Anda di halaman 1dari 23

I.

PENDAHULUAN

2.1 Latar Belakang

Indonesia memiliki berbagai macam hasil bumi yang menjadi incaran para penjajah. Salah satunya, buah pala. Buah pala di Indonesia yang terkenal berasal pulau Banda Naira. Banda Naira, pulau di wilayah timur Indonesia ini merupakan penghasil buah pala terbaik di dunia. Di pulau yang sempat menjadi tempat pengasingan dua tokoh nasional, Bung Hatta dan Sjahrir ini, bisa dikatakan menjadi tempat sejarah Indonesia bermula. Pala dikenal sebagai buah yang digunakan untuk menambah cita rasa makanan, menjaga daging tetap baik dalam waktu lama jika dibalurkan pala sebelum disimpan, hingga umumnya, pala dikenal sebagai penyedap atau pengawet alami. Namun, pada kenyataannya, buah pala menyimpan khasiat lain, baik untuk kecantikan, kesehatan, dan penenang. 2.2 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah : a. Untuk mengetahui Budiddaya buah pala. b. Untuk mengetahui manfaat dari buah pala.

II. PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Tanaman Pala Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan salah satu komoditipertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi, di samping berjenis-jeniskomoditi pertanian eko-nomis lainnya.Menurut pendapat para ahli, pala adalah tanaman asli Indonesiayangberasal dari Malaise Archipel yaitu gugusan kepulauan Banda danMaluku. Kemudian menyebar dan berkembang ke pulau-pulau lain yangberada di sekitarnya, bahkan sekarang telah mencapai Aceh, Sulawesi Utaradan Irian Jaya. Sebagai tanaman rempah-rempah, pala dapat menghasilkanminyak etheris dan lemak khusus yang berasal dari biji dan fuli. Biji palamenghasilkan 2 sampai 15 % minyak etheris dan 30 - 40 % lemak,sedangkan fuli menghasilkan 7 - 18 % minyak etheris dan 20 - 30 % lemak(fuli adalah arie yang berwarna merah tua dan merupakan selaput jala yangmembungkus biji).Daging buah pala dapat digunakan sebagai manisan atau asinan, bijidan fulinya bermanfaat dalam industri pembuatan sosis, makanan kaleng,pengawetan ikan dan lain-lainnya. Disamping itu minyak pala hasilpenyulingan, dapat digunakansebagai bahan baku dalam industri

sabun, parfum, obat-obatan dansebagainya. Sementara itu permintaan pasar dunia akan pala setiap tahunterus meningkat, dan tidak kurang dari 60 % kebutuhan pala duniadidatangkan dari Indonesia.Dalam rangka ikut serta meningkatkan devisa negara melalui export nonmigas, memperluas lapangan kerja dan melihat prospek pala yangmenjanjikan harapan baik tersebut, maka sudah waktunya tanaman pala. Perlu mendapatkan perhatian dan penanganan untuk dikembangkan secara luas di Propinsi Irian Jaya.Pala Indonesia lebih disukai oleh pasar dunia, karena mempunyai beberapakelebihan di banding pala dari negara lain, kelebihannya antara lain rendemen minyaknya yang tinggi dan memiliki aroma yang khas.

2.2 Mengenal Pala Pala ( Myristica fragrans Houtt) adalah tanaman daerah tropik yang memiliki 200 species, dan seluruhnya tersebar di daerah tropis. Dalam keadaan pertumbuhan yang normal, tanaman pala memiliki mahkota yang rindang, dengan tinggi batang 10 - 18 m. Mahkota pohonnya meruncing keatas, dengan bahagian paling atasnya agak bulat serta ditumbuhi daunan yang rapat. Daunnya berwarna hijau mengkilat, panjangnya 5 - 15 cm, lebar 3- 7 cm dengan panjang tangkai daun 0,7 -1,5 cm.Tanaman pala termasuk golongan tanaman berjenis kelamin tunggal,meskipun terdapat pula tanaman berjenis kelamin ganda. Berumah dua, yangmemiliki perbedaan yang jelas antara pohon betina dan pohon jantan. Tanaman pala betina di tandai dengan pertumbuhan cabangnya secarahorizontal (mendatar), sedangkan tanaman pala jantan di tandai dengan cabang-cabangnya yang mengarah ke atas membuat sudut lancip dengan batangnya. Di samping tanaman pala jantan dan betina, terdapat pula yang campuran dimana tanaman jantan akan dapat menghasilkan bunga betina,tetapi jarang terjadi tanaman betina berbunga jantan.Tanaman pala memiliki buah berbentuk bulat, berwarna hijau kekuning-kuningan buah ini apabila masak terbelah dua. Garis tengah buah berkisar antara 3 -9 cm, daging buahnya tebal dan asam rasanya. Biji berbentuk lonjong sampai bulat,panjangnya berkisar antara 1,5 - 4,5 cm dengan lebar 1- 2,5 cm. Kulit biji berwarna coklat dan mengkilat pada bagian luarnya. Kernel biji berwarna keputih-putihan, sedangkan fulinya berwarna merah gelap dan kadang-kadang putih kekuning-kuningan dan membungkus biji menyerupai jala.

