Anda di halaman 1dari 263
Menu Utama
Menu Utama

MESIN & PERALATANPENGGERAKRANGKALISTRIK

CARA MEMAKAI MANUAL INI

Buku Pedoman Reparasi ini menguraikan prosedur servis untuk sepedamotor HONDA Kirana (AND 125).

kuti petunjuk pada Jadwal Perawatan (Bab 3) untuk mempertahankan sepedamotor pada kondisi operasional puncak dan memastikan bahwa tingkat emisi sesuai dengan standard.

Adalah sangat penting untuk menjalankan perawatan gratis I dan II pada waktunya. Servis ini mengadakan penyesuaian terhadap keausan awal yang terjadi dalam masa pemakaian mula.

Bab 1 dan 3 berlaku untuk sepedamotor secara keseluruhan. Bab 2 menggambarkan prosedur untuk pelepasan/ pemasangan komponen yang mungkin diperlukan untuk menjalankan servis yang diuraikan pada bab-bab berikutnya. Bab 4 sampai dengan 17 menguraikan bagian-bagian sepedamotor yang dikelompokkan menurut lokasi.

Carilah bab yang Anda inginkan pada halaman ini, kemudian bacalah daftar isi pada halaman pertama dari bab itu.

Kebanyakan bab dimulai dengan gambar susunan atau gambar sistem, keterangan servis dan cara mencari penyebab kesukaran untuk bab itu. Halaman-halaman berikuknya memberikan prosedur servis secara mendetil.

Jika Anda tidak mengetahui sumber penyebab kesukaran, bacalah bab 19, MENCARI PENYEBAB KESUKARAN.

SEMUA KETERANGAN, GAMBAR, PETUNJUK DAN SPESIFIKASI DI DALAM PUBLIKASI INI BERDASARKAN DATA-DATA PRODUK TERAKHIR YANG TERSEDIA PADA WAKTU PERSIAPAN UNTUK PENCETAKAN.

PT ASTRA HONDA MOTOR BERHAK UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN PADA SETIAP WAKTU TANPA PEMBERITAHUAN DAN TANPA IKATAN APAPUN.

DILARANG MENGUTIP ATAU MENCETAK ULANG BAGIAN DARI PENERBITAN INI TANPA IJIN TERTULIS PENERBIT. MANUAL INI DITULIS UNTUK ORANG YANG TELAH MEMILIKI PENGETAHUAN DASAR PERAWATAN SEPEDA MOTOR HONDA.

PT Astra Honda Motor

DAFTAR ISI

KETERANGAN UMUM

BODY PANEL / SISTEM PEMBUANGAN GAS

PERAWATAN

SISTEM PELUMASAN

SISTEM BAHAN BAKAR

PENURUNAN / PEMASANGAN MESIN

KEPALA SILINDER / KLEP

SILINDER / PISTON

KOPLING / PERALATAN PEMINDAH GIGI

ALTERNATOR / KOPLING STARTER

CRANKSHAFT / TRANSMISI / KICKSTARTER

RODA DEPAN / REM / SUSPENSI / KEMUDI RODA BELAKANG / REM / SUSPENSI
RODA DEPAN / REM / SUSPENSI /
KEMUDI
RODA BELAKANG / REM /
SUSPENSI

BATERAI / SISTEM PENGISIAN

SISTEM PENGAPIAN

STARTER LISTRIK

LAMPU / METER / SAKLAR

DIAGRAM LISTRIK

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

1. KETERANGAN UMUM

KESELAMATAN KERJA PERATURAN SERVIS IDENTIFIKASI MODEL SPESIFIKASI TORSI PENGENCANGAN KUNCI PERKAKAS

1-1

TITIK-TITIK PELUMASAN & PERAPATAN PERLETAKAN KABEL & HARNESS

   

1-2

1-15

1-3

1

1-4

1-18

EMISSION CONTROL SYSTEM 1-23

1-12

KESELAMATAN KERJA

KARBON MONOKSIDA

Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk dapat melakukan sesuatu pekerjaan, pastikan bahwa tempat kerja memiliki ventilasi yang baik. Jangan sekali-kali menjalankan mesin di dalam ruangan tertutup.

Gas pembuangan mengandung gas karbon monoksida beracun yang dapat menghilangkan kesadaran dan akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Jalankan mesin di tempat terbuka atau di tempat tertutup yang mempunyai sistem pengeluaran gas pembuangan.

BENSIN

Jalankan mesin di tempat yang berventilasi baik. Jauhkan rokok, api atau percikan bunga api dari tempat kerja atau di tempat dimana bensin disimpan.

Bensin sangat mudah terbakar dan dapat meledak di bawah kondisi tertentu. JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.

KOMPONEN PANAS

Mesin dan bagian-bagian sistem pembuangan gas menjadi sangat panas dan tetap panas untuk suatu waktu setelah mesin dimatikan. Pakailah sarung tangan berisolasi atau tunggu sampai mesin dan sistem pembuangan gas telah menjadi dingin sebelum menangani bagian-bagian ini.

OLI MESIN BEKAS

Oli mesin bekas dapat menyebabkan kanker kulit jika berulangkali mengenai kulit untuk waktu lama. Walaupun ini tidak mungkin terjadi kecuali jika Anda setiap hari menangani oli bekas, tetap dianjurkan untuk mencuci tangan Anda sampai bersih dengan sabun dan air sesegera mungkin setelah menangani oli bekas. JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.

MINYAK REM

Minyak rem yang tertumpah akan merusak part-part yang dicat, terbuat dari plastik atau karet. Tutupilah part tersebut dengan lap bengkel yang bersih ketika sistem rem diservis. JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK- ANAK

GAS HIDROGEN & ELEKTROLIT BATERAI

Baterai mengeluarkan gas eksplosif; jauhkan percikan bunga api, api terbuka dan rokok. Sediakan ventilasi yang cukup sewaktu mengisi muatan listrik.

Baterai mengandung asam sulfat (elektrolit). Kontak dengan kulit atau mata dapat menyebabkan luka bakar parah. Pakailah pakaian pelindung dan pelindung muka.

- Jika elektrolit mengenai kulit Anda, bilas dengan air.

- Jika elektrolit masuk ke dalam mata Anda, bilas dengan air selama sekurangnya 15 menit dan minta bantuan dokter dengan segera.

Elektrolit beracun.

- Jika tertelan, minumlah air atau susu dalam jumlah besar dan ikuti dengan susu dari magnesia atau minyak nabati dan minta bantuan dokter. JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.

2. BODY PANEL / SISTEM PEMBUANGAN GAS

LOKASI BODY PANEL

2-0

PEGANGAN TANGAN

2-4

KETERANGAN SERVIS

2-1

RIGHT SIDE COVER

2-5

MENCARI PENYEBAB

BODY COVER

2-5

KESUKARAN

2-1

SPAKBOR DEPAN

2-7

FRONT TOP COVER

2-2

SPAKBOR BELAKANG

2-8

MAIN PIPE UPPER COVER

2-2

HANDLEBAR COVER

2-9

MAIN PIPE SIDE COVER

2-3

SISTEM PEMBUANGAN GAS

2-11

TEMPAT DUDUK

2-4

KETERANGAN SERVIS

UMUM

AWAS!

2

Sistem pembuangan yang tidak dibiarkan menjadi dingin sebelum komponen-komponen dilepaskan atau diservis, dapat mengakibatkan lukar bakar parah.

Bekerjalah di tempat dengan ventilasi baik. Merokok atau membiarkan lidah api atau percikan bunga api di tempat kerja atau di tempat di mana bensin disimpan dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.

Bab ini meliputi pelepasan dan pemasangan body panels dan sistem pembuangan gas.

Selalu ganti gasket pipa knalpot setiap kali melepaskan pipa knalpot dari mesin.

Ketika memasang sistem pembuangan gas, pasang semua pengencang pipa knalpot dengan longgar dulu. Selalu kencangkan sambungan pipa knalpot pada cylinder head dulu, kemudian baru mur-mur pemasangan yang lain. Jika mur pemasangan dikencangkan dulu, knalpot mungkin tidak dapat duduk dengan sempurna.

Selalu periksa sistem pembuangan gas terhadap kebocoran setelah pemasangan.

TORSI PENGENCANGAN

Exhaust pipe joint nut

26 N.m (2,7 kgf.m)

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

Suara knalpot yang berlebihan

Sistem pembuangan gas pecah

Ada kebocoran gas pembuangan

Unjuk kerja sepedamotor lemah

Sistem pembuangan gas berubah bentuk

Ada kebocoran gas pembuangan

Knalpot tersumbat

3. PERAWATAN

KETERANGAN SERVIS

3-1

ENGINE OIL CENTRIFUGAL

JADWAL PERAWATAN

3-3

FILTER

3-11

SALURAN BAHAN BAKAR

3-4

PUTARAN STASIONER

3-12

CARA KERJA GAS TANGAN

3-5

RANTAI RODA

3-13

CARA KERJA CUK

3-5

KEAUSAN SEPATU REM

3-16

AIR CLEANER

3-6

SISTEM REM

3-16

SEPARATE AIR FILTER

3-6

SAKLAR LAMPU REM

3-17

CRANKCASE BREATHER

3-6

ARAH SINAR LAMPU REM

3-17

BUSI

3-7

SISTEM KOPLING

3-18

RENGGANG KLEP

3-8

STANDARD SAMPING

3-18

OLI MESIN

3-10

SUSPENSI

3-18

ENGINE OIL STRAINER

MUR, BAUT, PENGENCANG

3-19

SCREEN

3-11

RODA / BAN

3-20

 

BANTALAN KEPALA KEMUDI

3-20

KETERANGAN SERVIS

UMUM

AWAS!

