Anda di halaman 1dari 6

Jurnal praktek laut, Program Studi Ilmu Kelautan Vol.

Tingkat Kehomogenan Salinitas dan Densitas Dilihat Dari Software Ocean Data View Di Perairan Pulau Pahawang, Lampung Selatan

Destri Rizki Arifelia 08101005043 Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Sriwijaya Email : destri.arifelia@gmail.com

ABSTRAK Observasi langsung perlu dilakukan untuk lebih mengetahui keadaan laut. Salah satu bentuk kegiatanya adalah dengan melaksanakan kegiatan praktikum lapangan atau fieldtrip di Pulau Pahawang, Lampung Selatan. Praktikum lapangan bertujuan untuk mengukur parameter-parameter fisika dan kimia perairan Pulau Pahawang. Parameter fisikanya adalah suhu, arus, pasang surut, dan kecerahan. Sedangkan parameter kimia yaitu salinitas, Ph, densitas dan oksigen terlarut. Guna dari jurnal ini untuk mengetahui sebaran salinitas dan densitas dengan menggunakan software ODV. Yang dimana akan terlihat perbedaan dari stasiun 1,2,3 dan 4 dari 17 stasiun yang diukur pada praktikum lapangan. Kata Kunci : Salinitas, Densitas, Pulau Pahawang.

I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan Negara seperti mangrove, terumbu karang (coral reefs) dan padang lamun. Negara kepulauan nusantara ini

kepulauan terbesar di dunia dengan panjang garis pantai lebih dari 81.000 km serta lebih dari 17.508 pulau dan luas laut sekitar 3,1 juta km2 sehingga wilayah pesisir dan lautan Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan dan hayati

secara geografis terletak di sekitar khatulistiwa di antara 94o 45` dan 141o 01` BT dan 06o 08` LU sampai 11o 05` LS (Anonim, 2010). Desa Pulau Pahawang berada di Kawasan Teluk Lampung, secara administrasi berada di Kecamatan Punduh Pesawaran Pedada, Provinsi Kabupaten Lampung

keanekaragaman

(biodiversity) laut terbesar di dunia dengan memiliki ekosistem pesisir

Universitas Sriwijaya

Jurnal praktek laut, Program Studi Ilmu Kelautan Vol. 1

dengan luas wilayah berdasarkan Peraturan Pemerintah tahun 1999 adalah 1.046 hektar.Secara geografis berada pada 540,2 - 543,2 LS dan 10512,2 - 10515,2BT.Wilayah Desa Pulau Pahawang merupakan kawasan pesisir, terdiri dari laut, pantai, rawa, daratan dan daerah perbukitan, serta termasuk bagian pulau-pulau kecil yang ada di

Salinitas

juga

merupakan

parameter yang digunakan dalam pengkajian juga oseanografi. membantu Salinitas dalam

sangat

mempelajari gerak masssa air, hal ini berhubungan dengan pencampuran. Konsentrasi garam terlarut dalam air laut sebagian besar berupa ion klorida, natrium, sulfat, magnesium, kalsium, bromida, kalium, borat, bikarbonat, dan

kawasan Teluk Lampung. Desa ini terbagi menjadi 6 dusun yaitu,Suak Buah, Penggetahan, Jaralangan,

stronsium

florida. Dimana semuanya memiliki komposisi dilautan yang relatif tetap (Supangat,2003). Pengertian salinitas air yang sangat mudah dipahami adalah

Kalangan, Cukuhnyai dan Dusun Pahawang dengan masyarakat penghuni berjumlah 500 warga Salinitas merupakan jumlah

jumlah kadar garam yang terdapat pada suatu perairan. salinitas gambaran Hal air ini ini

dari seluruh garam-garaman dalam gram pada setiap kilogram air laut. Secara praktis, adalah susah untuk mengukur salinitas di laut, oleh karena itu penentuan harga salinitas dilakukan dengan meninjau

dikarenakan merupakan

tentang

padatan total didalam air setelah semua karbonat dikonversi menjadi oksida, semua bromida dan iodida digantikan oleh chlorida dan semua bahan organik telah dioksidasi.

komponen yang terpenting saja yaitu klorida (Cl). Kandungan klorida ditetapkan pada tahun 1902 sebagai jumlah dalam gram ion klorida pada satu kilogram air laut jika semua halogen digantikan oleh klorida. Penetapan ini mencerminkan proses kimiawi titrasi untuk menentukan kandungan klorida (Supangat,2003).

