ar, antileukemik, antitumor, anti8iral, anti)idan, insektisidal, antiamebik, antimalaria dan antiradang# 9ara mengambil pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) tidak bisa langsung dicabut dari tanah karena pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memiliki akar tunggang yang pan&ang dan menancap ke dalam# 9ara mengambilnya biasanya dilakukan dengan cara memukul-mukul bagian atas dari akar dengan palu besar agar akarnya semakin menancap ke dalam tanah, kemudian di tarik-tarik lagi ke atas# %emakin keras dipukul, akan semakin memudahkan menariknya kembali ke permukaan# 4egitulah seterusnya hingga tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) bisa dicabut dari dalam tanah# $emeriksaan organoleptik dilakukan dengan maksud untuk mengetahui rasa, bau, dan (arna pada tanaman# Daun, batang, dan akar tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memiliki rasa pahit# %elain itu dilakukan u&i identi)ikasi untuk mengetahui reaksi apa sa&a yang dapat menghasilkan reaksi yang positi) dengan sampel# Aasil u&i identi)ikasi menun&ukkan bah(a tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) menghasilkan reaksi positi) mengandung lignin, pati, dan alkaloid# 4anyaknya hasil yang menun&ukkan hasil negati) mungkin ter&adi karena simplisia tidak murni akibat tercampur bahan asing# %eharusnya simplisia nabati hasus bebas dari serangga, )ragmen he(an atau kotoran he(an, tidak boleh mengandung lendir atau menun&ukkan tanda-tanda pengotoran lain, dan tidak boleh mengandung bahan lain yang beracun atau berbahaya# %elain itu, hasil negati) mungkin ter&adi akibat tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memang tidak mengandung <at yang dimaksud dalam identi)ikasi#

4erdasarkan kandungan tersebut pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) baik untuk diminum secara rutin# Aasil penelitian di 5alaysia yang dilakukan pada tikus selama tiga tahun, menun&ukkan bah(a tikus &antan yang diin&eksi pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) men&adi hiperakti) secara seksual, dan &uga memiliki &umlah sperma tinggi dan bergerak lebih cepat dibandingkan dengan tikus pada kelompok kontrol# %aat ini di 5alaysia sedang dilakukan u&i klinis terhadap tanaman ini# %elain itu u&i khasiat terhadap laki-laki de(asa telah dilakukan oleh $, %ido 5uncul terhadap produk -uku 4ima ,1 $lus ,ribulus yang di dalamnya mengandung akar pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#)# %ebagai penambah stamina dan kesuburan pria dosis yang digunakan berkisar !/1// mg ekstrak atau 1//-0// mg serbuk kering tergantung pada campuran bahan lain yang digunakan# %ebagai penurun panas, +-10 gram akar pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) digodog dengan tiga gelas air hingga men&adi satu gelas, minum setengah gelas dua kali sehari# Di daerah asalnya, yaitu -elurahan %ei :ohong -ecamatan 4ukit 4atu $alangka ?aya -alimantan ,engah, tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dipercaya masyarakat sekitar berkhasiat untuk mengobati penyakit malaria dan sebagai penambah 8italitas pria# Aal ini berdasarkan pengetahuan secara turuntemurun dari nenek moyang# -hasiat tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) sebagai obat malaria memang belum diu&i, namun sebagai penambah 8italitas pria, tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memang telah terbukti, baik dari identi)ikasi kandungan yang telah dilakukan oleh praktikan sendiri maupun berdasarkan literatur yang ada# ,anaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) mengandung eurikomanone, eurikomalaktone dan eurikomanol (;uassinoids" serta mengandung lignin, pati, dan alkaloid# 5asyarakat meman)aatkan tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#), baik sebagai obat malaria maupun penambah 8italitas dengan merebus akar pasak bumi yang sudah bersih dengan air mendidih kemudian meminum airnya#

BAB VI PENUTUP VI.1 K%0248*&"( -esimpulan yang dapat diambil dari pemeriksaan sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) ini adalah 7 1# $emeriksaan mor)ologi tanaman $asak 4umi (Eurycoma longifolia 1#) yang diperoleh yaitu daunnya merupakan daun ma&emuk ganda dua, berbentuk &orong, tepi daunnya rata, u&ung daunnya meruncing, pangkal daun meruncing, tulang daun menyirip, (arna daun hi&au tua, batangnya berbentuk pan&ang bulat seperti silinder, dan arah tumbuh batang tegak lurus, dan memiliki akar tunggang# !# $emeriksaan anatomi tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) yang diperoleh pada irisan melintang daun terlihat adanya trikoma, epidermis atas, parenkim, dan epidermis ba(ah, sedangkan pada irisan membu&ur tampak stomata, sel tetangga, dan epidermis# 4agian batang pada irisan melintang terlihat adanya epidermis dan ikatan pembuluh, begitu &uga pada irisan membu&ur batang# 4agian akar pada irisan melintang tampak adanya epidermis, berkas pengangkut, dan pati@ sedangkan pada irisan membu&ur terlihat adanya epidermis, korteks, dan pati# # $emeriksaan organoleptis dilakukan dengan maksud untuk mengetahui rasa, bau, dan (arna pada tanaman# ,anaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memiliki bau yang khas, rasa pahit, dan (arna hi&au tua untuk daun, hi&au kecokelatan untuk batang, dan putih kecokelatan untuk akar# 6# Identi)ikasi kimia pada serbuk sampel tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dilakukan untuk mengetahui kandungan bahan obat pada sampel# ,anaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) positi) mengandung lignin, pati, dan alkaloid# 0# 4erdasarkan literatur tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) memiliki bahan berkhasiat terutama pada akar yang memiliki

kandungan kimia antara lain eurikomanol (;uassinoids"#

eurikomanone, eurikomalaktone, dan

6# -eseluruhan bagian dari tumbuhan pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dapat digunakan sebagai obat, antara lain obat demam, radang gusi, obat cacing, dan sebagai tonikum setelah melahirkan# 4atang dan akar pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) yang telah diperdagangkan secara luas berkhasiat untuk meningkatkan stamina di samping sebagai obat sakit kepala, sakit perut, dan sipilis# Daun pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) dipakai sebagai obat disentri, saria(an, dan meningkatkan na)su makan %elain itu &uga berguna untuk sakit kepala, luka-luka, kurap, disentri, bengkak, kelen&ar, antileukemik, antitumor, anti8iral, anti)idan, insektisidal, antiamebik, antimalaria dan antiradang# VI.2 S"$"( *gar para dosen serta asisten dapat lebih membantu para praktikan dalam pengambilan bahan serta pengolahan bahan, mengingat hal ini baru pertama kali dilakukan oleh para praktikan terutama mahasis(a )armasi khususnya# %elain itu, setelah mengetahui dan memahami kandungan dari tanaman pasak bumi (Eurycoma longifolia 1#) ini, diharapkan akan semakin membuka (a(asan dan pengetahuan kita untuk menggunakan obat-obat alami sebagai salah satu alternati) yang mudah untuk didapat dan murah dan memiliki e)ek samping relati) lebih minim dibanding obat modren yang dihasilkan dari senya(a bahan-bahan kimia sintetis yang memiliki tingkat e)ek samping yang relati) lebih banyak#

Anda mungkin juga menyukai