.

3

Bensin sangat mudah terbakar dan dapat meledak di bawah kondisi tertentu. Bekerjalah di tempat yang berventilasi baik. Merokok atau membiarkan api terbuka atau percikan bunga api di tempat kerja atau di tempat bensin disimpan dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.

Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk melakukan sesuatu pekerjaan, pastikan bahwa tempat kerja berventilasi baik. Jangan sekali-kali menjalankan mesin di tempat tertutup. Gas buang mengandung gas karbon monoksida beracun yang dapat menghilangkan kesadaran dan menyebabkan kematian. Jalankan mesin di tempat terbuka atau dengan sistem pembuangan gas knalpot di tempat kerja yang tertutup.

Letakkan sepedamotor di atas tanah mendatar sebelum memulai sesuatu pekerjaan.

SPESIFIKASI

 

BAGIAN

SPESIFIKASI

Jarak main bebas throttle grip (pegangan gas tangan)

2 – 6 mm ( 0,1 – 0,2 in )

Busi

NGK

DENSO

 

Standard

CPR6EA-9

U20EPR9

Pilihan

CPR7EA-9

U22EPR9

Jarak renggang kutub busi

0,80 – 0,90 mm ( 0,031 – 0,035 in )

PERAWATAN

RANTAI RODA

PEMERIKSAAN KEKENDORAN RANTAI RODA

AWAS!

Jangan sekali-kali memeriksa dan menyetel rantai roda sementara mesin dalam keadaan hidup.

Letakkan sepedamotor pada standard utama dan masukkan transmisi ke dalam neutral.

Lepaskan inspection hole cap (penutup lubang pemeriksaan).

Periksa kekendoran rantai roda.

KEKENDORAN RANTAI: 25 – 35 mm

PERHATIAN:

Kekendoran rantai yang berlebihan dapat merusak rangka.

PENYETELAN

Longgarkan mur poros belakang dan kedua mur pengunci.

Putar kedua mur penyetel sampai kekendoran rantai roda yang tepat telah diperoleh.

Pastikan bahwa ujung depan dari kedua penyetel segaris dengan garis petunjuk yang sama pada swingarm (lengan ayun).

Kencangkan mur poros belakang dengan torsi yang ditentukan.

TORSI: 59 N.m (6,0 kgf.m)

Kencangkan kedua mur penyetel dan mur pengunci dengan erat. Periksa kembali kekendoran rantai roda dan kebebasan perputaran roda. Setel jarak main bebas pedal rem (halaman 3-18) bila perlu.

25 – 35 mm (1.0 – 1.4 in) INSPECTION HOLE CAP
25 – 35 mm (1.0 – 1.4 in)
INSPECTION HOLE CAP
MUR POROS MUR PENGUNCI MUR PENYETEL
MUR POROS
MUR PENGUNCI
MUR PENYETEL
GARIS PETUNJUK PENYETEL
GARIS PETUNJUK
PENYETEL
MUR POROS MUR PENGUNCI MUR PENYETEL
MUR POROS
MUR PENGUNCI
MUR PENYETEL

SISTEM PELUMASAN

DIAGRAM SISTEM PELUMASAN

CAMSHAFT PISTON OIL PUMP CRANKSHAFT MAINSHAFT OIL CENTRIFUGAL FILTER COVER COUNTERSHAFT OIL STRAINER SCREEN
CAMSHAFT
PISTON
OIL PUMP
CRANKSHAFT
MAINSHAFT
OIL
CENTRIFUGAL
FILTER
COVER
COUNTERSHAFT
OIL STRAINER SCREEN

4. SISTEM PELUMASAN

DIAGRAM SISTEM PELUMASAN

4-0

POMPA OLI

4-2

KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB

4-1

RODA GIGI

KESUKARAN

4-1

PENGGERAK POMPA

4-5

KETERANGAN SERVIS

UMUM

AWAS!

4

Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk menjalankan sesuatu pekerjaan, pastikan bahwa tempat kerja berventilasi baik. Jangan sekali-kali menjalankan mesin di tempat tertutup. Gas pembuangan mengandung gas karbon monoksida beracun yang dapat menghilangkan kesadaran dan dapat menyebabkan kematian. Jalankan mesin di tempat terbuka atau di tempat tertutup dengan sistem pembuangan gas knalpot.

Oli mesin bekas dapat menyebabkan kanker kulit jika berulangkali mengenai kulit untuk waktu lama. Walaupun ini tidak mungkin terjadi kecuali jika Anda setiap hari menangani oli bekas, tetap dianjurkan untuk mencuci tangan Anda secara menyeluruh sampai bersih dengan sabun dan air sesegera mungkin setelah menangani oli bekas. JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK- ANAK.

Pompa oli dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka.

Prosedur servis di dalam bab ini harus dijalankan setelah oli mesin dikeluarkan.

Ketika melepaskan dan memasang pompa oli, berhati-hatilah agar debu atau kotoran tidak memasuki mesin.

Jika ada bagian dari pompa oli yang aus melampaui ketentuan batas servis, ganti pompa oli sebagai sebuah rakitan.

Setelah pompa oli selesai dipasang, periksa bahwa tidak ada kebocoran oli.

SPESIFIKASI BAGIAN STANDARD BATAS SERVIS Penggantian periodik 0,7 liter (0,7 US qt ) — Kapasitas
SPESIFIKASI
BAGIAN
STANDARD
BATAS SERVIS
Penggantian periodik
0,7 liter (0,7 US qt )
Kapasitas oli mesin
Pembongkaran mesin
0,9 liter (1,0 US qt )
Oli mesin yang dianjurkan
Minyak pelumas mesin 4 langkah,
klasifikasi API service SE, SF atau SG;
viskositas SAE 10W-30
Celah pada ujung rotor
0.20
Rotor pompa oli
Celah antara rotor dan rumah
0,15 – 0,21
0.26
Celah ke samping rotor pompa
0,03 – 0,09
0.15

TORSI PENGENCANGAN

Oil pump cover bolt

4,9 N.m (0,5 kgf.m)

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

Tinggi permukaan minyak mesin terlalu rendah Konsumsi oli tidak normal

Kebocoran oli di luar

Piston ring aus atau pemasangan piston ring tidak benar

Valve guide atau valve seal aus

Pengotoran oli

Tekanan oli rendah Pompa oli aus atau rusak Oli jarang diganti Roda gigi penggerak pompa oli patah Saringan oil strainer tersumbat

Ada kebocoran oli di luar

Piston ring aus atau pemasangan piston ring tidak benar

Valve guide atau seal aus

Oli jarang diganti.

SISTEM BAHAN BAKAR

SISTEM BAHAN BAKAR 5-2 5-0

5. SISTEM BAHAN BAKAR

KETERANGAN SERVIS MENCARI PENYEBAB

5-1

PERAKITAN KARBURATOR 5-6 PEMASANGAN

KESUKARAN

5-2

KARBURATOR

5-9

AIR CLEANER HOUSING

5-3

PENYETELAN AIR SCREW

5-11

PELEPASAN KARBURATOR

5-3

TANGKI BAHAN BAKAR

5-12

PEMBONGKARAN KARBURATOR

5-4

SECONDARY AIR SUPPLY SYSTEM

5-12

KETERANGAN SERVIS

UMUM

AWAS!

5

Jika mesin harus dalam keadaan hidup untuk menjalankan sesuatu pekerjaan, pastikan bahwa tempat kerja berventilasi baik. Jangan sekali-kali menjalankan mesin di tempat tertutup. Gas pembuangan mengandung gas karbon monoksida beracun yang dapat menghilangkan kesadaran dan dapat menyebabkan kematian.

Bensin sangat mudah terbakar dan dapat meledak di bawah kondisi tertentu. JAUHKAN DARI JANGKAUAN ANAK-ANAK.

Menekuk atau memlintir kabel pengontrol akan merusak kehalusan cara kerja dan dapat menyebabkan macet atau terjepitnya kabel, mengakibatkan hilangnya pengendalian atas kendaraan.

Bekerjalah di tempat berventilasi baik. Merokok atau membiarkan api atau percikan bunga api di tempat kerja atau di tempat bensin disimpan dapat menyebabkan kebakaran atau

Lihat bab 3 untuk penyetelan throttle cable (kabel gas).

Ketika membongkar bagian-bagian sistem bahan bakar, perhatikan perletakan O-ring. Ganti dengan O-ring baru sewaktu pemasangan kembali.

Sebelum membongkar karburator, letakkan tempat penampung yang cocok di bawah slang pembuangan karburator, longgarkan sekrup dan kosongkan karburator.

Setelah melepaskan karburator, bungkuslah lubang pemasukan dari mesin dengan lap bersih atau tutup dengan sepotong tape untuk mencegah masuknya benda asing ke dalam mesin.

CATATAN:

Jika sepedamotor akan disimpan untuk lebih dari sebulan, kosongkan float chamber (mangkok pelampung). Bahan bakar

yang tertinggal di dalam float chamber dapat mengakibatkan tersumbatnya spuyer, menyebabkan kesulitan menghidupkan

mesin atau pengendaraan yang kasar.

.