Pengertian salinitas air yang lainnya adalah jumlah segala macam garam yang terdapat dalam 1000 gr air contoh. Garam-garam yang ada di air payau atau air laut pada umumnya adalah Na, Cl, NaCl, MgSO4 yang menyebabkan rasa garam-garam

Universitas Sriwijaya

Jurnal praktek laut, Program Studi Ilmu Kelautan Vol. 1

magnesium, kalsium, kalium dan sebagainya. Dalam literatur

Dengan

pengecualian,

terdapat

variasi rasio kalsium dan bikarbonat yang relatif kecil karena keterlibatan unsur tersebut dalam proses biologi dengan rasio kalsium dan bikarbonat pada densitas adalah 0,5% dan 1020% lebih bar dikedalaman dari pada dalam air permukaan

oseanografi dikenal istilah salinitas yang maksudnya ialah jumlah berat semua garam yang terlarut dalam satu liter air, biasanya dinyatakan dengan satuan (pro mil, gram per liter) (Supangat,2003) Salinitas air dapat dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat yang disebut dengan

(Supangat,2003). Diagram T S merupakan salah satu metode analisis suhu dan salinitas dalam mengidentifikasi

Refraktometer atau salinometer ( Alat Pengukur Salinitas Air ). Satuan untuk pengukuran salinitas air adalah satuan gram per kilogram (ppt) atau promil (o/oo). Nilai salinitas air untuk perairan tawar biasanya berkisar antara 05 ppt ( Salinitas air Tawar ), perairan payau biasanya berkisar antara 629 ppt Salinitas air Payau dan perairan laut berkisar antara 3035 (Sahala dkk, 1985). Densitas bervaraiasi

serta mempelajari massa air laut dalam interaksi dan perpindahannya. Faktor densitas ( Sigma T ) sebagai fungsi suhu dan salinitas. Densitas merupakan salah satu parameter terpenting dalam mempelajari

dinamika laut. Perbedaan densitas yang kecil secara akibat horisontal perbedaan

(misalnya

pemanasan di permukaan) dapat menghasilkan arus laut yang sangat kuat. Oleh karena itu penentuan densitas merupakan hal yang sangat penting dalam oseanografi. Lambang yang digunakan untuk menyatakan densitas dengan . Densitas air laut bergantung pada temperatur (T), salinitas (S) dan tekanan (p). Kebergantungan ini dikenal sebagai persamaan keadaan

keseimbangan antara penguapan dan presipitasi, serta besarnya

pencampuran antara air permukaan dan air di kedalaman. Secara umum, perubahan densitas tidak

mempengaruhi proporsi relatif ionion utama. Konsentrasi ion-ion

berubah dalam proporsi yang sama yaitu rasio ioniknya tetap konstan.

Universitas Sriwijaya

Jurnal praktek laut, Program Studi Ilmu Kelautan Vol. 1

air laut (Equation of State of Sea Water):p = p(T,S,p) Penentuan dasar pertama dalam membuat persamaan di atas dilakukan oleh Knudsen dan Ekman pada tahun 1902. Pada persamaan mereka, ? dinyatakan dalam g cm-3. Penentuan dasar yang baru didasarkan pada data tekanan dan salinitas dengan kisaran yang lebih besar, menghasilkan persamaan densitas baru yang dikenal sebagai Persamaan Keadaan Internasional

atas titik beku untuk salinitas di bawah 24,7 dan di bawah titik beku untuk salinitas di atas 24,7. Hal ini mengakibatkan adanya konveksi

panas. S < 24.7 : air menjadi dingin hingga dicapai densitas maksimum, kemudian jika air permukaan

menjadi lebih ringan (ketika densitas maksimum pendinginan telah terjadi terlewati) hanya pada

lapisan campuran akibat angin (wind mixed layer) saja, dimana akhirnya terjadi pembekuan (Sahala dkk,

(Sahala dkk, 1985). Densitas rata-rata air laut

1985). 1.2 Tujuan Tujuan lapangan ini dari yakni, praktikum mahasiswa

adalah pt = 25. Aturan praktis yang dapat kita gunakan perubahan untuk densitas

menentukan

adalah: pt berubah dengan nilai yang sama jika T berubah 1oC, S 0,1, dan p yang sebanding dengan perubahan kedalaman 50 m. Perlu diperhatikan bahwa densitas maksimum terjadi di

mengetahui sebaran salinitas dan densitas dengan menggunakan Ocean Data View di Pulau Pahawang, Lampung Selatan.

