Anda di halaman 1dari 11

ANGGARAN DASAR FORUM SAINTIS MUDA NASIONAL (FOSMAN) TAHUN 2013 Mahasiswa sebagai generasi penerus masa depan

harus mampu mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dengan mengedepankan akhlak dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur agama, memiliki keimanan dan keyakinan yang kokoh kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta bermanfaat bagi masyarakat. Pengembangan ilmu pengetahuan harus berdasarkan pada sinergisitas antar disiplin keilmuan dengan menghilangkan sekat-sekat yang ada sehingga mampu mewujudkan tatanan dunia yang selaras dan seimbang serta berke-Tuhanan. Pengkajian mendalam pada ilmu pengetahuan akan meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tujuan mulia ini akan lebih mudah dicapai dan diwujudkan dengan kebersamaan. Oleh karena itu, kami mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menghimpun diri dalam kelompok studi yang berpedoman pada anggaran dasar sebagai berikut : BAB I NAMA, KEDUDUKAN DAN WAKTU Pasal 1 Nama dan Lambang Organisasi Organisasi ini bernama Forum Saintis Muda Nasional dan disebut Fosman, Lambang FOSMAN sebagaimana terlampir.

Pasal 2 Kedudukan Fosman berkedudukan di salah satu Kelompok Studi Fakultas MIPA yang tergabung dalam keanggotaan Fosman. Pasal 3 Waktu Fosman diresmikan pada tanggal 13 Oktober 2013 BAB II SIFAT DAN STATUS Pasal 4 Sifat Fosman bersifat: 1. Religius, artinya berlandaskan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. Ilmiah, artinya melaksanakan kegiatan yang berlandaskan keilmuan. 3. Terbuka, artinya terbuka bagi peran serta seluruh mahasiswaanggota KSF yang tegabung dalam Fosman. 4. Musyawarah, artinya segala aspirasi dan keputusan forum yang diambil berdasarkan prinsip-prinsip musyawarah secara umum. 5. Independen, artinya tidak terikat dengan salah satu organisasi kemahasiswaan manapun dan tidak berafiliasi pada organisasi politik tertentu. Pasal 5 Status Fosman memiliki status sebagai Forum Kelompok Studi Fakultas MIPA Nasional

BAB III MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 6 1. Maksud berdirinya forum ini adalah memberi wadah (media center) sebagai tempat berbagi informasi dan pengetahuan antar masingmasing Kelompok Studi Fakultas MIPA di berbagai Universitas, Institut dan atau sederajat. 2. Fosman memiliki tujuan membentuk suatu media untuk saling berbagi dan belajar antar kelompok studi MIPA agar dapat berkontribusi untuk Indonesia yang lebihbaik. 3. Mengoptimalkan fungsi Kelompok Studi Fakultas MIPA yang berbasis riset dan keilmuan di setiap Universitas, Institut dan atau sederajat. BAB IV FUNGSI DAN PERAN Pasal 7 Fungsi Fosman berfungsi: 1. Memberikan wadah (media) untuk saling berbagi informasi dan ilmu pengetahuan antar masing-masing Kelompok Studi Fakultas MIPA di berbagai Universitas, Institut dan atau sederajat se-Indonesia. 2. Menggalakkan terbentuknya Kelompok Studi Fakultas MIPA seIndonesia agar dapat berkontribusi bersama sama.

Pasal 8 Peran Fosman berperan sebagai: 1. Penggerak aktivitas keilmuan di Kelompok Studi FMIPA yang tergabung dalam Fosman. 2. Wadah penelitian dan pengkajian pada bidang keilmuan di FMIPA yang tergabung dalam Fosman. 3. Fasilitator Kelompok Studi yang tergabung dalam Fosman dalam rangka kontribusi dan pengabdian kepada masyarakat. BAB V KEANGGOTAAN Pasal 9 Keanggotaan Keanggotaan Fosman bersifat terbuka bagi seluruh anggota Kelompok Studi Fakultas MIPA yang tergabung dalam Fosman di seluruh Indonesia. BAB VI STRUKTUR KEORGANISASIAN Pasal 10 Struktur keorganisasian Fosman terdiri dari : 1. Musyawarah Besar 2. Majelis Umum 3. Sekjen 4. Dewan 5. Pasal 11 Musyawarah Besar Musyawarah Besar merupakan media pengambilan keputusan tertinggi di Fosman.

Pasal 12 Majelis Umum Majelis Umum adalah dewan yang mengampu fungsi penasihat dan pendampingan, serta membuat kebijakan darurat dalam rangka mengarahkan Fosman. Pasal 13 Sekjen Sekjen berfungsi sebagai koordinator pusat serta memiliki tanggung jawab penuh terhadap kebijakan dan keputusan. Pasal 14 Dewan Dewan memiliki peran sebagai pengurus harian Fosman 1. Dewan Riset dan Teknologi (Ristek) berfungsi sebagai penggiat kegiatan keilmiahan baik riset interdisipliner, kajian edukatif, dan penerbitan jurnal 2. Dewan Humas dan Informasi berfungsi sebagai penanggung jawab pengembangan jaringan Fosman 3. Dewan Pengabdian Masyarakat berfungsi sebagai penanggung jawab kegiatan sosial terutama kontribusi terhadap masyarakat.