Klasifikasi tanaman pala yaitu: Kingdom Plantae (Tumbuhan), Subkingdom Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh), Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji), Divisi

Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga), Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil), Sub Kelas Magnoliidae, Ordo Magnoliales, Famili Myristicaceae, Genus Myristica, dan Spesies: Myristica fragrans Houtt. 2.3 Jenis Tanaman Pala Pala (Myristica fragrans) merupakan Akibat telah menjadi tumbuhan berupa pohon yang yang tinggi yang berasal dari

kepulauan Banda, Maluku. rempah, buah danbiji pala

nilainya komoditi

sebagai rempahpenting sejak

perdagangan

masa Romawi. Pala disebut-sebut dalam ensiklopedia karya Plinius "Si Tua". Semenjak zaman eksplorasi Eropa pala tersebar luas di daerah tropika lain seperti Mauritius dan Karibia (Pulau Grenada). Istilah pala juga dipakai untuk biji pala yang diperdagangkan. Tumbuhan ini berumah dua (dioecious) sehingga dikenal pohon jantan dan pohon betina. Daunnya berbentuk elips langsing. Buahnya berbentuk lonjong seperti lemon, berwarna kuning, berdaging dan beraroma khas karena mengandung minyak atsiri pada daging buahnya. Bila masak, kulit dan daging buah membuka dan biji akan terlihat terbungkus fuli yang berwarna merah. Satu buah menghasilkan satu biji berwarna coklat. Pala dipanen biji, salut bijinya (arillus), dan daging buahnya. Dalam perdagangan, salutbiji pala dinamakan fuli, atau dalam bahasa Inggris disebut mace, dalam istilah farmasidisebut myristicae arillus atau macis). Daging buah pala dinamakan myristicae fructus cortex. Panen pertama dilakukan 7 sampai 9 tahun setelah pohonnya ditanam dan mencapai kemampuan produksi maksimum setelah 25 tahun. Tumbuhnya dapat mencapai 20m dan usianya bisa mencapai ratusan tahun. Sebelum dipasarkan, biji dijemur hingga kering setelah dipisah dari fulinya. Pengeringan ini memakan

waktu enam sampai delapan minggu. Bagian dalam biji akan menyusut dalam proses ini dan akan terdengar bila biji digoyangkan. Cangkang biji akan pecah dan bagian dalam biji dijual sebagai pala. Biji pala mengandung minyak atsiri 7-14%. Bubuk pala dipakai sebagai penyedap untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran, dan minuman penyegar (seperti eggnog). Minyaknya juga dipakai sebagai campuran parfum atau sabun. Tanaman pala memiliki beberapa jenis, antara lain: Myristica fragrans Houtt, Myristica argentea Ware, Myristica fattua Houtt, Myristica specioga Ware, Myristica Sucedona BL, danMyristica malabarica Lam. Tanaman pala dapat diperbanyak dengan berbagai cara, yaitu antara lain:
a.

Biji Biji yang digunakan sebagai benih harus berasal dari buah pala yang benar-benar masak. Buah pala yang bijinya akan digunakan sebagai benih hendaknya berasal dari pohon pala yang mempunyai sifat-sifat seperti pohon dewasa yang pertumbuhannya sehat, mampu berproduksi tinggi, dan kualitas produksinya baik. Menurut Ridley (1976), pohon pala yang baik dapat menghasilkan 1500-2000 buah pala per pohon per tahun, sedangkan menurut Werburg (1898), di daerah Banda kebanyakan pohon pala menghasilkan lebih dari 300 buah pala per pohon per tahun. Di Jamaica, pohon pala yang baik dapat menghasilkan 5000 buah pala per pohon per tahun. Di Penang (Malaysia), pohon pala yang dipelihara baik dapat menghasilkan 10.000 buah pala per pohon per tahun. Untuk memperoleh pohon induk yang baik, berdasarkan surat keputusan Direktur Jendral Perkebunan No: KB. 010/42/SK/DJ. BUN/9/1984, telah ditetapkan dan dipilih pohon induk yang dapat dipergunakan sebagai sumber benih yang tersebar di empat provinsi, yaitu Sumatra Barat, Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Maluku.

b.