III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada

cruise track. Analisis sebaran dari beberapa parameter dilanjutkan di Program Studi Ilmu Kelautan.

tanggal 11 November 2013 pada pukul 09.00 wib s/d 16.00 WIB. Bertempat Pahawang, di perairan Pulau Selatan.

Lampung

Praktikum ini dilakukan pada 17 stasiun dengan menggunakan pola Gambar 1. Peta lokasi dan stasiun

Universitas Sriwijaya

Jurnal praktek laut, Program Studi Ilmu Kelautan Vol. 1

3.2 Alat dan Bahan 1. CTD 2. Modul 3. Komputer 4. Software ODV

menentukan koordinat masingmasing stasiun. 2. Dalam kasus ini cruise track yang digunakan adalah pola zigzag (Gambar 3). 3. Mengatur (Setting) CTD sesuai

3.3 Cara Kerja 1. Membuat rancangan survey

kebutuhan pengamatan. 4. Pengolahan denganmenggunakan data software

lokasi pengambilan data dan

ODV (ocean data view).

IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada praktikum yang dilakukan di Pulau Pahawang ini ada dua

menunjukkan kehomogenan salinitas di perairan Pulau Pahawang ini, hanya terdapat perbedaan 0.1 ppt antar stasiunnya. Dengan nilai yang ada pada kisaran 32-34 ppt.

parameter yang dianalisis dalam jurnal kali ininyaitu, Salinitas S, Densitas . Salinitas dan temperatur merupakan 2 parameter air laut yang berhubungan, mempengaruhi merupakan karena densitas utama keduanya yang yang

factor

membangkitkan pergerakan vertikal air laut. Panas di air laut akan ditransfer ke daerah lain secara konduksi dan konveksi bersamaan dengan Densitas tidak bias kita ukur langsung dilautan, namun densitas merupakan fungsi dari suhu, salinitas dan tekanan. Densitas meningkat seiring dengan penurunan suhu dan bertambahnya kedalaman. Gambar 2. Sebaran Salinitas

pergerakan sirkulasi termohalin. Konsentrasi salinitas pada suatu daerah bisa berfluktuasi tergantung dari jauh dekat dengan muara sungai, tinggi rendahnya presipitasi (Gambar dan 5)

aktivitas

evaporasi.

Universitas Sriwijaya

Jurnal praktek laut, Program Studi Ilmu Kelautan Vol. 1

bahwa suhu dipengaruhi langsung oleh cahaya matahari. Selain dikatakan itu juga perairan dapat pulau

bahwa

pahawang tidak mengalami anomali air, karena hasil data dan pengukuran didukung dengan pernyataan dari literatur, yakni densitas mendekati Gambar 3. SebaranDensitas Rata-rata didapatkan (Gambar 3) dari yaitu densitas data yang lapangan pada DAFTAR PUSTAKA Anonim.2010. Indonesia-kepulauan .id.wikipedia.org. Diakses tanggal 6 Desember 2013 Supangat,2003. Peta Batimetri. sumiharjons09.student.ipb.ac.i d . Diakses tanggal 6 Desember 2013. Herwanto.2009. Batimetridan Kedalaman Laut. wisatawanindonesia. www.herwanto.file.wordpress. com.pdf Diakses25 November 2013. Hutabarat, Sahala, dkk. 1985. Pengantar Oseanografi. Jakarta :Penerbit UI-Press Suteja, Yulianto. 2012. Modul Praktikum Osefis - ODV. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam : Universitas Sriwijaya. 1025 kg/m3 dan salinitas normal antara 30 - 35ppt.

berada
-3

kisaran angka minimum 1021 dan maksimum 1021.8 kg/m . Menurut Herwanto (2009) Densitas air laut terletak pada kisaran 1025 kg m-3. Dengan kata lain nilai dari salinitas dan densitas pada perairan pulau pahwang masih dalam kondisi yang baik.

V KESIMPULAN Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan, dalam pengamatan ini, maka dapat disimpulkan bahwa salinitas dan densitas masih dalam kondisi yang baik, kedalaman semakin maka

bertambahnya

salinitas pun akan meningkat namun suhu akan menurun, mengingat

Universitas Sriwijaya