Anda di halaman 1dari 10

TUGAS KURIKULUM

KURIKULUM YANG COCOK UNTUK INDONESIA

Oleh : Putu Ade Adnyana Putra Ida %a&u' Gede Te&ar Putra A'ta(a
I MADE %UDIASTAMA

(1 1!"!#""1$ (1 1!"!#"")$ (1 1!"!#"* $

+URUSAN PENDIDIKAN TEKNIK IN,ORMATIKA ,AKULTAS TEKNIK DAN KE+URUAN UNI-ERSITAS PENDIDIKAN GANES.A SINGARA+A *"1

Sebelum masuk ke pembahasan, cobalah anda simak salah satu artikel yang menarik tentang kurikulum baru baru ini tentang kurikulum di di indonesia berikut beritanya :

Dari artikel di atas, dapat kita simpulkan bahwa, kurikulum di indonesia memang belum beres, keadaan ini mengakibatkan pendidikan di indonesia yang bisa dibilang dalam tanda kutip /Se0era(ut12 Yang pada intinya pendidikan di indonesia walaupun telah di susun kurikulum sedemikian rupa, masih sangat sulit mengangkat kualitas pendidikan di indonesia. Oleh karena alasan itu sebelum mengetahui kurikulum apa yang sebenarnya cocok diterapkan sekarang, terlebih dahulu setidaknya pemerintah harus mampu memberikan pendidikan yang merata ke seluruh daerah di indonesia tanpa terkecuali, sesuai dengan UUD 1 !" #asal $1 ayat %1& yang menyatakan Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan. 'enurut kelompok kami pendidikan di (ndonesia haruslah merata dari sabang sampai marauke. #enyebab utama dari ketidak merataan dari pendidikan di (ndonesia ini ialah perbedaan tingkat sosial ekonomi masyarakat, )ondisi *eogra+is ,ilayah (ndonesia, penyebaran sekolah yang tidak merata -kses terhadap pendidikan tidak tersebar secara merata dan golongan miskin paling sedikit mendapat bagian.pendidikannya belum merata antara masyarakat miskin dan golongan masyarakat menengah keatas. Oleh sebab itu, pemerintah berkewa.iban untuk memenuhi hak dan kewa.iban masyarakat dalam bidang pendidikan Untuk itu, agenda penting yang harus men.adi prioritas dalam pemerataan pendidikan adalah untuk masyarakat miskin. 'asalah mereka adalah kemiskinan men.adi penghambat utama dalam mendapatkan akses pendidikan. /ain dari pada itu, daerah (ndonesia bagian timur yang masih tertinggal dalam hal mutu dan kualitas pendidikan harus mendapat perhatian khusus guna mencegah munculnya ketimpangan sosial. #erhatian serius dari berbagai pihak terutama dari pemerintah mutlak diperlukan dalam rangka menaikan mutu dan kualitas pendidikan agar dapat dinikmati semua golongan dan merata dari Sabang sampai 'erauke. #ermasalahan pasti akan tetap ada dan itulah mengapa ada pemerintahan dalam sebuah negara. 'enghilangkan kemiskinan dengan cara pembangunan ekonomi yang merupakan suatu proses dimana pemerintah dan masyarakatnya mengelola sumber daya0sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara

pemerintah dengan pihak swasta untuk menciptakan suatu lapangan peker.aan baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi dalam suatu negara. Disamping tingkat ekonomi masyarakat, penyebab ketidak meratanya pendidikan di (ndonesia, tidak terlepas dari kondisi geogra+is wilayah (ndonesia, Secara *eogra+is, wilayah (ndonesia yang cukup luas dengan sebagai negara kepulauan ternyata men.adi salah satu penghambat pemerataan pembangunan pendidikan. 1al tersebut berakibat bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat terlaksana dengan maksimal khususnya di daerah terpencil. )etimpangan pembangunan pendidikan antara satu wilayah dengan wilayah yang lain sangat terlihat sekali, baik secara +isik maupun secara non0+isik. Di (ndonesia memiliki banyak para ahli yang berkompoten di bidangnya. (ndonesia .uga banyak orang pintar, tetapi yang men.adi pertanyaan semua orang adalah mengapa bisa masalah pendidikan di (ndonesia tetap ter.adi2 -pakah tidak ada yang bisa memikirkan dengan baik lagi untuk mengatasi segala masalah pendidikan tersebut2 'asyarakat saat ini seperti kelinci percobaan dari berbagai kebi.akan pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah. 'asalah pendidikan sebenarnya sangatlah kompleks, tidak hanya terletak dari kebi.akan yang ditetapkan atau tidak, tetapi .uga terletak dari pelaku pendidikan itu sendiri. 3idak .arang kita mendengar rendahnya kepro+esionalan guru0guru di (ndonesia .ika dilihat dari penempatan tugas yang lebih banyak di perkotaan ketimbang di pedesaan. Dan mengenai masalah kurikulum yang sesuai diterapkan di (ndonesia, kami pikir kebi.akan perubahan kurikulum merupakan upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan (ndonesia agar mempunyai daya saing dengan negara ma.u di era global, tentunya menu.u perubahan yang lebih baik, ino4ati+. 5ukan hanya sekedar +ormalitas sehingga orientasinya tidak pada 6ganti menteri ganti pula kurikulum. 7ika ada #erubahan kurikulum pada dasarnya haruslah disertai dengan adanya proses sosialisasi yakni suatu proses pemasyarakatan ide atau gagasan yang terdapat pada suatu kurikulum terhadap para pelaksana kurikulum, terutama sekali pada tingkat mata pela.aran. 8amun sepertinya kegiatan sosialisasi yang berlangsung sampai saat ini masih kurang merata, hal ini menyebabkan para guru

