Anda di halaman 1dari 6

Kelebihan yang dimiliki india untuk kerjasama dengan yogyakarta 1.

Tenaga listrik

Saat ini India telah memiliki 80 MW kapasitas energi surya terpasang dan merencanakan 620 MW energi surya tambahan. Potensi pengembangan energi surya sungguh luar biasa. Tahun lalu, investor global menyuntikkan rekor dana sebesar US$211 milliar ke industri energi terbarukan, naik 33% dari tahun 2009, dan 540% dibanding tahun 2004. Investasi tenaga surya India banyak didorong oleh investasi pembangkit listrik mandiri, di luar jaringan listrik nasional. Bahkan, dari data terakhir lebih dari 97% instalasi surya di India adalah instalasi mandiri. Sementara itu kemiskinan energi (energy poverty) telah menggerakkan para wirausahawan sosial untuk mengembangkan inovasi unik untuk rakyat miskin. Mereka berhasil menciptakan perekonomian energi lokal yang mampu memecahkan masalah yang selama ini gagal dipecahkan oleh jaringan dan pembangkit listrik yang tersentralisasi yang telah menghabiskan dana miliaran dolar dan memakan waktu bertahun-tahun yaitu: akses ke energi bersih dan ramah lingkungan. Nasib jutaan orang di muka bumi tergantung pada pendekatan yang akan diambil oleh pemerintah dan sekaranglah saatnya untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan menerapkan kebijakan yang tepat.

2. Teknologi Informasi India, yang akhir-akhir ini gencar mengembangkan TI, telah merengkuh keuntungan dalam bentuk pendapatan untuk negara yaitu sebesar 47,8 juta dolar AS pada 2008. Berbagai kebijakan untuk pengembangan TI di India dibuat oleh pemerintah diantaranya pembuatan payung hukum, insentif fiskal, penyederhanaan prosedur, pembangunan infrastruktur dan investasi pada pendidikan. Technology informasi di India mulai dibangun dengan serius pada tahun 1998. Pada tahun tersebut TI di India mengalami perkembangan pertumbuhan yang sangat pesat. Pemerintah India membentuk National Technology and Software Development

Task Force sebagai sebuah team untuk mendukung perkembangan TI di India. Team tersebut bertugas menciptakan India menjadi negara superpower di bidang TI dalam jangka waktu 10 tahun, tepatnya 2008. Secara garis besar, tugas yang diemban task force tersebut untuk menjadikan India menajdi negara super power IT adalah :

Info Infrastruktur Drive, mempercepat pembangunan infrastruktur komunikasi dan informasi, terutama di bidang teknologi fiber optic, wireless dan lan

IT Export, selanjutnya dibarengi dengan peningkatan ekspor produk di bidang teknologi informasi

IT For All By 2008, meningkatkan penggunaan computer di kalangan masyarakat India, terutama di bidang pendidikan

3. Budaya Kebudayaan India tidak terlepas dari pengaruh agama Hindu Budha yang berkembang di lembah sungai Indus, India. Sekitar 2000 tahun SM mulai berkembang agama Hindu dan beberapa waktu kemudian di India pula lahir budaya dan agama Budha. Dengan berkembangnya agama Hindu Budha di India maka dengan itu juga berkembang ajaran tentang penyembahan kepada Tuhan yang biasa mereka sebut dengan Dewa. Dalam ajaran mereka dewa digambarkan dalam bentuk arca atau patung. Patung adalah bentuk tiruan orang, hewan, dan sebagainya. Seperti telah kita ketahui dari penjelasan candi, (dalam agama Hindu) bahwa raja yang sudah wafat dianggap telah menyatu dengan dewanya dan dibuatkan sebuah patung. Hal ini bertujuan untuk menghormati sang raja. Patung ini menjadi arca induk di dalam candi. Biasanya sebuah candi itu memuat berbagai buah patung dewa-dewa lainnya. Dengan demikian seni pahat patung erat hubungannya dengan keagamaan. Patung-patung yang dibuat menggambarkan dewa ataupun dewi. Untuk membedakan dewa yang satu dengan dewa yang lain, maka setiap arca mempunyai tanda-tandanya sendiri. Dalam ajaran Hindu Budha terdapat adanya kasta yaitu pembagian / stratifikasi sosial. Dimana kasta tersebut dibagi menjadi 4 :

Kasta Brahmana,

orang

yang

mengabdikan

dirinya

dalam

urusan

bidang

spiritual ; sulinggih, pandita dan rohaniawan. Disandang oleh para Pribumi. Kasta Ksatria, para kepala dan anggota lembaga pemerintahan. Seseorang yang menyandang gelar ini tidak memiliki harta pribadi semua harta milik negara. Kasta Waisya, orang yang telah memiliki pekerjaan dan harta benda

sendiri petani, nelayan. Kasta Sudra, pelayan bagi ketiga kasta di atasnya. Bahasa yang digunakan digunakan yaitu bahasa sansekerta yang termasuk bahasa india klasik. Walaupun bahasa sansekerta bukan hanya dipakai oleh warga India saja, namun telah diakui sebagai bagian dari budaya India. Arsitektur India adalah jenis arsitektur yang berkembang di India.[1][2] Tradisi

membuat bangunan di kawasan anak benua India telah berawal sejak 2000 tahun Sebelum Masehi, sebagian besar ditujukan sebagai bangunan religius.[2] Bangunan-bangunan awal menampilkan kuil-kuil Buddha dan Hinduyang dibuat dari kayu dan selanjutnya

denganbatu bata. Di abad ke-4 SM, batu digunakan untuk mendirikan bangunan dan seterusnya keterampilan mengukir berkembang pesat di India.[2] Berbagai stupabesar dibangun bersamaan dengan kuil dalam gua dan biara-biara diukir dari batu-batu cadas.

