Anda di halaman 1dari 33

PERTEMUAN 1

1.1. Ruang Lingkup Ekonomi Makro Suatu ilmu yang mempelajari permasalahan ekonomi secara umum/keseluruhan/agregat dimana pemecahan masalah-masalah perekonomian tersebut perlu adanya campur tangan pemerintah Ilmu Ekonomi dibedakan menjadi: Ekonomi deskriptif, Mengumpulkan keterangan-keterangan faktual yang relevan mengenai sesuatu masalah ekonomi. Teori ekonomi, eori ekonomi tugas utamanya menyusun model analisis ekonomi untuk menerangkan secara umum perilaku sistem ekonomi. Ekonomi terapan, Menggunakan hasil-hasil pemikiran yang terkumpul dalam teori ekonomi untuk menerangkan keterangan-keterangan yang dikumpulkan oleh ekonomi deskriptif. Ekonomi Makro menerangkan : !"# $agaimana segi permintan dan pena%aran menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian !&# Masalah utama yang selalu dihadapi setiap perekonomian !'# (eranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi 1.2. Masalah Ekonomi Makro Jangka Pendek dan Jangka Panjang Masalah ekonomi makro jangka pendek) yaitu : ". Inflasi adalah suatu kondisi dimana terdapat kecenderungan kenaikan harga secara terus menerus. *an perlu diketahui juga bah%a Inflasi merupakan masalah karena tiga !'# alasan) yaitu : Mengakibatkan redistribusi pendapatan di antara anggota masyarakat
1

Menyebabkan penurunan efisiensi Menyebabkan perubahan output dan kesempatan kerja dalam masyarakat

&. (engangguran terjadi karena jumlah angkatan kerja melebihi tingkat peluang kerja yang tersedia. $erdasarkan tingkat pengangguran) dapat diketahui apakah perekonomian berada pada tingkat kesempatan kerja penuh !full employment# atau tidak. '. +etimpangan neraca pembayaran ,eraca pembayaran adalah neraca yang memuat ikhtisar dari segala transaksi yang terjadi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka %aktu tertentu. . Ekonomi makro juga memiliki permasalahan jangka panjang menyangkut persoalan pertumbuhan di bidang ekonomi. (ada dasarnya menyangkut : +eserasian antara pertumbuhan penduduk) (ertambahan kapasitas produksi) ersedianya dana untuk investasi

1.3. Peran dan ungsi Pemerin!ah di "idang Ekonomi ". -ungsi stabilisasi) yaitu fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan ekonomi) sosial politik) hokum) pertahanan dan keamanan. &. -ungsi alokasi) yaitu fungsi pemerintah sebagai penyedia barang dan jasa public) seperti pembangunan jalan raya) gedung sekolah) penyediaan fasilitas penerangan) dan telepon. '. -ungsi distribusi) yaitu fungsi pemerintah dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat. 1.#. Tujuan $an %ns!rumen $alam Ekonomi Makro ". ujuan

.da empat bidang pokok yang menjadi perhatian agar prestasi ekonomi terjamin baik) yaitu bidang output) kesempatan kerja) harga dan perdagangan luar negeri. a. &u!pu!. ". olok ukur keberhasilan ekonomi adalah kemampuan suatu negara untuk menghasilkan output berupa barang dan jasa dalam jumlah besar serta pertumbuhannya cepat. &. Salah satu tolok ukur output yang menyeluruh adalah (roduk ,asional $ruto atau Gross National Product !/,(#. /,( merupakan nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam satu tahun tertentu. '. /,( dapat dihitung menurut harga berlaku yang disebut sebagai /,( nominal dan menurut harga konstan yang disebut sebagai /,( riel. 0. Output potensial tingkat /,( riel yang terjadi pada tingkat pengangguran alamiah !tingkat pengangguran sebesar 1 2#. 3. (erbedaan antara output potensial dengan output sesungguhnya disebut /,( gap. b. 'esempa!an 'erja ujuan makroekonomi yang kedua adalah tingkat kesempatan kerja yang tinggi atau tingkat pengangguran yang rendah. c. (!a)ili!as *arga ". ujuan pokok makroekonomi yang ketiga adalah menjaga stabilitas harga melalui pasar bebas. 4ang dimaksud dengan stabilitas harga adalah harga tidak naik/turun terlalu tajam atau laju inflasi mendekati nol. &. 5ara yang umum digunakan untuk mengukur tingkat harga keseluruhan adalah indeks harga konsumen !I6+# atau consumer price index !5(I#. d. 'e)ijakan Ekonomi Luar Negeri ". ,ilai ekspor dan impor dalam tingkat seimbang &. Stabilitas nilai kurs valuta asing.
3

&. %ns!rumen Empat perangkat instrumen pokok kebijakan makroekonomi. Instrumen kebijakan merupakan suatu variabel ekonomi yang digunakan untuk mengendalikan perekonomian baik secara langsung maupun tidak langsung. (erubahan yang dilakukan pada instrumen kebijakan akan berpengaruh pada satu atau lebih tujuan makroekonomi. a. +ebijakan -iskal .da dua instrumen yang termasuk dalam instrumen kebijakan fiskal) yaitu: belanja negara !government expenditure# dan sistem perpajakan. ". "elanja Negara merupakan seluruh pembelian atau pembayaran barang dan jasa untuk kepentingan nasional. $elanja ,egara akan berpengaruh pada konsumsi total. &. Pajak. Sistem perpajakan mempunyai dua peran penting. (ajak menyebabkan pendapatan rumahtangga menjadi berkurang !lebih kecil# dan cenderung mengurangi pengeluaran untuk konsumsi dan akhirnya akan menurunkan permintaan agregat. Sistem perpajakan juga berpengaruh pada output potensial. (enurunan pajak penghasilan bagi penanam modal akan merangsang peningkatan jumlah penanaman modal. b. 'e)ijakan Mone!er Merupakan instrumen kebijakan yang berkaitan dengan penetapan suku bunga. +ebijakan ini terutama berpengaruh pada tingkat suku bunga dan kredit serta jumlah uang beredar !money supply#. c. +ebijakan (endapatan

Instrumen kebijakan pendapatan berupa program-program pemerintah yang secara langsung mempengaruhi tingkat upah dan harga. Instrumen ini diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya mengandalikan inflalsi tanpa beban resesi dan pengangguran.

d.

