Anda di halaman 1dari 3

Karina Langit Rinesti/1206254681 PERMASALAHAN TERHADAP CODING Proses coding disebut sebagai salah satu proses yang esensial

dalam menyederhanakan temuan penelitian untuk selanjutnya diteruskan sebagai laporan. Meskipun metode ini populer di kalangan peneliti, bukan berarti metode coding tanpa kekurangan. Kritik diberikan pada metode ini karena dipandang membuat data menjadi terfragmentasi dengan konsekuensi sebagai berikut: 1) Hilangnya konteks karena terpotongnya data, dan 2) Hilangnya alur naratif; pembabakan kerap tidak terlalu memerhatikan alur yang tercipta dalam transkrip karena mengutamakan poin-poin yang dianggap penting saja. Para peneliti menganalisis adanya beberapa kemungkinan yang dapat terjadi ketika coding diterapkan dalam sebuah data mentah: a) Data terfragmenkan, b) Beberapa jenis data tidak cocok untuk di-coding-kan, c) Peneliti harus merelakan hilangnya alur naratif yang tercipta seperti dalam data transkrip wawancara. Terlepas dari kritik yang diberikan, tampaknya coding akan tetap menjadi salah satu metode pilihan utama para peneliti dalam mengolah datanya untuk beberapa alasan, antara lain: Pertama, metode ini telah dan masih diterima luas di kalangan para peneliti . Dengan masih adanya individu yang menggunakannya, metode coding akan tetap lestari. Kedua, tidak semua peneliti berminat untuk menganalisis penelitian dengan pertanyaan ber-output naratif. Poinpoin kerap dipandang memudahkan dalam menulis laporan ketimbang naratif yang panjang dan perlu memerhatikan alur serta unsur-unsur naratif lainnya. Ketiga, Grounded Theory dan berbagai teori lain yang menunjangnya masih memberi pengaruh sangat besar terhadap signifikansi dan aseptansi metode coding di kalangan peneliti. Terakhir, perkembangan coding semakin kondusif dengan maraknya penggunaan perangkat lunak yang telah diciptakan khusus untuk mempermudah analisis kualitataif dalam penelitian sosial .

ANALISIS TEMATIK Analisis tematik merupakan salah satu pendekatan paling umum digunakan dalam pengolahan data kualitatif. Hingga saat ini, masih ada pandangan berbeda si kalangan para peneliti. Beberapa menganggap bahwa tema merupakan esensi dari coding itu sendiri, bagian dari coding, atau justru tersusun atas sekelompok kode. Untuk membantu pengolahan data berpendekatan analisis tematik, digunakan Framework atau kerangka kerja. Metode ini dikembangkan oleh National Center for Social Research di Inggris. Framework dideskripsikan sebagai metode berbasis matriks untuk mengurutkan dan menyintesis data ((Richie et al., 2003:219). Tujuan dari penggunaan sistem framework yaitu untuk mengonstruksi index tentang tema utama dan subtema, yang kemudian disajikan dalam matriks yang menyerupai lembar SPSS dengan menampilkan kasus dan variabelnya. Pada akhirnya, tema dan subtema nantinya bisa didapatkan melalui pembacaan dan kajian mendalam yang konsisten terhadap transkrip catatan lapangan berisikan data. Karena metode framework secara garis besar seperti memasukkan poin-poin tertemakan ke dalam kolom dan baris, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalm memasukkan informasi ke dalam sel, yaitu: a) Tandai posisi pengambilan paten pada transkrip, b) Jaga jarak antara data yang dimasukkan dengan bahasa partisipan, c) Coba untuk tidak memasukkan terlalu banyak kutipan, d) Gunakan singkatan agar sel tidak tampak terlalu penuh.

TEMA Tema merupakan kategori yang dianalisis lewat data yang ada. Tema bisa juga merupakan apa yang ada sebagai focus penelitian seseorang. Tema dapat dibangun dan dikembangkan dari kode-kode yang diidentifikasi dalam transkrip/catatan lapangan serta Apa yang menyediakan basis pemahaman teoretis bagi peneliti pada datanya yang memberikan kontribusi teoretis pada literasi yang terkait pada fokus penelitian .

Ryan dan Bernard mencoba merumuskan beberapa cara untuk menemukan tema, yaitu dengan mencari pada transkrip: Repetisi, Tipologi atau kategorisasi, Metafora & Analogi, Transisi, Persamaan & Perbedaan, Konektor Linguistik, Data yang hilang, Materi yang berkaitan dengan teori.

Kesimpulan yang bisa diambil, analisis aematik yang kurang memiliki tahapan prosedur spesifik namun terbantu dengan adanya FRAMEWORK dan saran-saran dari Ryan & Bernard. Analisis Tematik dapat digunakan terkait relasi dengan beberapa metode analisis data kualitatif lain (grounded theory, analisis naratif, critical discourse analysis, analisis konten kualitatif). Analisis Tematik juga populer karena fleksibilitasnya beradaptasi dalam berbagai konteks.