Cangkok Tanaman pala tergolong mudah untuk dicangkok. Bila perbanyakan dilakukan dengan pencangkokan, dianjurkan untuk memilih batang-batang tanaman pala yang produktif. Batang-batang yang kurang produktif itu biasanya terletak di bagian bawah pohon pala. Perbanyakan tanaman pala dengan cara mencangkok ini terutama bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat asli seperti induknya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih cabang yang akan dicangkok adalah sebagai berikut: Dari pohon yang tumbuhnya sehat dan mampu memproduksi buah cukup banyak, Dari pohon yang sudah berumur 12-15 tahun, dan Batang atau cabang yang sudah berkayu, tetapi tidak terlalu tua atau terlalu muda

c.

Penyambungan Pada dasarnya sistem penyambungan ini adalah menempelkan bagian tanaman yang dipilik ke bagian tanaman lain sebagai induknya, sehingga membentuk satu tanaman bersama. Sistem penyambungan ini ada dua cara, yakni Penyambungan pucuk (grafting) dan Penyambungan mata (okulasi). Setelah 3-4 bulan sejak penyambungan dengan sistem grafting atau okulasi itu dilakukan, dan jika telah menunjukkan adanya pertumbuhan batang atas (pada penyambungan grafting) dan mata tunas (pada penyambungan okulasi), tanaman sudah dapat ditanam di lapangan.

d.

Penyusuan Perbanyakan vegetatif dengan sistem penyusuan merupakan penemuan yang sangat gemilang, terutama dalam usaha perbanyakan dan pelestarian tanaman buahbuahan. Sistem penyusuan ternyata lebih baik dibandingkan dengan sistem cangkok

ataupun okulasi, sebab batang bawah (onderstem) dan batang atas (entrys) tidak harus mempunyai unsur yang sama. Batang bawah dapat berupa tanaman muda yang berasal dari cabang atau ranting pohon yang sudah berbuah.dalam sistem penyusuan ini, ukuran batang bawah dan batang atas harus sama besar (kurang lebih sebesar jari tangan orang dewasa). Dalam waktu 4-6 minggu, penyusuan ini sudah dapat dilihat hasilnya. Jika batang atas daunnya tidak layu, maka penyusuan itu dapat dipastikan berhasil.
e.

Stek Tanaman pala dapat diperbanyak pula dengan stek tua dan muda yang diperlakukan dengan 0,5% larutan hormon IBA. Penyetekan dengan penggunaan hormon IBA 0,5%, biasanya pada umur 4 bulan setelah dilakukan penyetekan sudah keluar akarakarmya. Kemudian 3 bulan berikutnya sudah tumbuh perakaran yang cukup banyak.

2.4 Syarat Tumbuh Tanaman Pala a. Iklim Tanaman pala juga membutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata/tidak banyak berubah sepanjang tahun. Dan suhu udara lingkungan 2030 derajat C sedangkan, curah hujan terbagi secara teratur sepanjang tahun. Tanaman pala tergolong jenis tanaman yang tahan terhadap musim kering selama beberapa bulan. b. Media tanam tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur, subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi. Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5,5 6,5. Tanaman ini peka terhadap gangguan air, maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik. Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan, agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang, maka perlu dibuat

teras-teras melintang lereng.Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur, subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi. Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5,5 6,5. Tanaman ini peka terhadap gangguan air, maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik. Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan, agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang, maka perlu dibuat teras-teras melintang lereng. 2.5 Budidaya Tanaman Pala 1. Penyiapan Lahan Pekerjaan penyiapan lahan untuk menanam tanaman pala sebaiknya dilakukan pada musim kemarau atau minimal satu bulan sebelum tanam. Tahap-tahap penyiapan lahan meliputi berikut ini. Pembukaan Lahan Pekerjaan membuka lahan diawali dengan pembabatan semak belukar dan penebangan pohon-pohon, kemudian semua pohon-pohon tersebut dikumpulkan di suatu tempat agar mudah di manfaatkan untuk kebutuhan kayu bakar. Pengolahan Tanah Lahan yang sudah bersih dari pepohonan dapat segera dicangkul sedalam 30 cm hingga gembur sambil tanah, tanahnya dibalikkan. akar Pengolahan dan sisa-sisa tanah bertujuan serta

menggemburkan

menyingkirkan

tanaman,

menciptakan areal yang aerasi dan drainasenya baik. Pengolahan tanah pada lahan yang miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng(contour) agar terbentuk alur yang dapatr menghambat aliran permukaan dan menghindari terjadinya erosi.