SPESIFIKASI

BAGIAN

SPESIFIKASI

Nomor identifikasi karburator

APBF1A

Main jet

#78A

Slow jet

#35

Pembukaan awal air screw

Lihat halaman 5-11

Float level (tinggi pelampung)

11,7 mm

Putaran stasioner mesin

1.400 ± 100 menit 1 (rpm)

Vakuum PAIR control valve yang ditentukan

63 kPa

Jarak main bebas throttle grip (putaran gas tangan)

2 – 6 mm

KUNCI PERKAKAS

Float level gauge

07401-0010000

PENURUNAN / PEMASANGAN MESIN

59 N·m (6,0 kgf·m) 12 N·m (1,2 kgf·m) 12 N·m (1,2 kgf·m)
59 N·m (6,0 kgf·m)
12 N·m (1,2 kgf·m)
12 N·m (1,2 kgf·m)

6. PENURUNAN / PEMASANGAN MESIN

KETERANGAN SERVIS

6-1

PEMASANGAN MESIN

6-4

PENURUNAN MESIN

6-2

KETERANGAN SERVIS

UMUM

Selama penurunan dan pemasangan mesin, letakkan sepedamotor di atas standard utamanya.

Topang mesin menggunakan dongkrak atau alat pendukung lain yang dapat disetel untuk mempermudah pelepasan baut gantungan mesin.

Komponen-komponen berikut dapat diservis dengan mesin terpasang pada rangka.

- Alternator/starter clutch (Bab 10)

- Kopling/peralatan pemindah gigi (Bab 9)

- Cylinder/piston (Bab 8)

- Cylinder head/valves (Bab 7)

- Pompa oli (Bab 4)

- Starter motor (Bab 16)

6

Komponen berikut memerlukan penurunan mesin untuk pekerjaan servis. - Crankshaft/transmisi/kickstarter (Bab 11)

UMUM

 

BAGIAN

SPESIFIKASI

Berat kosong mesin

Model kickstarter saja

22,3 kg

Model dengan electric starter

24,2 kg

Kapasitas oli mesin

Penggantian periodik

0,7 liter

Pada pembongkaran mesin

0,9 liter

Oli mesin yang dianjurkan

Oli mesin 4-langkah atau ekuivalen dengan klasifikasi API service SE, SF atau SG. Viskositas: SAE 10W-30

TORSI PENGENCANGAN

Engine hanger nut (mur penggantung mesin) Drive sprocket fixing plate bolt (baut pelat pemasangan sprocket) Intake manifold mounting bolt (baut pemasangan pipa pemasukan) Rear axle nut (mur poros belakang)

59 N.m (6,0 kgf.m) 12 N.m (1,2 kgf.m) 12 N.m (1,2 kgf.m) 59 N.m (6,0 kgf.m)

KEPALA SILINDER / KLEP

4.2 N·m ( 0,43 kgf·m )

8.8 N·m (0.9 kgf·m, 6.5 lbf·ft)
8.8 N·m (0.9 kgf·m, 6.5 lbf·ft)

9.8 N·m ( 1,0 kgf·m )

24 N·m (2.4 kgf·m, 17 lbf·ft)

7. KEPALA SILINDER / KLEP

KETERANGAN SERVIS

7-1

PEMERIKSAAN VALVE

MENCARI PENYEBAB

SEAT

7-11

KESUKARAN

7-2

PEMBENTUKAN KEMBALI

KOMPRESI CYLINDER

7-3

PERMUKAAN VALVE SEAT

7-12

PELEPASAN CYLINDER HEAD

7-3

PERAKITAN CYLINDER

PEMBONGKARAN CYLINDER

HEAD

7-14

HEAD

7-5

PEMASANGAN CYLINDER

PENGGANTIAN VALVE GUIDE

7-10

HEAD

7-17

KETERANGAN SERVIS

UMUM

7

Bagian ini meliputi servis dari cylnder head (kepala silinder), valves (klep), rocker arm (lengan pelatuk) dan camshaft (poros bubungan).

Pekerjaan servis cylinder head, valves, rocker arm dan camshaft dapat dijalankan dengan mesin terpasang pada rangka.

Pada waktu pembongkaran, tandai dan simpan parts yang dibongkar untuk memastikan bahwa mereka dipasang kembali pada lokasi mereka yang semula.

Bersihkan semua part yang dibongkar dengan cairan pembersih dan keringkan dengan meniup dengan udara dari kompresor sebelum pemeriksaan.

Oli pelumasan camshaft disalurkan melalui saluran oli di dalam cylinder head. Bersihkan saluran oli sebelum merakit cylinder head.

Hati-hati agar tidak merusak permukaan penyatuan ketika melepaskan cylinder head.

Unit: mm (in)

SPESIFIKASI BAGIAN STANDARD SERVICE LIMIT Kompresi cylinder 1,176 kPa (12,0 kgf/cm 2 , 171 psi)
SPESIFIKASI
BAGIAN
STANDARD
SERVICE LIMIT
Kompresi cylinder
1,176 kPa (12,0 kgf/cm 2 , 171 psi) at
600 min –1 (rpm)
Perubahan melengkung pada cylinder head
0,05
Valve (klep),valve
IN (masuk)
0,03
Jarak renggang
guide(bos klep)
klep
EX (buang)
0,03
IN (masuk)
4,975 – 4,990
4,965
D.L. valve stem
(tangkai klep)
EX (buang)
4,955 – 4,970
4,945
IN (masuk)
D.D.valve guide
5,000 – 5,012
5,03
(bos klep)
EX (buang)
5,000 – 5,012
5,03
Kerenggangan antara
stem dan guide
IN (masuk)
0,010 – 0,037
0,065
EX (buang)
0,030 – 0,057
0,085
Lebar valve seat
(dudukan klep)
1,0
1,6
IN/EX
Panjang bebas pegas klep
37,62
35,8
IN/EX
Rocker arm/shaft
( lengan / poros
pelatuk)
D.D. rocker arm
10,000 – 10,015
10,10
IN/EX
D.L. rocker armshaft
9,972 – 9,987
9,91
IN/EX
32,347 – 32,447
Camshaft (poros
IN (masuk)
31,94
bubungan)
Tinggi cam lobe
(bubungan)
EX (buang)
32,191 – 32,291
31,79

SILINDER / PISTON

SILINDER / PISTON 8-2 8-0
SILINDER / PISTON 8-2 8-0

8. CYLINDER / PISTON

KETERANGAN SERVIS

8-1

PELEPASAN PISTON

8-5

MENCARI PENYEBAB

PEMASANGAN PISTON

8-7

KESUKARAN

8-2

PERAKITAN CYLINDER

8-8

PELEPASAN CYLINDER

8-3

PEMASANGAN CYLINDER

8-9

PEMBONGKARAN CYLINDER

8-4

KETERANGAN SERVIS

UMUM

Bagian ini meliputi servis dari cylinder/piston. Pekerjaan servis ini dapat dilakukan dengan mesin dalam keadaan terpasang pada rangka.

Berhati-hatilah agar tidak merusak dinding cylinder dan piston.

Berhati-hatilah agar tidak merusak permukaan penyatuan dengan menggunakan obeng ketika melepaskan cylinder.

Ketika pembongkaran, tandai dan simpanlah part yang dibongkar untuk memastikan bahwa mereka dipasang kembali pada tempatnya semula.

Bersihkan semua part yang dibongkar dengan cairan pembersih yang bersih dan keringkan dengan udara kompresor sebelum pemeriksaan.

SPESIFIKASI

Unit: mm

8

 

BAGIAN

STANDARD

BATAS SERVICE

Cylinder

D.D.

52,405 – 52,415

52,445

Kelonjongan

0,10

Ketirusan

0,10

Perubahan melengkung

0,05

Piston,

Tanda arah pada piston

Tanda “IN” menghadapi sisi pemasukan

Piston rings

D.L. piston

52,362 – 52,400

52,292

Titik pengukuran D.L. piston

10 mm dari bagian terbawah piston

D.D. lubang piston pin

13,002 – 13,008

13,03

D.L. piston pin

12,994 – 13,000

12,98

Kerenggangan piston ke piston pin

0,002 – 0,014

0,075

Kerenggangan piston ring ke alur piston ring

Atas

0,030 – 0,065

0,10

Kedua

0,015 – 0,050

0,09

Celah pada ujung piston ring

Atas

0,10 – 0,30

0,5

Kedua

0,10 – 0,30

0,5

 

Oli (side rail)

0,20 – 0,70

1,1

Kerenggangan cylinder ke piston

 

0,005 – 0,054

0,159

D.D. kepala kecil connecting rod

 

13,016 – 13,034

13,05

Kerenggangan connecting rod ke piston pin

0,016 – 0,040

0,07

KOPLING / PERALATAN PEMINDAH GIGI

12 N·m (1,2 kgf·m) 9.8 N·m (1,0 kgf·m) 64 N·m (6,5 kgf·m) 5.2 N·m (0.53
12 N·m (1,2 kgf·m)
9.8 N·m (1,0 kgf·m)
64 N·m (6,5 kgf·m)
5.2 N·m (0.53 kgf·m)
64 N·m (6.5 kgf·m)

9. KOPLING / PERALATAN PEMINDAH GIGI

KETERANGAN SERVIS

9-1

KOPLING MANUAL

9-14

MENCARI PENYEBAB

PEMASANGAN KOPLING

9-18

KESUKARAN

9-2

PERALATAN PEMINDAH

PELEPASAN RIGHT

GIGI

9-21

CRANKCASE COVER

9-3

PEGAS KICKSTARTER

9-24

PELEPASAN KOPLING

9-5

PEMASANGAN RIGHT

KOPLING SENTRIFUGAL

9-8

CRANKCASE COVER

9-26

KETERANGAN SERVIS

UMUM

Bagian ini meliputi servis dari kopling dan peralatan pemindah gigi. Pekerjaan servis ini dapat dilakukan dengan mesin terpasang pada rangka.