BAB VII KEUANGAN ORGANISASI Pasal 15 Keuangan Keuangan Fosman diperoleh dari: 1. Sumbangan masing masing KSF yang tergabung dalam Fosman 2. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Fosman 3. Sumbangan dan hibah dari anggota dan simpatisan 4. Sumber-sumber lain yang halal BAB VIII PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN ATURAN TAMBAHAN Pasal 16 Perubahan Anggaran Dasar Perubahana nggaran dasar hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Besar Fosman dengan disetujui sekurang-kurangnya 2/3 peserta yang hadir dalam musyawarah besar. Pasal 17 Aturan Tambahan Hal-hal yang belum ditetapkan dalam anggaran dasar diatur dalam ketentuan-ketentuan yang tidak bertentangan dengan anggaran dasar ini.

ANGGARAN RUMAH TANGGA FORUM SAINTIS MUDA NASIONAL (FOSMAN) TAHUN 2013 BAB I STRUKTUR FOSMAN BAGIAN I MUBES FOSMAN Pasal 1 Musyawarah Besar 1. Mubes memegang kekuasaan tertinggi di Fosman 2. Mubes diselenggarakan satu tahun sekali pada akhir kepengurusan. Pasal 2 Kekuasaan dan Wewenang 1. Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Fosman 2. Memilih dan menetapkan Sekjen dan Dewan Formatur (DF) Fosman. 3. Mengevaluasi,menilai dan menerima laporan pertanggung jawaban pengurus Fosman satu tahun sebelumnya. 4. Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Fosman. Pasal 3 Musyawarah Besar Istimewa 1. Musyawarah Besar Istimewa (MBI) dapat dilaksanakan apabila : a. Dalam keadaan darurat atau mendesak b. PH mengundurkan diri dari jabatannya 2. MBI mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan Mubes.

BAGIAN II MAJELIS UMUM Pasal 4 1. Majelis Umum terdiri dari Ketua-ketua Kelompok studi yang tergabung dalam Fosman pada saat kepengurusan berjalan. 2. Majelis Umum adalah dewan yang mengampu fungsi penasihat dan pendampingan, serta membuat kebijakan darurat dalam rangka mengarahkan Fosman. BAGIAN III Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pasal 5 Sekjen Sekjen Fosman adalah salah satu utusan dari masing masing KSF yang dipilih melalui musyawarah dan ditentukan oleh DF dengan pertimbangan ketua masing-masing KSF sebelumnya. Pasal 6 Tugas dan Wewenang Sekjen 1. Sebagai koordinator FOSMAN berdasarkan atas AD/ART yang telah disahkan 2. Bertanggung jawab atas semua aktivitas Fosman baik internal maupun eksternal

BAGIAN IV Dewan Pasal 7 Dewan Fosman Dewan Fosman terdiri atas Ketua Dewan dan Anggota Dewan, dimana masing-masing merupakan delegasi dari tiap Kelompok Studi yang tergabung, dan tiap Kelompok Studi hanya berhak mengirim 2 delegasi. Pasal 8 Tugas dan Wewenang Dewan 1. Melaksanakan hasil-hasil keputusan mubes Fosman serta kegiatan yang telah disepakati bersama. 2. Berwenang memberi perintah, sanksi, dan penghargaan kepada anggota Fosman. Pasal 9 Masa Kepengurusan Masa kepengurusan Fosman adalah satu periode kepengurusan yaitu satu tahun terhitung sejak tanggal pelantikan dan setelah itu dapat dipilih kembali. BAGIAN V ANGGOTA Pasal 10 Syaratsyarat Keanggotaan Setiap mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Studi yang menjadi anggota Fosman.

Pasal 11 Kewajiban Anggota Setiap anggota Fosman berkewajiban: 1. Menjaga nama baik Fosman 2. Berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan Fosman 3. Mematuhi peraturan-peraturan yang terdapat dalam AD-ART peraturan-peraturan lain yang berlaku

dan

Pasal 12 Hak Anggota Setiap anggota Fosman berhak: 1. Mengeluarkan pendapat, mengajukan usul, saran secara lisan maupun tulisan kepada pengurus demi kemajuan Fosman. 2. Dipilih sebagai pengurus Fosman sesuai dengan ketetapan-ketetapan yang telah ditentukan. 3. Mendapatkan pelayanan yang sama antar anggota Fosman dan keterangan-keterangan mengenai perkembangan organisasi Fosman 4.Mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Fosman. Pasal 13 Masa keanggotaan Masa keanggotaan berakhir karena : 1. Meninggal dunia 2. Tidak lagi menjadi anggota KSF yang tergabung dalam FOSMAN 3. Tidak melaksanakan salah satu kewajiban sebagai anggota 4. Lulus atau tidak lagi menjadi mahasiswa FMIPA 5. Melakukan tindak pidana kriminal

BAB II PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN ATURAN TAMBAHAN Pasal 14 Perubahan Anggaran Rumah Tangga Perubahan anggaran rumah tangga hanya dapat dilakukan oleh musyawarah besar atau musyawarah besar istimewa fosman dengan disetujui sekurang-kurannya 2/3 peserta musyawarah. Pasal 15 Aturan Tambahan Hal-hal yang belum ditetapkan dalam anggaran rumah tangga diatur dalam ketentuan-ketentuan yang tidak bertentangan dengan anggaran rumah tangga ini.