(erekonomian 7uar ,egeri

+ebijakan pemerintah untuk mempengaruhi kegiatan perdagangan dengan negara-negara lain. 1.+. Pena,aran $an Permin!aan Agrega! ". (ena%aran .gregat !.S# (ena%aran agregat !.S# adalah jumlah output yang akan diproduksi dan dijual oleh kalangan bisnis pada harga yang berlaku) pada kapasitas produksi tertentu dan dengan biaya-biaya tertentu.(erusahaan-perusahaan berkeinginan berproduksi pada tingkat output potensial. ,amun) pada tingkat harga pengeluaran rendah) produsen akan menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah yang lebih kecil dari tingkat output potensial. Sebaliknya) pada tingkat harga dan pengeluaran tinggi) produsen akan menghasilkan barang dan jasa lebih besar dari output potensialnya untuk sementara.(ena%aran agregat ditentukan oleh jumlah input atau faktor produksi) yaitu tenaga kerja) modal) sumber daya alam dan teknologi. &. (ermintaan .gregat !.*# (ermintaan agregat!.*# adalah jumlah barang dan jasa yang akan dibeli oleh konsumen rumah tangga) perusahaan dan pemerintah) pada tingkat harga tertentu) jumlah pendapatan tertentu) serta variabel-variabel tertentu lainnya. 8nsur-unsur yang mendorong permintaan agregat antara lain: tingkat harga) jumlah pendapatan masyarakat) perkiraan situasi yang akan datang) sistem perpajakan) jumlah pengeluaran pemerintah dan sebagainya. '. 'ur-a Pena,aran Agrega! dan 'ur-a Permin!aan Agrega! *alam menggambarkan kurva pena%aran agregat dan kurva permintaan agregat) sumbu mendatar adalah /,( 9iel dan sumbu tegak Indeks 6arga +onsumen !I6+#. /,( 9iel

menggambarkan jumlah barang dan jasa) sedangkan I6+ menggambarkan tingkat harga barang dan jasa secara keseluruhan.

'ur-a Permin!aan Agrega! menggambarkan hubungan antara berbagai tingkat harga dengan jumlah barang dan jasa yang akan dibeli rumah tangga) pemerintah dan perusahaan. 'ur-a Pena,aran Agrega!. a. Menggambarkan hubungan antara harga yang akan dipasang oleh perusahaan dengan jumlah barang dan jasa yang akan mereka produksi dan mereka jual. +urva pena%aran agregat mempunyai kemiringan menanjak dari kiri ba%ah kekanan atas.

b. (ada jangka pendek) kurva pena%aran agregat relatif datar. +enaikan harga sedikit %alaupun permintaan akan barang dan jasa bertambah. 6al ini disebabkan tidak berubahnya faktor biaya tetap. (ada saat jumlah produksi melampui tingkat output potensial) harga yang dita%arkan miningkat tajam. c. (ada jangka (anjang) kurva pena%aran agregat bergerak vertikal dari ba%ah ke atas. 6al ini disebabkan semua biaya produksi akan menyesuaikan dengan perubahan tingkat harga. *alam keadaan seperti ini) produsen tidak lagi berkeinginan menambah jumlah produksi barang dan jasa #. E.uili)rium

titik ekuilibrium merupakan perpotongan antara kurva pena%aran agregat dan permintaan agregat yang menggambarkan keseuaian harga dan jumlah barang dan jasa yang akan dibeli konsumen dan yang akan dihasilkan produsen.

1./.

(iklus Aliran Pendapa!an 01ir2ular lo,3 dan %n!eraksi an!ar Pasar

a.

Siklus aliran pendapatan ! 5ircular -lo% # Siklus aliran pendapatan !circular flo%# seperti yang akan ditunjukan oleh *iagram

&." diba%ah adalah sebuah model yang menggambarkan bagaimana interaksi antarpara pelaku ekonomi menghasilkan pendapatan yang digunakan sebagai pengeluaran dalam upaya memaksimalkan nilai kegunaan !utility# masing-masing pelaku ekonomi. ". Sektor rumah tangga !6ouseholds Sector#) yang terdiri atas sekumpulan individu yang dianggap homogen dan identik. &. Sektor (erusahaan !-irms Sector#) yang terdiri atas sekumpulan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa. '. Sektor (emerintah !/overnment Sector#) yang memiliki ke%enangan politik untuk mengatur kegiatan masyarakat dan perusahaan. 0. Sektor 7uar negeri !-oreign Sector#) yaitu sektor perekonomian dunia) dimana perekonomian melakukan transaksi ekspor-impor.

*iagram II." 5ircular flo% of Economic .ctivity


(embelian $arang dan :asa

0#3
(embelian $arang dan :asa (ajak

!3#

!'#

(erusahaan

(emerintah

9umah angga

!1#
(ajak

!&#
/aji (embayaran $unga) (enghasilan ,on $alas :asa

!"#
/aji)8pah) $unga) *eviden) Se%a

!;#
Ekspor

*unia Internasiona l

!<#
Impor

b.

iga (asar 8tama 8raian di atas berdasarkan asumsi bah%a tingkat harga ditentukan le%at

mekanisme pasar. 8ntuk analisis ekonomi makro) pasar-pasar yang begitu banyak dikelompokkan menjadi tiga pasar utama yaitu: (asar $arang dan :asa !/oodscand services Market# (asar enaga +erja !abour Market# (asar 8ang dan Modal !Money and 5apital Market#

PERTEMUAN 2
9

2.1. Penger!ian Produk dan Pendapa!an Nasional (endapatan ,asional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. *alam sistem perhitungan pendapatan nasional) jumlah pendapatan itu dinamakan (roduk ,asional ,eto pada harga faktor atau secara ringkas : (endapatan ,asional. (roduk adalah nilai semua hasil produksi suatu perekonomian selama suatu jangka %aktu tertentu 2.2. Penger!ian )arang akhir4 )arang an!ara4 dan nilai !am)ah $arang akhir !final good# adalah barang yang di hasilkan oleh berbagai kegiatan ekonomi dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat) barang akhir dapat dibedakan ke dalam dua golongan yaitu: a. $arang tahan lama !durable good#) misalnya mobil) tv) lemari es) perabot rumah tangga dll. b. $arang tidak tahan lama !non-durable good#) misalnya makanan segar) buahbuahan) sayur-sa yuran. $arang antara !intermediate good#) barang-barang yang belum menjadi barang akhir dan masih akan diproses lagi sebelum dapat digunakan oleh konsumen dinamakan barang antara. 5ontohnya adalah besi baja) tekstil. ,ilai tambah adalah suatu tambahan nilai input antarayang digunakan dalam proses menghasilkan barang/jasa. 2.3. Penger!ian *arga 'ons!an dan *arga "erlaku P$R" A!as $asar *arga "erlaku 0Adh)3 adalah jumlah nilai tambah bruto (gross value added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu %ilayah (region). P$R" A!as $asar *arga 'ons!an 0Adhk3 adalah pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun) untuk menunjukan laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan

10

atau setiap sektor dari tahun ke tahun. .dhk berguna untuk mengetahui pertumbuhan nyata ekonomi per kapita.