Viskositas dan tinggi permukaan oli mesin mempengaruhi cara kerja kopling. Jika kopling tidak dapat dilepas atau sepedamotor merangkak maju dengan kopling dalam keadaan dilepaskan, periksa permukaan oli mesin sebelum menservis sistem kopling.

SPESIFIKASI

Unit: mm

9

 

BAGIAN

STANDARD

BATAS SERVIS

Kopling manual

Ketebalan cakram

2,5 – 2,7

2,2

Perubahan melengkung pelat

0,20

Panjang bebas pegas kopling

27,4

26,8

D.L. clutch outer guide

22,959 – 22,980

22,940

D.D. clutch outer

23,000 – 23,021

23,07

Kopling

D.D. clutch drum

104,0 – 104,2

104,3

sentrifugal

Ketebalan kanvas bandul kopling

1,5

1,0

D.D. one-way clutch drum

42,000 – 42,020

42,04

D.L. one-way clutch roller

4,990 – 5,000

4,97

D.D. primary drive gear

21,030 – 21,058

21,11

D.L. crankshaft pada primary drive gear

20,967 – 20,980

20,92

Ketebalan kanvas rem kopling

3,35

2,5

TORSI PENGENCANGAN

Shift drum stopper arm bolt Shift return spring pin Gear shift cam plate socket bolt Oil centrifugal filter cover bolt Centrifugal clutch lock nut Clutch lifter plate flange bolt Manual clutch center lock nut

12 N.m (1,2 kgf.m) 30 N.m (3,0 kgf.m) 9,8 N.m (1,0 kgf.m) 5,2 N.m (0,53 kgf.m) 64 N.m (6,5 kgf.m) 12 N.m (1,2 kgf.m) 64 N.m (6,5 kgf.m)

Oleskan cairan pengunci pada ulir Oleskan cairan pengunci pada ulir Oleskan oli mesin pada ulir

Oleskan oli mesin pada ulir

CLUTCH / GEARSHIFT LINKAGE

PERAKITAN

CLUTCH DISKS LOCK NUT 64 N·m (6.5 kgf·m, 47 lbf·ft) CLUTCH CENTER CLUTCH SPRINGS CLUTCH
CLUTCH DISKS
LOCK NUT
64
N·m (6.5 kgf·m,
47
lbf·ft)
CLUTCH CENTER
CLUTCH SPRINGS
CLUTCH PLATES
LIFTER BEARING
WASHER
COLLAR
LIFTER PLATE
12 N·m (1.2 kgf·m, 9 lbf·ft)
CLUTCH OUTER
CLUTCH OUTER
GUIDE
PRESSURE PLATE
WASHER

Oleskan disks dengan oli mesin bersih yang direkomendasikan. Pasang empat clutch disks dan tiga pelat secara berselang- seling pada clutch center diawali dengan disk. Pasang pressure plate pada clutch center dengan mentepatkan tanda-tanda penunjuk dari clutch center dan pressure plate.

CLUTCH DISKS PLATE CLUTCH PLATES
CLUTCH DISKS
PLATE
CLUTCH PLATES

CLUTCH

CENTER

PRESSURE

TEPATKAN

CLUTCH DISKS PLATE CLUTCH PLATES CLUTCH CENTER PRESSURE TEPATKAN TANDA PENUNJUK CLUTCH CENTER PRESSURE PLATE

TANDA PENUNJUK

CLUTCH CENTER

PRESSURE

CLUTCH DISKS PLATE CLUTCH PLATES CLUTCH CENTER PRESSURE TEPATKAN TANDA PENUNJUK CLUTCH CENTER PRESSURE PLATE

PLATE

ALTERNATOR / STARTER CLUTCH

ALTERNATOR / STARTER CLUTCH 64 N·m (6.5 kgf·m, 47 lbf·ft) 10-210-0

64 N·m (6.5 kgf·m, 47 lbf·ft)

10. ALTERNATOR / KOPLING STARTER

KETERANGAN SERVIS

10-1

STATOR

10-2

MENCARI PENYEBAB

FLYWHEEL

10-3

KESUKARAN

10-1

STARTER CLUTCH

10-5

PELEPASAN LEFT CRANKCASE COVER

10-2

PEMASANGAN LEFT CRANKCASE COVER

10-9

KETERANGAN SERVIS

UMUM

Bagian ini meliputi pekerjaan servis dari alternator, flywheel dan starter clutch. Semua servis dapat dilakukan dengan mesin terpasang pada rangka.

Lihat bab 14 untuk pemeriksaan alternator stator.

Lihat bab 15 untuk pemeriksaan ignition pulse generator.

TORSI PENGENCANGAN

64 N.m (6,5 kgf.m)

Baut socket pemasangan starter clutch outer 29 N.m (3,0 kgf.m)

Mur flywheel flange

Oleskan mesin pada ulir Oleskan cairan pengunci pada ulir

Baut pemasangan stator Baut pemasangan ignition pulse generator

9,8 N.m (1,0 kgf.m) 9,8 N.m (1,0 kgf.m)

KUNCI PERKAKAS

Flywheel holder

07725-0040000

Flywheel puller, 28 mm

07933-KG20000

Flywheel puller, 30 mm

07KMC-HE00100

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

Tenaga starter motor kurang

10

Roda gigi starter yang menggerakkan/digerakkan tidak bekerja dengan baik

Kopling starter tidak bekerja dengan baik

Starter berputar, tetapi mesin tidak hidup

Kopling starter tidak bekerja dengan baik

Roda gigi starter yang menggerakkan/digerakkan tidak bekerja dengan baik

CRANKSHAFT / TRANSMISI / KICKSTARTER

CRANKSHAFT / TRANSMISI / KICKSTARTER 11-2 11-0

11. CRANKSHAFT / TRANSMISI / KICKSTARTER

KETERANGAN SERVIS

11-1

CRANKSHAFT

11-4

MENCARI PENYEBAB

TRANSMISI

11-6

KESUKARAN

11-2

KICKSTARTER

11-14

PEMBELAHAN CRANKCASE

11-3

PERAKITAN CRANKCASE

11-16

KETERANGAN SERVIS

UMUM

Crankcase harus dibelah untuk dapat menservis crankshaft, transmisi dan kickstarter.

Part berikut harus dilepaskan sebelum membelah crankcase.

- Alternator/starter clutch (Bab 10)

- Starter motor (Bab 16)

- Peralatan penggerak kopling/pemindah gigi transmisi (Bab 9)

- Cylinder head (Bab 7)

- Cylinder/piston (Bab 8)

- Pompa oli (Bab 4)

- Saklar posisi roda gigi transmisi (Bab 18)

SPESIFIKASI

Unit: mm

 

BAGIAN

STANDARD

BATAS SERVIS

Crankshaft

Kerenggangan ke samping connecting rod

0,10 – 0,35

0,60

Kerenggangan radial connecting rod

 

0,008

0,05

Keolengan

 

0,10

Transmisi

D.D. roda gigi

M2,3

17,000 – 17,018

17,04

C1

18,000 – 18,018

18,04

C4

20,000 – 20,021

20,040

D.L. bushing

C1

17,966 – 17,984

17,94

D.D. bushing

C1

15,000 – 15,018

15,04

Kerenggangan roda gigi ke bushing

C1

0,016 – 0,052

0,1

D.L. mainshaft (poros utama)

M3

16,966 – 16,984

16,95

D.L. countershaft (poros lawan)

C1

14,966 – 14,984

14,95

Kerenggangan roda gigi ke shaft

M3

0,016 – 0,052

0,09

Kerenggangan bushing ke shaft

C1

0,016 – 0,052

0,09

Shift fork/

D.D. shift fork

 

10,000 – 10,018

10,07

Shift drum

Ketebalan shift fork claw

 

4,93 – 5,00

4,90

D.L. shift fork shaft

 

9,986 – 9,995

9,93

D.L. shift drum

Kiri

23,959 – 23,980

23,940

Kanan

27,959 – 27,980

27,940

D.D. shift drum journal

Kiri

22,000 – 22,033

"UNDECIDED"

Kanan

28,000 – 28,021

"UNDECIDED"

Kick starter

D.D. pinion

 

20,000 – 20,021

20,08

D.L. shaft

 

19,959 – 19,980

19,94

11

RODA DEPAN / REM / SUSPENSI / KEMUDI

25 N·m ( 2,5 kgf·m ) 25 N·m ( 2,5 kgf·m ) 59 N·m (
25 N·m ( 2,5 kgf·m )
25 N·m ( 2,5 kgf·m )
59 N·m ( 6,0 kgf·m )
25 N·m ( 2,5 kgf·m )
64 N·m ( 6,5 kgf·m )
59 N·m ( 6,0 kgf·m )

12. RODA DEPAN / REM / SUSPENSI / KEMUDI

KETERANGAN SERVIS

12-1

RODA DEPAN

12-8

MENCARI PENYEBAB

REM DEPAN

12-13

KESUKARAN

12-2

GARPU DEPAN

12-17

STANG KEMUDI

12-3

STEERING STEM

12-24

KETERANGAN SERVIS

UMUM

AWAS!

Brake drum (teromol rem) atau brake shoe (sepatu rem) yang kotor mengurangi daya pengereman. Buanglah brake shoe yang kotor dan bersihkan brake drum yang kotor dengan zat pembersih gemuk berkualitas tinggi untuk rem.

