Anda di halaman 1dari 15

POLA PERTAHANAN PADA PERMAINAN

VOLI
Dibuat untuk menyelesaikan
tugas olahraga

Kelompok 4
Kelas 3 TKJ

oleh
1.Isti Indah Aryanti
2.Kemal Abdurahman
3.Mansur Efendi
4.M.Ahmad.Yunus
5.Nita Adilah
6.Ratna Kumala Puri
7.Rinda Linggsari

SMKN 26 JAKARTA
2009

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong kami untuk menyelesaikan makalah
ini dengan penuh kemudahan.Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup
menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang TEKNIK
PERTAHANAN PERMAINAN BOLA VOLI, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan
dari berbagai sumber.Makalh ini juga disusun untuk menyelesaikan tugas pelajaran olahraga.

Makalah ini memuat tentang “Permainan Voli” yang kurang digemari oleh masyarakat
kota.Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup
jelas bagi pembaca.

Kami juga mengucapkan terima kasih pada guru Olahraga kami yaitu Pak
Nursiswanto yang telah membimbing kami agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami
menyusun makalah ini.Kami juga berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu
kami menyusun makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca.Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan.Kami mohon untuk
saran dan kritiknya.Terima kasih.

Penulis
Pendahuluan
Meraih untung dengan bermain”. Kalimat sederhana ini tentunya merupakan salah
satu kalimat yang sangat menggiurkan bagi setiap orang yang membacanya. Jika hanya
dengan bermain saja sudah dapat meraih keuntungan, tentunya tidak akan ada orang yang
akan menolak permainan tersebut. Bahkan, mereka akan mencari-cari permainan tersebut.
Sebenarnya, banyak sekali jenis permainan yang dapat memberikan keuntungan. Salah
satunya adalah permainan bola voli. Jenis permainan tersebut hadir dalam bentuk olahraga
fisik. Beberapa keuntungan yang dapat diperolah melalui permainan bola voli ini berupa
kesehatan dan materi. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa kesehatan merupakan salah satu
aset yang paling berharga bagi manusia. Salah satu usaha terbaik yang dapat kita lakukan
untuk menjaga aset yang paling berharga tersebut adalah dengan cara berolahraga. Dan salah
satu olahraga yang sangat menyenangkan, serta dapat menjadi pilihan adalah olahraga
permainan bola voli.

Dengan masuknya olahraga permainan bola voli ke dalam daftar cabang olah raga
nasional dan internasional, maka olahraga permainan inipun tidak hanya memberikan
keuntungan dalam bentuk kesehatan saja. Dengan diadakannya kejuaraan-kejuaraan atau
olimpiade bola voli tingkat nasional dan internasional, tentunya akan menghasilkan
pendapatan bagi mereka yang benar-benar berkonsentrasi pada olahraga permainan ini.
Bahkan, selain untuk bermain atau sekedar berolah raga, bermain bola voli-pun akhirnya
dapat pula menjadi sebuah profesi.

Permainan bola voli adalah suatu olahraga yang turut meramaikan dunia olahraga.
Permainan bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang telah cukup lama
memperkaya perbendaharaan cabang olahraga di dunia. Olahraga permainan bola voli ini
telah berhasil merebut hati para penggemar olahraga maupun para pecinta olahraga yang
hanya hobi menonton permainannya. Secara sederhana, permainan bola voli dapat
didefinisikan sebagai salah satu cabang olahraga permainan, yang dimainkan oleh dua tim
yang saling berhadapan, yang dipisahkan atau dibatasi oleh net yang cukup tinggi. Permainan
dilakukan di dalam sebuah lapangan yang berbentuk persegi panjang. Kedua tim memiliki
kesempatan untuk dapat memukul atau menyentuh bola maksimal sebanyak tiga kali,
sebelum akhirnya bola tersebut harus dioper ke wilayah lawan.