PERTEMUAN 3
3.1. Me!ode Perhi!ungan Pendapa!an Nasional
etode Produksi : Menurut metode ini (*$ adalah total produksi yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. 8ntuk menghindari perhitungan ganda maka dalam perhitungan (*$ dengan metode produksi yang dijumlahkan adalah nilai tambah masing-masing sektor dengan formulasi sebagai berikut : P$" 5 6 NT 0NT 5 N& 7 N%3
, = ,ilai ambah ,C = ,ilai Cutput ,I = ,ilai Input antara

etode Pendapatan : metode ini memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. *imana pendapatan nasional dirumuskan sebagai berikut : (, = % > i > r > ? % = upah/gaji i = pendapatan bungan r = se%a !rent# ? = keuntungan !profit#

etode Pengeluaran : menurut metode ini (*$ merupakan nilai total pengeluaran dalam perekonomian dalam periode tertentu. Metode ini dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga) konsumsi pemerintah) pengeluaran investasi dan e@spor neto. ,ilai (*$ berdasarkan metode pengeluaran adalah: (*$ = 5 > / > I > !A B M# 5 = konsumsi rumah tangga / = konsumsi pemerintah I = Investasi A = Ekspor M = Impor
11

3.2. Penger!ian $asar !en!ang Perhi!ungan Agrega!


ujuan (erhitungan output maupun pengeluaran dan ukuran-ukuran agregat lainnya adalah untuk menganalisis dan menentukkan kebijakan ekonomo guna memperbaiki/meningkatkan kemakmuran/kesejahteraan rakyat. $eberapa pengertian yang harus dipelajari berkaitan dengan hal tersebnut adalah : a. (roduk *omestik $ruto !Gross !omestic Product# (roduk domestik bruto menghitung hasil produksi suatu perekonomian tanpa memperhatikan siapa pemilik faktor produksi tersebut. .kibatnya) (*$ kurang memberikan gambaran tentang berapa sebenarnya output yang dihasilkan oleh faktorfaktor produksi milik perekonomian domestik. b. (roduk ,asional $ruto !Gross National Product# ,ilai produksi yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi milik perekonomian disebut sebagai (roduk ,asional $ruto. (*$ tidak memperhatika produksi yang dihasilkan oleh faktor produksi milik domestik !perekonomian# yang berada di luar perekonomian itu sendiri !berada di luar negeri#. Sedangkan (,$ sangat memperhatikannya. :ika pendapatan faktor-faktor produksi luar negeri yang ada dalam perekonomian dinotasikan dengan (-7, sedangkan pendapatan faktor-faktor produksi perekonomian yang ada dalam negeri dinotasikan dengan (-*, . Maka : c. (roduk ,asional ,eto !Net National Product) 8ntuk memproduksi barang dan jasa dibutuhkan barang modal !capital goods#. Itulah sebabnya sektor perusahaan !dunia usaha# melakukan investasi guna mengganti barang modal yang sudah aus !usang# dan menambah stok barang modal yang sudah ada. Maka untuk mencari gambaran output yang lebih akurat) maka (,$ harus dikurangi depresiasi !penyusutan#.

12

d. (endapatan ,asional !National "ncome# 8ntuk mendapatkan hasil (, kita harus mengurangi (,, dengan angka pajak tidak langsung !( 7# dan menambahkan angka subsidi !S#. (ajak tidak langsung harus di kurangkan karena tidak mencerminkan balas jasa atas faktor produksi. Sedangkan subsidi harus ditambahkan karena merupakan balas jasa atas faktor produksi.

e. (endapatan ,asional !Personal "ncome# (endapatan (ersonal !((# adalah bagian pendapatan nasional yang merupakan hak individu-individu dalam perekonomian ) sebagai balas jasa atas keikutsertaan mereka dalam proses produksi. 8ntuk memperoleh (( maka (, harus mengurangi 7 $ !7aba tidak langsung#. Sebab 7 $ merupakan hak perusahaan) selain itu (embayaranpembayaran asuransi sosial !(.S# jugak harus dikurangi. ,amun (( jugak diperoleh dari pendapatan bunga yang diterima dari pemerintah dan konsumen !(I/+# dan pendapatan non balas jasa !(,$:# Maka f. (endapatan ,asional *isposable !!isposa#le Personal "ncome# 4ang dimaksud dengan pendapatan nasional disposable !((*#adalah pendapatan personal yang dapat dipakai oleh individu) baik untuk membiayaikonsumsinya maupun untuk ditabung. $esarnya adalah pendapatan personal dikurangi dengan pendapatan personal !(.(#. *ari (roduk *omestik$ruto sampai ke (endapatan (ersonal *isposable dapat diringkaskan sebagai berikut . 5 > / > I > !A-M# *itambah *ikurang = : : 5 *ikurang : (roduk *omestik $ruto !(*$# (endapatan -aktor (roduksi yang ada di luar negeri (embayaran -aktor (roduksi yang ada di dalam negeri Produk Nasional "ru!o 0PN"3 (enyusutan

13

= *ikurang *itambah : : = *ikurang *ikurang *itambah *itambah : : : : = *ikurang : =

Produk Nasional Ne!o 0PNN3 (ajak idak 7angsung Subsidi Pendapa!an Nasional 0PN3 7aba *itahan (embayaran .suransi Sosial (endapatan $unga personal dari pemerinah/+onsumen (enerimaan bukan balas jasa Pendapa!an Personal 0PP3 (ajak (endapatan ,asional Pendapa!an Personal $isposa)le