Pembuatan Lubang Tanam Tata cara membuat lubang tanam meliputi langkah-langkah kerja sebagai berikut. Tetapkan tempat lubang tanam yang pertama sejauh setengah jarak tanam dari pinggir atau batas kebun, yaitu jarak 4,5 m-5,0 m apabila digunakan jarak tanam 9 m x 9 m atau 10 m x 9 m, Pasang ajir dari bilah bamboo sebagai ciri tempat lubang tanam dengan jarak antarajir 3 m x 3 m. Buat lubang berbentuk segi empat ukuran 60 cm x 60 cm atau 1 m x 1 m, tergantung kesuburan tanah. Galilah tanah dalam lubang tersebut sedalam 30 cm, kemudian tanah galiannya di angkat ke bagian kiri lubang yang terkena sinar matahari pagi. Perdalam lubang tadi menjadi 60 cm, hingga ukurannya menjadi 60 cm x 60 cm atau 1 m x 1 m x 0,6 m. Tanah galiannya diangkat ke bagian kanan lubang atau tempat yang terkena sinar matahari siang atau sore. Keringkan lubang tanam minimal 15 hari agar gas-gas beracun dalam tanah menguap. Masukkan kembali lapisan tanah yang berasal dari dasar lubang ke tempat semula. Dan Lapisan tanah atas dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 20 kg-40 kg, kemudian masukkan ke dalam lubang tanam.

2. Penyiapan Bibit Binit tanaman pala yang siap ditanam adalah bibit yang telah berumur lebih dari satu tahun dan tidak lebih dari dua tahun. Jika umur bibit melebihi dari ketentuan tersebut karena terlalu lama di tempat pembibitan, maka pertumbuhannya akan terhambat dan akarnya berlipat-lipat. Pedoman mennetukan jumlah bibit per satuan luas lahan digunakan pendekatan rumus sebagai berikut.

Lahan seluas 1 hektar dengan jarak tanam 9 m x 9 m dan lahan yang efektif ditanami 90%, dibutuhkan bibittanaman pala sebanyak kurang lebih 111 batang bibit tanaman pala. Sebulan sebelum tanam sebaiknya bibit diadaptasikan dulu di lokasi dekat kebun 3. Penanaman Waktu tanam yang paling baik adalah pada musim hujan untuk menjamin tersedianya sumber air yang sangat dibutuhkan pada fase awal pertumbuhan bibit tanaman pala. Bibit dipindahkan dari pesemaian dengan system putaran.Bibit putaran dibungkus dengan gedebok pisang atau pembungkus lainnya yang dapat merembeskan air. Namun, bibit dalam polibag dapat langsung ditanam pada lubang tanam yang tewrsedia. Pengaturan jarak tanam sangat penting karena tanpa mengatur jarak tanam yang tepat, maka tanaman tidak dapat berproduksi secara maksimal. Jarak tanam pada tanah datar adalah 9 m x 10 m, sedangkan pada tanah bergelombang(bukit) 9 m x 9 m. Tata cara menanam bibit tanaman meliputi langkah-langkah kerja sebagai berikut.
a.

Siapkan alat dan bahan yang terdiri atas bibit tanaman pala dalam polibag, cangkul, gembor (embrat), dan sarana penunjang lainnya.

b.

Galilah tanah seukuran daun cangkul pada lubang tanam yang telah disiapkan jauh sebelumnya.

c.

Siramlah medium tanam pada polibag yang berisi bibit tanaman pala dengan air bersih hingga cukup basah atau lembap.

d.

Keluarkan bibit bersama medium tanamnya dari polibag secara hati-hati agar tidak merusak akar.

e.

Bibit tersebut segera ditanam tepat di tengah-tengah lubang tanam dengan posisi tegak.

f.