Olahraga permainan bola voli ini merupakan salah satu cabang olahraga yang
memiliki cakupan universal. Artinya, cabang olahraga permainan ini telah menyebar ke
pelosok-pelosok perkampungan. Dan olahraga ini juga dapat dimainkan di dalam maupun di
luar ruangan. Biaya yang dibutuhkan untuk olahraga inipun tidak terlalu mahal, karena pada
dasarnya hanya membutuhkan bola voli, net beserta tiangnya, dan tempat (lapangan). Karena
satu tim bola voli terdiri dari enam orang, maka biaya-biaya untuk perlengkapan tersebut
tidak akan terlalu besar. Biaya perlengkapan tersebut dapat ditanggung secara bersama-sama.
Lapangan Permainan
Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah berukuran 9 meter x 18 meter. Ukuran
tinggi net putra 2.43 meter dan untuk net putri 2.24 meter. Garis batas penyerangan untuk
pemain belakang, jarak 3 meter dari garis tengah ( sejajar dengan net ). Untuk ukuran garis
tepi lapangan adalah 5 cm

• Dimensi Lapangan Bola Voli

Setiap pemain harus mengetahui tanda-tanda yang ada di lapangan. Lapngan voli berukuran
panjang 18 meter dan lebar 9 meter, yang ditandai dengan garis pinggir dan garis
belakang.Garis pinggir dan garis belakang merupakan pembatas bidang permainan. Garis-
garis penting lainnya adalah :

• Garis tengah yang membagi lapangan menjadi 2 bagian yang sama, terkadang
disebut sebagai daerah tim.
• Garis serang yang sejajar dengan garis tengah dan berjarak 3 meter dari garis
tengah.
• Daerah service adalah daerah diluar garis belakng sebelah kanan yang
berukuran sepertiga lapngan dan dengan lebar 6 kaki. Bila daerah yang diperlukan
ini tidak ada, maka seorang pemain yang hendak melakukan service
diperkenankan untuk melakukannya di dalam bidang pertandingan sampai pada
jarak yang diperlukannya.
Ketinggian net yang tepat bagi pemain putri adalah 2,24 meter dan untuk pria dan
permainan campuran tinggi netnya 2,43 meter. Bagian yang sah dari net adalah yang berada
diantara kedua garis pinggir.

Cara Permainan
Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang masing-masing terdiri dari 6 orang pemain
dan berlomba-lomba mencapai angka 25 terlebih dahulu.
Dalam sebuah tim, terdapat 4 peran penting, yaitu Tosser (atau setter), spiker (tukang
smash), libero, dan defender (pemain bertahan). Tosser atau pengumpan adalah orang yang
bertugas untuk mengumpankan bola kepada rekan-rekannya dan mengatur jalannya
permainan. Spiker bertugas untuk memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan.
Libero adalah pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh
mensmash bola ke seberang net. Defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima
serangan dari lawan.
Untuk bermain bola voli tidak menuntut kemampuan fisik yang tinggi, yang
diperlukan hanyalah semangat untuk mau mengejar bola kemanapun jatuhnya :p. perlahan-
lahan teknik yang diperlukan untuk bermain voli itu akan tumbuh dengan sendirinya.
Justru ada satu hal yang mungkin dilupakan oleh banyak orang, yaitu bahwa bermain
voli juga menuntut kemampuan otak yang prima, terutama tosser. Tosser harus dapat
mengatur jalannya permainan. Tosser harus memutuskan apa yang harus dia perbuat dengan
bola yang dia dapat, dan semuanya itu dilakukan dalam sepersekian detik sebelum bola jatuh
ke lapangan sepanjang permainan.
Jadi hanya orang bodoh yang mengatakan bahwa yang penting dalam bermain voli
adalah lompatan yang tinggi, passing yang bagus, dan pukulan yang keras. Tanpa otak
maupun kemauan yang cukup mustahil semua itu bisa tercapai.