PERTEMUAN #
#.1. Penger!ian dan ungsi %n-es!asi Investasi yang laDim disebut juga dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal merupakan komponen kedua yang menentukan tingkat pengeluaran agregat. .pabila para pengusaha menggunakan uang tersebut untuk membeli barangbarang modal) maka pengeluaran tersebut dinamakan investasi. *engan demikian istilah investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau pengeluaran penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-baranng modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian. -ungsi investasi adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat investasi dengan pendapatan nasional. *alam hubungannya dengan pendapatan nasional) investasi dapat dibedakan menjadi dua macam) yaitu: a. %n-es!asi &!onom (Autonomous Investment)

14

Investasi otonom adalah investasi yang tidak dipengaruhi oleh adanya perubahan dalam pendapatan nasional maupun tingkat bunga. :adi) tinggi rendahnya pendapatan nasional tidak menentukan jumlah investasi yang dilakukan oleh perusahaan.

$erdasarkan kurva) apabila suku bunga tinggi) jumlah investasi akan berkurang) sebaliknya suku bunga yang rendah akan mendorong lebih banyak investasi. .kibat dari perubahan suku bunga kepada investasi digambarkan oleh kurva l " dan l&. .pabila suku bunga adalah r o jumlah investasi l o. Misalkan suku bunga turun ke r &) maka mengakibatkan pertambahan investasi menjadi l &) sebaliknya apabila suku bunga naik menjadi rl) (endapatan maka akan mengakibatkan investasi turun) yaitu menjadi l ")

). %n-es!asi Terpengaruh (Induced Investment) Investasi terpengaruh adalah investasi yang didorong oleh adanya perubahan pendapatan nasional. :ika pendapatan nasional naik investasi juga akan naik) jika pendapat nasional turun maka investasi juga menurun. (eningkatan pendapatan nasional diikuti kenaikan investasi karena kenaikan pendapatan nasional akan memba%a serta kenaikan konsumsi) sehingga produksi dan investasi juga bertambah. +eseimbangan dalam perekonomian terjadi apabila: "# 4 = 5 > I) yaitu pendapatan nasional sama dengan konsumsi ditambah investasi.
15

&# I = S) yaitu investasi sama dengan tabungan.

(ada keadaan seimbang seperti pada kurva di samping dipenuhi syarat keseimbangan yaitu pendapatan sama dengan pengeluaran !5 > I#. .tau tabungan !S# sama dengan pengeluaran investasi sektor s%asta !I#. Sedangkan 4 = E merupakan syarat keseimbangan perekonomian) yaitu pendapatan sama dengan pengeluaran.

#.2. Jenis8jenis %n-es!asi


". $utonomous "nvestment adalah investasi yang besar kecilnya tidak tergantung dari besarnya pendapatan sehingga kurvanya berupa garis lurus horiDontal. &. "nduced "nvestment adalah investasi yang besar kecilnya dipengaruhi oleh tingkat pendapatan.

#.#. Penen!u8penen!u Tingka! %n-es!asi


-aktor-faktor utama yang menentukan tingkat investasi adalah :tingkat keuntungan investasi yang diramalkan akan diperoleh) tingkat bunga) ramalan mengenai keadaan ekonomi di masa depan) kemajuan teknologi) tingkat pendapatan nasional) dan perubahan-perubahannyakeuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan

#.#. %n-es!asi dan Per!um)uhan Ekonomi


*alam ekonomi makro) investasi merupakan salah satu komponen pendapatan nasional dan (roduk *omestik $ruto. Sehingga pengaruh investasi terhadap perekonomian suatu ,egara dapat ditinjau dari pendapatan nasional ,egara tersebut.
16

Menurut Sadono Sukirno !&GGG# kegiatan investasi memungkinkan suatu masyarakat terus menerus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja) meningkatkan yakni ". Investasi merupakan salah satu komponen dari pengeluaran agregat) sehingga kenaikan investasi akan meningkatkan permintaan agregat ) pendapatan nasional serta kesempatan kerja. &. (ertambahan barang modal sebagai akibat investasi akan menambah kapasitas produksi '. Investasi selalu diikuti oleh perkembangan teknologi. pendapatan nasional dan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat. (eranan ini bersumber dari tiga fungsi penting dari kegiatan investasi)

#.+. Nilai 9ak!u dari Uang


Investasi yang dilakukan saat ini tidak serta-merta menghasilkan peningkatan pendapatan hari ini juga. *ibutuhkan tenggang %aktu. Makin tinggi jumlah dan kualitas investasi) biasanya tenggang %aktunya makin panjang. %& Nilai 'ekarang (Present (alue) ,ilai sekarang dari jumlah yang diperoleh di masa mendatang atau sering pula disebut dengan present value atau nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh jumlah yang lebih besar di masa mendatang. 5ara menghitung nilai sekarang sebagai berikut :

E=

E = nilai masa mendatang yang diharapkan A = nilai nominal uang a%al r = faktor diskonto t = selang %aktu

*alam pembuktian dapat dihitung dengan menggunakan persamaan eksponensial

F t = F G ! "> r # t

Ft = nilai masa mendatang yang diharapkan FG = investasi a%al r = faktor diskonto t = selang %aktu
17

)& Nilai

asa

endatang (*uture (alue)

Menghitung nilai masa mendatang adalah kebalikan dari menghitung nilai sekarang dari output investasi yang direncanakan. Sekalipun melihat dari sudut pandang yang bertolak belakang) keputusan yang dihasilkan tetap sama. -uture value dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : - = . ! ">r # t - = nilai masa mendatang yang diharapkan . = investasi a%al r = faktor diskonto t = selang %aktu

PERTEMUAN +
+.1. Aliran Pendapa!an dan (:ara! 'eseim)angan dalam Perekonomian Ter)uka (erekonomian terbuka atau perekonomian empat sektor adalah suatu sistem ekonomi yang melakukan kegiatan ekspor dan impor dengan negara B negara lain di dunia ini. *alam perekonomian terbuka sektor B sektor ekonominya dibedakan menjadi empat golongan) yaitu : rumah tangga) perusahaan) pemerintah dan luar negeri. Melakukan perdagangan internasional merupakan kegiatan yang laDim dilakukan oleh berbagai negara. 'yarat +eseim#angan Perekonomian Ter#uka adalah +eseimbangan pendapatan nasional akan dicapai pada keadaan dimana ! " # pena%aran agregat sama dengan pengeluaran agregat) dan ! & # suntikan sama dengan bocoran. 8raian berikut akan menerangkan bagaimana keadaan tersebut tercapai dalam perekonomian terbuka. +.2. Penger!ian dan *u)ungan an!ara 'onsumsi4 Ta)ungan dan Pendapa!an adalah sebuah aktivitas guna menghabiskan atau mengurangi

