Anda di halaman 1dari 2

Nama NIM AK/Marga

: Ridwan Fachrudin : F34120042 : 2/GOR Padjadjaran

TEKNOLOGI PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN Pembangunan pertanian Indonesia sampai saat ini masih belum dapat diharapakan untuk menjadi penopang dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa. Negara Agraris yang sejak dulu disematkan pada Indonesia dirasa hanya sebagai sebutan belaka. Pada kenyataannya Indonesia hampir selalu megimpor komoditas pertanian dari negara lain, contohnya Thailand. Negara yang dulunya belajar pertanian di Indonesia ini sekarang menjadi negara yang sangat produktif dalam mengasilkan buah-buahan dan selalu mengekspor komoditasnya ke luar negeri. Bahkan, untuk membuat tempe yang notabene makanan khas Indonesia, pemerintah harus mengimpor ribuan ton kedelai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Negara-negara tersebut adalah China, Ukraina, Kanada, Malaysia, dan Amerika Serikat. Amerika Serikat yang bertumpu pada Industri yang bukan agraris ternyata menjadi pengekspor kedelai ke Indonesia. Masalah yang dihadapi Indonesia tidak lain adalah produktivitas dan daya tahan produk pertanian. Menurunnya tingkat produktivitas tanaman di Indonesia disebabkan adanya penurunan kualitas. Penggunaan pupuk anorganik menjadikan tanah berkurang kesuburannya dan tercemar. Pestisida berbahan kimia juga dapat mengakibatkan kepunahan serangga penyerbuk tanaman sehingga produksi tidak optimal. Penggunaan pupuk anorganik mulai marak semenjak adanya revolusi hijau. Dalam jangka pendek memang pupuk anorganik memberikan dampak positif yang cukup menjanjikan. Namun, dampak negatifnya baru muncul setelah pemakaian jangka panjang. Teknologi beyonic yang diaplikasikan dalam pupuk dapat menjadi solusi untuk mengatasi penurunan kuaitas bahan. Beyonic yang merupakan singkatan dari beyond bio-organic, adalah teknologi yang menjadikan pupuk organik sebagai pupuk penyubur tanaman sekaligus menjadi pupuk yang bisa dimanfaatkan untuk memulihkan kualitas lahan bekas penggalian tambang. Lebih lanjut, Beyonic merupakan teknologi berbasis pemanfaatan mikroorganisme guna meningkatkan produksi pertanian, memulihkan ekosistem akibat eksploitasi alam (pertambangan), menurunkan toksitas limbah beracun dan meningkatkan kesehatan tanaman. Sehingga kualitas tanah dapat diperbaiki dan produktivitas meningkat. Teknologi pasca panen agar produk dapat bertahan lama diantaranya dengan pengemasan, penambahan zat pengawet anti mikroba, dan tempat penyimpanan dengan sanitasi yang baik untuk mengurangi kehilangan hasil panen akibat jamur dan hama.

Daftar Pustaka Anonim.2012.http://pertaniansehat.com/read/2012/10/16/teknologi-beyonictingkatkan-produksi-pertanian.html.[terhubung berkala]. 20 Agustus 2013 Anonim.2012.http://pertaniansehat.com/read/2012/11/09/inovasi-teknologi-pertanianuntuk-produk-global.html.[terhubung berkala]. 20 Agustus 2013 Nurhayat Wiji.2012.http://finance.detik.com/read/2012/12/26/084013/2126579/4/2/5masalah-yang-membelit-pertanian-di-indonesia#bigpic.[terhubung berkala]. 20 Agustus 2013 Ramdhania.2012.http://finance.detik.com/read/2012/07/24/095025/1973062/4/5/indo nesia-impor-bahan-baku-tahu-tempe-dari-5-negara-ini#bigpic.[terhubung berkala]. 20 Agustus 2013

Beri Nilai