Sejarah
Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette.
Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani
(Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9
Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat).
William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan
meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah
organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada
para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6
Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.
Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang
lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939),
Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan
James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang
instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield
College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya
olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette
sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan
beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi
empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis,
dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan
khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun
dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun
1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School.
Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional
Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of
Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta
Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus
yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut
juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut,
Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang.
Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah
permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa.
Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak
pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut.
Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak
melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).

Teknik Bola Voli

Service
Service ada beberapa macam:
1 Service Atas Adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya.
Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
2 Service Bawah Adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul
bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk memukul bola
dengan ayunan tangan dari bawah.
3 Service Mengapung Adalah service atas dengan awalan dan cara memukul yang hampir
sama. Awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu
tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan memukul bola bersiap di
dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
yang perlu diperhatikan dalam service

 Sikap badan dan pandangan


 Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
 Saat kapan harus memukul Bola.

Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli

Passing

 Passing Bawah (Pukulan/pengambilan tangan kebawah)


 Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
 tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
 Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
 Passing Keatas (Pukulan/pengambilan tangan keatas)
 Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
 Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk
lengkungan setengah bola.
 Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
 Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan

Smash (spike)
Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada diatas jaring, untuk
dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan
faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan. Teknik smash Menurut
Muhajir Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola
dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk
mencapai suatu hasil yang optimal (2006,23). Menurut pendapat M. Mariyanto
mengemukakan bahwa : “ Smash adalah suatu pukulan yang kuat dimana tangan kontak
dengan bola secara penuh pada bagian atas , sehingga jalannya bola terjal dengan
kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada diatas net , maka bola
dapat dipukul tajam ke bawah .” (2006 : 128 ) Menurut Iwan Kristianto mengemukakan
bahwa , Smash adalah pukulan keras yang biasanya mematikan karena bola sulit
diterima atau dikembalikan . “ (2003 : 143 ) . Spike adalah merupakan bentuk serangan
yang paling banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu
tim dalam permainan voli . Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa
Teknik Smash atau spike adalah cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai
dengan peraturan permainan untuk mencapai pukulan keras yang biasanya mematikan
ke daerah lawan. Tes smash Menurut Sandika mengemukakan bahwa tes smash adalah
tolok ukur untuk mengukur kemampuan smash.

Membendung (Bloking)
Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang
datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:
a.Jongkok, bersiap untuk melompat.
b.Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
c.Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan
satu regu untuk bergantian memblok.

Kedudukan Pemain (Posisi Pemain)


Pada waktu service kedua regu harus berada dalam lapangan / didaerahnya masing-
masing dalam 2 deret kesamping. Tiga deret ada di depan dan tiga deret ada di belakang.
Pemain nomor satu dinamakan server, pemain kedua dinamakan spiker, pemain ketiga
dinamakan set upperatau tosser,pemain nomor empat dinamakan blocker, pemain nomor
lima dan enam dinamakan libero
Spesialisasi Pemain
SPESIALISASI PEMAIN Pada setiap tim bola voli, ada 5 posisi yang wajib diisi oleh
pemain. Sesuai dengan posisi tersebut, maka setiap pemain memiliki peran yang harus
dijalankan masing-masing. Meskipun pada dasarnya setiap pemain harus mampu
memainkan peran pada setiap posisi, namun masing-masing pemain memiliki spesifikasi
tersendiri. Ke-5 posisi yang terdapat pada permainan bola voli tersebut adalah setter, left
side hitter atau outside hitter, middle hitter atau middle blocker, right side hitter, dan
libero.
Setter
Setter adalah pemain yang dispesialisasikan untuk mengatur bentuk penyerangan. Bola
kedua setelah pass akan di set oleh setter, kemudian ia akan menempatkan bola di udara
agar dapat di spike oleh attacker. Dengan demikian, setter dan attacker harus mampu
menciptakan kerjasama dengan baik. Setter harus memiliki kualitas yang bagus dalam
menyesuaikan arah dan tinggi bola yang akan di spike. Selain itu, setter haruslah
seorang pemain yang lincah dan mampu bergerak dengan cepat di area permainan.