+onsumsi

nilai guna suatu barang. Sedangkan tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. (endapatan adalah nilai dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu badan usaha dalam suatu periode tertentu 6ubungan antara tingkat konsumsi dan pendapatan diformulasikan dalam fungsi konsumsi) sementara hubungan antara tingkat tabungan dengan tingkat pendapatan dirumuskan dalam fungsi tabungan. :adi fungsi konsumsi menunjukkan hubungan antara tingkat konsumsi dengan tingkat

18

pendapatan. Sedangkan fungsi tabungan menunjukkan hubungan antara tabungan dengan tingkat pendapatan. $ila pendapatan meningkat) konsumsi dan tabunganpun ikut meningkat dengan proporsi yang lebih kecil dari kenaikan pendapatan. (endapatan merupakan penjumlahan antara konsumsi dan tabungan. ungsi 'onsumsi4 AP1 dan MP1

-ungsi konsumsi adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara tingkat konsumsi rumah tangga dengan pendapatan nasional dalam suatu perekonomian. (ersamaannya : 1 5 a ; )< +eterangan: 5 = tingkat konsumsi a = konsumsi rumah tangga secara nasional pada saat pendapatan nasional nol b = kecondongan konsumsi marginal 4 = tingkat pendapatan nasional Marginal (ropensity to 5oncume !M(5# yaitu perbandingan antara pertambagan !H5# yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan !H4#. MP1 5 =1>=< +eterangan : M(5 = Marginal (ropensity to 5oncume !kecondongan mengosumsi marginal# H5 H4 = (ertambahan konsumsi = (ertambahan pendapatan

.verage (ropensity to 5onsume !.(5# yaitu perbandingan antara tingkat konsumsi !5# dengan tingkat pendapatan !4#. AP1 5 1>< +eterangan : .(5 5 4 = konsumsi rata-rata = tingkat konsumsi = besarnya pendapatan

19

PERTEMUAN /
/.1. ungsi Ta)ungan4 AP( dan MP( *ungsi ta#ungan adalah suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara tingkat tabungan rumah tangga dengan pendapatan nasional dalam perekonomian. ( 5 8a ; 01 7 )3 < +eterangan : S . "-b 4 = besarnya tabungan !save# = konnsumsi yang harus dipenuhi pada saat pendapatan nol = marginal prospensity to save = pendapatan nasional arginal Prospensity to 'ave ( P') merupakan perbandingan antara pertambahan tabungan dengan pertambahan pendapatan. MP( 5 =(>=< +eterangan : M(S S 4 = Marginal (rospensity to saving !kecondongan menabung marginal# = pertambahan tabungan = pertambahan pendapatan

$verage Prospensity to 'ave ($P') merupakan perbandingan antara tingkat tabungan !S# dengan tingkat pendapatan !4#. 6ubungan antara pendapatan) dan tabungan dinyatakan dalam rumus: AP( 5 (>< +eterangan : .(S S = tabungan rata-rata = tingkat tabungan

4= besarnya pendapatan .ntara M(5 dengan M(S mempunyai hubungan yang cukup erat) hal in bisa kita buktikan dengan mempergunakan persamaan sebagai berikut: MP( ; MP1 5 1 MP1 5 1 7 MP( a!au MP( 5 1 7 MP1

20

/.2. Pendapa!an Nasional 'eseim)angan (endapatan nasional ekulibrium ialah tingkat pendapatan nasional di mana tidak ada kekuatan ekonomi yang mempunyai tendensi untuk mengubahnya. +eadaan ekulibrium apabila dipenuhi syarat) tabungan akan sama dengan investasi atau ketika ( 5 % /.3. Teori 'onsumsi 'e:nes 0'e:nesian 1onsump!ion Model3 a. 6ubungan (endapatan *isposabel dan +onsumsi +eynes menjelaskan bah%a konsumsi saat ini !current consumption# sangat dipengaruhi oleh pendapatan nasional saat ini !current disposable income#. Menurut +eynes) ada batas konsumsi minimal yang tidak tergantung tingkat pendapatan. .rtinya) tingkat konsumsi tersebut harus dipenuhi) %alaupun tingkat pendapatan sama dengan nol. Inilah yang disebut dengan konsumsi otonomus !autonomous consumption#. :ika pendapatan disposabel meningkat) maka konsumsi tersebut tidak sebesar peningkatan pendapatan disposabel. 5 = a > b4 5 = tingkat konsumsi a = konsumsi rumah tangga secara nasional pada saat pendapa!an ? b = marginal propensity to consume !M(5# 4 = pendapatan disposabel G J b J" b. +ecenderungan Mengonsumsi Marjinal !Marginal (ropensity to 5onsume# +ecenderungan mengonsumsi marginal yaitu perbandingan antara pertambahan konsumsi !.5# yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan disposabel !.4#. MP15 =1>=<d +eterangan: M(5 = Marginal (ropensity to concume !kecondongan mengosumsi marginal# H5 H4d = pertambahan konsumsi = pertambahan pendapatan *imanaI