Tanah di sekitar pangkal batang bibit tanaman pala dopadatkan pelan-pelan agar akar tanaman langsung kontak dengan air tanah.

g. h.

Tanah di sekeliling bibit tanaman pala disiram hingga cukup basah atau lembap. Pasanglah kayu atau bilah bamboo penyangga di sisi kiri dan kanan batang tanaman tersebut.

i.

Seusai menanam dilakukan penyiraman hingga tanah di sekitar pangkal batang dan akar cukup basah

4. Pemeliharaan Tanaman Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman pala meliputi aktivitas-aktivitas sbagai berikut. Penyulaman Pada periode sejak bibit pala ditanam sampai berumur 1 bulan perlu diperhatikan pengamatan tanaman secara teliti Bibit tanaman yang mati atau tumbuhnya abnormal segera disulam atau diganti dengan bibit yang baru. Cara menyulam adalah mula-mula bibit tanaman yang lama dibongkar, kemudian bibit yang baru dikeluarkan dari polibag bersama akar dan mediumnya. Bibit tersebut ditanam di tengah-tengah lubang tanam secara tegak dan tanah di sekitar pangkal batang di padatkan pelan-pelan.Setelah selesai menyulam segera disiram air seperlunya. Pengairan Tanaman pala membutuhkan cukup air, karena apabila kekurangan air pada fase vegetative akan menghambat pertumbuhan tunas dan akar. Sedangkan kekurangan air pada fase generative mengakibatkan kerontokan bunga atau buah, sehingga menurunkan produksi dan mutu buah, sehingga menurunkan produksi dan mutu

buah. Persediaan air dan pengairan harus cukup, terutama selama musim kering (kemarau). Sumber air dapat berasal dari sungai, kolam, waduk, serta sumur pantek. Pada tanaman pala yang baru ditanam, pengairan dapat dilakukan 1-2 kali sehari, terutama jika tidak hujan. Pada tanaman pala yang dewasa, pengairan dapat disesuaikan dengan keadaan tanah. Cara mengairi dapat dilakukan dengan system jaringan pipa PVC atau pipa ledeng yang ditanam dalam tanah dan peralatan pompamuntuk mengatur distribusi air. Pemberian air bisa dikontrol hanya pada saat dibutuhkan dan dalam jumlah tertentu. Pengairan dapat pula dengan system percikan (springkler) atau tetesan yang digerakakkan mesin agar air yang disalurkan dapatmmemancar rata membasahi bidang lahan yang diinginkan. Penyiangan dan Penggemburan Tanah Sebulan setelah tanam biasanya lahan kebun tanaman pala ditumbuhi dengan rumput-rumput liar (gulma). Gulma tersebut perlu disiangi karena gulma akan menjadi pesaing bagi tanaman pala dalam hal kebutuhan unsure hara, air, dan sinar matahari, bahkan gulma kadang-kadang menjadi sarang hama atau penyakit. Penyiangan selanjutnya dilakukan secara teratur, yaitu setiap 3 bulan atau pada saat rumput telah tumbuh kembali. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma yang terdapat di bawah tajuk tanaman, sekitar 30 cm-50 cm dari pangkal batang. Sambil menyiangi dilakukan penggemburan tanah secara hati-hati, kemudian tanahnya ditimbunkan dekat pangkal batang atau perakaran yang muncul ke permukaan tanah.

Pohon pelindung Tanaman muda umumnya tidaktahan terhadap panas matahari. Oleh karena itu untuk menghindari kerusakan tanaman perlu disiapkan pohon pelindung yang cukup. Setelah tanaman berumur 4 tahun, pohon pelindung dapat diperjarang.

Pemupukan Untuk menjamin tanaman pala tumbuh dengan baik dan terus menerus berproduksi tinggi, pemupukan perlu dilakukan. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organic (pupuk kandang, kompos) dan pupuk buatan (urea,TSP, dan KCL). Pupuk organic sangat baik untuk menjaga keremehan tanah serta kesuburannya. Syarat penting pupuk organic adalah unsure N harus terdapat dalam persenyawaan organic agar mudah diserap tanaman dan pupuk tidak meninggalkan sisa asam organic di dalam tanah. Pupuk anorganik yang paling dibutuhkan adalah Nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K), serta unsure-unsur hara makro atau mikro seperti Zn, Cu, Mn, dan lain-lain. Dosis pupuk yang diberikan terdiri atas 1 kg Urea + 1,1 kg TSP + 1,2 kg KCL per pohon. Pupuk diberikan 2 kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan dengan menyesuaikan kandungan unsure dari pupuk yang digunakan. Pupuk kandang dapat diberikan asal telah masak sehingga kontaminasi antara tanaman dengan zat yang berbahaya dapat dihindari. Sumberr pupuk organic dan kandungan mineralnya setiap jenis pupuk

tersebut.Sebelum dipupuk, sekeliling tanaman dibersihkan dahulu kemudian dibuat parit melingkari tanaman selebar kanopi sedalam 2-10 cm. pupuk ditaburkan di dalamnya dan kemudian ditutup kembali.