Libero
Jika kita memperhatikan sebuah pertandingan bola voli, maka pada setiap tim kita akan
melihat seorang pemain yang menggunakan seragam yang berbeda dengan semua
pemain di timnya. Pemain dengan seragam yang berbeda itulah yang disebut dengan
libero. Dalam bahasa Italia, libero mempunyai arti “bebas”. Sesuai dengan nama
tersebut, maka libero adalah pemain yang dapat secara bebas mengambil alih peran
pemain yang lain. Namun, dalam sebuah pertandingan, libero tidak boleh memiliki dua
posisi atau berganti posisi. Seorang pemain yang telah diposisikan sebagai libero, tidak
boleh berganti posisi menjadi spiker atau yang lain dalam sebuah pertandingan.
Meskipun ia dapat mengambil alih peran pemain-pemain yang lain, namun posisinya
adalah tetap sebagai seorang libero sampai pertandingan berakhir. Pada dasarnya, libero
bertugas untuk menerima serangan-serangan (spikes) yang dilakukan oleh attacker tim
lawan. Berdasarkan fungsi utama tersebut, maka seorang libero tidak harus memiliki
postur tubuh yang tinggi seperti pemain yang lain. Hal ini karena seorang libero tidak
bermain di area yang dekat dengan net. Yang paling ditekankan bagi seorang libero
adalah kualitas pass yang baik, memiliki kecepatan gerak yang tinggi, dan tentu saja
harus memiliki stamina yang baik.

Blocker tengah (Middle Bolcker) atau spiker tengah (Middle Hitter)


Middle blocker adalah pemain yang pada dasarnya bertugas menahan serangan attacker
dari tim lawan. Namun, Middle blocker ini juga dapat bertugas sebagai seorang spiker.
Biasanya, Middle blocker ini melakukan spike berupa quick hit.

Spiker luar (Outside hitter)


Outside hitter adalah seorang attacker yang melakukan spike dari sisi kiri lapangan.
Disebut “Outside hitter”, karena ketika hendak melakukan spike, pemain ini biasanya
selalu mengambil awalan dari luar garis samping lapangan.

Spiker Kanan (Right Side Hitter)


Right spike hitter adalah lawan dari Outside hitter. Pemain ini menempati posisi yang
berlawanan dengan Outside hitter, yaitu di sebelah kanan. Spike-pun dilakukan dari
sebelah kanan. Biasanya, Right side hitter adalah salah seorang pemain yang paling
banyak melakukan spike dalam sebuah pertandingan bola voli dibandingkan dengan
pemain-pemain yang lain.

Libero dalam Permainan Bola Voli


Libero dalam permainan bola voli
Sejak pertama kali libero diperkenalkan pada permainan bolavoli tahun 1997, banyak reaksi
yang muncul ada yang setuju dan ada yang tidak. Masing-masing kelompok mengajukan
berbagai macam argumentasi mulai dari yang irasional maupun yang rasional. Bagi yang
alergi perubahan dan hanya mengedapankan pada sikap emosional, kehadiran libero
dipandang sebagai sesuatu bentuk kegagalan dalam pembinaan yang tidak dapat memberikan
seluruh dasar-dasar teknik kepada setiap pemain sampai pada tingkat mahir.