21

:umlah tambahan konsumsi tidak akan lebih besar daripada tambahan pendapatan disposabel ) sehingga angka M(5 tidak akan lebih besar dari satu. .ngka M(5 juga tidak mungkin negatif) dimana jika pendapatan disposabel terus meningkat) konsumsi terus menurun sampai nol !tidak ada konsumsi#) sebab manusia tidak mungkin hidup diba%ah batas konsumsi minimal. +arena itu) G J M(5 J ". c. +ecenderungan Mengonsumsi 9ata-rata !.verage (ropensity to 5onsume# +ecenderungan mengonsumsi rata-rata yaitu perbandingan antara tingkat konsumsi !5# dengan tingkat pendapatan diposabel serta konsumsi itu dilakukan !4d#. .(5 = 5/4d +eterangan: .(5 5 4d = konsumsi rata-rata = tingkat konsumsi = besarnya pendapatan disposabel

d. 6ubungan +onsumsi dan abungan (endapatan disposabel yang diterima rumah tangga sebagian besar digunakan untuk konsumsi) sedangkan sisanya ditabung. *engan demikian didapat: 4=5>S *imana : S = tabungan !saving# Setiap tambahan pengahasilan disposabel akan di alokasikan untuk menambah konsumsi dan tabungan . $esarnya tambahan pendapatan disposabel yang menjadi tambahan tabungan disebut kecenderungan menabung marjinal !Marginal (ropensity to Save) disingkat M(S#. M(S= HS/H4d +eterangan : M(S : Marginal (rospensity to saving !kecondongan menabung marginal# S : pertambahan tabungan 4d : pertambahan pendapatan Sedangkan rasio antara tingkat tabungan dengan pendapatan disposabel disebut kecenderungan menabung rata-rata !.verage (roprnsity to Save) disingkat .(S#.

22

M(5 dan M(S :ika tiap tambahan pendapatan disposabel dialokasikan sebagai tambahan konsumsi dan tabungan) maka: :ika kedua sisi dibagi dengan ) maka:

(ada saat pendapatan disposabel masih rendah) setiap unit tambahan pendapatan sebagian besar dialokasikan untuk konsumsi. ,ilai M(5 mendekati ". ,ilai M(S mendekati nol. 6al ini yang menyebabkan negara-negara miskin kemampuan menabungnya sangat rendah) sehingga jika mereka ingin melakukan investasi harus meminjam dari luar negeri. 8mumnya) dana pinjaman tersebut berasal dari negara-negara kaya) yang nilai M(5-nya sudah semakin mengecil) sementara M(S-nya semakin besar. ,ilai .(5 ditambah dengan .(S juga sama dengan satu) dapat dibuktikan dengan: 4=5>S +edua sisi dibagi dengan 4) sehingga:

/.#. Model konsumsi siklus hidup 0life cycle Hypothesis of consumption3 Model konsumsi siklus hidup atau 75h dikembangkan oleh -ranco Modigliani) .lbert .ndo) dan 9ichard $rumberg. Model ini berpendapat bah%a kegiatan konsumsi adalah kegiatan seumur hidup. Model siklus hidup ini membagi perjalanan hiduo manusia menjadi tiga periode : a. (eriode $elum (roduktif (eriode ini berlangsung berkisar antara usia nol hingga dua puluh tahun. (ada periode ini umumnya manusia belum menghasilkan pendapatan. 8ntuk memenuhi

23

kebutuhan konsumsi) mereka harus dibantu oleh anggota keluarga lain yang telah berpenghasilan. b. (eriode (roduktif (eriode ini umumnya berlangsung dari usia dua pulhan tahun hingga enam pulahan tahun. Selama periode ini) tingkat penghasilan meningkat. Saat usia lima puluhan tahun penghasilan mencapai puncaknya dan akhirnya tingkat pendapatan disposable menurun sampai tidak berpenghasilan lagi. c. (eriode idak (roduktif 7agi (eriode ini berlangsung setelah usia manusia melebihi enam puluh tahun. +etuaan datang tidak memungkinkan mereka bekerja untuk mendapatkan penghasilan.

PERTEMUAN @
@.1. Teori Pendapa!an Permanen M -riedman !"K3;# menjelaskan perilaku konsumsi dengan menggunakan hipotesis pendapatan permanen. *alam hipotesisnya) pendapatan masyarakat dapat dibedakan menjadi dua yaitu pendapatan permanen dan pendapatan sementara. (endapatan permanen adalah pendapatan yang diharapkan orang untuk terus bertahan dimasa depan. (endapatan sementara !pendapatan transitoris# adalah bagian pendapatan yang tidak diharapkan terus bertahan. ,ilai pendapatan ini kadang positif dan kadang negatif. 8kuran pendapatan sendiri merupakan penjumlahan dan pendapatan permanen dan pendapatan sementara atau secara matematis ditulis: 4 = 4p > 4t *imana 4 adalah pendapatan yang terukur) 4p adalah pendapatan permanen) dan 4t adalah pendapatan sementara. 8ntuk itu) -riedman beralasan bah%a konsumsi seharusnya tergantung pada pendapatan permanen karena konsumen menggunakan tabungan dan pinjaman untuk melancarkan konsumsi dalam menanggapi perubahan pendapatan sementara. :adi fungsi konsumsi menurut -riedman adalah sebagai berikut: 5=L4( *imana L adalah konstanta yang mengukur bagian pendapatan permanen yang dikonsumsi.
24

@.2. Teori Pendapa!an Rela!iA :ames *uesenberry mengemukakan tentang teori konsumsi dengan hipotesis pendapatan relatif dengan menggunakan dua asumsi) yaitu : ". Selera sebuah rumah tangga atas barang konsumsi adalah interdependen. .rtinya pengeluaran konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh pengeluaran yang dilakukan oleh orang sekitarnya !tetangganya#. &. (engeluaran konsumsi adalah irreversi#le. .rtinya) pola pengeluaran seseorang pada saat penghasilan naik berbeda dengan pola pengeluaran pada saat penghasilan mengalami penurunan. +edua asumsi tersebut menjadi dasar *uesenberry dalam merumuskan teori konsumsi dalam jangka panjang dan jangka pendek. -ungsi jangka panjang *eusenberry menggunakan asumsi pertama) dimana konsumsi seseorang sangat dipengaruhi pola konsumsi masyarakat sekitar. .kibatnya dalam jangka panjang) kenaikan penghasilan masyarakat secara keseluruhan tidak akan mengubah distribusi penghasilan seluruh masyarakat. *eusenberry menggunakan asumsi kedua dalam menurunkan fungsi konsumsi jangka pendek. Menurutnya) besarnya konsumsi seseorang dipengaruhi oleh besarnya penghasilan tertinggi yang pernah diperoleh. (roporsi kenaikan pengeluaran konsumsi pada saat penghasilan naik lebih besar nilainya dibandingkan proporsi penurunan pengeluaran konsumsi pada saat penghasilan turun.