! Ketika menservis roda depan, rem depan, garpu depan atau steering stem (poros kemudi), topang sepedamotor menggunakan alat pendukung atau pakai katrol.

SPESIFIKASI

Unit: mm

BAGIAN

 

STANDARD

BATAS SERVIS

Ketebalan minimum alur telapak ban

 

Sampai ke indikator

Tekanan udara ban dingin

Pengendara saja

200

kPa ( 29 psi )

Pengendara dan

200

kPa ( 29 psi )

penumpang

 

Keolengan poros

 

0,20

Keolengan pelek roda

Radial

 

2,0

Aksial

 

2,0

Jarak lateral hub roda ke pelek

13,8 ± 1

Rem

D.D. brake drum

110,0

111,0

Ketebalan kanvas rem

3,1 – 3,4

Sampai ke indikator

Jarak main bebas handel rem

10 – 20

Fork (garpu)

Panjang bebas pegas

316,3

310,0

Arah pegas

Ujung yang tirus menghadap ke bawah

Keolengan pipa

 

0,20

Fluida garpu yang dianjurkan

Honda Ultra Cushion Oil No.10

Tinggi fluida garpu

68,5

Kapasitas fluida garpu

70,5 ± 1 cm 3

TORSI PENGENCANGAN

12

Mur steering stem Steering stem top thread Baut penjepit bottom bridge Mur handlebar holder

74 N.m (7,5 kgf.m) Lihat halaman 12-28 64 N.m (6,5 kgf.m) 59 N.m (6,0 kgf.m)

U-nut

Baut pemasangan handlebar Mur poros depan

25 N.m (2,5 kgf.m) 59 N.m (6,0 kgf.m)

U-nut

Jari-jari depan Baut/mur engsel brake lever Baut/mur front brake arm Baut front socket

2,5 N.m (0,25 kgf.m) 5,2 N.m (0,53 kgf.m) 9,8 N.m (1,0 kgf.m) 20 N.m (2,0 kgf.m)

Oleskan cairan pengunci kepada

RODA DEPAN / REM / SUSPENSI / KEMUDI

FORK

(GARPU)

PELEPASAN

- Roda depan (halaman 12-8)

- Front fender A/B (spakbor depan A/B) (halaman 2-7)

Longgarkan bottom bridge pinch bolts (baut penjepit jembatan bawah) dan lepaskan kaki garpu.

PEMBONGKARAN

Lepaskan spring seat (dudukan pegas) dan O-ring dengan melepaskan stopper ring (cincin penahan) sementara menekan spring seat dengan menggunakan sebuah pres hidrolik.

AWAS!

Spring seat berada di bawah tekanan pegas. Berhati- hatilah sewaktu melepaskannya.

Keluarkan fork spring (pegas garpu). Tuangkan keluar fluida garpu dengan memompa pipa garpu beberapa kali.

Keluarkan dust seal (sil debu).

BOLTS
BOLTS
STOPPER RING
STOPPER
RING
SPRING SEAT/O-RING
SPRING SEAT/O-RING
FORK SPRING
FORK SPRING
DUST SEAL
DUST SEAL

RODA BELAKANG / REM / SUSPENSI

25 N·m ( 2,5 kgf·m ) 39 N·m ( 4,0 kgf·m ) 25 N·m (
25 N·m ( 2,5 kgf·m )
39 N·m ( 4,0 kgf·m )
25 N·m ( 2,5 kgf·m )
59 N·m ( 6,0 kgf·m )
6.4 N·m ( 0,65 kgf·m )

13. RODA BELAKANG / REM / SUSPENSI

KETERANGAN SERVIS

13-1

REM BELAKANG

13-9

MENCARI PENYEBAB

SWINGARM

13-12

KESUKARAN

13-2

SHOCK ABSORBER

13-15

RODA BELAKANG

13-3

PEDAL REM

13-17

KETERANGAN SERVIS

UMUM

Awas!

Sebuah brake drum (teromol rem) atau brake shoe (sepatu rem) yang kotor mengurangi daya pengereman. Buanglah brake shoe kotor dan bersihkan brake drum yang kotor dengan zat pembersih gemuk berkualitas tinggi untuk rem.

Ketika menservis roda belakang, letakkan sepedamotor pada standard utama dan amankan sepedamotor dengan menggunakan dongkrak penopang atau katrol.

SPESIFIKASI

Unit: mm

BAGIAN

STANDARD

SERVIS LIMIT

Kedalam alur ban minimum

Sampai ke indikator

Tekanan udara ban dingin

Pengendara saja

225

kPa

Pengendara dan pembonceng

225

kPa

Keolengan poros

0,20

Kolengan pelek roda

Radial

2,0

Aksial

2,0

Jarak lateral hub ke pelek roda

10,0 ± 1

Rantai roda

Ukuran/sambungan

420 – 98

Kekendoran

25

– 35

Rem

D.D. brake drum

110,0

111,0

Jarak main bebas pedal rem

20

– 30

Ketebalan kanvas rem

3,1 – 3,4

Sampai ke indikator

TORSI PENGENCANGAN

Mur poros belakang Jari-jari belakang Baut stud driven sprocket Mur UBS driven sprocket Mur rear brake arm Mur swingarm pivot Baut pemasangan atas shock absorber

Mur topi pemasangan bawah shock absorber 25 N.m (2,5 kgf.m)

59 N.m (6,0 kgf.m) 3,2 N.m (0,33 kgf.m) 20 N.m (2,0 kgf.m) 32 N.m I3,3 kgf.m) 9,8 N.m (1,0 kgf.m) 39 N.m (4,0 kgf.m) 25 N.m (2,5 kgf.m)

U nut

Oleskan cairan pengunci ke ulir Oleskan oli mesin ke ulir

13

BATERAI / SISTEM PENGISIAN

SISTEM DIAGRAM

SAKLAR LAMPU BATERAI SAKLAR DIMMER LAMPU BELAKANG LAMPU BESAR ALTERNATOR REGULATOR/
SAKLAR
LAMPU
BATERAI
SAKLAR DIMMER
LAMPU
BELAKANG
LAMPU BESAR
ALTERNATOR
REGULATOR/

RECTIFIER

Bl : Black (Hitam) SEKRING 15A Bu : Biru (Biru) R G Y : Yellow
Bl
: Black
(Hitam)
SEKRING 15A
Bu : Biru
(Biru)
R G
Y
: Yellow
(Kuning)
R
: Red
(Merah)
G
: Green
(Hijau)
W
: White
(Putih)
Br
: Brown
(Coklat)
BATERAI *
* Model Kickstarter = 12V2.5AH
Model dengan Electric starter = 12V3,5AH
LIGHTING
SWITCH
Y Br
G
G
W G
W Y
R
DIMMER
SWITCH
Br
Bu
W
LAMPU
LAMPU
REGULATOR/
BELAKANG
BESAR
RECTIFIER
ALTERNATOR

SISTEM PENGAPIAN

SISTEM DIAGRAM KUNCI KONTAK COIL PENGAPIAN BUSI IGNITION PULSE BATERAI GENERATOR IGNITION CONTROL MODULE (ICM)
SISTEM DIAGRAM
KUNCI KONTAK
COIL PENGAPIAN
BUSI
IGNITION PULSE
BATERAI
GENERATOR
IGNITION CONTROL
MODULE (ICM)

KUNCI

KONTAK SEKRING 15 A R/Bl R R * Model Kickstarter = 12V 2,5AH Model dengan
KONTAK
SEKRING 15 A
R/Bl
R
R
*
Model Kickstarter
=
12V 2,5AH
Model dengan Electric starter
=
12V 3,5AH
G
BATERAI
G
G
Bu/Y
R/Bl
G
Bl/Y
Bu/Y
G
KE REGULATOR/
W
RECTIFIER
IGNITION CONTROL
MODULE (ICM)
Bl
:
Black
(Hitam)
Bu
:
Blue
(Biru)
Y
:
Yellow (Kuning)
COIL
R
:
Red
(Merah)
PENGAPIAN
G
:
Green
(Hijau)
ALTERNATOR
W
:
White
(Putih)
BUSI
IGNITION PULSE
GENERATOR

RODA BELAKANG / REM / SUSPENSI

KUNCI PERKAKAS

Spoke wrench, 4.5 x 5.1 mm

07701-0020200

Bearing remover shaft

07746-0050100

Bearing remover head, 12 mm

07746-0050300

Driver

07749-0010000

Attachment, 32 x 35 mm

07746-0010100

Attachment, 37 x 40 mm

07746-0010200

Pilot, 12 mm

07746-0040200

Pilot, 17 mm

07746-0040400

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

Roda belakang bergoyang

Pelek bengkok

Bantalan roda belakang aus

Jari-jari longgar atau berubah bentuk

Ban rusak

Mur poros tidak dikencangkan dengan benar

Bos swingarm pivot rusak

Rangka atau swingarm bengkok

Suspensi lunak

Pegas shock absorber lemah

Tekanan udara ban terlalu rendah

Suspensi keras

Bos swingarm pivot rusak

Swingarm pivot bengkok

Tekanan udara ban terlalu tinggi

Damper unit bengkok

Penyetelan suspensi tidak benar

Menarik ke satu sisi atau tidak berjalan lurus Poros belakang bengkok Penyetelan poros/rantai roda tidak sama pada kedua sisi

Daya pengereman lemah Rem tidak disetel dengan benar Kanvas rem aus

Kanvas rem kotor

Brake cam aus Brake drum aus Pemasangan brake arm tidak benar

Brake shoes aus pada permukaan kontak cam

STARTER LISTRIK

SISTEM DIAGRAM

TOMBOL STARTER KUNCI KONTAK STARTER RELAY SWITCH BATERAI STARTER MOTOR
TOMBOL STARTER
KUNCI KONTAK
STARTER RELAY SWITCH
BATERAI
STARTER MOTOR

SEKRING

15A

KUNCI

KONTAK

R G R BATERAI 12V 3,5AH R STARTER MOTOR R R/W G R/Bl TOMBOL STARTER
R
G
R
BATERAI
12V 3,5AH
R
STARTER MOTOR
R
R/W
G
R/Bl
TOMBOL STARTER
Bl
Y/R
G
SEKRING
STARTER RELAY
10A
SWITCH
Bl
: Black
(Hitam)
W
: White (Putih)
Y
: Yellow (Kuning)
R
: Red
(Merah)
G
: Green (Hijau)

16. STARTER LISTRIK

DIAGRAM SISTEM

16-0

STARTER MOTOR

16-4

KETERANGAN SERVIS

16-1

STARTER RELAY SWITCH

16-10

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

16-2

KETERANGAN SERVIS

UMUM

Awas!