Sedangkan bagi kelompok yang selalu menginginkan adanya inovasi, …kehadiran


libero dalam permainan bolavoli merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggu agar permainan
menjadi lebih menarik dan lebih dapat memainkan emosi bagi para penonton karena
penonton disuguhi permainan tingkat tinggi dengan waktu reli yang relatip lebih lama. Tanpa
perlu mendukung yang kontra maupun pro, sejak keberadaan pemain libero diatur dalam
peraturan resmi FIVB tahun 2001 – 2004 pada bab 6 pasal 20 ayat 1, 2 dan 3, mau tidak mau,
suka tidak suka, komunitas bolavoli di seluruh dunia harus menerima dan
menjalankannya.Penggunaan libero secara resmi pada kompetisi yang diselenggarakan oleh
PP PBVSI adalah ketika livoli di gelar untuk yang pertamakalinya tahun 1999. Sedangkan
untuk tim nasional pertama kali menerapkan libero pada kejuaraan Asia Pasific di Fukuoka
tahun 1999 yang dilanjutkan di Tehran,Iran pada Kejuaraan Asia. Sedangkan pada tahun 1998
pada Asian Games di Thailand Indonesia merupakan satu-satunya peserta yang belum
menggunakan libero.

Namun demikian mulai sejak diperkenalkan hingga saat ini, fungsi libero dalam setiap
kejuaraan yang dilangsungkan di Indonesia (kecuali pada Proliga dan Livoli) belum seperti
yang diharapkan. Hal ini terbukti dengan sering dijumpainya pemain yang ditunjuk sebagai
libero merupakan pemain yang memiliki kualitas teknik paling rendah dibandingkan dengan
keseluruhan anggota tim. Dengan demikian kehadirian libero di dalam tim itu hanya sebagai
pelengkap atau pemanis sehingga tidak pernah difungsikan atau dimainkan ketika timnya
sedang bertanding. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pelatih dan seluruh komponen
pada tim itu belum sepenuhnya mengerti dan memahami akan makna serta fungsi kehadiran
libero dalam sebuah tim.Ketika bolavoli berubah dari aktivitas olahraga rekreatif menjadi
olahraga kompetitif, semua orang menyadari bahwa serangan dalam permainan bolavoli lebih
dominan dibandingkan dengan pertahanan. Untuk itu diperlukan usaha-usaha agar dominasi
serangan dapat diseimbangkan dengan pertahanan, caranya adalah dengan mengubah
peralatan dan peraturan permainan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pertahanan
sehingga permainan akan menjadi lebih menarik. Namun demikian usaha untuk
meningkatkan pertahanan dalam pelaksanaan perkembangannya akan selalu tertinggal
dibandingkan dengan tingkat kemajuan pada penyerangan.Hal ini disebabkan serangan
merupakan salah satu teknik yang paling menarik dalam permainan bolavoli. Sehingga
pelatih dan atlet akan selalu berusaha untuk mengembangkan teknik serangan dengan tanpa
didasari adanya rasa bosan dalam melakukannya.

Disamping itu tingkat perkembangan serangan akan berjalan linier terhadap


peningkatan kualitas biomotor atlet akibat meningkatnya kualitas latihan beban (weight
training).
Penggunaan pemain libero yang berfungsi sebagai pemain bertahan memiliki tujuan utama
untuk meningkatkan kualitas pertahanan baik pada saat menerima servis maupun pada saat
bertahan terhadap smes yang dilakukan oleh lawan. Pada bab enam pasal 20.3.1.2. dijelaskan
bahwa peran pemain libero terbatas sebagai pemain baris belakang dan tidak diizinkan untuk
melakukan serangan dari manapun termasuk di lapangan permainan dan daerah bebas, jika
pada saat kontak dengan bola, seluruh ketinggian bola lebih tinggi dari permukaaan net.
Disamping itu pada pasal 20.3.1.3. dijelaskan pemain libero tidak diperkenankan untuk serve,
blok, atau mencoba untuk memblok. Sedangkan pada pasal 20.3.1.4. mengatur bagaimana
pemain lain tidak diperkenankan untuk melakukan pukulan serang di atas net bila bola
berasal dari pass atas pemain libero di daerah serang.Bola dapat dengan bebas diserang, jika
libero melakukan tindakan yang sama dari belakang daerah serang. Dari peraturan-peraturan
tersebut menunjukkan bahwa peran pemain libero memang disetting sebagai pemain bertahan
atau dengan kata lain untuk meningkatkan pertahanan. Dengan meningkatnya pertahanan,
persentase serangan juga akan menjadi meningkat dan kombinasi serangan akan menjadi
lebih beragam. Pada permainan bolavoli modern, dimana servis banyak dilakukan dengan
cara melompat atau hampir menyerupai dengan teknik smes, maka lintasan bola akan sangat
dipengaruhi oleh kerasnya pukulan dan cepatnya putaran bola. Dalam sebuah penelitian
ditemukan bahwa untuk mencari receiver terbaik dalam sebuah kejuaraan lebih sulit
dibandingkan mencari smasher terbaik. Mengingat teknik pasing sangat mengandalkan
ketepatan penempatan posisi badan terhadap bola dan tingginya rasa gerak, maka diperlukan
pemain yang memiliki keterampilan untuk memainkan bola tersebut.