Pananaman Tanaman Sela Pada fase vegetative, yaitu sejak bibit pala ditanam sampai tanaman mulai belajar berbuah, maka di antaratanaman-tanaman pala tersebut masih longgar. Lahan tersebut di olah dengan baik dan dibuat bedengan-bedengan untuk ditanami tanaman sela, misalnya menanam kacang-kacangan atau sayuran. Setelah tanaman pala mulai belajar berbuah, tanamana sela dapat diganti dengan tanaman penutup tanah atau rumput. Penutup tanah berguna untuk menjaga kelembapan tanah, memperbaiki struktur tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan mencegah erosi lahan di sekitar tanaman.

5. Panen Ciri dan Umur PanenUmumnya pohon pala mulai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telah berproduksi secara menguntungkan. Produksi pada akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi. Pohon pala terus berproduksi sampai umur 6070 tahun. Buah pala dapat dipetik (dipanen) setelah cukup masak (tua), yakni yaitu sekitar 67 bulan sejak mulai bunga dengan tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah jika sebagian dari buah tersebut tersebut murai merekah (membelah) melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli warna merah. Jika buah yang sudah mulai merekah dibiarkan tetap dipohon selama 2-3 hari, maka pembelahan buah menjadi sempurna (buah berbelah dua) dan bijinya akan jatuh di tanah. Di Daerah Banda, dikenal 3 macam waktu panen tiap tahun, yaitu: (1) panen raya/besar (pertengahan musim hujan); panen lebih sedikit (awal musim hujan) dan panen kecil (akhir musim hujan). Panen buah pala pada permulaan musim hujan memberikan hasil paling baik (berkualitas tinggi) dan bunga pala (fuli) yang paling tebal.

Cara Pemetikan pala dapat dilakukan dengan galah bambu yang ujungnya diberi/dibentuk keranjang (jawa: sosok). Selain itu dapat pula dilakukan dengan memanjat dan memilih serta memetik buah-buah pala yang sudah masak benar. 6. Pascapanen a. Pemisahan Bagian Buah Setelah buah-buah pala masak dikumpulkan, buah yang sudah masak dibelah dan antara daging buah, fuli dan bijinya dipisahkan. Setiap bagian buah pala tersebut ditaruh pada wadah yang kondisinya bersih dan kering. Biji-biji yang terkumpul perlu disortir dan dipilah-pilahkan menjadi 3 macam yaitu: (1) yang gemuk dan utuh; (2) yang kurus atau keriput; dan (3) yang cacat. b. Pengeringan Biji Biji pala yang diperoleh dari proses ke-I tersebut segera dijemur untuk menghindari serangan hama dan penyakit. Biji dijemur dengan panas matahari pada lantai jemur/tempat lainnya. Pengeringan yang terlalu cepat dengan panas yang lebih tinggi akan mengakibatkan biji pala pecah. Biji pala yang telah kering ditandai dengan terlepas bagian kulit biji (cangkang), jika digolongkan akan kocak dan kadar airnya sebesar 810 %. Biji-biji pala yang sudah kering, kemudian dipukul dengan kayu supaya kulit buijinya pecah dan terpisah dengan isi biji. Isi biji yang telah keluar dari cangkangnya tersebut disortir berdasarkan ukuran besar kecilnya isi biji: Besar: dalam 1 kg terdapat 120 butir isi biji, Sedang: dalam 1 kg terdapat sekitar 150 butir isi biji, dan Kecil: dalam 1 kg terdapat sekitar 200 butir isi biji.