Selalu putar kunci kontak ke posisi OFF sebelum menservis starter motor. Motor dapat tiba-tiba hidup, mengakibatkan luka parah.

Starter motor dapat diservis dengan mesin dalam keadaan terpasang pada rangka.

Ketika memeriksa sistem starter, selalu ikuti langkah-langkah pada diagram arus pencarian penyebab kesukaran (halaman 16-2).

Sebuah baterai lemah mungkin tidak akan sanggup memutar starter motor dengan cukup cepat, atau memasok arus pengapian yang mencukupi.

Jika arus listrik mengalir terus melalui starter motor untuk memutarnya sementara mesin tidak berputar, starter motor dapat rusak.

Lihat halaman 10-5 mengenai pekerjaan menservis starter clutch.

Lihat bab 17 untuk komponen berikut:

Kunci kontak

-

-

Starter switch

SPESIFIKASI

Unit: mm

BAGIAN

STANDARD

BATAS SERVIS

Panjang sikat starter motor

6,7 – 7,7

3,5

16

LAMPU / METER / SAKLAR

BOLA LAMPU

SEIN DEPAN

SAKLAR LAMPU REM DEPAN RELAY LAMPU SAKLAR LAMPU SEIN BESAR BOLA LAMPU BESAR TOMBOL BOLA
SAKLAR LAMPU
REM DEPAN
RELAY LAMPU
SAKLAR LAMPU
SEIN
BESAR
BOLA LAMPU BESAR
TOMBOL
BOLA LAMPU
STARTER
SEIN BELAKANG
DIMMER SWITCH
FUEL UNIT
KUNCI KONTAK
BOLA LAMPU
BELAKANG /
SAKLAR LAMPU
REM
SEIN
TOMBOL KLAKSON
KLAKSON
SAKLAR POSISI
SAKLAR LAMPU
RODA GIGI
SEIN BELAKANG

17. LAMPU / METER / SAKLAR

KETERANGAN SERVIS

17-1

SAKLAR-SAKLAR STANG

MENCARI PENYEBAB

KEMUDI

17-6

KESUKARAN

17-1

SAKLAR LAMPU REM

17-7

LAMPU BESAR/LAMPU SEIN DEPAN

17-2

SAKLAR INDIKATOR POSISI RODA GIGI

17-7

LAMPU KOMBINASI

FUEL METER/FUEL UNIT

17-10

BELAKANG

17-2

KLAKSON

17-11

SPEEDOMETER

17-3

RELAY LAMPU SEIN

17-12

KUNCI KONTAK

17-5

KETERANGAN SERVIS

UMUM

Periksa kondisi baterai sebelum menjalankan sesuatu pemeriksaan yang memerlukan voltase baterai yang penuh.

Sebuah test kontinuitas dapat dilakukan dengan saklar-saklar dalam keadaan terpasang pada sepeda-motor.

Kode warna berikut dipakai di dalam bab ini.

Bu = Blue (Biru) Gr = Gray (Abu-abu) Lb = Light Blue (Biru Muda)

SPESIFIKASI

Lg = Light Green (Hijau Muda) O = Orange (Jingga) Y = Yellow (Kuning)

R = Red (Merah) W = White (Putih)

Bl

= Black (Hitam)

Br = Brown (Coklat)

 

ITEM

SPECIFICATIONS

Bola lampu

Lampu besar (Sinar jauh/dekat)

12

V – 32/32 W

Lampu rem/lampu belakang

 

12 V – 18/5 W

Lampu sein depan

12

V – 10 W x 2

Lampu sein belakang

12

V – 10 W x 2

Lampu penerangan meter

12

V – 1,7 W x 2

Indikator lampu sein

 

12V – 3,4 W x 2

Indikator lampu jauh

 

12

V – 1,7 W

Indikator posisi roda gigi transmisi

12

V – 1,7 W x 4

Indikator neutral

 

12

v – 1,7 W

Sekring

Utama

 

15

A

Tambahan

 

10

A

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

Lampu besar tidak menyala atau bola lampu seringkali putus sewaktu mesin hidup

Saklar lampu dan/atau dimmer rusak

Bola lampu rusak

Regulator/rectifier rusak (Bab 14)

Konektor longgar atau tersambung dengan buruk

Arah sinar lampu besar tidak berpindah ketika saklar dimmer dijalankan Bola lampu terbakar Saklar dimmer rusak Konektor longgar atau tersambung dengan buruk

17

DIAGRAM LISTRIK

MODEL:STARTERELECTRIC
MODEL:STARTERELECTRIC

19. MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

MESIN TIDAK DAPAT HIDUP PRESTASI MESIN BURUK PADA

ATAU SULIT DIHIDUPKAN 19-1

KECEPATAN TINGGI

19-4

MESIN KEKURANGAN TENAGA 19-2 PRESTASI MESIN BURUK PADA KECEPATAN RENDAH DAN PUTARAN STASIONER 19-3

PENGENDALIAN BURUK

19-4

MESIN TIDAK DAPAT HIDUP ATAU SULIT DIHIDUPKAN

Kemungkinan penyebab

1. Periksa aliran bahan bakar ke karburator

Tidak mencapai

·

Saluran dan saringan bahan bakar tersumbat

karburator

Mencapai karburator

·

Lubang pernapasan tangki bahan bakar tersumbat

2. Jalankan test busi

Percikan bunga api lemah atau tidak ada

·

Busi tidak bekerja dgn baik Busi kotor Ignition control module rusak

Kabel busi putus atau korslet Kunci kontak rusak

·

·

 

·

Percikan bunga api bagus

·

·

Ignition pulse generator rusak

·

Kabel sistem pengapian longgar atau terlepas

3. Lepaskan dan periksa busi

Busi basah

·

Karburator banjir

 

·

Cuk pada posisi ON Throttle valve terbuka

Baik

·

·

Saringan udara kotor

4. Hidupkan mesin dengan prosedur normal

Mesin hidup tapi mati lagi

·

Cuk tidak bekerja dengan baik Penyetelan karburator tidak benar

Intake pipe bocor Waktu pengapian tidak benar (Ignition coil atau ignition pulse generator rusak)

Bahan bakar kotor

·

 

·

Mesin tidak hidup

·

·

5. Test kompresi cylinder

Kompresi rendah

·

Jarak renggang klep terlalu kecil

 

·

Klep terbuka terus

·

Cylinder dan piston ring aus

·

Cylinder head gasket rusak

·

Klep macet

·

Pengaturan waktu pembukaan klep tidak benar

19

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

MESIN KEKURANGAN TENAGA

1. Naikkan roda terlepas tanah dan putar dengan tangan

Roda tidak berputar dengan bebas

Roda berputar dengan bebas

2. Periksa tekanan udara ban

Tekanan rendah

Tekanan normal

3. Berakselerasi cepat dari gigi satu ke gigi dua

Putaran mesin tidak berubah ketika kope- ling dilepaskan

Putaran mesin tidak bertambah

Putaran mesin berkurang ketika kopeling dilepaskan

4. Berakselerasi dengan ringan

Putaran mesin bertambah

5. Periksa waktu pengapian

Tidak benar

Tidak benar

Tidak benar

Benar

6. Test kompresi cylinder

Normal

7. Periksa karburator terhadap penyumbatan

Tidak tersumbat 8. Lepaskan busi Kotor atau berubah warna Tidak kotor atau berubah warna 9.
Tidak tersumbat
8. Lepaskan busi
Kotor atau berubah
warna
Tidak kotor atau berubah warna
9. Periksa tinggi permukaan oli
dan keadaannya
Tidak benar
Benar
10. Lepaskan cylinder head cover
dan periksa pelumasan
Peralatan penggerak
klep tidak dilumasi
dengan benar

Peralatan penggerak klep dilumasi dengan benar

Kemungkinan penyebab

·

Rem menyangkut

·

Bantalan roda aus atau rusak

·

Ventil ban bocor

·

Ban bocor

·

·

Kopeling slip Clutch discs/plates aus

·

Pegas kopeling lemah

·

Ada additive dalam oli mesin

·

·

Cuk pada posisi ON Saringan udara tersumbat

·

Aliran bahan bakar tertahan

·

Knalpot tersumbat

·

Slang pernapasan tangki bahan bakar terjepit

·

Ignition control module rusak

·

Ignition pulse generator rusak

·

Klep macet terbuka

·

Cylinder dan piston rings aus

·

Cylinder head gasket bocor

·

Pengaturan waktu pembukaan klep tidak benar

·

Karburator kurang sering diservis

·

·

Busi kurang sering diservis Busi dari derajat panas yang

·

salah

·

Permukaan oli terlalu tinggi Permukaan oli terlalu rendah

·

Oli kotor

·

·

Saluran oli tersumbat Lubang pengaturan oli tersumbat

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

11. Periksa apakah mesin panas berlebihan

Panas berlebihan

·

Campuran bahan-bakar/udara terlalu miskin

 