Keuntungan lain dengan menggunakan libero adalah bahwa pergantian yang dilakukan
tidak tercatat secara resmi sebagai pergantian. Libero bebas menggantikan siapa saja dan
kapan saja dengan catatan diantara pergantian tersebut minimal harus diselang dengan satu
kali reli. Oleh karena itu merupakan kerugian yang sangat besar bila ada tim yang tidak
mengoptimalkan libero dalam setiap pertandingan yang dilakukan. Selama pelaksanaan
proliga belum pernah ada kasus-kasus spesifik yang menyangkut libero. Namun demikian
bila libero sewaktu dalam pertandingan mengalami cedera. pelatih dapat menunjuk pemain
lain untuk menjadi libero pada sisa pertandingan tersebut dan libero yang cedera tidak dapat
masuk kembali untuk bermain pada sisa pertandingan itu. Dari sedikit uraian tersebut dapat
ditarik kesimpulan bahwa libero dalam permainan bolavoli diperlukan agar efektivitas
pertahanan menjadi lebih meningkat, sehingga pertandingan akan menjadi lebih menarik
karena meningkatnya jumlah reli dan pada akhirnya penonton mau berduyun-duyun ke
tempat-tempat pertandingan bolavoli.

Teknik Pertahanan Bola Voli

• Bock/Blokir
Tehnik dasar yang lain, yang terdapat dalam permainan bola voli adalah Block.
Tehnik ini digunakan untuk menahan serangan yang dilakukan oleh tim lawan. Pertahanan
dalam tehnik block dapat berupa menahan serangan lawan agar bola yang di-spike oleh
pemain dari tim lawan tidak mampu menyeberangi net dan tetap berada di area lawan. Atau
pertahanan yang berupa memperlambat gerakan bola yang telah di-spike oleh pemain dari tim
lawan, sehingga gerakannya menjadi lebih lambat dan lebih mudah untuk di kendalikan.
Sebagai salah satu tehnik pertahanan yang sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli,
maka sebaiknya setiap pemain harus mampu menguasai tehnik ini dengan baik.
Untuk melakukan tehnik block, pemain berdiri dengan menggunakan kedua kaki dalam posisi
yang sejajar. Pada saat yang sama, kedua tangan diletakkan di depan dada, dengan posisi
telapak tangan mengahadap ke arah net dan dengan jari-jari terbuka (dikembangkan) selebar
mungkin. Untuk melakukan lompatan yang maksimal, lutut ditekuk lebih dalam dengan
posisi badan agak condong ke arah depan. Setelah itu, lakukan lompatan dengan
menggunakan kekuatan kedua kaki. Pada saat melakukan lompatan, kedua tangan diayunkan
lurus ke arah atas secara bersamaan. Agar pertahanan block dapat dilakukan secara meluas,
maka jari-jari tangan sebaiknya dibuka ketika melakukan block. Posisi jari-jari yang terbuka
ini akan semakin mempersempit jalur penyeberangan bola melewati net, sehingga akan
memaksimalkan fungsi block. Ketika spiker dari tim lawan memukul bola, maka blocker
yang sudah berada dalam posisi melayang di udara segera menghadapakan kedua tangannya
ke arah bola tersebut dan berusaha untuk menguasai bola. Sewaktu tangan melakukan kontak
dengan bola, pergelangan tangan menekan dari arah atas ke depan bawah. Pada saat yang
sama, jari-jari kedua tangan sebaiknya ditegangkan agar dapat menahan tekanan bola dengan
kuat. Block yang baik adalah block yang ketika bola belum dipukul, tangan blocker sudah
berada dalam posisi mengurung bola. Setelah melakukan kontak (block) dengan bola, maka
blocker-pun mendarat kembali ke lantai dengan menggunakan kedua kaki, dan dengan lutut
yang lentur
Untuk melakukan block yang baik, blocker juga harus mampu memprediksi ke arah mana
kira-kira spiker tim lawan akan mengarahkan bola.