PERTEMUAN B
B.1. Penger!ian Angka Pengganda dan Per2epa!an 0a22elera!or3 $ngka pengganda ( ultiplier) adalah suatu rasio intensitas hubungan antara sebuah variabel !aggregatif# yang dilibatkan dalam perhitungan pendapatan nasional dengan pendapatan nasional itu sendiri. Makin besar nilai suatu multiplier maka semakin besar peningkatan pendapatan nasional yang terjadi akibat peningkatan perubahan variabel dan sebaliknya. $esarnya perubahan pendapatan nasional yang terjadi karena investasi tergantung pada bilangan multipliernya. $ila MkN adalah mulptiplier maka:

25

Sedangkan proses accelerator adalah

bah%a terjadinya investasi baru karena

adanya pertambahan konsumsi. Investasi yang terjadi adalah investasi dorongan ! induced investment# $esarnya pertambahan investasi sebagai akibat dari bertambahnya konsumsi tergantung pada koefisien acceleratornya.

B.2 ak!or8Aak!or :ang Mempengaruhi Mul!iplier


". 'pending period !propagation period# adalah %aktu yang diperlukan oleh sejumlah income menjadi income lagi melalui consumption spending& -aktor-faktor yang mempengaruhi M(5 dengan sendirinya juga akan mempengaruhi spending period& *alam masa hausse (konyungtur tinggi# proses multiplier akan cepat sekali) sebaliknya dalam masa-masa #aise (konyungtur rendah# saat harga-harga punya tendensi menurun) orang-orang akan menunda pembeliannya. &. ,eakages !kebocoran#: faktor-faktor yang menyebabkan mengapa efek multiplier itu makin lama makin lemah. Misalnya M(S dan M(M. '. (erubahan pengeluaran konsumsi dan investasi. 0. (erekonomian dalam keadaan full employment !kesempatan kerja penuh#.

B.3 Perumusan Angka Pengganda


Angka pengganda 'onsumsi C yaitu menjelaskan perubahan pendapatan nasional sebesar H4 sebagai akibat perubahan konsumsi autonomos sebesar Ha) yang dirumuskan sebagai : k1 5
4 " = a "- b

Angka Pengganda %n-es!asi C yaitu menjelaskan perubahan pendapatan nasional


4 " = I "- b

sebesar H4 sebagai akibat perubahan investasi autonomos sebesar HI. k% 5

26

PERTEMUAN D
D.1. Penger!ian dan Akun!ansi Per2epa!an (roses accelerator adalah bah%a terjadinya investasi baru karena adanya pertambahan konsumsi. Investasi yang terjadi adalah investasi dorongan ! induced investment# $esarnya pertambahan investasi sebagai akibat dari bertambahnya konsumsi tergantung pada koefisien acceleratornya. 5ara perhitungannya adalah : .ccelerator =

D.2.

ak!or8Aak!or :ang Mempengaruhi Per2epa!an erdapat reserve kapasitet produksi) sehingga bertambahnya permintaan akan

ditampung atau dilayani dengan reserve kapasitet tersebut. .da investasi otonom yaitu investasi yang dimaksudkan untuk menambah pendapatan (ertambahan permintaan yang terjadi dipandang sebagai sesuatu yang sementara saja) sehingga perluasan produksi belum perlu dilaksakan

PERTEMUAN 1?
Me!ode8me!ode Perhi!ungan Pendapa! Nasional .da tiga cara perhitungan pendapatan ,asional ) yaitu cara output (output approach),cara pendapatan (income approach) dan cara pengeluaran (expenditure approach)& Masing B masing cara !metode# melihat pendapatan nasional dari sudut pandang yang berbeda ) tetapi hasilnya saling melengkapi. a. Metode Cutput (output approach) atau Metode (roduksi Menurut metode ini) (*$ adala output !produksi yang dihasilkan# oleh suatu perekonomian. :umlah output masing-masing sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian. *alam peritungan (*$ dengan metode produksi )yang dijumlahkan adalah nilai tambah !value added# masing-masing sektor. 4ang dimaksud dengan nilai tambah adalah selisih antara nilai output dengan nilai input antara.

27

*imana: , = ,ilai tambah ,C = nilai output ,I = ,ilai input antara *ari persamaan !&."# sebenarnya dapat dikatakan bah%a proses produksi merupakan proses menciptakan atau meningkatkan nilai tambah. .ktivitas produksi yang baik adalah aktivitasyang menghasilkan , OG. *engan demikian besarnya (*$ adalah :

*imana : i = sektor produksi ke ")&)')...n b. Metode (endapatan !"ncome $pproach# Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunkan dalam proses produksi. *imana: P = output 7 = tenaga kerja + = barang modal 8 = uang/finansial E = kemampuan enterpreneuer atau ke%irausahaan (ersamaan &.' menunjukkan bah%a untuk memproduksi output dibutuhkan input berupa tenaga kerja)barang modal)uang/finansial dan dan kemampuan enterpreneuer atau sering disebut sebagai pengusaha. $alas jasa untuk tenaga kerja adalah upah ataugaji. 8ntuk barang dan modaladalah pendapatan se%a. 8ntuk pemilik uang / aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan . otal balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut (endapatan ,asional !(,#.
28

c. Metode (engeluaran !E@penditure .pproach# Menurut metode pengeluaran) nilai (*$ merupakan nilai total pengeluaran dalam perekonomian selama periode tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis pengeluaran agregat dalam suatu perekonomian : ". +onsumsi rumah tangga &. +onsumsi pemerintah '. (engeluaran investasi 0. Ekspor neto ,ilai (*$ berdasarkan metode pengeluaran adalah nilai total lima jenis pengeluaran tersebut: *imana: 5 = +onsumsi rumah tangga / = +onsumsi pemerintah I = (engeluaran investasi A = ekspor M = impor

PERTEMUAN 11
11.1. Penger!ian %nAlasi dan $eAlasi Inflasi adalah suatu keadaan dimana harga barang secara umum mengalami

kenaikan secara terus menerus atau terjadi penurunan nilai uang dalam negeri. Sedangkan deflasi adalah suatu keadaan dimana terdapat peristi%a penurunan harga barang umum secara terus menerus atau terjadi peningkatan nilai uang. 11.2. Jenis8Jenis %nAlasi a. berdasarkan tingkatannya ". &. Inflasi ringan) Q"G2 Inflasi sedang) "G2 - 'G2
29

'. 0. ). a. b. 2.