·

Penggunaan bahan bakar dari kualitas kurang baik Kerak karbon berlebihan pada ruang pembakaran

Kopeling slip

Tidak panas berlebihan

·

·

·

Waktu pengapian terlalu maju

12. Coba berakselerasi dengan cepat atau jalan pada kecepatan tinggi

Mesin mengelitik

·

Cylinder atau piston aus Penggunaan bahan bakar dari jenis yang tidak sesuai

Kerak karbon berlebihan pada ruang pembakaran Waktu pengapian terlalu maju

·

·

Mesin tidak mengelitik

·

·

Campuran bahan-bakar/udara terlalu miskin

PRESTASI BURUK PADA PUTARAN MESIN RENDAH DAN PUTARAN STASIONER

1. Periksa penyetelan air screw karburator Tidak benar Benar 2. Periksa terhadap kebocoran pada intake
1. Periksa penyetelan air screw
karburator
Tidak benar
Benar
2. Periksa terhadap kebocoran
pada intake pipe
Bocor
Tidak bocor
3. Jalankan test busi
Percikan bunga api
lemah atau terputus-
putus
Percikan bunga api bagus
4. Periksa waktu pengapian
Tidak benar

Percikan bunga api bagus

Kemungkinan penyebab

·

Lihat bab 5

·

·

Klem insulator longgar Intake pipe gasket memburuk

·

Insulator O-ring memburuk

·

·

Busi ada karbon atau basah dan tidak bekerja dengan baik Ignition control module rusak

·

Ignition coil rusak

·

Alternator rusak

·

Kabel busi putus atau korslet

·

Ignition pulse generator rusak

·

Kunci kontak rusak

·

Kabel sistem pengapian longgar atau terlepas

·

Waktu pengapian tidak benar (ignition control module rusak)

MENCARI PENYEBAB KESUKARAN

PRESTASI BURUK PADA KECEPATAN TINGGI

1. Lepaskan slang bahan bakar pada karburator dan periksa aliran bahan bakar

Aliran bahan bakar terhambat

Bahan bakar mengalir bebas

2. Lepaskan karburator dan periksa terhadap penyumbatan

Tersumbat Tidak benar
Tersumbat
Tidak benar

Tidak tersumbat

3. Periksa waktu pengapian

Benar

PENGENDALIAN BURUK

1. Jika kemudi terasa berat

2. Jika salah satu roda bergoyang

3. Jika sepedamotor tertarik ke satu sisi

Kemungkinan penyebab

·

Saluran dan saringan bahan

·

bakar tersumbat Pernapasan tangki bahan

·

bakar tersumbat Filter bahan bakar tersumbat

·

Bersihkan

·

Ignition control module rusak

·

Ignition pulse generator rusak

Kemungkinan penyebab

·

Steering stem adjusting nut terlalu kencang

·

Bantalan steering head rusak

·

Kelonggaran berlebihan pada bantalan roda

·

Pelek bengkok

·

Wheel hub salah pasang

·

Swingarm pivot bushing aus berlebihan

·

Rangka bengkok

·

Sokbreker tidak bekerja dengan baik

·

Roda depan dan belakang tidak segaris

·

Garpu bengkok

·

Swingarm bengkok

·

Poros bengkok

LAMPU / METER / SAKLAR

LAMPU BESAR / LAMPU SEIN DEPAN

PENGGANTIAN BOLA LAMPU BESAR

Lepaskan handlebar front cover (penutup depan stang kemudi) (halaman 2-9). Sementara sedikit menekan bulb socket (tempat pemasangan bola lampu), putar berlawanan arah jarum jam dan lepaskan. Lepaskan bola lampu besar. Pasang bola lampu baru dengan mentepatkan tonjolannya dengan alur pada susunan lampu besar. Pasang bulb socket.

Pasang handlebar front cover (halaman 2-9).

PENGGANTIAN BOLA LAMPU SEIN DEPAN

Lepaskan handlebar front cover (page 2-9).

Putar bulb socket berlawanan arah jarum jam dan lepaskan.

Lepaskan bola lampu sein dan ganti dengan yang baru.

Pasang handlebar front cover (halaman 2-9).

LAMPU KOMBINASI BELAKANG

PENGGANTIAN BOLA LAMPU SEIN BELAKANG

Lepaskan sekrup-sekrup dan lensa lampu kombinasi.

Lepaskan bola lampu sein dan ganti dengan yang baru.

Pasang lensa lampu kombinasi.

PENGGANTIAN BOLA LAMPU REM / LAMPU BELAKANG

Lepaskan sekrup-sekrup dan lensa lampu kombinasi.

Sementara sedikit mendorong bola lampu, putar berlawanan arah jarum jam dan lepaskan dari susunan lampu kombinasi. Ganti dengan yang baru.

Pasang lensa lampu kombinasi.

BOLA LAMPU BULB SOCKET
BOLA LAMPU
BULB SOCKET
BOLA LAMPU
BOLA LAMPU
LENSA LAMPU KOMBINASI BOLA LAMPU SEKRUP-SEKRUP
LENSA LAMPU KOMBINASI
BOLA LAMPU
SEKRUP-SEKRUP
LENSA LAMPU KOMBINASI BOLA LAMPU SEKRUP-SEKRUP
LENSA LAMPU KOMBINASI
BOLA LAMPU
SEKRUP-SEKRUP

LAMPU / METER / SAKLAR

SPEEDOMETER

PELEPASAN

Lepaskan handlebar rear cover (penutup belakang stang kemudi) (halaman 2-10). Lepaskan konektor masing-masing saklar stang kemudi.

Lepaskan kedua sekrup dan susunan speedometer.

PENGGANTIAN BOLA LAMPU

Tarik bulb socket bola lampu indikator dan bola lampu penerangan instrumen keluar dari speedometer. Lepaskan bola lampu dari socket dan ganti dengan yang baru.

PEMBONGKARAN

Lepaskan bola lampu indikator dan penerangan instrumen. Lepaskan sekrup-sekrup. Lepaskan turn signal relay (relay lampu sein) dari pegangannya.

Lepaskan kaitan pada keempat tabs (tonjolan) penahan dan lepaskan upper case (kotak atas) dari under case (kotak bawah).

SEKRUP-SEKRUP

SEKRUP-SEKRUP KONEKTOR-KONEKTOR

KONEKTOR-KONEKTOR

BULB SOCKET BOLA LAMPU
BULB SOCKET
BOLA LAMPU

TURN SIGNAL RELAY

SEKRUP-SEKRUP
SEKRUP-SEKRUP
TONJOLAN
TONJOLAN

LAMPU / METER / SAKLAR

PERAKITAN

LAMPU / METER / SAKLAR PERAKITAN SPEEDOMETER PANEL UPPER CASE UNDER CASE SEKRUP Rakit speedometer dalam

SPEEDOMETER PANEL

UPPER CASE

UNDER CASE SEKRUP
UNDER CASE
SEKRUP

Rakit speedometer dalam urutan terbalik dari pembongkaran.

PEMASANGAN

Pasang speedometer dan kencangkan sekrup-sekrup dengan erat. Sambungkan konektor dari masing-masing saklar stang kemudi.

Pasang handlebar front cover (penutup depan stang kemudi) dan handlebar rear cover (penutup belakang stang kemudi) (halaman 2-10).

CATATAN:

Tempatkan kabel speedometer dengan benar (halaman 1-18).

SEKRUP-SEKRUP KONEKTOR
SEKRUP-SEKRUP
KONEKTOR

LAMPU / METER / SAKLAR

KUNCI KONTAK

PEMERIKSAAN

Lepaskan front top cover (penutup depan atas) (halaman 2-9).

Lepaskan konektor 3P kunci kontak.

Periksa terhadap kontinuitas antara terminal-terminal kabel dari konektor kunci kontak pada masing-masing posisi kunci kontak. Harus ada kontinuitas antara kabel-kabel dengan kode warna sebagai berikut:

KUNCI KONTAK BAT BAT1 ON OFF LOCK WARNA R R/BI
KUNCI KONTAK
BAT
BAT1
ON
OFF
LOCK
WARNA
R R/BI

PELEPASAN / PEMASANGAN

Lepaskan steering stem (poros kemudi) (halaman 12-25).

Lepaskan konektor 3P kunci kontak. Lepaskan kedua sekrup dan kunci kontak.

Pemasangan adalah dalam urutan terbalik dari pelepasan.

KONEKTOR 3P
KONEKTOR 3P
KUNCI KONTAK
KUNCI KONTAK
KUNCI KONTAK SEKRUP-SEKRUP KONEKTOR KABEL
KUNCI KONTAK
SEKRUP-SEKRUP
KONEKTOR KABEL

LAMPU / METER / SAKLAR

SAKLAR-SAKLAR STANG KEMUDI

Lepaskan handlebar front cover (penutup depan stang kemudi) (halaman 2-9). Lepaskan konektor saklar stang kemudi dari handlebar front cover.