Teknik Block pada Bola Voli

• Jenis Block

1. Block Bola Open

Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi tangan
berada didepan dada. Blocker melompat setelah spiker lawan melakukan
lompatan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut
sehingga membentuk sudut ± 100º, kemudian blocker melompat setinggi
mungkin dengan arah lompatan vertical.

2. Block Bola Semi

Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi kedua
tangan dinaikkan berada diatas depan kepala. Blocker tetap melompat setelah
spiker lawan melakukan lompatan, sebelum melompat posisi badan direndahkan
dengan menekuk lutut sehingga membentuk sudut ± 110º, kemudian blocker
melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertical.

3. Block Bola Quick

Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi kedua
tangan diluruskan. Blocker melompat bersamaan dengan spiker lawan, sebelum
melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut tidak terlalu dalam
(sudut lutut ± 135º), kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan
arah lompatan vertical.

Yang perlu mendapat perhatian dari seorang blocker adalah :

o Perhatikan gaya pasing receiver lawan, kemana bola itu diarahkan

o Perhatikan terus jalannya bola dan perhatikan pula gaya pengumpan lawan
terutama mata dan gerakaannya, jangan bergerak sebelum bola lepas dari tangan
pengumpan..

o Lihat body language spiker lawan, kearah mana spiker itu bergerak.

o Posisi tangan atau jari waktu bergerak tidak boleh berada dibawah pinggang, agar
gerak tangan cepat mencapai titik block.

o Side step (Block 2 step) dilakukan untuk block jarak dekat, sedangkan Cross step
(Block 3 step) digunakan untuk block jarak yang cukup jauh.

o Blocker harus dilatih dengan melompat beberapa kali disatu tempat, agar
mempunyai reaksi yang baik, bergerak secara cepat dan pandai membaca gerak.

• Dig
Untuk menyelamatkan bola agar tidak jatuh setelah di-spike oleh tim lawan, maka
biasanya seorang pemain akan melakukan tehnik Dig. Tehnik ini biasanya digunakan dalam
keadaan darurat. Ketika posisi jatunya bola sudah berada dekat dengan lantai dan tidak dapat
diselamatkan lagi dengan menggunakan tehnik pass, maka tehnik Dig inilah yang akhirnya
digunakan.
Pada dasarnya, tehnik Dig ini sama dengan tehnik pass atau bump. Istilah Overhand
dig digunakan ketika seorang pemain melakukan Dig dengan menggunakan ujung jemarinya.
Sementara Bump dig adalah istilah yang digunakan untuk Dig yang dilakukan dengan
menggunakan kedua lengan yang digabungkan. Dalam tehnik Dig, seorang pemain biasanya
juga menampilkan gerakan meluncur (dive), yaitu melemparkan tubuhnya ke arah depan
untuk menyelamatkan bola, yang kemudian mendarat dengan menggunakan dadanya
Seorang pemain biasanya akan memperjuangkan bola dengan sekuat tenaga dan dengan
segala cara yang tidak melanggar peraturan permainan yang telah ditetapkan. Sekali waktu,
seorang pemain juga terpaksa harus menjatuhkan badannya dengan cepat hanya untuk
menyelamatkan bola agar tidak terjatuh. Untuk mencegah luka maupun cidera pada tubuh
ketika menjatuhkan tubuhnya, biasanya seorang pemain juga melakukan tehnik berputar
(rolling) ketika jatuh.
Selain itu, terkadang seorang pemain juga melakukan tehnik yang disebut dengan “pancake”
untuk menyelamatkan bola yang hampir menyentuh lantai. Pada tehnik ini, seorang pemain
akan meluncur dan mendorongkan tangannya ke arah depan