dan peserta didik tidak benar0benar memahami dan menguasai bagaimana kurikulum tersebut harus di aplikasikan dalam proses pembela.aran. 1al ini tentu sangat mengganggu kee+ekti+an kegiatan bela.ar menga.ar. Seringnya dilakukan perubahan kurikulum .uga berdampak buruk bagi para peserta didik. #eserta didik dituntut harus dapat menyesuaikan diri dengan sistem pembela.aran baru dalam waktu yang relati+ singkat. #adahal tidak semua peserta didik dapat melakukan hal tersebut dengan mudah. 5elum lagi setiap ter.adi perubahan sistem pembela.aran maka urutan materi yang diberikan kepada peserta didik .uga ikut berubah. )adang ditemukan bahwa ada materi yang seharusnya sudah dipela.ari pada semester 1, diberikan lagi pada semster berikutnya. Yang ter.adi adalah siswa hanya mengulang pela.aran sa.a. #roses perubahan kurikulum itu sendiri bukanlah suatu proses yang sederhana. Dibutuhkan biaya yang banyak untuk proses pembuatan kurikulum. Sebab )etika akan dilakukan penggantian kurikulum, hal ini .uga berarti mengganti cara pendidikan dan penga.ar dimana harus adasuatu pelatihan terlebih dahulu. 5elum lagi setelah ada kurikulum baru, harus ada sosialisasi di semua tingkat pendidikan agar kurikulum dapat dilaksanakan. Untuk hal tersebut dibutuhkan lagi biaya yang tidak sedikit.-kan lebih beman+aat .ika anggaran pendidikan digunakan untuk proses kegiatan bela.ar menga.ar atau untuk membantu biaya pendidikan bagi rakyat yang membutuhkannya. 'aka dalam hal ini, sebenarnya cukup satu sa.a kurikulum yang dipergunakan dalam dunia pendidikan kita dengan terus diawasi dan die4aluasi pelaksanaannya serta terus diperbaiki dan disempurnakan bagi ma.unya pendidikan.#engawasan terhadap kurikulum dilakukan dengan cara mempertahankan agar kurikulum tetap ber.alan sebagaimana seharusnya.Selain itu yang perlu mendapat perhatian serius seharusnya adalah peningkatan kese.ahteraan tenaga guru dan dosen, serta pemberian akses kesempatan bela.ar yang seluas0luasnya bagi peserta didik. Sebagaimana diketahui bahwa masih banyak anak0anak yang tidak dapat melan.utkan pendidikan, baik pada kota0kota besar maupun pada daerah pedalaman. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan tidak harus mengalami pergantian yang terus0menerus tetapi ia hanya membutuhkan penyempurnaan .ika dirasa

masih terdapat kekurangan di dalamnya. Yang paling penting ialah bagaimana kurikulum tersebut dilaksanakan, sebab sebagus apapun rancangan kurikulum, namun .ika pada praktiknya tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan maka hal itu .ustru menghambat sistem pendidikan nasional.

#emerintah terkadang memberi .an.i .an.i surga bahwa kurikulum ini adalah obat dari segala macam permasalahan pendidikan di (ndonesia. -pa sesempurna itu kurikulum ini sehingga tanpa celah untuk dikritisi 2 pergantian kurikulum indonesia ke kurikulum 9:1$ : dapat kita .adikan renungan dari artikel pendapat seorang mahasiswa tentang permasalahan