Periksa terhadap kontinuitas antara terminal-terminal kabel dari konektor stang kemudi. Harus ada kontinuitas antara terminal kabel dengan kode warna sebagai berikut:

SAKLAR STANG KEMUDI KANAN:

TOMBOL STARTER (model dengan electric starter)

ST E BEBAS TEKAN WARNA G Y/R
ST
E
BEBAS
TEKAN
WARNA
G
Y/R

SAKLAR LAMPU

C1 TL • (N) H WARNA Y Br
C1
TL
(N)
H
WARNA
Y
Br

SAKLAR STANG KEMUDI KIRI:

SAKLAR DIMMER (HL) Lo Hi Lo (N) Hi WARNA Br W Bu
SAKLAR DIMMER
(HL)
Lo
Hi
Lo
(N)
Hi
WARNA
Br
W Bu

SAKLAR LAMPU SEIN

TOMBOL KLAKSON

WR W WL Ho BAT R BEBAS N TEKAN L WARNA Lg BI WARNA Lb
WR
W
WL
Ho
BAT
R
BEBAS
N
TEKAN
L
WARNA
Lg
BI
WARNA
Lb
Gr
O
SAKLAR LAMPU TOMBOL STARTER (model dengan electric starter)
SAKLAR LAMPU
TOMBOL STARTER
(model dengan electric starter)
SAKLAR DIMMER SAKLAR LAMPU SEIN
SAKLAR DIMMER
SAKLAR LAMPU SEIN

TOMBOL KLAKSON

LAMPU / METER / SAKLAR

SAKLAR LAMPU REM

DEPAN

Lepaskan handlebar front cover (penutup depan stang kemudi) (halaman 2-9).

Lepaskan konektor kabel saklar lampu rem depan dan periksa terhadap kontinuitas antara terminal saklar.

Harus ada kontinuitas ketika handel rem ditarik, dan tidak boleh ada kontinuitas ketika handel rem dilepaskan.

BELAKANG

Lepaskan body cover (halaman 2-5).

Lepaskan konektor 2P saklar lampu rem belakang dan periksa terhadap kontinuitas antara terminal-terminal saklar.

Harus ada kontinuitas dengan pedal rem ditekan, dan tidak boleh ada kontinuitas ketika pedal rem dilepaskan.

GEAR POSITION INDICATOR/SWITCH

(SAKLAR/INDIKATOR POSISI RODA GIGI TRANSMISI)

PEMERIKSAAN SISTEM

Putar kunci kontak ke posisi “ON”, dan oper transmisi. Periksa lampu indikator posisi roda gigi pada masing-masing posisi roda gigi transmisi. Jika indikator posisi roda gigi tidak menyala, periksa gear position switch (saklar posisi roda gigi) dengan prosedur berikut.

Lepaskan body cover (halaman 2-5).

Lepaskan konektor 6P gear position switch.

Lepaskan body cover (halaman 2-5). Lepaskan konektor 6P gear position switch. INDIKATOR POSISI RODA GIGI KONEKTOR
Lepaskan body cover (halaman 2-5). Lepaskan konektor 6P gear position switch. INDIKATOR POSISI RODA GIGI KONEKTOR
INDIKATOR POSISI RODA GIGI
INDIKATOR POSISI RODA GIGI
KONEKTOR 6P
KONEKTOR 6P

LAMPU / METER / SAKLAR

Periksa terhadap kontinuitas antara terminal-terminal dan massa badan.

CATATAN:

Harus ada kontinuitas antara terminal kabel dengan kode warna sebagai berikut ketika transmisi pada gigi yang bersangkutan. Dianjurkan untuk menjalankan 30 kali test untuk memeriksa switch dengan benar. Pastikan bahwa rangkaian dengan kontinuitas dan tanpa kontinuitas adalah benar.

GEAR POSITION SWITCH

RODA

MASSA

Y/R

Lg/R

BI/Bu

W/Bu

P

GIGI

1

 
1          
1          
       

1

2

3

4

5

6

N

 
N          
 
N          
     
   
 

7

8

9

10

11

12

2

 
2          
   
2          
   

13

14

15

16

17

18

3

 
3          
     
3          
 

19

20

21

22

23

24

4

 
4          
       
4          

25

26

27

28

29

30

PELEPASAN

Lepaskan left crankcase rear cover (penutup belakang bak mesin kiri) (halaman 6-3).

Lepaskan konektor 6P gear position switch (saklar posisi roda gigi transmisi). Lepaskan baut-baut dan gear position switch.

Lepaskan contact switch cap (topi penutup kontak saklar) dan pegas dari shift drum (teromol pemindah gigi). Periksa contact switch cap dan spring (pegas) terhadap keausan atau kerusakan. Jika perlu, ganti dengan yang baru.

PERHATIAN:

Jangan menekuk atau mengetuk contact switch cap ketika memasangnya. Menekuk contact switch cap dengan paksa atau meremukkan titik kontak akan menyebabkan sambungan listrik yang buruk.

Periksa gear position switch terhadap keausan atau kerusakan.

Jika perlu, ganti baru.

GEAR POSITION SWITCH 6P CONNECTOR
GEAR POSITION SWITCH 6P CONNECTOR
GEAR POSITION SWITCH KONEKTOR 6P BAUT-BAUT
GEAR POSITION SWITCH
KONEKTOR 6P
BAUT-BAUT
CAP/SPRING
CAP/SPRING
GEAR POSITION SWITCH
GEAR POSITION SWITCH

LAMPU / METER / SAKLAR

PEMASANGAN

Pasang pegas dan contact switch cap pada shift drum.

Oleskan oli mesin bersih kepada sebuah O-ring baru dan pasang pada alur dari gear position switch.

Pasang gear position switch pada crankcase.

Pasang dan kencangkan baut-baut, kemudian tempatkan kabel switch pada gear position switch tab (tonjolan pada saklar posisi roda gigi transmisi). Sambungkan konektor 6P gear position switch.

Pasang part-part yang dilepaskan dalam urutan terbalik dari pelepasan.

PEGAS CAP
PEGAS
CAP
GEAR POSITION SWITCH O-RING
GEAR POSITION SWITCH
O-RING
TONJOLAN BAUT-BAUT KONEKTOR 6P
TONJOLAN
BAUT-BAUT
KONEKTOR 6P

LAMPU / METER / SAKLAR

FUEL METER / FUEL UNIT

PELEPASAN FUEL UNIT

Buka tempat duduk (halaman 2-4). Lepaskan kabel dari klem dan lepaskan konektor 3P fuel unit. Putar fuel unit holder plate (pelat pegangan fuel unit) searah jarum jam dengan tang lancip dan lepaskan fuel unit holder plate dan O-ring. Lepaskan fuel unit.

PERHATIAN:

Hati-hati agar tidak merusak float arm (lengan pelampung).

PEMERIKSAAN FUEL UNIT

Ukur tahanan antara terminal-terminal sebagai berikut:

PENUH KOSONG Hijau - Kuning/Putih 566 Ohm 33 Ohm Hijau - Biru/Putih 33 Ohm 566
PENUH
KOSONG
Hijau - Kuning/Putih
566
Ohm
33 Ohm
Hijau - Biru/Putih
33 Ohm
566
Ohm
Kuning/Putih - Biru/Putih
600
Ohm
600
Ohm

PEMERIKSAAN FUEL METER

Sambungkan konektor 3P fuel unit. Putar kunci kontak ke posisi ON dan gerakkan float (pelampung) dari posisi kosong ke penuh untuk memeriksa penunjukan fuel meter.

Jika fuel meter tidak menunjuk dengan benar, periksa terhadap rangkaian terbuka atau hubungan singkat pada wire harness. Jika wire harness adalah normal, ganti panel meter.

HOLDER PLATE KLEM KONEKTOR 3P
HOLDER PLATE
KLEM
KONEKTOR 3P
L/W Y/W FUEL UNIT G KONEKTOR 2P PENUH KOSONG
L/W
Y/W
FUEL UNIT
G
KONEKTOR 2P
PENUH
KOSONG
FUEL UNIT FUEL METER
FUEL UNIT
FUEL METER

LAMPU / METER / SAKLAR

PEMASANGAN

Pasang sebuah O-ring baru. Pasang fuel unit pada fuel tank (tangki bahan bakar).

Pasang fuel unit holder plate (pelat pemegang fuel unit). Sambungkan konektor 3P fuel unit dan klem kabel.

Tutup tempat duduk.

KLAKSON

PEMERIKSAAN

Lepaskan front top cover (penutup atas depan) (halaman 2-2).

Lepaskan konektor kabel dari klakson.

Sambungkan baterai ke terminal klakson.

Klakson adalah normal jika ia berbunyi ketika baterai tersambung antara terminal-terminal klakson.

PELEPASAN

Lepaskan front top cover (halaman 2-2).

Lepaskan konaktor-konektor kabel. Lepaskan baut, washer dan klakson.

PEMASANGAN

Pasang klakson dengan mentepatkan lubangnya dengan tonjolan dari stay (pegangan). Pasang washer dan baut. Kencangkan baut.

Pasang front top cover (halaman 2-2).

FUEL UNIT O-RING
FUEL UNIT
O-RING
HOLDER PLATE KLEM KONEKTOR 3P
HOLDER PLATE
KLEM
KONEKTOR 3P
BAUT/WASHER KONEKTOR TERMINAL-TERMINAL TEPATKAN
BAUT/WASHER
KONEKTOR
TERMINAL-TERMINAL
TEPATKAN

LAMPU / METER / SAKLAR

TURN SIGNAL RELAY

(RELAY LAMPU SEIN)