Teknik Dig dengan Meluncur

Strategi Pertahanan
Halaman ini akan membahasa contoh strategi pertahanan pada bola voli. Teknik
Pertahanan lebih mendasarkan pada posisi. Ketika anda bermain dengan teknik bertahan,
maka anda perlu berada pada posisi yang tepat dalam bermain.Halaman ini akan membahas
teknik dan strategi defensif untuk memastikan bahwa Anda siap untuk melakukan pertahanan.
Untuk memahami hal ini, mari kita kembali ke dasar. Tim lawan akan bermain menyerang,
maka kita akan bermain bertahan. Maka posisi pemain belakang kita akan seperti ini:
Outside Hitter Defense

Garis # 1 pada diagram ini menunjukkan pemukul memukul dari sudut dengan keras. Posisi
yang benar adalah mengambil sudut luar dari tangan blocker tengah. Yang menjadi masalah
pada posisi itu hanyalah seberapa jauh ia ke depan atau ke belakang untuk bergerak.

Garis # 2 menunjukkan pemukul memukul di seam. seam adalah setiap celah yang ada antara
kedua blocker. Pemain yang berada di baris belakang harus bergeser ke celah antara blocker.
Pemukul yang di luar di baris belakang harus geser ke celah antara blocker. Pemain belakang
harus siap untuk melakukan dig jika ternyata pukulan tersebut sangat keras. Dan pemain
belakang juga harus tanggap untuk ke depan jika ternyata itu smash tipuan dengan bola yang
pelan. Ia berada di belakang karena melakukan gerakan maju lebih mudah dari pada
berpindah ke belakang.

Garis # 3 adalah ketika pemukul melakukan pemukulan ke dekat garis. Sekali lagi, pemain
bertahan harus menyesuaikan diri dengan blok sehingga mereka dapat mengani bola jika
block gagal atau lolos. Yang harus di lakukan pada posisi ini yaitu mendekat pada garis.
Dengan cara itu jika bola di pukul kearah kanan tubuh maka pemain belakang dapat
memastikan apakah bola akan keluar lapangan atau ia harus mengabil tindakan.

Ringkasan Strategi Pertahanan

* Pemain Belakang kiri harus sigap pada bola cepat .


* Para pemain barisan belakang harus menemukan seam atau celah antara blocker
* Baca bahu pemukul atau smasher untuk memprediksi sudut pukulan untuk segera
melakukan block.
* Jika lengan pemukul melambat selama ayunan, siap-siap pemain belakang untuk maju.

Hal- hal diatas merupakan beberapa kunci pertahanan dalam permainan bola voli. Jadi dalam
pertahana kita harus berada pada tempat yang tepat dan selalu sigap.
Daftar Pustaka
Devensive Techniques. From http://www.volleyball-training-ground.com/defensive-
techniques.html.

Bola Voli – Pemain Khusus. From http://mu-nandar.blogspot.com/2009/02/bola-voli-viii-


pemain-khusus.html

Bola Voli VI (Skill). From http://mu-nandar.blogspot.com/2009/02/bola-voli-vi-skill.html

Teknik Dasar Bola Voli. From http://jbram.multiply.com/journal/item/3

Dimensi Lapangan Bola Voli. From


http://voliunhas.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=44:ukuran-
lapangan&catid=1:artikel-&Itemid=54

Bola Voli. From


http://voliunhas.co.cc/index.php?option=com_content&view=article&id=58:bola-
voli&catid=1:artikel-&Itemid=54