Isi biji yang sudah kering, kemudian dilakukan pengapuran. Pengapuran biji pala yang banyak dilakukan adalah pengapuran secara basah, yaitu: Kapur yang sudah disaring sampai lembut dibuat larutan kapur dalam bak besar/bejana (seperti yang digunakan untuk mengapur atau melabur dinding/tembok). Isi biji pala ditaruh dalam keranjang kecil dan dicelupkan dalam larutan kapur sampai 23 kali dengan digoyanggoyangkan demikian rupa sehingga air kapur menyentuh semua isi biji. Selanjutnya isi biji itu diletakkan menjadi tumpukan dalam gudang untuk dianginanginkan sampai kering. Setelah proses pengapuran perlu diadakan pemeriksaaan terakhir untuk mencegah kemungkinan biji-biji pala tersebut cacat, misalnya pecah yang sebelumnya tidak diketahui. Pengawetan biji pala juga dapat dilakukan dengan teknologi baru, yakni dengan fumigasi dengan menggunakan zat metil bromida (CH3 B1) atau karbon bisulfida (CS2) c. Pengeringan Bunga Pala (Fuli) Fuli dijemur pada panas matahari secara perlahan-lahan selama beberapa jam, kemudian diangin-anginkan. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai fuli itu kering. Warna fuli yang semula merah cerah, setelah dikeringkan menjadi merah tua dan akhirnya menjadi jingga. Dengan pengeringan seperti ini dapat menghasilkan fuli yang kenyal (tidak rapuh) dan berkualitas tinggi sehingga nilai ekonomisnya pun tinggi pula. d. Pemecahan Tempurung Biji Pemecahan tempurung biji pala dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu: Dengan tenaga manusia Cara memecah tempurung dari biji pala dilakukan dengan cara memukulnya dengan kayu sampai tempurung tersebut pecah. Cara memecah

tempurung biji pala memerlukan keterampilan khusus, sebab kalau tidak isi biji akan banyak yang rusak (pecah) sehingga kulitasnya turun. Dengan mesin Cara ini banyak digunakan petani pala. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa mekanisme kerja dan alat ini sama dengan yang dilakukan oleh manusia, yakni bagian tertentu dari mesin menghancurkan kulit buah pala sehingga yang tinggal adalah isi bijinya. Keuntungan dari penggunaan mesin adalah tenaga, waktu dan biaya operasionalnya dapat ditekan. Disamping itu kerusakan mekanis dari isi biji juga lebih kecil 2.6 Hama dan Penyakit Tanaman Pala a. Hama Penggerek batang (Batocera sp) Tanaman pala yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian. Gejala: terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0,5 1 cm, di mana didapat serbuk kayu. Pengendalian: (1) menutup lubang gerekan dengan kayu/membuat lekukan pada lubang gerekan dan membunuh hamanya. (2) memasukkan/menginjeksikan (menginfuskan) racun serangga seperti Dimicron 199 EC dan Tamaran 50 EC sistemik ke dalam batang pohon pala menggunakan alat bor, dosis yang dimasukkan sebanyak 1520 cc dan lubang tersebut segera ditutup kembali. Anai-Anai / Rayap Hama anai-anai mulai menyerang dari akar tanaman, masuk ke pangkal batang dan akhirnya sampai ke dalam batang. Gejala: terjadinya bercak hitam pada permukaan batang, jika bercak hitam itu dikupas, maka sarang dan saluran yang

dibuat oleh anai-anai (rayap) akan kelihatan. Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida pada tanah di sekitar batang tanaman yang diserang, insektisida disemprotkan pada bercak hitam supaya dapat merembes kedalam sarang dan saluran-saluran yang dibuat oleh anai-anai tersebut. Kumbang Aeroceum fariculatus Hama kumbang berukuran kecil dan sering menyerang biji pala. Imagonnya menggerek biji dan meletakkan telur di dalamnya. Di dalam biji tersebut, telur akan menetas dan menjadi larva yang dapat menggerek biji pala secara keseluruhan. Pengendalian: mengeringkan secepatnya biji pala setelah diambil dari buahnya. b. Penyakit Kanker batang Gejala: terjadinya pembengkakan batang, cabang atau ranting tanaman yang diserang. Pengendalian: membersihkan kebun dari semak belukar, memangkas bagian yang terserang dan dibakar. Belah putih Penyebab: cendawan coreneum sp. yang dapat menyebabkan buah terbelah dan gugur sebelum tua. Gejala: terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklatcoklatan pada bagian kuliat buah. Bercak-bercak tersebut membesar dan berwarna hitam. Pengendalian: (1) membuat saluran pembuangan air (drainase) yang baik; (2) pengasapan dengan belerang di bawah pohon dengan dosis 100 gram/tanaman.

