Anda di halaman 1dari 4

Githa Ayu Astarika 01.208.5662 Pertanyaan dan Jawaban REFKAS 1. Jelaskan Patogenesis terjadinya Polip ?

Jawab : Pembentukan polip sering diasosiasikan dengan inflamasi kronik, disfungsi saraf otonom serta predisposisi genetik. Menurut teori Bernstein, Terjadi perubahan mukosa hidung

akibat peradangan atau aliran udara yang berturbulensi

terutama di daerah sempit di kompleks ostio meatal.

Terjadi prolaps submukosa yang diikuti oleh reepitelisasi dan pembentukan kelenjar baru.

Juga terjadi peningkatan penyerapan natrium

oleh permukaan sel epitel

yang berakibat retensi air sehingga

terbentuk polip. Teori lain mengatakan karena ketidakseimbangan saraf vasomotor terjadi peningkatan permeabilitas kapiler dan gangguan regulasi vaskular yang mengakibatkan dilepasnya sitokin-sitokin dari sel mast, yang akan menyebabkan edema dan lama-kelamaan menjadi polip.Bila proses terus berlanjut, mukosa yang sembab makin membesar menjadi polip dan kemudian akan turun ke rongga hidung dengan membentuk tangkai.

2. Jelaskan Indikasi Operasi BSEF ? Jawab: Tindakan Operasi BSEF (Bedah Sinus Endoskopi Fungsional)/FESS merupakan teknik operasi terkini untuk sinusitis kronik yang memerlukan operasi. Indikasinya adalah Sinusitis kronik yang tidak membaik setelahterapi adekuat, sinusitis kronik disertai kista atau kelainan ireversibel,polip ekstensif, adanya komplikasi sinusitis serta sinusitis jamur. 3. Sebutkan klasifikasi Polip menurut tempat terbentuknya? Jawab:

a. Ada polip yang tumbuh ke arah belakang dan membesar di nasofaring, disebut
polip koana.

b. Polip koana kebanyakan berasal dari dalam sinus maksila dan disebut juga polip
antro-koana. Ada juga sebagian kecil polip koana yang berasal dari sinus etmoid. 4. Pada kasus ini polip hidung sudah mencapai stadium berapa? Jawab: Pembagian stadium polip menurut Mackay dan Lund (1997), stadium 1 : polip masih terbatas di meatus medius, stadium 2 : polip sudah keluar dari meatus medius, tampak di rongga hidung tapi belum memenuhi rongga hidung, stadium 3 : polip yang masif. Jadi pada kasus ini Polip nasi mencapai stadium 2, karena polip sudah keluar dari meatus medius tapi belum memenuhi rongga hidung. 5. Pada kasus ini sinusitisnya termasuk sinusitis yang mana? Akut atau kronik? Jawab : Menurut gejalanya pada kasus ini sinusitisnya masuk yang sinusitis Kronik karena gejala yang dirasakan pasien sudah kurang lebih 4 thn. Dimana pada perjalanan penyakitnya Sinusitis akut : terjadi beberapa hari sampai 4 minggu Sinusitis subakut: 4 minggu sampai 3 bulan Sinusitis Kronik : Lebih dari 3 bulan

Dari Gejalanya Gejala Nyeri Wajah Waktu Sekret PND Demam Batuk Sakit Kepala Sakit gigi Nafas bau Hisung tersumbat bersin Sinusitis Akut Ada , Berat >10-14 hari, < 4 minggu Kental , putih , kuning hijau Ada Ada Kronik Ada Sinusitis maksilaris Ada Ada Tidak ada Sinusitis Kronik Ada , tidak dominan >12 minggu hilang timbul Kental,tebal,putih,kuninghijau Ada Kadang Kronik Tidak ada Sinusitis Maksilaris Kadang Ada Kadang

6. Sebutkan Komplikasi sinusitis jika tidak segera di operasi dan komplikasi dari operasi sinusitis dari FESS dan Cadwell -Luc? Jawab: Komplikasi yang sering terjadi pada kasus sinusitis yakni baik dari penyakitnya itu sendiri maupun akibat tindakan operatif yang dilakukan. a. Komplikasi Sinusitis : - Osteomyelitis dan abses subpperiosteal - Kelainan orbita Penyebaran infeksi melalui tromboflebitis dan perkontinuitatum, berupa : a. Edema palpebra b. Selulitis orbita c. Abses subperiostal d. Abses orbita e. Trombosis sinus kavernosus - Kelainan intracranial f. Meningitis g. Abses ektradural/subdural h. Abses otak i. Trombosis sinus kavernosus

- Kelainan paru

b. Komplikasi tindakan operasi a. FESS i. Perlukaan orbita ii. Hematom orbita iii. Kebutaan iv. Trauma pada duktus nasolakrimalis v. Epifora vi. Trauma basis kranii b. Caldwell-luc procedure i. Fistel oroantral ii. Trauma nervus infraorbitalis iii. Trauma akar gigi