Pada Zaman Gupta (abad ke-4 sampai 6 Masehi), arsitektur kuil-kuil berkembang pesat dan seringkali didekorasi dengan ukir-ukiran yang indah. India Utara memiliki ciri khas bangunan kuil yang khas dengan dekorasi yang ramai dan mencapai masa keemasannya pada abad ke-7 sampai 11 Masehi.

4. Tekstil India terletak di bagian selatan benua Asia, yang merupakan salah satu negara penghasil tekstil terbesar di dunia. Tekstil sendiri menjadi komoditas utama masyarakat India, sekaligus menjadikan awal perdagangan bagi India ke dunia luar. Komoditi tekstil yang kaya dan beragam juga tahan lama, sangat diminati pasaran dunia. Hadirnya tekstil di India hampir beriringan dengan teknologi menulis dan pertanian. Literatur yang memuat informasi tentang tekstil di India adalah Rigdeva, berisi

tentang cara menenun. Di kitab ini dituliskan bahwa Ramayana dan Mahabrata membicarakan kehebatan tekstil di India. Kedua tokoh ini digambarkan mengenakan pakaian kebangsawanan sedangkan pakaian sederhana digunakan oleh para petapa dan orang-orang biasa.Lukisan di atas kain yang menggambarkan tokoh-tokoh dan patungpatung kuno, memberikan kesaksian atas tradisi tekstil India yang kaya. Tekstil di India berasal dari lembah sungai Indus, daerah yang sangat subur. Tanahnya gembur dan subur, berjenis aluvial. Kombinasi antara musim tumbuh yang lama dengan temperatur yang tinggi juga sinar matahari yang cukup membuat daerah ini terdapat berbagai macam tanaman, termasuk pohon kapas yang merupakan salah satu bahan untuk membuat tekstil. Dari lembah sungai Indus ini masyarakat India memulai menenun, membuat pakaian dan kain. Masyarakatnya menggunakan alat tenunan rumahan untuk menenun pakaian. Orang-orang diIndia lah yang pertama kali menenun dan menghasilkan kain, maka dari itu tekstil identik dengan India. Sampai pada akhirnya, kapas tersebar sampai ke Cina 3000 tahun kemudian setelah masyarakat Indus menenun dan menghasilkan kain.

Kelebihan Indonesia 1. Candi Prambanan Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa dewa utama pemelihara, Hindu yaitu Brahma sebagai dewa dewa

pencipta, Wishnu sebagai

dan Siwa sebagai

pemusnah.

Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan. Kompleks candi ini terletak
[1]

di

kecamatan Prambanan,

Sleman

dan

kecamatan Prambanan, Klaten,

kurang lebih 17 kilometer timur lautYogyakarta, 50

kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah danDaerah Istimewa Yogyakarta.[2] Letaknya sangat unik,

Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Borobudur Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak

di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentukstupa ini tahun 800-an didirikan oleh para masa

penganut agama Buddha

Mahayana sekitar

Masehi pada

pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.[1] Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

2. Gerabah Desa Kasongan Kasongan adalah nama sebuah desa yang terletak di daerah dataran rendah bertanah gamping di Pedukuhan Kajen, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, sekitar 8 km ke arah barat daya dari pusat Kota Yogyakarta atau sekitar 15-20 menit berkendara dari pusat kota Yogyakarta. Desa Kasongan merupakan sentra industri kerajinan gerabah. Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat atau tanah lempung. Kawasan ini merupakan wilayah pemukiman para pembuat barang-barang kerajinan berupa perabotan dapur dan juga beraneka macam barang-barang sejenisnya yang sebagian besar menggunakan tanah liat sebagai bahan baku. Dahulu, pembuatan gerabah di desa ini terbatas untuk peralatan keperluan rumah tangga, seperti kendi (wadah air minum), kendil (wadah untuk memasak), gentong (wadah

air), anglo (kompor tempat pembakaran dengan bahan bakar arang untuk memasak), dan sejenisnya. Sejalan dengan perkembangan jaman, sekarang ini pembuatan gerabah tidak hanya terbatas pada perabotan rumah tangga saja, namun juga barang-barang lain sejenis yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Di masa sekarang pengunjung dapat menjumpai berbagai produk kerajinan tangan selain gerabah. Pendatang yang membuka galeri di Kasongan turut mempengaruhi berkembangnya jenis usaha kerajinan di sini. Produk yang dijual masih termasuk kerajinan lokal seperti kerajinan kayu kelapa, kerajinan tumbuhan yang dikeringkan atau kerajinan kerang. Usaha kerajinan Kasongan berkembang mengikuti arus dan peluang yang ada. Namun demikian kerajinan gerabah tetap menjadi tonggak utama mata pencaharian warga setempat. Kerajinan keramik dengan berbagai bentuk dan motif yang modern bahkan artistik, dan berbagai kerajinan lainnya sebagai tambahan adalah daya tarik Kasongan hingga saat ini. Kasongan kini telah menjadi tempat wisata yang menarik dengan barang indah hasil keahlian penduduk setempat mengolah tanah liat.