Rumah Laba-Laba Menyerang cabang, ranting dan daun. Gejala: daun mengering dan kemudian diikuti mengeringnya ranting dan cabang. Pengendalian: memangkas cabang, ranting dan daun yang terserang, kemudian dibakar.

Busuk buah kering Penyebab: jamur Stignina myristicae. Gejala: berupa bercak berwarna coklat, bentuk bulat dan cekung dengan ukuran bercak bervariasi, yakni dari yang berukuran sangat kecil sampai sekitar 3 cm; pada kulit buah tampak gugusangugusan jamur berwarna hijau kehitam-hitaman dan akhirnya bercak-bercak tersebut terjadi kering dan keras. Pengendalian: (1) kondisi kelembaban di sekitar pohon pala perlu dikurangi, misalnya dengan mengurang kerimbunan pohon-pohon lain di sekitar pala dengan memangkas sebagian cabang-cabangnya yang berdaun rimbun, kemudian tanah di sekitar pohon dibersihkan, tidak terdapat gulma atau tanaman-tanaman perdu lainnya; (2) buah pala dan daun yang terserang penyakit ini segera dipetik dan dipendam dalam tanah; (3) dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida secara yang rutin, yakni 24 minggu sekali, baik pada saat ada serangan maupun tidak ada serangan dari penyakit ini, fungsida yang dapat digunakan adalah yang mengandung bahan aktif mancozeb, karbendazim dan benomi.

Busuk buah basah Penyebab: jamur Collectotrichum gloeosporiodes, yang menyerang atau menginfeksi buah yang luka. Gejala: buah pala tampak busuk warna coklat yang sifatnya lunak dan basah; gejala ini timbul pada sekitar tangkai buah yang melekat pada buah sehingga buah mudah gugur. Pengendalian: dengan busuk buah kering.

Gugur buah muda Gejala: adanya buah muda yang gugur. Penyebab: penyakit ini belum diketahui dengan jelas. Pengendalian: dengan mengkombinasikan (memadukan) antara pemupukan dan pemberian fungisida.

2.7 Manfaat Tanaman Pala Selain sebagai rempah-rempah, pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan, minuman dan kosmetik. Kulit batang dan daun Batang/kayu pohon pala yang disebut dengan kino hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Kulit batang dan daun tanaman pala menghasilkan minyak atsiri Fuli Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman pala, disebut bunga pala. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual didalam negeri. Biji pala Biji pala tidak pernah dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai rempahrempah. Buah pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan usus. Biji pala sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu, obat muntahmuntah dan lain-lainya. Kandungan biji pala diantaranya adalah Kandungan Energi Buah Pala = 42 kkal Kandungan Protein Buah Pala = 0,3 gr Kandungan Lemak Buah Pala = 0,2 gr

Kandungan Karbohidrat Buah Pala = 10,9 gr Kandungan Kalsium Buah Pala = 32 mg Kandungan Zat Besi Buah Pala = 2 mg Kandungan Vitamin A Buah Pala = 29 IU Kandungan Vitamin B1 Buah Pala = 0 mg Kandungan Vitamin C Buah Pala = 22 mg Daging buah pala Daging buah pala sangat baik dan sangat digemari oleh masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan, misalnya: asinan pala, manisan pala, marmelade, selai pala, kKristal daging buah pala.

III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Tanama pala merupakan tanaman asli negeri indonesia yang memiliki nilai ekomomi yang bagus serta setiap bagian dari tanaman memilki mafaat baik dalam bidang kesehatan maupun dalam bidang lain. Sehingga tanaman ini bisa menjadi salah satu tanaman yang baik dibudidayakan selain tanamn coklat, sawit, dan cengkeh. 3.2 Saran Diharap bagi pembaca yang berminat membudiadayakan tanaman pala, bisa

mengembangkan lagi makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Menegristek. 2000. P a l a ( Myristica Fragan Haitt ). http://www.warintek.ristek.go.id. Diakses pada 03 Desember 2013 Sunanto,Hatta. Budidaya Pala Komoditas Ekspor . Yogyakarta: kanisius.1993. WARDIANA, E., E. RANDRIANI, dan C. TRESNIAWATI. 2007. Seleksi beberapa karakter penting 15 aksesi tanaman pala (Myristica fragrans) di Kebun Percobaan Cicurug Sukabumi. Zuriat. 18(2): 169-179.

Anda mungkin juga menyukai