Anda di halaman 1dari 4

Air Sarana Transportasi (Cerita Kabayan dengan Abah Ontohod) BABAK 1 (Panggung menggambarkan ruang muka sebuah rumah

bilik dengan atap rumbia menjorok ke depan. Tampak muka jendela berjeruji kayu yang dibuat silang. Ada balebale tempat beristirahat, diatasnya sosok tubuh berbelit kain sarung tampak tertidur nyenyak dengan suara dengkur yang keras bunyinya. Tiba-tiba dari dalam keluar sosok laki-laki tua dengan kopiyah menyilang, Matanya tempak kaget melihat sosok yang tergeletak diatas bale-bale dengan suara dengkur yang keras. Perlahan sekali dia menghampiri bale-bale seakan ingin memastikan bahwa orang tersebut benar-benar tidur). 1.Abah 2.Sikabayan 3.Abah : ( erguman sendiri )! "uleuh-euleuh etah si borokok, siang begini masih tidur dasar pemalas #,! : ( Tertidur nyenyak, sekali-sekali mulutnya bergerak seperti yang sedang makan dan kembali mendengkur $%rrrrrr.............krrrrrr............!, : ( Matanya &elingukan seperti men&ari sesuatu di bawah bale-bale, di dinding bilik dan di luar bale-bale. 'etelah ditemukan diambilnya seikat sapu lidi, di hampirinya dengan perlahan orang yang sedang tertidur dan dengan gerakan re(lek dipukulnya bale-bale dengan keras . Prakkkkk ..............prakkkk..............prakkkkk ) : ( Terperanjat, bangun dengan mata masih terpejam. Tangannya sibuk digerak-gerakan dengan gerakan menangkis , seperti orang bermain silat $ "it......#, jangan &oba-&oba dengan si kabayan. Ayo maju hantu hutan, hantu pohon, hantu sungai. Ayo siapa berani duluan )! : ( Terperanjat dan marah mendengar u&apan mantunya dan dengan keras diayunkannya sapu lidi yang masih dipagangnya, prakk........ prakkk.........prakkk. tepat ditangan sikabayan yang sedang berkelitkelit.) dan ..... : ( matanya terbelalak kaget, ber&ampur sakit di tangan, dia berteriak sambil terus menangkis pukulan Abah *ntohod, maksud saya #! : ( %aget kembali mendengar dia dipanggil setan, dan menghentikan pukulannya) $apa kamu bilang ).kamu sebut Ayah ini setan pohon, setan air). dasar kamu pemalas borokokok #! ( Prakkk............. sapu lidi kembali mendarat ditangan 'i kabayan yang terduduk bengong menatap mertuanya yang marah) : $"h........., Abah #, Ada apa Abah.....) Pagi-pagi begini sudah memukul saya).! (+&ap si kabayan dengan &engengesan sambil membelitkan sarung kepinggangnya) :! ,asar pemalas, tuh lihat matahari#! (Abah menunjuk keatas langit yang &erah)! 'udah waktunya sholat d-uhur, kamu katakan masih pagi. ,asar pemalas kamu tuh tahu)!

4.Sikabayan

5.Abah

. Sikabayan !. Abah

". S ikabayan #. Abah

1$.Si Kabayan 11. Abah

:!.e......e.....he.....#, %ira saya masih pagi, bah#! (si kabayan merasa malu). :! ukan hahah.....heheh.....#, %atanya kamu mau ke kebun mengmbil nangka yang dekat gubuk mang *men, bukankah sudah tua)! ( Tanya Abah *ntohod kepada si kabayan yang masih seyumseyum malu) !'udah sana pergi#. /anti di petik orang, lanjut Abah#

BABAK 11 ('eting panggung, suasana hutan lengkap dengan ki&auan burung dan gemuruhnya suara air sungan yang mengalir deras dipinggir jalan setapak. 'ambil bersiul 'i %abayan menyusuri jalan dipinggir sungai tersebut. 'ekali-sekali ditebaskannya golok di tangan ke arah dedaunan yang merintangi jalan, dengan kopiyah yang sudah kusam dan kain sarung yang di belitkan di pundak, ... berjalan terus ke arah hulu sungai. Tiba pada sebuah tempat, tampak gubuk bambu beratap jerami. ,i sampingnya sebatang pohon nangka tidak begitu tinggi dengan buah yang lebat. 'i %abayan tersenyum girang) 0. Sikabayan : $ /aaaaahhhh ini dia, yang suka merepotkan aku # $ ( 'i %abayan berbi&ara pada nangka sambil ditunjuk-tunjuk dengan golok di tangannya) $%ata Abah, katanya kamu sudah tua, tapi kenapa tidak bisa pulang sendiri ke rumah Abah), kenapa harus selalu saya jemput, hah )#, tidak tahu jalan ). .eh kalau tidak tahu jalan..... kamu bisa mengkuti sungai ini, nanti ada yang mandi, tanya pada dia. ,asar belet, makanya sekolah yah#, Tuh ingatkan pada adik-adik kamu yang masih muda#! ('i %abayan terus menunjuk-nunjuk buah nangka dengan goloknya, yang sekali sekali dia menunjukan arah sungai kepada buah nangka, dia berbi&ara seperti kepada benda yang bisa berbi&ara) $nah sekarang kamu sudah tahu arahnya, ayo &epat turun kalau tidak nanti saya tebas batang lehermu itu#, kamu duluan terus kamu dan kamu#!. ('i %abayan terus menyuruh buah nangka turun dari pohonnya. ,ia marah melihat buah nangka yang masih memeluk pohonnya. ,an tak lama di tebasnya tiga buah nangka yang sudah tua, dengan perlahan dia turunkan satu persatu, nangka yang lebih besar di bawanya turun ke air lebih dahulu dari yang lain) $ /ah, kamu nangka yang paling besar dan paling tua. %amu jalan duluan, nanti di sana dekat sebuah batu besar ada sebuah rumah bambu. 1tulah rumah Abah. %amu jangan ragu masuk saja karena, Abah pasti sudah menunggu kamu. ,an jika Abah menanyakan aku, katakan aku men&ari pisang dulu, 2a #!('atu persatu dihanyutkannya nangka yang baru dipetiknya itu. Perlahan tapi pasti sebuah nangka tersebut terus hanyut di bawa arus. 'etelah merasa yakin ia pun naik men&ari pisang, dengan tanpa memikirkan buah nangka yang hanyut di bawa arus air.)