Inflasi berat) 'G2 - "GG2 6iperinflasi) O "GG2 ,uar negeri) adanya kenaikan harga yang ada di luar negeri sehingga !alam negeri) karena pencetakan uang baru oleh pemerintah atau karena

)erdasarkan sum)ern:a

meningkatkan inflasi pada masyarakat kegagalan panen. "erdasarkan pen:e)a)n:a a. b. 11.3. +arena +anaikan harga karena permintaan +arena kenaikan biaya produksi

1elah %nAlasi dan $eAlasi 1elah $eAlasi !deflationary gap# : yaitu suatu kondisi perekonomian dimana

pendapatan nasional aktual yang terjadi lebih rendah dibanding pendapatan nasional potensialnya !4EP Q 4f#. +ondisi ini ditandai dengan : tingkat output bersifat under employment) permintaan agregat masyarakat lebih rendah daripada pena%aran agregatnya !.* Q .S# dan banyaknya sumber daya yang menganggur. 1elah %nAlasi !inflationary gap# : yaitu suatu kondisi perekonomian dimana pendapatan nasioal aktual yang terjadi lebih tinggi daripada pendapatan nasional potensialnya !4EP O 4f#. +ondisi ini ditandai dengan : tingkat output yang dihasilkan bersifat over employment) permintaan agregat masyarakat leih besar darpada pena%aran agregatnya !.* O .S# dan tingginya tekanan inflasi. Yf Yf = E } DG IG 0 { YEQ YEQ

8ntuk mengatasi kondisi di atas dapat digunakan konsep angka pengganda.

30

11.#.

%nAlasi dan pengangguran 6asil penelitian profesor .. R. (hilip !"K3<# tentang perekonomian Inggris

periode "<1"-"K3; menunjukkan adanya hubungan negatif dan non linier antara kenaikan tingkat upah/ inflasi tingkat upah !%age inflation# dengan pengangguran !unemployment#. 6ubungan tersebut dapat dilihat pada diagram berikut: KURVA PHILIPS
8pah

*ari kurva philips terlihat biaya dari pengurangan tingkat pengangguran adalah inflasi. Misalnya kondisi a%al yang
.

R"

dihadapi adalah titik $) dimana tingkat upah adalah R& dan


$

R&

tingkat pengangguran 8&. :ika tingkat pengangguran ingin


*

R'

dikurang menjadi 8") tingkat upah naik menjadi R'. namun


(engangguran

harga adalah

yang

harus

dibayar

8" 8&

8'

meningkatnya

pengangguran.

11.+. "ia:a (osial dari %nAlasi


S outputnya. S S 8mumnya ekonom sepakat bah%a inflasi yang aman adalah sekitar 32 .da beberapa masalah sosial/biaya sosial yang muncul dari inflasi yang pertahun) jika terpaksa maksimal "G2 pertahun. tinggi) antara lain: 1. Menurunn:a Tingka! 'esejah!eraan ingkat kesejahteraan masyarakat) sederhananya diukur dengan tingkat pendapatan yang diperoleh. Inflasi menyebabkan daya beli pendapatan makin rendah) khususnya bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap. 6arus diakui sampai tk tertentu inflasi dibutuhkan utk memicu pertumbuhyan pena%aran agregate. Sebab kenaikan harga akan memacu produsen utk meningkatkan

31

2. Makin "urukn:a $is!ri)usi Pendapa!an *ampak buruk terhadap tingkat kesejahteraan dapat dihindari jika pertumbuhan tingkat pendapatan lebih tinggi dari tingkat inflasi. 3. Terganggun:a (!a)ili!as Ekonomi Stabilitas ekonomi adalah sangat kecilbya tindakan spekulasi dalam perekonomian. Inflasi mengganggu stabilitas ekonomi dengan merusak perkiraan tentang masa depan !ekspektasi# para pelaku ekonomi. 1./. 'e)ijakan Menga!asi %nAlasi +ebijakan Moneter +ebijakan Moneter !monetary policy) adalah kebijakan yang bertujuan mengarahkan kondisi makro) dengan mengatur jumlah uang yang beredar. +ebijakan uang ketat !kebijakan moneter kontraktif# akan mengurangi jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. +ebalikannya kebijakan moneter ekspansif akan menambah jumlah uang yang beredar. +ebijakan -iskal +ebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang bertujuan mengarahkan ekonomi makro ke kondisi yang diinginkan !yang lebih baik# dengan mengatur anggaran pemerintah) terutama sisi penerimaan dan pengeluaran. .lat utama kebijakan fiskal pemerintah adalah pajak dan subsidi

PERTEMUAN 12
12.1. Penger!ian 'on:ung!ur +onyungtur adalah kenyataan yang berlaku dalam perekonomian yang menunjukkan bah%a kegiatan ekonomi tidak berkembang secara teratur tetapi mengalami kenaikan atau kemunduran yang selalu berubah-ubah dari %aktu ke %aktu. /ambaran atau grafik mengenai kon-ungtur adalah suatu grafik yang menunjukkan perubahan pendapatan nasional dan kegiatan ekonomi dari satu %katu ke %aktu lain. 12.2. Tahap8Tahap 'on:ung!ur

32

12.3.

/erakan menaik !upturn atau expansion) itik puncak atau kulminasi !peak atau upper turning point) /erakan menurun !do.nturn atau kontraksi) itik terendah atau titik nadir !trough atau lo.er turning point)

Teori Terjadin:a 'on:ung!ur eori +lasik !.dam Smith# erjadinya titik balik dari gelombang konyungtur disebabkan oleh infle@ibility

dari politik perkreditan dan produksi. .pabila tidak ada kekakuan dalam politik perkreditan dan produksi maka perubahan dalam output akan menimbulkan perubahan yang sesuai dalam permintaan terhadap output tersebut. eori Modern !+eynes# (roses ekspansi/kontraksi tidak dipengaruhi oleh politik perkreditan maupun produksi. itik balik atas maupun titik balik ba%ah disebabkan karena adanya konsep M(5 Q ") artinya pada titik balik atas orang tidak akan membelanjakan konsumsi sebanyak kenaikan income yang diperoleh. Sehingga ada bagian dari produksi yang tidak terbeli pada tk full employment. (ada titik balik ba%ah) orang tidak akan mengurangi konsumsinya sebanyak pengurangan yang terjadi pada pendapatannya.

33