5erikut ulasan dari artikel yang ber.udul /%eran3 0en4la5 5ur35ulu0 *"1 1 : )ualitas guru, permasalahan rendahnya kualitas guru yang kita miliki seharusnya tidak di.awab dengan pergantian kurikulum baru. Semestinya #emerintah dalam hal ini kemendikbud men.awabnya dengan pelatihan pelatihan yang e+ekti+ ke daerah dan bukan hanya kota kota besar. /angkah tersebut akan lebih e+ekti+ untuk meningkatkan kualitas guru. )arena anak anak yang cerdas, perlu guru yang cerdas pula untuk mendidik mereka. )urikulum kita sudah sering berubah, namun hal itu tidak memecahkan masalah pendidikan kita. /alu mengapa kita tidak bela.ar dari ke.adian di masa lalu tersebut 2. 1anya keledai yang terperosok pada lubang yang sama. Sekarang saya mulai berpikir apakah guru dan siswa dalam hal ini hanya di.adikan kelinci percobaan kurikulum baru oleh penguasa 2. 'ungkinkah pergantian kurikulum selama ini hanya bersi+at trial and error tanpa pertimbangan yang matang dalam pelaksanaannya 2 Dalam acara talkshow 'ata 8a.wa edisi 3erkukung )urikulum, #ak 'enteri '. 8uh mengatakan 6dalam kurikulum baru 9:1$, guru tidak perlu lagi

membuat silabus;. Saya melihatnya ini sebagai pembodohan terstruktur kepada guru (ndonesia. *uru disini hanya diminta sebagai robot penurut untuk memenuhi keinginan penguasa. 5ukan tidak mungkin kualitas guru akan semakin menurun karena guru segalanya akan dibuat mudah dan membuat guru malas berpikir. Satu lagi pernahkah pak menteri membayangkan .ika silabus dibuat sama untuk seluruh sekolah di (ndonesia apakah yang akan ter.adi 2. 5ukankah karakteristik masing masing daerah berbeda 2 masing masing sekolah memiliki karakter berbeda. /alu bagaimana silabus yang sama bisa digunakan untuk semua sekolah di (ndonesia 2. Dalam berbagai perkuliahan matakuliah kependidikan dosen yang mengampu matakuliah di kampus sering mengatakan bahwa 63arget pencapaian dari kurikulum 9:1$ adalah di tahun 9:!";./alu pertanyaan yang selalu muncul dalam otak saya ketika dosen berkata seperti itu adalah 6Siapa yang berani men.amin kalau sampai 9:!" kurikulum kita tidak akan diganti lagi 2;. 7angankan sampai 9:!", untuk " tahun kedepan setelah kita ganti presiden siapakah yang berani men.amin .ika kurikulum kita .uga tidak ikut berganti 2. Saya berpendapat kurikulum 9:1$ bukanlah .awaban dari peningkatan kualitas pendidikan di (ndonesia. Solusi yang bisa sedikit dipertimbangkan adalah membatalkan pelaksanaan kurikulum ini. biarlah kurikulum lama dilakukan proses e4aluasi terlebih dahulu. )ita lihat sisi negati+ dan positi+ pada kurikulum tersebut. Sehingga tidak ada yang beropini tanpa alasan bahwa kurikulum lama %)3S#& tidak bagus dan harus diganti kurikulum baru. 7ika tidak ada pertmbangan matang matang dan proses penelitian yang tingkat 4aliditasnya tinggi maka .angan heran .ika di dunia luar masih banyak omongan bahwa 6*anti menteri, ganti kurikulum; )ita memang tidak bisa menutup akan datangnya sebuah perubahan, dalam dunia pendidikan sekalipun. 8amun saya tidak yakin bahwa kurikulum 9:1$ akan memecahkan semua masalah yang ada pada pendidikan di (ndonesia . #erubahan yang konkret harus terletak pada bagaimana cara menga.ar guru untuk men.adi guru yang berkualitas. 'engutip pernyataan dari <etno /istyarti Sek.en =orum

Serikat *uru (ndonesia 6*uru yang berkualitas akan melahirkan peserta didik yang berkualitas pula, *uru yang kritis akan mencetak peserta didik yang kritis pula;. Dari artikel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kurikulum belum tentu menentukan kualitas pendidikan di indonesia, sebab masih banyak +aktor lain yang mendukung, misalkan +asilitas pendidikan maupun kualitas guru penga.ar yang baik. #ergantian kurikulum yang ter.adi di indonesia bisa dikatakan sudah banyak berubah dari tahun ke tahun, setidaknya perubahan kurikulum harusnya bela.ar dari pengalaman kurikulum kurikulum yang lalu, .angan hanya sekedar memperbaiki kurikulum tanpa memperhatikan dampaknya ke peserta didik maupun guru yang men.adi ob.ek penting dalam pendidikan di indonesia. /angkah perbaikan kurikulum itu ibarat pepetah tiada rotan akarpun berguna, maka pemerintah sebaiknya melakukan berbagai langkah perbaikan konsep dengan melibatkan pelbagai unsur>Stakholders pendidikan dan melakukan studi>penelitian lebih mendalam sebelum kebi.akan tersebut bergulir.