BABAK %%% ('eting panggung menggambarkan hari telah menjelang sore, di halaman rumah Abah *ntohod tampak /yi iteung dan Ambu yang sedang menyapukan daun bambu yang jatuh. 'ementara Abah *ntohod sibuk membetulkan pagar bambu yang miring 3 miring. 'esekali mata Abah menengok ke arah samping rumah, dimana nanti 'i %abayan akan datang. Tak beberapa lama mun&ulah 'i kabayan dengan membopong setandan pisang among Ambon yang sudah tua ) 1. Abah :Tuh, 'i kabayan datang#, /yai #! ( Abah berdiri membantu menurunkan buah pisang dari pundak 'i %abayan. 'etelah pisang di turunkan matanya seakan men&ari sesuatu yang hilang di tangan 'i %abayan ) $ /angkanya mana, %abayan )! (Tanya Abah *ntohod ) 2.Si Kabayan :( engong, tak mengerti ) 3.Abah :! %enapa kamu bengong ), Abah tanya, mana buah nangkanya). %enapa pisang yang kamu bawa) 4.Si Kabayan :( Masih keheranan ) $ %an buah nangkanya sudah duluan Abah#, Apa mereka belum sampai)! (Abah *ntohod, /yi 1teung dan Ambu. 'amasama bingung mendengar jawaban 'i %abayan, yang juga masih berdiri tak mengerti, mengapa buah nangka belum sampai. Padahal sebekum dia memetik pisang, buah nangka telah disuruh duluan dengan &ara dihanyutkan di sungai dan diberitau dimana letak rumah Abah *ntohod ) 5. &yi %te'ng : ( Menghampiri suaminya dan memegang pergelangan tangan %abayan yang masih bingung ) $%ang %abayan #, Abah tanya, mana buah nangkanya ) . 4awab #. ukan bengong begitu#! .A(b' :!1ya %abayan# 4awab#. Mana buah nangkanya), apa memang sudah habis kamu makan sendiri di sana)! !.Si Kabayan :!Ah, tidak Ambu #, Tidak /yi 1teung, 'umpah #. ener akang mah berani sumpah, tidak#! ".Abah :!1ya kami per&aya %abayan.......#, tapi mana buah nangkanya)! #.Si Kabayan :!%an sudah saya suruh duluan,Abah #!. 1$.Abah : ( Tambah heran, dan menghampiri 'i %abayan ) $maksudmu apa kabayan)!. 11.Si Kabayan: ! etul Abah, sumpah #, Tadi setelah saya petik, saya gendong satu persatu buah nangka itu ke air. %emudian yang paling besar dan paling tua saya &eburkan ke air lebih dahulu dan disusul oleh dua yang lebih ke&il dan lebih muda. %etika saya &eburkan ke air, mereka saya nasehati dan saya beritahukan bahwa rumah Abah di tepi sungai dan dekatbatu besar, bila sudah sampai di sana saya suruh langsung saja masuk lewat pintu belakang. /ah.........#. 'ekarang pasti mereka sudah ada di dapur, #! ( 4awab si %abayan dengan sumringah. Abah *ntohod, Ambu dan /yi 1teung bengong mendengarkan penjelasan si %abayan) 12. Abah : $Maksud kamu, nangka yang kamu petik itu......)#!, (telunjuk Abah menunjuk-nunjuk si %abayan)! kamu hayutkan ke air dengan tujuan supaya nangka itu sampai duluan dan kamu tidak berat) egitu....)!, 13. Si Kabayan: $/ahhh........hh# enar begitu. %an kata Abah itu sudah tua. 4adi pasti mereka sudah tau rumah Abah. Makanya aku hanyutkan ke air supaya

Abah tidak lama menunggu saya yang memeitk pisang. 4adi pasti mereka sudah ada di dapur. Mari /yi 1teung kita lihat!. ( Tangan %abayan menggamit tangan /yi 1teung yang berdiri tidak jauh darinya) 5ayar di tutup dan tamat &erita 'i %abayan dengan buah nangkanya.