Per0a'alahan dan S4lu'3


#ermasalahan kualitas pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di (ndonesia memang terkait erat dengan peran kurikulum terhadap sistem pendidikan, namun penerapan kurikulum yang disusun dalam sistem pendidikan menimbulkan dilema0dilema baru yang ter.adi. 5erkaca dari hal tersebut terbukti kurikulum0kurikulum yang telah diterapkan sebelumnya kurang e+ekti+. 'engapa2 1asil ka.ian yang dilakukan terhadap tiap generasi kurikulum terbukti cenderung ter+okus dalam mengolah beban dan .enis mata pela.aran yang termuat, peserta didik dipasok dengan mata pela.aran berbagai bidang ilmu sedangkan kemampuan peserta didik di tiap daerah tentu berbeda, ketidakseimbangan ini akan berdampak pada kesen.angan pencapaian hasil bela.ar tiap sekolah, sebagai bukti misalkan dari hasil U8 yang sangat terlihat perbedaannya di setiap daerah dan untuk menutupi hal ini tiap institusi pendidikan memanipulasi data

pencapaian U8, hasilnya2 Sumber daya manusia sebagai output atau tamatan suatu sekolah dipastikan kualitasnya tidak sebanding dengan data U8 di atas kertas. 1al pertama yang patut diperhitungkan ialah menghilangkan mind-set yang terpaku pada asumsi perubahan kurikulum adalah hanya satu0satunya .alan dalam menyelesaikan persoalan, perubahan kurikulum akan membenahi kesen.angan dalam pendidikan, perubahan kurikulum itu begini, demikian seterusnya. Mind-set seperti ini harus dikurangi dikarenakan ada +aktor lain seperti kema.uan dari segi pembangunan %penyediaan sarana dan pra0sarana& sebagai hasil otonomi daerah yang ke arah positi+ .uga dibutuhkan, dan pihak penyelenggara pendidikan yang bersih, mengapa2 3erkadang .alur keras harsh decision and judgement perlu dilakukan untuk mengurangi adanya perilaku0 perilaku penyuapan dan kecurangan di dalam institusi pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan selama ini. #erihal pembangunan di sektor pendidikan yang terkait dengan otonomi daerah adalah panggung pentas yang tidak mungkin diatasi dengan kurikulum, adalah hal mutlak yang harus ditangani oleh pemerintah dan masyarakat, baik berupa langkah pembenahan anggaran ataupun program ker.a yang secara tak langsung berdampak pada pembangunan di sektor pendidikan. Solusi yang bisa dicoba untuk mengatasi masalah di bagian pendidikan bisa dengan .alan pen.urusan keahlian se.ak sekolah menengah pertama, komposisi yang memungkinkan adalah sebagai berikut : 1. Studi wa.ib tersusun oleh mata pela.aran seperti 5ahasa (ndonesia, 5ahasa (nggris, 5ahasa Daerah, 'atematika, -gama, #)n 9. Studi #ilihan tersusun men.adi tiga besar yaitu (lmu 5ahasa %untuk tingkat S'#&, (lmu 5ahasa dan Sastra%untuk tingkat S'-&, (lmu Sosial, dan (lmu -lam $. 'uatan /okal dan ?kstrakurikuler

muatan yang diambil disusun sesuai kebutuhan peserta didik dan ciri khas daerah, di bagian ini bisa dilengkapi dengan keberadaan muatan berupa teknologi in+ormatika mengingat saat ini bidang in+ormatika adalah hal yang lumrah sehingga diharapkan dapat ditampung dalam bentuk ekstrakurikuler. Syarat tambahan %bersi+at mutlak namun tidak termasuk dalam raport& !. =esti4al <egional bagian ini merupakan hasil ker.asama sekolah0sekolah antar tingkat di setiap regional tiap tahunnya dalam menyelenggarakan suatu a.ang ramah0tamah, bisa diisi dengan lomba0lomba permainan daerah dan +esti4al kebudayaan yang melibatkan kolaborasi kreati4itas peserta didik. 3u.uan +esti4al regional adalah untuk mengurangi rasa perselisihan antar sekolah dengan tatap muka dan sosialisasi langsung antar peserta didik dari sekolah0sekolah berbeda dalam satu regional. )omposisi yang demikian dipertahankan hingga sekolah menengah atas walaupun beban materi tidak seberat dan kompleksitas tidak seperti yang didapat di sekolah menengah atas. Sistem u.ian sebaiknya selain u.ian akhir semester, ditambahkan dengan sistem u.ian blok yang diatur masing0masing sekolah secara mandiri. Sistem u.ian blok adalah pelaksanaan u.ian tiap akhir bab pembahasan tiap satuan mata pela.aran. 1al ini dilakukan sebagai e4aluasi pemantapan tiap pembahasan yang telah ber.alan dan mengurangi beban materi yang harus diu.ikan dalam satu satuan waktu.